Korlantas Polri Tingkatkan Kompetensi Personel Lewat Pelatihan Pengoperasionalan Mobil Dikmas Lantas 2026

Korlantas Polri Tingkatkan Kompetensi Personel Lewat Pelatihan Pengoperasionalan Mobil Dikmas Lantas 2026. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melalui Subdirektorat Pendidikan Masyarakat (Subdit Dikmas) resmi membuka Pelatihan Pengoperasionalan Mobil Dikmas Lantas Tahun 2026 di Taman Lalu Lintas Cibubur, Jakarta Timur, yang berlangsung pada 15–17 Juli 2026.

Kegiatan yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kasubdit Dikmas Korlantas Polri Kombes Pol. Hamka Mappaita diikuti oleh peserta dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Polda Sulawesi Selatan, dan Polda Sulawesi Utara (Manado).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi personel dalam memanfaatkan Mobil Dikmas Lantas sebagai media penyuluhan yang efektif kepada masyarakat. Selama tiga hari pelatihan, peserta akan menerima materi teori dan praktik mengenai pengoperasionalan kendaraan, penggunaan perangkat edukasi, teknik penyampaian materi, hingga pelaksanaan kegiatan penyuluhan di lapangan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengoptimalkan penggunaan Mobil Dikmas Lantas sebagai media edukasi keselamatan berlalu lintas di wilayah tugas masing-masing. Kehadiran kendaraan edukasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyuluhan kepada masyarakat dan mendukung terwujudnya budaya tertib berlalu lintas menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Subdit Dikmas Korlantas Polri, mulai dari pimpinan pelaksana kegiatan beserta anggota Dikmas, Kasi Dikpen, Kasi Mitra, Kaurmin, serta personel Subdit Dikmas yang turut mendukung pelaksanaan pelatihan. (Dinda)
Share:

Satgas Kizi TNI Konga XX-W MONUSCO Siap Laksanakan Misi Perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo

Satgas Kizi TNI Konga XX-W MONUSCO Siap Laksanakan Misi Perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo. (Dok. Puspen TNI)

Jakarta, WaraWiri.net - Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-W _United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo_ (MONUSCO) TA 2026 siap melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo. 

Upacara pemberangkatan dengan Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, kegiatan bertempat di lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (17/07/2026). 

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Asops Panglima TNI, menegaskan bahwa penugasan tersebut merupakan amanah negara sekaligus wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung perdamaian dunia dan memperkuat diplomasi militer Indonesia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Seluruh prajurit diminta melaksanakan tugas dengan profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan integritas, serta senantiasa menjaga kehormatan TNI, bangsa, dan negara melalui sikap yang humanis dan bertanggung jawab.

Panglima TNI juga mengingatkan bahwa wilayah operasi MONUSCO masih menghadapi tantangan keamanan, keterbatasan infrastruktur, serta potensi penyebaran wabah Ebola di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, seluruh personel diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi prosedur operasi, menerapkan protokol kesehatan, serta mengutamakan keselamatan personel dan materiil.

Sebagai Kompi Zeni, Satgas Kizi TNI Konga XX-W diharapkan mampu melaksanakan tugas konstruksi, pemeliharaan, perbaikan, dan dukungan teknis sesuai standar keselamatan, mutu, dan akuntabilitas guna mendukung keberhasilan misi MONUSCO.

Sebanyak 175 prajurit terbaik TNI dengan komposisi dari tiga Matra TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-W MONUSCO TA 2026 ini merupakan representasi bangsa Indonesia yang akan memberikan kontribusi nyata pada misi perdamaian dunia dan mengharumkan nama TNI serta Indonesia di tingkat internasional. (Ilham)
Share:

Yonarmed 12 Kostrad Wujudkan Kebersamaan di Perbatasan Melalui Open Tournament Dansatgas Pamtas Cup

Yonarmed 12 Kostrad Wujudkan Kebersamaan di Perbatasan Melalui Open Tournament Dansatgas Pamtas Cup. (Dok. Puspen TNI)

Malaka, WaraWiri.net - Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menggelar pertandingan final sekaligus penutupan Open Tournament Sepak Bola Dansatgas Pamtas Cup dalam rangka HUT ke-64 Yonarmed 12 Kostrad di Stadion Raihenek, Desa Rainawe, Kabupaten Malaka, Kamis (16/7/2026).

Turnamen yang berlangsung selama 10 hari dan diikuti 16 tim dari Kabupaten Malaka ditutup dengan laga final SMA Fajar Timur FC melawan Four Play FC serta disaksikan unsur Forkopimda dan ratusan masyarakat.

Acara penutupan dihadiri Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simo, Ketua DPRD Malaka Adrianus Bria Seran, Dandim 1605/Belu Letkol Arh Ariesto Ardiyanto, Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., beserta jajaran dan tamu undangan lainnya. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan trofi kepada para juara, Best Player, Top Scorer, dan penghargaan kepada perangkat pertandingan.

Dansatgas Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, pemerintah daerah, aparat keamanan, sponsor, dan masyarakat atas suksesnya penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, Dansatgas Pamtas Cup bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat di wilayah perbatasan.

Melalui kegiatan ini, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad berharap lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat di Kabupaten Malaka sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan persatuan dalam mendukung keamanan serta kemajuan wilayah perbatasan. (Ilham)
Share:

Wamenhut Tinjau PKRO SOCP dan Orangutan Haven, Empat Orangutan Sumatera Siap Dilepasliarkan ke Jambi

Wamenhut Tinjau PKRO SOCP dan Orangutan Haven, Empat Orangutan Sumatera Siap Dilepasliarkan ke Jambi. (Dok. Kemenhut)

Sumatera Utara, WaraWiri.net - Sebanyak empat individu Orangutan Sumatera hasil rehabilitasi di Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Orangutan (PKRO) Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) Sibolangit secara resmi diserahterimakan untuk selanjutnya dilepasliarkan ke kawasan reintroduksi orangutan di Provinsi Jambi. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki didampingi Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke PKRO SOCP Sibolangit dan Orangutan Haven, Sumatera Utara.

Keempat orangutan tersebut telah menyelesaikan seluruh tahapan rehabilitasi, mulai dari penyelamatan, karantina, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi perilaku, hingga dinyatakan siap untuk kembali hidup di habitat alaminya. Pelepasliaran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Kehutanan dalam memulihkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di alam liar.

Dalam kunjungannya ke PKRO SOCP Sibolangit, Wamenhut meninjau secara langsung proses rehabilitasi orangutan yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Kementerian Kehutanan, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), dan PanEco Foundation yang telah berlangsung selama sekitar 25 tahun.

“Hari ini kita berkunjung ke Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Orangutan di Sibolangit. Ini merupakan upaya konservasi dalam rangka melakukan rehabilitasi, karantina, hingga proses persiapan sebelum pelepasliaran atau reintroduksi ke habitat alaminya. PKRO ini merupakan kerja sama Kementerian Kehutanan dengan Yayasan Ekosistem Lestari yang telah berjalan sekitar 25 tahun. Hingga saat ini, ratusan orangutan telah direhabilitasi di pusat ini dan sebagian besar berhasil kita lepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Kementerian Kehutanan akan terus mendukung upaya ini agar orangutan hasil penyitaan, konflik dengan manusia, maupun repatriasi dari luar negeri dapat direhabilitasi dan dipersiapkan untuk kembali ke alam sebagai bagian dari penguatan konservasi orangutan di Indonesia,” ujar Wamenhut Rohmat Marzuki.

Berdasarkan data PKRO SOCP, hingga saat ini tercatat 472 individu orangutan telah menjalani rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, 360 individu berhasil dilepasliarkan, terdiri atas 214 individu di Jambi dan 146 individu di Jantho, Aceh. Keberhasilan program reintroduksi juga ditandai dengan lahirnya 10 individu orangutan di kawasan Jantho, yang menunjukkan keberhasilan adaptasi dan reproduksi satwa hasil rehabilitasi di habitat alaminya.

Sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian habitat orangutan, Wamenhut bersama jajaran Kementerian Kehutanan melakukan penanaman pohon pakan orangutan di kawasan PKRO SOCP. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan sumber pakan alami yang mendukung keberhasilan reintroduksi orangutan di alam liar.

Dalam kesempatan yang sama, Wamenhut juga memberikan nama “Garda Rimba” kepada seekor anak Orangutan Sumatera jantan berusia satu tahun. Nama tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga hutan berarti menjaga rumah bagi orangutan dan berbagai satwa liar lainnya, sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Usai mengunjungi PKRO SOCP, Wamenhut beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Orangutan Haven, sebuah kawasan sanctuary yang diperuntukkan bagi orangutan hasil penyelamatan yang secara medis maupun perilaku tidak memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Sanctuary ini menyediakan lingkungan semi-alami yang mendukung kesejahteraan satwa sepanjang hidupnya, sekaligus menjadi pusat edukasi, penelitian, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi orangutan dan habitatnya.

Keberadaan Orangutan Haven melengkapi upaya konservasi orangutan di Indonesia. Melalui rehabilitasi dan pelepasliaran di PKRO SOCP serta penyediaan sanctuary bagi individu yang tidak dapat kembali ke alam liar, setiap orangutan memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi biologis dan kesejahteraannya.

Kementerian Kehutanan meyakini bahwa keberhasilan konservasi orangutan merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, masyarakat, dan mitra internasional. Melalui penguatan rehabilitasi, pelepasliaran, perlindungan habitat, serta pengelolaan sanctuary, pemerintah berkomitmen memastikan Orangutan Sumatera tetap lestari di habitat alaminya sebagai bagian penting dari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan penyangga ekosistem hutan tropis. (Ros)
Share:

Melalui Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami, BMKG Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir di Pacitan

Melalui Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami, BMKG Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir di Pacitan. (Dok. BMKG)

Pacitan, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut diselenggarakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, yang hadir didampingi Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama, Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab, Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Cahyo Nugroho, serta para Kepala UPT BMKG se-Jawa Timur.

Turut hadir Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufthi, Wakil Bupati Pacitan Gagarin beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Pacitan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan Erwin Andri Atmoko, unsur relawan kebencanaan, Kepala Desa Sidomulyo beserta perangkat desa, tokoh agama, komunitas masyarakat, serta peserta Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami.

Dalam sambutannya, Faisal menegaskan bahwa Kabupaten Pacitan merupakan wilayah yang memiliki potensi gempabumi dan tsunami. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan kapasitas masyarakat sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko bencana.

“SLG adalah upaya BMKG untuk memastikan BPBD dan masyarakat di wilayah rawan gempa dan tsunami agar peduli dan siap merespons tanda-tanda bahaya alam, serta peringatan dini resmi dari BMKG. Hal ini sejalan dengan inisiatif global Early Warning, Early Action dan Early Warnings for All,” ujar Faisal.

Menurutnya, SLG menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami potensi gempabumi dan tsunami di wilayah masing-masing, sekaligus wadah untuk berlatih menyiapkan langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi bencana.

“Gempabumi dan tsunami belum dapat diprediksi kejadiannya, tetapi kesiapsiagaan bisa kita bangun dan latih sejak dini, sembari terus berdoa agar kita terhindar dari bencana. Harapan saya nanti para peserta agar aktif bertanya dan berdiskusi, memanfaatkan kesempatan ini untuk merawat mitigasi gempabumi dan tsunami. Wajib bagi seluruh peserta untuk meneruskan pengetahuan penyelamatan yang telah didapat kepada keluarga dan teman-teman,” katanya.

Lebih lanjut, Faisal juga mengapresiasi berbagai upaya mitigasi yang telah dilakukan di Kabupaten Pacitan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sidomulyo dan masyarakat yang telah meraih predikat Desa Tangguh Bencana Tsunami Tingkat Utama dari BNPB pada tahun 2024.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat masyarakat dalam membangun budaya kesiapsiagaan.

“Yang terpenting adalah memastikan keberlanjutannya, agar upaya-upaya kesiapsiagaan yang telah terbangun ini dapat terus dijaga. BMKG menilai Desa Sidomulyo telah memiliki kapasitas yang kuat untuk dapat segera diusulkan sebagai Tsunami Ready Community yang diakui UNESCO. Saat ini Indonesia memiliki 29 Tsunami Ready Community, dan harapannya Desa Sidomulyo dapat menggenapi angkanya menjadi 30 desa,” ujarnya.

Faisal juga memberikan apresiasi kepada Stasiun Geofisika Nganjuk dan Pusat Gempa Regional (PGR) Yogyakarta yang secara konsisten membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat.

“Hal ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah yang terus menjadi prioritas BMKG dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Nganjuk Iwan Setiawan menjelaskan bahwa penyelenggaraan SLG bertujuan memastikan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dapat dipahami dan ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat koordinasi antara BMKG dan pemerintah daerah dalam penyebarluasan informasi gempabumi, serta mengoptimalkan peran BPBD sebagai simpul utama penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman mengenai informasi gempabumi oleh BPBD dan para pihak terkait di daerah rawan bencana, serta mampu menentukan tindak lanjut setelah mendapatkan informasi tersebut,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan bahwa peserta mendapatkan materi mengenai potensi sumber gempabumi dan tsunami, sistem informasi gempabumi BMKG, sistem peringatan dini tsunami, serta kesiapsiagaan menghadapi gempabumi melalui paparan, diskusi, tanya jawab, dan simulasi tabletop exercise.

Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta yang berasal dari unsur masyarakat, TNI, Polri, perangkat daerah, Forkopimda, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta media.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufthi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan SLG di Pacitan. Menurutnya, posisi geografis Pacitan yang berada di kawasan rawan gempa menjadikan edukasi dan pelatihan kebencanaan sebagai kebutuhan yang sangat penting.

“Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan respons yang tepat saat bencana datang,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami, BMKG terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah dalam memahami risiko bencana, merespons peringatan dini secara tepat, serta membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami menuju Indonesia Emas 2045. (Budi)
Share:

BMKG Gelar Webinar Peringatan 20 Tahun Tsunami Pangandaran, Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Masyarakat

BMKG Gelar Webinar Peringatan 20 Tahun Tsunami Pangandaran, Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Masyarakat. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar webinar bertajuk “A 20 Years Commemoration of the 2006 Pangandaran Tsunami Understanding the Past and Strengthening the Future Resilience” sebagai bagian dari peringatan 20 tahun bencana Tsunami Pangandaran 2006.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring diikuti dengan seribu peserta melalui zoom dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube InfoBMKG ini bertujuan mengulas pembelajaran dari bencana tsunami Pangandaran sekaligus memperkuat upaya mitigasi serta sistem peringatan dini tsunami di Indonesia.

Webinar menghadirkan berbagai pemangku kepentingan nasional dan internasional, mulai dari BMKG, Intergovernmental Coordination Group for the Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System (ICG/IOTWMS), Pemerintah Kabupaten Pangandaran, hingga para pakar kebencanaan.

Dalam sambutannya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa peringatan 20 tahun Tsunami Pangandaran bukan sekadar mengenang bencana yang pernah terjadi, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan Indonesia dalam memperkuat sistem mitigasi bencana serta membangun ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman tsunami di masa depan.

Menurutnya, tsunami Pangandaran pada 17 Juli 2006 menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah penanggulangan bencana di Indonesia. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa setelah tragedi Aceh 2004, Indonesia masih membutuhkan sistem peringatan dini tsunami yang komprehensif dan terintegrasi, mulai dari aspek teknologi hingga kesiapsiagaan masyarakat.

“Selama dua dekade terakhir, sistem peringatan dini tsunami Indonesia telah mengalami transformasi yang sangat signifikan. Salah satu capaian terbesar adalah penguatan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang kini didukung jaringan sensor seismik real-time, ratusan stasiun pemantauan muka air laut, serta komputasi berperforma tinggi sehingga mampu menyampaikan informasi gempa dan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa terjadi,” kata Teuku Faisal Fathani.

Meski demikian, Kepala BMKG menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa kesiapsiagaan masyarakat sebagai ujung tombak mitigasi bencana. Menurutnya, keberhasilan sistem peringatan dini di dukung oleh seluruh pemangku kepentingan dalam memahami informasi dan mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi ancaman tsunami.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama mengingatkan bahwa tsunami merupakan bencana yang jarang terjadi sehingga kesadaran masyarakat berpotensi memudar seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, peringatan 20 tahun Tsunami Pangandaran harus dimaknai sebagai upaya menjaga ingatan kolektif sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami di masa mendatang.
“Kesiapsiagaan hanya dapat terwujud apabila kesadaran tetap hidup. Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang tragedi, tetapi memastikan pelajaran dari masa lalu tidak terulang bagi anak cucu kita,” ujarnya.

Perwakilan Sekretariat UNESCO-IOC/ICG-IOTWMS, Dr. Srinivasa Kumar Tummala, mengapresiasi kemajuan Indonesia dalam membangun sistem peringatan dini tsunami selama dua dekade terakhir. Menurutnya, Indonesia kini telah memiliki salah satu sistem peringatan dini tsunami yang menjadi bagian penting dari jaringan regional dan global.

“Kemajuan ini menunjukkan apa yang dapat dicapai melalui kerja sama regional, investasi yang berkelanjutan, kolaborasi ilmiah, dan kemitraan internasional. Namun, teknologi saja tidak cukup. Efektivitas sistem peringatan dini sangat bergantung pada masyarakat yang memahami risiko, mempercayai informasi peringatan, dan mengetahui apa yang harus dilakukan saat peringatan diberikan,” ujar Srinivasa.

Selain mengenang peristiwa tsunami yang terjadi dua dekade lalu, BMKG juga menampilkan berbagai upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui latihan simulasi tsunami di Desa Wapia-Pia, seremoni inagurasi Tsunami Ready Community 2026, serta peluncuran buku Benteng Samudra sebagai bagian dari penguatan literasi kebencanaan.

Dalam kesempatan tersebut, BMKG juga menyerahkan sertifikat Tsunami Ready Recognition Programme kepada tujuh desa pesisir yang dinilai telah memenuhi indikator kesiapsiagaan tsunami sesuai standar UNESCO-IOC. Ketujuh desa tersebut yakni :
1. Desa Tua Pejat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat
2. Desa Amping Parak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat
3. Desa Citepus di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
4. Desa Cikakak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
5. Desa Teluk Sepang, di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
6. Desa Penurunan, di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
7. Desa Lempuing di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Pengakuan ini menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun masyarakat pesisir yang tangguh melalui penguatan kapasitas, sistem peringatan dini, jalur evakuasi, edukasi kebencanaan, serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami. Pengakuan terhadap tujuh desa tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah pesisir lainnya dalam memperkuat budaya sadar bencana dan meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko tsunami.

Pada sesi webinar, peserta memperoleh paparan ilmiah mengenai aspek sains dan histori Gempa Pangandaran, evaluasi dan inovasi sistem peringatan dini tsunami, serta strategi peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat komunitas. Diskusi tersebut menghadirkan Dr. Pepen Supendi sebagai Penanggung jawab Kendali mutu data gempa bumi dan tsunami, Dr. Weniza sebagai Ketua tim kerja informasi gempa bumi dan tsunami dan Prof. Harkunti Pertiwi Rahayu sebagai narasumber, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta.

Dalam sesi paparan Dr. Pepen Supendi beliau mengingatkan Gempa Pangandaran 2006 mengajarkan bahwa tsunami dapat terjadi meskipun guncangan gempa terasa lemah. Karena itu, masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada peringatan resmi.
“Dua puluh tahun penelitian telah memperkaya pemahaman kita mengenai mekanisme tsunami earthquake. Kemajuan ilmu pengetahuan harus diiringi dengan peningkatan literasi dan kesiapsiagaan masyarakat, karena mitigasi yang efektif merupakan perpaduan antara sains, sistem peringatan dini, dan respons masyarakat yang cepat”, Kata Dr. Pepen.

Sementara Dr. Weniza juga memaparkan perkembangan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang terus diperkuat sejak diresmikan pada 2008.

“Saat ini informasi gempa dan peringatan dini tsunami dapat didiseminasikan sekitar tiga menit setelah gempa terjadi. Namun kecepatan sistem harus diimbangi dengan kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengambil keputusan evakuasi sehingga risiko korban jiwa dapat diminimalkan,” imbuh Dr. Weniza

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kesiapsiagaan masyarakat oleh Prof. Harkunti Pertiwi Rahayu sebagai Profesor di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) serta sesi tanggapan dari Dr. Andi Eka Sakya sebagai kepala BMKG Priode 2013-2017. Para narasumber sepakat bahwa tantangan mitigasi tsunami ke depan tidak hanya terletak pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas pemerintah daerah, edukasi masyarakat, penyempurnaan jalur evakuasi, serta menjaga budaya sadar bencana secara berkelanjutan lintas generasi.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem peringatan dini tsunami, meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Peringatan 20 tahun Tsunami Pangandaran diharapkan menjadi momentum untuk merefleksikan pengalaman masa lalu sekaligus memperkuat ketangguhan Indonesia dalam menghadapi ancaman tsunami di masa mendatang. (Budi)
Share:

Menteri PPPA :Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kunci Ketahanan Keluarga

Menteri PPPA :Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kunci Ketahanan Keluarga. (Dok. Kemen PPPA)

Bandung, WaraWiri.net - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan penguatan ekonomi perempuan menjadi salah satu kunci dalam pembangunan keluarga yang Tangguh dan mendorong pertembuhan ekonomi yang inklusif. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan akses perempuan terhadap pembiayaan, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas agar perempuan semakin berdaya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar perempuan memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, peningkatan kapasitas, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya,” ujar Menteri PPPA.

Menteri PPPA bersama mitra kerja, yaitu PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Badan Pusat Statistik (BPS), meninjau Kelompok Bukit Berlian, yang merupakan salah satu praktik baik kelompok nasabah PNM. PNM Mekaar beranggotakan 15 perempuan pelaku usaha. Melalui pembiayaan PNM Mekaar sejak 2024 dengan total plafon Rp67 juta, para anggota kelompok berhasil mengembangkan berbagai usaha produktif yang mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga dengan besaran pembayaran modal awal mulai dari Rp 5,5 Juta.

“Pemberdayaan ekonomi perempuan bukan hanya tentang meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga. Ketika perempuan memiliki akses terhadap pembiayaan, pendampingan, dan kesempatan mengembangkan usaha, mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memastikan hak-hak perempuan dan anak terpenuhi,” ujar Menteri PPPA.

Menteri PPPA menegaskan, penguatan ekonomi perempuan harus berjalan seiring dengan penguatan peran keluarga, termasuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga menyaksikan pertemuan rutin antara Account Officer (AO) PNM dan kelompok nasabah. Pertemuan ini tidak hanya menjadi sarana pembayaran angsuran, tetapi juga menjadi ruang pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, penguatan literasi keuangan, dan pengembangan kemandirian perempuan pelaku usaha.

Menteri PPPA juga meninjau Bank Sampah Bukit Berlian yang dikelola oleh Ema Suranta, nasabah PNM Mekaar yang mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot. Berawal dari kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar, Ema mengembangkan Bank Sampah Bukit Berlian menjadi praktik baik ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan PNM, kelompok tersebut mampu mengolah sekitar 500 kilogram sampah organik setiap minggu. Hasil budidaya maggot dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk peternakan ayam dan budidaya lele bioflok, sementara residunya diolah menjadi kasgot sebagai pupuk organik bernilai ekonomi.

Menteri PPPA mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bukti bahwa perempuan mampu menjadi penggerak perubahan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

“Apa yang dilakukan Bank Sampah Bukit Berlian menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya. Ketika perempuan diberi akses, kepercayaan, dan kesempatan untuk berkembang, mereka tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menghadirkan solusi bagi persoalan lingkungan. Praktik baik seperti ini perlu terus diperluas melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujar Menteri PPPA.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa data berkualitas menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi usaha masyarakat, termasuk usaha yang dijalankan perempuan, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemberdayaan ekonomi yang efektif dan inklusif.

“Data yang akurat akan membantu pemerintah memahami karakteristik dan perkembangan usaha masyarakat, termasuk usaha perempuan. Dengan data yang berkualitas, kebijakan yang disusun dapat lebih tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat pemberdayaan perempuan,” ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti.

Sementara itu, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, menyampaikan bahwa PNM terus memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas. Pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting agar perempuan pelaku usaha mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan memberikan dampak positif bagi keluarga serta masyarakat.

“Pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan dan pendampingan tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemampuan usaha agar perempuan dapat terus berkembang serta meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Direktur Utama PNM, Kindaris.

Kunjungan kerja ini menjadi wujud sinergi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Pusat Statistik, dan PT Permodalan Nasional Madani dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, penyediaan data berkualitas, serta pengembangan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah terus mendorong semakin banyak perempuan untuk berdaya, mandiri, dan memiliki kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi ekonomi demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. (Fitri)
Share:

Bertemu Menteri Luar Negeri Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis, Tata Kelola AI Global, Hingga Investasi Hijau

Bertemu Menteri Luar Negeri Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis, Tata Kelola AI Global, Hingga Investasi Hijau. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Tiongkok, WaraWiri.net - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi, di Shanghai (18/07). 

Pertemuan ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian kunjungan kerja penandatanganan deklarasi pendirian Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/WAICO), sekaligus langkah konkret memperdalam Kemitraan Strategis Indonesia Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping.

Dalam pertemuan yang berlangsung sangat produktif tersebut, kedua belah pihak membahas beberapa inisiatif strategis mulai dari tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) global, perluasan akses perdagangan, hingga akselerasi investasi. Kedua menteri juga membahas perkembangan berbagai agenda prioritas hubungan ekonomi bilateral yang menjadi bagian dari implementasi kemitraan strategis komprehensif Indonesia–Tiongkok.

Pada kesempatan tersebut, melalui Menlu Wang Yi, disampaikan bahwa Presiden Xi Jin Ping menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo, atas kerjasamanya untuk menjadi founding member states organisasi WAICO. Indonesia mendapatkan apresiasi karena mewakili negara dengan ekonomi dan populasi yang besar, yang ikut menanda tangani pendirian WAICO.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia dalam penanda tanganan ini atas arahan dan mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo, yang memberikan apresiasi positif atas inisiatif dan kepemimpinan Presiden Xi Jinping dalam pembentukan WAICO.

Melalui WAICO ini, Pemerintah Indonesia mengharapkan pengembangan tata kelola AI global mengedepankan prinsip pemerataan manfaat pembangunan, pendekatan yang berpusat pada manusia dan kedaulatan nasional, multilateralisme yang inklusif serta koheren dan sesuai dengan UN Principles. Dengan posisi strategis Indonesia dalam WAICO sebagai salah satu founding country, Menko Airlangga mengusulkan kepada Menlu Wang Yi agar Indonesia dapat dipertimbangkan mendapatkan salah satu posisi penting pada kelembagaan sekretariat WAICO.

Dalam bidang ekonomi dan perdagangan, Menko Airlangga secara khusus menekankan pentingnya percepatan akses pasar bagi produk-produk ekspor Indonesia. Mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia baik dari sisi ekspor maupun impor, Pemerintah mendorong optimalisasi potensi perdagangan kedua negara yang masih dapat terus ditingkatkan melalui penyelesaian berbagai hambatan perdagangan serta penguatan kerja sama rantai pasok.

Di bidang investasi, Menko Airlangga kembali menawarkan penguatan kerja sama pengembangan kawasan ekonomi/ industri dalam kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP). Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan terkemuka Tiongkok mengambil peran aktif dalam pengembangan kawasan dengan manufaktur yang maju dan ekonomi digital secara terintegrasi.

Terkait dengan investasi hijau, Menko Airlangga menyambut baik momentum positif pasca tinjauan investasi April lalu. Indonesia siap memfasilitasi percepatan program 100 GW Solar PV dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), serta pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park.

Sebagai penutup, Menko Airlangga menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap Tiongkok pada keketuaan di forum APEC 2026 di Shenzhen pada November 2026 mendatang. Indonesia mengusulkan agar pada sela kegiatan APEC tersebut, direncanakan akan dilaksanakan pertemuan Presiden kedua negara, untuk dilaksanakan acara business summit sebagai perwujudan penguatan kerjasama dan persahabatan antar kedua negara, tidak hanya antar pemerintah, melainkan juga antar dunia usaha kedua negara.

Selain itu juga ditekankan bahwa sinergi Indonesia-Tiongkok yang dilandasi oleh semangat Global South, transparansi, dan penghormatan terhadap kedaulatan digital ini tidak hanya bertujuan untuk membangun infrastruktur fisik semata, melainkan untuk mengamankan ketahanan ekonomi dan warisan inovasi teknologi bagi generasi masa depan kedua bangsa.

Dengan suasana penuh keakraban, pada akhir sesi pertemuan Menko Airlangga menyatakan kesiapannya untuk dapat dihubungi kapan saja secara langsung oleh Menlu Wang Yi, dalam membahas berbagai permasalahan dan isu strategis, khususnya terkait permasalahan dunia usaha dari Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia. Selain itu Menko juga mengundang Menlu Wang Yi untuk bertemu kembali pada saat kedatangan dan kunjungannya ke Indonesia. (Slamet)
Share:

Perkuat Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Strategis, Menko Airlangga Bertemu Menteri Perdagangan RRT

Perkuat Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Strategis, Menko Airlangga Bertemu Menteri Perdagangan RRT. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Tiongkok, WaraWiri.net - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao di Shanghai, RRT, Jumat (17/07), guna membahas penguatan kemitraan ekonomi strategis Indonesia–RRT, terutama di bidang perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, serta kerja sama ekonomi regional.

“Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” ujar Menko Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa selama ini RRT telah menjadi mitra perdagangan utama bagi Indonesia. Pada 2025, nilai total perdagangan Indonesia–RRT mencapai USD154,6 miliar. Selama periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,24%. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya hubungan ekonomi kedua negara sekaligus pentingnya upaya meningkatkan dan menyeimbangkan nilai perdagangan bilateral.

Di bidang investasi, RRT juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi RRT mencapai hampir USD8,1 miliar atau sekitar 13% dari total investasi asing, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

Penguatan Kerja Sama TCTP

Dalam kerangka Two Countries Twin Parks atau TCTP, Indonesia dan RRT telah membangun berbagai kerja sama antara kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kedua negara. Hingga saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.

Menko Airlangga menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai Nota Kesepahaman tersebut menjadi proyek investasi yang konkret. Pembentukan joint venture antara pelaku usaha Indonesia dengan RRT juga perlu terus didorong guna mempercepat implementasi berbagai kerja sama dalam kerangka TCTP.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujar Menko Airlangga.

Indonesia turut mengusulkan perluasan kawasan yang dapat menjadi mitra dalam kerangka TCTP. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, memperkuat konektivitas antar kawasan, serta memperluas manfaat investasi bagi berbagai wilayah di Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga mengharapkan dukungan Ministry of Commerce RRT untuk mendorong keterlibatan perusahaan RRT sebagai investor, mitra strategis, maupun co-developer dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Indonesia.

Penyelarasan Perdagangan dan Penguatan Investasi

Indonesia mendorong peningkatan dan penyelarasan nilai perdagangan bilateral agar memberikan manfaat yang semakin seimbang bagi kedua negara. Upaya tersebut dapat ditempuh melalui perluasan akses pasar bagi produk Indonesia, peningkatan ekspor produk bernilai tambah, penguatan hilirisasi, serta pengembangan investasi yang berorientasi ekspor.

Dalam konteks tersebut, Danantara Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong masuknya investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, dan mengembangkan proyek-proyek prioritas bersama investor RRT. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung perdagangan bilateral yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Kerja Sama Investasi Energi Surya

Pada sektor energi, Menko Airlangga mengundang perusahaan RRT untuk meningkatkan partisipasi dan investasi dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia terkait pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt.

Indonesia mengapresiasi keterlibatan investasi RRT dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata. Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia–RRT dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa industri panel surya yang telah beroperasi di Indonesia masih dapat diperkuat dan dikembangkan lebih lanjut. Penguatan tersebut perlu diarahkan untuk membangun rantai pasok industri tenaga surya yang lebih lengkap dan terintegrasi di dalam negeri.

Penguatan Kerja Sama RCEP

Dalam pembahasan kerja sama ekonomi regional, Indonesia mengharapkan dukungan RRT terhadap pembentukan dan penempatan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP di Indonesia.

Sebagai salah satu negara yang berperan aktif dalam proses pembentukan RCEP, Indonesia menilai keberadaan sekretariat permanen diperlukan untuk memperkuat koordinasi antarnegara anggota, mendukung implementasi perjanjian, serta meningkatkan pemanfaatan berbagai fasilitas RCEP oleh dunia usaha.

Indonesia juga mendorong inisiatif penguatan RCEP 3.0 agar kerja sama tersebut semakin relevan dalam merespons perkembangan perdagangan global, transformasi digital, perubahan struktur rantai pasok, serta kebutuhan peningkatan integrasi ekonomi kawasan.

Dukungan RRT terhadap pembentukan Sekretariat RCEP di Indonesia diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan perjanjian sekaligus mendukung posisi ASEAN sebagai pusat arsitektur ekonomi regional.

Persiapan Kerja Sama Menjelang APEC 2026

Menko Airlangga turut menyampaikan dukungan Indonesia terhadap keketuaan RRT dalam APEC 2026. Indonesia memandang bahwa prioritas keterbukaan, inovasi, dan kerja sama sejalan dengan agenda penguatan integrasi ekonomi kawasan, transformasi digital, pemberdayaan UMKM, transisi energi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menjelang penyelenggaraan APEC 2026 di RRT, yang diharapkan turut menjadi momentum pertemuan Kepala Negara Indonesia dan RRT, kedua negara perlu mulai mempersiapkan kerja sama ekonomi yang lebih kuat dan konkret.

Kedua pihak diharapkan dapat mengidentifikasi proyek prioritas yang dapat ditindaklanjuti atau diumumkan pada momentum pertemuan pemimpin kedua negara. Dengan demikian, penyelenggaraan APEC 2026 dapat menjadi tonggak baru dalam penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia–RRT.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” pungkas Menko Airlangga. (Slamet)
Share:

Indonesia Siapkan Kerja Sama Industri dengan Azerbaijan, Buka Peluang Investasi dan Akses Pasar Eurasia

Indonesia Siapkan Kerja Sama Industri dengan Azerbaijan, Buka Peluang Investasi dan Akses Pasar Eurasia. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Indonesia dan Azerbaijan sepakat mempercepat pembahasan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama industri sebagai tindak lanjut keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral antara Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares, dan Penasihat Menteri Ekonomi Republik Azerbaijan Mammad Abbasbeyli, sebagai bagian dari upaya memperluas ekspor manufaktur, menarik investasi, dan memperkuat kemitraan industri di kawasan Eurasia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Azerbaijan memiliki posisi strategis sebagai penghubung perdagangan antara Asia dan Eropa. 

“INNOPROM 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara strategis, termasuk dengan Azerbaijan. Kami harap pembahasan MoU ini mampu membuka peluang investasi, memacu alih teknologi, dan menciptakan kerja sama yang saling bermanfaat bagi kedua negara,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta (17/7).

Sebagai tindak lanjut, Kemenperin juga telah menyampaikan rancangan MoU kepada Pemerintah Azerbaijan melalui jalur diplomatik. Langkah ini menjadi dasar untuk memperkuat kemitraan industri kedua negara secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares menyampaikan, Indonesia berharap pembahasan MoU dapat segera ditindaklanjuti sebagai landasan untuk memperkuat kerja sama industri, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Azerbaijan. Menurutnya, komunikasi yang telah terjalin baik antara kedua negara menjadi modal penting untuk merealisasikan berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut.

Indonesia mengusulkan sejumlah bidang kerja sama dalam MoU tersebut, meliputi pertukaran informasi mengenai standar dan regulasi industri, pengembangan rantai pasok, alih teknologi, pengembangan kawasan industri, penyelenggaraan forum bisnis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah Indonesia berharap Azerbaijan dapat segera memberikan tanggapan atas rancangan tersebut sehingga proses finalisasi MoU dan implementasi kerja sama industri kedua negara dapat segera berlangsung.

Indonesia memandang Azerbaijan sebagai mitra strategis karena negara tersebut berkembang sebagai salah satu pusat logistik yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui jalur Trans-Caspian International Transport Route (Middle Corridor) dan International North-South Transport Corridor (INSTC). Jalur tersebut berpotensi memperluas akses produk manufaktur Indonesia ke kawasan Kaukasus, Asia Tengah, Eropa Timur, hingga negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS) atau kelompok negara bekas Uni Soviet.

Hubungan perdagangan Indonesia dan Azerbaijan terus menunjukkan potensi yang saling melengkapi. Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas melalui ekspor minyak sawit, sabun, plastik, tembakau, dan makanan olahan, sedangkan Azerbaijan memasok minyak mentah ke Indonesia. Pada 2025 nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 155,2 juta. Capaian tersebut memperkuat hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak 24 September 1992.

Finalisasi MoU tersebut diharapkan menjadi tonggak penguatan kerja sama industri antara Indonesia dan kawasan Eurasia, sekaligus membuka peluang investasi, perluasan akses pasar manufaktur, penguatan rantai pasok industri, serta percepatan alih teknologi yang dapat meningkatkan daya saing industri nasional.

Dengan diikuti oleh hampir 900 peserta berasal lebih dari 50 negara, INNOPROM 2026 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperluas jejaring kemitraan industri. Keikutsertaan sebagai Partner Country diharapkan tidak hanya memperkuat promosi industri manufaktur nasional, namun turut menghasilkan berbagai kerja sama teknologi dengan berbagai mitra internasional, termasuk Azerbaijan. (Evi)
Share:

Masuk Rantai Pasok Nasional, Kemenperin Hubungkan IKM Singkong dengan Industri Besar

Masuk Rantai Pasok Nasional, Kemenperin Hubungkan IKM Singkong dengan Industri Besar. (Dok. Kemenperin)

Lampung, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat mengintegrasikan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) olahan singkong ke dalam rantai pasok industri skala besar. Langkah ini sejalan dengan mandat Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Vendor Development guna membuka akses pasar dan menjamin kepastian pasokan pangan nasional.

Kementerian Perindustrian terus berupaya dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku IKM makanan dan minuman melalui berbagai program dan kegiatan. Salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka adalah Seminar dan Pendampingan Teknis Produksi serta Keamanan Produk Olahan Singkong di Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari pelaku IKM olahan singkong dari kategori end product dan intermediate product, serta Gabungan Kelompok Tani. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengungkapkan bila industri makanan dan minuman, mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04 persen pada Triwulan I Tahun 2026 dan merupakan sub sektor dengan pertumbuhan tertinggi di sektor industri pengolahan nonmigas.

“Selain tumbuh kuat, subsektor ini juga memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional dibandingkan subsektor industri pengolahan nonmigas lainnya, yaitu sebesar 7,31%,” jelas Wamenperin dalam sambutannya di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (16/7).

Wamenperin mengungkapkan bila peran strategis industri makanan dan minuman menjadi semakin penting mengingat tantangan ketahanan pangan yang dihadapi berbagai negera mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok hingga fluktuasi harga.

“Karena itu, sejalan dengan arahan Bapak Presiden mengenai percepatan industrialisasi melalui hilirisasi sumber daya alam, Kemenperin terus mendorong transformasi industri pangan agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah sumber daya alamnya menjadi produk bernilai tambah tinggi,” tegasnya.

Provinsi Lampung merupakan salah satu wilayah yang memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan industri singkong nasional. Berdasarkan data tahun 2024, produksi singkong Provinsi Lampung mencapai sekitar 7,9 juta ton, atau sekitar 51 persen dari total produksi nasional.

“Kabupaten Lampung Timur sendiri adalah salah satu penopang utama keberlangsungan industri pengolahan singkong nasional, dengan ekosistem yang telah berkembang, mulai dari petani, Gabungan Kelompok Tani, hingga pelaku IKM olahan singkong,” jelas Faisol Riza.

“Kemenperin mendukung penuh apabila Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dapat melakukan transformasi industri sehingga tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah menjadi produk bernilai tambah,” tambah Wamenperin.

Wamenperin juga menyoroti pentingnya penguatan sektor hulu melalui peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, intensifikasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dukungan pembiayaan, serta penguatan riset dan pengembangan agar menjadi menjadi fondasi utama dalam menjamin ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan seminar dan pendampingan teknis ini, kami berharap pelaku IKM di Kabupaten Lampung Timur memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi pengolahan, penerapan sistem keamanan pangan, serta pengembangan produk olahan singkong yang berdaya saing,” ungkap Wamenperin.

Di masa mendatang, lanjut Wamenperin, daya saing IKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga oleh kemampuannya membangun kemitraan dengan industri yang lebih besar. “Kemitraan tersebut akan membuka akses pasar, meningkatkan kepastian permintaan, sekaligus mendorong IKM untuk terus meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, dan konsistensi pasokan sesuai kebutuhan industri,” tambah Faisol Riza.

Hal tersebut sejalan dengan amanat Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Vendor Development, yang mendorong terciptanya hubungan kemitraan antara IKM dengan industri besar melalui peningkatan kapasitas, kualitas produk, serta integrasi ke dalam rantai pasok industri nasional.

“Oleh karena itu, pembinaan yang dilakukan Kemenperin tidak berhenti pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga diarahkan untuk mempertemukan IKM dengan calon mitra industri sehingga tercipta hubungan usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Wamenperin berharap semakin banyak IKM olahan singkong di Kabupaten Lampung Timur yang mampu memenuhi standar industri, menjadi pemasok yang andal, dan mengambil peran yang lebih besar dalam memperkuat rantai pasok industri pangan nasional. “Sehingga pergeseran menuju industri pengolahan ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah,” tutupnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita, mengungkapkan bila kegiatan diselenggarakan untuk memberikan pemahaman, wawasan, serta pendampingan teknis sesuai dengan standar keamanan pangan kepada pelaku IKM dalam rangka mendukung pengembangan hilirisasi industri berbasis komoditas singkong di Provinsi Lampung.

Dirjen IKMA menjelaskan bahwa kegiatan akan dibagi menjadi dua tahapan. Tahapan pertama yaitu tahapan seminar yang bertujuan memberikan pemahaman secara umum tentang pengembangan dan penumbuhan IKM olahan singkong dengan materi meliputi akses pembiayaan, perizinan dan legalitas berusaha, serta penyampaian materi tentang kisah sukses pelaku IKM, kewirausahaan dan manajemen usaha.

“Tahapan selanjutnya adalah pendampingan teknis yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta bagaimana proses produksi yang dijalankan memenuhi persyaratan keamanan pangan dan juga melakukan pendampingan diversifikasi keamanan pangan dari produk olahan singkong yang diikuti oleh 20 pelaku IKM olahan singkong,” jelas Dirjen IKMA.

“Nantinya pendampingan teknis juga akan dilaksanakan dalam beberapa fase, dimulai dari pendampingan secara offline selama tiga hari, dan akan dilanjutkan dengan pendampingan secara online sebanyak 2 fase pendampingan,” jelas Reni.

Dirjen IKMA juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan. “Semoga upaya ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan industri pengolahan singkong lokal yang mampu bersaing baik di pasar maupun rantai pasok industri,” tutup Dirjen IKMA.

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris, mengatakan bahwa metode pengajaran yang diterapkan adalah 30 persen teori dan 70 persen praktek oleh tenaga ahli dari Food Standard Consultant.

“Diharapkan metode ini dapat memberikan pemahaman dan pembinaan yang berkelanjutan bagi para pelaku IKM olahan singkong yang juga disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur,” tutup Afrizal. (Evi)
Share:

Layanan Shared Services Pertamina Raih Pengakuan Global

Layanan Shared Services Pertamina Raih Pengakuan Global. (Dok. Pertamina)

Australia, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) meraih tiga penghargaan pada ajang SSOW Impact Awards AustralAsia 2026 yang berlangsung di Sydney, Australia beberapa waktu yang lalu. Pengakuan internasional tersebut menjadi bukti keberhasilan transformasi layanan yang dijalankan perusahaan melalui penguatan tata kelola, digitalisasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam ajang yang diikuti berbagai perusahaan dan organisasi dari kawasan AustralAsia itu, Pertamina meraih penghargaan pada kategori SS Leader of the Year, Change Management, dan Creative Talent Management & Development.

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan peran strategis fungsi penunjang bisnis dalam meningkatkan daya saing perusahaan.

“Penghargaan SSON AustralAsia 2026 menunjukkan bahwa fungsi penunjang bisnis memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing Pertamina. Shared Services tidak hanya mengelola proses bisnis, tetapi juga menjadi enabler yang membantu perusahaan bergerak lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Erry.

Menurut dia, penghargaan tersebut diharapkan dapat memicu inovasi baru lainnya di Pertamina untuk semakin mengefektifkan dan mengefisienkan proses bisnis serta terus menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Penghargaan kategori SS Leader of the Year diberikan atas keberhasilan Pertamina Shared Services dalam menjalankan kepemimpinan transformasional yang mendorong peningkatan produktivitas, digitalisasi layanan, serta penguatan integrasi proses bisnis lintas entitas.

Sementara itu, penghargaan Change Management diraih melalui implementasi transformasi digital Procure-to-Pay yang tidak hanya berfokus pada kesiapan sistem, tetapi juga perubahan perilaku pengguna, vendor, dan pemangku kepentingan melalui pendekatan manajemen perubahan yang terstruktur.

Adapun penghargaan Creative Talent Management & Development diberikan atas keberhasilan program Pertamina SS School, yang mengintegrasikan pengembangan kompetensi pekerja dengan kebutuhan bisnis melalui pelatihan, pendampingan, dan proyek inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja perusahaan.

SVP Shared Services Pertamina, Tedi Kurniadi, menilai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pekerja Pertamina dalam menjalankan transformasi layanan secara berkelanjutan. “Pengakuan global ini membuktikan bahwa Shared Services Pertamina mampu bersaing di tingkat internasional. Namun yang lebih penting, bagaimana menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, andal, dan memberikan nilai nyata bagi Pertamina Group,” katanya.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi internal yang dilakukan Pertamina dalam membangun organisasi yang semakin kompetitif di tingkat global.

“Pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan Pertamina tidak hanya berdampak pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan internal, tetapi juga mampu memenuhi standar global. Capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh pekerja untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik guna mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Baron. (Zikry)
Share:

Semangat Mendunia Bersama Pertamina, Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Indonesia Penuhi Tribun Sirkuit

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Homecoming Tour di Hotel Artotel Senayan, Jakarta. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - Dengan tema Semangat Indonesia Mendunia Bersama Pertamina, PT Pertamina (Persero) bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengajak semua pihak untuk mendukung pebalap kebanggaan Indonesia Mario Suryo Aji yang berlaga di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama kelas Moto3 pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9–11 Oktober 2026 mendatang.

Semangat mendukung talenta balap kebanggaan Indonesia tampak nyata terlihat saat berlangsungnya Fans Meet & Greet bersama kedua pebalap kebanggaan Indonesia itu di Hotel Artotel dan Anjungan Sarinah, Jakarta pada Jumat, 17 Juli 2026. Pengemar, media, dan komunitas pecinta otomotif tampak antusias bertemu dengan kedua pebalap yang akan membawa bendera Indonesia di lintasan balap dengan disaksikan jutaan penikmat MotoGP di seluruh dunia.

Antusiasme masyarakat juga terlihat sepanjang kegiatan konvoi yang diikuti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama dari Hotel ARTOTEL menuju Anjungan Sarinah, Jakarta. Kehadiran kedua pembalap disambut hangat oleh para penggemar dan komunitas otomotif yang memadati rute maupun lokasi kegiatan. Suasana acara berlangsung semakin meriah dengan penampilan spesial grup musik RAN sehingga semakin menghidupkan semangat para penggemar yang hadir.

Mario Suryo Aji mengaku senang dapat bertemu langsung dengan para penggemar di tanah air menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ia berharap dukungan masyarakat Indonesia dapat menjadi energi tambahan saat tampil di hadapan publik sendiri.

Senada, Veda Ega Pratama menyampaikan bahwa kesempatan tampil di hadapan publik Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri. Ia berharap atmosfer dukungan dari para penggemar dapat menjadi penyemangat saat menjalani balapan di Mandalika.

Veda Ega Pratama mengatakan, "Saya bangga bisa balapan di Mandalika sebagai tuan rumah. Saya dan Mas Mario pasti akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Saya sudah tidak sabar merasakan atmosfer balapan di depan para pendukung sendiri. Semoga masyarakat Indonesia bisa memenuhi tribun sirkuit dan memberikan dukungan langsung kepada kami," ujarnya.

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan, kehadiran Mario Aji dan Veda Ega menunjukkan Indonesia mampu menggelar event balap motor berkelas internasional sekaligus melahirkan talenta balap berkelas dunia.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan sebuah event yang mampu menciptakan multiplier effect yang besar sekaligus menunjukkan kapasitas kita dalam menggelar event berkelas internasional. Event ini juga dapat menjadi panggung bagi talenta-talenta unggulan tanah air untuk tampil dan menunjukkan prestasinya,” ujar Troy.

"MotoGP tahun ini bukan hanya menghadirkan persaingan para pembalap terbaik dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi putra-putra terbaik Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan publik sendiri. Dukungan masyarakat dari tribun akan menjadi energi tersendiri bagi para local heroes yang membawa nama Indonesia semakin mendunia. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir di Mandalika, memenuhi tribun, dan bersama-sama memberikan dukungan terbaik kepada para pembalap Indonesia," imbuh Troy.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Pertamina) Muhammad Baron mengatakan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan wadah bagi talenta muda Indonesia untuk menunjukkan prestasi kepada dunia sekaligus investasi bagi masa depan olahraga balap motor Indonesia.

“Pertamina berharap ajang ini dapat membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak talenta muda, memperkuat ekosistem motorsport nasional, sekaligus membangun kebanggaan Indonesia di mata dunia," ujar Muhammad Baron.

Sementara Ketua IMI Moreno Suprapto menegaskan pentingnya dukungan terhadap pebalap Indonesia yang kini mampu bersaing di level internasional.

“Kedua pembalap tanah air ini merupakan masa depan balap motor Indonesia. Semoga kehadiran mereka dapat menjadi inspirasi dan faktor penting dalam meningkatkan iklim olahraga otomotif di Indonesia. Untuk itu, diperlukan dukungan semua pihak agar semua hal positif ini dapat terwujud,” ujarnya.

Moreno menambahkan, kehadiran Pertamina Mandalika International Circuit juga sangat penting dalam ekosistem balap tanah air khususnya dalam pembinaan potensi pebalap tanah air. Dengan semakin banyaknya event atau kompetisi yang digelar di sana pastinya akan membantu perkembangan olahraga otomotif di Indonesia

Seusai Meet & Greet di Sarinah, Jakarta, Mario dan Veda mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung langsung, dengan hadir di Pertamina Mandalika International Circuit. Keduanya juga mengajak para penggemar MotoGP memanfaatkan periode Presale 1 yang masih berlangsung agar dapat menyaksikan langsung aksi para pembalap dunia sekaligus merasakan atmosfer balap kelas dunia di The Mandalika.

Setelah rangkaian kegiatan di Jakarta, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama dijadwalkan melanjutkan Homecoming Tour ke Bali sebagai bagian dari rangkaian kampanye menyambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Tiket Presale 1 Masih Berlangsung

Penjualan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 saat ini masih berlangsung dalam periode Presale 1, dengan potongan harga hingga 30% untuk kategori Grandstand dan 20% untuk kategori VIP Hospitality.

· Regular Grandstand (Zona E, G, H, I): Rp280.000 (harga normal Rp400.000)

· Premium Grandstand Zona A: Rp1.225.000 (harga normal Rp1.750.000)

· Premium Grandstand Zona B, C, J, K: Rp630.000 (harga normal Rp900.000)

· VIP Hospitality – Deluxe Class: Rp12.000.000

· VIP Hospitality – Luxury Tent T1: Rp6.200.000. (Zikry)
Share:

Imigrasi Bali Turunkan 104 Petugas dalam Patroli Dharma Dewata

Imigrasi Bali Turunkan 104 Petugas dalam Patroli Dharma Dewata. (Dok. Kemenimpas)

Bali, WaraWiri.net - Sebanyak 104 orang petugas dari Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali diturunkan dalam Patroli Dharma Dewata (15/7/2026). Dalam patroli tersebut, Petugas juga menyambangi para pelaku usaha serta pengelola akomodasi wisata untuk memberikan edukasi langsung mengenai kewajiban pelaporan keberadaan orang asing melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Satuan Tugas (Satgas) Patroli Dharma Dewata yang resmi dikukuhkan pada 15 April 2026. Satgas ini dibentuk untuk melakukan pengawasan rutin dan pendeteksian dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Bali. Dalam operasionalnya, satgas tidak bekerja secara mandiri, melainkan bersinergi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dan instansi penegak hukum terkait.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyatakan bahwa keterlibatan aktif pelaku usaha melalui penggunaan aplikasi APOA sangat krusial dalam mendukung akurasi data. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga ketertiban wilayah.

"Saya sangat mengapresiasi dukungan dari seluruh anggota Timpora di Bali. Kolaborasi dan pertukaran informasi yang intensif terbukti efektif dalam mengungkap berbagai kendala keimigrasian secara lebih cepat dan akurat," ujar Felucia.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, petugas didukung oleh sistem data digital terintegrasi untuk proses validasi dokumen yang lebih efisien. Hingga saat ini, kegiatan patroli telah menjaring 342 orang asing dari 60 negara yang terindikasi melakukan pelanggaran administratif.

Terkait prosedur penindakan, Felucia menginstruksikan jajarannya untuk tetap memegang teguh integritas dan standar operasional yang berlaku.

"Dalam setiap operasi, saya menekankan agar seluruh personel bekerja secara profesional dan menghindari penyalahgunaan wewenang, melakukan pengawasan secara humanis, namun tetap tegas dan terukur sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," papar Felucia.

Lebih lanjut, Felucia mengimbau agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan dengan melaporkan setiap indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing melalui kanal resmi yang tersedia.

“Jika menemukan WNA yang mengganggu ketertiban atau ada indikasi melanggar hukum, silakan laporkan kepada kantor imigrasi terdekat. Ini sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, di mana kami hadir bersama masyarakat untuk menjaga kedaulatan dan ketenteraman lingkungan kita bersama,” tutup Felucia. (Dimas)
Share:

Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026

Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026. (Dok. Kemenimpas)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Jenderal Imigrasi mencatatkan kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor visa sebesar 6,42% pada semester I tahun 2026 (Rp 2.815.639.500.000), dibanding periode yang sama di tahun 2025 (Rp. 2.645.712.900.000). PNBP dari sektor visa tetap tercatat naik di tengah ketidakpastian kondisi global sejak awal tahun.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menekankan bahwa fokus imigrasi saat ini tidak lagi mengejar kuantitas, melainkan meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan yang berbasis pada efisiensi.

"Kami mengedepankan transformasi digital dan selective policy untuk memastikan bahwa setiap orang asing yang masuk ke Indonesia memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional, tanpa mengabaikan aspek keamanan negara," ujar Hendarsam.

Sepanjang semester I-2026, total penerbitan visa tercatat sebanyak 3.924.500, menurun 6,77% dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 4.209.465 penerbitan. Penurunan signifikan terjadi pada Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang menyusut 87,91%, dari 438.423 penerbitan pada tahun 2025 menjadi 52.999 penerbitan tahun 2026 pada periode yang sama. Meskipun demikian, penerbitan visa kunjungan indeks C1 justru menunjukkan peningkatan 2,76% dengan 3.829.902 penerbitan dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 (3.726.855).

Dominasi kunjungan wisatawan mancanegara masih dipimpin oleh Australia dengan 848.802 kunjungan, disusul China (668.432), India (334.107), Korea Selatan (202.101), dan Amerika Serikat (186.463). Sementara itu, implementasi Golden Visa menunjukkan sinyal positif dengan 143 penerbitan.

Pada periode Januari s.d. Juni tahun 2026, Jenis visa yang paling banyak diterbitkan adalah visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) sebanyak 3.481.490, diikuti visa kunjungan indeks C1 dengan 113.323 penerbitan dan visa kunjungan indeks C20 untuk keperluan Instalasi alat (83.852).

Di sisi pengawasan, sebanyak 10.911 tindakan administratif keimigrasian telah dijalankan, termasuk 3.260 di antaranya berupa pembatalan izin tinggal dan deportasi. Sebagian besar tindakan tersebut diberikan terhadap individu yang melakukan kegiatan berbahaya, mengancam keamanan ketertiban umum, atau melanggar peraturan perundang-undangan. Selain itu, imigrasi telah memproses hukum 23 orang WNA. 17 di antaranya masih dalam tahap penyidikan, 4 di antaranya dalam proses persidangan dan 1 orang telah memperoleh keputusan hukum tetap.

"Setiap tindakan administratif, mulai dari penangkalan hingga deportasi, merupakan langkah kami untuk menyaring kualitas orang asing yang masuk untuk meminimalisasi potensi risiko yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban nasional." tegas Hendarsam.

Selama enam bulan terakhir, tercatat pula 401 WNI dan 36 WNA yang dicegah keluar Indonesia atas permintaan aparat penegak hukum. Sementara itu, sebanyak 2.102 WNA telah dimasukkan dalam daftar penangkalan, dengan 93,2% di antaranya (1.959 orang) terkait pelanggaran keimigrasian. Selain itu, petugas di lapangan juga melakukan sejumlah 1.704 penundaan keberangkatan terhadap pelintas yang terindikasi berisiko.

Untuk layanan domestik, Imigrasi telah menerbitkan 1.673.816 paspor, dengan 9.017 permohonan yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan. Untuk warga asing yang menetap, tercatat 23.082 penerbitan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dan 3.330 penerbitan Izin Tinggal Tetap (ITAP). Selain itu, terdapat 54 permohonan Global Citizenship of Indonesia yang telah diproses.

Data perlintasan mencatat angka yang hampir seimbang dengan 12.891.069 kedatangan dan 12.866.474 keberangkatan, baik WNA maupun WNI.

Menutup keterangannya, Hendarsam menegaskan komitmen Ditjen Imigrasi untuk terus memperbaiki ekosistem pelayanan publik di paruh kedua tahun 2026.

"Capaian semester pertama ini menjadi batu loncatan bagi kami. Ke depan, kami akan terus mengupayakan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian yang lebih baik serta mampu merespons tantangan global yang semakin dinamis," tutupnya. (Dimas)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING