Sekda Kabupaten Bogor Ingatkan ASN Tingkatkan Profesionalisme dan Orientasi Pelayanan

Sekda Kabupaten Bogor Ingatkan ASN Tingkatkan Profesionalisme dan Orientasi Pelayanan. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan profesionalisme, kecepatan dalam bekerja, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ajat saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa keberadaan ASN harus memberikan dampak nyata melalui pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ajat meminta para aparatur, khususnya pejabat dan jajaran yang memiliki tanggung jawab membantu pimpinan, untuk bekerja secara profesional serta meningkatkan kompetensi.

“Bapak-Ibu harus profesional. Kita semua harus profesional sesuai dengan bidang masing-masing, sehingga dapat membantu pimpinan dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dinamika organisasi. Menurutnya, penyegaran dalam organisasi diperlukan agar tidak terjadi ketergantungan terhadap individu tertentu dan setiap aparatur mampu menjalankan tugas secara mandiri serta profesional.

Lebih lanjut, Ajat mengajak ASN untuk mengubah pola pikir dalam bekerja.

Menurutnya, aparatur tidak boleh hanya berorientasi pada rutinitas atau sekadar menjalankan perintah, tetapi harus memiliki kesadaran bahwa setiap pekerjaan merupakan bentuk pengabdian kepada negara.

“Kita harus senang dengan apa yang kita kerjakan. Yang harus kita pikirkan adalah apa hasil yang diterima masyarakat dari pekerjaan kita,” katanya.

Ajat juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan komunikasi dalam pemerintahan. Teknologi, menurutnya, tidak hanya digunakan untuk menampilkan aktivitas di media sosial, tetapi harus dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan, pelaporan, serta menyampaikan capaian pemerintah kepada masyarakat.

“Kalau kita tidak menceritakan apa yang kita lakukan, masyarakat tidak akan tahu. Karena itu, perubahan dan hasil kerja pemerintah harus dikomunikasikan dengan baik,” jelasnya.

Ia menilai komunikasi publik menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap berbagai program dan perubahan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor. 

Setiap perangkat daerah diharapkan mampu menyampaikan capaian dan inovasinya secara tepat.

Selain perubahan dalam komunikasi, Ajat juga mendorong ASN untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan pemerintahan. 

Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga harus diikuti perubahan pola pikir, budaya kerja, dan kualitas pelayanan aparatur.

“Kalau perubahan fisiknya berubah, cara berpikir dan cara kerja kita juga harus berubah. Kita harus terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Ajat mengajak seluruh ASN untuk memperkuat semangat pengabdian, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta menjadikan pelayanan masyarakat sebagai tujuan utama dalam menjalankan tugas.

“Kalau kita sudah mengabdikan diri kepada negara sebagai aparatur sipil negara, maka kita wakafkan waktu dan pikiran kita untuk negara. Terutama dalam menghadapi perubahan. Layani masyarakat,” pungkasnya. (Bogor)
Share:

Sejarah Baru, Bupati Bogor Rehab 6.500 RTLH dalam Setahun

Sejarah Baru, Bupati Bogor Rehab 6.500 RTLH dalam Setahun. (Dok. Istimewa)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat penanganan 6.500 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Bogor dalam upaya mempercepat penanganan RTLH.

Program tersebut menjadi penguatan atas komitmen Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam menghadirkan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, Pemkab Bogor selama ini telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk merenovasi sekitar 2.750 unit RTLH setiap tahun.

Program tersebut mulai berjalan sejak 2025 dan akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut Rudy, dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PKP yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan RTLH yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Bogor.

"Alhamdulillah, ikhtiar menghadirkan rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus kami lakukan sebagai salah satu program prioritas. Dukungan dari Pemerintah Pusat menjadi penguat agar upaya ini dapat berjalan lebih cepat dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor," ujar Rudy.

Ia menegaskan, pelaksanaan program perbaikan RTLH akan dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan mengacu pada data yang akurat agar bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal warga, Rudy menyebut program tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang luas.

Pembangunan dan renovasi rumah akan menyerap tenaga kerja lokal sekaligus menggerakkan sektor usaha bahan bangunan, seperti toko material, industri semen, pasir, cat, hingga berbagai kebutuhan konstruksi lainnya.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Pusat, Rudy optimistis percepatan penyediaan rumah layak huni dapat segera terwujud sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

"Mohon doa dan dukungannya agar ikhtiar ini berjalan lancar serta membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor," tutup Rudy.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membuka peluang menambah alokasi bantuan bedah rumah di Kabupaten Bogor untuk mempercepat penanganan sekitar 746 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepastian penambahan bantuan akan diputuskan setelah pemerintah menyelesaikan evaluasi terhadap kesiapan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjalankan program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Maruarar usai menerima kunjungan Bupati Bogor Rudy Susmanto di Jakarta, Jumat 24 Juli 2026 malam.

Menurutnya, Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, sekitar 5,76 juta jiwa, membutuhkan perhatian khusus dalam penyediaan hunian yang layak.

"Tadi backlog yang tidak punya, yang RTLH di Bogor ada 746 ribu, masih besar sekali," ujar Maruarar.

Berdasarkan hasil evaluasi sementara, Kabupaten Bogor masih menghadapi persoalan sekitar 746 ribu RTLH.

Karena itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan memperkuat kolaborasi untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni secara berkelanjutan.

Maruarar mengungkapkan alokasi bantuan bedah rumah untuk Kabupaten Bogor mengalami peningkatan signifikan.

Jika pada tahun lalu hanya mencapai 1.346 unit, pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sedikitnya 6.396 unit.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat pengurangan RTLH sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan sehat.

Ia menegaskan, pemerintah masih membuka peluang untuk menambah kuota bantuan apabila hasil evaluasi menunjukkan Kabupaten Bogor siap melaksanakan program secara tepat sasaran, cepat, dan berkualitas.

"Nanti kita pelajari kesiapannya. Kalau memang siap, kita masih ada alokasi. Minggu depan kita kasih kepastiannya," kata Maruarar yang akrab disapa Ara. (Ilham)
Share:

Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku

Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku. (Dok. Divisi Humas Polri)

Papua, WaraWiri.net - Tim Gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan berat menggunakan senjata tajam terhadap seorang warga bernama Adit (40) di kawasan Jalan Sosial, Kompleks Kali Bonto, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (20/8/2026) malam.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai media pada Sabtu (22/8), mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 19.15 WIT saat wilayah sekitar Kali Bonto mengalami pemadaman listrik. Korban mengalami luka robek pada bagian leher dan telah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.

“Pelaku setelah kejadian langsung melarikan diri. Setelah menerima informasi, tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan langkah-langkah penyidikan. Diantaranya mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang memungkinkan yang masih ada di TKP,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026.

Berdasarkan keterangan awal, salah seorang saksi yang berada di lantai atas mendengar korban berteriak meminta pertolongan. Saksi kemudian turun ke lantai bawah dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak di atas meja makan.

Korban sempat menyampaikan kepada saksi bahwa pelaku melarikan diri ke arah gereja. Saksi kemudian meminta bantuan warga lainnya untuk mengevakuasi korban ke RSUD Dekai guna mendapatkan penanganan medis.

Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa petugas saat ini telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berasal dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yalenang pimpinan Kombi Yemberengge. Namun, dugaan tersebut masih didalami untuk memastikan identitas dan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab.

Dari hasil penanganan medis, korban hingga Jumat (21/8/2026) malam diketahui dalam kondisi sadar dan berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan di RSUD Dekai.

“Kondisi korban alhamdulillah sadar dan lukanya sudah ditangani dengan baik. Dan saat ini masih dalam perawatan medis di rumah sakit,” tambahnya.

Selanjutnya, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo terus melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan informasi yang diperoleh untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian serta menemukan keberadaan pelaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku.

“Personel telah merespons kejadian dan melakukan langkah-langkah penyelidikan. Kami terus mengumpulkan informasi serta keterangan saksi untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” kata Kaops Damai Cartenz-2026.

Penanganan perkara dilakukan secara terukur dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Aparat juga terus berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan untuk memastikan setiap informasi yang diperoleh dapat ditindaklanjuti dalam proses pengungkapan kasus.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang mengetahui ciri-ciri maupun keberadaan pelaku diharapkan segera menyampaikannya kepada aparat melalui saluran yang tersedia.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan penanganan terhadap korban tetap menjadi perhatian, sementara penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Putra)
Share:

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Penegakan Hukum Dilakukan di 9 Polda

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Penegakan Hukum Dilakukan di 9 Polda. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Polri memperkuat upaya pencegahan, penanganan, dan penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau panjang dan fenomena El Nino. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan mitigasi sejak tahap prabencana, kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, hingga penindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman dan penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.

“Yang kita harapkan dengan teman-teman media, khususnya kita bisa memberikan awareness, pengetahuan, kesadaran kepada masyarakat tentang pendekatan membangun kesadaran dan tindakan untuk melindungi lingkungan,” ujar Trunoyudo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, Polri bersama berbagai pemangku kepentingan telah melakukan langkah antisipasi berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 28 Juli 2026 terkait fenomena El Nino, cuaca ekstrem, serta ancaman karhutla.

Polri memperkuat mitigasi melalui pembaruan pemetaan wilayah rawan karhutla, verifikasi hotspot di lapangan, penguatan early warning system, serta patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah dan masyarakat. Ratusan apel kesiapsiagaan dan kegiatan sosialisasi pencegahan juga telah dilakukan di berbagai wilayah.

Trunoyudo menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar maupun pembakaran sampah.

“Yang kami sampaikan ini bukan sekadar hanya mitigasi karhutla dan penegakan hukum persoalan lingkungan saja, tapi juga awareness terhadap keselamatan masyarakat dan tentunya adalah perlindungan terhadap lingkungan sebagai suatu keberlanjutan dan kesejahteraan bagi kehidupan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Karo Binops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis mengatakan, Polri telah melakukan persiapan menghadapi potensi karhutla sejak jauh sebelum memasuki puncak musim kemarau. Persiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta kesiapan personel hingga tingkat kewilayahan.

“Polri juga sudah melakukan kegiatan-kegiatan persiapan di seluruh wilayah. Jadi seluruh Satker, seluruh Polda sampai dengan jajaran Polres itu sudah melakukan persiapan,” ujar Auliansyah.

Menurut Auliansyah, kesiapan tersebut meliputi apel personel, pengecekan sarana prasarana, patroli darat dan udara menggunakan helikopter maupun drone, sosialisasi larangan membakar, pemetaan titik rawan, serta pembangunan infrastruktur pembasahan seperti embung, sekat kanal dan sumur bor.

Dalam respons terhadap titik panas, Polri menerapkan mekanisme deteksi dini melalui satelit maupun laporan masyarakat yang kemudian diverifikasi langsung di lapangan. Apabila ditemukan titik api, personel bersama stakeholder terkait segera melakukan pemadaman dan pendinginan sebelum dilanjutkan dengan proses penyelidikan apabila ditemukan dugaan tindak pidana.

“Respons ancaman titik api, Polri menerapkan SOP respons cepat dengan target satu sampai dua jam sejak satelit mendeteksi hotspot,” jelas Auliansyah.

Ia menambahkan, Polri juga menyiapkan kekuatan personel dan berbagai sarana pendukung untuk menangani karhutla, termasuk pompa air portabel, kendaraan taktis sarana karhutla, drone fire suppression, serta helikopter yang dapat digunakan untuk water bombing.

Dari sisi penegakan hukum, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menyampaikan bahwa sejak 1 Januari hingga 21 Agustus 2026, jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Aceh, dan Kalimantan Utara.

Dari penanganan tersebut, Polri telah menetapkan 72 tersangka perorangan dengan total luas lahan terbakar dalam perkara yang ditangani mencapai 1.006,67 hektare.

Irhamni menjelaskan, sebagian besar perkara yang ditangani bermula dari pemantauan hotspot yang kemudian diverifikasi oleh petugas di lapangan. Apabila ditemukan titik api atau lahan terbakar, petugas terlebih dahulu melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan keselamatan personel. Setelah kondisi dinyatakan aman, penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan alat bukti untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

Menurutnya, modus yang ditemukan dalam sejumlah perkara tersebut didominasi pembukaan lahan dengan cara sengaja membakar. Cara tersebut dipilih karena dinilai lebih murah dan ekonomis dibandingkan menggunakan metode pembukaan lahan lainnya.

“Sebagian besar modus operandi yang digunakan oleh para tersangka adalah membuka lahan dengan cara sengaja membakar agar biaya operasional kegiatan berkebun menjadi murah atau ekonomis,” ujar Irhamni.

Dalam praktiknya, lahan yang sebelumnya telah ditebang kemudian dibakar untuk membersihkan sisa vegetasi. Selain lebih murah, pembakaran juga dianggap memberikan keuntungan bagi pelaku karena abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai unsur yang menyuburkan tanah sebelum lahan digunakan untuk kegiatan perkebunan.

Irhamni menegaskan, alasan ekonomi tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan pembakaran, terlebih dalam kondisi kemarau panjang dan El Nino yang membuat api lebih mudah meluas serta sulit dikendalikan.

“Alasan apa pun, alasan ekonomi, mudah, dan sebagainya, itu tetap tolong jangan dilakukan pembakaran di saat-saat seperti ini,” tegasnya.

Dalam proses penyidikan, Polri juga telah menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan adanya aktivitas pembakaran secara sengaja. Barang bukti tersebut antara lain 35 korek api, sejumlah botol dan jerigen berisi bahan bakar, 21 parang, dua kapak, cangkul, dua unit chainsaw, sampel tanah terbakar, bibit sawit, hingga batang kayu bekas terbakar.

Irhamni menegaskan bahwa pengakuan tersangka bukan menjadi satu-satunya dasar dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Penyidik tetap mengedepankan alat bukti yang diperoleh melalui olah TKP, keterangan saksi, petunjuk, barang bukti, serta penelusuran transaksi keuangan.

“Pengakuan tidak menjadi utama yang mutlak, tetapi alat bukti-alat bukti yang harus kami cari,” jelasnya.

Karena itu, Bareskrim Polri tidak hanya mendalami pelaku yang berada di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menyuruh, mendanai, atau memperoleh keuntungan dari aktivitas pembakaran tersebut. Penyidik akan mendalami aliran transaksi keuangan untuk mengetahui apakah pembakaran dilakukan atas kepentingan pribadi atau terdapat keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya korporasi.

“Ini tidak berhenti di sini. Tidak berhenti pada aktor lapangannya, tetapi kepentingan dari kegiatan pembakaran itu untuk apa, untuk siapa, itu pasti akan kami kejar sampai tuntas,” tegas Irhamni.

Ia mengatakan, sebagian besar tersangka yang telah ditetapkan sejauh ini merupakan individu yang mengaku melakukan pembakaran untuk kepentingan membuka lahan sendiri. Namun, penyidik tetap akan mengembangkan perkara berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan untuk memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat.

“Baik korporasi ataupun individu akan kami lakukan pengejaran dan lakukan penegakan hukum secara tegas,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara, Polri menerapkan mekanisme bertahap, mulai dari monitoring hotspot, verifikasi lapangan, pemadaman dan pendinginan, penyelidikan, hingga peningkatan status perkara ke tahap penyidikan apabila ditemukan peristiwa pidana. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan saksi, penyitaan barang bukti dan penetapan tersangka.

Terhadap para pelaku, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan pidana, antara lain Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Perkebunan, Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Irhamni menegaskan bahwa penegakan hukum merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran berulang selama periode kemarau.

“Polri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” kata Irhamni.

Ia memastikan proses penegakan hukum akan terus dikembangkan secara profesional berdasarkan alat bukti. Polri tidak hanya akan mengejar pelaku pembakaran di lapangan, tetapi juga pihak yang menyuruh melakukan maupun pihak yang memperoleh keuntungan dari kejahatan tersebut.

“Kami akan terus mengejar semua pelaku atau orang yang menyuruh melakukan dan semua pihak yang memperoleh keuntungan atas kejahatan pembakaran hutan dan lahan tersebut,” tegasnya. (Putra)
Share:

TNI Kerahkan Tiga Batalyon Teritorial Pembangunan Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar

TNI Kerahkan Tiga Batalyon Teritorial Pembangunan Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar. (Dok. Puspen TNI)

Pontianak, WaraWiri.net - TNI mengerahkan tiga satuan dalam rangka BKO kepada Kodam XII/Tanjungpura untuk mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026).

Tiga satuan yang dikerahkan yakni Yonif TP 538/V/Brawijaya, Yonif TP 542/V/Brawijaya, dan Yonif TP 839/III/Siliwangi. Ketiga satuan tersebut merupakan Batalyon Teritorial Pembangunan yang diperbantukan untuk memperkuat kekuatan TNI dalam penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

Pergeseran pasukan dilaksanakan melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU dari Lanud Abdurrahman Saleh Malang dan pesawat Boeing dari Lanud Muljono, Surabaya dan sudah tiba di Lanud Supadio Pontianak. Kehadiran Prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan tersebut untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mendukung pelaksanaan penanganan Karhutla di wilayah terdampak.

Pengerahan tiga batalyon tersebut merupakan bentuk komitmen TNI dalam memperkuat upaya penanganan Karhutla secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi, sekaligus mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. (Deni)
Share:

Antisipasi Dampak Karhutla, Kemenkes Kerahkan Nakes dan Logistik ke 7 Provinsi

Antisipasi Dampak Karhutla, Kemenkes Kerahkan Nakes dan Logistik ke 7 Provinsi. (Dok. Kemenkes)

Jakarta, WaraWiri.net - Lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda tujuh provinsi di Indonesia. 

Merespons krisis kualitas udara yang memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik kesehatan ke wilayah terdampak.

Berdasarkan data Kemenkes per (21/8), tujuh provinsi yang terdampak karhutla meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Enam diantaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana seiring kemarau panjang yang berlangsung sejak awal 2026.

Lonjakan kasus ISPA dilaporkan terjadi secara signifikan di sejumlah wilayah. Di Kalimantan Tengah, kasus ISPA melonjak dari 402 kasus menjadi 716 kasus dalam waktu 1 minggu (78,1%). Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat lebih dari 151 ribu kasus sejak Januari 2026, dengan lonjakan tertinggi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. Tren serupa, yang juga disertai kasus asma dan iritasi, turut dilaporkan di Riau dan Kalimantan Selatan. Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap ini.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa Kemenkes telah mengambil langkah cepat dalam menangani dampak kesehatan akibat bencana asap ini.
"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," terang Agus di Jakarta (21/8).

Selain pengerahan SDM kesehatan, Agus menjelaskan bahwa Kemenkes juga secara masif mendistribusikan perlengkapan medis dan obat-obatan. Ia merinci, secara keseluruhan logistik yang telah disalurkan meliputi 278.940 buah masker, 56 unit Oxygen Concentrator (OC), 40 buah face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, 8 set Alat Pelindung Diri (APD), 33 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.

Di titik-titik rawan seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya, pemerintah telah mendirikan pos kesehatan dan ruang oksigen. Selain itu, program "Oase Udara" juga dijalankan di fasilitas kesehatan Kalimantan Barat untuk memastikan ketersediaan oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas.

Puncak musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga September 2026. Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat di zona merah karhutla untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, memakai masker ketika di luar ruangan, rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memperbanyak konsumsi air putih, dan segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernapasan. (Muh)
Share:

Menteri Rini Serukan untuk Satukan Langkah, Perkuat Kolaborasi untuk Masyarakat

Menteri PANRB Rini Widyantini saat mengikuti kegiatan Fun Walk Kementerian PANRB Tahun 2026, di Jakarta. (Dok. Kemen PAN-RB)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengajak seluruh jajaran Kementerian PANRB untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas. Meski bekerja pada unit yang berbeda, seluruh pegawai memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kebijakan dan pelayanan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Rini dalam kegiatan Fun Walk yang menjadi penghujung rangkaian PANRB Fest 2026, di Jakarta, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus 67 tahun Kementerian PANRB.

“Dengan kebersamaan pada pagi hari ini, mari kita sama-sama kurangi sekat, perkuat kolaborasi, dan saling mendukung untuk bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Menteri Rini.

Menurutnya, momentum kemerdekaan dan perjalanan 67 tahun Kementerian PANRB menjadi pengingat bahwa setiap langkah organisasi merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang semakin berdampak bagi masyarakat.

Menteri Rini juga mengibaratkan semangat kebersamaan itu seperti perjalanan dalam Fun Walk. Setiap orang dapat melangkah dengan ritme yang berbeda, namun tetap bergerak menuju tujuan yang sama.

“Fun Walk ini mencerminkan bahwa meskipun kita berjalan dengan langkah yang berbeda-beda, tetapi kita bergerak menuju satu tujuan yang sama. Meskipun kita bekerja di dalam unit yang berbeda, kita adalah satu keluarga besar yang mempunyai tujuan yang sama,” ungkapnya.

Kebersamaan dan kolaborasi dinilai semakin penting di tengah tantangan birokrasi yang terus berkembang. Harapan masyarakat semakin tinggi, perkembangan teknologi bergerak semakin cepat, dan birokrasi dituntut untuk semakin efektif.

Menteri Rini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan kerja keras bagi Kementerian PANRB. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam menghasilkan kebijakan yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

"Harapannya, semangat kebersamaan yang dibangun selama rangkaian PANRB Fest 2026 terus dibawa dalam pelaksanaan tugas untuk memperkuat kerja bersama dan menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat", pungkas Menteri Rini. (Junaedi)
Share:

Menko PMK Resmikan Ruang Kelas Baru SMP Negeri 1 Padangan, Tegaskan Komitmen Kualitas Pendidikan dan Pembangunan Manusia

Menko PMK Resmikan Ruang Kelas Baru SMP Negeri 1 Padangan, Tegaskan Komitmen Kualitas Pendidikan dan Pembangunan Manusia. (Dok. Kemenko PMK)

Bojonegoro, WaraWiri.net - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meresmikan pembangunan sejumlah ruang kelas baru di SMP Negeri 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Sabtu (22/8/2026).

Pembangunan ruang kelas baru tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komitmen pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan mutu dan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah.

"Kami meresmikan pembangunan ruang-ruang kelas di SMP Negeri 1 Padangan. Ini merupakan program prmbangunan infrastruktur sekolah yang dimulai tahun 2024,” ujar Menko PMK.

Menko PMK menjelaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah. Langkah ini sejalan dengan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda, yang menempatkan pembangunan manusia secara utuh melalui sektor pendidikan sebagai fondasi yang sangat esensial.

“Intinya adalah membangun manusia, memajukan kebudayaan. Bukan hanya mencetak manusia yang cerdas, tetapi manusia yang utuh. Sehat fisik, sehat mental, sehat spiritual, dan sehat sosial,” tegasnya.

Selain aspek kognitif, Pratikno menekankan bahwa pendidikan yang baik perlu didukung fasilitas yang memadai, termasuk fasilitas olahraga dan kesenian. Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian guru terhadap kondisi mental dan perubahan perilaku siswa, serta menjaga komunikasi dengan orang tua untuk memastikan anak mendapatkan pendampingan yang baik.

Selain pembenahan fisik bangunan dan sarana olahraga, Menko PMK turut mendorong pemanfaatan teknologi mutakhir di ruang kelas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya akselerasi kualitas pendidikan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih interaktif.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Chandra Rudi Parulian Situmorang, merinci bahwa intervensi pembangunan infrastruktur di SMP Negeri 1 Padangan mencakup sebanyak 30 ruang kelas yang kini sudah sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan mengajar.

Selain di SMP Negeri 1 Padangan, Chandra menambahkan bahwa pembangunan ruang kelas baru juga turut direalisasikan di dua instansi pendidikan lainnya di wilayah Bojonegoro, yakni SMK Negeri Ngambon dan SMA Negeri 2 Bojonegoro.

Turut hadir dalam agenda peresmian tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait lainnya. (Budi)
Share:

Menteri Rachmat Pambudy Tinjau Penerapan Pertanian Berbasis Data dan AI untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Menteri Rachmat Pambudy Tinjau Penerapan Pertanian Berbasis Data dan AI untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional. (Dok. Bappenas)

Klaten, WaraWiri.net - Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengawali kunjungan kerja ke Jawa Tengah dengan meninjau penerapan riset dan teknologi pertanian berbasis data di Research Center (RC) Yayasan Edu Farmers International (Edufarmers), Kabupaten Klaten, Sabtu (22/8). Kunjungan ini menegaskan pentingnya inovasi terapan dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi inovasi berbasis data yang langsung diimplementasikan di lapangan ini. “Dan terus terang dengan ada contoh-contohnya seperti ini, model-model seperti ini, maka ada harapan baru bagi pertanian kita. Ada harapan baru buat petani kita dan ada harapan baru untuk membangun swasembada pangan, energi, dan air,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menyaksikan ekosistem solusi pertanian presisi yang mengintegrasikan pengujian fisik tanah hingga analisis berbasis kecerdasan buatan (AI). Pendekatan pertanian berbasis teknologi digital turut ditampilkan, seperti Soil Test Kit, yaitu alat uji tanah portabel yang telah diuji di lebih dari 200 demplot untuk mengukur pH, hara NPK, C-organik, dan salinitas tanah secara cepat. Alat ini dipadukan dengan Pak Dayat AI, asisten pertanian berbasis WhatsApp yang memberikan rekomendasi pemupukan secara praktis.

“Diagnosa dan rekomendasi dari aplikasi ini menjadi perhatian di banyak mitra pembangunan yang sebenarnya siap berkolaborasi memajukan semua inisiatif lokal, termasuk juga Edufarmers untuk bisa mendorong pertanian lebih regeneratif. Satu aspek yang lain adalah bahwa Pak Dayat ini bisa juga diperkaya dengan rencana kami. Nanti juga akan melengkapi gerakan nasional untuk kesehatan tanah, kita punya peta kesehatan tanah dan nantinya iklimnya juga bisa disesuaikan,” urai Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo.

Selain inovasi digital, Menteri Rachmat Pambudy juga menyaksikan langsung praktik pertanian ramah lingkungan, seperti teknik irigasi berselang Alternate Wetting and Drying (AWD) yang dinilai efektif menghemat air dan menekan emisi gas rumah kaca, serta pengelolaan sisa panen tanpa pembakaran (no-burning rice farming).

Seluruh inovasi tersebut adalah hasil dari tim riset di Edufarmers yang telah menjalankan lebih dari 100 siklus riset pada komoditas padi, jagung, cabai, dan bawang merah sejak 2022. Langkah ini mendukung peran Edufarm sebagai mitra pelaksana yang menghubungkan kebijakan makro pemerintah dengan kebutuhan aktual di tingkat tapak.

Ekosistem teknologi ini pun telah digunakan oleh petani lokal. Perwakilan Pelopor Tani Aris menyampaikan bahwa kombinasi alat uji tanah dan panduan digital mempermudah pengolahan lahan harian.

“Jadi ini adalah model yang bagus bagaimana kita meningkatkan produksi secara holistik. Tanahnya diperhatikan, iklimnya dilihat, kemampuan petaninya diamati, sampai nantinya akan ada ekosistem bagaimana membangun setiap komoditas,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.

Turut hadir Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS), dan mitra pembangunan global seperti Google.org, FAO, dan World Bank. Kunjungan ini pun mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan lembaga donor global untuk memperluas cakupan teknologi pertanian berbasis bukti (evidence-based solution) demi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang tangguh. (Siti)
Share:

Menko Airlangga Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Berkolaborasi dan Optimistis Dorong Pertumbuhan yang Lebih Tinggi dan Inklusif

Menko Airlangga Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Berkolaborasi dan Optimistis Dorong Pertumbuhan yang Lebih Tinggi dan Inklusif. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Tangerang, WaraWiri.net - Pemerintah terus memperkuat fundamental perekonomian nasional untuk menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika geopolitik, perang dagang, serta tekanan pada energi dan logistik, kolaborasi antara Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi semakin penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

“Semester I ini kita tumbuh 5,45%, dan ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir, termasuk di antara negara G20. Jadi menjelang sampai akhir tahun Bapak Presiden meminta kita mendorong supaya mendekati 6% di akhir tahun. Dan tentu ini bisa menjadi tantangan dan juga harus kerja keras,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech pada acara SUAR Forum 2026 di Kabupaten Tangerang, Jumat (21/8).

Menurut Menko Airlangga, tantangan global saat ini masih cukup besar, antara lain akibat konflik geopolitik, dinamika di Selat Hormuz, serta perang dagang yang berdampak terhadap perdagangan dan investasi. Meski demikian, kondisi fiskal Indonesia tetap solid. Pendapatan negara tumbuh 21,3% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara belanja tumbuh 18,2% dan defisit anggaran tetap terjaga pada 0,91% terhadap PDB.

Untuk tahun 2027, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, dengan inflasi 2,5%, suku bunga SBN 10 tahun 6,9%, dan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS. Pendapatan negara direncanakan sebesar Rp3.426 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun, dengan pembiayaan Rp671,2 triliun serta defisit sekitar 2,4% terhadap PDB. Sasaran kesejahteraan diarahkan melalui tingkat pengangguran terbuka 4,30–4,87%, kemiskinan 6,0–6,5%, dan rasio gini 0,362–0,367.

Menko Airlangga juga menegaskan bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan dari 5,45% menuju 6%, diperlukan tambahan pertumbuhan yang bersumber dari sejumlah sektor. Investasi perlu tumbuh lebih cepat daripada PDB dan diarahkan pada proyek-proyek bernilai tambah tinggi dengan memanfaatkan rantai nilai di dalam negeri. Selain itu, peningkatan produktivitas sumber daya manusia serta penguatan ekspor bernilai tambah yang ditopang efisiensi logistik juga menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah terus memperkuat 6 mesin pertumbuhan baru, antara lain hilirisasi dan upstreaming yang telah mencatat 26 proyek groundbreaking; swasembada energi melalui implementasi B50 sejak 1 Juli 2026; ekosistem bulion dan bank emas yang mengelola sekitar 179 ton emas senilai Rp360 triliun; tata kelola devisa hasil ekspor sumber daya alam melalui Danantara Sumberdaya Indonesia; digitalisasi, semikonduktor, dan artificial intelligence (AI); serta pengembangan KEK dan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan baru.

Dari sisi penguatan sumber daya manusia dan akses pembiayaan, Pemerintah terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan. Pemerintah mendorong program magang bagi 150 ribu lulusan dan vokasional yang ditargetkan mencapai 250 ribu, serta terus memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk pembiayaan bagi pelaku usaha, Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha perempuan melalui penurunan bunga PNM dari 18% menjadi 8% untuk pembiayaan Rp0 hingga Rp15 juta melalui PNM Mekaar.

Lebih lanjut, Pemerintah juga terus memperluas akses pasar melalui diplomasi ekonomi. Saat ini Indonesia telah memiliki 25 perjanjian dagang yang telah diratifikasi, sementara 13 perjanjian masih dalam proses perundingan. Di sisi lain, proses aksesi OECD terus berjalan, dengan Indonesia telah menyampaikan laporan untuk 20 dari 24 bab dan mencatat progres sekitar 75%. Menko Airlangga menekankan bahwa berbagai agenda tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam kerangka Indonesia Incorporated.

“Kita harus bekerja bersama-sama, sehingga dengan bekerja bersama-sama ini apa yang kita capai betul-betul bisa dinikmati oleh seluruh stakeholders. Jadi dengan fundamental ekonomi yang kuat kebijakan fiskal yang prudent, kebersamaan antara Pemerintah dan dunia usaha, kami ingin mendorong bahwa ke depan kita bisa menjaga ketahanan perekonomian dan juga mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif. Karena kalau kita memang ingin negara kita ini maju dan sejahtera, kita harus tumbuh lebih tinggi,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir pada kesempatan tersebut antara lain yakni Managing Director Sinarmas Saleh Husin, Menteri Luar Negeri Periode 2014–2024 Retno Marsudi, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Yahya Setiaatmadja, Founder dan Editor in Chief SUAR.id Sutta Dharmasaputra, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta para pimpinan dunia usaha, investor, dan akademisi. (Fathi)
Share:

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok. (Dok. Kemenpar)

NTB, WaraWiri.net - Menteri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (22/8/2026) malam.

Menteri Pariwisata bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran telah memberikan dampak besar terhadap masyarakat, dengan ratusan rumah dilaporkan terdampak dan jumlah kerusakan masih dalam proses pendataan oleh pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kampung Adat Sade yang terdampak. Yang paling penting saat ini adalah memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Kementerian Pariwisata sejak awal kejadian telah mengambil langkah koordinatif dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan situasi dan mengidentifikasi dukungan yang dapat segera diberikan kepada masyarakat.

Menteri Widiyanti juga telah menginstruksikan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk turun dan terlibat dalam penanganan di lapangan.

Poltekpar Lombok telah diminta untuk bersiap membuka dapur umum guna mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak, serta menyiapkan bentuk bantuan lain sesuai kebutuhan di lapangan.

“Saya sudah meminta Poltekpar Lombok untuk bergerak dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk menyiapkan dapur umum. Pelaksanaannya akan dilakukan secara terkoordinasi dan saat ini kami menunggu arahan Forkopimda Kabupaten Lombok Tengah agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan penanganan yang sudah berjalan,” ujar Menpar Widiyanti.

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, serta berbagai unsur lainnya telah melakukan evakuasi, pemadaman, penyediaan tempat sementara bagi warga terdampak, hingga pembersihan material pascakebakaran. Pemerintah Provinsi NTB juga telah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga, termasuk sandang, pangan, rasa aman, dan keberlangsungan pendidikan anak-anak menjadi prioritas dalam masa tanggap darurat.

Sade Bukan Sekadar Destinasi

Menpar Widiyanti menegaskan bahwa perhatian Kementerian Pariwisata terhadap Sade tidak semata-mata karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok.

Kampung Adat Sade merupakan ruang hidup masyarakat Sasak yang mempertahankan tradisi, arsitektur, kerajinan, serta tata kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan tersebut sekaligus menjadikan Sade sebagai salah satu ikon wisata budaya Nusa Tenggara Barat dan Indonesia.

“Sade bukan sekadar destinasi wisata. Sade adalah rumah masyarakat, ruang hidup budaya Sasak, sekaligus bagian penting dari kekayaan pariwisata Indonesia. Karena itu, duka masyarakat Sade juga menjadi duka kita bersama,” ujar Menpar.

Setelah tahap penanganan darurat, Kementerian Pariwisata siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait dalam proses pemulihan sektor pariwisata Kampung Adat Sade. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, beserta masyarakat adat Desa Sade akan memastikan Desa Adat Sade direkonstruksi dan dibangun secepatnya, usai dilanda kebakaran hebat.

Menurut Menpar Widiyanti, proses pemulihan nantinya harus menempatkan masyarakat Sade sebagai bagian utama sekaligus tetap memperhatikan nilai budaya, kearifan lokal, dan autentisitas arsitektur tradisional Sasak yang selama ini menjadi identitas kawasan tersebut.

“Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak,” kata Menpar Widiyanti.

Kementerian Pariwisata akan terus berkoordinasi dan memantau perkembangan penanganan di Kampung Adat Sade serta menyesuaikan bentuk dukungan berdasarkan kebutuhan dan arahan pemerintah daerah di lapangan. (Alfi)
Share:

Bromo Kembali Dibuka, Menpar: Pariwisata Pulih, Kelestarian Harus Dijaga Bersama

Gunung Bromo Kembali dibuka, Menpar Widiyanti Imbau Jaga Kelestarian Alam. (Dok. Kemenpar)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, setelah penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk kunjungan wisata sejak Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi kawasan pascakebakaran oleh Balai Besar TNBTS.

“Kami menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Ini menjadi kabar baik bagi wisatawan, sekaligus bagi masyarakat dan seluruh pelaku usaha pariwisata yang aktivitas ekonominya bergantung pada ekosistem pariwisata Bromo,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Pembukaan kembali kawasan dilakukan setelah operasi terpadu penanganan kebakaran berlangsung selama 13 hari serta dilanjutkan dengan proses pendinginan, penyisiran, dan pemantauan untuk memastikan keamanan kawasan.

Menpar Widiyanti menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, relawan, masyarakat, dan seluruh unsur yang telah bekerja bersama dalam menangani kebakaran hingga kawasan dapat kembali dibuka.

Menurut Menpar, pembukaan kembali Bromo memiliki arti penting bagi pemulihan aktivitas pariwisata dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

“Pariwisata mempunyai mata rantai ekonomi yang panjang. Ketika sebuah destinasi harus ditutup karena kondisi darurat, dampaknya juga dirasakan oleh pemandu wisata, pengemudi jip, pengelola homestay dan hotel, rumah makan, pedagang, hingga UMKM. Karena itu, kita berharap dibukanya kembali Bromo juga mempercepat pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Menpar Widiyanti.

Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pariwisata untuk mendukung pemulihan aktivitas kepariwisataan serta memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi destinasi.

Menikmati Bromo Berarti Ikut Menjaga Bromo

Menpar Widiyanti mengingatkan bahwa dibukanya kembali kawasan bukan berarti kewaspadaan dapat dikurangi, terutama karena Indonesia masih menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan danlahan masih perlu diantisipasi.

Wisatawan diminta mematuhi seluruh ketentuan dan arahan petugas di lapangan, menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran seperti membuat perapian atau membuang puntung rokok dan benda lain yang dapat menjadi sumber api.

“Bromo sudah kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo. Jangan sampai kelalaian kita justru merusak alam yang menjadi alasan jutaan orang datang dan mengagumi kawasan ini,” kata Menpar.

Kuota kunjungan ke kawasan Bromo tetap ditetapkan sebanyak 2.752 wisatawan per hari. Wisatawan juga diimbau melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi dan selalu memperhatikan informasi terbaru yang dikeluarkan Balai Besar TNBTS.

Menpar menegaskan, Gunung Bromo bukan hanya salah satu ikon pariwisata Indonesia, tetapi juga bentang alam penting serta ruang hidup masyarakat Tengger yang nilai budaya dan lingkungannya harus terus dijaga.

“Pemulihan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan. Kita ingin aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat kembali bergerak, namun alamnya juga harus tetap terlindungi. Inilah semangat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang terus kita dorong,” ujar Menpar Widiyanti.

Kementerian Pariwisata mengajak wisatawan, masyarakat, dan seluruh pelaku industri pariwisata untuk bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, serta kelestarian kawasan Bromo agar destinasi tersebut tetap menjadi kebanggaan Indonesia dan dapat dinikmati generasi mendatang. (Alfi)
Share:

Ombudsman RI Dorong Transparansi dan Penguatan Pengawasan dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

Ombudsman RI Dorong Transparansi dan Penguatan Pengawasan dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri. (Dok. Ombudsman RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Lembaga Negara Pengawas Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Ombudsman RI menaruh perhatian serius terhadap tata kelola penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi negeri, termasuk melalui seleksi jalur mandiri.

Menanggapi dugaan tindak pidana korupsi dalam proses seleksi jalur mandiri yang tengah ditangani aparat penegak hukum di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ombudsman RI menilai peristiwa tersebut menjadi alarm keras atas belum optimalnya transparansi standar pelayanan publik serta pengawasan atau monitoring dan evaluasi, baik di internal kampus maupun dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ombudsman RI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya pembuktian materiil kepada aparat penegak hukum. Kendati demikian, peristiwa ini perlu dijadikan momentum penting bagi seluruh perguruan tinggi untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai prinsip pelayanan publik yang transparan, profesional, dan akuntabel.

Sebagai institusi pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI memandang bahwa proses penerimaan mahasiswa baru merupakan bentuk layanan esensial yang wajib memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan calon mahasiswa.

Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher, menegaskan bahwa jalur mandiri memang ranah kewenangan internal perguruan tinggi dalam melakukan seleksi calon mahasiswanya. Namun, kewenangan tersebut harus diimbangi dengan standar layanan yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat harus mengetahui sejak awal berbagai komponen pelayanan, mulai dari persyaratan, jangka waktu seleksi, rincian biaya resmi dibebankan, alur proses seleksi, pengumuman hasil seleksi, hingga kemana mereka bisa melaporkan jika mendapati kejanggalan," ujar Nuzran Sabtu (22/8/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, Ombudsman RI mendukung penuh langkah yang diambil aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang belaku, sembari mengingatkan tata kelola di Unsoed agar memastikan proses belajar mengajar serta layanan akademik bagi mahasiswa tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Lebih lanjut, Ombudsman RI meminta Kemdiktisaintek untuk segera melakukan evaluasi terhadap regulasi, sistem tata kelola, dan standar pelayanan seleksi masuk perguruan tinggi guna menjamin proses seleksi yang objektif, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan. Pimpinan perguruan tinggi juga diimbau untuk senantiasa menjaga standar pelayanan serta mengoptimalkan pengawasan internal secara berkelanjutan.

Kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa dan orang tua, Ombudsman RI turut mengimbau agar senantiasa memantau kanal informasi resmi kampus dan menghindari praktik pemberian imbalan di luar ketentuan. Apabila masyarakat menemukan dugaan maladministrasi, penyimpangan prosedur, atau pungutan liar dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi, dipersilakan untuk menyampaikan pengaduan resmi melalui kanal pengaduan Ombudsman RI baik di Pusat maupun di Kantor Perwakilan Ombudsman RI di seluruh Indonesia. (Ilham)
Share:

Bantuan Kebutuhan Dasar Disalurkan, ESDM Pastikan Respons Bencana Berjalan Sesuai Kebutuhan Lapangan

Bantuan Kebutuhan Dasar Disalurkan, ESDM Pastikan Respons Bencana Berjalan Sesuai Kebutuhan Lapangan. (Dok. Kemen ESDM)

NTT, WaraWiri.net - Di tengah kondisi pascagempa yang masih dirasakan masyarakat di Nusa Tenggara Timur, warga di sejumlah wilayah terdampak mulai menerima dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Tim ESDM Siaga Bencana hadir melalui posko yang menjadi titik pendataan sekaligus penyaluran bantuan bagi masyarakat. Dari lokasi tersebut, kebutuhan warga dihimpun untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat menyesuaikan kondisi lapangan, mulai dari kebutuhan pokok, makanan, kebutuhan ibu dan anak, hingga obat-obatan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi meninjau Posko ESDM Siaga Bencana di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8), sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Untuk mendukung penanganan pascabencana, Kementerian ESDM telah mendirikan tiga Posko ESDM Siaga Bencana, yaitu di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur; Kecamatan Reo/Reok, Kabupaten Manggarai; serta Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Dalam kunjungannya ke Posko Reo, Rudy bersama tim bertemu dengan masyarakat dan melakukan pendataan terhadap kebutuhan yang masih diperlukan. Bantuan yang diterima posko tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat di desa-desa dan dusun terdekat.

Sekretaris Desa Watu Tango, Adrianus, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, bantuan yang datang membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memberikan dukungan moril bagi masyarakat yang masih menghadapi trauma akibat bencana.

"Kami juga sangat berterima kasih sekali bahwa berbagai banyak bantuan yang datang, ini khusus pada hari ini bahwa dari Kementerian ESDM, kami sangat berterima kasih, semoga kita semua diberkati Tuhan, dengan lapang dada dan penuh semangat," lanjut Adrianus.

Bagi Tim ESDM Siaga Bencana, kondisi lapangan menjadi perhatian dalam menentukan pola penyaluran bantuan. Rudy mengatakan bahwa penanganan bencana di NTT memiliki tantangan karena lokasi terdampak tersebar di sejumlah titik dan tidak berada dalam satu kawasan.

"Bencana ini kan parsial, maksudnya tempatnya banyak, kecil-kecil, enggak di satu tempat. Jadi memang harus kita memperhatikan pertama, karena lokasinya jauh-jauh, tempatnya banyak, sehingga yang jauh itu pasti harus lebih sabar daripada yang lainnya," ujar Rudy.

Selain mendistribusikan bantuan awal, Tim ESDM Siaga Bencana juga melakukan pemetaan lokasi terdampak untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh. Pendataan tersebut menjadi dasar tindak lanjut bantuan, termasuk kebutuhan tambahan seperti tenda dan selimut untuk bayi.

Rudy menegaskan bahwa Kementerian ESDM akan terus mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat. Kebutuhan yang ditemukan di lapangan akan terus didata dan ditindaklanjuti, termasuk kebutuhan yang belum dapat dipenuhi melalui bantuan awal.

"Saya segera ke sini menyampaikan kepada masyarakat, masyarakat perlu apa yang bisa kita bantu, akan segera dibantu oleh Bapak Menteri. Ya, kita mendata ke sini, dengan membawa barang-barang yang ada, nanti kekurangan apa Pak Menteri akan membantu," pungkas Rudy.

Dengan dukungan melalui Posko ESDM Siaga Bencana dan pendataan kebutuhan masyarakat di lapangan, Kementerian ESDM terus memastikan bantuan dapat diberikan sesuai kondisi yang dihadapi warga terdampak gempa di NTT. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus menjadi bagian dari proses penanganan bencana yang berkelanjutan. (Burhan)
Share:

Pasca Izin Usaha Dicabut, LPS Segera Proses Pembayaran Simpanan Nasabah BPR Citra Bersada Abadi

Pasca Izin Usaha Dicabut, LPS Segera Proses Pembayaran Simpanan Nasabah BPR Citra Bersada Abadi. (Dok. LPS)

Bekasi, WaraWiri.net - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) segera melaksanakan proses pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah dan likuidasi PT BPR Citra Bersada Abadi sebagai bentuk komitmen LPS dalam memberikan kepastian dan rasa aman kepada nasabah. BPR Citra Bersada Abadi berlokasi di Komplek Pertokoan Pasar Pagi Bintara Blok D/20-21 Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pencabutan izin usaha PT BPR Citra Bersada Abadi dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-62/D.03/2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT BPR Citra Bersada Abadi tanggal 19 Agustus 2026.

Dalam rangka melaksanakan pembayaran klaim penjaminan simpanan, LPS akan terlebih dahulu melakukan rekonsiliasi dan verifikasi terhadap data simpanan nasabah serta informasi lainnya. Proses tersebut dilakukan untuk menetapkan simpanan yang memenuhi syarat untuk dibayar maupun yang tidak layak dibayar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rekonsiliasi dan verifikasi data simpanan akan diselesaikan LPS paling lama 90 hari kerja sejak pencabutan izin usaha bank, yaitu sampai dengan 23 Desember 2026. Selama periode tersebut, pengumuman mengenai simpanan yang layak dibayar akan dilakukan secara bertahap. Adapun pembayaran dana simpanan dilaksanakan dengan menggunakan dana LPS, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Direktur Group Kesekretariatan Lembaga LPS, Damaiyanti Sakti Maharani, mengimbau agar nasabah PT BPR Citra Bersada Abadi tetap tenang dan mengikuti mekanisme yang ditetapkan LPS dalam proses pembayaran klaim penjaminan simpanan.

“LPS hadir untuk memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat yang menyimpan dananya di bank. Kami akan menjalankan proses rekonsiliasi dan verifikasi secara optimal agar pembayaran klaim penjaminan simpanan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Damaiyanti.

Nasabah juga diimbau untuk memastikan simpanannya memenuhi persyaratan penjaminan LPS atau yang dikenal dengan syarat 3T, yaitu Tercatat dalam pembukuan bank; Tingkat bunga simpanan yang diterima nasabah tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS; dan Tidak melakukan tindak pidana yang merugikan bank.

Selanjutnya, seluruh aset dan dokumen milik atau yang dikuasai PT BPR Citra Bersada Abadi berada di bawah penguasaan dan pengawasan LPS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses pelaksanaan penjaminan dan likuidasi bank.

Informasi mengenai status simpanan nasabah akan disampaikan oleh LPS secara bertahap sesuai dengan hasil rekonsiliasi dan verifikasi. Nasabah dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui kanal resmi LPS.

Bagi nasabah debitur PT BPR Citra Bersada Abadi yang ingin melaksanakan kewajiban pembayaran kredit, pembayaran dapat dilakukan melalui Tim Likuidasi di Kantor BPR Citra Bersada Abadi.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan penjaminan simpanan dan likuidasi PT BPR Citra Bersada Abadi, nasabah dapat menghubungi Pusat Layanan Informasi (Puslinfo) LPS di 021-154. (Zikry)
Share:

Panduan Lengkap dan Terbaru: Syarat dan Cara Mendapatkan Remisi Bagi Narapidana

Panduan Lengkap dan Terbaru: Syarat dan Cara Mendapatkan Remisi Bagi Narapidana. (Dok. Ditjenpas)

Jakarta, WaraWiri.net - Mendapatkan pengurangan masa pidana atau remisi merupakan salah satu momen yang paling ditunggu oleh Narapidana maupun keluarga Warga Binaan. Bagi keluarga, remisi memberikan harapan agar anggota keluarga mereka dapat berkumpul kembali lebih cepat. Namun, tidak sedikit masyarakat atau keluarga Warga Binaan yang masih bingung mengenai apa saja syarat, alur pengurusan, serta aturan hukum terbaru mengenai remisi.

Artikel ini menyajikan panduan lengkap dan terbaru mengenai syarat serta cara mendapatkan remisi bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Catatan dari Lapangan

Pertanyaan seperti "Kapan saya dapat remisi?" atau "Kenapa saya belum dapat remisi?" adalah pertanyaan yang sering kami dapatkan ketika melakukan penyuluhan hukum di hadapan Warga Binaan. Kebingungan seperti ini wajar terjadi—syarat remisi memang cukup rinci, dan di antara sesama Warga Binaan sendiri kabar yang beredar tidak selalu akurat, bercampur dengan asumsi dan kabar burung dari mulut ke mulut.

Artikel ini di susun bukan sekadar memenuhi tugas administratif, melainkan menjawab pertanyaan yang berulang kali setiap temui langsung saat penyuluhan, dengan harapan Warga Binaan dan keluarganya dapat memahami proses ini secara utuh, berbasis fakta dan aturan yang berlaku—bukan rumor.

Apa Itu Remisi?

Berdasarkan penjelasan Pasal 10 Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan—undang-undang ini masih berlaku penuh dan belum ada revisi hingga artikel ini ditulis (Agustus 2026)—remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada Narapidana—baik dewasa maupun anak—yang memenuhi syarat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Remisi bukan sekadar keringanan hukuman, melainkan bentuk penghargaan negara atas sikap baik dan partisipasi aktif Narapidana dalam program pembinaan di lembaga pemasyarakatan—dan berlaku tanpa terkecuali bagi setiap Narapidana yang memenuhi syarat, tanpa membedakan jenis tindak pidana yang pernah dilakukannya.

Jenis-Jenis Remisi

Merujuk Pasal 3 dan Pasal 4 Permenkumham No. 3 Tahun 2018, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Permenkumham No. 16 Tahun 2023—rangkaian aturan ini telah diverifikasi masih berlaku dan belum dicabut hingga artikel ini ditulis (Agustus 2026)—ada empat jenis remisi yang bisa diperoleh Narapidana:

• Remisi Umum: Diberikan pada hari peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus).
• Remisi Khusus: Diberikan pada hari raya keagamaan masing-masing Narapidana (Hari Raya Idulfitri, Natal, Nyepi, Waisak, atau Imlek).
• Remisi Tambahan: Diberikan kepada Narapidana yang berbuat jasa kepada negara, melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara/kemanusiaan, atau membantu kegiatan pembinaan di Lapas/Rutan.
• Remisi Kemanusiaan: Jenis remisi yang sering luput diketahui keluarga Warga Binaan. Diberikan atas dasar kepentingan kemanusiaan kepada Narapidana yang dipidana dengan masa pidana paling lama 1 (satu) tahun, berusia di atas 70 tahun, atau menderita sakit berkepanjangan. Penting dicatat: remisi jenis ini dikecualikan bagi Narapidana tindak pidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM berat, dan kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

Syarat-Syarat Mendapatkan Remisi

Untuk mendapatkan remisi, seorang narapidana harus memenuhi syarat substantif maupun administratif sesuai dengan Pasal 5 Permenkumham No. 3 Tahun 2018 (status keberlakuan sama seperti dijelaskan di bagian sebelumnya).

1. Syarat Substantif

• Berkelakuan Baik: Dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan—atau 3 (tiga) bulan bagi anak—terakhir sebelum tanggal pemberian remisi, dan telah mengikuti program pembinaan dengan predikat baik.
• Masa Menjalani Pidana: Telah menjalani masa pidana lebih dari 6 (enam) bulan, atau 3 (tiga) bulan bagi anak.
• Penilaian SPPN: Setiap Narapidana dinilai melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN)—sebagaimana diperkenalkan melalui kebijakan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan—dan wajib mendapatkan nilai penilaian pembinaan yang memenuhi standar minimum.

2. Syarat Administratif

• Petikan Putusan Pengadilan dan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48).
• Surat Keterangan tidak sedang menjalani tindakan disiplin atau dimasukkan dalam register F (buku catatan pelanggaran disiplin).
• Khusus bagi Narapidana tindak pidana terorisme dan korupsi, berlaku syarat tambahan:

A. Terorisme: telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan oleh Lapas dan/atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, serta menyatakan ikrar setia kepada NKRI secara tertulis (bagi WNI) atau pernyataan tidak akan mengulangi tindak pidana terorisme (bagi WNA).
B. Korupsi: telah membayar lunas denda dan/atau uang pengganti sesuai putusan pengadilan.

Cara dan Alur Pengusulan Remisi

Penting untuk dipahami oleh keluarga Warga Binaan bahwa pengurusan remisi dilakukan secara internal oleh pihak Lapas/Rutan, mengikuti petunjuk pelaksanaan internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan Tidak Dipungut Biaya (GRATIS).

Berikut alur pengusulannya:
  1. Penilaian Berkelakuan Baik: Petugas Pemasyarakatan menilai keaktifan dan perilaku Narapidana dalam kegiatan pembinaan (kerohanian, kemandirian, dan kepribadian).
  2. Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP): Tim TPP Lapas/Rutan menggelar sidang untuk menentukan daftar Warga Binaan yang diusulkan mendapat remisi.
  3. Pengusulan Melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP): Pengusulan dilakukan secara online dan terintegrasi melalui SDP.
  4. Verifikasi dan Penerbitan SK: Usulan diverifikasi oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan hingga Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk kemudian diterbitkan Surat Keputusan (SK) Remisi.
Catatan Penting untuk Keluarga Warga Binaan

• Waspada Suap dan Percaloan: Jangan pernah berusaha merayu petugas dengan menawarkan uang atau imbalan "terima kasih" untuk mempercepat atau memuluskan pengurusan remisi. Sebaliknya, waspadai juga pihak di luar institusi—calo atau oknum yang mengaku bisa "mempercepat" remisi dengan bayaran, padahal tidak punya kewenangan apa pun dalam prosesnya. Seluruh proses remisi dilaksanakan sesuai prosedur, transparan, dan gratis.
• Mendukung Pembinaan: Dukungan terbaik dari keluarga adalah memberi motivasi kepada Warga Binaan agar selalu mematuhi aturan di dalam Lapas/Rutan dan aktif mengikuti pembinaan.

Kesimpulan

Remisi merupakan sarana hukum yang dihadirkan negara untuk mendorong perubahan perilaku Narapidana menuju arah yang lebih positif. Dengan memahami syarat dan prosedurnya, keluarga Warga Binaan dapat memantau proses ini dengan tenang dan terhindar dari informasi palsu atau praktik pungli.

Lebih jauh, mengacu pada Standar Registrasi dan Klasifikasi Narapidana dan Tahanan yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan—sebuah pedoman kebijakan internal, bukan produk undang-undang—kebijakan remisi setidaknya memiliki lima tujuan yang layak dipahami keluarga Warga Binaan:
  1. Menjadi motivasi dan pengingat bagi narapidana untuk terus berkelakuan baik, sehingga mempercepat proses reintegrasinya ke masyarakat.
  2. Meredam dampak psikis dari masa pemidanaan serta menekan disparitas pidana akibat perampasan kemerdekaan, sejalan dengan fungsi Pemasyarakatan sebagai bagian integral dari sistem peradilan pidana.
  3. Menekan tingkat frustrasi narapidana secara psikologis, sehingga turut meminimalkan gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas/Rutan—seperti pelarian, perkelahian, atau kerusuhan.
  4. Melalui remisi khusus pada hari besar keagamaan, mendorong kesadaran diri (self-awareness) yang tercermin dari sikap dan perilaku sesuai nilai agama yang dianut.
  5. Membuka jalan bagi Narapidana yang dijatuhi pidana penjara seumur hidup untuk beralih menjadi pidana sementara, memberi harapan dan kesempatan memperbaiki diri melalui proses Pemasyarakatan yang sama seperti narapidana lainnya.
Dengan begitu, remisi bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari filosofi Pemasyarakatan itu sendiri: memulihkan, bukan semata menghukum. (Junaedi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING