Buka Munas VI KBPP Polri, Kabaharkam Polri Instruksikan Kader Tampil Solid

Buka Munas VI KBPP Polri, Kabaharkam Polri Instruksikan Kader Tampil Solid. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Karyoto, secara resmi membuka agenda Musyawarah Nasional (Munas) VI Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Tahun 2026 yang diselenggarakan di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (15/05/2026). 

Hadir mewakili Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), jenderal bintang tiga ini menitikberatkan arahannya pada pentingnya menjaga fondasi soliditas organisasi sekaligus merawat muruah dan kehormatan besar keluarga institusi Polri di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutan utamanya, Komjen Pol. Karyoto meminta seluruh jajaran pengurus maupun anggota KBPP Polri untuk tidak sekadar meneriakkan slogan kebersamaan, melainkan membuktikan soliditas tersebut melalui sikap dan tindakan yang nyata di lapangan. 

Komjen Pol. Karyoto mengingatkan bahwa akar pergerakan organisasi kepemudaan ini harus senantiasa berpegang teguh pada tiga asas fundamental, yakni independen, kekeluargaan, serta memiliki jiwa sosial kemasyarakatan yang tinggi agar kehadirannya benar-benar dirasakan oleh rakyat.

“Kalau memang betul-betul solid, tunjukkan soliditas itu. Karena sesuai dengan asas organisasi adalah independen, kekeluargaan, dan sosial kemasyarakatan,” tegas Komjen Pol. Karyoto di hadapan para peserta Munas.

Lebih lanjut, Kabaharkam mendorong KBPP Polri untuk terus bertransformasi menjadi organisasi kemasyarakatan yang mandiri dan berdikari. Menurutnya, sebuah organisasi masyarakat tidak pantas jika hanya menampakkan eksistensinya pada momentum-momentum seremonial tertentu saja. 

Kader KBPP Polri dituntut untuk turun langsung dan mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan maupun agenda pembangunan nasional. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan kepolisian dalam membantu program strategis pemerintah, seperti mengedukasi warga terkait bahaya laten narkoba, mencegah konflik dan tawuran di lingkungan akar rumput, hingga menyosialisasikan pemanfaatan media sosial secara positif dan bijaksana.

“Jangan bikin kegaduhan. Bikinlah sesuatu hal yang bermanfaat dengan tadi, mengambil peran yang lebih proaktif untuk ikut membantu program pemerintah,” imbuhnya memberikan arahan tegas.

Terkait pelaksanaan Munas VI itu sendiri, Komjen Pol. Karyoto menitipkan pesan khusus agar forum tertinggi pengambilan keputusan tersebut dapat berjalan sebagai ruang musyawarah yang sehat, demokratis, tertib, dan senantiasa menjunjung tinggi martabat persaudaraan. Dinamika berupa perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi dipandangnya sebagai hal yang sangat lumrah dan wajar, selama semuanya tetap terkendali dan bermuara pada nilai luhur musyawarah untuk mufakat. 

Melalui forum strategis ini, Kabaharkam Polri berharap KBPP Polri mampu melahirkan regenerasi kader-kader muda yang berkarakter teguh pada nilai-nilai Pancasila serta memiliki wawasan kebangsaan yang paripurna.

Menutup arahannya, Jenderal Bintang Tiga ini mengajak seluruh anggota KBPP Polri untuk memancarkan kebanggaan mereka sebagai putra dan putri pelindung masyarakat melalui karya-karya gemilang serta pengabdian tanpa pamrih. Setiap bentuk dukungan dan pergerakan demi membela institusi Polri harus selalu dieksekusi dengan cara-cara yang mengedepankan profesionalisme, penuh tanggung jawab, serta tidak pernah keluar dari koridor hukum maupun etika luhur organisasi kepolisian. (Evi)
Share:

Polda Lampung Berhasil Ungkap Kasus Curat Ranmor yang Mengakibatkan Gugurnya Bripka (Anumerta) Arya Supena

Polda Lampung Berhasil Ungkap Kasus Curat Ranmor yang Mengakibatkan Gugurnya Bripka (Anumerta) Arya Supena. (Dok. Div Humas Polri)

Lampung, WaraWiri.net - Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, memimpin langsung kegiatan Press Release pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) sasaran kendaraan bermotor yang mengakibatkan gugurnya seorang personil Polri, Bripka (Anumerta) Arya Supena, S.H., saat menjalankan tugas.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu, 09 Mei 2026, sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. 

Bripka (Anumerta) Arya Supena, yang merupakan anggota Ditintelkam Polda Lampung, memergoki aksi pencurian sepeda motor milik korban NM di depan Toko Yussy Akmal.

Saat hendak melakukan penangkapan, tersangka B alias R melakukan perlawanan sengit dan berusaha merebut senjata api milik korban. 

Dalam pergumulan tersebut, tersangka berhasil menguasai senjata korban lalu menembak korban, yang mengakibatkan Bripka (Anumerta) Arya Supena gugur di tempat kejadian perkara (TKP).

Sedangkan tersangka H berperan sebagai joki dan pengawas situasi, serta membantu menguburkan senjata api milik korban di wilayah Pesawaran.

Kedua tersangka diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas di lapangan karena melakukan perlawanan aktif dan membawa senjata api rakitan yang membahayakan nyawa anggota saat proses penangkapan, tegas Helfi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 458, Pasal 479, atau Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal bagi para pelaku adalah penjara seumur hidup.

Helfi menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Bripka (Anumerta) Arya Supena. 

Polri kehilangan salah satu putra terbaiknya yang gugur demi menjaga keamanan masyarakat. Kami pastikan proses hukum berjalan maksimal bagi para pelaku, tutup Helfi Assegaf. (Evi)
Share:

Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Sosialisasikan Kesehatan dan Bagikan Buku di NTT

Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Sosialisasikan Kesehatan dan Bagikan Buku di NTT. (Dok. Puspen TNI)

NTT, WaraWiri.net - Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Pos Aplal melaksanakan sosialisasi kesehatan tentang cara membersihkan tangan dan menggosok gigi yang benar serta membagikan buku kepada generasi bangsa di SDN Sitnoni di Desa Tasinifu, Kec. Mutis, Kab. TTU. Rabu (14/05).‎‎

Sosialisasi kesehatan ini ditujukan kepada para siswa dengan materi cara membersihkan tangan dan menggosok gigi yang benar, dilanjutkan dengan pembagian buku sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar generasi bangsa.

Kegiatan ini menyasar pelajar sekolah dasar sebagai upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sekaligus meningkatkan motivasi belajar anak-anak melalui pemberian sarana bacaan yang bermanfaat.‎ (Iqbal)
Share:

RPB Pakan Ternak Desa Loleng Perkuat Kemandirian Peternakan Rakyat di Kutai Kartanegara

RPB Pakan Ternak Desa Loleng Perkuat Kemandirian Peternakan Rakyat di Kutai Kartanegara. (Dok. Pemprov Kaltim)

Kalimantan Timur, WaraWiri.net - Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat kemandirian peternakan rakyat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Usai pelaksanaan Soft Opening dan Production Trial Run (PTR), kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan ke peternakan ayam petelur milik koperasi pengelola RPB yang berada di sekitar lokasi produksi pakan. 

Kunjungan tersebut disambut antusias para tamu undangan yang hadir. Mereka turut melihat langsung aktivitas budidaya ayam petelur hingga mencoba memanen telur dari kandang produksi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kalimantan Timur, Heny Purwaningsih, mengatakan keberadaan peternakan ayam petelur yang terintegrasi dengan RPB Pakan Ternak menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem peternakan rakyat yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Desa Loleng.

"Keberadaan unit peternakan ayam petelur yang terintegrasi dengan RPB Pakan Ternak menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem peternakan rakyat di Desa Loleng kecamatan Kota bangun Kabupaten Kutai Kartanegara," ungkap Heni Rabu (13/5/2026). 

Ia menjelaskan sebelum adanya fasilitas produksi pakan tersebut, kebutuhan pakan ternak masih dipasok dari luar Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga memerlukan biaya distribusi yang cukup tinggi.

Namun kini, dengan mulai beroperasinya RPB Pakan Ternak, proses penyediaan pakan menjadi lebih efisien karena berada dekat dengan sentra peternakan masyarakat. Kondisi ini diharapkan mampu menekan biaya operasional peternak sekaligus meningkatkan produktivitas usaha. 

Selain mendukung sektor peternakan, keberadaan RPB dan peternakan terpadu ini juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi desa. 

Aktivitas produksi yang terus berkembang membuka peluang usaha baru bagi masyarakat serta menciptakan perputaran ekonomi lokal yang lebih kuat. Kehadiran Rumah Produksi Bersama ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing peternak, menambah pendapatan kelompok usaha, menjaga ketahanan pangan daerah, menjadi sarana pelatihan dan transfer teknologi, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, pengembangan industri peternakan rakyat di Kota Bangun juga diarahkan menjadi pusat produksi telur fungsional dan penopang program Makan Bergizi Gratis di daerah.

Saat ini, peternakan ayam petelur tersebut memiliki sekitar 500 ekor unggas dengan kapasitas produksi kurang lebih 400 butir telur omega per hari. Ke depan, koperasi pengelola berencana meningkatkan kapasitas kandang dan menambah populasi unggas guna memenuhi kebutuhan telur masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya wilayah Kecamatan Kota Bangun.

Melalui sinergi antara produksi pakan dan pengembangan peternakan rakyat, Desa Loleng diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sentra peternakan mandiri, produktif, dan berdaya saing di Kalimantan Timur. (Muh)
Share:

Gubernur Andra Soni Gagas Proyek Percontohan SMK Link and Match dengan Industri untuk Tekan Pengangguran

Gubernur Andra Soni Gagas Proyek Percontohan SMK Link and Match dengan Industri untuk Tekan Pengangguran. (Dok. Pemprov Banten)

Banten, WaraWiri.net - Gubernur Banten Andra Soni bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 segera menggagas pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja. 

Ada dua SMK yang akan dijadikan pilot project atau proyek percontohan di dua Kawasan industri yaitu, di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang dan di Kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang.

Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 sedang melakukan tahapan feasibility study (FS) di kedua kawasan itu. 

Pertimbangannya berdasarkan lokasi dan topografi, jumlah anak usia sekolah, jumlah SMK di wilayah sekitar, sampai pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar.

Andra Soni mengatakan, ia bertekad untuk merealisasikan pendidikan vokasi yang terintegrasi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja (link and match) yang sudah lama dicita-citakan. 

Pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul serta menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

“Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” kata Andra Soni saat menerima kunjungan para pengurus Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 bersama jajaran pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Banten di Gedung Negara, Kota Serang, Kamis (14/5/2026).

Dengan pengalaman yang sudah dilakukan oleh yayasan tersebut di beberapa daerah, Andra Soni yakin pola yang sudah dikembangkan dapat diterapkan di Provinsi Banten. 

Apalagi Banten dianugerahi lokasi geografis yang strategis, dekat dengan ibu kota dan menjadi daerah lintasan antara pulau Jawa-Sumatera.

Apalagi, saat ini ada sekitar 8.924 industri yang beroperasi di Provinsi Banten mulai dari industri kecil sampai besar. 

Dengan mengoptimalkan pola pendidikan vokasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri, ia berharap ke depan lulusan SMK dapat terserap sebagai tenaga kerja yang andal dan profesional.

Sementara, Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 Darwoto mengatakan, program unggulan dari SMK Mitra Industri adalah pendidikan karakter. Pendidikan ini mengajarkan bagaimana peserta didik bisa beradaptasi dengan dunia Industri dengan dibekali berbagai kemampuan dan pengetahuan serta pelatihan-pelatihan yang sudah berbasis industri.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” katanya.

Berdasarkan pertimbangan yang dilakukannya, kedua lokasi yang akan dijadikan percontohan SMK vokasi itu masih terbuka, namun berada dalam kondisi persaingan yang cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh jumlah siswa SMA dan SMK yang lebih besar dibandingkan lulusan SMP, sehingga terjadi kompetisi dalam memperoleh peserta didik.

Selain itu, SMK yang berada di sekitar Kawasan itu menurutnya juga belum sepenuhnya mendukung kebutuhan industri. Misalnya di kedua kawasan industri masih didominasi oleh SMK dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Padahal 25 industri modern Cikande itu metal works (pekerjaan terkait logam) dan industri manufaktur di kawasan industri Kasemen.

“Untuk itu, sebaiknya jurusan yang dibuka di SMK itu lebih kepada kebutuhan tenaga kerja di industri, seperti manajemen logistik, teknis pengelasan, teknis mekatronika dan teknis pemesinan,” katanya.

Menurutnya, sebagai penyelenggara pendidikan vokasi, ada dua pilihan mekanisme kerja sama antara Yayasan dengan Pemprov Banten. Misalnya, kemitraan partnership dan kolaborasi sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud nomor 36 tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Misalnya, di Mojokerto kita melakukan kerja sama partnership. Artinya bangunan dan izin serta semuanya itu milik sekolah. Kita yang mengoperasikan oleh guru dan kepala sekolah yang kita miliki. Sementara di Deltamas itu kolaborasi. Artinya yayasannya ada bersama timnya juga, namun ada kerja sama kurikulum dan supervisi,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Jamaludin menambahkan, ada beberapa pekerjaan rumah yang menjadi perhatian mengenai hal ini. Pertama adalah upaya penurunan angka putus sekolah. Hal tersebut sudah diupayakan melalui Program Sekolah Gratis di negeri dan swasta. Kedua terkait dengan penurunan TPT yang justru banyak disumbang oleh lulusan SMK.

Kemudian terkait dengan jurusan SMK yang sudah jenuh, Jamaludin mengaku hal itu bisa dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan industri. Sehingga, setiap siswa yang diluluskan dari SMK itu benar-benar siap kerja.

“Oleh karena itu, dengan adanya kolaborasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri ini, saya optimis pekerjaan rumah ini bisa terselesaikan,” katanya. (Putra)
Share:

6.271 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi, 2.769 Gedung Telah Terbangun

6.271 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi, 2.769 Gedung Telah Terbangun. (Dok. Pemprov Jateng)

Jawa Tengah, WaraWiri.net - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah yang telah beroperasi per 16 Mei 2026 mencapai 6.271 unit, atau 73 persen dari yang ditargetkan. Dari jumlah itu, sebanyak 2.769 unit telah memiliki bangunan gedung.

Capaian tersebut menjadikan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah gedung dan operasional KDKMP tertinggi nasional.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, seusai mengikuti acara Peresmian 1.061 KDKMP oleh Presiden RI Prabowo, yang dipusatkan di Nganjuk, Jawa Timur. Ahmad Luthfi mengikuti secara daring dari KDKMP Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (16/5/2026).

“Gedung KDKMP yang sudah terbangun di Jawa Tengah ada 2.679 bangunan. Ini akan terus bertambah. Kalau yang sudah operasional ada 6.271 koperasi,” kata Luthfi.

Dari 1.061 KDKMP yang diresmikan Prabowo Subianto, sebanyak 531 koperasi ada di Jawa Tengah sedangkan 530 lainnya di Jawa Timur. Sebanyak 531 koperasi itu merupakan hasil dari percepatan pembangunan gedung yang berkolaborasi dengan Kodam IV/Diponegoro. Meliputi wilayah Korem 071/Wijayakusuma 41 titik, Korem 072/Pamungkas 103 titik, Korem 073/Makutarama 55 titik, dan Korem 074/Warastratama 332 titik.

Sementara, berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), Kabupaten Wonogiri menjadi daerah dengan pembangunan gedung terbanyak yaitu 186 gedung, disusul Boyolali 180 gedung, dan Klaten 174 gedung.

Ahmad Luthfi menjelaskan, KDKMP di Jawa Tengah sudah banyak yang sudah operasional, walaupun gedung yang dibangun belum jadi. Dia mencontohkan, ada KDKMP yang baru memiliki satu gerai atau 2-3 gerai, tetapi sudah operasional.

Luthfi meminta Dinas Koperasi Provinsi dan kabupaten/kota berkolaborasi dengan Kodam IV/Diponegoro, untuk mempercepat pembangunan gedung KDKMP yang hingga kini belum selesai.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menekankan, KDKMP merupakan koperasi yang berbasis desa. Karenanya, dia meminta agar kearifan lokal dan potensi desa menjadi produk unggulan dari koperasi itu sendiri.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, operasionalisasi 1.061 KDKMP tersebut merupakan tonggak sejarah. Sebab, koperasi tersebut dilengkapi dengan gedung, petugas, barang, sistem, unsur-unsur lgistik, maupun kendaraan operasional. Di mana tersedia gedungnya, gudang, sistem, barangnya, petugas, unsur-unsur logistik, serta truk, pikap, dan kendaraan roda tiga.

Dia juga menegaskan, capaian itu membuktikan jika pemerintah punya kehendak, strategi, tekad, dan kerja sama yang kuat, maka mampu berbuat hal yang luar biasa. Dengan koperasi itu, diharapkan pertumbuhan ekonomi desa meningkat meningkat.

“Mari kita maju dengan rasa percaya diri. Koperasi ini akan jadi milik kita bersama, kekuatan kita bersama membangun Indonesia. Koperasi harus kuat, UMKM harus kuat,” ucapnya. (Dimas)
Share:

Mentan Australia Telepon Mentan Amran, Ucapkan Terima Kasih Indonesia Pasok Pupuk di Tengah Krisis Global

Mentan Australia Telepon Mentan Amran, Ucapkan Terima Kasih Indonesia Pasok Pupuk di Tengah Krisis Global. (Dok. Kementan)

Jakarta, WaraWiri.net - Hubungan kerja sama Indonesia dan Australia di sektor pangan semakin menguat. Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Julie Collins MP, menelepon Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Indonesia dalam memasok pupuk ke Australia di tengah situasi ketidakpastian global dan tekanan geopolitik dunia.

Percakapan berlangsung dalam suasana hangat dan akrab. Dalam pembicaraan tersebut, Julie Collins menyampaikan rasa terima kasih karena Indonesia telah membantu menjaga ketersediaan pasokan pupuk bagi Australia di tengah gangguan rantai pasok dunia akibat ketidakpastian geopolitik global yang berdampak pada pasokan energi, pangan, dan bahan baku di berbagai negara.

Mentan Amran mengatakan, pemerintah Australia menilai langkah Indonesia mengekspor pupuk memiliki arti penting dalam menjaga ketahanan sektor pertanian di kawasan.

“Menteri Pertanian Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia telah membantu menyuplai pupuk ke Australia di tengah tantangan geopolitik global. Ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan,” ujar Mentan Amran, Jumat (15/5/2026).

Menurut Mentan Amran, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mendukung kebutuhan negara lain.

Ucapan terima kasih dari pemerintah Australia sebelumnya juga telah disampaikan secara langsung oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada Presiden Prabowo Subianto melalui komunikasi telepon. Hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama pangan antara kedua negara kini berkembang menjadi kemitraan strategis yang semakin erat.

“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” kata Mentan Amran.

Komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara tersebut dinilai menunjukkan posisi Indonesia yang semakin strategis dalam rantai pasok pangan global, khususnya sektor pupuk.

Pada pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kamis (14/5), Mentan Amran menyampaikan bahwa ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) Indonesia–Australia dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.

Pada tahap awal, volume ekspor yang dikirim mencapai 47.250 ton. Jumlah tersebut merupakan bagian dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan nilai sekitar Rp7 triliun.

“Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia. Rencana kita mengekspor ke Australia sesuai pembicaraan Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden yaitu 250.000 ton, tapi akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, nilainya kurang lebih Rp7 triliun,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan penguatan industri pupuk merupakan fondasi penting dalam percepatan program swasembada pangan nasional. Ketersediaan pupuk yang cukup, harga yang lebih terjangkau, serta distribusi yang semakin cepat menjadi kunci peningkatan produksi pertanian nasional.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tetap mengutamakan kebutuhan pupuk petani di dalam negeri. Ekspor dilakukan karena produksi pupuk nasional berada dalam kondisi surplus sehingga kebutuhan petani Indonesia tetap aman dan terpenuhi.

Saat ini produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton. Artinya, Indonesia masih memiliki surplus sekitar 1,5 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pasar ekspor sekaligus mendukung diplomasi pangan nasional.

Ekspor pupuk ke Australia tidak hanya mencerminkan kekuatan industri pupuk nasional, tetapi juga menandai peran baru Indonesia sebagai mitra strategis dalam menjaga ketahanan pangan global di tengah dinamika geopolitik dunia. (Ros)
Share:

Sambut Libur Sekolah, Kemenpar Hadirkan Inspirasi Wisata Keluarga di BBWI Travel Fair x BINA 2026

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta. (Dok. Kemenpar)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat menemukan ragam inspirasi baru berwisata dalam menyambut liburan sekolah 2026 melalui “BBWI Travel Fair x BINA 2026” yang akan berlangsung di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 15–17 Mei 2026.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, liburan sekolah dapat menjadi momentum penting untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya, alam, dan kehidupan masyarakat Indonesia.

“Liburan sekolah bisa menjadi momen untuk mengenal lebih dekat budaya, alam, dan masyarakat Indonesia. Sering kali kita tidak menyadari, ada banyak tempat indah yang dekat dengan kita, tetapi belum pernah dieksplorasi. Kami ingin mengajak masyarakat menemukan pengalaman baru melalui perjalanan yang lebih dekat, fleksibel, dan tetap berkesan,” kata Menpar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Jum’at (15/5/2026).

Melalui kampanye “Liburan Cara Baru”, Kemenpar mendorong masyarakat menikmati perjalanan wisata di dalam negeri dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini. Pilihan wisata yang ditawarkan mulai dari short escape, wisata edukasi anak, perjalanan darat antar kota, eksplorasi desa wisata, hingga pengalaman budaya dan kuliner lokal bersama keluarga.

“BBWI Travel Fair x BINA 2026” mengusung tema “Cerita Liburan Sekolah” dengan konsep “Kampung Main Indonesia”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kemenpar bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) yang membawa program Belanja di Indonesia Aja (BINA), serta didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Pameran akan dikemas secara interaktif dengan menghadirkan pengalaman wisata yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia. Masyarakat Surabaya dan Jawa Timur dapat menikmati berbagai permainan tradisional yang memperkuat interaksi keluarga, aktivitas kreatif dan edukatif untuk anak-anak, pengalaman eksplorasi destinasi secara imersif, hingga beragam pilihan paket wisata yang terjangkau dan fleksibel.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka perspektif baru bahwa liburan yang bermakna tidak selalu harus dilakukan ke tempat yang jauh atau dengan biaya besar. Destinasi yang dekat dan sederhana pun dapat menghadirkan pengalaman berkesan serta menciptakan cerita baru bersama keluarga.

Kemenpar bersama mitra strategis lintas sektor, mulai dari agen perjalanan, operator destinasi, transportasi, hingga pengelola atraksi wisata, turut menghadirkan beragam pilihan paket dan inspirasi perjalanan. Mitra yang berpartisipasi antara lain Wisata Sekolah, Taman Safari Group, Jakarta Aquarium, Enchanting Valley, KidZania, Jatim Park, KAI Group, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Desa Wisata Ketapanrame, Sekolah Diving Banyuwangi, serta perwakilan industri pariwisata dari Jawa Timur dan Karawang.

Dengan menyasar keluarga muda perkotaan dan anak-anak sekolah, “BBWI Travel Fair x BINA 2026” diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan inspirasi perjalanan baru di Indonesia yang tetap menyenangkan, relevan, dan sesuai dengan anggaran keluarga.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan konsep “Liburan Cara Baru” dihadirkan untuk menjawab perubahan kebutuhan masyarakat yang kini semakin selektif dalam merencanakan pengeluaran, termasuk untuk perjalanan wisata.

“Liburan bukan hanya soal pergi jauh, tetapi tentang menciptakan pengalaman bersama yang bermakna. Karena itu, kami menggandeng berbagai mitra strategis lintas sektor untuk menghadirkan inspirasi perjalanan yang lebih terjangkau, fleksibel, namun tetap menyenangkan,” kata Made.

Untuk mendukung kemudahan perencanaan perjalanan, Kemenpar juga menghadirkan MaIA, platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.Travel yang membantu masyarakat menemukan inspirasi destinasi, rekomendasi agenda, hingga ide perjalanan sesuai minat dan kebutuhan keluarga.

Selain itu, Kemenpar terus mempromosikan berbagai destinasi unggulan Indonesia yang dapat menjadi pilihan liburan keluarga, mulai dari Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, hingga berbagai destinasi menarik lainnya di seluruh Indonesia.

Melalui kampanye “Liburan Cara Baru”, Kemenpar mengajak masyarakat kembali melihat Indonesia sebagai ruang untuk menciptakan cerita dan pengalaman baru bersama keluarga. Dari perjalanan singkat, permainan sederhana, hingga eksplorasi destinasi yang dekat dan familiar, setiap perjalanan dapat menjadi bagian dari cerita liburan sekolah yang berkesan. (Fathi)
Share:

Wamen PPPA: Perempuan Berdaya Perkuat Ketahanan Keluarga dan Lindungi Anak

Wamen PPPA: Perempuan Berdaya Perkuat Ketahanan Keluarga dan Lindungi Anak. (Dok. Kemen PPPA)

Jakarta, WaraWiri.net - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan memotivasi sekitar 1.500 perempuan yang tergabung dalam program Agen Kepala Dingin, sebuah program pemberdayaan perempuan yang membekali para ibu dengan berbagai keterampilan, seperti pembuatan konten digital, public speaking, dan literasi keuangan.

Melalui pelatihan ini, para peserta didorong untuk lebih mandiri secara ekonomi dengan memperoleh penghasilan tambahan melalui penjualan produk sampo. Program ini juga dilengkapi dengan pendampingan psikologis dari tenaga psikolog guna mendukung kesehatan mental dan rasa percaya diri para peserta.

“Ketika perempuan memiliki akses dan diperkuat secara ekonomi, mereka punya kekuatan yang lebih besar untuk menjaga dirinya, menjaga anak-anaknya, dan menjaga keluarganya dari berbagai kerentanan, termasuk kekerasan. Inilah salah satu tujuan besar yang ingin saya terus dorong melalui berbagai program di Kemen PPPA. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi lebih kuat, anak-anak lebih terlindungi, dan komunitas ikut bertumbuh,” ujar Wamen PPPA, pada Rabu (13/5).

Wamen PPPA menilai program pemberdayaan perempuan perlu terus diperkuat karena perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak keluarga dan komunitas. Program ini tidak hanya membuka peluang tambahan pendapatan bagi perempuan, tetapi juga mendorong mereka menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing.

“Gagasan serupa juga kami bawa melalui Champion Program Kementerian PPPA, yaitu Kebun Pangan Lokal Perempuan. Permasalahan perempuan, anak, keluarga dan ekonomi kerap saling terhubung dan tidak dapat diselesaikan secara terpisah. Kebun Pangan Lokal Perempuan dapat menjadi pintu masuk sekaligus ruang untuk menjawab permasalahan tersebut. Ini bukan sekadar kebun, tetapi ruang pemberdayaan. Hasil kebunnya pun dapat memberi nilai ekonomi bagi keluarga, sekaligus menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitar. Program ini juga melengkapi terwujudnya berbagai prioritas dalam Asta Cita Presiden,” kata Wamen PPPA.

Wamen PPPA juga menyampaikan apresiasi kepada Unilever Indonesia dan Lifebuoy atas kolaborasi dalam menghadirkan program Agen Kepala Dingin Lifebuoy yang melibatkan sekitar 1.500 perempuan agen di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Lifebuoy dan Unilever yang telah menghadirkan ruang ini untuk mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia. Kepada kepala dinas provinsi dan seluruh jajaran pemerintah daerah, saya titip harapan agar gerakan baik seperti ini terus didukung, dijaga keberlanjutannya, dan diperkuat bersama. Jangan biarkan inisiasi luar biasa ini sia-sia dan mereka bekerja sendirian. Langkah yang Ibu lakukan hari ini, bisa menjadi kekuatan besar bagi keluarga dan masa depan anak-anak kita,” pungkas Wamen PPPA.

Menutup rangkaian kegiatannya di Surabaya, Wamen PPPA turut mengunjungi Taman Flora Surabaya. Taman tersebut menjadi salah satu ruang publik ramah anak yang menyediakan area bermain dan edukasi bagi anak-anak. Kehadiran ruang terbuka seperti ini dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui lingkungan yang aman dan nyaman. (Ilham)
Share:

Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Belarus, Menko Airlangga Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia

Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Belarus, Menko Airlangga Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Belarus, WaraWiri.net - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Maxim Ryzhenkov, di Minsk, Jumat (15/6).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi strategis kedua negara, sekaligus mematangkan persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda konkret yang akan menjadi bahan pembahasan dalam kunjungan Presiden Lukashenko guna memastikan hasil kunjungan lebih practical-oriented dan menghasilkan kesepakatan ekonomi nyata. 

Pembahasan utama meliputi Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus yang akan menjadi salah satu deliverables utama kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia. Dokumen tersebut akan menjadi peta jalan terukur, yang mencakup kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, kemanusiaan, sosial budaya dan lainnya.

Kedua Menteri juga berdiskusi perihal wacana pembukaan penerbangan langsung antara Indonesia dan Belarus, di mana perkembangan dari rencana ini juga akan disampaikan pada rangkaian kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia.

Selain itu, kedua pihak juga berdiskusi mengenai kerja sama terkait visa guna meningkatkan arus wisatawan dan pelaku bisnis. Dalam rangka memperlancar hubungan bilateral, kedua pemimpin juga telah membahas secara intensif mengenai rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Minsk.

Pada sektor industri strategis, kedua Menteri mendorong kerja sama di bidang kendaraan listrik, semikonduktor, serta pasokan pupuk potash dari Belarus yang dikenal memiliki cadangan melimpah.

Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri hilir dan ketahanan pangan yang menjadi fokus dari Pemerintah saat ini. Terkait di bidang perdagangan, kedua pihak membahas perkembangan ratifikasi atas kesepakatan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Menlu Ryzhenkov menyampaikan bahwa Parlemen Belarus telah meratifikasi perjanjian tersebut, dan saat ini dokumen berada di meja Presiden Belarus untuk ditandatangani. Sementara itu, Menko Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan ratifikasi pada paruh kedua tahun 2026.

Lebih lanjut, keduanya juga berdiskusi mengenai program pengiriman pelajar dan tenaga profesional asal Indonesia, termasuk di bidang kesehatan, ke berbagai institusi kesehatan Belarus yang dikenal memiliki standar bagus. Menko Airlangga juga menyambut baik usulan tersebut dan menekankan agar program ini dapat diperluas ke bidang yang menjadi fokus dari Presiden RI, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). (Siti)
Share:

Indonesia dan Belarus Tanda Tangani Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 dan Kesepakatan Kerja Sama Antar Pelaku Usaha

Indonesia dan Belarus Tanda Tangani Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 dan Kesepakatan Kerja Sama Antar Pelaku Usaha. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Belarus, WaraWiri.net - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus sepakat untuk semakin memperkuat komitmen bersama guna meningkatkan kerja sama ekonomi melalui penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia–Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi, serta penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) Antar Pelaku Usaha pada Jumat, 15 Mei 2026 di Minsk, Belarus.

Agreed Minutes SKB ke-8 Indonesia–Belarus ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich. Penandatanganan Agreed Minutes ini menjadi penanda kesepahaman kedua negara untuk memperkuat implementasi kerja sama ekonomi yang telah dibahas dalam rangkaian SKB ke-8, sekaligus memastikan seluruh agenda kerja sama dapat ditindaklanjuti secara lebih sistematis, terarah, dan berorientasi pada hasil nyata.

Pertemuan SKB ke-8 Indonesia–Belarus telah membahas berbagai bidang kerja sama yang mencakup perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, serta pariwisata. 

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menekankan bahwa Agreed Minutes ini dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pelaksanaan atas kesepahaman dan mewujudkan menjadi proyek kerja sama yang dapat diimplementasikan.

“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar Menko Airlangga.

Sementara itu, DPM Karankevich menyampaikan komitmen negaranya untuk terus memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya pada sektor industri, pertanian, dan teknologi, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara.

Pada kesempatan yang sama, turut pula ditandatangani 5 (lima) Nota Kesepemahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antar pelaku usaha dari Indonesia dan Belarus dengan total nilai mencapai Rp7 triliun, yakni MoU antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin, MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt, MoU antara Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite, serta MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade.

Turut mendampingi Menko Airlangga pada kesempatan tersebut diantaranya yaitu Duta Besar RI Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Punjul Setya Nugraha, serta perwakilan Kementerian/ Lembaga terkait serta dari APINDO dan KADIN Indonesia. (Siti)
Share:

OJK sebut Industri Perbankan Syariah Tumbuh Solid Berkelanjutan

OJK sebut Industri Perbankan Syariah Tumbuh Solid Berkelanjutan. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri perbankan syariah tumbuh solid, resilien, dan berkelanjutan, didukung peningkatan fungsi intermediasi serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa hingga Maret 2026, industri perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan aset dua digit sebesar 10,49 persen year-on-year (yoy) atau sebesar Rp1.061,61 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut, pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 9,82 persen yoy menjadi Rp716,40 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional, didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,14 persen yoy menjadi Rp811,76 triliun.

Di sisi lain, rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir hingga mencapai 87,65 persen, sejalan dengan semakin kuatnya kontribusi perbankan syariah terhadap sektor riil. Kinerja industri juga tetap terjaga dengan kualitas pembiayaan yang baik, tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) Gross dan NPF Net yang masing-masing berada pada level 2,28 persen dan 0,87 persen.

“Momentum pertumbuhan tersebut menjadi milestone penting dari upaya transformasi dan penguatan industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027," kata Dian.

Setelah diterbitkan pada tahun 2023, RP3SI 2023-2027 telah memberikan dampak positif dalam pengembangan perbankan syariah nasional. OJK secara konsisten mengawal implementasi RP3SI ini melalui berbagai langkah strategis bersama para pemangku kepentingan guna memperkuat transformasi dan daya saing perbankan syariah nasional.

Penguatan Struktur

Dalam kaitan upaya memperkuat struktur dan ketahanan industri perbankan syariah, saat ini telah terdapat tiga bank syariah berskala besar yang mengisi posisi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3.

Pada tahun ini juga diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off yang akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2.

Sejalan dengan upaya tersebut, konsolidasi industri juga terus berlangsung pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah melalui proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah yang ditargetkan menghasilkan 9 BPR Syariah yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing. Berbagai langkah tersebut semakin memperkuat struktur industri perbankan syariah yang merupakan bentuk implementasi dari pilar pertama dalam RP3SI, yaitu Penguatan Struktur dan Ketahanan Industri Perbankan Syariah.

Pengembangan Produk

OJK terus mendorong pengembangan keunikan produk dan model bisnis syariah sebagai bentuk implementasi dari pilar tiga RP3SI, Penguatan Karakteristik Perbankan Syariah. Hal tersebut direalisasikan melalui penerbitan sembilan pedoman produk perbankan syariah sebagai acuan standardisasi dan implementasi produk berbasis akad syariah dan POJK Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Produk Investasi Perbankan Syariah untuk mendukung pengembangan inovasi produk investasi berbasis syariah.

Lebih lanjut, OJK juga telah membentuk Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) pada tahun 2025 untuk mengakselerasi pengembangan keuangan syariah dan antara lain melalui pengembangan keunikan produk syariah. Saat ini KPKS telah menerbitkan beberapa rekomendasi antara lain penyesuaian rasio utang berbasis bunga pada Daftar Efek Syariah, penerbitan Fatwa No. 166/DSN-MUI/II/2026 tentang Kegiatan Usaha Bulion, serta mendorong penempatan dana pemerintah pada lembaga keuangan syariah,

Dian mengatakan pengembangan keunikan produk syariah ini menunjukkan progress yang positif, antara lain melalui realisasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) pada 9 BUS, 3 UUS, dan 9 BPR Syariah dengan total nilai proyek mencapai Rp907,73 juta serta total penghimpunan dana sebesar Rp22,76 miliar. Selain itu, Shariah Restricted Investment Account (SRIA) telah diimplementasikan oleh 1 BUS dan 1 UUS dengan total nominal piloting mencapai Rp1,35 triliun.

Pengembangan perbankan syariah juga dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. OJK bersama Bank Pembangunan Daerah dan pemerintah daerah telah menyelenggarakan berbagai workshop strategis untuk mendorong penguatan peran perbankan syariah terhadap perekonomian daerah serta perluasan akses layanan perbankan syariah.

Beberapa kegiatan digelar antara lain Workshop Peran Perbankan Syariah terhadap Perekonomian Daerah pada Oktober 2024 di Banda Aceh, dan Workshop Sinergi Perbankan Syariah dalam rangka Perluasan Akses Layanan Perbankan Syariah pada November 2025 di Surabaya.

Dian menegaskan bahwa dukungan perbankan syariah pada penguatan sektor riil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus ditingkatkan melalui peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM, yang tercermin dari total penyaluran pembiayaan UMKM oleh industri perbankan syariah sebesar Rp217,86 triliun.

Berbagai upaya tersebut telah dilakukan dalam rangka mendukung Peningkatan Kontribusi Perbankan Syariah dalam Perekonomian Nasional, sesuai dengan pilar keempat pada RP3SI.

Keterlibatan stakeholders sangat diperlukan dalam menyukseskan implementasi RP3SI. Oleh karena itu, sejak 2023 OJK secara rutin menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan arah pengembangan industri bersama para stakeholders. Di samping itu, OJK juga secara berkala menerbitkan Buku Laporan Pemantauan Impolementasi RP3SI sebagai bentuk akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola pengembangan perbankan syariah. (Rizal)
Share:

Momen Long Weekend, Lebih dari 70 ribu tiket Whoosh Terjual

Momen Long Weekend, Lebih dari 70 ribu tiket Whoosh Terjual. (Dok. KCIC)

Jakarta, WaraWiri.net - Pada periode long weekend, minat masyarakat untuk menggunakan Whoosh terus menunjukkan peningkatan. KCIC mencatat, total tiket Whoosh yang telah terjual pada momen libur panjang sejak 13 hingga 16 Mei 2026 telah mencapai lebih dari 70.000 tiket.

Pada periode tersebut, volume penumpang Whoosh mencapai puncaknya sebanyak 21.601 penumpang per hari pada Rabu (13/5). Jumlah tersebut meningkat sekitar 31% dibandingkan hari biasa yang rata-rata berada di kisaran 16.000 penumpang per hari di hari biasa.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan, tingginya volume penumpang pada momen long weekend menunjukkan bahwa Whoosh semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian, khususnya untuk perjalanan wisata menuju Bandung Raya dan sekitarnya.

“Pada momen libur panjang ini, masyarakat banyak memanfaatkan Whoosh untuk bepergian bersama keluarga maupun kerabat,” ujar Eva.

Khusus untuk Sabtu, 16 Mei 2026, hingga siang ini tiket Whoosh yang telah terjual mencapai sekitar 11.000 tiket. Angka tersebut masih akan terus bertambah dan diprediksi akan mencapai sekitar 20 ribu penumpang per hari seiring masih banyaknya masyarakat yang baru memulai perjalanan liburan pada Sabtu.

Pada periode long weekend ini, sekitar 80% penumpang memilih relasi Halim–Padalarang. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% penumpang kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan KA Feeder menuju Stasiun Bandung. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan integrasi antarmoda dalam menjangkau pusat Kota Bandung dan berbagai kawasan sekitarnya.

Mayoritas penumpang merupakan wisatawan yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Bandung Raya, seperti Lembang, Braga, kawasan wisata alam, pusat kuliner, pusat belanja, serta berbagai destinasi keluarga lainnya. Tidak sedikit pula wisatawan mancanegara yang menggunakan Whoosh sebagai bagian dari perjalanan mereka selama berada di Indonesia, terutama wisatawan asal Malaysia.

Masyarakat diimbau segera melakukan pemesanan agar tidak kehabisan tiket Whoosh selama periode libur panjang. Pemesanan tiket Whoosh dapat dilakukan secara offline maupun online di aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

KCIC juga mengingatkan penumpang untuk hadir di stasiun setidaknya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini penting agar penumpang memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pemeriksaan tiket, pemeriksaan keamanan, serta proses boarding. Gate akan ditutup 5 menit sebelum jadwal keberangkatan demi menjaga keselamatan, ketertiban, dan ketepatan waktu perjalanan.

“KCIC mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, melakukan pemesanan tiket lebih awal, serta datang tepat waktu ke stasiun. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan Whoosh yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh penumpang selama periode libur panjang,” tutup Eva. (Zikry)
Share:

Kemenperin Siapkan IKM Alat Makan Keramik Penuhi Sertifikasi Halal

Kemenperin Siapkan IKM Alat Makan Keramik Penuhi Sertifikasi Halal. (Dok. Kemenperin)

Bandung, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional melalui pengembangan industri halal. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mempercepat kesiapan pemenuhan kewajiban sertifikasi halal bagi produk barang gunaan, termasuk alat makan keramik (tableware) yang akan mulai diberlakukan pada Oktober 2026. Langkah ini diyakini mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk IKM Indonesia di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan ekosistem industri halal merupakan bagian penting dari transformasi industri nasional menuju sektor manufaktur yang berdaya saing tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

“Penguatan industri halal tidak hanya menjawab kebutuhan pasar domestik yang besar, tetapi juga membuka peluang ekspor yang semakin luas,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5).

Menurut Menperin, kewajiban sertifikasi halal yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal merupakan langkah penting dalam memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional. Produk halal tidak hanya memenuhi ketentuan syariat Islam dan kebutuhan konsumen muslim, tetapi juga menjadi bukti bahwa produk tersebut telah memenuhi standar keamanan, kebersihan, kesehatan, serta kualitas yang diakui secara global.

“Dengan demikian, IKM yang berhasil memperoleh sertifikasi halal dapat semakin meningkatkan jaminan mutu yang sangat berguna di pasar internasional,” ujar Agus.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menyelenggarakan kegiatan “Pendampingan Inovasi dan Persiapan Sertifikasi Halal Keramik Tableware” pada 28–30 April 2026 di Gedung BBSPJI Keramik dan Mineral Non Logam, Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 10 pelaku IKM alat makan keramik dari Jawa Barat, meliputi Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Bogor.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menekankan bahwa sertifikasi halal pada barang gunaan memiliki peran penting karena produk tableware bersentuhan langsung dengan makanan sehingga perlu dipastikan status kehalalannya agar memberikan rasa aman bagi konsumen. Selain itu, sertifikasi halal juga diyakini dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan penetrasi pasar ekspor ke negara-negara Timur Tengah dan ASEAN.

“Alat makan dan juga barang gunaan halal lainnya yang tersertifikasi halal berpotensi memberikan kontribusi positif pada kinerja ekspor, terutama pada negara-negara yang mayoritas beragama Islam,” tutur Reni.

Dirjen IKMA mengungkapkan, nilai ekspor produk alat makan keramik Indonesia pada tahun 2025 mencapai USD12,68 juta dengan pasar utama Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Belanda, dan Tiongkok. Namun demikian, potensi penetrasi ke pasar negara-negara muslim masih sangat terbuka untuk terus dioptimalkan. Pada tahun yang sama, nilai ekspor produk tersebut ke Uni Emirat Arab tercatat sebesar USD254 ribu, ke Arab Saudi sebesar USD223 ribu, ke Malaysia sebesar USD108 ribu, dan ke Brunei Darussalam sebesar USD17 ribu.

“Capaian ini menunjukkan bahwa produk alat makan keramik Indonesia memiliki daya saing yang baik di pasar global. Meski demikian, peluang di pasar halal dunia masih sangat terbuka lebar, khususnya di negara-negara mayoritas muslim. Oleh karena itu, dengan kewajiban sertifikasi halal, diharapkan kinerja ekspor alat makan produksi IKM lokal makin meningkat,” jelas Reni.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan menyampaikan, Indonesia memiliki modal besar dalam pengembangan industri alat makan keramik. Menurutnya, ketersediaan bahan baku lokal, keterampilan para perajin, hingga kekayaan desain berbasis budaya menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan produk yang unik, bernilai tinggi, dan kompetitif di pasar global.

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, peserta memperoleh pembekalan komprehensif dari tenaga ahli BBSPJI Keramik dan Mineral Non-Logam terkait kebijakan dan regulasi jaminan produk halal, proses dan tahapan sertifikasi, identifikasi bahan baku dan proses produksi sesuai standar halal, inovasi desain, pengembangan produk, hingga strategi peningkatan kualitas dan daya saing produk.

“Kami berharap para pelaku IKM keramik tableware dapat mengimplementasikan inovasi produk yang tidak hanya unggul dari sisi desain, tetapi juga memenuhi prinsip halalan thayyiban, sehingga semakin berdaya saing di pasar ekspor Timur Tengah, ASEAN, maupun global,” tambah Budi.

Lebih lanjut, Kemenperin akan terus mempercepat penguatan sektor kerajinan melalui berbagai kebijakan dan program, di antaranya fasilitasi pendampingan inovasi desain, peningkatan teknologi produksi, bantuan sertifikasi halal, penerapan SNI wajib, hingga penguatan akses pemasaran baik melalui platform digital maupun pameran internasional.

Sementara itu, Lugino Keramik, salah satu IKM peserta kegiatan, berharap pemerintah dapat membantu proses uji laboratorium produk guna memastikan bahan yang digunakan memenuhi standar kualitas sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan industri keramik lokal yang lebih modern, aman, dan berstandar. (Fajar)
Share:

Etika AI Harus Naik Kelas dari Seruan Moral Menjadi Regulasi

Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Vice President of Globethics Dicky Sofjan di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Tantangan terbesar tata kelola kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) saat ini bukan lagi soal perkembangan teknologinya, melainkan bagaimana nilai dan etika dapat diterjemahkan menjadi regulasi yang mengikat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa etika tidak memiliki kekuatan interaktif sehingga perlu diterjemahkan menjadi sebuah regulasi yang memiliki sanksi dan hukuman.

“Jadi tantangannya dalam setiap obrolan soal etika ini adalah seberapa jauh etik ini kemudian bisa menjadi dasar dalam pembangunan regulasi karena tanpa kekuatan hukum itu percuma. Etika tidak punya kekuatan interaktif, tapi kalau regulasi ada sanksi dan hukuman,” jelasnya dalam audiensi bersama Globethics di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (13/05/2026).

Menurutnya, tidak semua perusahaan menganggap etika sebagai faktor penting yang perlu dimitigasi.

Namun demikian, Wamen Nezar mengatakan kepedulian terhadap etika mulai tumbuh, yang ditunjukkan dengan perusahaan teknologi merekrut lulusan humaniora dan filsafat untuk membantu mengevaluasi produk mereka yang bersentuhan dengan manusia.

Ia pun mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan teknologi untuk memitigasi risiko etis yang dapat muncul.

“Sekarang risiko etis itu jadi salah satu kategori di dalam perusahaan teknologi. Tadinya itu tidak ada dalam hirarki risiko mereka. Jadi itu satu kemajuan menurut saya, bahwa ada kepedulian tentang etika,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam pengembangan teknologi baru, seperti kecerdasan artifisial (AI), aspek etika dinilai sebagai komponen penting karena konflik-konflik nilai yang dapat timbul.

“Etika menjadi penting karena dalam pengembangan-pengembangan AI kita akan bersinggungan dengan soal-soal yang sangat fundamental, terutama ada konflik nilai, norma, dan visi,” ujar Nezar.

Menurut Wamen Nezar, konflik nilai tersebut dapat timbul akibat model-model AI buatan negara lain belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat Indonesia.

“Kita tahu kalau AI, apalagi generative AI yang berbasis Large Language Model, kebanyakan model-modelnya dibentuk oleh negara-negara barat sehingga konflik nilai itu sangat mungkin terjadi dalam pemrosesan data dan juga pengambilan keputusan yang dibuat oleh AI ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, Wamen Nezar mendukung rencana penyelenggaraan Global Ethics Forum di Indonesia pada Oktober mendatang dan berharap acara tersebut dapat melahirkan kesepakatan di tingkat global agar etika bisa berada dalam posisi yang lebih strategis. (Slamet)
Share:

Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20%

Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20%. (Dok. Kementan)

Kalimantan Timur, WaraWiri.net - Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri dan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026). Pelepasan tersebut menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia.

Mentan Amran menjelaskan ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar. Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.

“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujarnya.

Di saat yang sama, Mentan Amran mengatakan pemerintah juga mencatat kemajuan besar di sektor pupuk dalam negeri melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban APBN. Kebijakan tersebut juga disertai penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.

“Disaat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat dan membuka peluang pasar baru di berbagai negara.

“Kami sekali lagi atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia atas kerja kerasnya dan capaiannya,” ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, sejumlah negara lain juga mulai menunjukkan minat terhadap pupuk Indonesia.

“Selain itu Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi. Tadi kami menerima laporan negara yang berminat pupuk urea dari Indonesia. Ini yang kita syukuri dan banggakan,” ungkapnya.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia.

“Atas nama Pemerintah Australia saya ingin menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Mentan Amran. Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia, bukan hanya dengan PT Pupuk Indonesia,” ujar Gita Kamath.

Ia menambahkan kerja sama tersebut juga memiliki manfaat langsung terhadap penguatan ketahanan pangan kedua negara.

“Australia juga bangga dapat mendukung ketahanan pangan dan nilai tambah di Indonesia. Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan. Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” katanya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Mentan Amran, tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi tata kelola pupuk nasional dari hulu hingga hilir.

Pada awal pemerintahan, Presiden Prabowo mengambil langkah besar dengan mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi dari sebelumnya sekitar 4,55 juta ton menjadi 9,55 juta ton guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Kebijakan tersebut memperluas jangkauan penerima manfaat hingga sekitar 160 juta orang yang terkait langsung dengan sektor pertanian.

Pemerintah juga melakukan deregulasi total 145 aturan lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat distribusi pupuk. Sistem penyaluran dipangkas menjadi lebih sederhana melalui pola langsung Kementan–PIHC–Gapoktan/Koperasi–Petani agar pupuk lebih cepat diterima petani.

Selain itu, pemerintah melakukan reformasi mekanisme subsidi pupuk nasional dengan menghapus berbagai komponen inefisiensi seperti keuntungan bahan baku, beban bunga bank, dan PPN berganda. Reformasi tersebut diproyeksikan mampu menghemat hingga Rp14 triliun sekaligus menurunkan biaya produksi pupuk nasional.

Selain pembenahan tata kelola, pemerintah mendorong revitalisasi besar-besaran industri pupuk nasional melalui tujuh proyek strategis dengan total investasi mencapai Rp72,84 triliun, melibatkan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang.

Modernisasi dilakukan melalui penggantian pabrik lama yang boros energi menjadi fasilitas baru yang lebih efisien. Efisiensi biaya produksi pupuk baru tercatat mencapai 26 persen lebih rendah dibanding pabrik lama.

Melalui reformasi skema subsidi dan revitalisasi industri, pemerintah memproyeksikan penghematan subsidi pupuk hingga Rp112 triliun sampai tahun 2035 sekaligus menekan potensi pemborosan Rp14,4 triliun per tahun.

Mentan Amran menegaskan seluruh pembenahan sektor pupuk diarahkan untuk memperkuat swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi impor, serta membangun kemandirian industri pupuk nasional.

“Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” tegas Mentan Amran. (Tedy)
Share:

Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Kolaborasi Pacu Swasembada Kedelai Nasional

Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Kolaborasi Pacu Swasembada Kedelai Nasional. (Dok. Kementan)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Kementerian Pertanian (Kementan), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat swasembada kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor yang hingga kini masih mendominasi kebutuhan dalam negeri. Langkah tersebut diperkuat melalui dukungan benih unggul, alat mesin pertanian, jaminan pasar, hingga skema perlindungan harga petani.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui panen kedelai bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Heudiati Soeharto, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Kabupaten Nganjuk, Kamis (16/5/2026).

Panen tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat swasembada kedelai nasional.

Mentan Amran menegaskan kedelai merupakan komoditas strategis nasional karena menjadi bahan baku utama tahu, tempe, hingga berbagai produk olahan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Menurutnya, Indonesia harus segera keluar dari ketergantungan impor dan mulai membangun kemandirian produksi dalam negeri.

“Beras sudah swasembada, cabai swasembada, jagung, daging ayam kita ekspor, telur kita ekspor. Kalau kedelai selesai, disinilah kedaulatan pangan Republik tercapai,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, kebutuhan kedelai nasional saat ini masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri.

“Kalau kedelai, itu belum. Jauh. Ini kita impor 2,4 juta. Dari kebutuhan 2,6 sampai 2,7 juta nah ini yang paling jauh,” ujarnya.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan kebutuhan kedelai nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton. Namun sekitar 95 persen atau 2,6 juta ton masih dipenuhi dari impor. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Rata-rata produksi kedelai nasional dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 227 ribu ton per tahun dengan luas tanam 136 ribu hektare dan produktivitas rata-rata 1,6 ton per hektare. Hingga April 2026, produksi nasional mencapai 4.982 ton dari luas tanam 7.018 hektare.

“Selama ini kita terlalu bergantung pada impor. Padahal lahan kita luas, petani kita mampu, dan teknologinya tersedia. Karena itu kita ingin kebangkitan kedelai nasional dimulai dari daerah-daerah produktif seperti Nganjuk,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menilai Jawa Timur menjadi salah satu wilayah paling potensial dalam mendukung peningkatan produksi kedelai nasional. Dalam dua tahun terakhir, produksi kedelai Jawa Timur rata-rata mencapai 54 ribu ton dengan luas tanam sekitar 28.100 hektare dan produktivitas 1,7 ton per hektare.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra penting dengan produksi rata-rata 8 ribu ton dari luas tanam 3.249 hektare dan produktivitas mencapai 2,2 ton per hektare. Produksi tersebut telah memenuhi sekitar 72 persen kebutuhan kedelai daerah setempat.

Kerja sama pengembangan kedelai antara Kementan, TNI AL, dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah dimulai sejak awal tahun melalui penanaman seluas 2.000 hektare di Kecamatan Rejoso, Wilangan, dan Bagor. Sementara Panglima TNI menyebut total pengembangan kawasan mencapai 2.300 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 3.400 ton.

Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyalurkan bantuan benih bersertifikat varietas Grobogan sebanyak 50 kilogram per hektare atau total 100 ton serta bantuan 20 unit traktor roda dua dan bajak singkal guna mempercepat pengolahan lahan.

Selain itu, dukungan pasar diperkuat melalui kerja sama dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Melalui nota kesepahaman yang ditandatangani pada 5 Maret 2026, Gakoptindo memberikan jaminan pembelian hasil panen petani.

Mentan Amran mengakui salah satu tantangan utama pengembangan kedelai adalah harga di tingkat petani yang masih rendah, yakni berkisar Rp8.000–Rp9.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat minat petani menanam kedelai belum optimal.

“Tidak boleh kedelai dibeli di bawah Rp10.000 per kilo. Insyaallah, kami akan keluarkan keputusan dalam waktu singkat,” tegas Amran.

Karena itu, pemerintah mendorong penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kedelai di kisaran Rp13.500 per kilogram agar petani mendapatkan keuntungan yang layak seperti halnya komoditas gabah dan jagung.

“Petani harus untung. Kalau harga bagus dan pasar terjamin, petani pasti semangat menanam kedelai. Negara harus hadir memastikan itu,” ujar Mentan Amran.

Selain jaminan harga, pemerintah juga memastikan hasil produksi benih yang dikembangkan bersama jajaran TNI akan dibeli dan dibagikan kembali kepada petani.

“Yang Bapak produksi, aku beli, baru dibagikan ke petani kembali,” kata Mentan Amran.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan benih kedelai untuk kebutuhan tanam seluas 2.000 hektare yang nantinya akan dibagikan gratis kepada petani di Nganjuk.

“Nanti, Pak, ini kedelai kita, Pak Aster, kami bayar nilainya 2.000 hektare, terus 2.000 itu diberikan kembali gratis pada petani Nganjuk,” ujar Mentan Amran.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengatakan produktivitas kedelai di Nganjuk melampaui rata-rata nasional.

“Biasanya di nasional produksi per hektare itu 1,7 sampai 2 ton per hektare. Ini di sini bisa di atas 2 ton per hektare. Jadi bagus sekali,” katanya.

Titiek menegaskan percepatan swasembada kedelai penting dilakukan karena Indonesia merupakan konsumen besar tahu dan tempe tetapi masih bergantung pada impor.

“Indonesia bangsa yang makan tahu tempe setiap hari, tapi kedelainya harus impor. Kebutuhannya 2,6 juta ton per tahun tapi produksinya cuma 270 ribu ton,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan program pengembangan kedelai di Nganjuk harus menjadi model gerakan nyata yang dapat direplikasi secara nasional.

“Kegiatan penanaman kedelai di Nganjuk ini menggunakan varietas Grobogan, merupakan varietas unggul lokal asal Jawa Tengah yang memiliki produktivitas tinggi,” kata Agus.

“Saya berharap kegiatan penanaman kedelai ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tetapi menjadi model gerakan nyata yang dapat direplikasikan di berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Poktan Rukun Tani Desa Mudikan, Suwito, mengaku bantuan benih dan dukungan pemerintah membuat petani kembali semangat menanam kedelai.

“Harga kedelai sekarang antara 9 sampai 10 ribu. Termasuk harga yang stabil, harga yang lumayan bagi petani. Karena kemarin kan di bawah 9 ribu. Tapi untuk saat ini karena ada program pemerintah seperti ini, harga kedelai bisa terangkat lagi,” ujarnya.

Melalui kolaborasi Kementan, TNI AL, DPR RI, pemerintah daerah, dan petani, pemerintah optimistis pengembangan kedelai nasional dapat dipercepat untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia. (Tedy)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING