Pertamina Pacu Produksi Migas dari Regional 1 Zona 4, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Pacu Produksi Migas dari Regional 1 Zona 4, Perkuat Ketahanan Energi Nasional. (Dok. Pertamina)

Prabumulih, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) terus mendorong optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) dari berbagai aset strategis sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung Asta Cita Pemerintah.

Salah satu kontribusi utama dari upaya tersebut datang dari Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4), yang terus mendorong pencapaian target produksi melalui percepatan pengeboran, pengembangan lapangan, serta peningkatan keandalan fasilitas produksi.

Beroperasi di wilayah Sumatera Selatan dengan area kerja seluas 28.282 kilometer persegi, Zona 4 mengelola tujuh lapangan migas, 98 fasilitas produksi, dan lebih dari 1.000 sumur produksi. Hingga Juli 2026, wilayah kerja ini mencatatkan produksi sekitar 27.000 barel minyak per hari (BOPD) dan 506 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD), menjadi salah satu penopang penting pasokan energi nasional.

Komitmen mendorong peningkatan produksi tersebut ditinjau langsung oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melalui Management Walkthrough (MWT) di wilayah operasi Zona 4, Prabumulih, Selasa (21/7).

Dalam kunjungan tersebut, Iriawan meninjau Integrated HSSE Demo Room, Lokasi Pengeboran Rig PDSI #30.2/D1000-E, hingga Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Beringin A Pertamina EP Prabumulih Field, untuk memastikan berbagai program peningkatan produksi berjalan optimal dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE).

Menurut Iriawan, peningkatan produksi migas menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional. Karena itu, setiap upaya optimalisasi aset harus didukung oleh operasi yang andal, efisien, dan mengutamakan keselamatan kerja.

"Zona 4 memiliki peran strategis dalam mendukung produksi migas nasional. Saya melihat langsung semangat Perwira Pertamina dalam menjaga operasi tetap andal sekaligus terus meningkatkan produksi.

Produktivitas harus berjalan seiring dengan disiplin HSSE agar target produksi dapat dicapai secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional," ujar Iriawan.

Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif yang dijalankan Zona 4, mulai dari percepatan pengeboran sumur, pengembangan lapangan, hingga penguatan keandalan fasilitas produksi. Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, sektor hulu memegang peranan penting dalam mewujudkan swasembada energi. Oleh karena itu, Pertamina terus mengoptimalkan aset-aset produksi melalui penerapan teknologi, penguatan keandalan operasi, serta peningkatan efisiensi agar mampu menghasilkan produksi migas yang berkelanjutan.

"Setiap peningkatan produksi dari lapangan migas merupakan kontribusi nyata Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pengelolaan aset yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan, Pertamina terus mendukung pencapaian target produksi migas nasional sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi," pungkas Baron. (Ilham)
Share:

BCA Dukung Keberlanjutan Seni Pertunjukan melalui Program Sanggar Bakti BCA

Melalui pilar Bakti Budaya, BCA berkomitmen mendorong transformasi tata kelola organisasi sanggar seni agar lebih profesional dan mandiri. (Dok. Bank BCA)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi memulai program Sanggar Bakti BCA sebagai langkah untuk memperkuat keberlanjutan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia. Program ini hadir untuk menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi oleh komunitas seni, mulai dari keterbatasan pendanaan, kapasitas pengelolaan organisasi yang minim, hingga terbatasnya akses terhadap pendampingan dan jejaring pengembangan.

Citra Art Studio menjadi sanggar pertama yang terpilih untuk menjadi peserta program Sanggar Bakti BCA untuk mendapatkan pembinaan jangka menengah yang lebih mendalam. Fokus pembinaan bukan hanya pada peningkatan kualitas karya pertunjukan, melainkan juga pada penguatan organisasi, pengelolaan kegiatan dan pertunjukan, dokumentasi karya, serta pengembangan sumber daya manusia agar sanggar dapat tumbuh lebih profesional, mandiri dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Citra Art Studio merupakan komunitas yang bergerak di bidang tari dan musik, di mana komunitas ini dibentuk oleh Armen Suwandi dan Siti Suryani. Citra Art Studio juga menekuni tarian kontemporer, semua tarian tradisi, dan kreasi di nusantara. Citra Art Studio ikut aktif dalam upaya mengembangkan dan melestarikan seni budaya yang ada di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan dalam berbagai acara baik di dalam negeri maupun di luar negeri, juga aktif dalam kegiatan festival musik dan tari.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn berharap program ini dapat memperkuat peran sanggar yang dibentuk pada tahun 2006 ini sebagai ruang pelestarian dan pengembangan seni budaya, sehingga mampu terus melahirkan karya, membuka kesempatan belajar bagi generasi muda dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk mengembangkan potensi, memperluas peluang, dan memperkuat keberlanjutan sanggar. Pendampingan yang kami berikan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh dan menjangkau audiens yang lebih luas,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F.Haryn.

Pelaksanaan program ini menggandeng Titimangsa sebagai mitra pelaksana program. Pemilihan ini dilakukan berdasarkan rekam jejak Titimangsa selama lebih dari 15 tahun dalam mengembangkan seni pertunjukan, pengalaman memproduksi berbagai karya seni dan program pelatihan.

Terdapat dua tahapan dalam pelaksanaan Sanggar Bakti BCA, yaitu:

• Tahap pertama, asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar potensial berdasarkan aktivitas seni, kapasitas organisasi, kualitas proses berkesenian, dan komitmen untuk berkembang
• Tahap kedua, pendampingan intensif yang mencakup penguatan kualitas artistik, penguatan kapasitas organisasi, dan pengembangan karya pertunjukan.

Sebanyak 10 sanggar yang menjadi kandidat program telah menjalani penilaian oleh tim periset yaitu Elly Luthan (maestro & koreografer tari tradisi) dan Joned Suryatmoko (aktor dan pelaku seni). Berdasarkan hasil evaluasi secara komprehensif, terpilih lima sanggar terbaik yang memenuhi kriteria untuk selanjutnya melakukan presentasi secara langsung di hadapan panelis ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu Happy Salma (Pendiri Titimangsa), Nungki Kusumastuti (Akademisi Seni dan Pertunjukan), Sari Madjid (Produser dan Stage Manager Teater Koma), serta Nanang Hape (Budayawan dan Dalang).

Sebagai mitra pelaksana program Sanggar Bakti BCA, Happy Salma mengapresiasi kolaborasi dengan Bakti BCA dalam mendukung keberlanjutan seni pertunjukan di Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi ruang belajar yang membuka kesempatan bagi sanggar untuk memperkaya perspektif dalam mengelola serta mengembangkan aktivitas kesenian, juga memperkuat ekosistem dan keberlanjutan.

“Senang sekali dapat berkolaborasi dengan Bakti BCA dalam program ini. Kolaborasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Titimangsa. Kami bertemu dengan banyak pegiat seni yang bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi. Harapan kami, sanggar yang terpilih dapat menjadikan program ini sebagai kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, dan semakin yakin melangkah dalam perjalanan berkesenian mereka,” ujar Happy Salma.

Nungki Kusumastuti pun berpesan agar sanggar yang terpilih dapat semakin memperkuat program yang akan dijalankannya setelah mendapatkan pendampingan dari BCA. Harapannya, pendampingan dapat berlangsung efisien dan tepat sasaran.

“Terpilih sebagai Sanggar Bakti BCA tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Saya berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk semakin memperkuat pengelolaan sanggar, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan menyiapkan langkah-langkah agar sanggar dapat terus tumbuh secara mandiri. Terlepas dari itu, saya ucapkan selamat karena sudah terpilih,” ujar wanita yang kerap disapa Nungki ini. (Tedy)
Share:

PT Danantara Asset Management Dukung Akselerasi Kemandirian Industri Maritim di PT PAL Indonesia

Direktur Produksi Diana Rosa, menjelaskan progres pembangunan fasilitas kapal selam. (Dok. PT PAL)

Surabaya, WaraWiri.net - PT Danantara Asset Management (DAM) menilai PT PAL Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat. Karena itu, PT DAM berkomitmen penuh untuk mendukung percepatan transformasi PT PAL untuk memperkuat kemandirian industri maritim nasional.

Komisaris Utama PT DAM, Rabin Indrajad Hattari, mengatakan dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi pemanfaatan teknologi, dan akselerasi berbagai program strategis yang mendorong daya saing industri galangan kapal Indonesia.

“Seiring meningkatnya penugasan strategis dari pemerintah, perusahaan harus didukung oleh korporasi yang sehat, tata kelola yang baik, serta pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan,” ujar Rabin, saat melakukan kunjungan kerja bersama Dewan Komisaris PT DAM ke PT PAL.

Pada kesempatan itu, Rabin juga mengapresiasi sistem manajamen proyek PT PAL yang mampu menjaga disiplin pelaksanaan proyek strategis. Ia juga menegaskan PT DAM akan terus mendorong dukungan pemerintah terhadap program-program strategis PT PAL, sehingga transformasi perusahaan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi penguatan industri galangan kapal nasional.

“Keberhasilan transformasi harus terus dipercepat melalui penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan adopsi teknologi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan transformasi perusahaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga membangun ekosistem industri maritim yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Menurutnya, industri galangan kapal memiliki multiplier effect yang jauh lebih besar dibandingkan sektor industri lainnya. Selain menggerakkan rantai pasok nasional, industri ini juga menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, baik secara langsung di galangan kapal maupun tidak langsung.

“Multiplier effect industri galangan kapal jauh lebih besar dibandingkan sektor industri lainnya. Setiap pembangunan kapal di PT PAL tidak hanya menggerakkan rantai pasok nasional melalui peningkatan TKDN, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang luas di berbagai sektor industri pendukung. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan menyebar lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri nasional,” ungkap Kaharuddin.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari tindak lanjut penunjukan PT PAL Indonesia sebagai National Consolidator dan Lead Integrator industri maritim nasional. Peran tersebut menempatkan PT PAL pada posisi strategis dalam mendorong konsolidasi dan penguatan ekosistem industri galangan kapal nasional, sekaligus meningkatkan kapasitas industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pembangunan kapal dan fasilitas maritim secara terintegrasi. (Ros)
Share:

KAI Rampungkan Penerimaan 54 Lokomotif CC205, Perkuat Kapasitas Logistik Sumatra Selatan

KAI Rampungkan Penerimaan 54 Lokomotif CC205, Perkuat Kapasitas Logistik Sumatra Selatan. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) merampungkan penerimaan 54 unit lokomotif CC205 dari Progress Rail untuk memperkuat kesiapan layanan logistik di Sumatra Selatan. Penyelesaian pengadaan tersebut ditandai melalui Locomotive Handover Celebration di Ruang Jaladara, Jakarta Railway Center, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Acara ini mempertemukan jajaran KAI dan Progress Rail untuk memperkuat kerja sama jangka panjang dalam pengembangan sarana, teknologi, perawatan, dan kompetensi sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas serta keandalan layanan logistik kereta api di Sumatra Selatan.

Sebanyak 54 lokomotif tersebut merupakan CC205 seri 25 dan 26 yang dipersiapkan untuk mendukung operasional di wilayah Divisi Regional III Palembang. Lokomotif pertama diterima pada Agustus 2025, kemudian dilanjutkan secara bertahap hingga unit ke-54 diterima pada Mei 2026.

Pengadaan 54 lokomotif CC205 menjadi bagian dari penyiapan sarana untuk merespons kebutuhan layanan batu bara dan komoditas lainnya di Sumatra bagian selatan. Penambahan sarana ini juga mendukung rencana pengembangan layanan logistik yang dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan prasarana, terminal, pola operasi, serta kebutuhan pelanggan.

Lokomotif CC205 menggunakan sistem traksi AC dan mesin berdaya 2.200 tenaga kuda. Sarana ini dilengkapi Driver Safety System untuk membantu mengelola risiko kelelahan masinis, PowerView Detect untuk mendukung pemantauan kondisi jalur, serta UpTime Connect yang memungkinkan pemantauan performa lokomotif selama 24 jam.

Dalam rangkaian uji operasional di wilayah Palembang, satu lokomotif CC205 telah diuji menarik 60 gerbong. Hasil uji tersebut menjadi bagian dari evaluasi KAI dalam menentukan pola operasi dengan mempertimbangkan kemampuan sarana, kondisi lintas, kesiapan prasarana, kompetensi masinis, dan keselamatan perjalanan kereta api.

Senior Vice President International Locomotive Sales and Operations Progress Rail Colin Kerelchuk mengatakan penyelesaian pengadaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Progress Rail, KAI, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi, pengiriman, pengujian, pelatihan, hingga penyiapan operasional.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan KAI selama proses penyelesaian 54 lokomotif ini. Progress Rail siap melanjutkan kolaborasi melalui dukungan teknologi, perawatan, pelatihan, dan peningkatan kemampuan teknis agar sarana dapat dioperasikan secara andal dan efisien,” kata Colin.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan penambahan 54 lokomotif CC205 memperkuat kesiapan KAI dalam melayani kebutuhan logistik di Sumatra Selatan. Wilayah tersebut memiliki aktivitas komoditas yang tinggi dan membutuhkan dukungan sarana, prasarana, sumber daya manusia, serta sistem operasi yang terintegrasi.

“Penyelesaian pengadaan ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan logistik. Setiap sarana perlu didukung kesiapan jalur, pola operasi, sistem perawatan, kompetensi pekerja, serta pemantauan performa agar dapat memberikan manfaat secara optimal,” ujar Bobby.

Bobby menjelaskan penguatan layanan dijalankan melalui pendekatan people, process, dan performance. Dari sisi people, sebanyak 305 pekerja telah mengikuti pelatihan, terdiri atas 195 pekerja bidang perawatan mesin, kelistrikan, dan mekanik serta 110 pekerja operasional.

Dari sisi process, pengadaan dilengkapi program perawatan selama dua tahun, dukungan tenaga teknis, transfer pengetahuan, serta peningkatan kemampuan pekerja KAI dalam mengoperasikan dan merawat lokomotif. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kesiapan sarana sekaligus memperkuat kemampuan perawatan secara mandiri di lingkungan KAI.

Adapun dari sisi performance, lokomotif CC205 memiliki daya tarik yang mendukung rangkaian dengan kapasitas lebih besar, sehingga operasional dapat berjalan lebih efisien. Penggunaan satu lokomotif CC205 juga berpotensi menggantikan kebutuhan dua lokomotif generasi sebelumnya pada pola operasi tertentu, dengan tetap memperhatikan kondisi lintas dan hasil evaluasi keselamatan.

Teknologi traksi AC, sistem pemantauan jarak jauh, serta perangkat keselamatan pada lokomotif mendukung pengelolaan performa sarana, konsumsi bahan bakar, kondisi komponen, dan kesiapan masinis. Evaluasi dilakukan secara berkala agar peningkatan kapasitas angkut tetap sejalan dengan keandalan sarana dan keselamatan perjalanan kereta api.

Pengadaan 54 lokomotif ini dipersiapkan untuk mendukung pengembangan kapasitas layanan logistik menuju sekitar 85 juta ton per tahun sesuai tahapan yang telah dikaji. Pencapaian kapasitas tersebut tetap menyesuaikan penyelesaian prasarana, kesiapan terminal, kapasitas lintas, serta perkembangan kebutuhan pelanggan.

“Kerja sama strategis ke depan perlu diarahkan pada transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, kemampuan perawatan, serta pengembangan fasilitas di dalam negeri. KAI membutuhkan mitra jangka panjang yang dapat mendukung penguatan ekosistem perkeretaapian dan logistik nasional,” tutup Bobby. (Isna)
Share:

Solusi Mismatch Magang, Pemkot Surabaya Luncurkan Platform BRIGHT untuk Mahasiswa

Solusi Mismatch Magang, Pemkot Surabaya Luncurkan Platform BRIGHT untuk Mahasiswa. (Dok. Pemkot Surabaya)

Surabaya, WaraWiri.net - Menjawab keresahan para mahasiswa yang kerap kesulitan mendapatkan tempat magang sesuai dengan disiplin keilmuannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menghadirkan inovasi berbasis digital bernama BRIGHT (Brida Research, Internship Growth and Holistic Training).

Aplikasi berbasis web ini dirancang sebagai sistem perjodohan atau matchmaking yang mempertemukan kebutuhan kuota serta kriteria spesifik Perangkat Daerah (PD) dengan kualifikasi mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi.

Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengungkapkan bahwa hadirnya BRIGHT dilatarbelakangi oleh persoalan ketidaksesuaian yang kerap dialami tiga pihak utama yaitu, mahasiswa, pihak kampus, dan PD penerima.

“Selama ini mencari tempat magang itu tidak mudah. Kadang saat anak magang, terjadi ketidakmerataan. Ada yang sesuai keilmuannya, tapi ada juga yang jurusannya beda jauh dengan fungsi tempat magang. Akhirnya mahasiswa terpaksa mengerjakan hal di luar ilmunya dapat konversi SKS, tapi ilmunya tidak dapat," kata Agus Imam Sonhaji, Kamis (23/7/2026).

Tidak hanya mahasiswa, PD atau dinas kerap merasa kuota yang ada tidak efektif karena kualifikasi peserta tidak sesuai kebutuhan teknis lapangan, sementara pihak kampus kerap kebingungan memantau efektivitas kegiatan magang para mahasiswanya.

Melalui BRIGHT, proses seleksi magang di lingkungan Pemkot Surabaya kini dibuat transparan dan terstruktur layaknya sistem rekrutmen profesional. Web tersebut menampilkan kuota dan posisi yang dibutuhkan PD, sehingga dapat dilakukan indentifikasi kebutuhan kuota secara terperinci.

“Dalam sistem yang kami buat, setiap posisi dilengkapi dengan rincian tugas yang jelas (seperti pemetaan wilayah, manajemen data, atau analisis administrasi). Sehingga, ketika mahasiswa masuk ke sistem BRIGHT melalui situs resmi Brida Kota Surabaya, memilih PD yang relevan, serta melamar posisi sesuai kompetensinya,” ungkapnya.

Selain itu, seluruh persyaratan dan surat pengantar dari kampus diunggah langsung ke portal tanpa perlu prosedur birokrasi manual yang rumit.

Agus mengungkapkan, meskipun baru berjalan, platform BRIGHT telah membuktikan efektivitasnya di lapangan dengan menampung sekitar 500 hingga 600 pelamar dari berbagai kampus menuju PD di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Khusus di kantor Brida sendiri, saat ini telah menampung sekitar 38 hingga 39 mahasiswa magang yang disebar secara proporsional ke berbagai divisi riset dan inovasi,” ungkapnya.

Inovasi ini dipastikan tidak berhenti pada versi awal (BRIGHT 1.0). Pihak Brida menyatakan telah menyiapkan rencana pengembangan menuju BRIGHT 2.0 yang lebih inklusif.

“Ke depannya, kami ingin cakupan tempat magang tidak hanya terbatas pada kantor dinas atau perangkat daerah tingkat kota, melainkan difokuskan hingga level kelurahan dan komunitas masyarakat lokal seperti paguyuban seni, kelompok usaha warga, dan kegiatan kewargaan lainnya,” pungkasnya. (Burhan)
Share:

Pemkot Pontianak Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Ramah Anak pada Puncak HAN 2026

Pemkot Pontianak Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Ramah Anak pada Puncak HAN 2026. (Dok. Pemkot Pontianak)

Pontianak, WaraWiri.net - Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak pada Puncak Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kamis (23/7/2026).

Mengusung tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

Staf Ahli Wali Kota Pontianak Bidang SDM dan Pemerintahan, Rusdalita, yang hadir mewakili Wali Kota Pontianak, mengatakan anak merupakan aset sekaligus investasi terbaik bagi masa depan Kota Pontianak dan Indonesia. Oleh karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, bermain, dan berkreasi dalam lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

"Hari ini bukan sekadar seremoni penutup, tetapi menjadi penegasan komitmen kita bersama bahwa setiap anak berhak tumbuh, belajar, bermain, berkreasi, dan menggapai cita-citanya dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HAN 2026 telah berlangsung sejak awal Juli, di antaranya pemutaran film dan diskusi mengenai kearifan lokal masyarakat adat dalam menjaga kelestarian hutan dan laut, kegiatan melukis bersama 100 anak di kawasan Car Free Day, serta lomba dan festival bertema Mimpi Anak Tanpa Batas di Semesta di Museum Provinsi Kalimantan Barat.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkolaborasi, melestarikan budaya, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas.

Rusdalita menegaskan, peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memenuhi hak-hak anak, mulai dari hak hidup, tumbuh dan berkembang, hingga memperoleh perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

"Masa depan bangsa berada di pundak anak-anak kita hari ini. Anak-anak yang tumbuh sehat, bahagia, cerdas, dan berkarakter kuat akan menjadi fondasi Indonesia yang maju dan berdaya saing," katanya.

Ia juga memberikan pesan kepada anak-anak agar terus belajar, berkarya, dan berani bermimpi setinggi-tingginya. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, akan terus berupaya menghadirkan lingkungan yang aman, ramah anak, serta mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

"Kalian adalah aset bangsa. Teruslah belajar, berkarya, dan bermimpi setinggi langit. Kami akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak demi masa depan Kota Pontianak dan Indonesia yang lebih baik," tutup Rusdalita. (Evi)
Share:

Kapolri Hadiri Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Perkuat Pemberdayaan UMKM dan Budaya Lokal

Kapolri Hadiri Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Perkuat Pemberdayaan UMKM dan Budaya Lokal. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Kapolri menghadiri Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (22/7). Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Polri terhadap penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui produk-produk unggulan Nusantara.

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 dengan mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya”. Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 itu menghadirkan pelaku UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai wadah promosi, kolaborasi, sekaligus perluasan akses pasar bagi produk lokal.

Dalam peninjauannya, Kapolri melihat secara langsung berbagai produk unggulan yang ditampilkan oleh para pelaku UMKM. Mulai dari batik dan wastra Nusantara, tenun, songket, dan ulos, produk fesyen, tas dan aksesori, perhiasan, kerajinan tangan, kuliner khas daerah dan minuman, serta berbagai produk unggulan UMKM dari seluruh provinsi di Indonesia. Keberagaman produk tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif Indonesia yang tumbuh dari kearifan lokal di berbagai daerah.

Sebanyak 374 peserta mengikuti bazar dengan menghadirkan 727 stan, terdiri atas 531 stan fesyen, 152 stan kuliner, dan 44 dapur bersama. Skala penyelenggaraan tersebut mencerminkan tingginya antusiasme pelaku UMKM serta komitmen Bhayangkari dalam memperluas akses promosi produk unggulan daerah.

Selain menjadi ajang promosi dan transaksi, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 juga berperan sebagai sarana peningkatan kapasitas pelaku usaha. Selama penyelenggaraan, digelar enam sesi talkshow yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan usaha, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk promosi digital, legalitas usaha dan hak kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan daya saing UMKM. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari BRI, Telkomsel, serta Kementerian Hukum sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional.

Suasana bazar semakin semarak dengan hadirnya 29 pertunjukan seni dan budaya, yang meliputi tarian daerah, peragaan busana, parade wastra Nusantara, serta pertunjukan musik. Kehadiran berbagai pertunjukan tersebut menjadikan bazar tidak hanya sebagai ruang promosi budaya, tetapi juga sebagai destinasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk-produk UMKM Indonesia.

Bazar ini turut diikuti booth Bhayangkari, Polda seluruh Indonesia, satuan kerja Polri, serta mitra strategis seperti BRI, Pegadaian, Telkomsel, JNE, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan UMKM melalui dukungan pembiayaan, digitalisasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pemasaran.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan dukungan 393 personel gabungan Divpropam Polri dan Polda Metro Jaya. Kehadiran Kapolri dalam peninjauan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung pemberdayaan UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperkuat pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (Subhan)
Share:

Danlanud Sulaiman Resmi Buka Pendidikan Karakter Bela Negara SMK Angkasa 2 Margahayu

Danlanud Sulaiman Resmi Buka Pendidikan Karakter Bela Negara SMK Angkasa 2 Margahayu. (Dok. Puspen TNI)

Bandung, WaraWiri.net - Komandan Lanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M., secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Karakter Bela Negara (PKBN) SMK Angkasa 2 Margahayu yang digelar di Shelter Aeromodelling Dinas Teritorial Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Rabu (22/7/2026).

Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan siswa dan pelatih serta penekanan tombol sirine sebagai simbol dimulainya pelaksanaan PKBN.

Dalam sambutannya, Danlanud Sulaiman berharap kegiatan PKBN dapat dijadikan sebagai wadah bagi para siswa untuk belajar memimpin dan dipimpin, belajar menghargai perbedaan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, sekolah, bangsa, dan negara. "Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu membentuk karakter yang disiplin, tangguh, serta memiliki semangat kebangsaan dan jiwa bela negara yang kuat," ujar Danlanud.

Pendidikan Karakter Bela Negara tahun ini diikuti oleh 185 siswa SMK Angkasa 2 Margahayu dan akan berlangsung hingga Jumat mendatang. Selama kegiatan, para peserta akan menerima berbagai materi, di antaranya disiplin, peraturan baris-berbaris, bela negara, wawasan nusantara, empat pilar kebangsaan, serta psikologi lapangan.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.

Turut hadir dalam pembukaan PKBN tersebut Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Sulaiman Ny. Ita Eko Sujatmiko, para kepala dinas Lanud Sulaiman, Kepala SMK Angkasa 2 Margahayu beserta jajaran guru, para pengurus Yasarini, serta para pelatih dari Lanud Sulaiman. (Slamet)
Share:

Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan III di Kodaeral XIV Sorong, Perkuat Sinergi dan Soliditas Antar Satuan

Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan III di Kodaeral XIV Sorong, Perkuat Sinergi dan Soliditas Antar Satuan. (Dok. Puspen TNI)

Papua, WaraWiri.net - Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut XIV (Komandan Kodaeral XIV) Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP, menerima Kunjungan Kerja Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., beserta rombongan, bertempat di Ruang Audiensi Mako Kodaeral XIV Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong Papua Barat Daya. Rabu (22/07/26). 

Adapun kunjungan kerja Pangkogabwilhan III ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mengunjungi Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) TNI yang ada di Sorong Papua Barat Daya, dimana kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi serta soliditas antar satuan dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan di wilayah Papua Barat Daya.

Pada kesempatan tersebut Komandan Kodaeral XIV Sorong dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kunjungan ini yang merupakan kehormatan besar bagi seluruh jajaran Kodaeral XIV Sorong.

Selanjutan Komandan Kodaeral XIV Sorong menyampaikan Laporan Komando yang disampaikan Asops Dankodaeral XIV, Kolonel Laut (P) Himawan, MMSMC. yang menjelaskan kesiapan logistik, alutsista, dan pelaksanaan operasi Kodaeral XIV, serta turut mendukung penegakan hukum serta perlindungan sumber daya alam nasional dan kelestarian alam.

Sementara itu, Pangkogabwilhan III menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komandan Kodaeral XIV beserta seluruh jajaran atas penyambutan yang telah diberikan dan mengapresiasi penyampaian laporan komando yang memberikan gambaran mengenai kondisi satuan, pelaksanaan tugas, serta berbagai capaian yang telah diraih.

Saya menyampaikan apresiasi kepada Kodaeral XIV Sorong atas kinerja, dedikasi, dan prestasi yang telah ditunjukkan selama Semester I, capaian tersebut hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan dengan tetap mengedepankan profesionalisme, sinergi, disiplin, dan kesiapsiagaan dalam setiap pelaksanaan tugas, ungkap Pangkogabwilhan III.

Hadir mendamping Komandan Kodaeral XIV Sorong menerima kunjungan kerja tersebut yaitu Wadan Kodaeral XIV Laksamana Pertama TNI Tomy Herlambang serta Pejabat Utama Kodaeral XIV. (Slamet)
Share:

Peringatan Hari Anak Nasional, Ombudsman RI Kawal dan Awasi Pelayanan Publik Berkualitas bagi Anak Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional, Ombudsman RI Kawal dan Awasi Pelayanan Publik Berkualitas bagi Anak Indonesia. (Dok. Ombudsman RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Memperingati Hari Anak Nasional yang ke-42 tahun 2026, Ombudsman RI mengingatkan bahwa pemenuhan hak anak atas pelayanan publik yang berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Negara mendefinisikan anak sebagai setiap individu yang berusia di bawah 18 tahun. Pemenuhan hak anak atas layanan dasar pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial menjadi indikator utama keberhasilan pelayanan publik. 

Berbagai laporan yang diterima Ombudsman RI dalam tiga tahun terakhir menunjukkan masih adanya tantangan dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pelayanan publik yang aman, inklusif, dan bebas dari maladministrasi.

"Pelayanan publik yang berkualitas bagi anak merupakan kewajiban negara. Setiap anak berhak memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial yang dapat diakses secara adil dan tanpa diskriminasi. Karena itu, Ombudsman RI akan terus mengawal agar hak-hak anak dapat dipenuhi melalui penyelenggaraan pelayanan publik yang bebas dari maladministrasi," ujar Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher pada Kamis (23/7/2026) di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan.

Sepanjang tahun 2024-2026, Ombudsman RI menerima 2.186 laporan masyarakat yang berkaitan dengan pelayanan publik bagi anak, yang didominasi 2.184 laporan pada sektor pendidikan.

Dalam pelayanan sektor pendidikan misalnya, isu yang paling banyak diadukan meliputi PPDB/SPMB (694 laporan), pungutan liar (601 laporan), pendidikan jenjang SMA/MA (413 laporan), SMP/MTs (191 laporan), dan SD/MI (285 laporan).

Berdasarkan hasil pengawasan Ombudsman RI, berbagai persoalan tersebut masih didominasi oleh dugaan maladministrasi berupa penyimpangan prosedur, permintaan atau penerimaan imbalan, tidak memberikan pelayanan, kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum, penundaan berlarut, tindakan tidak patut, penyalahgunaan wewenang, tidak kompeten, perbuatan melawan hukum, serta diskriminasi dan konflik kepentingan.

Adapun sepuluh kantor perwakilan Ombudsman RI dengan jumlah pengaduan tertinggi berada di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Timur, Sumatera Barat, Jakarta Raya, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, dan Sulawesi Tenggara. Data ini membuktikan bahwa permasalahan tata kelola pelayanan pendidikan bagi anak terjadi secara masif di berbagai daerah.

Pelaksanaan SPMB/PPDB menjadi salah satu isu yang paling banyak diadukan masyarakat. Tren pengaduan SPMB/PPDB mencatatkan 265 laporan pada tahun 2024, 251 laporan pada tahun 2025, dan 178 laporan pada tahun 2026. Pokok permasalahan yang dilaporkan meliputi sengketa mekanisme seleksi, penetapan kuota peserta didik, kendala sistem pendaftaran daring, perubahan persyaratan secara sepihak, penetapan hasil seleksi yang tidak transparan, hingga penyimpangan dalam pelaksanaan jalur penerimaan peserta didik.

Bentuk dugaan maladministrasi yang paling dominan dalam pengaduan SPMB/PPDB adalah penyimpangan prosedur dan tidak memberikan pelayanan. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan SPMB/PPDB tidak hanya berkaitan dengan persaingan akademik, tetapi juga menyangkut kepatuhan penyelenggara pendidikan terhadap prosedur dan regulasi pelayanan publik yang berlaku.

Pengaduan terkait SPMB/PPDB juga memiliki keterkaitan dengan tingginya angka pengaduan pungutan liar di lingkungan sekolah. Orang tua siswa banyak mengeluhkan pembebanan uang komite, kewajiban pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS), uang pembangunan gedung, serta iuran sekolah yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Praktik tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat penyelenggara layanan pendidikan yang belum menjunjung prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Selain itu, sepanjang 2024-2026 Ombudsman RI juga menerima 220 laporan pengaduan terkait pengelolaan dan penyaluran bantuan beasiswa pendidikan anak. Tren pengaduan beasiswa mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2026. Jumlah laporan tercatat sebanyak 30 laporan pada tahun 2024 dan 38 laporan pada tahun 2025, kemudian melonjak tajam menjadi 152 laporan pada tahun 2026.

Pengaduan yang disampaikan masyarakat antara lain berkaitan dengan keterlambatan pencairan dana beasiswa, ketidakjelasan mekanisme dan kriteria seleksi, perubahan persyaratan secara tiba-tiba, ketiadaan informasi yang memadai kepada peserta didik, hingga dugaan penyalahgunaan dana beasiswa oleh pihak perguruan tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan tata kelola penyaluran bantuan pendidikan yang transparan, tepat sasaran, dan berorientasi pada pemenuhan hak peserta didik.

Selain menerima laporan masyarakat, Ombudsman RI juga telah melakukan pengawasan secara proaktif melalui Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS) dan Kajian Sistemik terhadap sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak.

Pada tahun 2022 Ombudsman RI merespons maraknya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak dengan melakukan Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS). Ombudsman mengingatkan bahwa perlindungan kesehatan anak harus didukung oleh tata kelola pelayanan publik yang responsif dan akuntabel.

Pada sektor pendidikan tinggi, di tahun 2024 Ombudsman RI menemukan adanya kelalaian dalam implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi terkait pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hingga tahun 2024 masih terdapat 35 persen Perguruan Tinggi Swasta yang belum membentuk Satgas PPKS.

Selain itu, ditemukan pula berbagai kendala dalam pelaksanaan tugas Satgas, mulai dari ketidaksesuaian struktur organisasi, keterbatasan anggaran dan sarana pendukung, hingga belum optimalnya perlindungan keamanan dan hukum bagi personel Satgas. Pengawasan ini secara khusus melindungi hak mahasiswa dan warga kampus berusia di bawah 18 tahun dari tindakan kekerasan seksual.

Melalui IAPS tahun 2025, Ombudsman RI juga menemukan adanya penyimpangan prosedur dalam penetapan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Dasar dan Menengah. Temuan Ombudsman RI menunjukkan adanya ketidaksesuaian data penerima bantuan serta belum optimalnya tata kelola administrasi yang menyebabkan sekitar 715 ribu penerima PIP pada tahun 2024 tidak melakukan aktivasi rekening hingga batas waktu yang ditentukan sehingga dana bantuan dikembalikan ke kas negara.

Selain itu, penyaluran bantuan melalui jalur usulan pemangku kepentingan ditemukan belum sepenuhnya tepat sasaran. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan tata kelola bantuan pendidikan agar hak anak untuk memperoleh akses pendidikan dapat terpenuhi secara efektif.

Sementara itu, di tahun 2022 melalui Kajian Sistemik terhadap layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas mental, menunjukkan masih terdapat ketimpangan rasio pekerja sosial, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, serta minimnya sarana pendukung layanan rehabilitasi sosial bagi anak. Padahal, anak merupakan salah satu sasaran utama layanan rehabilitasi sosial yang wajib memperoleh pelayanan publik yang layak dan berkualitas.

Pada Kajian Sistemik tahun 2025, Ombudsman RI juga mengidentifikasi potensi maladministrasi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Temuan tersebut meliputi belum kuatnya landasan hukum program, keterbatasan sarana dan prasarana, serta lemahnya pengawasan internal yang berpotensi memengaruhi pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dalam proses rekrutmen peserta didik, Ombudsman RI juga menemukan adanya calon siswa yang lolos seleksi di luar kriteria yang telah ditetapkan.

Ombudsman RI menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas, aman, dan inklusif merupakan hak setiap anak Indonesia. Oleh karena itu, Ombudsman RI akan terus mengawal dan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik agar terbebas dari praktik maladministrasi yang dapat menghambat pemenuhan hak-hak anak. Ombudsman RI juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan pelayanan publik dengan menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan penyimpangan yang berdampak pada pelayanan bagi anak Indonesia. (Muh)
Share:

OJK Serahkan Hasil Pemeriksaan Khusus PT Dana Syariah Indonesia kepada Bareskrim Polri

OJK Serahkan Hasil Pemeriksaan Khusus PT Dana Syariah Indonesia kepada Bareskrim Polri. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendukung upaya penegakan hukum dan penyelesaian dana lender PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI) melalui pelaksanaan pemeriksaan khusus yang antara lain berhasil mengidentifikasi sejumlah aset yang diduga diperoleh dengan menggunakan dana lender.

Pemeriksaan khusus tersebut dilakukan untuk menelusuri aliran dana lender serta mengidentifikasi aset PT DSI, pemegang saham dan pengurus PT DSI, serta pihak-pihak terafiliasi yang diduga diperoleh dari penggunaan dana lender.

Dalam rangka memperkuat pembuktian, OJK telah meminta keterangan kepada 32 (tiga puluh dua) pihak yang terdiri atas pemegang saham, pengurus, dan pegawai PT DSI, serta pihak terkait lainnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan khusus tersebut, OJK berhasil mengidentifikasi sejumlah aset yang diduga diperoleh dari penggunaan dana lender PT DSI. Hasil identifikasi aset tersebut telah diserahkan kepada Bareskrim Polri pada periode Februari s.d. Mei 2026 sebagai bagian dari dukungan OJK terhadap proses penegakan hukum dan penyelesaian dana lender sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan khusus ini merupakan kelanjutan dari rangkaian tindakan pengawasan yang sebelumnya telah dilakukan OJK terhadap PT DSI, antara lain:
  1. melakukan pemeriksaan langsung pada Agustus hingga September 2025;
  2. melakukan laporan kepada Bareskrim Polri pada 15 Oktober 2025 atas dugaan penyalahgunaan dana lender;
  3. mengenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, denda, dan pembatasan kegiatan usaha pada 15 Oktober 2025;
  4. memfasilitasi beberapa kali pertemuan antara perwakilan lender dan PT DSI;
  5. menetapkan status pengawasan khusus pada 2 Desember 2025;
  6. menerbitkan instruksi tertulis kepada pemegang saham, dewan komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah pada 10 Desember 2025; serta
  7. melakukan pemeriksaan terhadap akuntan publik yang melakukan audit atas laporan keuangan tahunan PT DSI.
OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung, PPATK, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam rangka mendukung proses penegakan hukum serta mengoptimalkan penyelesaian dana lender PT DSI.

OJK berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan secara konsisten guna melindungi kepentingan konsumen, mendukung penegakan hukum, dan menjaga integritas sektor jasa keuangan. (Putra)
Share:

Bangun Kemandirian Teknologi dari Model hingga Infrastruktur, Indonesia Siapkan Sovereign AI

Bangun Kemandirian Teknologi dari Model hingga Infrastruktur, Indonesia Siapkan Sovereign AI. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Indonesia mulai menyiapkan fondasi kemandirian kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui pengembangan ekosistem AI nasional yang mencakup model AI lokal, infrastruktur komputasi, serta penguatan talenta digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai penguasaan AI ke depan tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari posisi strategis sebuah negara dalam rantai pasok teknologi global.

Ia mengungkap bahwa di tengah dinamika geopolitik global, semakin banyak negara yang berupaya membangun sovereign AI agar tidak bergantung pada negara-negara besar dalam penguasaan teknologi AI.

“Negara-negara yang di tengah, di middle power ini, mencoba mempromosikan sovereign AI karena pada akhirnya penguasaan teknologi AI ini akan jadi choke point buat negara-negara yang besar ini untuk menjaga dominasi mereka,” jelasnya dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (22/07/2026).

Wamen Nezar menggarisbawahi pembangunan sovereign AI harus dilakukan secara utuh atau full stack dengan mencakup lapisan infrastruktur dasar, seperti listrik, air, GPU, chips, platform, hingga aplikasi.

Ia menegaskan Indonesia memiliki talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global.

Maka dari itu, mereka harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka melalui penyediaan akses terhadap infrastruktur AI serta pengetahuan teknis yang diperlukan.

“Kalau soal digital talent tidak masalah sepanjang anak-anak muda dan talent-talent kita dapat kesempatan. Mereka bisa mengakses infrastruktur AI, terus ada ilmunya, dan kreativitas serta inovasi-inovasi. Saya yakin di bidang compute cluster itu kita bisa bersaing,” imbuhnya.

Selain talenta digital, Wamen Nezar juga menilai Indonesia memiliki keunggulan strategis berupa sumber daya mineral kritis yang menjadi bahan baku industri AI dan semikonduktor.

Menurutnya, diperlukan langkah-langkah untuk memanfaatkan mineral tersebut agar dapat memperkuat daya tawar serta posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

“Kita punya sumber daya alam yang sekarang sedang diperebutkan untuk infrastruktur AI, yaitu critical minerals, sehingga harus ada langkah-langkah bagaimana dia bisa kita secure agar menjadi salah satu bargaining power kita di dalam global supply chain,” tandasnya. (Rizal)
Share:

Kemendikdasmen dan Polri Siapkan Generasi Cakap AI melalui Pendekatan Preventif

Kemendikdasmen dan Polri Siapkan Generasi Cakap AI melalui Pendekatan Preventif. (Dok. Kemendikdasmen)

Jakarta, WaraWiri.net - Di balik pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), muncul tantangan baru yang harus dihadapi dunia pendidikan, mulai dari deepfake, disinformasi, kejahatan siber, pelanggaran privasi, hingga penyalahgunaan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat kolaborasi untuk menyiapkan generasi yang cakap AI melalui edukasi dengan pendekatan preventif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen dengan Polri sebagai dasar pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Program Paham AI. Melalui program ini, personel dari 12 Kepolisian Daerah (Polda) akan dilatih menjadi trainer yang selanjutnya memberikan pelatihan kepada murid SMA, SMK, dan sederajat di wilayah masing-masing.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa transformasi digital yang terjadi begitu cepat turut mengubah cara berpikir manusia.

Kehadiran AI membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan produktivitas. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan, seperti penyalahgunaan teknologi, kejahatan siber, penyebaran disinformasi, pelanggaran privasi, hingga persoalan etika dalam pemanfaatan AI.
 
“Peningkatan kompetensi digital tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan menggunakan teknologi saja. Membangun karakter digital agar murid mampu memanfaatkan AI secara bijaksana juga tak kalah penting agar kehadiran AI bisa bermanfaat secara optimal,” ucap Dirjen Tatang.

Dirjen Tatang menekankan bahwa ruang kolaborasi menjadi penting dimana semua harus berjalan bersama untuk memastikan ekosistem digital yang aman.

“Kami meyakini bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul memerlukan sinergi lintas sektor. Dunia pendidikan tidak dapat bekerja sendiri. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat upaya kita dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan perkembangan teknologi, serta mampu menyiapkan generasi Indonesia yang cakap digital,” terang Dirjen Tatang.
 
Sementara itu, Kepala Biro Teknologi dan Komunikasi Polri, Indarto, menyampaikan bahwa ToT Program Paham AI dirancang sebagai upaya jangka panjang untuk meningkatkan literasi kecerdasan artifisial di kalangan pelajar dan guru. Menurutnya, langkah ini dinilai penting karena perkembangan pemanfaatan AI di kalangan generasi muda berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perkembangan regulasi.

“Ini ruang untuk membangun kepercayaan antara Polri dan murid-murid. Kami harus hadir lebih awal melalui langkah-langkah preventif, menjadi mitra pendidikan sekaligus fasilitator bagi para guru dan murid,” ucap Indarto.

Melalui Program Paham AI, Kemendikdasmen dan Polri memperkuat fondasi literasi AI sejak bangku sekolah sebagai bekal bagi generasi muda menghadapi transformasi digital yang terus berkembang. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan AI, tetapi juga bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya. (Alif)
Share:

Survei Perbankan Triwulan II 2026: Penyaluran Kredit Baru Meningkat

Survei Perbankan Triwulan II 2026: Penyaluran Kredit Baru Meningkat. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru sebesar 93,08%, lebih tinggi dibandingkan SBT 38,74% pada triwulan sebelumnya. 

Pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis penggunaan, tecermin dari nilai SBT yang meningkat pada Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, dan Kredit Konsumsi. Pada triwulan III 2026, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh dengan SBT sebesar 84,65%.

Perbankan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit baru di triwulan II 2026 dibandingkan triwulan I 2026, yang tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 1,03. Kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut, antara lain pada aspek suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu kredit, dan biaya persetujuan kredit. Pada triwulan III 2026, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar, dengan ILS negatif sebesar 2,25.

Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Kondisi ini didukung prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap positif serta risiko dalam penyaluran kredit yang terjaga. (Budi)
Share:

Pengembangan Perkara, KPK Tahan Tiga Tersangka Dugaan Suap Hibah Pokmas Jatim

Pengembangan Perkara, KPK Tahan Tiga Tersangka Dugaan Suap Hibah Pokmas Jatim. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penahanan terhadap tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian suap terkait pengurusan dana hibah untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Jawa Timur Tahun Anggaran 2019–2022.

Ketiga tersangka tersebut, yaitu AY dan MF selaku pihak swasta asal Kabupaten Pasuruan, serta RWR selaku pihak swasta asal Kabupaten Bangkalan. Ketiganya diduga merupakan pihak pemberi suap kepada AS, yang saat itu merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019–2024 dan kini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.

Untuk kepentingan proses penyidikan, KPK melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 22 Juli hingga 10 Agustus 2026. Ketiganya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Sebelumnya dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan 21 orang tersangka, dimana empat diantaranya telah dilakukan proses persidangan dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), yaitu HAS selaku pihak swasta dari Kabupaten Gresik yang sekarang menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2024 – 2029, JPP selaku pihak swasta dari Kabupaten Blitar, SUK selaku mantan Kepala Desa dari Kabupaten Tulungagung, WK selaku pihak swasta dari Tulungagung.

Konstruksi perkaranya bermula ketika AS bersama Ketua Fraksi diduga menentukan besaran alokasi dana hibah Pokok Pikiran (Pokir) untuk masing-masing anggota DPRD. Dari pembagian tersebut, AS diduga memperoleh alokasi dana hibah periode 2019-2022 sekitar Rp291,5 miliar dan mensyaratkan komitmen fee sebesar 15% s.d 20% kepada Korlap atau anggota DPRD yang mengajukan pergeseran alokasi dana hibah.

Untuk merealisasikan dana hibah tersebut, Korlap membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) atau menggunakan lembaga tertentu untuk mengajukan proposal. Setelah dana hibah dicairkan, Korlap diduga menyerahkan komitmen fee sebesar 20% s.d 25% kepada AS, baik secara langsung, melalui BGS selaku orang kepercayaannya, maupun dengan membayarkan keperluan pribadi AS.

Selanjutnya, AY, RWR, dan MF diduga memberikan uang kepada AS melalui BGS dengan total sekurang-kurangnya Rp6,9 miliar untuk memperoleh alokasi dana hibah di wilayahnya.

Dalam penyidikan perkara ini, KPK juga telah menyita sejumlah aset milik AS dan BGS senilai sekitar Rp22 miliar yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi, meliputi bidang tanah, ruko, rumah, apartemen, SPBE, hingga GOR. Dalam hal ini, Penyidik masih terus menelusuri aliran dana dan aset lainnya yang terkait dengan perkara tersebut.

Atas perbuatannya, AY, MF, dan RWR sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terhadap perkara ini, KPK telah aktif melakukan pendampingan kepada Pemerintahan (kabupaten, kota, hingga provinsi) di Jawa Timur melalui fungsi Koordinasi dan Supervisi (Korsup), dalam lingkup pencegahan pasca penindakan. Fokusnya untuk melakukan pembenahan dalam proses perencanaan dan penganggaran, agar tindak pidana korupsi pada pos dana hibah tidak kembali terulang.

KPK juga turut menegaskan bahwa seharusnya tidak ada penjatahan khusus terhadap pos dana hibah Pokir bagi setiap anggota legislatif dalam postur anggaran pemerintah daerah. Dana hibah Pokir semestinya digunakan sesuai kebutuhan riil daerah yang berasal dari aspirasi masyarakat. (Junaedi)
Share:

Peringati Hari Anak Nasional, KCIC Ajak Anak-Anak Peduli Lingkungan Lewat Whoosh

Peringati Hari Anak Nasional, KCIC Ajak Anak-Anak Peduli Lingkungan Lewat Whoosh. (Dok. KCIC)

Jakarta, WaraWiri.net - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, KCIC, BSI, dan BSI Maslahat mengajak 70 anak dari berbagai sekolah untuk mengikuti kegiatan edukasi peduli lingkungan melalui Whoosh di Stasiun Halim. Kegiatan ini dikemas secara interaktif melalui lomba mewarnai, sosialisasi Whoosh Eco Friendly, Green Mission Challenge, station tour, hingga pengalaman menaiki Whoosh menuju Stasiun Padalarang.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda melalui pengalaman yang menyenangkan dan mudah dipahami.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak mengenal bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, termasuk memilih transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Semakin dini nilai tersebut diperkenalkan, semakin besar peluang untuk membentuk kebiasaan yang peduli terhadap keberlanjutan di masa depan,” ujar Eva.

Pada kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai upaya KCIC dalam menghadirkan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Berdasarkan kajian Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi, dan Layanan Rekayasa (POLAR) Fakultas Teknik Universitas Indonesia, emisi karbon Whoosh mencapai 6,9 gram CO₂ per penumpang-kilometer, atau 54 persen lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Selain itu, satu rangkaian Whoosh mampu mengangkut hingga 601 penumpang atau setara dengan sekitar 150 mobil pribadi, sehingga berkontribusi dalam mengurangi emisi sekaligus mendukung mobilitas massal yang lebih efisien.

Peserta juga mengikuti Green Mission Challenge, yaitu permainan interaktif yang mengajak mereka mempraktikkan langsung berbagai kebiasaan ramah lingkungan, seperti memilah sampah sesuai jenisnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menghemat penggunaan kertas. Anak-anak juga diperkenalkan dengan sistem pemilahan sampah yang diterapkan di stasiun Whoosh sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Komitmen KCIC terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui fasilitas water station yang tersedia di berbagai stasiun Whoosh. Penumpang dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan membawa botol minum pribadi guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Selain itu, seluruh stasiun Whoosh juga dilengkapi dengan Sewage Treatment Plant (STP) yang mengolah limbah cair dari toilet dan tenant sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan nonkonsumsi, seperti penyiraman tanaman.

Anak-anak juga diperkenalkan pada gagasan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk memanfaatkan layanan digital. KCIC saat ini telah menerapkan digitalisasi layanan, di mana sekitar 80 persen tiket Whoosh dibeli melalui kanal digital sehingga turut mengurangi penggunaan kertas. Melalui edukasi ini, peserta diharapkan semakin memahami bahwa setiap pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya menikmati pengalaman menaiki Whoosh, tetapi juga membawa pulang pemahaman bahwa setiap kebiasaan sederhana, mulai dari menjaga kebersihan hingga memilih transportasi publik, dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Semoga nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Eva. (Remond)
Share:

BMKG Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Perkuat Transformasi Organisasi pada HMKG ke-79

BMKG Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Perkuat Transformasi Organisasi pada HMKG ke-79. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi melantik Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan BMKG dalam upacara yang berlangsung di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (21/7/2026). Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79.

Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan bahwa pelantikan ini memiliki makna istimewa karena menjadi bagian dari momentum 79 tahun pengabdian BMKG dalam memberikan layanan meteorologi, klimatologi, geofisika, dan modifikasi cuaca bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Momentum ini menjadi pengingat atas perjalanan panjang BMKG dalam memberikan layanan meteorologi, klimatologi, geofisika, serta modifikasi cuaca bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Di sisi lain juga memperkuat komitmen kita untuk terus membangun organisasi yang profesional, adaptif, berintegritas, serta menghadirkan layanan yang cepat, tepat, andal, dan terpercaya,” ujar Faisal.

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari upaya memperkuat organisasi dalam menghadapi tantangan yang semakin dinamis. Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, memperkuat kolaborasi lintas unit kerja, serta mengakselerasi transformasi organisasi melalui kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan berorientasi pada aksi.

Faisal menjelaskan bahwa pelantikan ini juga merupakan bagian dari implementasi perubahan organisasi BMKG, termasuk melalui kebijakan kenaikan kelas sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT). Kebijakan tersebut mencerminkan meningkatnya peran strategis, kompleksitas tugas, serta tuntutan layanan BMKG yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

“Perubahan organisasi tidak boleh berhenti. Penyesuaian yang dilakukan harus senantiasa diikuti dengan penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas organisasi, kualitas kepemimpinan, budaya kerja, serta kualitas pelayanan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Faisal menyampaikan bahwa pejabat yang dipercaya mengemban jabatan baru telah melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja. Oleh karena itu, mereka diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi BMKG, mulai dari meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, percepatan transformasi digital, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan informasi yang cepat, akurat, dan andal.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut BMKG menjadi organisasi yang semakin lincah, kolaboratif, inovatif, serta mampu mengambil keputusan berbasis data.

“Karena itu, saya mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk menjadi bagian dari solusi, memperkuat sinergi lintas unit kerja, mengelola sumber daya manusia secara efektif, dan menghadirkan kinerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Faisal mengajak seluruh insan BMKG menjadikan peringatan HMKG ke-79 sebagai momentum untuk semakin memperkuat tekad membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan berintegritas.

“Selamat mengemban amanah, selamat berkarya, dan Selamat Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ke-79. Semoga BMKG senantiasa menjadi institusi yang semakin maju, semakin dipercaya, dan semakin bermanfaat bagi Indonesia,” pungkasnya.

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala BMKG Nomor SK.12/KP.04.04/KB/BMKG-2026 tanggal 20 Juli 2026 tentang Pengangkatan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan BMKG. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, II, III, IV, dan V, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.

Rangkaian pelantikan turut diisi dengan pengucapan sumpah jabatan, pembacaan, dan penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh perwakilan pejabat yang dilantik. Hal ini sebagai komitmen untuk menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan BMKG.

Melalui pelantikan ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas organisasi dan kualitas tata kelola pemerintahan guna menghadirkan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang semakin andal dalam mendukung keselamatan masyarakat, pembangunan nasional, dan ketahanan bangsa. (Muh)
Share:

Peringati HMKG ke-79, BMKG Perkuat Layanan untuk Mendukung Ketahanan Nasional

Peringati HMKG ke-79, BMKG Perkuat Layanan untuk Mendukung Ketahanan Nasional. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Pada puncak peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 yang jatuh pada 21 Juli, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menjelaskan BMKG terus berkomitmen memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan tema HMKG ke-79, “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” yang dimaknai sebagai semangat bagi seluruh insan BMKG untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, bekerja dengan integritas, serta mengabdi dengan tulus kepada masyarakat.

“Tema ‘BMKG Hebat’ bukan untuk menyatakan bahwa kami sudah hebat. Tema ini justru menjadi pengingat agar seluruh insan BMKG terus belajar, terus berbenah, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menilai pengabdian kami,” kata Faisal di Jakarta, Selasa (21/7).

Memasuki usia hampir delapan dekade, BMKG terus memacu kualitas layanannya agar semakin adaptif dan andal dalam menghadapi tantangan kebencanaan serta perubahan iklim. Upaya ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia bisa menikmati manfaat nyata dari kehadiran BMKG.

Sementara itu, Faisal mengingatkan bahwa kedaulatan bangsa tidak cuma bertumpu pada kekuatan pertahanan, melainkan juga pada pasokan informasi MKG yang cepat, akurat, dan menjangkau hingga pelosok terluar Nusantara.

Oleh karena itu, BMKG terus mendekatkan layanannya kepada masyarakat melalui 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbagai informasi yang mengalir dari BMKG tidak hanya menjadi dasar pengambilan kebijakan-kebijakan pemerintah, tetapi juga membantu langsung para petani, nelayan, pelaku transportasi, dunia usaha, hingga masyarakat umum dalam aktivitas sehari-hari.

Di sektor pertanian, informasi iklim menjadi acuan dalam penyusunan kalender tanam, pemilihan varietas tanaman, serta upaya mengurangi risiko gagal panen. Di sektor maritim, nelayan memanfaatkan layanan Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk mendukung keselamatan pelayaran sekaligus membantu mengidentifikasi potensi daerah penangkapan ikan hingga 10 hari ke depan.

BMKG juga mendukung keselamatan transportasi darat, laut, dan udara melalui penyediaan informasi cuaca yang andal. Selain itu, data mikrozonasi dimanfaatkan sebagai salah satu referensi dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur tahan bencana. BMKG juga terus mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan melalui penyediaan data potensi angin, surya, dan panas bumi, serta berkontribusi dalam pemantauan titik panas (hotspot) untuk membantu pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Kami akan memberikan layanan terbaik selama 24 jam setiap hari agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami. Upaya ini merupakan bagian dari penguatan sistem Early Warning for Early Action untuk mendukung keselamatan masyarakat dan ketahanan nasional,” ujar Faisal.

Ketua Pelaksana HMKG ke-79, Irwan Slamet, menambahkan bahwa upaya peningkatan layanan tersebut didukung oleh penguatan kapasitas pengamatan, pengolahan, analisis, dan diseminasi informasi. Saat ini BMKG mengoperasikan sekitar 10.800 unit alat operasional utama (aloptama) yang terdiri atas alat pengamatan cuaca otomatis, radar cuaca, serta jaringan sensor seismometer yang tersebar di seluruh Indonesia.

Seluruh data tersebut terintegrasi dalam sistem Multi-Hazards Early Warning System (MHEWS) yang berpusat di Jakarta dengan pusat cadangan di Bali, serta didukung Supercomputer for Multi-hazard Operations and Numerical Modeling (SMONG) dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi layanan.

Untuk menjaga kesinambungan layanan, terutama di wilayah terluar dan perbatasan seperti Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Papua, BMKG menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis dalam mengoptimalkan jaringan satelit. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan konektivitas kantor operasional tetap terjaga serta mendukung keberlangsungan pengiriman data dan informasi peringatan dini meskipun jaringan komunikasi utama mengalami gangguan.

Selain memperkuat teknologi, BMKG juga terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program edukasi kebencanaan. Hingga saat ini, BMKG telah menyelenggarakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di 277 lokasi, Sekolah Lapang Iklim (SLI) di 831 lokasi, dan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLGT) di 225 lokasi.

Melalui berbagai program tersebut, BMKG memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal seperti ‘smong’ di Aceh, ‘pranata mangsa’ di Jawa, dan ‘tudang sipulung’ di Sulawesi agar informasi mitigasi bencana semakin mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.

Menutup pesannya, Kepala BMKG menegaskan bahwa teknologi hanyalah sarana. Yang paling utama adalah memastikan setiap informasi yang disampaikan benar-benar dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“BMKG akan terus meningkatkan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika agar semakin bermanfaat bagi masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah tujuan utama kami dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya. (Muh)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING