Komisi XIII Tekankan Perlindungan Agraria & Percepatan Permen Pembela HAM

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara dalam Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI dengan Menteri HAM terkait optimalisasi kinerja program P5HAM di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara menyoroti pentingnya penguatan posisi Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) agar memiliki pengaruh yang signifikan dalam menangani persoalan HAM. Ia menekankan dua catatan krusial, yakni meminta kementerian memperkuat instrumen perlindungan sengketa agraria masyarakat adat agar kementerian tidak terbatas hanya menjadi memantau atau memproses saja.

Harapannya, kementerian itu dapat menjadi pelindung sejati, serta mendesak agar peraturan menteri (permen) tentang perlindungan bagi pembela HAM jadi prioritas penyelesaian. Dalam catatan pertamanya, Politisi Fraksi Partai Golkar ini menyoroti kasus di Padang Halaban sebagai bukti bahwa pengaruh kementerian di tingkat daerah masih lemah. Meski Kementerian HAM sudah berupaya melakukan intervensi melalui surat penangguhan eksekusi, tindakan tersebut nyatanya tidak diindahkan oleh otoritas setempat.

“Kami apresiasi bahwa sebetulnya Wakil Menteri HAM sudah turun tangan, Kementerian sudah menyurati Polres Labuhanbatu untuk menangguhkan eksekusi lahan di Padang Halaban, untuk melindungi sehingga tidak terjadi pelanggaran HAM. Namun pada kenyataannya, eksekusi PN Rantau Prapat tetap terjadi pada Februari 2026. Nah, di sini menunjukkan bahwa imbauan itu seakan-akan ditepis dengan mudahnya oleh instansi yang ada di daerah,” ungkapnya dalam Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI dengan Menteri HAM terkait optimalisasi kinerja program P5HAM (Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Untuk itu, ia mendorong adanya penguatan posisi tawar Kementerian agar mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat adat yang tengah bersengketa. 

"Kami menyarankan agar Kementerian memperkuat instrumen perlindungan sengketa agraria masyarakat adat agar Kementerian tidak terbatas hanya menjadi memantau atau memproses, tapi betul-betul bisa menjadi pelindung sejati," tegasnya.

Catatan kedua berkaitan dengan adanya kejadian penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, meskipun Kementerian HAM telah menyatakan sikap atau kecaman menurutnya hal itu saja tidak cukup untuk menjamin keamanan para pejuan HAM.

Selain itu, Ia juga menyoroti rendahnya progres penyusunan Peraturan Menteri (Permen) perlindungan pembela HAM yang baru mencapai 10 persen, padahal tingkat ancaman dan kekerasan terhadap aktivis, seperti kasus penyiraman air keras, masih terus terjadi.

“Kami sepakat tidak boleh ada ruang kekerasan di negara demokrasi, namun tentunya pernyataan mengutuk saja tidak cukup, kami menanyakan kapan regulasi permen perlindungan bagi pembela HAM ini akan diselesaikan secara komprehensif?” tuturnya.

Legislator Dapil Jawa Barat IV itu pun mendesak pemerintah agar regulasi tersebut segera diselesaikan dalam waktu singkat guna menghentikan praktik intimidasi dan teror. 

“Kami mendesak agar regulasi tersebut jadi prioritas penyelesaian. Terutama di bulan ini sebagai bentuk perlindungan nyata bagi para pejuang HAM dan intimidasi teror,” pungkasnya. (Subhan)
Share:

Mangihut Sinaga Soroti Dugaan Oknum Satresnarkoba Terlibat Peredaran Narkoba

Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI bersama Kepala BNN dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Gedung DPR, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga menyoroti serius persoalan peredaran narkotika terutama kondisi di daerah pemilihannya, Sumatera Utara, yang sudah berada dalam situasi darurat narkoba. Ia menyebut peredaran narkotika kini tidak lagi mengenal batas usia maupun lingkungan dan menegaskan bahwa kunci utama pemberantasan narkoba bukan hanya pada regulasi, tetapi pada komitmen aparat penegak hukum.

“Sekarang bukan lagi manusia yang mengejar narkoba, tetapi narkoba yang mengejar semua lapisan masyarakat. Anak-anak SD, lansia, bahkan di lingkungan tempat ibadah pun sudah terpapar. Ini sangat mengerikan,” ujar Mangihut dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba yang semakin meresahkan masyarakat. “Di mana-mana, ini bukan cerita bohong lagi, semua para pengedar ini adalah orang dari anggota Satresnarkoba (Satuan Reserse Narkoba),” tegasnya.

Menurutnya, meskipun terdapat kebutuhan untuk menyempurnakan Undang-Undang terkait narkotika dan psikotropika, permasalahan utama justru terletak pada lemahnya komitmen dalam pelaksanaan di lapangan.

“Kalau komitmen aparat tidak kuat, sebaik apapun undang-undang kita ubah, hasilnya akan tetap nol. Undang-undang kita sebenarnya sudah cukup baik, meskipun ada kekurangan,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, Mangihut juga menyoroti peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai garda terdepan dalam pemberantasan narkoba yang dinilai belum optimal. Ia mendorong adanya penguatan kewenangan BNN, termasuk dalam hal penyadapan, agar penanganan kasus dapat lebih efektif dan terintegrasi.

“Ke depan perlu dipikirkan apakah BNN bisa menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki kewenangan penyadapan, sehingga penanganan lebih fokus dan tidak tumpang tindih,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian dan ketegasan aparat dalam menindak pelaku, termasuk jika terdapat oknum dari internal penegak hukum itu sendiri. Oleh karena itu, terangnya, pembahasan RUU Narkotika dan Psikotropika harus mampu menjawab persoalan mendasar, termasuk munculnya jenis narkotika dan modus baru yang belum terakomodasi dalam regulasi saat ini.

“Ini sudah darurat narkoba. Kita harus berani mengambil langkah yang lebih tegas dan sistemik. Kalau tidak, sebaik apapun regulasi yang kita buat, akan sia-sia,” pungkasnya. (Subhan)
Share:

Wamenpora Taufik Dorong Lahirnya Pembalap Nasional Berprestasi di Ajang GT World Challenge Asia 2026

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat harap GT World Challenge Asia 2026 lahirkan pembalap nasional di tingkat dunia. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, tidak hanya menjadi ajang balap mobil berkelas dunia, tetapi juga momentum strategis bagi Indonesia untuk mendorong lahirnya pembalap nasional berprestasi sekaligus memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata. 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, saat konferensi pers penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026.

Lebih dari sekadar ajang balap, GT World Challenge Asia menjadi panggung bagi pembalap Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing di level internasional. Kehadiran event ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah global.

“Selain menjadi ajang bergengsi, kami ingin melihat atlet-atlet balap Indonesia dapat berpartisipasi dan berkembang. Harapannya, akan lahir pembalap-pembalap baru yang mampu mengharumkan nama bangsa di dunia internasional,” ujarnya.

Senada dengan Wamenpora, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyampaikan bahwa ajang GT World Challenge Asia akan menghadirkan pembalap amatir maupun profesional. Salah satu daya tarik tahun ini adalah kehadiran pembalap Indonesia, Sean Gelael, yang akan menjalani debutnya di Sirkuit Mandalika.

“Event GT3 selalu menghadirkan persaingan yang seru. Tahun ini, spesifikasi mobil disesuaikan dengan versi 2026. Total akan ada 23 mobil dan 46 pembalap dari 17 negara. Dari Indonesia akan ada Sean Gelael yang sudah mengonfirmasi keikutsertaannya. Selain itu, kami juga akan mengundang sepuluh pembalap wanita untuk berpartisipasi dalam kejuaraan ini dalam rangka memperingati Hari Kartini,” jelasnya.

Wamenpora Taufik turut menyampaikan apresiasi kepada InJourney, pengelola Sirkuit Mandalika serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan penyelenggaraan ajang internasional tersebut.

“Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya event ini, termasuk media yang turut menyebarluaskan informasi. Saya berharap gaung GT World Challenge Asia 2026 semakin luas serta mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan olahraga dan ekonomi nasional,” pungkasnya. (Dimas)
Share:

Regenerasi Kepemimpinan, Komandan KRI Alugoro-405 dan KRI Nagapasa-403 Diserahterimakan

Regenerasi Kepemimpinan, Komandan KRI Alugoro-405 dan KRI Nagapasa-403 Diserahterimakan. (Dok. Puspen TNI)

Surabaya, WaraWiri.net - Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Moh. Akbar, S.H., M.H., M.M.Sc., memimpin upacara serah terima jabatan Komandan KRI Alugoro-405 dan Komandan KRI Nagapasa-403. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dermaga Kapal Selam Koarmada II Ujung, Surabaya, Senin (6/4).

Dalam upacara tersebut, jabatan Komandan KRI Alugoro-405 yang sebelumnya dijabat oleh Letkol Laut (P) Asrul Arasad, S.H., diserahterimakan kepada Letkol Laut (P) Ardi Pradana, M.Tr.Opsla. Selanjutnya, jabatan Komandan KRI Nagapasa-403 yang sebelumnya dijabat oleh Letkol Laut (P) Ardi Pradana, M.Tr.Opsla., diserahterimakan kepada Letkol Laut (P) Fahmi Chandra Laksana, M.S.E.A.,

Dansatsel Koarmada II Kolonel Laut (P) Moh. Akbar dalam amanatnya menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka pembinaan personel serta kesinambungan kepemimpinan di lingkungan TNI Angkatan Laut, khususnya Satuan Kapal Selam Koarmada II.

Lebih lanjut menurut Dansatsel, regenerasi kepemimpinan diharapkan mampu membawa semangat baru serta meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks. Karenanya diingatkan kepada para prajurit kapal selam untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui pelatihan, penguasaan teknologi, serta menjaga kehormatan sebagai prajurit TNI Angkatan Laut yang mengemban tugas menjaga kedaulatan negara. (Putra)
Share:

Peredaran Gelap Ekstasi di Club Malam di Bali Diungkap, Tiga Tersangka Diamankan

Peredaran Gelap Ekstasi di Club Malam di Bali Diungkap, Tiga Tersangka Diamankan. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar peredaran gelap ekstasi di tempat hiburan malam N CO Living by NIX di Kabupaten Badung, Bali. Peredaran gelap narkoba ini melibatkan manajer hingga staf kelab malam tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan, jajaran Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC mengungkap kasus ini setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan sejak diterimanya laporan dari masyarakat pada 20 Maret 2026.

Total ada tiga orang tersangka yang diamankan di tiga tempat kejadian perkara, jelas Eko, Senin (6/4/2026).

Eko mengatakan, tersangka pertama berinisial BCA, berperan sebagai Kapten N Co Living BY NIX atau penghubung antar pengedar narkoba dengan tamu. Tersangka ditangkap di tempat kejadian perkara (TKP) di Room 303 N CO Living by NIX Kerobokan Kabupaten Badung, Bali.

Kemudian, penyidik menangkap NGR dan SW di kamar 301 N Co Living by NIX. Keduanya berperan sebagai manajer N Co Living by NIX, yang mengetahui dan mengizinkan peredaran narkoba di kelab malam tersebut.

Eko menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat terkait peredaran narkoba di kelab malam tersebut. Lalu, tim gabungan yang dipimpin Kombes Polisi Kevin Leleury melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran narkoba di lokasi tersebut.

Tanggal 30 Maret, tim gabungan melakukan observasi dan mapping wilayah serta mengidentifikasi target yang dicurigai sebagai pengedar narkoba di N CO Living by NIX, ungkapnya.

Penyidik kemudian melakukan penyamaran dan berpura-pura melakukan pembelian ekstasi sebanyak 10 butir melalui seorang ladies companion (LC) di tempat hiburan malam tersebut pada 1 April 2026. Setelah ada pemesanan, LC tersebut memanggil Kapten N CO Living by NIX untuk dilakukan asesmen, lalu datang apoteker yang membawa narkoba ke dalam room.

Pada Kamis (2/4) pukul 01.15 WIB, tim gabung melakukan penindak dan mengamankan apoteker berinisial NGR. Hasil penggeledahan terhadap pelaku NGR ditemukan barang bukti ekstasi 10 butir warna pink bermerk Heineken dan uang tunai Rp10 juta hasil dari penjualan narkoba di kelab tersebut.

“Dari penangkapan NGR, penyidikan melakukan pengembangan dan diperoleh informasi masih terdapat barang bukti narkoba lainnya di room 301. Ditermukan enam butir ekstasi warna pink dengan merk TMT, satu plastik berisi dua butir ekstasi warna pink dan warna hijau merk Heineken, empat plastik klip ketamin, dan empat plastik kosong,” ujarnya. (Isna)
Share:

Tegaskan Tak Ada Jalur Khusus Terkait Rekrutmen Akpol 2026, Polri Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Tegaskan Tak Ada Jalur Khusus Terkait Rekrutmen Akpol 2026, Polri Minta Masyarakat Waspada Penipuan. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses rekrutmen terpadu Polri Tahun Anggaran 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, dalam kegiatan doorstop yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Divisi Humas Polri, Selasa (7/4/2026).

Dalam keterangannya, Kadiv Humas menekankan bahwa proses rekrutmen Polri tetap berpedoman pada prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), sebagaimana arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

“Rekrutmen terpadu Polri tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Artinya seluruh proses dilakukan secara objektif, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Johnny.

Secara khusus, ia menegaskan bahwa penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa adanya kuota khusus.

“Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” tegasnya.

Berdasarkan data, jumlah pendaftar calon Taruna-Taruni Akpol Tahun 2026 mencapai 7.988 orang secara online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya yang saat ini memasuki tahap pemeriksaan administrasi.

Kadiv Humas juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen. Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, maupun melalui Bareskrim Polri dan kepolisian setempat.

“Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah bayaran, jangan ditanggapi. Jika sudah terjadi, segera laporkan. Jika melibatkan anggota Polri, akan diproses oleh Propam. Jika melibatkan masyarakat sipil, akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Johnny menyampaikan bahwa rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pimpinan masa depan, dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun ke depan.

Selain itu, Polri juga terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akpol. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepribadian serta menghilangkan praktik kekerasan, khususnya dalam relasi senior dan junior.

“Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Isna)
Share:

Kemenhub Perkuat Implementasi Zero ODOL 2027 Dengan Penanganan Dari Hulu ke Hilir

Kemenhub Perkuat Implementasi Zero ODOL 2027 Dengan Penanganan Dari Hulu ke Hilir. (Dok. Kemenhub)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan terus memperkuat implementasi kebijakan menuju Zero Over Dimension Over Load (ODOL) 2027. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menegaskan, untuk mewujudkan Zero ODOL 2027, permasalahan angkutan lebih dimensi dan lebih muatan tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan perlu ditangani secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Banyak yang melihat masalah over dimension over load hanya sebagai pelanggaran lalu lintas di jalan, tetapi kita harus melihat ini sebagai persoalan keselamatan yang perlu ditangani dari hulu ke hilir karena ada ekosistem angkutan logistik di dalamnya. Diperlukan komitmen dari seluruh pihak baik dari kementerian dan lembaga, operator angkutan logistik, hingga masyarakat untuk merealisasikan Zero Over Dimension Over Load 2027,” jelas Aan di Jakarta, pada Selasa (7/4).

Ia mengatakan, penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan yang menyeluruh ini didasarkan dari rencana aksi yang telah disusun oleh pemerintah. Ia menyebut saat ini semua stakeholder yang terlibat tengah memproses langkah-langkah untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada dalam ekosistem angkutan logistik, agar masalah truk lebih dimensi dan muatan dapat ditangani secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Sebenarnya kita sudah punya roadmap atau rencana aksi tidak hanya dari sisi pengawasan dan penegakan hukum tapi semua yang terlibat dalam ekosistem ini, mulai dari kesejahteraan para pengemudi sedang disusun oleh kementerian terkait. Masalah regulasi sedang berproses di DPR dan sedang diperbaiki untuk disesuaikan dengan kebutuhan ekosistem angkutan logistik saat ini, seperti pemerintah akan memberikan insentif dan disinsentif bagi pelaku usaha yang mematuhi dan yang melanggar,” ungkap Aan.

Sementara itu di sisi pengawasan, Aan menilai, pemerintah juga perlu terlibat sejak awal untuk melakukan pengawasan yang lebih sistematis hingga nantinya bisa menerapkan penegakan hukum yang lebih konsisten. Menurutnya pengawasan harus dimulai dari titik pemuatan barang, lalu diperkuat dengan deteksi digital di jalan, integrasi data, dan penegakan hukum sehingga semua pihak yang terlibat dalam proses distribusi logistik juga terawasi dan patuh dengan ketentuan yang ada.

“Penanganannya harus menyeluruh dari hulu ke hilir sehingga pendekatannya bukan sekadar menindak tetapi menata ekosistemnya. Dengan roadmap dan sistem yang sedang kami bangun, nantinya tanggung jawab tidak hanya dibebankan ke pengemudi, tapi juga operator atau pemilik barang juga dimintai pertanggungjawaban hukumnya,” kata Aan.

Oleh karena itu, dengan adanya rencana aksi yang menyeluruh serta kolaborasi semua kementerian, lembaga, hingga stakeholder yang terlibat dalam ekosistem angkutan logistik, Aan pun optimistis target Zero Over Dimension Over Load 2027 dapat direalisasikan.

“Komitmen dari seluruh kementerian/lembaga, operator atau pemilik barang, dan seluruh lapisan masyarakat ini penting sebagai titik awal semangat merealisasikan Zero ODOL. Mudah-mudahan dengan roadmap yang kita buat dan komitmen yang sama dari seluruh stakeholder, saya optimis pada 2027 Zero ODOL dapat tercapai,” tutupnya. (Tedy)
Share:

Lapas Perempuan Manokwari Gelar Razia dan Tes Urine bersama APH Sambut HBP Ke-62

Lapas Perempuan Manokwari Gelar Razia dan Tes Urine bersama APH Sambut HBP Ke-62. (Dok. Ditjenpas)

Papua, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Manokwari gelar razia dan tes urine bersama aparat penegak hukum (APH) yang terdiri dari TNI, Polri, dan BNN, Senin (6/4), sebagai bagian dari peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62.

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan sebagai bentuk kesiapan dan sinergi pelaksanaan, kemudian dilanjutkan dengan tes urine kepada Warga Binaan dan petugas sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika. Selanjutnya, dilakukan razia pada blok hunian Warga Binaan guna memastikan tidak adanya barang terlarang, khususnya narkoba, di lingkungan Lapas.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara humanis, profesional, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hasil kegiatan menunjukkan tidak ditemukan narkoba maupun indikasi penyalahgunaan narkotika. Namun, petugas menemukan sejumlah barang terlarang, yakni dua silet, 17 penjepit rambut, 13 peniti, tujuh jarum pentul, dua tusuk gigi, satu botol kaca mini, satu gunting kuku, serta dua bunga besi. Seluruh barang tersebut telah diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan, termasuk pemusnahan.

Kepala Lapas Perempuan Manokwari, Lince Bela, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menjaga lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba serta memastikan seluruh Warga Binaan dan petugas berada dalam lingkungan yang aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Papua Barat, Stanly Taghupia, menekankan pentingnya sinergi dalam upaya pencegahan narkoba.

“Sinergi antara lapas dan aparat penegak hukum sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam deteksi dini serta penguatan komitmen bersama menuju lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sebagai wujud komitmen “Pemasyarakatan Bersih”. (Iqbal)
Share:

Pengukuhan Satops Patnal, Momentum Lapas Perempuan Ambon Tingkatkan Integritas

Pengukuhan Satops Patnal, Momentum Lapas Perempuan Ambon Tingkatkan Integritas. (Dok. Ditjenpas)

Ambon, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon ikuti kegiatan pengukuhan Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) sebagai bagian dari upaya perkuat pengawasan dan tingkatkan integritas jajaran Pemasyarakatan, Selasa (7/4).

Kegiatan pengukuhan berlangsung di lapangan olahraga Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ambon dan diikuti oleh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Maluku. Lapas Perempuan Ambon mengirimkan tiga orang petugas untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, serta dihadiri para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Maluku sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat fungsi pengawasan internal.

Adapun pegawai Lapas Perempuan Ambon yang dikukuhkan sebagai bagian dari Satops Patnal, yakni Erna Selly, Valdian Sahertian, dan Dyah Ayu Wella Dagusta.

Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat integritas dan profesionalisme jajaran petugas Pemasyarakatan.

“Pengukuhan Satops Patnal ini merupakan langkah penting dalam memperkuat integritas dan pengawasan internal. Kami berkomitmen untuk terus menjaga profesionalisme serta menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari pelanggaran,” ujarnya.

Salah satu petugas yang dikukuhkan, Dyah Ayu Wella Dagusta, menyampaikan kesiapan dalam menjalankan tugas yang diemban.

“Pengukuhan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas. Kami siap mendukung penguatan pengawasan internal serta berkomitmen menjaga nama baik institusi melalui kinerja yang profesional dan disiplin,” ungkapnya.

Dengan adanya pengukuhan ini, Lapas Perempuan Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas kepada masyarakat. Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari praktik yang bertentangan dengan aturan. (Iqbal)
Share:

Long Weekend Paskah 2026: KAI Layani 826.198 Pelanggan, Rata-Rata Okupansi Harian Mencapai 113,58%

Long Weekend Paskah 2026: KAI Layani 826.198 Pelanggan, Rata-Rata Okupansi Harian Mencapai 113,58%. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan lonjakan volume penumpang selama periode libur panjang Paskah. Berdasarkan data keberangkatan pada 2 hingga 5 April 2026, KAI melayani total 826.198 pelanggan dengan rata-rata keterisian tempat duduk harian mencapai 113,58%.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebutkan bahwa antusiasme ini mencerminkan tren positif masyarakat yang mengandalkan kereta api untuk menikmati momen libur nasional Wafat Yesus Kristus dan Hari Paskah.

"Masyarakat sangat bersemangat memanfaatkan jeda waktu ini untuk beragam aktivitas. Ada yang memilih eksplorasi wisata, berburu kuliner di kota tujuan, hingga pulang ke kampung halaman untuk beribadah dan berkumpul keluarga. Suasana di stasiun dan di dalam kereta api pun terasa sangat dinamis sekaligus menyenangkan," ujar Anne.

Dari total kapasitas 727.434 tempat duduk yang disediakan, jumlah tiket yang terjual menembus angka 826.198. Secara rinci, Kereta Api (KA) Jarak Jauh melayani 691.736 pelanggan atau 111,94% dari kapasitasnya. Sementara itu, KA Lokal yang dikelola KAI mencatat performa luar biasa dengan penjualan 134.462 tiket, setara 122,79% dari kapasitas 109.504 tempat duduk.

Tingkat okupansi yang melebihi 100% ini terjadi karena adanya pola penumpang dinamis (dynamic load), di mana satu kursi dapat digunakan secara bergantian oleh pelanggan yang naik dan turun di stasiun antara pada rangkaian perjalanan yang sama.

Rincian volume pelanggan harian selama periode libur panjang:

•⁠ ⁠2 April 2026: 202.931 pelanggan (Okupansi 111,98%)
•⁠ ⁠3 April 2026: 203.878 pelanggan (Okupansi 111,91%)
•⁠ ⁠4 April 2026: 187.189 pelanggan (Okupansi 102,78%)
•⁠ ⁠5 April 2026: 232.200 pelanggan (Okupansi 127,59%)

Rute yang menghubungkan Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya tetap menjadi pilihan utama. Berikut 10 relasi dengan minat tertinggi:

1.⁠ ⁠Yogyakarta – Gambir: 7.828 Pelanggan
2.⁠ ⁠Gambir – Yogyakarta: 7.529 Pelanggan
3.⁠ ⁠Pasarsenen – Lempuyangan: 6.452 Pelanggan
4.⁠ ⁠Lempuyangan – Pasarsenen: 6.415 Pelanggan
5.⁠ ⁠Semarang Tawang – Gambir: 6.141 Pelanggan
6.⁠ ⁠Surabaya Gubeng – Yogyakarta: 5.983 Pelanggan
7.⁠ ⁠Gambir – Semarang Tawang: 5.721 Pelanggan
8.⁠ ⁠Yogyakarta – Surabaya Gubeng: 5.354 Pelanggan
9.⁠ ⁠Bandung – Gambir: 5.258 Pelanggan
10.⁠ ⁠Gambir – Bandung: 5.116 Pelanggan

Kota-kota ini menawarkan daya tarik yang kuat bagi wisatawan. Yogyakarta tetap menjadi magnet utama bagi mereka yang rindu suasana budaya dan kuliner autentik seperti gudeg serta bakpia di sepanjang Malioboro. Semarang memikat pengunjung melalui keindahan arsitektur Lawang Sewu dan kelezatan lumpia serta kepala manyung yang khas.

Bagi yang mencari udara sejuk, Bandung menjadi tujuan favorit untuk menikmati kuliner kafe dan berbelanja. Sebaliknya, pergerakan menuju Jakarta didominasi oleh keluarga yang ingin menghabiskan waktu di taman hiburan modern serta pusat perbelanjaan berskala internasional.

"KAI berterima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan seluruh pelanggan. Kami sangat menghargai pilihan masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api. KAI terus melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan selalu meningkat bagi kenyamanan semua penumpang," tutup Anne. (Deni)
Share:

Kemenperin Optimalkan Transformasi Digital dan Pemasaran Online Sektor IKM

Kemenperin Optimalkan Transformasi Digital dan Pemasaran Online Sektor IKM. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri nasional, khususnya industri kecil dan menengah (IKM), untuk mengoptimalkan penerapan teknologi digital dalam menjalankan usahanya. Langkah ini dinilai penting guna meningkatkan daya saing industri di tengah dinamika pasar global yang semakin kompetitif.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pelaku IKM perlu meningkatkan kapabilitasnya agar mampu tumbuh dan berkembang di tengah persaingan, termasuk dari produk impor.

“Kami konsisten melaksanakan program peningkatan literasi digital bagi IKM untuk membantu para pelaku IKM menggunakan dan memanfaatkan pemasaran digital agar dapat memperluas jangkauan pasar,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/4).

Menperin menambahkan, dalam pelaksanaan program tersebut, Kemenperin senantiasa menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Perindustrian di daerah, akademisi, hingga praktisi industri dan bisnis. Hal ini bertujuan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program penguatan pelaku IKM dalam negeri.

Seiring dengan meningkatnya tren belanja online, peluang pasar digital di Indonesia terus terbuka lebar. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2025 mencapai 229,43 juta orang.

Sementara itu, data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa jumlah pengguna e-commerce pada 2025 diproyeksikan mencapai 73,06 juta pengguna, meningkat 11 persen dibandingkan tahun 2024 dan melonjak 89 persen dibandingkan 2020. Bahkan, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat nilai transaksi e-commerce Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp1.192,8 triliun atau setara USD71 miliar.

Melihat potensi tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus mengakselerasi transformasi digital IKM, salah satunya melalui penyelenggaraan Workshop e-Smart IKM dan Literasi Digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 April 2026 di Balai Pengembangan Industri Fesyen dan Kriya (BPFIK), Kabupaten Badung, Bali, yang diikuti oleh 80 pelaku IKM setempat.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen IKMA Kemenperin dengan berbagai mitra strategis, antara lain Shopee, IKEA Indonesia, serta Universitas Ciputra Surabaya.

“Pemasaran digital merupakan suatu keharusan bagi pelaku usaha, khususnya IKM, karena memiliki keunggulan dibandingkan pemasaran konvensional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Reni menjelaskan bahwa perkembangan teknologi juga membuka peluang pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam strategi pemasaran.

“AI memungkinkan pelaku usaha melakukan personalisasi promosi sesuai preferensi konsumen, memprediksi tren pasar, serta menganalisis perilaku pelanggan dengan lebih akurat, sehingga efektivitas pemasaran dapat meningkat secara signifikan,” imbuhnya.

Kemenperin juga terus mengembangkan program e-Smart IKM yang telah berjalan sejak 2017. Hingga saat ini, sebanyak 31.634 pelaku IKM telah mengikuti program tersebut melalui berbagai kegiatan literasi digital.

“Selain mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, Kemenperin juga mengarahkan IKM untuk melakukan transformasi menuju Industri 4.0 pada lini produksinya,” tambah Reni.

Pada kesempatan yang sama, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menyampaikan bahwa materi yang diberikan dalam workshop diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku IKM dalam mengembangkan bisnisnya. Materi tersebut meliputi strategi pemasaran digital, teknik fotografi produk, serta optimalisasi pemasaran melalui marketplace.

“Ke depan, IKM di Bali diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) untuk meningkatkan skala usaha dan daya saing, khususnya di sektor kriya dan fesyen,” ungkapnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kemenperin optimistis transformasi digital IKM akan semakin memperkuat struktur industri serta mendorong peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional. (Rizal)
Share:

Tekan Dampak Harga Plastik, Pemkot Surabaya Perkuat Pendampingan UMKM

Tekan Dampak Harga Plastik, Pemkot Surabaya Perkuat Pendampingan UMKM. (Dok. Pemkot Surabaya)

Surabaya, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga plastik yang dinilai dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok. Langkah ini dilakukan melalui monitoring pasar secara rutin hingga pendampingan pelaku UMKM agar tetap mampu menjaga stabilitas produksi dan harga jual.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini cukup signifikan dan dipicu oleh faktor global.

"Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan ya, sekitar 30 sampai 60 persen. Jadi memang dipacu pasokan global dan harga energi di dunia yang tidak bisa kita hindari," ujar Mia Santi Dewi, Senin (6/4/2026).

Mia menjelaskan, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan harga dan ketersediaan barang di pasar hingga pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Pendampingan ini difokuskan pada upaya menekan dampak kenaikan biaya produksi akibat mahalnya kemasan plastik.

"Dinas Koperasi UMKM serta Perdagangan Kota Surabaya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi, monitoring harga dan ketersediaan secara rutin. Kemudian melakukan pendampingan pada UMKM di lapangan," katanya.

Menurut Mia, kenaikan harga plastik mulai dirasakan pelaku usaha, terutama karena berdampak langsung pada biaya produksi. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual jika tidak diantisipasi dengan inovasi.

"Memang terasa dengan perubahan atau kenaikan harga plastik ini, tapi kita melakukan pendampingan UKM. Antara lain dengan inovasi terhadap kemasan, karena pasti akan berpengaruh dengan harga biaya produksi," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya juga mendorong UMKM Surabaya untuk mulai beralih ke alternatif kemasan non-plastik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Jadi kita mencoba mendampingi untuk inovasi kemasan di UKM, tidak lagi dengan plastik, tapi dengan bahan-bahan lain yang bisa menekan biaya produksinya," imbuhnya.

Meski demikian, Mia menyebut keluhan dari pelaku usaha terkait kenaikan harga plastik belum terlalu banyak. Namun, Pemkot Surabaya tetap melakukan langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan perkembangan ke depan.

"Sebenarnya untuk keluhan belum terlalu banyak, tapi kita tetap antisipasi karena kita kan tidak tahu perkembangan ke depan seperti apa," katanya.

Selain mendorong substitusi kemasan, Dinkopumdag Surabaya juga menilai perubahan pola distribusi dan penjualan dapat menjadi solusi jangka pendek. Salah satunya melalui penjualan dalam jumlah lebih besar untuk mengurangi penggunaan kemasan kecil berbahan plastik.

"Jadi kalau terkait dengan perdagangan pada umumnya ya mungkin kuantitas jual itu tidak lagi dikemas kecil-kecil. Tapi yang memang paling signifikan itu perubahan kemasan yang harus mulai dilakukan," jelas Mia.

Dari sisi pengawasan, Mia menuturkan bahwa Dinkopumdag Surabaya telah melakukan pengecekan di sejumlah toko dan pasar. Menurutnya, hasil pengecekan menunjukkan adanya kenaikan harga plastik.

"Kalau kemarin ke beberapa toko memang ada kenaikan harga. Jadi teman-teman di lapangan juga secara rutin melakukan monitoring harga di pasar," ungkapnya.

Untuk menekan harga, Mia menyebut, bahwa Pemkot Surabaya juga menjalin komunikasi dengan distributor agar rantai pasok dapat dipersingkat dan harga yang diterima pelaku usaha lebih kompetitif.

"Kita komunikasi dengan distributor, kemudian kita hubungkan dengan para pedagang atau UMKM kita. Jadi lebih memutus rantai pasoknya supaya gak terlalu panjang," katanya.

Ke depan, Mia memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan terus memberikan pendampingan kepada UMKM agar tetap mampu bertahan di tengah tekanan biaya produksi. Upaya ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus kestabilan pendapatan pelaku usaha.

"Kita berusaha terus mendampingi, terutama di UMKM, supaya tetap bisa jalan, produksi bisa terus, harga juga tidak naik, supaya daya beli masyarakat juga tidak menurun. Kemudian pendapatan mereka juga tetap stabil," pungkasnya. (Bambang)
Share:

Pemkot Serang Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Penyakit Masyarakat

Pemkot Serang Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Penyakit Masyarakat. (Dok. Pemkot Serang)

Serang, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaksanakan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan selama periode Januari hingga Maret 2026.

Kegiatan pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Serang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban umum dan melindungi masyarakat dari dampak negatif peredaran miras ilegal.

Kepala Satpol PP Kota Serang menyampaikan bahwa total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 2.829 botol miras dari berbagai merek.

Selain itu, petugas juga memusnahkan dua drum besar berisi minuman tradisional jenis tuak yang diamankan dari sejumlah lokasi di wilayah Kota Serang.

“Seluruh barang bukti ini merupakan hasil operasi rutin yang kami lakukan sejak awal tahun, termasuk selama bulan Ramadan. Ini bentuk keseriusan kami dalam memberantas penyakit masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peredaran miras ilegal masih menjadi salah satu fokus utama penertiban, mengingat dampaknya yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu, operasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik rawan. Terkait temuan tuak, pihaknya memberikan perhatian khusus karena berpotensi membahayakan kesehatan. 

Selain proses distribusinya yang tidak terkontrol, minuman tersebut kerap ditemukan dalam kondisi telah dioplos dengan bahan lain yang berisiko tinggi.

“Minuman seperti ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kami tidak akan mentoleransi peredarannya di wilayah Kota Serang,” tegasnya.

Pemusnahan dilakukan di lokasi terbuka dengan pengawasan ketat guna memastikan seluruh barang bukti benar-benar tidak dapat digunakan kembali. Langkah ini juga menjadi bentuk transparansi kepada publik atas hasil kinerja penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Pemkot Serang menegaskan akan terus meningkatkan intensitas operasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan peredaran miras ilegal. Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan regulasi agar memberikan efek jera bagi para pelanggar.

Melalui langkah ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di Kota Serang dapat terus terjaga serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Alfi)
Share:

Presiden Prabowo Instruksikan Optimalisasi Peran Kampus dalam Tata Kota dan Perumahan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan keterangannya usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam penataan ruang dan penanganan perumahan. Hal tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 April 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan persnya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar kampus-kampus lebih aktif terlibat dalam proses perencanaan dan pengelolaan tata kota di daerah.

“Jadi tadi Pak Presiden memberikan petunjuk bagaimana Fakultas Planologi, Arsitek, itu di setiap kampus itu bisa membantu kepala-kepala daerah, sehingga tata ruang, tata kota dari setiap wilayah, kota, atau kabupaten itu menjadi tempat praktiknya mahasiswa, tempat penelitiannya dosen-dosen, sehingga membantu kepala daerah untuk mengelola kotanya oleh kampus setempat, sehingga dengan itu diharapkan ini kampus berdampak itu bisa terwujud,” ujar Brian kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Presiden Prabowo juga mengarahkan agar peran kampus diperluas dalam menjawab persoalan perumahan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Menurut Brian, riset dan kajian dari perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan solusi konkret dan aplikatif.

“Yang kedua, Bapak Presiden juga memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset, kajian, penanganan permasalahan perumahan. Jadi nanti tentu Bapak Menteri Perumahan Pak Ara akan mengoordinasikan kami dari sisi risetnya ini apa-apa yang bisa membantu, memudahkan untuk mengatasi permasalahan perumahan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Brian menegaskan bahwa pendekatan riset tersebut akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk dalam aspek analisis dampak lingkungan. “Ya tentu keseluruhannya bagian dari itu,” ucapnya.

Arahan Presiden Prabowo ini menandai perubahan besar agar kampus tidak lagi hanya mencetak lulusan, tetapi sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan.

Pendekatan ini juga mencakup kajian lingkungan secara menyeluruh dan memastikan bahwa pembangunan kota dan perumahan tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. Ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi diarahkan langsung untuk menjawab kebutuhan rakyat.

Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak kekurangan orang pintar tapi yang dibutuhkan adalah keberanian untuk turun tangan dan menyelesaikan masalah. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Akses Hunian Rakyat di Seluruh Indonesia

Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Akses Hunian Rakyat di Seluruh Indonesia. (Dok.  BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 April 2026, guna membahas percepatan program perumahan rakyat secara nasional. Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk memperluas akses hunian layak melalui berbagai langkah strategis, salah satunya peningkatan bedah rumah rakyat.

“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat. Satu di antaranya ada langkah strategis untuk peningkatan bedah rumah, bedah rumah rakyat. Sedang dipersiapkan bersama dengan Menteri Keuangan dan Bapak Mensesneg dan Pak Seskab untuk renovasi rumah rakyat di seluruh Indonesia,” ucap Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait dalam keterangannya.

Dalam rapat tersebut, menurut Maruarar, Presiden turut memberikan arahan agar pemanfaatan lahan negara, khususnya yang berada di kawasan strategis perkotaan dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun. Lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk sektor perkeretaapian turut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan hunian masyarakat.

Program ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah investasi untuk masa depan bangsa guna mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan langkah besar ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap rakyat Indonesia berhak atas tempat tinggal yang layak, aman, dan bermartabat. (Dinda)
Share:

Hari Bakti Rimbawan 2026: Kemenhut Beri Penghargaan Tim Bencana, Perkuat Integritas dan Efisiensi

Hari Bakti Rimbawan 2026: Kemenhut Beri Penghargaan Tim Bencana, Perkuat Integritas dan Efisiensi. (Dok. Kemenhut)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyelenggarakan Resepsi Hari Bakti Rimbawan Tahun 2026 di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (6/4).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah, Perayaan Paskah, serta peluncuran Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, didampingi Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) , Rohmat Marzuki, serta para pejabat pimpinan tinggi dan jajaran Kemenhut.

Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang mengintegrasikan berbagai agenda dalam satu rangkaian acara. Menurutnya, langkah ini mencerminkan efisiensi sekaligus efektivitas dalam penyelenggaraan kegiatan kelembagaan.

“Satu acara, namun di dalamnya terdapat berbagai subkegiatan. Ini merupakan bagian dari efisiensi yang perlu terus kita dorong,” ujar Menteri Kehutanan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan juga menyerahkan penghargaan kepada Tim Percepatan Pembersihan Kayu Terbawa Banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 853 Tahun 2025 diantaranya:
  1. Ketua Tim, Irjen.Pol.K.Rahamadi, S.H.,M.H (Staf Khusus Menteri Bidang Penegakan Hukum Kehutanan)
  2. Wakil Ketua Tim, Fahrizal Fitri, S.Hut., MP (Staf ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga)
  3. Koordinator Posko Korwil Aceh, Subhan S.Hut., M.Si (Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser)
  4. Koordinator Posko Korwil Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, S.Hut., M.Ap., M.Env (Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara)
  5. Tim Posko Korwil Sumatera Utara, Ferdian Krinanto, S.Hut., M.P (Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera)
  6. Koordinator Posko Korwil Sumatera Barat, Hartono, S.P., M.Si (Kepala Balai KSDA Sumatera Barat)
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), Laksmi Wijayanti, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Hari Bakti Rimbawan 2026, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai pengabdian, integritas, dan profesionalisme seluruh rimbawan dalam mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan di Indonesia.

“Peringatan Hari Bakti Rimbawan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan dedikasi dalam menjaga hutan sebagai penopang kehidupan,” ujar Laksmi.

Dengan mengusung tema “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas, Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan”, peringatan tahun ini mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola kehutanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Rangkaian kegiatan Hari Bakti Rimbawan 2026 telah dan akan diisi dengan berbagai aktivitas yang mencerminkan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, antara lain bakti sosial, donor darah, penanaman pohon serentak, lomba inovasi dan kreativitas rimbawan, webinar antikorupsi, hingga kegiatan olahraga dan upacara bendera. (Dimas)
Share:

Kemenhub Periksa Kelaikan Lebih Dari 900 Ribu Kali Perjalanan Bus Periode 1 Januari-3 April 2026

Kemenhub Periksa Kelaikan Lebih Dari 900 Ribu Kali Perjalanan Bus Periode 1 Januari-3 April 2026. (Dok. Kemenhub)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan terus meningkatkan aspek keselamatan pada angkutan orang, dengan melakukan inspeksi keselamatan (rampcheck) pada armada bus di Terminal Tipe A (TTA) seluruh Indonesia. Inspeksi keselamatan ini dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Terminal Online System (TOS).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengungkapkan, pada pengawasan dan pemeriksaan periode 1 Januari s/d 3 April 2026, Ditjen Perhubungan Darat telah memeriksa 963.859 kali perjalanan yang berangkat di 115 lokasi TTA. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Ditjen Perhubungan Darat menemukan 576.280 kali perjalanan (59,78%) yang melakukan pelanggaran sementara 387.576 kali perjalanan (40,21%) dinyatakan tidak melanggar.

“Jenis pelanggarannya beragam, mulai dari penyimpangan trayek, bukti lulus uji atau BLUe kedaluwarsa dan KPS yang juga sudah lewat masa berlaku,” ungkap Aan di Jakarta, pada Minggu (5/4).

Adapun rincian pelanggaran yang ditemukan pada bus yang berangkat dari 115 lokasi TTA meliputi 325.913 pelanggaran penyimpangan trayek, kemudian 154.236 pelanggaran masa berlaku bukti lulus uji, serta 278.179 pelanggaran masa berlaku kartu pengawasan (KPS) atau surat izin penyelenggaraan angkutan orang.

Sementara itu, Aan juga menyampaikan rekapitulasi pemeriksaan pada angkutan orang yang datang di 115 lokasi TTA pada periode 1 Januari-3 April 2026, dengan total bus yang sudah diperiksa mencapai 993.155 kali perjalanan. Hasil pemeriksa menunjukkan 401.981 kali perjalanan (40,48%) tidak melakukan pelanggaran sedangkan 591.174 kali perjalanan (59,52%) dinyatakan melanggar.

“Masih banyak ditemukan pelanggaran pada angkutan orang yang datang di terminal sehingga tidak dinyatakan laik jalan. Kami sudah melakukan rampcheck pada lebih dari 900 ribu kali perjalanan bus yang datang di terminal dan ada lebih dari 500 ribu atau sekitar 59 persen di antaranya yang dinyatakan melakukan pelanggaran,” kata Aan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada bus yang melanggar ditemukan beberapa pelanggaran di antaranya 324.131 pelanggaran penyimpangan trayek, 168.031 pelanggaran masa berlaku bukti lulus uji, dan 296.140 pelanggaran masa berlaku KPS.

“Kami juga sudah mencatat dan melakukan penindakan pada lima perusahaan otobus (PO) yang paling banyak melakukan pelanggaran, ada PT SSR, PT EMPS, PT BDM, PT PP, dan PT SJML. Kami pun sudah meminta klarifikasi dari kelima operator ini terkait pelanggaran yang ditemukan pada unit kendaraan mereka,” ucap Aan.

Ditjen Perhubungan Darat akan menjadikan hasil pengawasan dan pemeriksaan ini sebagai bahan evaluasi dan ke depannya akan secara konsisten memperketat pengawasan terhadap angkutan orang demi keselamatan masyarakat dan kelancaran lalu lintas. Dirjen Aan berharap seluruh operator angkutan orang mematuhi semua ketentuan yang berlaku demi keselamatan dan kenyamanan para penumpang.

“Prinsip kami keselamatan adalah prioritas untuk itu kami imbau kepada seluruh operator bus dan pengemudi untuk mengoperasionalkan armada yang laik jalan. Pastikan selalu bawa dokumen resmi kelengkapan kendaraan yang masih berlaku, pastikan juga pengemudi dalam kondisi sehat dan selalu utamakan keselamatan serta kenyamanan penumpang,” pungkasnya. (Siti)
Share:

Menteri Bahlil Jamin Pemerintah Jaga Pasokan Energi di Tengah Dinamika Global

Menteri Bahlil Jamin Pemerintah Jaga Pasokan Energi di Tengah Dinamika Global. (Dok. Kemen ESDM)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah tetap berkomitmen menyediakan energi bagi masyarakat di tengah tekanan krisis energi global yang masih berlangsung. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan berbagai langkah strategis telah diambil untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga, sekaligus menjaga keterjangkauan harga energi. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang memerintahkan agar Pemerintah selalu mengambil kebijakan yang pro-rakyat.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk membuat formulasi yang baik, yang ideal untuk rakyat kita," ujar Bahlil di Jakarta, Senin (6/4).

Lebih lanjut Bahlil menyampaikan bahwa ke depan, Pemerintah memastikan kebijakan energi terus diarahkan untuk melindungi masyarakat, sekaligus menjaga ketahanan nasional. Untuk mencapainya, maka diperlukan pula penguatan pelaksana pada internal Kementerian ESDM, termasuk memastikan jajarannya dapat bekerja lebih efektif dan responsif dalam menghadapi dinamika energi secara global. Dalam kondisi seperti ini, Bahlil menilai dibutuhkan tim yang mampu bekerja cepat dan menyelesaikan masalah.

"Orientasi kita hasil. Bukan lagi proses. Proses penting, tapi kalau dia tidak mampu menyelesaikan masalah, maka saya butuh orang yang bisa menyelesaikan masalah," tegas Bahlil.

Bahlil juga berpesan pentingnya integritas dalam pengelolaan sektor energi, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Dalam situasi global yang saat ini sedang dihadapi, Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan

Tak hanya itu, Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan di sektor energi, berkat kerja sama dan komunikasi yang baik, Pemerintah dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjamin pasokan energi bagi seluruh masyarakat.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tidak melakukan penyesuaian harga BBM subsidi. Harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) ditetapkan sama seperti saat ini. Adapun untuk harga Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi, pembahasannya masih dilakukan bersama Badan Usaha Niaga BBM.

Sejalan dengan itu, Pemerintah juga memberlakukan efisiensi penggunaan energi melalui pembelian wajar, atau pembatasan pembelian JBKP (Pertalite subsidi) maksimal 50 liter per hari per kendaraan. Pembatasan ini berlaku untuk pembelian JBT (solar subsidi) bagi mobil pribadi, sementara untuk kendaraan umum penumpang dan barang tidak ada perubahan. (Deni)
Share:

OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan untuk Perkuat Tata Kelola Digital Industri Bank

OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan untuk Perkuat Tata Kelola Digital Industri Bank. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Panduan Media Sosial Perbankan (Banking in Social Media Guideline) bagi industri bank umum sebagai panduan dalam mengelola aktivitas media sosial secara terarah, profesional, dan bertanggung jawab.

Peluncuran Panduan Media Sosial Perbankan dilakukan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bersama pimpinan industri bank umum di Jakarta, Senin.

Dian dalam sambutannya menyampaikan bahwa media sosial telah berkembang menjadi salah satu kanal utama komunikasi antara industri perbankan dan masyarakat. Kehadiran media sosial tidak hanya memperluas akses informasi serta promosi produk dan layanan perbankan, tetapi juga membuka ruang interaksi yang lebih dinamis antara bank dan nasabah.

“Media sosial kini menjadi sarana penting bagi perbankan untuk meningkatkan interaksi dengan nasabah, memperluas jangkauan layanan, memperkuat loyalitas pelanggan, serta menjadi kanal strategis dalam pengembangan produk dan layanan perbankan berbasis digital. Namun demikian, penggunaan media sosial dalam industri perbankan juga membawa risiko baru, khususnya risiko reputasi yang bersumber dari dinamika sentimen di ruang digital yang berpotensi mengguncang stabilitas keuangan," kata Dian.

Dalam Panduan Media Sosial Perbankan ini, pengelolaan aktivitas media sosial bank dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur dengan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu Governance yang mencakup tata kelola dan proses pengelolaan media sosial; Risk Management yang mengintegrasikan pengelolaan risiko media sosial ke dalam kerangka manajemen risiko bank; serta Compliance & Monitoring yang memastikan seluruh aktivitas media sosial bank selaras dengan kebijakan internal maupun ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Panduan ini juga mencakup aspek strategi komunikasi krisis (social media crisis management), termasuk penerapan social media stress test sebagai instrumen baru dalam skenario manajemen risiko perbankan di era digital. Hal ini dilatarbelakangi oleh pengalaman global, khususnya kasus kejatuhan Silicon Valley Bank dan Credit Suisse, yang menunjukkan bagaimana sentimen negatif di media sosial dapat menjadi akselerator bank run dan mengancam stabilitas institusi keuangan.

“Stabilitas keuangan tidak lagi hanya ditentukan oleh neraca dan rasio keuangan, tetapi juga oleh kecepatan dan kualitas manajemen komunikasi digital. Oleh karena itu, bank perlu memiliki kemampuan untuk memantau, menganalisis, dan merespons sentimen publik di media sosial secara cepat dan tepat," imbuh Dian.

Panduan ini juga mengatur secara khusus mengenai kemitraan bank dengan influencer keuangan atau finfluencer, termasuk aspek transparansi, pengungkapan konflik kepentingan, serta tanggung jawab bank atas konten yang dipublikasikan melalui kanal tersebut. Pengaturan ini bertujuan melindungi konsumen dari potensi informasi yang menyesatkan sekaligus menjaga integritas komunikasi pemasaran produk dan layanan keuangan di ruang digital.

“Kami berharap seluruh bank dapat semakin meningkatkan kesadaran dan kapasitas dalam mengelola media sosial secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Panduan ini diharapkan menjadi rujukan bersama dalam memastikan bahwa aktivitas media sosial perbankan selaras dengan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, serta komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat," ujar Dian.

Panduan Media Sosial Perbankan ini melengkapi berbagai kebijakan OJK dalam mendukung akselerasi transformasi digital perbankan, antara lain POJK No. 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum, SEOJK No. 29/SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber bagi Bank Umum, SEOJK No. 24/SEOJK.03/2023 tentang Penilaian Tingkat Maturitas Digital Bank Umum, Panduan Resiliensi Digital, serta Panduan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia. (Zikry)
Share:

Berikan Bantuan Pipa Biopori, Wamen LH Ajak Masyarakat Cegah Banjir Jabodetabek

Berikan Bantuan Pipa Biopori, Wamen LH Ajak Masyarakat Cegah Banjir Jabodetabek. (Dok. Kemen LH)

Bogor, WaraWiri.net - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mencegah banjir di Jabodetabek dengan menyerahkan bantuan unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa di Kecamatan Cisarua. Upaya tersebut dilakukan dalam acara memperingati Hari Air Sedunia yang diselenggarakan oleh KLH/BPLH dengan tema “Water and Gender” di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Hari ini kami serahkan bantuan unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa, masing-masing 50 unit biopori, untuk mencegah banjir,” ujar Wamen Diaz.

Wamen Diaz menjelaskan pemasangan biopori di wilayah tersebut diperlukan mengingat Kecamatan Cisarua merupakan bagian dari kawasan hulu Daerah Aliran Sungai Ciliwung yang perlu dijaga keseimbangan airnya.

Dalam sambutannya, Wamen Diaz juga turut mendorong masyarakat untuk menanam unit pipa biopori di rumah tangga masing-masing sekaligus dengan menanam pohon. “Idealnya, setiap rumah harus punya unit biopori, supaya tidak ada genangan, dan air bisa langsung turun ke tanah, jadi ada keseimbangan air, dan mengurangi risiko banjir. Jadi sebaiknya setiap rumah tanam satu pohon dan lubang biopori”.

Wamen Diaz menambahkan bahwa menjaga keseimbangan air penting mengingat jumlah air bersih yang sangat sedikit.

“Bumi itu 71% air, tapi dari 71% itu tidak semua bisa dipakai, yang bisa dipakai hanya 2%, dan 2% tersebut, mayoritas berada di Kutub Utara dan Kutub Selatan”.

Dengan ini, Wamen Diaz mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sumber air.

“Air bersih disini itu ditemukan di sungai dan danau, tapi jumlahnya makin lama makin sedikit karena banyaknya sampah, maka dari itu, kita harus jaga air ini”.

Selain itu, Wamen Diaz menjelaskan bahwa kelebihan air juga dapat menimbulkan dampak negatif sehingga penanaman lubang biopori menjadi penting.

“Jangan sampai kekurangan air dan juga kelebihan air, kalau kelebihan akan jadi banjir, maka kita harus menjaga keseimbangan air masuk dan air keluar”.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bibit pohon, tiga unit perahu karet, serta unit pipa biopori dan alat pembuat lubang biopori. Selanjutnya, dilakukan penanaman 1.500 pohon serta pembuatan sumur resapan di Agrowisata Gunung Mas. (Alif)
Share:

Pemerintah Berikan Kepastian Ketersediaan Energi dengan Harga Terjangkau bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

Pemerintah Berikan Kepastian Ketersediaan Energi dengan Harga Terjangkau bagi Seluruh Lapisan Masyarakat. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah berkomitmen nyata untuk memberikan kepastian ketersediaan energi dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Maka itu, seperti sudah diumumkan pada 31 Maret 2026 lalu, Pemerintah bersama Pertamina secara resmi memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Biosolar hingga 31 Desember 2026. 

“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan proyeksi indikator ekonomi makro, yaitu asumsi selama harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) berada pada level rata-rata maksimal USD97 per barel selama satu tahun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4).

Dinamika perkembangan geopolitik dan geoekonomi global memang memberikan dampak pada harga energi, khususnya terhadap harga bahan bakar avtur pada berbagai negara di dunia. Sebagai perbandingan, harga avtur di Thailand saat ini mencapai angka Rp29.518 per liter, sementara di Filipina tercatat sebesar Rp25.326 per liter.

Avtur merupakan BBM non-subsidi yang harganya mengikuti perkembangan pasar dan tidak disubsidi APBN. Sebagai contoh, di Bandara Soekarno-Hatta, per 1 April 2026 harga avtur sudah meningkat menjadi Rp23.551 per liter dari harga sebelumnya sebesar Rp13.656 per liter. Kenaikan harga avtur ini menekan struktur biaya operasional maskapai nasional, di mana avtur berkontribusi sekitar 40% dari total biaya operasional maskapai.

Oleh karena itu, telah dipersiapkan langkah mitigasi strategis untuk menjaga keberlangsungan industri penerbangan nasional sekaligus menjaga keterjangkauan harga tiket di masyarakat.

“Pemerintah memutuskan akan menaikkan fuel surcharge (FS) menjadi sebesar 38%, baik untuk pesawat jet maupun propeler, dari sebelumnya 10% untuk jet dan 25% untuk propeler. Pemerintah juga menjaga agar kenaikan tiket domestik tetap terjangkau oleh masyarakat dengan menjaga kenaikan harga tiket di kisaran 9% hingga 13%,” kata Menko Airlangga.

Dalam hal ini, dijalankan kebijakan PPN DTP 11% untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi yang memiliki kebutuhan anggaran sekitar Rp1,3 triliun per bulan. Kombinasi kebijakan kenaikan FS dan PPN DTP 11% tersebut akan diberikan selama dua bulan dan dilakukan evaluasi secara berkala. Di sisi lain, Pertamina juga diharapkan merelaksasi mekanisme pembayaran dengan Terms and Condition yang lebih baik secara business-to-business.

Bagi industri penerbangan, Pemerintah akan menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistemnya dengan memberikan insentif penurunan tarif Bea Masuk (BM) menjadi 0% atas impor suku cadang pesawat, sehingga diharapkan akan dapat menurunkan biaya operasional maskapai. Tahun lalu bea masuk suku cadang bisa mencapai sekitar Rp500 miliar.

Kebijakan ini diharapkan akan dapat memperkuat daya saing industri MRO dengan potensi aktivitas ekonomi yang mencapai USD700 juta per tahun dan mendorong output perekonomian atau PDB hingga USD1,49 miliar, lalu menciptakan tambahan sekitar 1.000 tenaga kerja langsung dan lebih dari 2.700 tenaga kerja tidak langsung. Langkah ini akan ditindaklanjuti melalui penerbitan regulasi peraturan teknis terkait, baik Peraturan Menteri Keuangan maupun Peraturan Menteri Perhubungan. 

“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah untuk kesinambungan industri penerbangan, khususnya untuk maskapai nasional, dan sektor energi, serta menjaga aktivitas ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan. Kami juga berharap seluruh masyarakat dan dunia usaha agar tetap produktif, serta berpartisipasi aktif mendukung langkah-langkah ini,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam konferensi pers kali ini yaitu di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet Satya Bhakti Parikesit, dan para Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga terkait lainnya. (Evi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING