Jaro Ade Pastikan Kolaborasi Dengan Pemprov Jabar Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Jaro Ade Pastikan Kolaborasi Dengan Pemprov Jabar Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat. (Dok. Istimewa)

Depok, WaraWiri.net - Berbagi tugas dengan Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur Jawa Barat yang berlangsung di Kantor Wali Kota Depok, Rabu (7/10). Ia memastikan hasil rapat tersebut dapat ditindaklanjuti di Kabupaten Bogor guna memperkuat pelayanan dasar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hadir pada rakor hari ini Gubernur Jawa Barat beserta jajaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, para Bupati/Walikota se-Jawa Barat, Kepala BPJS se-Jawa Barat dan Direktur Rumah Sakit se-Jawa Barat.

Rakor membahas penguatan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam meningkatkan pelayanan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, penurunan angka kematian ibu (AKI), pencegahan stunting, jaminan ketenagakerjaan bagi tenaga kerja nonformal serta kerja sama pelayanan dengan rumah sakit.

Menurut Wabup Jaro Ade, berbagai agenda tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan dan pemangku kepentingan agar kebijakan yang dirumuskan tidak berhenti pada tingkat koordinasi, tetapi dapat diimplementasikan secara konkret di daerah.

“Dalam kesempatan ini, kami memastikan hasil koordinasi dapat ditindaklanjuti di Kabupaten Bogor. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi penting agar setiap program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Jaro Ade.

Ia mengatakan, rakor tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah kabupaten/kota, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat.

Jaro Ade menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan program-program pelayanan dasar dapat berjalan optimal dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Bersama memperkuat kolaborasi, meningkatkan pelayanan, dan menghadirkan pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” tandasnya. (Rizal)
Share:

DPR Setujui 5 Dewan Pengawas LPP RRI Periode 2026-2031

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) bersama Wakil Ketua DPR RI lainnya beserta lima anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) untuk masa jabatan 2026-2031 di Gedung Parlemen, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Rapat Paripurna DPR RI menyetujui lima anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) untuk masa jabatan 2026-2031. Kelima anggota tersebut merupakan hasil seleksi Komisi VII DPR RI setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan bersama 10 calon lainnya pada Rabu (7/10/2026).

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan persetujuan tersebut diambil setelah rapat paripurna mendengarkan laporan Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengenai hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Dewas LPP RRI.

"Dengan nama-nama yang telah disampaikan tersebut, apakah dapat disetujui?" tanya Dasco yang dijawab ’Setuju’ oleh seluruh paserta rapat paripurna DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Lima Dewas LPP RRI yang disetujui DPR yakni Soleman Yusuf dari unsur RRI, Bara Ilyasa dari unsur masyarakat, Widyarsi Agustina dari unsur masyarakat, Mohammad Reza dari unsur pemerintah, serta Margareta Fajar Kurnia Putri dari unsur masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyebut seluruh proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap 15 calon dilakukan secara terbuka dan transparan. 

"Komisi VII DPR RI telah melaksanakan seluruh tahapan pembahasan melalui rangkaian uji kelayakan terhadap 15 calon anggota Dewan Pengawas LPP RRI secara terbuka dan transparan," ujar Saleh saat membacakan laporan.

Menurut Saleh, proses seleksi mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari integritas, wawasan dan kemampuan, rekam jejak, hingga gagasan serta komitmen calon terhadap penguatan LPP RRI.

Komisi VII kemudian menggunakan mekanisme suara terbanyak untuk menetapkan lima calon Dewas LPP RRI. "Mekanisme tersebut menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan Komisi VII DPR RI setelah seluruh calon mengikuti tahapan uji kelayakan," jelas Saleh.

Selain itu, Komisi VII juga menetapkan lima calon pengganti antarwaktu (PAW). Mereka adalah Imade Sunarsa dari unsur pemerintah, Yonas Markus Tuhuleru dari unsur RRI, Azimah dari unsur masyarakat, Mahroni Kusuma dari unsur masyarakat, serta Syukron Jamal dari unsur masyarakat. Saleh mengatakan, lima anggota Dewas LPP RRI yang telah memperoleh persetujuan DPR selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera dilantik. (Fajar)
Share:

DPR dan Pemerintah Perkuat Perlindungan Ekosistem Transportasi Online

Konferensi Pers Pimpinan DPR RI bersama Menteri UMKM, Menhub, Wamenkomdigi dan Wamensesneg tentang Perpres Nomor 27 Tahun 2026 di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan bersama Pemerintah resmi memperkuat perlindungan bagi pengemudi dan pelaku usaha dalam ekosistem transportasi berbasis platform digital. Perlindungan tersebut diakomodasi melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja Transportasi Online yang menjadi landasan bagi pengaturan transportasi daring, termasuk layanan pengangkutan orang, barang, dan makanan.

Saat konferensi pers Pimpinan DPR RI bersama Menteri UMKM, Menhub, Wamenkomdigi dan Wamensesneg di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026), Dasco menerangkan penerbitan Perpres ini merupakan hasil proses sinkronisasi dan harmonisasi DPR-Pemerintah untuk menghasilkan regulasi yang dapat memberikan kepastian bagi seluruh pihak dalam ekosistem transportasi online.

“Setelah sekian lama kemudian melakukan sinkronisasi, harmonisasi, agar didapat satu aturan yang dapat mengatur dengan baik tentang pengangkutan ojek online roda dua terhadap pengaturan pengangkutan orang termasuk tarif, kemudian barang dan makanan serta pengampu daripada ojek online ini,” ujar Dasco.

Menurut Politisi Fraksi Partai Gerindra ini, regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi payung dalam mengatur berbagai aspek transportasi online. Sekaligus memberikan kepastian mengenai hubungan antara perusahaan aplikasi dan mitra pengemudi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan Perpres tersebut telah melalui proses pembahasan yang panjang dengan mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak dalam ekosistem transportasi online. 

Cakupannya tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan orang, tetapi juga pengiriman barang dan makanan. Maman menegaskan, salah satu tugas utama Kementerian UMKM adalah mengawal pelaksanaan perjanjian kemitraan antara perusahaan aplikator dan mitra pengemudi. 

Dengan demikian, hubungan kemitraan yang terjalin dapat berjalan secara jelas dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak para mitra. “Perpres ini sekarang mencakup pengangkutan orang, barang, dan makanan, serta akan diikat dalam perjanjian kemitraan,” jelas Maman.

Sementara itu, Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan pemerintah telah memberikan kepastian mengenai batas biaya platform yang dikenakan kepada pengemudi ojek online. Berdasarkan kebijakan tersebut, biaya platform dibatasi maksimal 8 persen. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan porsi pendapatan yang diterima mitra pengemudi.

Dudy menambahkan, ketentuan mengenai tarif dan biaya platform yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan juga akan menjadi salah satu rujukan bagi pengaturan layanan pengangkutan barang dan makanan.

Adapun Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria memiliki tugas untuk menetapkan biaya jasa transportasi untuk layanan pengantaran barang dan makanan. Pengaturan tersebut diarahkan dengan mempertimbangkan prinsip penghasilan yang layak bagi pengemudi serta perlindungan terhadap risiko yang dihadapi dalam menjalankan pekerjaan.

Selain pengaturan mengenai tarif dan biaya platform, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas kementerian. Forum komunikasi atau satuan tugas (Satgas) bersama akan dibentuk dengan melibatkan kementerian terkait dan diketuai oleh Menteri UMKM.

Satgas akan menjalankan fungsi koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan perjanjian kemitraan antara perusahaan aplikator dan mitra pengemudi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan ketentuan dalam Perpres berjalan secara konsisten di lapangan. Dari sisi pelaku usaha, pengaturan tersebut juga mencakup ekosistem pengantaran barang dan makanan yang bersinggungan langsung dengan aktivitas UMKM. 

Pemerintah menilai keberadaan layanan berbasis platform digital memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk para pelaku usaha yang memanfaatkan layanan pesan-antar. Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto selanjutnya menyampaikan bahwa aturan pelaksanaan dari Perpres Nomor 27 Tahun 2026 oleh kementerian terkait harus diselesaikan paling lambat 31 Desember.

Menutup keterangannya, Dasco menegaskan DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut. Koordinasi antar kementerian melalui forum komunikasi atau Satgas diharapkan dapat memastikan implementasi Perpres berjalan selaras dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak dalam ekosistem transportasi online. (Fajar)
Share:

Indonesia Perkuat Kerja Sama Perdagangan Digital dan Kawasan Ekonomi Khusus pada Global Digital Trade Expo ke-5

Indonesia Perkuat Kerja Sama Perdagangan Digital dan Kawasan Ekonomi Khusus pada Global Digital Trade Expo ke-5. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Tiongkok, WaraWiri.net - Indonesia menjadi Negara Kehormatan pada gelaran Global Digital Trade Expo (GDTE) 2026 yang sudah diselenggarakan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, pada 23-27 September 2026 lalu. Indonesia memanfaatkan forum internasional ini untuk mengeksplorasi tren teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta memperluas peluang kerja sama perdagangan digital lintas negara.

Indonesia diwakili oleh delegasi dari Digital Transformation Indonesia (DTI Community), yang mencakup perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Jakarta Smart City (JSC), serta asosiasi seperti Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO).

Acara yang mempunyai slogan “Meet the AI Future at GDTE” itu dibuka oleh Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, lalu disusul dengan pidato dari Perdana Menteri Malaysia Dato' Seri Anwar bin Ibrahim dan Ketua Kabinet Menteri Kirgistan Adylbek Kasymaliev. Acara pameran ini mempertemukan peserta dari 121 negara di seluruh dunia.

Kehadiran Indonesia dalam GDTE ke-5 menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Perdagangan Elektronik yang ditandatangani Kementerian Perdagangan Tiongkok dan Kemenko Perekonomian di Jakarta, 8 September 2023 lalu. Kehadiran itu juga sebagai tindak lanjut dari peran Indonesia sebagai salah satu pendiri World AI Collaboration Organization (WAICO). Hal ini merupakan kerja sama penguatan kolaborasi kecerdasan artifisial (AI) internasional dan investasi terkait AI dengan perkiraan nilai mencapai USD8 miliar hingga USD12 miliar pada periode 2026-2030.

Lebih lanjut, juga telah disepakati adanya kerja sama antarpemerintah dalam pengembangan talenta dan ekonomi digital, khususnya terkait pelatihan untuk institusi pemerintahan, pemanfaatan kecerdasan artifisial yang bersifat open source, serta berbagi praktik terbaik. Indonesia juga mengundang perusahaan teknologi Hangzhou untuk membangun pusat data di tanah air, yang tentunya disambut baik karena sejalan dengan rencana ekspansi global mereka.

Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, mewakili Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, juga turut hadir dalam event pameran dagang bergengsi ini yang menampilkan kepemimpinan Indonesia dalam ekonomi digital, serta inovasi Indonesia dalam bidang teknologi, e-commerce, dan praktik perdagangan berkelanjutan.

Di samping itu, dalam kegiatan BRICS Special Economic Zones Hangzhou Dialogue, Deputi Ali yang juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), menyampaikan apresiasi atas berdirinya China Center for Cooperation on Special Economic Zones in BRICS Countries setahun lalu.

Terdapat lima usulan yang diajukan untuk kemajuan KEK di kawasan BRICS ke depannya, yaitu BRICS SEZ Green and Digital Investment Corridor, program tahunan pertukaran regulasi dan pengetahuan, platform fasilitasi investasi, jejaring pengembangan talenta dan kapasitas, serta penguatan kerja sama sektor keuangan, termasuk konektivitas pembayaran digital bersama. Pada kesempatan ini juga diumumkan perjanjian kerja sama antara Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Hangzhou Economic and Technological Development Area (HEDA).

Sementara itu, dalam sesi Silk Road E-commerce Day, Indonesia mengajak Tiongkok menjalankan empat inisiatif yakni proyek percontohan berbasis platform untuk menarik investasi AI, alokasi pelatihan bagi 5.000 talenta AI Indonesia, proyek percontohan inovasi AI di sebuah KEK, dan kemitraan kawasan kembar antara KEK Qiantang dan KEK Digital Serpong.

Sebelumnya, pada 23 September 2026, juga telah diadakan China Indonesia Industrial Development Exchange Conference (Business Matching) yang menghasilkan delapan MoU kerja sama dengan nilai perkiraan investasi yang diperoleh sebesar sekitar USD400 juta. Lima MoU pertama yakni pada bidang: (1) energi baru dan konstruksi pendukung, konstruksi bangunan pendukung, dan rekayasa lingkungan; (2) pelatihan wirausaha Asia Tenggara di Tiongkok; (3) penghubungan industri, konsultasi, dan pertukaran bisnis lintas batas; (4) peralatan cerdas; serta (5) layanan keuangan bagi perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, tiga MoU lainnya meliputi rencana pembentukan joint-venture untuk bidang: (1) infrastruktur digital terpercaya berbasis blockchain dan komputasi privat, (2) data terpercaya, video cerdas, dan konektivitas generasi mendatang; serta (3) konektivitas digital, komunikasi, dan infrastruktur digital meliputi menara telekomunikasi, jaringan nirkabel, layanan infrastruktur bersama, konektivitas perusahaan, komunikasi satelit, dan pusat data.

Turut hadir dalam rangkaian kegiatan GDTE ke-5 ini antara lain adalah Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Yan Dong, Wakil Gubernur Zhejiang Hu Wei, Direktur Biro Ekonomi dan Informasi Hangzhou Wang Yuejian, dan Sekretaris Komite Partai Kota Hangzhou Liu Fei. (Alif)
Share:

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kepercayaan dan Lindungi Investasi

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. (Dok. BPMI Setpres)

Maluku Utara, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menghormati, melindungi, dan menjaga seluruh investasi yang ditanamkan di Tanah Air. Kepala Negara menekankan bahwa menjaga kepercayaan dan kemitraan dengan para investor, baik dari dalam maupun luar negeri, bukan sekadar bentuk tanggung jawab pemerintah, melainkan juga menyangkut kehormatan bangsa Indonesia.

“Untuk itu, saya di sini tegaskan komitmen pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia. Kita berkomitmen untuk menjaga kemitraan kita dengan sebaik-baiknya adalah masalah kehormatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga mitra-mitra kita,” tegas Presiden dalam sambutannya saat peresmian komersialisasi dan peletakan batu pertama 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri hilirisasi di Indonesia. Menurut Presiden, kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin menjadi fondasi penting dalam membangun kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia mengucapkan selamat kepada semua pihak, ke semua elemen dari dalam dan dari luar negeri, para mitra-mitra kita, mitra-mitra kita yang telah memberi kepercayaan kepada kita untuk bersama-sama dengan kita membangun suatu kesejahteraan bersama, untuk menciptakan suatu kemakmuran bersama,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa hubungan Indonesia dengan para mitra investasi dibangun atas dasar kepercayaan, persahabatan, dan semangat kekeluargaan. Kepala Negara menyebut nilai-nilai tersebut telah mengakar dalam tradisi dan budaya bangsa Indonesia yang senantiasa menghormati pihak-pihak yang datang untuk bekerja sama.

“Mereka yang percaya sama Indonesia, mereka yang berani bekerja sama di wilayah baru sama Indonesia, kita anggap saudara kita adalah tradisi bangsa Indonesia, adalah adat bangsa kita,” ungkap Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo turut mengungkapkan perkembangan investasi di kawasan IWIP yang terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan laporan Menteri Investasi, realisasi investasi di kawasan industri tersebut telah melampaui USD20 miliar, dengan rencana tambahan investasi sebesar USD7 miliar pada masa mendatang.

Pengembangan kawasan industri tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Presiden menyampaikan bahwa sejak kawasan IWIP dikembangkan, jumlah tenaga kerja yang terserap telah mencapai lebih dari 100 ribu orang. Capaian tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti Kepala Negara dalam melihat perkembangan industri nasional.

Presiden Prabowo pun menyampaikan optimismenya terhadap masa depan perekonomian Indonesia. Menurutnya, perkembangan investasi dan aktivitas industri yang disaksikannya secara langsung di kawasan IWIP menunjukkan adanya peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, di tengah berbagai pandangan pesimistis terhadap kondisi Indonesia.

“Mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, kolaps, Indonesia akan kolaps. Tiap bulan diramalkan kita akan kolaps, tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah memberikan kepercayaan untuk berinvestasi dan mengembangkan industri di Indonesia. Presiden berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara-negara yang terlibat.

“Sekali lagi, mitra-mitra kita, sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita, terima kasih atas kemitraan dan kepercayaan saudara-saudara. Semoga kemitraan kita dan persahabatan kita membawa kedua bangsa kita semakin erat, semakin dekat, dan semakin membawa manfaat untuk rakyat kita bersama,” pungkas Presiden. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dengan Total Investasi Senilai Rp180 Triliun di Maluku Utara

Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dengan Total Investasi Senilai Rp180 Triliun di Maluku Utara. (Dok. BPMI Setpres)

Maluku Utara, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan total keseluruhan nilai investasi mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun serta melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis, 8 Oktober 2026.

Setibanya di kawasan IWIP, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau sejumlah fasilitas industri yang dilalui dalam perjalanan menuju lokasi acara. Fasilitas tersebut antara lain industri bahan baku baterai (precursor), pengolahan nikel, hingga fasilitas industri aluminium.

Sebelum menuju lokasi utama acara, Presiden Prabowo juga mengunjungi Wisma Tsingshan untuk melihat stan yang menyajikan informasi mengenai kawasan IWIP. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah capaian dan perkembangan kawasan industri, termasuk perjalanan pembangunan ekosistem industri serta investasi yang telah dan tengah dikembangkan.

Dalam laporannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa rangkaian proyek yang diluncurkan mencakup sejumlah industri yang telah memasuki tahap komersialisasi maupun proyek baru yang akan segera dibangun.

“Ini bergerak dari material baterai berbasis nikel, kemudian proyeksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik itu yang sudah selesai,” tuturnya.

“Kemudian yang akan digerakkan groundbreaking adalah material baterai berbasis nikel juga, separator baterai EV dan ini adalah yang pertama, elektronik baterai EV dan juga aluminium elektronik, aluminium elektronik ada dua, dan juga alat berat berbasis listrik yang akan dibangun untuk truk dan juga pertambangan dan juga industri, dan juga photovoltaic glass untuk solar energy industry,” lanjut Rosan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa proyek hilirisasi tersebut terdiri dari empat proyek industri yang telah memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek industri baru yang mulai dibangun. Keseluruhan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hilirisasi di kawasan IWIP yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan industri hilirisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola kekayaan alam Indonesia secara optimal. Menurut Presiden, sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus diolah dan dikembangkan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” tutur Kepala Negara.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Hadir pula Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Chairman of Tsingshan Industry Xiang Guang Da. (Dinda)
Share:

Bapas Baubau Gandeng DP3A Perkuat Pendampingan Anak dan Klien Pemasyarakatan

Bapas Baubau Gandeng DP3A Perkuat Pendampingan Anak dan Klien Pemasyarakatan. (Dok. Ditjenpas)

Sulawesi Tenggara, WaraWiri.net - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau jalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Baubau melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama tersebut bagian dari upaya memperkuat perlindungan masyarakat dan penerapan keadilan restoratif, khususnya dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Kepala Bapas Baubau, Mustar Taro, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut jadi landasan untuk mempererat koordinasi antarinstansi, khususnya dalam penanganan ABH serta meningkatkan keterlibatan Bapas dalam proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan di masyarakat.

“Kerja sama ini memastikan bahwa setiap penanganan kasus anak tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga mengedepankan hak tumbuh kembang, pemulihan psikologis, serta pendampingan yang responsif,” tegas Mustar.

Kepala DP3A Kota Baubau, Abdul Rahman, menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami siap mengintegrasikan program Bimbingan Terintegrasi (Binter) Bapas dengan program kerja DP3A di tingkat masyarakat agar proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal,” tuturnya.

Selain penandatanganan PKS, pertemuan tersebut juga membahas rencana sosialisasi program Binter yang digagas Bapas Baubau. Melalui program tersebut, Klien Pemasyarakatan, baik anak maupun dewasa, akan mendapat pembimbingan dengan melibatkan peran Pemkot Baubau dan masyarakat setempat.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang ramah anak, aman bagi perempuan, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan secara berkelanjutan. (Slamet)
Share:

Bapas Amuntai dan BNNK HSU Sinergikan Pemulihan Klien Korban Narkotika

Bapas Amuntai dan BNNK HSU Sinergikan Pemulihan Klien Korban Narkotika. (Dok. Ditjenpas)

Kalimantan Selatan, WaraWiri.net - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Amuntai perkuat koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Utara dalam penanganan Klien Pemasyarakatan yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Koordinasi berlangsung saat Bapas Amuntai menerima kunjungan dari BNNK Hulu Sungai Utara, Rabu (7/10).

Pertemuan tersebut membahas sinergi layanan, khususnya dalam mengidentifikasi kebutuhan Klien yang memerlukan perawatan maupun pemulihan akibat penyalahgunaan narkotika. Koordinasi juga mencakup kemungkinan pemberian layanan yang sesuai kondisi Klien serta kesinambungan antara proses pemulihan, pembimbingan, dan pengawasan.

Kepala Bapas Amuntai, Subiyanto, menegaskan penanganan Klien korban narkotika membutuhkan koordinasi yang terarah agar kebutuhan pemulihan ditindaklanjuti secara tepat.

“Klien yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika membutuhkan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhannya. Bapas akan berkoordinasi dengan BNNK Hulu Sungai Utara agar proses pembimbingan dan pengawasan berjalan seiring dengan layanan pemulihan yang dibutuhkan Klien,” ujarnya.

Senada, Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, Rohmatullohi, mengatakan koordinasi tersebut memberikan penguatan bagi jajaran Bapas dalam menentukan langkah pembimbingan terhadap Klien yang memiliki permasalahan narkotika.

“Hasil koordinasi ini menjadi bahan bagi kami untuk menentukan langkah pembimbingan dan pengawasan yang lebih terarah. Apabila terdapat Klien yang membutuhkan layanan pemulihan, Bapas dapat berkoordinasi dengan BNNK Hulu Sungai Utara sesuai mekanisme dan kebutuhan Klien,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Hulu Sungai Utara, AIPDA Reza, menyampaikan kesiapannya untuk bersinergi dengan Bapas Amuntai dalam penanganan Klien yang membutuhkan layanan terkait permasalahan narkotika.

“Kami siap mendukung koordinasi dengan Bapas Amuntai dalam penanganan Klien yang membutuhkan layanan pemulihan. Sinergi antarinstansi diperlukan agar penanganan dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan Klien,” tegasnya.

Dari pertemuan tersebut, terbangun kesepahaman antara Bapas Amuntai dan BNNK Hulu Sungai Utara terkait mekanisme koordinasi penanganan Klien korban penyalahgunaan narkotika. Bapas memperoleh penguatan informasi mengenai layanan yang dapat diakses Klien, sementara BNNK Hulu Sungai Utara mendapatkan gambaran kebutuhan koordinasi dari sisi pembimbingan dan pengawasan pemasyarakatan.

Koordinasi ini selanjutnya menjadi dasar bagi kedua instansi untuk melakukan tindak lanjut terhadap Klien yang membutuhkan perawatan atau pemulihan sehingga proses pembimbingan tidak berhenti pada pengawasan, tetapi turut memperhatikan kebutuhan pemulihan Klien agar kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat. (Slamet)
Share:

Minat Makin Tinggi, Panoramic dan Compartment Suites Bawa Pengalaman Baru di Perjalanan Kereta

Minat Makin Tinggi, Panoramic dan Compartment Suites Bawa Pengalaman Baru di Perjalanan Kereta. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - Naik kereta kini bukan cuma soal sampai tujuan, tapi juga tentang bagaimana perjalanan itu dinikmati. Sepanjang Januari–September 2026, sejumlah layanan berbasis pengalaman menunjukkan pertumbuhan pelanggan, termasuk Kereta Panoramic dan Compartment Suites.

Kereta Panoramic mencatat 158.445 pelanggan sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 59,40 persen dibandingkan 99.403 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, Compartment Suites melayani 42.694 pelanggan atau tumbuh sekitar 48 persen dari 28.847 pelanggan pada Januari–September 2025.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin beragamnya preferensi pelanggan dalam menikmati perjalanan antarkota. Ada pelanggan yang ingin menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, sementara lainnya mencari ruang yang lebih privat dan nyaman.

Kereta Panoramic menghadirkan pengalaman menikmati bentang alam melalui jendela berukuran besar dengan sudut pandang yang lebih luas. Di sisi lain, Compartment Suites menawarkan kabin individual yang memberikan ruang perjalanan lebih privat pada sejumlah perjalanan antarkota.

Tren tersebut juga berjalan beriringan dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas pariwisata nasional. Badan Pusat Statistik mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari–Agustus 2026, naik sekitar 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Konektivitas kereta api yang menghubungkan berbagai kota turut membuka peluang bagi hadirnya pilihan perjalanan dengan karakter yang semakin beragam. Layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari perjalanan wisata dan bisnis hingga perjalanan yang mengutamakan kenyamanan dan privasi.

Selain Panoramic dan Compartment Suites, ragam layanan dengan karakter berbeda juga terus dikembangkan, termasuk Nusantara Explorer. Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan lebih banyak pilihan perjalanan yang sesuai dengan gaya mobilitas masyarakat saat ini.

Melalui pemanfaatan data pelanggan dan pemantauan tren perjalanan, pengembangan layanan terus diarahkan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, perjalanan dengan kereta api tidak hanya menjadi sarana berpindah dari satu kota ke kota lain, tetapi juga menawarkan pengalaman yang semakin beragam di sepanjang perjalanan. (Dimas)
Share:

41,6 Juta Ton Batu Bara Melaju di Atas Rel, KAI Jaga Arus Logistik Sumatra

41,6 Juta Ton Batu Bara Melaju di Atas Rel, KAI Jaga Arus Logistik Sumatra. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - Puluhan juta ton batu bara terus bergerak dari kawasan produksi menuju berbagai titik distribusi di Sumatra. Di balik besarnya arus komoditas tersebut, perjalanan menggunakan kereta api menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kelancaran logistik batu bara di Indonesia.

Sepanjang Januari–September 2026, sebanyak 41.607.561 ton batu bara diangkut menggunakan layanan KAI di Sumatra. Jumlah tersebut setara sekitar 82 persen dari total 50.756.132 ton angkutan barang yang dilayani selama sembilan bulan pertama 2026.

Besarnya volume tersebut membuat batu bara menjadi komoditas dengan porsi terbesar dalam portofolio angkutan barang KAI. Skala angkutan yang mencapai puluhan juta ton menunjukkan bagaimana jalur rel dapat menjadi bagian dari sistem logistik untuk komoditas dengan volume besar dan pola pengiriman yang rutin.

Angkutan batu bara terkonsentrasi di Sumatra Selatan dan Lampung melalui operasional Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang. Hingga September 2026, kedua wilayah tersebut secara keseluruhan membukukan volume angkutan batu bara sebesar 41,61 juta ton.

Skala angkutan tersebut berjalan seiring dengan besarnya aktivitas industri batu bara nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 201,47 juta ton. Setiap bulannya, volume ekspor berada di kisaran 26,85 juta hingga 29,54 juta ton, dengan Juli mencapai 29,02 juta ton.

Besarnya arus komoditas membuat kebutuhan terhadap sistem logistik yang mampu membawa muatan dalam jumlah besar menjadi semakin penting. Dalam hal ini, kereta api memiliki keunggulan melalui kapasitas angkut dalam satu rangkaian perjalanan serta pola operasi yang dapat disusun secara terjadwal.

Di tengah dinamika industri, sejumlah pelanggan angkutan batu bara juga menunjukkan pertumbuhan volume sepanjang Januari–September 2026. PT Turba Bara Bany Enim mencatat kenaikan dari 911.612 ton pada 2025 menjadi 2.347.582 ton pada 2026 atau tumbuh 157,5 persen.

PT Mustika Indah Permai juga mengalami peningkatan sebesar 32,7 persen, dari 2.721.149 ton menjadi 3.609.664 ton. Sementara itu, volume PT Bukit Bara Alam bertambah sekitar 26 persen, dari 514.316 ton menjadi 647.986 ton.

Pertumbuhan pada sejumlah pelanggan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan kapasitas yang terus berkembang di beberapa koridor angkutan batu bara di Sumatra. Pengelolaan kapasitas pun dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, kesiapan sarana dan prasarana, serta aspek keselamatan perjalanan.

Secara keseluruhan, volume batu bara hingga September 2026 tercatat 1,48 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 42.234.185 ton. Pergerakan tersebut menjadi bagian dari dinamika produksi, kebutuhan pelanggan, dan kondisi industri yang terus berubah.

Di luar batu bara, angkutan barang berbasis rel juga terus berkembang untuk berbagai komoditas. Semen dan klinker, peti kemas, BBM, hasil perkebunan, ritel, pupuk, hingga hasil pertanian menjadi bagian dari portofolio angkutan non-batu bara yang terus diperluas.

Peran angkutan barang semakin relevan seiring pertumbuhan aktivitas perdagangan nasional. Sepanjang Januari–Juli 2026, ekspor Indonesia mencapai US$167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas mencapai US$160,01 miliar atau tumbuh 5,21 persen.

Untuk mendukung pergerakan tersebut, pengelolaan kapasitas lintas, sarana, prasarana, terminal, dan pola operasi terus dilakukan agar kebutuhan industri dapat terlayani dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan.

Dengan kapasitas besar dan pola pengiriman yang terjadwal, jalur rel memiliki ruang yang semakin luas dalam mendukung pergerakan komoditas nasional. Dari kawasan produksi di Sumatra hingga titik distribusi berikutnya, kereta api terus menjadi bagian dari perjalanan logistik Indonesia. (Dimas)
Share:

Ekspor Perikanan Maluku Periode Januari - September 2026 Capai Rp700 Miliar

Ekspor Perikanan Maluku Periode Januari - September 2026 Capai Rp700 Miliar. (Dok. KKP)

Jakarta, WaraWiri.net - Ekspor perikanan dari Maluku mencapai Rp700 miliar (USD40,8 juta) dalam periode 1 Januari - 23 September 2026. Geliat ekspor ini berkontribusi positif bagi perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja sektor perikanan mencapai 1.102 pekerja.

Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan, produktivitas ekspor perikanan dari wilayah berjuluk Lumbung Ikan Nasional ini salah satunya berkat kualitas layanan jaminan mutu dari KKP, sehingga produk perikanan yang dihasilkan memenuhi standar global. 

"KKP melalui UPT Badan Mutu Maluku hadir untuk membantu pelaku usaha dengan menjamin mutu dari mulai hulu sampai hilir. Sehingga komoditas perikanan yang akan masuk rantai pasok domestik maupun ekspor khususnya, telah memenuhi standar global baik dari sisi kualitas maupun keamanan pangan atau food safety,” ungkap Ishartini di Jakarta, Rabu (7/10).

Ishartini merinci, ekspor perikanan senilai Rp700 Miliar itu volumenya mencapai 9675,8 ton, yang terdiri dari tiga komoditas utama tuna, udang vannamei, dan ikan julung-julung. Negara tujuan utama ekspor diantaranya RRT, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Arab Saudi, Malaysia dan Korea. 

Produk perikanan yang diekspor hasil produksi 18 Unit Pengolahan Ikan (UP) pemegang sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), yang sudah terdaftar di negara tujuan.

"Seluruh ikan yang ekspor disertifikasi oleh Badan Mutu dan mendapatkan SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) sebagai dokumen mutu yang dipersyaratkan di negara tujuan,” tutup Ishartini.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya jaminan mutu hasil perikanan dari hulu sampai hilir untuk meningkatkan daya saing. Untuk itu, Menteri Trenggono meminta Badan Mutu KKP untuk lebih aktif turun ke rantai-rantai produksi melakukan sertifikasi. (Iqbal)
Share:

Tiga Indikator Ekonomi Indonesia Catatkan Tren Positif di Awal Triwulan IV 2026

Tiga Indikator Ekonomi Indonesia Catatkan Tren Positif di Awal Triwulan IV 2026. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Perekonomian Indonesia mengawali Triwulan IV-2026 dengan catatan yang menggembirakan. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, perekonomian nasional terbukti tetap resilien. Hal ini tercermin dari tiga indikator penting yang dirilis awal Oktober 2026: inflasi yang terkendali, neraca perdagangan yang terus surplus, serta kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa inflasi September 2026 tercatat 3,28% (yoy), masih dalam sasaran nasional 2,5±1%. Inflasi inti melandai menjadi 2,84% (yoy), sedangkan inflasi Administered Prices (AP) turun menjadi 3,25% (yoy), antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dan dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang relatif terbatas.

“Komponen Volatile Food masih menjadi perhatian dengan inflasi 5,03% (yoy), dipengaruhi dinamika permintaan serta penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem, El Nino, dan bencana alam. Pemerintah terus memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk menjaga pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga, khususnya menjelang akhir tahun,” ujar Juru Bicara Haryo.

Untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan, Pemerintah memperkuat penyaluran PKH Tahap III, Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan pada Oktober–Desember 2026, serta percepatan SPHP beras medium melalui Perum Bulog. Upaya tersebut dilengkapi Gerakan Pangan Murah (GPM), optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), kerja sama antardaerah, serta penguatan produksi melalui pengelolaan air dan jaringan irigasi, pengaturan pola tanam, pemanfaatan lahan produktif, pemetaan wilayah rawan, dan Early Warning System.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus kumulatif USD7,25 miliar sepanjang Januari–Agustus 2026. Kinerja ekspor Januari–Agustus 2026 antara lain ditopang besi dan baja sebesar USD19,18 miliar atau tumbuh 4,88%, CPO dan turunannya USD17,75 miliar atau tumbuh 6,57%, serta batu bara USD16,58 miliar atau tumbuh 4,31%. Ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62%, mencerminkan kontribusi hilirisasi terhadap kinerja ekspor.

Dari sisi impor, bahan baku atau penolong dan barang modal mendominasi dengan masing-masing USD133,38 miliar dan USD36,74 miliar atau secara total mencapai 91,3% dari impor. Peningkatan impor mesin atau peralatan mekanis 15,26% dan mesin/perlengkapan elektrik 22,94% menunjukkan meningkatnya kebutuhan input produksi dan barang modal sejalan dengan aktivitas produksi dan investasi domestik.

Selain itu, penguatan aktivitas manufaktur tercermin dari PMI Manufaktur September 2026 yang meningkat menjadi 52,4 dari 49,8 pada Agustus dan kembali berada di zona ekspansi. Perbaikan tersebut didukung peningkatan pesanan baru dan produksi, pertumbuhan pesanan ekspor, masuknya proyek baru, serta membaiknya daya beli.

Selanjutnya pada September 2026, pesanan baru tumbuh pada laju tercepat sejak Februari 2026, sementara pesanan ekspor mencatat pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022. Di samping itu, penyerapan tenaga kerja, pembelian, dan persediaan input kembali meningkat. Di sisi biaya, inflasi harga input dan output melambat ke level terendah dalam enam bulan, sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan ke depan tetap tinggi.

“Ke depan, kebijakan Pemerintah akan tetap diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong investasi dan produksi, serta meningkatkan daya saing industri nasional. Dengan fondasi stabilitas yang terjaga dan aktivitas ekonomi yang kembali menguat, kita ingin memastikan momentum ini berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” pungkas Juru Bicara Haryo. (Evi)
Share:

OJK Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Dengan Penyediaan Informasi Komprehensif

OJK Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Dengan Penyediaan Informasi Komprehensif. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan data dan informasi yang semakin komprehensif, akurat, dan mudah diakses guna mendukung pengambilan keputusan dan pengembangan pembiayaan UMKM yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam peluncuran Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa, mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional sebagai penggerak aktivitas ekonomi daerah, pencipta lapangan kerja, serta salah satu pilar pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Dian, akses pembiayaan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kapasitas produksi, mendorong transformasi usaha, serta membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar. Namun, pengembangan UMKM juga membutuhkan penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola usaha, akses pasar, digitalisasi, serta dukungan regulasi yang kondusif.

“Memperluas pembiayaan UMKM bukanlah tujuan akhir. Tujuan yang sesungguhnya adalah menciptakan UMKM yang lebih produktif, lebih berdaya saing, lebih tangguh menghadapi perubahan, serta mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional," kata Dian.

Dian menjelaskan bahwa pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan terus menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM mencapai Rp1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen secara tahunan.

Sektor perbankan masih menjadi sumber utama dengan pangsa 82,62 persen, sementara sektor perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) mencatat pertumbuhan pembiayaan UMKM sebesar 9,92 persen dengan pangsa 17,3 persen.

Perkembangan tersebut menunjukkan semakin beragamnya sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan UMKM sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan tahapan perkembangan usahanya. Diversifikasi sumber pembiayaan juga memberikan ruang bagi industri jasa keuangan untuk memperluas dukungan kepada UMKM secara lebih tepat sasaran.

Perkuat Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Sejalan dengan penguatan ekosistem pembiayaan UMKM, OJK terus meningkatkan ketersediaan data dan informasi yang komprehensif, akurat, dan mudah diakses. Data tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan pembiayaan UMKM, termasuk pertumbuhan, kualitas pembiayaan, karakteristik sektor ekonomi, wilayah, serta kontribusi masing-masing sektor jasa keuangan.

“Kebijakan yang baik harus dibangun di atas data yang baik. Karena itu, diperlukan basis informasi yang mampu menggambarkan perkembangan pembiayaan UMKM secara lebih utuh, baik dari aspek pertumbuhan, kualitas pembiayaan, karakteristik sektoral, maupun peran masing-masing sektor jasa keuangan," ujar Dian.

Untuk memperkuat pemanfaatan data tersebut, OJK menyusun dan menerbitkan Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM secara semesteran. Laporan ini menjadi bagian dari komitmen OJK untuk meningkatkan transparansi informasi sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data.

Laporan tersebut menyajikan data pembiayaan UMKM secara lebih terstruktur dan granular dari berbagai sektor jasa keuangan berdasarkan segmentasi UMKM, sektor ekonomi, dan wilayah. OJK juga melengkapinya dengan publikasi semesteran, infografis bulanan, serta akses data yang lebih rinci melalui Portal Data OJK (data.ojk.go.id).

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik mengapresiasi langkah OJK dalam menyediakan referensi pembiayaan UMKM yang lebih mutakhir dan mudah dipahami. Menurutnya, ketersediaan data yang berkualitas dapat memperkuat pemahaman mengenai kondisi UMKM sekaligus mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Kami berharap publikasi ini dapat memperkaya referensi dan literasi mengenai UMKM serta memperluas kolaborasi dan kemitraan untuk mendorong semakin banyak UMKM yang maju," ujar Riza.

OJK berharap Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM dapat dimanfaatkan secara luas oleh regulator, kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai referensi dalam memahami perkembangan pembiayaan UMKM serta menyusun kebijakan, strategi bisnis, dan program pengembangan UMKM yang semakin tepat sasaran.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan tersebut diarahkan tidak hanya pada peningkatan nominal pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan efektivitas pembiayaan sehingga UMKM semakin produktif, berdaya saing, dan tangguh menghadapi perubahan serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I Tahun 2026 selengkapnya dapat diunduh melalui situs resmi OJK pada tautan berikut: https://ojk.go.id/id/Pages/Laporan-Perkembangan-Kinerja-Pembiayaan-UMKM.aspx. (Remondies)
Share:

Dari PLTS hingga CCS, Pertamina Perkuat Transisi Energi Nasional

Dari PLTS hingga CCS, Pertamina Perkuat Transisi Energi Nasional. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa transisi energi perlu berjalan dengan menjaga keandalan pasokan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat, sekaligus membangun sistem energi rendah karbon secara paralel. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyampaikan hal tersebut dalam Panel Session 1 bertajuk “Powering Growth: Energy Security in the Low-Carbon Era” pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

“Reliability and decarbonization are a sequence, not a trade-off,” ujar Agung.

Agung menjelaskan, keandalan pasokan menjadi fondasi dalam menjalankan transisi energi. Pertamina menjaga ketersediaan dan keterjangkauan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hari ini, sembari mengembangkan teknologi, infrastruktur, dan sumber energi rendah karbon untuk menopang kebutuhan masa depan.

Salah satu penerapannya adalah pengembangan PLTS Pulau Sembur di Kota Batam, Kepulauan Riau yang sebelumnya mengandalkan listrik dari diesel. PLTS berkapasitas 1 megawatt peak (MWp), dilengkapi sistem penyimpanan baterai berkapasitas 1 megawatt hour (MWh), ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi lebih dari 200 rumah tangga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Listrik dari PLTS tersebut juga mendukung fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan mesin pembuat es (ice maker) untuk menjaga kualitas serta meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan. Integrasi penyediaan listrik dengan kebutuhan usaha masyarakat memperluas manfaat energi terbarukan bagi kegiatan produktif dan penghidupan warga.

PLTS Pulau Sembur menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah kepulauan dengan kebutuhan serupa. Pengembangan ini memperlihatkan bagaimana energi bersih dapat memperluas akses listrik sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Di sektor bahan bakar nabati, Pertamina terus mendorong pemanfaatan biodiesel melalui pengembangan B50 serta bioetanol berbasis tebu untuk campuran bensin. Pemanfaatan sumber daya domestik tersebut mendukung diversifikasi energi, mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Pertamina juga mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS) melalui kerja sama dengan Jepang, Korea, dan negara ASEAN lainnya. Pengembangan CCS menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi untuk mendukung penurunan emisi.

Sejalan dengan upaya tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong investasi pada sektor strategis, termasuk energi, melalui penyederhanaan perizinan dan berbagai fasilitas investasi.

Rosan juga menyoroti pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy di sejumlah wilayah sebagai peluang investasi yang mendukung agenda keberlanjutan Indonesia.

Sementara itu VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan, peran Pertamina dalam implementasi kebijakan pemerintah ke dalam program korporasi ditandai dengan menjalankan strategi dual growth.

Yakni stratagi pertama memperkuat bisnis migas untuk menjaga ketahanan dan keterjangkauan energi, dan strategi kedua memperbesar bisnis rendah karbon dan energi terbarukan menuju target NZE 2060. Diharapkan dua strategi yang saling melengkapi ini dapat menopang ketahanan energi nasional.

"Pengembangan energi terbarukan, bahan bakar nabati, dan CCS menjadi bagian dari langkah perusahaan membangun sistem energi rendah karbon sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional,"pungkas Baron. (Budi)
Share:

Merawat Kualitas hingga Nilai, KPK Bekali 110 Peserta P4N Lemhannas Karakter Integritas

Merawat Kualitas hingga Nilai, KPK Bekali 110 Peserta P4N Lemhannas Karakter Integritas. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Kualitas kepemimpinan nasional turut menentukan kualitas layanan publik yang diterima masyarakat. Pada posisi strategis ini, pemimpin tidak sekadar dituntut berkapasitas teknis, namun mampu membaca risiko integritas, mengambil keputusan tepat, hingga menjaga prinsip menggunakan wewenang.

Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi (ACLC) menyelenggarakan ‘Pelatihan Penguatan Integritas dan Antikorupsi’ bagi peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (7/10).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak 6 – 7 Oktober ini, diikuti sedikitnya 110 peserta yang terbagi dalam 11 kelompok dari unsur TNI, Polri, pejabat tinggi, akademisi, hingga sektor swasta yang berperan strategis dalam kepemimpinan nasional.

Guna memperkuat pemahaman antikorupsi melalui pengalaman langsung, peserta turut mengikuti studi visitasi ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) KPK di Cawang, Jakarta Timur.

Direktur ACLC KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, menyampaikan studi visitasi menjadi sarana peserta memahami pentingnya membangun perilaku antikorupsi sebagai bagian dari kepemimpinan. Pemahaman ini diharapkan membantu mereka mengenali potensi risiko integritas dan mencegahnya sejak mengambil keputusan, terutama saat menjalankan peran strategis di institusi masing-masing.

“Kepemimpinan yang berintegritas merupakan fondasi, agar kebijakan dan keputusan tidak hanya memenuhi kepentingan organisasi, namun bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Yonathan.

Lebih jauh, urgensi tersebut semakin besar di tengah tantangan pemberantasan korupsi yang tercermin dari hasil Corruption Perceptions Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2025. Hasil menunjukkan Indonesia berada pada skor 34 dari 100 dan berada pada peringkat 109 dari 180 negara secara global.

Capaian CPI tersebut, lanjutnya, menunjukkan persepsi korupsi di sektor publik masih menjadi tantangan serius. Karena itu, diperlukan upaya kolektif memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan integritas pejabat publik, serta melaksanakan agenda antikorupsi secara konsisten dan berkelanjutan.

Strategi Multidimensi Berantas Korupsi

Selain itu, Yonathan menyoroti penurunan indeks transformasi Bertelsmann Stiftung, yang dapat menjadi indikasi tantangan dalam kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan. Kondisi tersebut memperkuat pentingnya membenahi sistem pencegahan korupsi, termasuk mengelola konflik kepentingan agar keputusan pejabat dan institusi tetap berorientasi kepentingan publik.

“Untuk itu, perlu strategi multidimensi melalui transformasi kelembagaan, menyederhanakan birokrasi, menerapkan sistem kepatuhan yang kuat, serta harmonikan regulasi guna menutup celah risiko korupsi,” jelas Yonathan.

Menurutnya, kebutuhan tersebut sejalan dengan agenda transformasi nasional yang mencakup transformasi sosial dan ekonomi, tata kelola pemerintahan, penegakan supremasi hukum, stabilitas nasional, serta penguatan kepemimpinan Indonesia. Transformasi juga mencakup ketahanan sosial, budaya, dan ekologi, pembangunan wilayah, sarana dan prasarana, serta kesinambungan pembangunan nasional.

Dengan demikian, transformasi nasional tidak hanya memperkuat sektor strategis seperti pangan, energi, dan industri, namun mencakup transformasi digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika regional dan global. Dalam kerangka astagatra, penguatan kepemimpinan yang berintegritas menjadi salah satu fondasi agar seluruh agenda pembangunan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Senada, Kepala Pusat Perencanaan Strategis Pemberantasan Korupsi (Pusrenstra PK) KPK, Muhamad Suryanto, memaparkan beberapa rancangan strategis organisasi KPK dalam memberantas korupsi. Terutama mengenai setiap unit kerja KPK agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan terukur, sebagai bagian penting memastikan visi, misi, dan sasaran strategis KPK dalam Rencana Strategis (Renstra) KPK 2025–2029.

“Prinsip tersebut perlu diperkuat melalui tiga pilar pendidikan antikorupsi, yaitu integrasi nilai antikorupsi dalam kurikulum, pembangunan ekosistem bersih, serta penguatan jejaring dan partisipasi masyarakat,” jelas Suryanto.

Karena itu, menanamkan integritas sejak dini dinilai penting guna membentuk generasi yang mampu menjaga keberlanjutan pembangunan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Perspektif tersebut tidak semata menargetkan perubahan kebijakan atau kelembagaan, melainkan mendorong perubahan antargenerasi melalui terbentuknya masyarakat yang menjadikan integritas dan antikorupsi sebagai bagian dari nilai kehidupan.

Dalam konteks penguatan pemberantasan korupsi di tingkat global, KPK pada 2026 turut memulai Implementation Review Cycle II pada United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Proses ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia guna mengidentifikasi dan menutup kesenjangan kebijakan, memperkuat kerangka hukum, serta meningkatkan transparansi dan efektivitas upaya pemberantasan korupsi di berbagai sektor pemerintahan.

Suryanto menambahkan, proses review UNCAC perlu dimanfaatkan sebagai instrumen guna menghasilkan perbaikan nyata, bukan sekadar memenuhi komitmen internasional. Penguatan koordinasi, reformasi hukum, transparansi, dan kerja sama lintas negara diharapkan mampu mempersempit celah korupsi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, melindungi keuangan negara, serta memperkuat mekanisme pengembalian aset hasil korupsi.

“Karena itu, integritas perlu dibangun sebagai fondasi mengenali risiko, menentukan pilihan, dan mengambil keputusan yang tidak hanya sesuai ketentuan hukum, namun berlandaskan etika dan akuntabilitas,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Operasional Pendidikan (Ditopsdik) Lemhannas RI, Rudy Wahjudiono, turut menjelaskan pendidikan di Lemhannas merupakan ruang strategis membentuk calon pemimpin nasional yang mampu berpikir antisipatif, adaptif terhadap perubahan, serta membaca dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi kepentingan Indonesia.

“Peserta dibekali kemampuan analisis strategis guna merumuskan kebijakan yang tidak hanya merespons persoalan aktual, melainkan mampu mengantisipasi risiko dan memanfaatkan peluang,” kata Rudy.

Ia menambahkan, penguatan wawasan peserta tidak terbatas pada sektor strategis seperti pangan, energi, dan industri. Namun, mencakup transformasi digital, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan posisi Indonesia dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis regional dan global.

Usai pendidikan, para peserta diharapkan kembali ke instansi masing-masing sebagai kader pimpinan tingkat nasional. Bekal kepemimpinan strategis tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah bagi organisasi, mendorong perubahan yang diperlukan, serta memperkuat tata kelola pemerintahan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan strategis.

Sebagai informasi, 110 peserta P4N Angkatan 70 Lemhannas RI terdiri dari 54 peserta TNI, 31 peserta Polri, 10 peserta kementerian, 4 peserta lembaga negara, 8 peserta lembaga pemerintah non kementerian, 1 orang dari pemerintah daerah, 1 orang dari lembaga pendidikan, serta 1 orang dari organisasi masyarakat. (Ros)
Share:

Cetak Pemimpin Berintegritas, KPK Bersama Lemhannas Gelar Workshop Penguatan Integritas dan Antikorupsi

Cetak Pemimpin Berintegritas, KPK Bersama Lemhannas Gelar Workshop Penguatan Integritas dan Antikorupsi. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI memperkuat integritas dan nilai-nilai antikorupsi bagi calon pemimpin nasional melalui Pelatihan Penguatan Integritas dan Antikorupsi bagi Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Trigatra Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (6/10).

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk “Membangun Integritas melalui Lemhannas” dan menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kesadaran diri sebagai fondasi utama kepemimpinan yang berintegritas dan antikorupsi. Ia memaparkan integritas tak hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi sebagai proses pembentukan kesadaran yang utuh dalam diri seorang pemimpin.

“Meluruskan niat pengabdian, meluruhkan ego dengan zero resistance, membumikan aksi dengan merangkul bawahan tanpa sekat,” ujarnya kepada 110 peserta pelatihan yang berasal dari unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga pemerintah non kementerian, sivitas akademika, hingga organisasi masyarakat.

Nilai-nilai yang dikembangkan Lemhannas, seperti autentik dalam pengabdian, nirpamrih, adaptif, serta setia pada kebenaran, dipandang Fitroh menjadi landasan penting dalam membangun karakter pemimpin yang mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa secara beretika dan bertanggung jawab.

Menurutnya ada empat tingkatan kesadaran manusia dalam membangun integritas. “Integritas berkembang melalui beberapa tingkat kesadaran, pertama Awam, Waras, Tulus dan Puncak kesadaran adalah level Abdullah, sosok pemimpin yang memandang jabatan dan kewenangan sebagai amanah pengabdian,” pungkasnyanya.

Sementara itu Gubernur Lemhanas RI, TB Ace Hasan Syadzily, saat membuka pelatihan mengingatkan peserta bahwa sebagai calon pemimpin nasional mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan kepemimpinan yang berintegritas dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas.

“Bapak dan Ibu memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin nasional untuk menunjukkan kepemimpinan yang berintegritas. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali pentingnya menjaga integritas sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa,” tegasnya.

Ace Hasan menilai penguatan integritas menjadi semakin penting mengingat tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia yang masih besar. Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, pendidikan integritas dan antikorupsi menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon pemimpin yang mampu menjawab tantangan bangsa.

Secara umum, pelatihan bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi serta mengelola risiko korupsi, khususnya terkait konflik kepentingan, gratifikasi, dan penerapan prinsip Business Judgement Rule (BJR). Melalui pendekatan pendidikan antikorupsi, peserta juga didorong untuk menyusun langkah mitigasi korupsi dan menjadi teladan integritas di instansi masing-masing.

Kegiatan diawali dengan pembelajaran mengenai integritas kepemimpinan yang membahas berbagai aspek pemberantasan korupsi, mulai dari strategi pemberantasan korupsi, jenis-jenis tindak pidana korupsi, dampak dan biaya sosial korupsi, hingga pengendalian gratifikasi, konflik kepentingan, dan penerapan Business Judgment Rule (BJR). Materi tersebut kemudian diperdalam melalui analisis dan diskusi kelompok berbasis studi kasus.

Pada sesi berikutnya, peserta mempresentasikan hasil diskusi dan saling memberikan tanggapan antarkelompok. Pembahasan kemudian diperkaya melalui penguatan dari moderator dan narasumber. Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai praktik pemberantasan korupsi, peserta juga mengikuti studi visitasi ke Gedung Merah Putih KPK dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) KPK.

Sebagai tindak lanjut pembelajaran, peserta diwajibkan menyusun esai terkait isu strategis antikorupsi serta Rencana Aksi Antikorupsi (Renaksi) berbasis metode SMART. KPK akan melakukan pemantauan terhadap implementasi rencana aksi tersebut dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan setelah pelatihan sebagai bentuk penguatan komitmen integritas para peserta.

Melalui kegiatan ini, KPK berharap nilai-nilai integritas dan antikorupsi tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat menjadi bagian dari sikap dan praktik kepemimpinan peserta. Dengan demikian, para calon pemimpin nasional diharapkan mampu menjalankan perannya secara berintegritas, memberikan keteladanan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. (Ros)
Share:

Dampingi Menko PMK, Bupati Bogor Rudy Susmanto Dukung Maksimalisasi Sektor Pendidikan

Dampingi Menko PMK, Bupati Bogor Rudy Susmanto Dukung Maksimalisasi Sektor Pendidikan. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor, Rudy Susmanto mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sugiono dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti ke sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan program presiden Prabowo Subianto dalam melakukan revitalisasi dan digitalisasi sekolah di Indonesia berjalan dengan baik.

"Fokusnya di sini adalah revitalisasi dan digitalisasi. Digitalisasi tadi saya sudah kunjungi juga SD, kemudian ini yang SMA. Bisa melihat yang sudah jadi, sudah selesai, dan sejauh ini saya kira semuanya sesuai dengan rencana dan kebutuhan, sejauh ini sesuai," kata dia, Rabu 7 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, kunjungan kerja pertama sebagai Menko PMK ke Kabupaten Bogor itu tidak hanya memastikan program presiden Prabowo Subianto berjalan dengan baik, tapi juga untuk melihat kekuranga kebutuhan sekolah.

"Dan semuanya perlu proses, semuanya perlu waktu. Tapi saya kira sudah ada inventarisir masalah apa yang harus diperbaiki. Tadi juga saya mendapatkan masukan dari kepala sekolah bahwa papan interaktif digital yang dibagikan oleh Presiden merupakan suatu sarana belajar yang sangat bermanfaat," papar dia.

"Itu juga meningkatkan antusiasme murid dan siswa untuk belajar. Dan sama harapannya semuanya dapat masing-masing satu kelas, tapi ya perlu waktu untuk itu. Kita akan usahakan," lanjutnya.

Sementara, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengaku akan memaksimalkan program-program Presiden Prabowo Subianto dalam memaksimalkan dunia pendidikan.

"Kita maksimalkan apa yang dibutuhkan oleh sekolah-sekolah, kami sangat mendukung program bapak presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan Sumberdaya manusia," kata dia.

Rudy Susmanto menjelaskan, Kabupaten Bogor sudah memberikan porsi anggaran cukup besar dalam melakukan revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana sekolah di Kabupaten Bogor.

"Tentunya, ini tidak bisa langsung semua. Kabupaten Bogor sangat luas dan sekolah pun sangat banyak, kita melakukan intervensi kepada sekolah-sekolah yang memang benar-benar membutuhkan fasilitas penunjang," kata dia.

Rudy menegaskan, Pemkab Bogor berkomitmen untuk mendukung program pengembangan Sumberdaya manusia, salah satunya memberikan beasiswa bagi warga Kabupaten Bogor.

"Kita ada program satu sarjana satu desa, ada ribuan warga Kabupaten Bogor yang mendapat manfaat dari program tersebut melalui Bantuan Keuangan desa," tutupnya. (Budi)
Share:

Bupati Bogor Bersama Menko PMK Tinjau Rencana Pelaksanaan Revitalisasi SMAN 2 Cibinong, Untuk Tingkatkan Kenyamanan Belajar

Bupati Bogor Bersama Menko PMK Tinjau Rencana Pelaksanaan Revitalisasi SMAN 2 Cibinong, Untuk Tingkatkan Kenyamanan Belajar. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meninjau langsung kondisi pendidikan di SMAN 2 Cibinong, Rabu (7/10/2026). 

Kunjungan ini sekaligus melihat pelaksanaan pembelajaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta rencana revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh lingkungan tempat siswa belajar. Ruang kelas yang layak, nyaman dan aman menjadi bagian penting dalam membangun suasana belajar yang dapat meningkatkan konsentrasi dan semangat siswa.

“Anak-anak kita harus belajar di tempat yang nyaman. Ketika ruang kelasnya baik dan lingkungan sekolahnya mendukung, mereka bisa lebih fokus, lebih semangat belajar, dan tentu kita berharap prestasinya juga semakin meningkat,” ujar Rudy.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meninjau pelaksanaan MBG di lingkungan SMAN 2 Cibinong. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari bangku sekolah.

Pendidikan dan kesehatan anak harus berjalan bersama. Anak-anak tidak hanya membutuhkan ruang belajar yang baik, tetapi juga asupan gizi yang baik agar mereka bisa tumbuh, berkembang dan belajar secara optimal.

Ia menegaskan, rencana revitalisasi sekolah merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Kabupaten Bogor yang berkualitas. Karena itu, proses revitalisasi diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak langsung bagi kenyamanan serta kualitas kegiatan belajar mengajar.

"Pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Kita ingin menghadirkan sekolah yang semakin baik, lingkungan belajar yang semakin nyaman, sehingga anak-anak kita bisa tumbuh dengan semangat, berprestasi dan siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, sekaligus memastikan setiap anak di Kabupaten Bogor mendapatkan lingkungan belajar yang layak untuk mengembangkan potensi mereka. (Budi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING