Jakarta, WaraWiri.net - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) membuka peluang kolaborasi bersama Universitas Pramita Indonesia. Kedua pihak berencana menggelar seminar nasional bertema literasi digital dan akal imitasi (artificial intelligence/AI). Tidak hanya itu, Perpusnas juga mendorong pemanfaatan fasilitasnya sebagai ruang belajar bagi mahasiswa, hingga perluasan akses terhadap layanan dan koleksi bahan pustaka.
Rencana kolaborasi tersebut disampaikan dalam sebuah audiensi. Kedatangan Rektor Universitas Pramita Indonesia, Zalzulifa, beserta jajaran, pada Senin (6/7/2026) diterima langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto.
Zalzulifa mengatakan, pihaknya ingin membangun kolaborasi yang lebih luas dengan Perpusnas untuk meningkatkan literasi mahasiswa, sekaligus mengembangkan ekosistem pengetahuan berbasis teknologi.
Menurutnya, Universitas Pramita saat ini tengah mengembangkan berbagai program pengabdian masyarakat melalui pembangunan desa berbasis kreativitas dan pemanfaatan teknologi AI. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu penyusunan profil desa, mendokumentasikan potensi daerah, serta mempromosikannya melalui berbagai platform digital.
"Kami ingin membangun ekosistem nasional yang mampu mengorkestrasi kreativitas berbagai pihak sehingga potensi desa dapat terkoneksi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, hingga kerja sama internasional," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai penguatan literasi di perguruan tinggi perlu dimulai dari kemudahan akses terhadap sumber pengetahuan yang kredibel.
"Kalau menurut saya, yang paling penting sekarang adalah membangun ekosistem pendidikan melalui buku. Kalau kampus ingin membuka akses ke layanan Perpustakaan Nasional, tentu bisa," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Perpusnas memiliki sekitar 3,6 juta judul koleksi dengan lebih dari sembilan juta eksemplar yang mencakup buku, manuskrip, majalah, peta, foto, film, mikrofilm, dan berbagai koleksi lainnya. Seluruh sivitas akademika Universitas Pramita dapat memanfaatkan layanan tersebut melalui keanggotaan Perpusnas maupun berbagai platform digital yang tersedia.
Sebagai tindak lanjut, Perpusnas menawarkan penyelenggaraan seminar, webinar, maupun bimbingan teknis mengenai penelusuran informasi digital dengan menghadirkan narasumber dari Perpusnas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengakses, menyeleksi, dan memanfaatkan sumber informasi secara efektif.
"Kami siap mendukung kegiatannya. Kalau mau berkegiatan cukup mengirimkan surat kepada kami. Silakan jika ingin mengadakan kegiatan bersama di Perpusnas, seminar, bedah buku, maupun pelatihan penelusuran informasi. Kami siap menyediakan narasumber dan mendukung pelaksanaannya," pungkasnya.
Selain membahas penyelenggaraan seminar nasional, audiensi juga membicarakan rencana keanggotaan Perpusnas bagi sivitas akademika Universitas Pramita, kunjungan mahasiswa, hingga penguatan penerbitan perguruan tinggi.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan buku “Desa Buku Terbuka”, “Desanomics Creative Industry”, dan “Buku Pedoman Penilaian Kompetensi Desapreneur”. (Budi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar