Rudy Susmanto Ajak Warga Dukung Timnas Sambil Nobar dan Jajan UMKM

Rudy Susmanto Ajak Warga Dukung Timnas Sambil Nobar dan Jajan UMKM. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan partai final FIFA ASEAN Cup 2026 atara Tim Nasional (Timnas) Indonesia melawan Thailand sebagai momentum dukungan penuh skuad Garuda. Sekaligus mempererat silaturahmi, dan mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Bogor.

Nobar final FIFA ASEAN Cup 2026 siap digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, pada Senin (5/10) pukul 20.00 WIB di beberapa titik. Yakni di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Plaza Utara Gelora Pakansari, dan VIP Gelora Pakansari.

Bupati Rudy mengatakan, kegiatan nobar bukan sekadar menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi pelaku UMKM.

“Kita yakin Indonesia pasti menang. Kita nonton bareng bersama-sama, bukan hanya untuk menonton sepak bola, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi masyarakat Kabupaten Bogor dan sebagai langkah kita mendukung pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Menurutnya, kegiatan nobar juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Kabupaten Bogor sebagai rumah yang nyaman dan terbuka bagi semua masyarakat. Tidak hanya bagi warga Kabupaten Bogor, tetapi juga masyarakat dari wilayah Jabodetabek yang ingin menikmati suasana nobar bersama.

“Kabupaten Bogor harus menjadi rumah yang nyaman bagi semua orang. Tentunya, bukan hanya untuk warga Bogor, tetapi juga bagi warga Jabodetabek yang bingung mencari tempat untuk nobar final Piala ASEAN,” katanya.

Rudy mengajak masyarakat dari berbagai wilayah untuk datang ke Kabupaten Bogor dan menikmati suasana nobar sekaligus berbagai pilihan kuliner yang tersedia. Kehadiran masyarakat dari luar daerah diharapkan turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM.

“Datang ke Kabupaten Bogor. Banyak tempat kuliner yang menarik dan tentunya masyarakat Kabupaten Bogor ramah serta menerima semua saudara-saudaranya dengan baik,” tutur Rudy.

Rudy menegaskan, semangat kebersamaan dalam kegiatan nobar diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui aktivitas UMKM dan sektor kuliner. (Zikry)
Share:

Rudy Susmanto Tegaskan Kolaborasi Pemkab Bogor dan TNI Perkuat Pembangunan Daerah

Rudy Susmanto Tegaskan Kolaborasi Pemkab Bogor dan TNI Perkuat Pembangunan Daerah. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan pentingnya sinergi Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempercepat pembangunan dan menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, penanganan bencana, hingga pengelolaan lingkungan.

Hal itu disampaikan Rudy Susmanto dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI, di Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (5/10).

Ia mengatakan, keberadaan TNI turut memberikan dukungan dalam mempercepat berbagai program pembangunan di Kabupaten Bogor yang memiliki wilayah luas dan kebutuhan pembangunan yang beragam.

“Banyak sarana air bersih yang dibangun oleh TNI. Tentunya, banyak program di Kabupaten Bogor, termasuk ketahanan pangan yang selalu dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, juga dibantu percepatannya oleh TNI,” ujar Rudy.

Menurutnya, kolaborasi Pemkab Bogor dengan TNI juga telah diwujudkan melalui pembangunan dan pembukaan akses infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, serta pembukaan lahan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, terdapat sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan dan pedalaman yang dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor bersama TNI. Kolaborasi juga dilakukan dalam bidang lingkungan, khususnya pengolahan sampah di TPA Galuga melalui teknologi pirolisis yang melibatkan TNI Angkatan Darat.

“Termasuk pengolahan sampah yang ada di TPA Galuga, pirolisis, kita berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat,” katanya.

Rudy menambahkan, saat ini sejumlah program pembangunan juga terus dikolaborasikan dengan TNI. Di antaranya pembukaan Jalan Malasari dari Kecamatan Nanggung hingga Sukabumi, pembangunan jalan alternatif di Bogor Selatan yang menghubungkan Cisarua hingga Taman Safari Indonesia, serta pembangunan akses jalan di Bogor Timur dari Jalan Transyogi hingga Desa Sukaresmi.

Selain pembangunan jalan, kolaborasi juga mencakup pembangunan berbagai jenis jembatan, mulai dari jembatan gantung, jembatan rawayan, hingga jembatan Bailey. TNI juga memberikan dukungan dalam penanganan bencana serta pembangunan rumah tidak layak huni bagi masyarakat.

“Tentunya, apa yang tidak bisa dijangkau sendiri oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, kita kolaborasikan bersama-sama dengan TNI,” tegas Rudy.

Dalam momentum HUT ke-81 TNI, Rudy menyampaikan apresiasi atas kontribusi TNI dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

“Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun TNI ke-81. Bersama dengan TNI, kita membangun bangsa dan bangsa ini menjadi adil dan makmur,” tandasnya. (Zikry)
Share:

Lewat SIGAP Deposit, Perpusnas Perluas Akses Hampir 140 Ribu Buku Digital

Lewat SIGAP Deposit, Perpusnas Perluas Akses Hampir 140 Ribu Buku Digital. (Dok. Perpusnas)

Jakarta, WaraWiri.net - SIGAP Deposit digagas Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpusnas, Indra Astuti, untuk memperkuat pendayagunaan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) yang dihimpun Perpusnas melalui mekanisme serah simpan.

Koleksi tersebut merekam perkembangan pemikiran, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan Indonesia. Karena itu, menurut Indra, tantangan pengelolaan deposit tidak berhenti pada kemampuan menghimpun dan menjaga koleksi untuk kepentingan pelestarian.

“SIGAP Deposit tidak hanya berbicara tentang bagaimana koleksi dihimpun dan disimpan. Yang ingin kami dorong adalah bagaimana kekayaan pengetahuan tersebut semakin mudah ditemukan dan dimanfaatkan masyarakat untuk belajar, penelitian, dan pengembangan pengetahuan,” kata Indra di Jakarta, Minggu (4/10/2026). 

Melalui SIGAP Deposit, sebanyak 139.898 judul buku digital telah disiapkan untuk dilayankan kepada masyarakat dengan target pemanfaatan sedikitnya 10 ribu pemustaka setiap tahun. 

Indra menjelaskan, transformasi tersebut mengubah orientasi pengelolaan deposit dari yang sebelumnya lebih bertumpu pada penghimpunan, pelestarian, dan pemanfaatan koleksi secara fisik menuju layanan yang semakin memudahkan masyarakat menemukan referensi dan memanfaatkan koleksi digital sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendekatan ini diharapkan memperluas manfaat koleksi deposit bagi berbagai kelompok masyarakat. Mahasiswa dan pelajar dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar, dosen dan peneliti sebagai sumber informasi penelitian, guru untuk mendukung pembelajaran, serta komunitas literasi dan masyarakat umum untuk memperluas akses terhadap sumber pengetahuan. 

“Koleksi deposit merupakan bagian dari memori kolektif bangsa. Nilainya bukan hanya terletak pada seberapa banyak karya yang berhasil kita himpun, tetapi juga seberapa jauh pengetahuan di dalamnya dapat ditemukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Indra.

Perluasan akses melalui SIGAP Deposit tidak berarti seluruh buku digital dapat dibaca, disalin, atau diunduh secara bebas. Perpusnas tetap menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk terkait hak cipta dan serah simpan KCKR. 

Bentuk akses dapat diberikan secara bertingkat sesuai karakteristik dan status masing-masing koleksi. Masyarakat dapat mengakses informasi atau metadata bibliografis, mengetahui keberadaan koleksi, memanfaatkan koleksi fisik, hingga memperoleh akses terhadap konten digital tertentu sesuai hak dan ketentuan yang berlaku. 

Menurut Indra, prinsip tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan publik dalam memperoleh sumber pengetahuan dan perlindungan terhadap hak pemegang hak cipta.

“Semangatnya adalah membuka akses seluas mungkin sesuai ketentuan yang berlaku. Jadi, akses publik bukan berarti menghilangkan perlindungan hak cipta. Keduanya harus berjalan beriringan,” jelasnya.

Perluasan pendayagunaan koleksi deposit dirancang tidak hanya bertumpu pada layanan Perpusnas di Jakarta. Pada tahap awal, SIGAP Deposit akan dikembangkan melalui Jakarta dan 10 provinsi sebagai lokasi percontohan dengan melibatkan perpustakaan provinsi. 

Model kolaborasi tersebut diharapkan membuat manfaat koleksi deposit secara bertahap semakin dekat dengan masyarakat di daerah. Pengembangan SIGAP Deposit juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum, Perpusnas, perpustakaan provinsi, dan penerbit. 

Indra mengatakan, kolaborasi menjadi salah satu kunci karena transformasi layanan deposit tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga membutuhkan dukungan kebijakan, tata kelola, sistem, sumber daya manusia, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

“Transformasi ini tidak mungkin dilakukan Perpusnas sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi agar koleksi yang sudah dihimpun dan dilestarikan benar-benar dapat memberikan manfaat yang semakin luas, tanpa meninggalkan aspek perlindungan dan tata kelola yang baik,” katanya.

SIGAP Deposit sendiri tidak semata-mata diarahkan untuk membangun aplikasi baru. Inisiatif ini dirancang untuk membenahi tata kelola pendayagunaan KCKR agar lebih terstandardisasi, terintegrasi, berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. 

Pada tahap awal, Perpusnas telah menyelesaikan pemetaan proses bisnis pendayagunaan KCKR, pemetaan kebutuhan sistem, penyusunan SOP Pendayagunaan KCKR, serta draf Peraturan Perpusnas. Fondasi tersebut akan dilanjutkan dengan integrasi sistem dan data, penguatan indikator kinerja, dashboard monitoring, dan implementasi layanan secara bertahap. 

Dalam jangka panjang, pengembangan diarahkan menuju National Deposit Platform yang diperkuat dengan pelestarian digital, keamanan data, dan interoperabilitas. Perpusnas juga menyiapkan indikator kinerja untuk mengukur sejauh mana koleksi dimanfaatkan, layanan digunakan, kualitas proses meningkat, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan berkembang. 

SIGAP Deposit dikembangkan sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang dipimpin Indra Astuti. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, bertindak sebagai mentor. 

Indra menegaskan, pengembangan SIGAP Deposit tidak berhenti pada penyelesaian proyek perubahan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari transformasi kelembagaan Perpusnas secara berkelanjutan.

“Koleksi yang dilestarikan menjaga pengetahuan agar tidak hilang. Ketika koleksi itu didayagunakan, pengetahuan di dalamnya tetap hidup. SIGAP Deposit ingin menjembatani keduanya, menjaga kekayaan pengetahuan bangsa sekaligus mendekatkannya kepada masyarakat,” pungkas Indra. (Slamet)
Share:

Klinik Cempaka Lapas Perempuan Pangkalpinang Raih Akreditasi Predikat Madya

Klinik Cempaka Lapas Perempuan Pangkalpinang Raih Akreditasi Predikat Madya. (Dok. Ditjenpas)

Pangkalpinang, WaraWiri.net - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi Warga Binaan kembali mendapat pengakuan. Klinik Cempaka Lapas Perempuan Pangkalpinang berhasil memperoleh Sertifikat Akreditasi dengan predikat Madya sebagai pengakuan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan telah memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan.

Sertifikat tersebut diterima pada Senin (5/10) usai diterbitkan pada 21 September 2026 dengan masa berlaku 29 Agustus 2026 hingga 29 Agustus 2031. Capaian ini menjadi langkah penting bagi Klinik Cempaka dalam memperkuat mutu pelayanan kesehatan sekaligus memastikan layanan yang diberikan kepada Warga Binaan terus berjalan sesuai standar.

Kepala Lapas Perempuan Pangkalpinan, Rina Setiari, menyampaikan diraihnya akreditasi predikat Madya merupakan hasil dari komitmen dan kerja sama jajaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas.

“Akreditasi ini menjadi apresiasi sekaligus pengakuan terhadap upaya yang telah dilakukan jajaran dalam memenuhi standar pelayanan kesehatan. Namun, capaian ini bukan akhir, melainkan menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi Warga Binaan,” ungkapnya. 

Menurutnya, pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan hak Warga Binaan. Dengan adanya Klinik Cempaka yang telah memenuhi standar akreditasi, diharapkan pelayanan kesehatan makin optimal memberikan rasa aman dan kepastian dalam memperoleh layanan kesehatan selama menjalani masa pembinaan.

Sementara itu, dr. Nedya selaku petugas Klinik Cempaka mengatakan pencapaian predikat Madya merupakan hasil dari proses dan kerja sama seluruh pihak dalam mempersiapkan, serta memenuhi standar akreditasi.

“Predikat Madya menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar mutu pelayanan kesehatan di Klinik Cempaka terus meningkat,” tuturnya.

Diraihnya akreditasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian administratif, tetapi juga menjadi penguat komitmen Klinik Cempaka dalam memberikan pelayanan kesehatan bermutu, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan Warga Binaan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan terus menjadi dukungan terhadap proses pembinaan yang berjalan di Lapas Perempuan Pangkalpinang. (Isna)
Share:

172 Perlintasan Ditutup, KAI Gaspol Tingkatkan Keselamatan di 190 Titik dan Tuntaskan Rekomendasi KNKT

172 Perlintasan Ditutup, KAI Gaspol Tingkatkan Keselamatan di 190 Titik dan Tuntaskan Rekomendasi KNKT. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus tancap gas memperkuat keselamatan perjalanan kereta api. Salah satunya dengan mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kejadian KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, langkah perbaikan sudah dilakukan sejak pascakejadian dan terus berjalan selama proses investigasi berlangsung. Begitu laporan akhir KNKT diterima, enam rekomendasi yang ditujukan kepada KAI langsung ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing.

“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT dengan cepat dan tepat. Yang bisa langsung dilakukan, kami jalankan. Yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” ujar Bobby.

Enam rekomendasi KNKT tersebut secara umum berkaitan dengan penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, hingga peningkatan kemampuan personel dalam mengenali potensi bahaya.

Untuk memastikan rekomendasi tersebut tidak berhenti sebagai catatan, KAI langsung menjalankan sejumlah tindak lanjut. Mulai dari menyempurnakan prosedur, meningkatkan pelatihan, mengevaluasi sistem kerja, hingga melakukan kajian terhadap aspek operasional yang menjadi perhatian KNKT.

Bobby juga menegaskan bahwa KAI tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Perusahaan berkomitmen untuk tetap kooperatif dan transparan kepada pihak berwenang. Bersamaan dengan itu, KAI memastikan pegawai yang sedang menjalani proses hukum mendapatkan pendampingan dan bantuan hukum.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan akan tetap kooperatif serta transparan. Di saat yang sama, kami juga hadir untuk mendampingi pegawai kami yang sedang menjalani proses tersebut. Perusahaan akan memastikan pendampingan dan bantuan hukum diberikan, agar yang bersangkutan tidak menghadapi proses ini sendirian,” kata Bobby.

Tak hanya membenahi dari sisi internal, KAI juga memperkuat keselamatan langsung di lapangan. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, selama masa investigasi, berbagai langkah keselamatan terus dilakukan, termasuk mempercepat penanganan perlintasan sebidang.

Pada 11 Mei 2026, KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang. Tidak perlu menunggu lama, seluruh target tersebut berhasil direalisasikan per 23 Juli 2026.

Setelah itu, langkah penguatan keselamatan kembali dikebut melalui program peningkatan keselamatan pada 190 titik prioritas tahun 2026. Titik-titik tersebut tersebar di 9 Daop dan 4 Divre di Jawa dan Sumatra.

Penanganannya pun cukup lengkap. KAI melakukan pemasangan gardu, rambu, alat keselamatan dan komunikasi, menyediakan petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL), hingga memasang pintu perlintasan.

Program ini dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing. Berdasarkan pembaruan per 28 September 2026, pekerjaan sipil sudah berjalan di 183 dari 190 lokasi. Sementara itu, pekerjaan modular tercatat di 69 lokasi.

Untuk pekerjaan lainnya, pemasangan rambu telah berjalan di 26 lokasi, palang pintu di 2 lokasi, dan alat komunikasi di 87 lokasi.

Agar 190 titik tersebut semakin siap mendukung operasional, KAI juga menyiapkan 748 PJL yang telah tersertifikasi. Khusus di JPL 86 Bekasi Timur, KAI telah menyelesaikan pembangunan pos jaga sekaligus memasang rambu, palang pintu, dan alat komunikasi. Perlintasan tersebut pun sudah mulai dioperasikan.

Namun, urusan keselamatan tidak hanya soal palang pintu, rambu, atau petugas. Kesadaran masyarakat juga punya peran besar. Karena itu, KAI terus mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.

Sepanjang 2022–2025, KAI telah melaksanakan 6.259 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Selain itu, sebanyak 1.024 perlintasan sebidang liar dan rawan telah ditutup, serta 988 kegiatan sosialisasi dan edukasi telah dilakukan di sekolah dan tempat ibadah.

KAI juga memasang 2.646 spanduk peringatan di perlintasan rawan selama periode 2022 hingga Juni 2024 sebagai pengingat bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan.

“Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Seluruh progres terus kami pantau agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Anne.

Dengan berbagai langkah tersebut, KAI terus bergerak memastikan keselamatan menjadi bagian penting dalam setiap perjalanan. Mulai dari menutup perlintasan yang berisiko, memperkuat fasilitas, menyiapkan petugas tersertifikasi, hingga mengedukasi masyarakat, semuanya dilakukan agar perjalanan kereta api semakin aman dan nyaman. (Budi)
Share:

Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja

Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja. (Dok. Pemprov Sumut)

Medan, WaraWiri.net - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam bekerja kepada 188 pejabat yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Menurutnya, kerja sama yang kuat antarpimpinan dan perangkat daerah menjadi kunci untuk menghadirkan kinerja pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang semakin baik.

Hal tersebut disampaikan Wagub Surya dalam sambutannya usai Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Senin (5/10/2026).

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 188 pejabat administrator dan pejabat pengawas dilantik, terdiri dari 71 pejabat administrator dan 117 pejabat pengawas dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Para pejabat tersebut diharapkan mampu memikul tanggung jawab dalam memimpin, menggerakkan organisasi, membangun kerja sama, membina jajaran, menyelesaikan persoalan, hingga memastikan pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik.

"Saya berharap amanah ini diterima dengan penuh rasa syukur. Sekaligus juga dengan kesadaran bahwa semakin besar tanggung jawab, semakin besar tuntutan integritas, kemampuan dan keteladanan dalam bekerja," sebut Surya, didampingi sejumlah pimpinan OPD.

Sebagai perwujudan dari manajemen ASN berbasis talenta, Wagub menegaskan bahwa setiap jabatan perlu diisi oleh orang yang kompeten, potensial, berpengalaman, serta memiliki kemauan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Karena itu, jabatan harus menjadi ruang untuk menghasilkan kinerja, bukan sekadar menjalankan kewenangan.

"Saya ingin para pejabat yang dilantik ini mampu mebuktikan kepercayaan yang diberikan memang tepat. Tentunya dengan kerja nyata serta hasil yang dapat dirasakan. Karena jabatan ini memiliki posisi sangat penting dalam roda pemerintahan," jelas Surya.

Menurut Wagub Surya, posisi pejabat administrator dan pengawas sangat penting karena berhadapan langsung dengan pelaksanaan pekerjaan, koordinasi antarpegawai, pengendalian kegiatan, dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ia mengajak para pejabat menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing.

"Bangun komunikasi yang baik, jangan biarkan persoalan kecil menjadi besar. Jika ada hambatan, segera koordinasikan dan cari jalan keluarnya. Dan yang terpenting, jangan bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh pemerintahan yang bekerja dalam semagat kolaborasi dan sinergi," katanya.

Selain itu, Wagub Surya mengingatkan setiap perangkat daerah untuk saling mendukung dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, masyarakat tidak melihat satu OPD secara terpisah, melainkan melihat wajah Pemprov Sumut secara keseluruhan dalam menjawab kebutuhan publik.

"Mulailah bekerja sungguh-sungguh, responsif, disiplin dan lebih dekat dengan persoalan masyarakat. Mari kita pastikan setiap jabatan memberikan manfaat. Setiap tugas menghasilkan kinerja, dan setiap kebijakan bermuara pada peningkatan kualitas layanan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara," pungkas Wagub Surya. (Evi)
Share:

BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim. (Dok. Pemprov Kaltim)

Samarinda, WaraWiri.net - Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 tidak sekadar menjadi panggung untuk menampilkan karya busana, tetapi juga menjadi ruang bagi lahirnya generasi muda Kalimantan Timur untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan potensi sebagai desainer, sekaligus ikut melestarikan wastra dan kriya daerah.

Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, Heny Purwaningsih, mengatakan keikutsertaan pelajar SMK sederajat dalam BIFF 2026 merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wastra dan kriya unggulan Kaltim secara berkelanjutan.

Menurut Heny, regenerasi menjadi salah satu fokus penting Dekranasda Kaltim dalam mengembangkan sektor wastra dan kriya. Generasi muda tidak hanya diharapkan mampu melanjutkan keberadaan karya budaya daerah, tetapi juga menjadi penggerak baru perekonomian daerah.

“Event BIFF ini sebetulnya ke depan ingin membangun sebuah ekosistem dalam rangka mengembangkan wastra dan kriya unggulan Kaltim. Kita fokus pada regenerasi, bagaimana menciptakan penggerak ekonomi daerah,” ujar Heny saat menghadiri BIFF dihari kedua, Minggu (4/10/2026) di Odah Etam.

Ia menilai, potensi pelaku usaha dan generasi muda di bidang wastra Kaltim sangat besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, Dekranasda Kaltim mendorong agar produk dan karya kreatif daerah tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi memiliki daya saing hingga ke tingkat nasional dan internasional.

“Kita ingin pelaku usaha UKM di bidang wastra semakin bisa mendunia. Bukan hanya eksis di lokal, tetapi mampu mendunia. Secara tidak langsung, ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Salah satu wujud potensi tersebut terlihat dari karya para pelajar SMK sederajat yang tampil dalam BIFF 2026. Heny mengapresiasi kreativitas dan kemampuan desain yang ditunjukkan para siswa, yang dinilainya memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi desainer muda unggulan Kaltim.

“Anak SMK sederajat yang tampil pada event BIFF 2026 ini bisa jadi desainer baru Kaltim yang unggul, sehingga pelestarian budaya Kaltim ada penerusnya,” ungkapnya.

Heny menyebut, karya para pelajar yang ditampilkan dalam BIFF 2026 menjadi bukti bahwa sekolah vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia kreatif, khususnya di bidang fesyen, wastra dan kriya.

“Kita sudah lihat bersama, desain mereka tidak kalah dengan yang sudah senior. Ini merupakan peluang bagi mereka,” tuturnya.

Untuk mendukung tumbuhnya talenta baru, Dekranasda Kaltim berkomitmen menyediakan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan karya dan mengembangkan kemampuan. BIFF menjadi salah satu wadah yang mempertemukan kreativitas pelajar dengan pelaku industri fesyen dan ekosistem ekonomi kreatif.

“Kita memberikan panggung bagi produk kreasi anak SMK. BIFF ini merupakan agenda tahunan Dekranasda Kaltim,” jelas Heny.

Ia berharap keterlibatan pelajar dalam BIFF terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga berkembang menjadi desainer muda yang mampu menghasilkan karya dengan identitas Kaltim dan memiliki daya saing lebih luas.

“Kita berharap di tahun depan semakin banyak desainer lulusan SMK yang tampil di BIFF 2027,” pungkasnya.

Melalui BIFF, Dekranasda Kaltim ingin memastikan bahwa pengembangan fesyen dan wastra tidak berhenti pada pelestarian budaya semata. Lebih jauh, panggung tersebut diarahkan menjadi bagian dari proses regenerasi, penciptaan lapangan ekonomi baru, sekaligus membuka jalan bagi karya anak muda Kaltim untuk dikenal hingga ke tingkat yang lebih luas. (Junaedi)
Share:

Gempa Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Imbau Warga Waspadai Bangunan Retak

Gempa Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Imbau Warga Waspadai Bangunan Retak. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi Gempa Bumi tektonik M6,1 dengan parameter update M5.9 yang mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55.52 WIB. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT, atau sekitar 59 km arah Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 30 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.

“Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” kata Ardhasena di Gedung MHEWS BMKG, Minggu (4/10).

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di berbagai wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi. Wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya merasakan guncangan terkuat pada skala VI MMI, yang menyebabkan sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah.

Sementara itu, wilayah Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul, dan Kota Raba merasakan guncangan pada skala IV MMI, serta Kota Bima merasakan guncangan pada skala III MMI. Dampak guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Selain itu, hingga pukul 08.05.00 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat setidaknya 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang kekuatan antara M1,5 hingga M4,3,” ujarnya.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB terdapat kerusakan di beberapa wilayah pada kategori sedang dan satu orang mengalami luka ringan. Tentunya, atas kejadian ini, BMKG melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur akan terus melakukan monitoring dan segera turun ke lapangan untuk melalukan survei dampak gempa bumi secara komprehensif.

BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan menyalurkan pemutakhiran data secara berkala kepada pemangku kepentingan serta masyarakat luas. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, dan tidak memercayai isu-isu liar yang tidak jelas sumber kebenarannya.

Masyarakat dapat mengakses informasi resmi dan terverifikasi melalui kanal media sosial @infoBMKG, situs web resmi http://www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi ponsel infobmkg atau wrs-bmkg. (Fajar)
Share:

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Gianni Infantino membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan sepak bola nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepak bola. Menurut Erick, Kepala Negara memandang olahraga memiliki peran penting tidak hanya dalam mencetak prestasi, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda dan bangsa Indonesia.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa bola sangat penting, olahraga sangat penting untuk pembangunan karakter bangsa. Karena itu Bapak Presiden punya komitmen penuh untuk membangun olahraga secara nasional di mana ini menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa kita,” ujar Menpora.

Menurut Menpora, Presiden Prabowo turut mendorong agar fasilitas olahraga, baik yang berada di daerah maupun pusat, dapat dimanfaatkan secara optimal melalui kerja sama dengan klub-klub olahraga. Selain itu, pemerintah menegaskan dukungannya terhadap FIFA dan menyatakan kesiapan Indonesia untuk mendukung penyelenggaraan berbagai agenda sepak bola internasional pada masa mendatang.

“Presiden juga menyampaikan dukungan penuh kepada FIFA. Presiden juga berterima kasih FIFA bisa mengadakan event yang selama ini U-17 World Cup, lalu FIFA ASEAN, dan tentu beberapa event ke depan lainnya pemerintah Indonesia siap support beberapa kegiatan FIFA.” lanjutnya.

Sementara itu, Gianni Infantino mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo terhadap kemajuan sepak bola Indonesia. Menurut Infantino, kecintaan Presiden Prabowo terhadap sepak bola berjalan seiring dengan visinya dalam melihat olahraga sebagai instrumen yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan Indonesia.

“Dia memiliki kecintaan yang mendalam terhadap sepak bola dan sangat memahaminya, bukan hanya karena kecintaan terhadap olahraga ini, tetapi juga karena kecintaannya pada negara. Dia sangat memahami apa yang perlu dilakukan di negaranya serta bagaimana sepak bola, dan olahraga pada umumnya, dapat dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif bagi negara,” ujar Infantino.

Lebih lanjut, Infantino mengatakan bahwa pertemuan tersebut turut membahas strategi dan visi besar pengembangan olahraga dan sepak bola di Indonesia. FIFA, menurutnya, siap berkolaborasi dalam mendukung berbagai proyek tersebut.

“Kami membahas strategi umum dan visi terkait investasi di Indonesia untuk stadion, lapangan sepak bola, sekolah, serta segala hal yang berkaitan dengan olahraga dan sepak bola. Oleh karena itu, kami akan bekerja sama dengan federasi dalam proyek-proyek ini,” tandasnya.

Pertemuan tersebut mempertegas komitmen Indonesia dan FIFA untuk memperkuat kolaborasi pengembangan sepak bola, dengan perhatian pada prestasi, fasilitas olahraga, serta pembentukan karakter generasi muda. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Subianto bertindak selaku inspektur upacara memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus terus memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan ancaman yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.

“Sekarang menunjukkan penuh gejolak, penuh ketidakpastian. Kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata. Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang dan sudah mulai diserang. Melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” tutur Presiden Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, gangguan terhadap keamanan nasional juga dapat berlangsung melalui sektor ekonomi dan aktivitas penyelundupan yang mengancam kekayaan serta kehidupan bangsa.

“Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” ujar Presiden.

Menghadapi perubahan bentuk ancaman tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya TNI untuk terus menyesuaikan diri dan meningkatkan kemampuan. Presiden menegaskan bahwa masa damai harus dimanfaatkan sebagai masa persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun.

“Perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu, TNI harus terus menyesuaikan diri. Belajar, belajar, belajar dan berlatih, berlatih, berlatih,” tegas Presiden.

Kepala Negara selanjutnya menekankan bahwa TNI harus dibangun sebagai kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif. Sejalan dengan perkembangan teknologi, Presiden menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi bagian penting dari kesiapan TNI dalam menghadapi tantangan ke depan.

“TNI sekarang harus menguasai teknologi, TNI sekarang harus mengutamakan prestasi. Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekedar senioritas,” tuturnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kemampuan TNI untuk bersinergi dengan berbagai unsur pemerintahan dalam menghadapi berbagai persoalan dan ancaman yang dihadapi masyarakat. Kesiapan tersebut menjadi penting mengingat Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan ribuan pulau, wilayah laut yang luas, perbatasan yang panjang, serta berbagai objek strategis yang harus dijaga.

“Wilayah kita luas, kita memiliki ribuan pulau, wilayah laut yang sangat luas, perbatasan yang panjang. Berbagai objek strategis yang harus kita jaga. Kita juga akan terus membangun kekuatan kita,” ucapnya.

Di tengah penguatan kemampuan TNI, Presiden Prabowo juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

“Pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit. Pendidikan anak-anak prajurit, pelayanan kesehatan, serta kehidupan keluarga prajurit,” tuturnya.

Menutup amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan besarnya tanggung jawab prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Indonesia di tengah perubahan ancaman yang terus berkembang.

“Di pundak saudara ada beban yang tidak ringan. Kehormatan bangsa Indonesia, kedaulatan bangsa Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia, kesejahteraan rakyat kita berada di pundak saudara-saudara,” tandas Presiden. (Dinda)
Share:

Panja RUU Satu Data Indonesia Sepakati 20 Bab dan 141 Pasal

Ketua Panja RUU SDI sekaligus Wakil Ketua Baleg DPR RI, Sturman Panjaitan dalam Rapat Kerja Baleg DPR RI dengan pemerintah, di ruang rapat Baleg DPR RI, Senayan, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Panitia Kerja (Panja) Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia (RUU SDI) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyepakati hasil pembahasan RUU SDI yang terdiri atas 20 Bab dan 141 pasal. Kesepakatan tersebut dicapai setelah Panja membahas RUU SDI secara intensif bersama pemerintah, yakni pada tanggal 23, 24, 28, 29, 30 September, serta 1 dan 5 Oktober 2026.

“Dalam rapat panja berlangsung perdebatan yang konstruktif sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan kesepakatan rumusan norma yang diharapkan mampu menjadi solusi dalam menghadapi permasalahan tata kelola data nasional yang belum terintegrasi,” ujar Ketua Panja RUU SDI sekaligus Wakil Ketua Baleg DPR RI, Sturman Panjaitan dalam Rapat Kerja Baleg DPR RI dengan pemerintah terkait pengambilan Keputusan TK I Atas hasil Pembahasan RUU tentang Satu Data Indonesia, di ruang rapat Baleg DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dijelaskannya, RUU SDI merupakan RUU usul inisiatif DPR RI. Dalam Pembicaraan Tingkat I, pemerintah menyampaikan sebanyak 1.338 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) batang tubuh dan 829 DIM penjelasan.

Menurut Panja, lanjut Sturman, pembahasan DIM menunjukkan adanya kesamaan pandangan antara DPR dan pemerintah mengenai pentingnya pembenahan tata kelola data nasional agar terpadu, akurat, mutakhir, aman, dan berdaulat. Pembahasan dilakukan secara intensif dengan tetap menjalankan asas transparansi serta membuka ruang terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satu materi penting yang disepakati adalah pengaturan Data Dasar Nasional (DDN) yang dikuasai negara dan menjadi rujukan utama dalam perencanaan pembangunan, kebijakan fiskal dan penganggaran, distribusi bantuan sosial, serta kebutuhan strategis nasional lainnya.

RUU tersebut juga mengatur tata kelola Satu Data Indonesia melalui Rencana Induk SDI, Arsitektur SDI, Manajemen SDI, dan Siklus SDI yang dikoordinasikan oleh Menteri, termasuk penetapan Data Prioritas Nasional.

Selain itu, Panja menyepakati penguatan kelembagaan melalui pembentukan Penyelenggara SDI yang bertanggung jawab kepada Presiden. Lembaga tersebut menggantikan Badan Satu Data Indonesia dan memiliki fungsi koordinatif, normatif, serta fasilitatif dalam mengoordinasikan Pembina Data, Produsen Data, dan Wali Data.

“Dalam pengaturannya, RUU SDI juga membagi kewenangan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Desa atau Kelurahan dalam memproduksi serta mengelola data. Termasuk di dalamnya pengaturan musyawarah Data Desa/Kelurahan sebagai forum partisipatif untuk menyepakati Data Desa,” paparnya.

Ditambahkan Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini, Panja juga menyepakati pengaturan mengenai Standar Data, Metadata, Kode Referensi dan/atau Data Induk, serta Sistem Katalog Data Nasional yang wajib diterapkan oleh seluruh Produsen Data dan Wali Data. Pengaturan tersebut dilakukan tanpa memusatkan penguasaan data pada satu lembaga.

Di sisi teknologi, RUU SDI mengatur infrastruktur SDI dan manajemen risiko, termasuk pemanfaatan teknologi digital, blockchain, dan kecerdasan artifisial dengan tetap menjamin kedaulatan data nasional, keterlacakan, serta pengawasan manusia.

Aspek keamanan dan pelindungan data menjadi salah satu materi strategis dalam RUU SDI. Panja menyepakati penguatan melalui Standar Keamanan Data yang ditetapkan oleh lembaga di bidang keamanan siber dan persandian, infrastruktur kriptografi, sistem manajemen sertifikat digital, audit keamanan, serta audit kedaulatan data.

RUU tersebut juga mengatur kewajiban pelaporan insiden paling lama 1 x 24 jam. Selain itu, penggunaan dan pengendalian akses data turut diatur, termasuk pengenaan biaya atas akses Data Terbatas sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara akses dan transfer Data Tertutup ke luar yurisdiksi Indonesia wajib memperoleh persetujuan DPR RI.

Panja juga memasukkan ketentuan mengenai pendanaan dan pemberian insentif, pembinaan, pengawasan, evaluasi, serta akuntabilitas. Penyelenggara SDI nantinya wajib menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Presiden dan DPR RI.

Dalam kesempatan itu Sturman juga memaparkan bahwa Partisipasi masyarakat juga mendapatkan ruang melalui pemberian masukan, pelaporan dugaan penyalahgunaan data, pengawasan partisipatif, serta kontribusi data secara sukarela. RUU SDI turut mengatur mekanisme penyelesaian sengketa yang mengutamakan penyelesaian non litigasi, dengan jangka waktu mediasi paling lama 14 hari kerja dan dapat diperpanjang 14 hari kerja.

“Dari sisi penegakan hukum, RUU SDI memuat ketentuan mengenai sanksi administratif, ketentuan pidana, dan ketentuan peralihan untuk menjamin kepatuhan serta keberlanjutan penyelenggaraan SDI. Panja juga menyepakati penghapusan Bab Larangan yang substansinya diformulasikan ke dalam Bab Ketentuan Pidana,” paparnya.

Panja juga menetapkan pembentukan Penyelenggara SDI paling lama satu tahun serta penyesuaian sistem dan infrastruktur SDI berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. (Dimas)
Share:

Legislator Desak Polisi Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SD Pemalang Secara Transparan

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengaku mendapat aduan terkait kasus meninggalnya siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Muhammad Hasbi Al Aqib (7), yang diduga mengalami perundungan oleh kakak kelasnya. Abdullah mengatakan, ada sejumlah aduan yang disampaikan kepadanya.

Di antaranya, orang tua korban disebut tidak mendapatkan informasi yang memadai dari pihak sekolah, beredarnya informasi mengenai pihak yang diduga terlibat yang disebut dibawa ke luar kota, serta adanya dugaan di masyarakat mengenai pihak tertentu yang disebut-sebut memiliki pengaruh dalam perkara tersebut.

“Mendengar aduan tersebut, yang juga banyak tersebar di media sosial, Komisi III DPR yang membidangi hukum akan mengawal kasus kematian ananda ini. Saya meminta Polres Pemalang menangani kasus ini secara transparan,” ujar Abduh, sapaan akrab Abdullah dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria, di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Lebih lanjut, Legislator Fraksi PKB tersebut mendorong Polres Pemalang melakukan penyelidikan secara cepat, menyeluruh, dan transparan agar tidak berkembang berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut Abduh, penyelidikan perlu menjawab secara terang mengenai rangkaian peristiwa yang dialami korban, termasuk kapan, di mana, dan bagaimana dugaan kekerasan tersebut terjadi serta siapa saja yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai kejadian tersebut.

“Juga anggapan pihak sekolah tidak transparan dalam memberikan informasi kepada keluarga korban. Pihak sekolah memiliki tanggung jawab untuk segera merespons, melindungi korban, melakukan penanganan awal, memberikan informasi yang diperlukan kepada orang tua, serta berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila terdapat dugaan kekerasan,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Sebagaimana diketahui, Aqib meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026), setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar sembilan hari. Polisi masih menyelidiki dugaan kekerasan yang dialami korban. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga, sekolah, dan teman korban, serta melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan adanya hubungan antara dugaan kekerasan tersebut dengan penyebab kematian korban. Polisi juga belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan perundungan tersebut.

Menurut keterangan ibu korban, Diah Indriyanti, Aqib sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut. Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Aqib kemudian menceritakan kepada keluarga bahwa dirinya diduga mengalami kekerasan oleh sejumlah kakak kelas. Menurut keluarga, Aqib juga sempat menunjukkan pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar mengatakan polisi telah memeriksa enam saksi yang berasal dari teman korban, pihak sekolah, dan orang tua korban. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang dialami Aqib sebelum meninggal dunia. 

Polisi juga meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri sebelum proses penyelidikan selesai, mengingat perkara tersebut berkaitan dengan anak-anak. (Dimas)
Share:

Badan Sosialisasi MPR Fokus Menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Pendidik

Anggota Kelompok I Badan Sosialisasi MPR RI, Nurwayah, saat membuka kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI berbasis komunitas di Bekasi. (Dok. MPR RI)

Bekasi, WaraWiri.net - Anggota Kelompok I Badan Sosialisasi MPR RI, Nurwayah, S.Pd., Fraksi Partai Demokrat, menegaskan, guru atau tenaga pendidik memiliki jasa yang sangat besar. Ia mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya. Karena itu, tidak mungkin ada orang berpendidikan, baik orang biasa maupun pemimpin, yang tidak pernah memiliki guru. Tanpa guru, semua orang tidak akan menjadi apa-apa. Itu terjadi di berbagai penjuru dunia, bukan hanya di Indonesia.

Para guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka selalu menjaga dan membersamai anak didiknya dari pagi hingga sore. Karena itu, Badan Sosialisasi MPR fokus melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada para pendidik agar mereka meneruskan materi yang diperoleh selama sosialisasi kepada murid-muridnya.

“Sebelum terjun ke politik, saya adalah seorang guru. Jadi saya tahu betul dan bisa merasakan perjuangan serta suka duka seorang guru. Apalagi, saat ini masih banyak hak-hak guru yang belum bisa diberikan oleh negara, mulai dari gaji, kesejahteraan hingga sarana dan prasarana belajar,” kata Nurwayah saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI berbasis komunitas, kerja sama MPR dengan Nawasena Leaders Institute. Acara tersebut berlangsung di Bekasi, Minggu (4/10/2026). 

Turut hadir pada acara tersebut anggota Bansos, Iyeth Bustami (F-PKB), Dr. Ir. H. Ahmad Junaidi Auli (F-PKS), dan narasumber sosialisasi Yoga Sumarsono, S.H.

Karena itu, Nurwayah mengapresiasi pengorbanan para guru, seraya berharap para pendidik tidak bosan dan capek untuk memberikan ilmu kepada murid-muridnya, meskipun masih banyak hak-haknya yang belum bisa diberikan oleh negara.

Guru dan Pembentukan Akhlak Generasi Muda
Sambutan serupa disampaikan Iyeth Bustami. Menurut Anggota F-PKB MPR RI Dapil Riau 1 ini, dirinya tidak bisa mendidik anak-anaknya sendiri tanpa kehadiran dan bantuan guru. Karena itu, ia bersyukur serta berterima kasih kepada para guru yang telah mendidik anak-anaknya. Terima kasih juga ia sampaikan kepada para guru yang dulu membinanya, karena tanpa guru tidak mungkin orang tuanya bisa mendidik dirinya.

“Para guru kita menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mendidik. Berbuat keras sedikit muridnya akan mengadu ke orang tua. Padahal Dulu kita belajar di kelas itu sering dimarahi sama guru, agar kita tertib dan baik, tetapi sekarang itu tidak berlaku. Jadi harus tetap tegas tetapi tidak boleh menyakiti,” ujar Iyeth.

Menurut Iyeth, jika diringkas, Empat Pilar itu intinya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena itu, ia menekankan pentingnya pelajaran agama dan pembentukan akhlak yang mulia.

“Orang yang agama dan akhlaknya baik, tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Karena agama dan Pancasila itu sejalan, tidak saling bertentangan. Karena itu kita perlu menekankan pentingnya pelajaran agama dan pembentukan akhlak yang baik. Kalau akhlak seorang anak baik, niscaya dia tidak hanya akan menghormati orang tuanya, tetapi juga gurunya,” ungkap Iyeth.

Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Pendidik
Seperti dua pembicara sebelumnya, narasumber ketiga, Dr. Ir. H. Ahmad Junaidi Auli, juga menekankan arti penting guru bagi pembentukan kepribadian bangsa. Karena itu, Badan Sosialisasi MPR RI fokus memberikan sosialisasi kepada para pendidik karena interaksi mereka dengan para siswa sangat dekat.

“Anggaran kita terbatas, makanya kita memilih untuk fokus melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada para pendidik, agar sasaran yang dituju jelas. Begitupun belum seluruh pendidik bisa mengikuti sosialisasi,” ujar Ahmad Junaidi Auli.

Pada kesempatan itu, Ahmad Junaidi mengingatkan, pada awalnya kegiatan ini dinamakan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Tetapi kemudian dirubah menjadi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

“Sesungguunya pilar bangsa itu banyak jumlahnya. Selain Pancasila, UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1944, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, masih ada lagi yang lain. Antara lain, Bendera negara dan bahasa persatuan. Tetapi dalam Empat Pilar MPR RI kita fokuskan pada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Ahmad Junaidi.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar menurut Ahmad Junaidi adalah sesuatu yang sangat penting. Terbukti, banyak remaja yang sudah lupa terhadap sila-sila Pancasila. Dengan sosialisasi diharapkan, mereka akan kembali mengingat dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, pernah ada seorang artis penyanyi ditunjuk jadi Duta Pancasila, ternyata tidak hafal sila-silanya. Sehingga batal jadi Duta Pancasila.

“Dalam sejarah, pernah ada yang berusaha mengubah Pancasila menjadi Trisila bahkan Ekasila. Itu artinya, ada yang ingin mengubah dasar negara kita menjadi dasar negara yang lain. Oleh karena itu sosialisasi ini juga diarahkan untuk menjaga supaya Pancasila tetap eksis sebagai dasar dan ideologi negara,” kata Ahmad Junaidi menambahkan. (Bambang)
Share:

Lampaui Target, Indonesia Akhiri Asian Games 2026 Dengan Raih 5 Emas

Lampaui Target, Indonesia Akhiri Asian Games 2026 Dengan Raih 5 Emas. (Dok. Kemenpora)

Jepang, WaraWiri.net - Kontingen Indonesia mengakhiri perjuangan pada ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang dengan melebihi target mendapatkan 5 medali emas dengan menempati posisi ke-16 pada klasemen akhir perolehan medali.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun pada hari terakhir gelaran Minggu (4/10), tim Merah Putih mengumpulkan total 39 medali yang terdiri dari 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. 

Torehan lima emas membuat Indonesia melewati target yang dibawa menuju Asian Games tahun ini, yaitu empat medali emas. 

Badminton menyumbang dua medali emas (beregu putra dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin). Lalu, Rahmat Erwin Abdullah (angkat besi), Desak Made Rita Kusuma Dewi (panjat tebing), dan Nurisa Dian Ashrifah (panahan) masing-masing meraih satu emas.

Puncak klasemen akhir Asian Games 2026 didominasi oleh China yang keluar sebagai juara umum usai mengumpulkan 169 medali emas, 89 perak, dan 83 perunggu.

Tuan rumah Jepang menyusul di peringkat kedua dengan raihan 83 emas, 95 perak, dan 91 perunggu. Sementara itu, posisi tiga besar dilengkapi oleh Korea Selatan yang mengantongi 39 emas, 43 perak, dan 68 perunggu.

Hasil pada Asian Games 2026 ini tentu menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beserta pemangku kepentingan lainnya guna mempersiapkan strategi pembinaan atlet menuju ajang multievent berikutnya. (Siti)
Share:

Tim Indonesia Bikin Sejarah Baru, Cetak 9 Rekor Dunia dan Asia di Asian Games 2026

Tim Indonesia Bikin Sejarah Baru, Cetak 9 Rekor Dunia dan Asia di Asian Games 2026. (Dok. NOC Indonesia)

Jepang, WaraWiri.net - Perjuangan Tim Indonesia pada 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ditutup dengan catatan membanggakan. Tidak hanya berhasil melampaui target medali emas, atlet-atlet Merah Putih juga meninggalkan jejak prestasi melalui sembilan catatan rekor yang tercipta di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Tim Indonesia mengakhiri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu, sekaligus melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni empat medali emas. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-16 klasemen akhir. 

Menariknya, lima medali emas Tim Indonesia dipersembahkan cabang olahraga olimpiade, yakni bulu tangkis beregu putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di ganda putra, Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan. 

Namun, kekuatan Tim Indonesia di Aichi-Nagoya tidak hanya tercermin dari jumlah medali. Performa atlet juga ditandai dengan pencapaian rekor yang mempertegas daya saing di level Asia, bahkan dunia.

Sementara itu, salah satu penampilan paling monumental datang dari Rahmat Erwin Abdullah di nomor men’s 75kg angkat besi. Rahmat tampil dominan dengan mencatat 206 kg pada clean & jerk dan 366 kg total angkatan sekaligus tercatat sebagai rekor dunia, serta masuk sebagai rekor Asia dan Asian Games.

Dengan demikian, penampilan Rahmat menghasilkan enam catatan rekor sekaligus: tiga kategori rekor untuk clean & jerk 206 kg dan tiga kategori untuk total 366 kg, masing-masing pada level dunia, Asia, dan Asian Games, termasuk mempersembahkan medali emas bagi Tim Indonesia. 

Rekor berikutnya datang dari cabang olahraga panjat tebing yang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu kekuatan Indonesia di level Asia. Aditya Tri Syahri memperbarui Asian Games Record nomor men’s speed dengan catatan 4,62 detik, mempertajam catatan sebelumnya 4,95 detik yang dibuat Veddriq Leonardo di Hangzhou.

Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas usai mencatat waktu 6,062 detik pada nomor women’s speed berhasil memperbarui Asian Record, sekaligus menjadi Asian Games Record. Sebelumnya, Desak memegang catatan 6,07 detik yang dibuat di Meishan untuk kategori rekor Asia, serta 6,52 detik yang dicatat di Hangzhou sebagai rekor Asian Games. 

Selain rekor, Tim Indonesia juga menorehkan sejumlah catatan sejarah. Sebut saja medali emas beregu putra bulutangkis yang mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 28 tahun untuk kembali meraih emas Asian Games pada nomor tersebut. Indonesia kemudian menambah emas dari ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. 

Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifah menciptakan sejarah baru dengan mempersembahkan medali emas Asian Games pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan. Hani, sapaan Nurisa, mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 pada final nomor compound individual putri. 

Tidak hanya dari cabor-cabor tradisional, sejumlah cabang yang baru tampil di Asian Games juga ikut menyumbangkan medali. Teqball, padel, MMA dan surfing memberikan kontribusi medali perak maupun perunggu, memperlihatkan semakin luasnya spektrum prestasi olahraga Indonesia di panggung Asia. 

Juga untuk E-Sport yang berhasil membawa pulang medali pertama sejak cabang olahraga tersebut di pertandingkan resmi di Asian Games 2022 Hangzhou. 

Capaian tersebut menjadi semakin berarti karena beberapa nomor yang sebelumnya menjadi sumber emas Indonesia di Hangzhou 2022 tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya, termasuk nomor 10 meter running target putra dan mixed serta dragon boat 1000 meter putra. 

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, ofisial, cabang olahraga, NOC Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pihak yang mendukung perjuangan Tim Indonesia sepanjang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua.

Menurut Todotua, pencapaian lima medali emas tersebut menunjukkan bahwa Tim Indonesia berhasil melewati target yang telah ditetapkan.

"Berdasarkan target yang diberikan Kemenpora, empat emas, maka Tim Indonesia dalam Asian Games ini bisa mencapai sebanyak lima emas," imbuhnya. 

Todotua menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari koordinasi dan konsolidasi yang kuat antara Tim CdM, NOC Indonesia, Kemenpora, serta seluruh cabang olahraga yang berjuang di Aichi-Nagoya.

“Asian Games adalah ajang pertarungan yang penuh dengan tantangan. Tapi dengan koordinasi yang baik, dengan konsolidasi yang baik, kami dengan NOC, dengan Kemenpora dan khususnya para cabang olahraga yang mengikuti kompetisi ini, kita berkoordinasi dengan baik,” sebut Todotua.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai tantangan nonteknis yang muncul selama pelaksanaan Asian Games dapat diantisipasi sehingga fokus utama tetap terjaga pada perjuangan atlet di arena pertandingan

“Segala sesuatu tantangan-tantangan yang ada, secara nonteknis bisa kita selesaikan dengan baik. Kami merasa sangat berbahagia dan puas karena kita bisa mengantisipasi segala kendala yang terjadi di Nagoya dan memastikan para atlet kita bisa berlaga, bertanding dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin,” ujar Todotua. 

Bagi Tim Indonesia, pencapaian di Aichi-Nagoya 2026 bukan semata tentang angka di klasemen. Medali, catatan rekor dan torehan sejarah yang tercipta menjadi gambaran dari perjuangan panjang para atlet Merah Putih untuk membawa nama Indonesia bersaing di level tertinggi Asia.

Asian Games Aichi-Nagoya pun menjadi panggung bagi lahirnya rekor-rekor baru, prestasi bersejarah, dan munculnya kekuatan baru dari berbagai cabang olahraga. Semua capaian tersebut menjadi modal penting bagi pembinaan dan perjalanan atlet Indonesia menuju panggung-panggung olahraga internasional berikutnya. (Siti)
Share:

KPK Bersama Kementerian dan Lembaga, Koordinasikan Kesepahaman Perhitungan Kerugian Keuangan Negara

KPK Bersama Kementerian dan Lembaga, Koordinasikan Kesepahaman Perhitungan Kerugian Keuangan Negara. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Menindaklanjuti arahan Majelis Hakim Konstitusi dalam perkara Nomor 206/PUU-XXIV/2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian/lembaga dan organisasi profesional auditor terkait audit kerugian keuangan negara dan lembaga negara audit keuangan di Jakarta, Senin (5/10).

Sebelumnya, dalam sidang Kamis (27/8), Majelis Hakim Konstitusi mengarahkan Kementerian Hukum (Kemenkum) dan Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Agung serta Mahkamah Agung (MA), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejagung, Polri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan KPK untuk menyamakan persepsi standar dan mekanisme penghitungan dan pembuktian kerugian keuangan negara, termasuk kemungkinan pilihan yang diambil.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam sambutannya menyampaikan perkara ini menjadi amanat penting yang perlu ditindaklanjuti bersama. Menurutnya, para pihak perlu duduk bersama guna membahas persoalan terkait penghitungan dan pembuktian kerugian keuangan negara secara lebih konkret.

“Oleh karena itu, kita berkumpul dan bermusyawarah untuk membahas, yang hasilnya nanti akan disampaikan sebagai tindak lanjut amanat tersebut,” tegas Setyo.

Menurutnya, pemberantasan tindak pidana korupsi tidak terlepas dari audit investigasi yang dibutuhkan guna mendukung dan memastikan proses penanganan perkara hukum berjalan dengan baik.

“Banyak hal, terutama upaya pemberantasan korupsi, tidak lepas dari proses audit investigasi dan itu lah yang menentukan penyidikan lanjutan oleh aparat penegak hukum,” imbuhnya.

Senada, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Ely Kusumastuti, menjelaskan mengenai asal pokok perkara yang telah melalui total tujuh persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Dari rangkaian persidangan tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan bersama.

“Sesuai amanat Majelis Hakim Konstitusi, kita perlu meluangkan waktu bersama untuk membahas hal ini demi kepentingan bangsa dan negara dan kesampingkan ego sektoral instansi,” ucap Ely.

Dalam forum tersebut, berbagai pihak hadir guna menyampaikan pandangan dan masukan sesuai kewenangannya masing-masing. Di antaranya, KPK; BPK; BPKP; pihak pemerintah selaku termohon yang diwakili Kemenkum dan Kejagung, Kepolisian, jajaran Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, auditor, serta asosiasi profesional auditor.

Pandangan tersebut salah satunya disampaikan Kepala Litigasi, Pengembangan, dan Bantuan Hukum BPK RI, Supriyonohadi, yang menyatakan penghitungan kerugian keuangan negara bukan proses yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dalam pemeriksaan keuangan negara.

Selanjutnya, dari pihak pemerintah selaku termohon, Direktur Litigasi Kementerian Hukum (Kemenhum), Zuliansyah, turut menyampaikan setidaknya empat hal yang perlu disepakati bersama, yakni standarisasi, pihak yang menentukan standarisasi, mekanisme pembuktian dan perhitungan keuangan negara, serta upaya memastikan tidak ada perbedaan pembuktian tersebut.

Forum ini menjadi ruang bersama bagi kementerian/lembaga dan institusi terkait, guna menyamakan persepsi sesuai kewenangannya masing-masing. Upaya ini yang diharapkan dapat menjadi landasan jelas dalam menghitung dan membuktikan kerugian keuangan negara pada persidangan nanti.

Bagi KPK, menyamakan persepsi antarlembaga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan guna mendukung efektivitas pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, forum ini penting demi menghasilkan kesepahaman sekaligus upaya mendukung penanganan perkara secara lebih efektif. (Ilham)
Share:

KPK Ajak Generasi Muda Bandung Jadikan Karya sebagai Medium Integritas

KPK Ajak Generasi Muda Bandung Jadikan Karya sebagai Medium Integritas. (Dok. KPK)

Bandung, WaraWiri.net - Karya kreatif dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan sekaligus menanamkan nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Benar-Benar Podcast Live Bandung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong anak muda mengolah keresahan dan pengalaman di sekitarnya menjadi karya yang mampu membuka percakapan publik tentang antikorupsi.

Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan yang digelar Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi (Soskam) KPK di North Hall–Paris Van Java, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/10), dengan tema “Berani Bersuara lewat Karya”. Di tengah kuatnya peran ruang digital dalam membentuk opini dan interaksi publik, kegiatan ini mengajak peserta melihat kreativitas sebagai medium untuk menyampaikan nilai, membangun kesadaran, dan mendorong partisipasi dalam menciptakan lingkungan yang berintegritas.

Satuan Tugas (Satgas) Soskam KPK, Dotty Rahmatiasih, menyampaikan bahwa Benar-Benar Podcast dikembangkan sebagai pendekatan kampanye yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pandangan, keresahan, dan nilai yang mereka yakini. Menurutnya, keterlibatan anak muda penting karena perspektif yang lahir dari pengalaman mereka dapat membuat pesan antikorupsi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan relevan dengan pola komunikasi di ruang digital.

“Dari percakapan yang dibangun melalui podcast memiliki peluang untuk berkembang melampaui konten yang diproduksi. Interaksi audiens di media sosial dapat memperluas pembahasan, mempertemukan beragam perspektif, serta membuat gagasan tentang integritas terus diperbincangkan oleh lebih banyak anak muda,” ungkap Dotty.

Semangat menjadikan karya sebagai ruang menyampaikan gagasan turut dibahas bersama musisi Barsena Bestandhi dan Voice of Baceprot (VoB). Keduanya berbagi pengalaman mengenai proses kreatif yang kerap berangkat dari keresahan serta bagaimana sebuah karya dapat menemukan makna yang lebih luas ketika berinteraksi dengan audiens.

Dari Gagasan yang Berdampak

VoB berpandangan, karya yang lahir dari pengalaman atau keresahan pribadi dapat menjadi representasi bagi orang lain yang menghadapi persoalan serupa. Ketika karya mampu membuka ruang bagi orang lain untuk menyampaikan pengalaman dan pandangannya, kreativitas tidak lagi berhenti sebagai ekspresi personal, tetapi dapat berkembang menjadi percakapan yang memberi makna bagi publik.

Sementara itu, Barsena Bestandhi melihat musik sebagai medium yang dapat menjembatani persoalan yang kompleks agar lebih dekat dengan masyarakat. Melalui karya, sebuah isu dapat dikemas secara lebih ringan tanpa kehilangan pesan, sekaligus memberi kesempatan kepada audiens untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Menurutnya, tantangan dalam berkarya tidak berhenti pada upaya menghasilkan karya yang dapat diterima masyarakat, tetapi juga bagaimana menjaga tujuan yang melatarbelakangi proses kreatif. Berbagai pilihan dan kepentingan yang hadir selama proses tersebut perlu dihadapi dengan tetap menempatkan prinsip sebagai dasar dalam menentukan arah karya.

“Pencapaian yang diperoleh dengan mengesampingkan nilai yang diyakini tidak selalu mencerminkan keberhasilan. Karena itu, keputusan dalam berkarya perlu dipertimbangkan bukan hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan identitas, tujuan, dan alasan yang menjadi dasar seseorang menghasilkan karya,” jelas Barsena.

Pandangan tersebut menjadi refleksi bahwa keberanian tidak selalu hadir dalam bentuk suara yang lantang. Dalam proses berkarya maupun menentukan pilihan, keberanian justru dapat terlihat ketika seseorang tetap berpegang pada keyakinan dan prinsip, meski dihadapkan pada pilihan yang lebih mudah, tetapi berpotensi menjauhkan seseorang dari prinsip yang dipegang.

Dari Karya, Menjadi Keberanian

Melalui ‘Benar-Benar Podcast Live Bandung’, KPK menghadirkan pesan integritas dan antikorupsi melalui medium yang dekat dengan generasi muda. Dikemas dalam suasana yang lebih kreatif dan terbuka, kegiatan ini menghadirkan Andovi Da Lopez dan Jovial Da Lopez sebagai host, serta penampilan stand-up comedy dari Maki Mubarok, sehingga isu antikorupsi dapat dibicarakan secara ringan tanpa kehilangan substansinya.

Lebih dari sekadar hiburan, ruang ini mendorong anak muda untuk mengolah keresahan terhadap persoalan di sekitarnya menjadi gagasan dan aksi yang positif. KPK mengajak generasi muda untuk berani menyampaikan pandangan, mengambil peran, dan menjadikan kreativitas sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang berintegritas. (Ilham)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING