Latihan Pramuka Rutin, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Belajar Navigasi Dasar

Latihan Pramuka Rutin, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Belajar Navigasi Dasar. (Dok. Ditjenpas)

Malang, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang rutin gelar kegiatan kepramukaan bagi Warga Binaan setiap Kamis sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Kegiatan ini bertujuan tanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada latihan pramuka yang dilaksanakan Kamis (11/6), Warga Binaan mendapatkan materi tentang penggunaan kompas. Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan pada bagian-bagian kompas, fungsi kompas dalam navigasi, serta praktik menentukan arah mata angin dan orientasi lapangan. Dengan pendampingan petugas dan pembina pramuka, Warga Binaan mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan antusias.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Rubiniza, menjelaskan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan salah satu sarana pembentukan karakter yang efektif bagi Warga Binaan.

“Melalui latihan pramuka rutin, Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga belajar tentang disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Materi penggunaan kompas yang diberikan hari ini diharapkan dapat menambah wawasan serta melatih kemampuan mereka dalam memahami arah dan navigasi dasar,” ujar Rubiniza.

Salah seorang Warga Binaan, Sofi, mengaku senang mendapatkan pengalaman baru melalui latihan pramuka. Menurutnya, materi penggunaan kompas menjadi hal yang menarik karena sebelumnya ia belum pernah mempelajarinya secara langsung.

“Saya merasa senang bisa mengikuti latihan hari ini. Awalnya saya mengira menggunakan kompas itu sulit, tetapi setelah dijelaskan dan dipraktikkan bersama, ternyata sangat menarik dan menambah pengetahuan saya. Kegiatan pramuka membuat kami lebih aktif dan semangat untuk terus belajar,” ungkap Sofi.

Melalui kegiatan kepramukaan berkelanjutan, diharapkan dapat membentuk warga Binaan yang lebih disiplin, mandiri, dan siap kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat. (Remond)
Share:

H-9 PENAS XVII, Lokasi Gelar Teknologi Pertanian Terus Dipersiapkan

Display teknologi budidaya padi PM-AAS di lokasi Gelar Teknologi Pertanian PENAS Petani Nelayan XVII di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. (Dok. Pemprov Gorontalo)

Gorontalo, WaraWiri.net - Sembilan hari menjelang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang dijadwalkan akan dibuka pada 20 Juni 2026, panitia pelaksana bersama seluruh pihak terkait terus melakukan berbagai persiapan. Salah satunya di lokasi Gelar Teknologi Pertanian di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Lokasi Gelar Teknologi Pertanian berada pada lahan seluas 9,2 hektar. Di lokasi tersebut ditampilkan semua teknologi pertanian terbaru dan modern terkait dengan tanaman pangan, perkebunan, peternakan, holtikultura, dan perikanan.

“Di lokasi ini tanamannya sudah tumbuh bagus. Mudah-mudahan pada saat pelaksanaan PENAS XVII dan dikunjungi oleh bapak Presiden, ini akan lebih mantap lagi,” kata Gubernur Gusnar Ismail saat meninjau persiapan lokasi Gelar Teknologi Pertanian PENAS XVII, Kamis (11/6/2026).

Pada peninjauan itu Gubernur Gusnar yang turut didampingi oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, melihat display teknologi budidaya padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dikembangkan oleh BRMP Kementerian Pertanian. PM-AAS merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi yang memadukan penggunaan varietas benih unggul, pola tanam berjarak rapat, dan optimalisasi mekanisasi alat dan mesin pertanian.

“Ini adalah salah satu hasil teknologi pertanian yang dikembangkan untuk tanaman padi. Kalau petani sekarang menanam padi satu hektar itu hanya mencapai kurang lebih 350 ribu anakan. Tapi dengan pola ini bisa sampai 800 ribu anakan, sehingga bisa dibayangkan hasil produksinya juga akan lebih tinggi. Sudah dihitung dengan pola ini, satu hektar bisa menghasilkan 10 ton gabah kering panen,” ungkap Gusnar.

Oleh karena itu Gubernur Gusnar mengajak seluruh petani di Indonesia, lebih khusus yang berada di wilayah Provinsi Gorontalo, untuk datang dan menyaksikan kemajuan serta perkembangan teknologi pertanian. Gusnar berharap pelaksanaan PENAS XVII akan membawa manfaat dan memberi dampak pada peningkatan kesejahteraan petani. (Muh)
Share:

Gubernur Andra Soni Terima Kunjungan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banten

Gubernur Andra Soni Terima Kunjungan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banten. (Dok. Pemprov Banten)

Banten, WaraWiri.net - Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten yang baru, Muhyidin, sekaligus menerima pamit dari Kepala BPJS sebelumnya, Eko Yuyulianda, di halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (10/6/2026). 

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja.

Pada kesempatan itu, Andra Soni menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Eko Yuyulianda selama memimpin BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten.

Saat memimpin, berbagai program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat berjalan dengan baik melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

"Saya mengucapkan selamat atas amanat baru yang diemban Eko Yuyulianda sebagai Deputi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Pusat," kata Andra Soni.

Sementara itu, kepada Muhyidin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Andra Soni menyampaikan selamat datang dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat.

Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dalam meningkatkan cakupan kepesertaan dan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja formal maupun informal.

"Saya berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah," ujarnya. (Subhan)
Share:

Tinjau Hasil PKPN Revitalisasi Pendidikan di Bogor, Menko PMK Tegaskan Komitmen Presiden Bangun SDM Unggul

Tinjau Hasil PKPN Revitalisasi Pendidikan di Bogor, Menko PMK Tegaskan Komitmen Presiden Bangun SDM Unggul. (Dok. Kemenko PMK)

Bogor, WaraWiri.net - Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan SDM unggul, Kemenko PMK terus mendorong penguatan kualitas layanan pendidikan melalui pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) revitalisasi pendidikan.

Dalam rangka mengawal pelaksanaan revitalisasi sekolah dan madrasah tersebut, Menko PMK Pratikno melakukan kunjungan ke MTs Negeri 1 Kota Bogor, SD Negeri Cimahpar 5 Kota Bogor, dan SD Negeri 2 Leuwibatu Kabupaten Bogor, pada Rabu (10/6/2026).

“Ini program Bapak Presiden tentang revitalisasi satuan pendidikan, satu dari banyak sekali program untuk pembangunan SDM yang unggul, yang sudah dimulai sejak tahun 2025 lalu,” ujar Menko PMK.

Menko PMK menyampaikan, pada tahun 2025, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,28 triliun untuk revitalisasi sekolah dan madrasah yang mencakup 17.573 satuan pendidikan. Ia menuturkan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen dalam menghadirkan sekolah yang bukan hanya baik secara fisik, tetapi juga menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mampu mendorong semangat belajar serta mendukung potensi setiap anak.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK menyaksikan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Menurutnya, integrasi teknologi akan membantu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, hangat, dan mendorong partisipasi siswa. Pemanfaatan teknologi tersebut juga mendorong para guru untuk berperan aktif dalam memvisualisasikan proses pembelajaran, sehingga suasana belajar lebih produktif dan menyenangkan.

“IFP juga sudah digunakan di kelas. Anak-anak menggunakan layar pembelajaran untuk bisa memvisualisasikan pelajaran, pendapat dan ekspresi anak, jadi belajar pun dengan gembira,” imbuhnya.

Menko PMK turut mengapresiasi semua pihak yang telah ikut berkontribusi, mengambil bagian dalam menyukseskan program tersebut. Ia menegaskan, Kemenko PMK akan terus mengawal agar PKPN bidang pendidikan berdampak optimal, menyiapkan generasi masa depan, kompetitif, dan sejajar dengan bangsa-bangsa yang telah maju.

Selain itu, Menko PMK juga menegaskan gedung yang bagus, sarana sekolah yang lengkap, harus didukung oleh guru serta proses pembelajaran yang berkualitas. Itupun masih harus didukung oleh peran orang tua dan lingkungan keluarga agar yang berkontribusi besar untuk menjamin kesehatan fisik, mental dan sosial anak, serta lingkungan yang aman bagi tumbuh-kembang anak. 

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menko PMK turut didampingi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rusliandy, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya. (Ilham)
Share:

Indonesia-Rusia Perkuat Sinergi Industri Strategis pada BRICS PartNIR Forum 2026

Indonesia-Rusia Perkuat Sinergi Industri Strategis pada BRICS PartNIR Forum 2026. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian terus memperkuat jejaring kerja sama internasional guna mendukung transformasi industri nasional melalui pertemuan bilateral antara Indonesia dan Rusia dalam rangkaian BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) Forum 2026 di Xiamen, China. 

Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi industri, perdagangan, investasi, hingga pengembangan teknologi industri masa depan.

Hubungan Indonesia dan Rusia sendiri telah terjalin selama puluhan tahun dan pada 2026 menandai 76 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Seiring bergabungnya Indonesia dalam BRICS, kerja sama dengan negara-negara anggota, termasuk Rusia, dinilai semakin penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan industri nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan akan sangat tertarik untuk mendengar pandangan mengenai arah masa depan kerja sama industri dalam kerangka BRICS,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (11/6).

Menperin menyampaikan, keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi ekonomi dan industri dengan negara-negara mitra potensial.

Forum BRICS PartNIR menjadi ruang dialog bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kolaborasi pada sektor industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, hingga pengembangan rantai pasok global yang lebih tangguh dan inklusif. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Rusia membahas peluang penguatan kerja sama industri yang saling menguntungkan, khususnya di sektor strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Tri Supondy didampingi oleh Plt Direktur Akses Industri Internasional Kemenperin RI, Binoni A. Napitupulu bertemu dengan Counsellor from the Russian Trade Mission in China, Russian Federation, Andrei Gorobets, yang membahas berbagai peluang penguatan kerja sama industri kedua negara. 

Dirjen KPAII menyampaikan, penguatan komunikasi dan kemitraan internasional menjadi langkah penting dalam membuka akses pasar, memperluas jejaring industri nasional, serta menciptakan kolaborasi industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

“Sinergi Indonesia dan Rusia juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara,” tuturnya.

Dari sisi perdagangan, hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral nonmigas pada Triwulan – I Tahun 2026 mencapai sekitar USD 1 miliar atau meningkat 1,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Rusia pada 2024 tercatat mencapai USD 3,3 miliar, naik signifikan sebesar 13,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk unggulan Indonesia yang diekspor ke Rusia antara lain produk karet, kopi, kakao dan teh, alas kaki, komponen elektronik, serta produk kimia.

Lebih lanjut, pertemuan bilateral tersebut juga menjadi ajang untuk membahas peluang kolaborasi yang lebih luas dalam kerangka BRICS, terutama menjelang keketuaan Tiongkok pada tahun mendatang. Indonesia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan banyak kerja sama industri dan investasi antarnegara anggota BRICS.

Selain itu, Indonesia juga mengajak Rusia untuk meningkatkan partisipasi pelaku usaha dan investor Tiongkok pada INNOPROM 2026, saat Indonesia menjadi Partner Country. Kehadiran pelaku industri Tiongkok diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring bisnis di ajang tersebut, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan investasi baru di Indonesia.

Indonesia menyambut baik perkembangan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani pada Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. Perjanjian tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan arus perdagangan maupun investasi antara Indonesia dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union, termasuk Rusia.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia turut menegaskan partisipasinya sebagai Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 yang akan berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. 

Keikutsertaan Indonesia dalam ajang industri internasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia sekaligus membuka peluang kerja sama industri dan investasi yang lebih luas.

Tri optimis, penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia melalui BRICS PartNIR Forum 2026 akan semakin mempererat kolaborasi kedua negara dalam membangun industri yang modern, berdaya saing, dan berorientasi global.

“Melalui sinergi yang terus diperkuat, Indonesia berharap dapat memperluas perannya sebagai bagian penting dalam rantai pasok industri dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi dan basis produksi manufaktur global,” katanya. (Tedy)
Share:

Bank Indonesia dan People’s Bank of China Bersinergi Menjaga Stabilitas Keuangan Regional

Bank Indonesia dan People’s Bank of China Bersinergi Menjaga Stabilitas Keuangan Regional. (Dok. Bank Indonesia)

Tiongkok, WaraWiri.net - Mengingat pentingnya kerja sama moneter dan keuangan yang lebih erat di tengah perekonomian global yang semakin terhubung, Indonesia dan Tiongkok bersinergi untuk memperkuat tidak hanya ketahanan keuangan masing-masing negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas keuangan regional yang lebih luas. 

Kerja sama ini sekaligus mendukung upaya kedua bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui perluasan penggunaan mata uang lokal dan penguatan infrastruktur keuangan. Sebagai bagian dari komitmen bersama tersebut, Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) semakin memperdalam kerja sama bilateral melalui Pertemuan Tingkat Tinggi yang dihadiri oleh Gubernur Perry Warjiyo dan Gubernur Pan Gongsheng pada 11 Juni 2026 di Shanghai, Tiongkok.

Dalam pertemuan tersebut, kedua gubernur sepakat untuk menjajaki peningkatan nilai kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara BI dan PBOC. Kedua bank sentral juga menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral serta memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas antara Indonesia dan Tiongkok melalui tiga capaian utama.

Pertama, Gubernur Perry, Gubernur Pan, dan Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Local Currency Transaction (LCT) yang mencakup Indonesia dan Hong Kong. Kerja sama ini memperkuat kerangka LCT yang telah ada untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung integrasi pasar keuangan regional yang lebih mendalam.

Kedua, BI dan PBOC melaksanakan peluncuran implementasi pembayaran QR lintas batas Indonesia–Tiongkok. Didukung oleh kerangka LCT, inisiatif ini memungkinkan transaksi ritel lintas batas dilakukan dengan lebih mudah, cepat, efisien, inklusif, dan andal, sekaligus mendukung konektivitas ekonomi digital yang lebih erat antara kedua negara. Melalui peluncuran ini, penyedia jasa sistem pembayaran yang mendukung transaksi QR lintas batas akan memiliki jangkauan dan partisipasi yang lebih luas, dengan jumlah penyedia mencapai 191 di Tiongkok dan 24 di Indonesia.

Ketiga, Bank Mandiri secara resmi ditetapkan sebagai peserta langsung (direct participant) dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS), sistem pembayaran lintas batas milik Tiongkok. Partisipasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses kliring dan penyelesaian transaksi Indonesia–Tiongkok, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur pembayaran lintas batas.

Menanggapi berbagai perkembangan tersebut, Gubernur Perry menekankan bahwa ke depan kerja sama keuangan akan memperkuat transaksi mata uang lokal antara Indonesia dan Tiongkok, mengembangkan infrastruktur keuangan, serta memperluas kerja sama antarbank sentral, termasuk pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia.

Gubernur Pan menambahkan bahwa Tiongkok dan Indonesia, sebagai ekonomi utama dan mitra strategis di kawasan, memiliki tanggung jawab bersama untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral. Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap kemakmuran dan stabilitas kawasan, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi kedua negara.

Capaian-capaian tersebut menandai tonggak penting dalam penguatan kerja sama keuangan bilateral dan diharapkan dapat membantu dunia usaha mengurangi biaya pemrosesan transaksi bagi pelaku usaha dan masyarakat di kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, BI dan PBOC juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia guna mendukung pengembangan ekosistem RMB domestik melalui penyediaan likuiditas Renminbi yang memadai untuk kegiatan perdagangan, investasi, dan aktivitas keuangan.

Komitmen BI dan PBOC dalam mendorong integrasi ekonomi dan keuangan melalui perluasan konektivitas sistem pembayaran serta pengembangan pasar keuangan yang lebih efisien, inklusif, dan tangguh akan semakin memperkuat stabilitas ekonomi dan ketahanan sistem keuangan di kedua negara. (Siti)
Share:

KCIC Gencarkan Sosialisasi Keselamatan di Sekolah dan Masyarakat

KCIC Gencarkan Sosialisasi Keselamatan di Sekolah dan Masyarakat. (Dok. KCIC)

Bandung, WaraWiri.net - Memasuki periode libur sekolah pada bulan Juni, KCIC kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jalur operasional Kereta Cepat Whoosh. Seiring meningkatnya aktivitas bermain layang-layang selama masa liburan, potensi gangguan terhadap keselamatan dan operasional kereta cepat juga perlu diwaspadai bersama.

Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2026, petugas KCIC telah mengamankan sebanyak 452 layang-layang dan benangnya yang ditemukan di sekitar jalur operasional Whoosh, terutama di kawasan Padalarang, Cimahi, dan Bandung. Jumlah temuan tersebut terdiri dari 25 temuan pada tahun 2024, meningkat menjadi 317 temuan pada tahun 2025, serta 110 temuan pada periode Januari hingga Mei 2026.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, KCIC secara konsisten melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur operasional Whoosh.

“Memasuki masa libur sekolah, kami mengajak orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain. Layang-layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh,” ujar Eva.

KCIC mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius minimal 3 kilometer di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh. Layang-layang yang putus dan terbawa angin berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) yang menjadi sumber tenaga utama operasional Whoosh.

Jaringan tersebut menggunakan tegangan tinggi sehingga layang-layang atau benang yang tersangkut dapat merusak jaringan listrik aliran atas maupun pantograf kereta yang berfungsi mengambil daya listrik selama perjalanan. Dampaknya tidak hanya berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, tetapi juga menyebabkan gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan yang berdampak pada ribuan penumpang.

Sebagai langkah pencegahan, KCIC secara rutin melakukan patroli di sepanjang jalur operasional, memasang papan imbauan keselamatan, serta mengamankan layang-layang maupun benang yang ditemukan di sekitar jalur. KCIC juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, sekolah, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga keamanan jalur kereta cepat.

Selain pengawasan di lapangan, KCIC secara aktif melaksanakan program sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan pelajar yang berada di sekitar jalur operasional. Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2026, KCIC telah melaksanakan 46 kegiatan sosialisasi keselamatan yang menjangkau 38 sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMP dengan total 7.827 siswa, serta masyarakat di 6 kecamatan di wilayah yang rentan mengalami gangguan layang-layang.

“Keselamatan operasional Whoosh tidak hanya mengandalkan teknologi dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan jalur kereta cepat, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan di sekitar jalur Whoosh,” tutup Eva. (Anggara)
Share:

BULOG Siap Laksanakan Penugasan Tambahan Bantuan Pangan Selama Tiga Bulan

BULOG Siap Laksanakan Penugasan Tambahan Bantuan Pangan Selama Tiga Bulan. (Dok. Bulog)

Jakarta, WaraWiri.net - Perum BULOG menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan penugasan tambahan pemerintah dalam program Bantuan Pangan selama tiga bulan yang akan dimulai pada Juli 2026. Kesiapan tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Perkembangan Harga Komoditas Pangan yang diselenggarakan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Selasa (9/6).

Rakortas dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani beserta jajaran Direksi Perum BULOG serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. Terdapat beberapa fokus utama yang menjadi perhatian dan penugasan bagi Perum BULOG.

“Pemerintah menugaskan BULOG untuk melanjutkan program Bantuan Pangan selama tiga bulan kepada 33,2 juta keluarga yang akan dimulai pada bulan Juli 2026. Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu stabilisasi harga pangan, khususnya pada periode masa tanam dan musim paceklik yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan”, ujar Zulkifli Hasan.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa BULOG siap menjalankan penugasan tersebut dengan dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai, infrastruktur pergudangan yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan distribusi yang telah teruji dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah.

“BULOG siap melaksanakan penugasan tambahan Bantuan Pangan yang diberikan pemerintah. Dengan stok beras yang kuat dan dukungan jaringan distribusi nasional, kami optimistis program ini dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ahmad Rizal.

Menurutnya, penyaluran Bantuan Pangan merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memperkuat daya beli masyarakat, serta membantu menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

Selain program Bantuan Pangan, dalam Rakortas juga dibahas rencana pemberian subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram dengan alokasi awal sebanyak 250.000 ton yang pelaksanaannya akan ditugaskan kepada Perum BULOG guna menjaga keterjangkauan harga kedelai bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Perum BULOG akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan seluruh penugasan pemerintah di bidang pangan dapat terlaksana secara efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Evi)
Share:

Desa Sejahtera Astra Desa Les Tumbuh Melalui Pelestarian Alam, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat

Desa Sejahtera Astra Desa Les Tumbuh Melalui Pelestarian Alam, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat. (Dok. Astra Indonesia)

Bali, WaraWiri.net - Di tengah perkembangan industri pariwisata dan modernisasi, Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali Utara menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Melalui program Desa Sejahtera Astra, Desa Sejahtera Astra Desa Les berkembang menjadi desa wisata berbasis masyarakat yang tetap mempertahankan identitas lokal dan keberlanjutan alamnya. 

Desa Sejahtera Astra Desa Les merupakan salah satu desa pesisir yang memiliki bentang alam lengkap mulai dari perbukitan hijau, dataran subur, hingga garis pantai yang dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan produksi garam tradisional. Desa ini juga memiliki berbagai potensi wisata alam dan budaya, mulai dari wisata pesisir, wisata air terjun, hingga aktivitas masyarakat berbasis komunitas yang mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan.

Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada tahun 2024, berbagai program pengembangan masyarakat dijalankan melalui empat bidang kontribusi sosial Astra, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 800 masyarakat, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat sebesar 25%, menyerap puluhan tenaga kerja baru, serta membantu penyerapan pasar terhadap produk lokal hingga 100%.

“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya yang dimiliki masyarakat. Astra berharap kolaborasi yang dijalankan melalui Desa Sejahtera Astra tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, pelestarian lingkungan, dan identitas budaya desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

Pada bidang kesehatan, masyarakat desa bersama kader kesehatan aktif mendukung kesehatan ibu dan anak melalui kegiatan Posyandu, edukasi kehamilan, hingga pemberian makanan tambahan rutin untuk anak stunting dan gizi buruk.

Sementara pada bidang pendidikan, generasi muda Desa Sejahtera Astra Desa Les didorong untuk mengenal dan mengembangkan potensi desanya melalui kelas bahasa Inggris dan pengembangan kapasitas pariwisata guna mempersiapkan local guide bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Desa Sejahtera Astra Desa Les. Melalui program kelas alam yang melibatkan 15 peserta dari jenjang SD hingga SMA/SMK, generasi muda Desa Sejahtera Astra Desa Les mulai tumbuh lebih percaya diri untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam keseharian.

Pada bidang lingkungan, masyarakat Desa Sejahtera Astra Desa Les aktif melakukan konservasi dan transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis warga, hingga produksi pupuk kompos untuk menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir desa.

Melalui program Les Grow, masyarakat mulai menginisiasi edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah daun kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu yang dikelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) desa, dan sebagian hasilnya juga dipasarkan kembali kepada masyarakat sehingga turut memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga.

Sementara pada bidang kewirausahaan, masyarakat Desa Sejahtera Astra Desa Les masih mempertahankan tradisi pembuatan garam tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Menggunakan metode alami dan proses tradisional, masyarakat Desa Sejahtera Astra Desa Les dapat menghasilkan sekitar dua hingga tiga ton garam per panen yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. 

Pengembangan potensi desa juga diperkuat melalui kerja sama dengan BUMDes Giri Segara dalam pemasaran produk unggulan desa dan pengembangan UMKM lokal, termasuk kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dengan permintaan pembelian garam mencapai sekitar 1 ton per bulan atau setara kurang lebih Rp25 juta per bulan, menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat berkembang menjadi potensi ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Berbagai upaya pengembangan desa berbasis masyarakat dan keberlanjutan tersebut turut membawa Desa Sejahtera Astra Desa Les meraih penghargaan Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata.

Semangat Astra untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat seperti di Desa Sejahtera Astra Desa Les sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (Tedy)
Share:

Komisaris Utama Pertamina Resmikan Penggunaan Kapal Pintar "Autonomous Trash Skimmer", Solusi Atasi Sampah Perairan

Komisaris Utama Pertamina Resmikan Penggunaan Kapal Pintar "Autonomous Trash Skimmer", Solusi Atasi Sampah Perairan. (Dok. Pertamina)

Bali, WaraWiri.net - Masalah sampah perairan di Indonesia kini menemui solusi baru yang cerdas dan ramah lingkungan. PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan LIngkungan (TJSL), berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), resmi meluncurkan dan melakukan simulasi operasional kapal pembersih sampah otomatis bernama Autonomous Trash Skimmer, di Pantai Sekeh, Badung, Bali, Rabu (10/6/2026).

Peluncuran kapal “pintar” ini bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dipimpin langsung oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, dan dihadiri Dewan Komisaris, serta jajaran manajemen Pertamina Group. Langkah ini sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah perairan yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan menyampaikan masalah sampah perairan menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut, kesehatan dan keindahan pariwisata perairan.

Merespon tantangan tersebut, Pertamina bersama Pertamina International Shipping, Pertamina Foundation, Patra Jasa, menggandeng kampus ITS serta masyarakat pesisir, menginisiasi hadirnya Kapal Autonomous Trash Skimmer. Kapal yang merupakan robot air cerdas dalam operasinya mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI), sistem navigasi otonom, dan energi hybrid untuk "berburu" sampah secara mandiri maupun manual.

“Persoalan tentang sampah ini tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian Bali melalui sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Wisatawan datang ke Bali utamanya karena daya tarik pantai, jika pantai penuh sampah, maka daya tarik berubah jadi jijik. Selain itu juga dampaknya terasa oleh para nelayan yang hasil tangkapannya menurun akibat rusaknya ekosistem laut," ungkap Mochamad Iriawan.

"Bagi industri, termasuk Pertamina, sampah laut juga merupakan risiko operasional, dimana sampah dapat mengganggu baling-baling kapal, menyumbat sistem pendingin peralatan dan mesin-mesin, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi," tambahnya.

Di sisi lain, Mochamad Iriawan juga mengatakan jika pengelolaan sampah tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional semata, sehingga dibutuhkan kolaborasi, edukasi, dan inovasi teknologi agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Kapal Autonomous Trash Skimmer merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya perairan yang lebih bersih dan sehat.

Mochamad Iriawan juga menyebut, sebagai langkah awal implementasi, Pertamina memilih kawasan The Patra Bali Resort & Villas, Kabupaten Badung, Bali sebagai lokasi pilot project pengoperasian Kapal Autonomous Trash Skimmer. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya aktivitas pariwisata pesisir yang memerlukan dukungan pengelolaan sampah secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan dan daya tarik wisata.

Pada tahap awal Pertamina menargetkan pengurangan volume sampah pesisir di sekitar wilayah operasi The Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai hingga sekitar 1 ton per tahun. Sementara itu, untuk wilayah operasi TBBM Kotabaru, khususnya di Desa Semayap dan Desa Rampa, di Kalimantan, program ini ditargetkan mampu membantu mengurangi timbulan sampah pesisir hingga sekitar 20 ton per tahun.

"Pemilihan lokasi pemasangan yang berada berdampingan dengan Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai, memiliki nilai strategis, karena menopang kawasan pariwisata sekaligus infrastruktur energi yang vital bagi Bali. Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," ungkapnya.

Dengan panjang 8 meter dan desain lambung bersturktur catamaran dua lambung, kapal ini dilengkapi berbagai teknologi canggih seperti sensor ultrasonik, kamera, GPS, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga sistem monitoring real-time yang memungkinkan kapal mendeteksi dan mengumpulkan sampah secara efisien.

Kapal juga menggunakan motor listrik yang didukung sistem hibrida dan panel surya sebagai sumber energi terbarukan sehingga mendukung prinsip operasi rendah emisi dan ramah lingkungan.

Keunggulan lainnya adalah keberadaan sistem jaring pengumpul sampah di bagian tengah kapal, mesin pencacah plastik untuk mendukung proses daur ulang, serta katrol elektrik berkapasitas 500 kilogram yang memudahkan proses pengangkatan sampah.

“Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina yang berdekatan di wilayah peisisir di seluruh Indonesia,” pungkas Mochamad Iriawan.

Selain lokasi pilot project trash skimmer di AFT Ngurah Rai/Patra Jasa Bali dan FT Kotabaru di Kalimantan, lokasi-lokasi potensi pengembangan lainnya akan dilakukan di Integrated Terminal Cilacap, Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Maos, Fuel Terminal Ternate, Fuel Terminal Wayame, Fuel Terminal Parepare, Fuel Terminal Masohi dan FT Labuan Bajo. (Rizal)
Share:

Tiga Inovasi Digital Indonesia Raih Pengakuan Dunia WSIS Prizes 2026 PBB

Wamenkomdigi Nezar Patria didampingi Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala Pusat Kerja Sama Internasional (PUSKI) Ichwan Makmur Nasution, Kepala Biro Humas Rhina Anita, serta Tenaga Ahli Wamen Donny Utoyo saat menerima audiensi nomine WSIS Prizes 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Tiga inovasi digital Indonesia yang memperluas akses pendidikan, meningkatkan keamanan siber, dan membantu masyarakat melawan hoaks berhasil meraih pengakuan dalam ajang The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 dari International Telecommunication Union (ITU), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai capaian tersebut menunjukkan transformasi digital Indonesia semakin mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kualitas inovasi Indonesia yang masuk dalam nominasi WSIS tahun ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk layanan publik.

“Saya melihat yang jadi nomine dan pemenang di WSIS tahun ini bobotnya makin kuat sejak tiga tahun terakhir,” ujar Wamen Nezar Patria saat menerima audiensi nomine WSIS Prizes 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (10/06/2026).

Dalam ajang WSIS Prizes 2026, Indonesia berhasil menempatkan 3 inisiatif terbaik di antara 90 WSIS Champions 2026 dari seluruh dunia.

Ketiga inisiatif tersebut adalah Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, serta Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Wamen Nezar menilai berbagai inovasi yang dikembangkan Kemdikdasmen maupun Pemprov DKI Jakarta memiliki manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu mendorong transformasi digital di sektor publik.

Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah lainnya untuk menghadirkan layanan publik yang lebih dekat, mudah diakses, dan responsif melalui platform digital.

“Inisiatifnya sangat baik, sangat useful, juga impactful untuk mendorong transformasi digital dalam layanan publik,” tuturnya.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) yang dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya ancaman misinformasi dan disinformasi.

Wamen Nezar menegaskan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial generatif membuat hoaks semakin sulit dibedakan dari informasi yang autentik.

“Hoaks makin lama makin canggih, terlebih dengan adanya generative AI. Bisa dibuat hoaks yang sangat mirip dengan sesuatu yang otentik,” ungkapnya.

Karena itu, ia menilai kehadiran platform verifikasi informasi seperti Jalahoaks menjadi instrumen penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap informasi palsu.

Selain itu, Wamen Nezar juga mengapresiasi program Anugerah Bug Bounty yang dinilai berkontribusi memperkuat budaya keamanan siber nasional.

Program tersebut dinilai mampu melibatkan para white hacker untuk mengidentifikasi kerentanan sistem sekaligus mendorong pemanfaatan kemampuan digital secara positif dan produktif.

“Kita bisa mendapat input soal kerentanan sistem yang kita bangun sekaligus mendidik generasi muda menggunakan kemampuannya untuk hal-hal yang positif,” katanya.

Sementara platform Rumah Pendidikan menjadi bukti upaya pemerintah membangun ekosistem digital di bidang pendidikan yang terintegrasi guna memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Wamen Nezar berharap keberhasilan tiga inovasi Indonesia menembus ajang WSIS Prizes 2026 menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan inovasi digital yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Kita bisa buktikan transformasi digital, adopsi teknologi yang advanced, sudah dilakukan di berbagai sektor di Indonesia,” tandasnya.

Ia berharap para pemenang atau pihak yang mewakili bisa hadir langsung dalam acara penyerahan penghargaan WSIS Prizes 2026 di Jenewa, Swiss pada minggu pertama Juli 2026.

Dalam ajang WSIS Prizes 2026, terdapat 1.596 inovasi digital dari 122 negara yang berpartisipasi.

Sebanyak 2,2 juta orang telah memberikan suara untuk memilih inovasi digital yang terbaik dari seluruh peserta.

Hasil voting ini diperiksa kembali oleh para pakar dari WSIS sehingga terpilih 90 champion dengan 3 champion berasal dari Indonesia.

Wamen Nezar berharap ada champion dari Indonesia yang menjadi pemenang Winner WSIS Prizes 2026 yang hasilnya akan diumumkan dalam WSIS Forum bulan depan. (Fitri)
Share:

Presiden Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Hadirkan Layanan Kesehatan Modern Masyarakat Pesisir Barat

Presiden Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. (Dok. BPMI Setpres)

Lampung, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.H. Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026. Peresmian rumah sakit tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan daerah terpencil.

Setibanya di RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan peninjauan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang telah tersedia. Kepala Negara meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli anak, poli gigi, poli umum, poli THT, poli kandungan dan kebidanan, serta poli penyakit dalam.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden tampak menyapa para tenaga kesehatan yang bertugas dan masyarakat yang tengah berobat maupun melakukan pemeriksaan kesehatan. Suasana hangat terlihat ketika Presiden melayani permintaan swafoto dari para pengunjung serta pegawai rumah sakit yang antusias menyambut kehadirannya.

Usai peninjauan, Presiden Prabowo menuju lokasi peresmian yang diawali dengan laporan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Dalam laporannya, Menkes menyampaikan bahwa pembangunan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui merupakan bagian dari program pembangunan 66 rumah sakit di berbagai daerah yang ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan.

“Atas perintah Bapak kami terima kasih sekali diberi kepercayaan. 66 rumah sakit termasuk di sini dibangun agar bisa melayani sakit stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu dan anak. Lima penyebab kematian utama agar semuanya dilayani di sini dan selesai di sini,” ujar Menkes.

Menkes juga menjelaskan bahwa pembangunan fisik rumah sakit telah selesai dan sejumlah peralatan kesehatan sedang dalam proses pengiriman. Selain itu, tenaga medis spesialis juga hampir seluruhnya telah tersedia untuk mendukung operasional rumah sakit tersebut.

“Gedungnya sudah jadi Pak. Alat-alatnya on the way datang ke sini. Ada puluhan miliar juga. Dokter-dokternya sudah hampir lengkap semua. Kecuali spesialis jantung, Pak. Jadi kita ambil dari Lampung,” lanjut Menkes.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena masyarakat Kabupaten Pesisir Barat kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan kesehatan yang memadai.

“Saya menyambut baik dan dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan saya bisa hadir di sini, dan saya bergembira bahwa Kabupaten Pesisir Barat ini di Kota Krui ini sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya pengelolaan rumah sakit yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Presiden meminta seluruh jajaran rumah sakit menjaga kualitas layanan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Saya berpesan agar rumah sakit ini dikelola dengan baik, dijaga kebersihannya, dilaksanakan manajemen yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kepada rakyat dan masyarakat. Rakyat masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran rumah sakit ini,” tegas Presiden.

Presiden pun berharap RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui dapat berkembang menjadi pusat layanan kesehatan andalan bagi masyarakat di wilayah Pesisir Barat dan sekitarnya.

“Saya berharap RSUD ini, RSUD Kiai Haji Muhammad Tohir Krui akan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang memuaskan masyarakat Pesisir Barat,” lanjut Presiden.

Untuk diketahui, RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui merupakan salah satu proyek strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah. Pembangunan rumah sakit tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen pada Desember 2025 melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan nilai investasi mencapai Rp152,99 miliar yang bersumber dari APBN.

Selain mengalami peningkatan kapasitas tempat tidur dari sekitar 98 menjadi 137 tempat tidur, RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui juga dilengkapi berbagai fasilitas modern, antara lain ICU, ICVCU, layanan hemodialisa, kamar operasi, radiologi, laboratorium, layanan rawat jalan, hingga ruang KRIS (kelas rawat inap standar).

Kehadiran RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan tidak lagi terpusat di kota-kota besar. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, layanan kesehatan yang modern, lengkap, dan berkualitas terus diperluas hingga menjangkau wilayah pesisir, perbatasan, dan daerah terpencil agar setiap warga negara memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang layak. (Dinda)
Share:

Babak Baru Pengabdian, Lima CASN Lapas Perempuan Ambon Resmi Jadi ASN

Babak Baru Pengabdian, Lima CASN Lapas Perempuan Ambon Resmi Jadi ASN. (Dok. Ditjenpas)

Ambon, WaraWiri.net - Lima Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Lembaga Pemasyarakatam (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai ASN, Kamis (11/6). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting yang menandai babak baru pengabdian mereka sebagai ASN di lingkungan Pemasyarakata Maluku.

Kelima petugas yang dilantik adalah Joaney De Silo, Lulu M. Banjar, Mayzha Z. A. N. Baharizky, Nur A. Meisya, dan Salti. Sebelum resmi menyandang status sebagai ASN, mereka telah melalui masa percobaan sebagai CASN dan menyelesaikan seluruh tahapan yang dipersyaratkan, termasuk Pelatihan Dasar dan Seminar Hasil Aktualisasi.

Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian lima petugasnya yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan hingga resmi menjadi ASN.

“Ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen yang telah ditunjukkan selama menjalani masa CASN. Saya berharap status baru ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan,” harapnya.

Menurut Hesta, pengangkatan sebagai ASN bukan hanya pencapaian, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Pelantikan ini adalah awal dari perjalanan pengabdian yang lebih besar. Teruslah belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi. Jadilah ASN yang profesional, disiplin, serta mampu menjaga nama baik Lapas Perempuan Ambon dan Pemasyarakatan Maluku,” pesannya.

Salah satu petugas yang dilantik, Salti, bersyukur dan bangga menyandang status sebagai ASN setelah melalui berbagai tahapan pembinaan dan evaluasi selama masa CASN. 

“Alhamdulillah, menjadi ASN merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya berterima kasih kepada pimpinan dan rekan-rekan yang telah memberikan bimbingan serta dukungan selama menjalani masa CASN,” ungkapnya.

Salti menambahkan pelantikan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.

“Ke depan, saya berkomitmen untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Lapas Perempuan Ambon dan Pemasyarakatan Maluku,” tegasnya.

Dengan dilantiknya lima petugas dari Lapas Perempuan Ambon sebagai ASN, diharapkan makin memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Pelantikan ini menjadi awal langkah baru bagi kelima petugas tersebut untuk terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui kinerja profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. (Zikry)
Share:

Optimalkan Lahan Terbatas, Lapas Pekanbaru Hasilkan 800 Telur per Hari

Optimalkan Lahan Terbatas, Lapas Pekanbaru Hasilkan 800 Telur per Hari. (Dok. Ditjenpas)

Riau, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus tunjukkan komitmennya dukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian Warga Binaan. Salah satu program unggulannya adalah peternakan ayam petelur yang mampu hasilkan hingga 800 butir telur per hari, meski dari lahan terbatas.

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan dibekali pengetahuan dan keterampilan di bidang peternakan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa keberhasilan produksi telur tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan strategis Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Produksi telur ayam ini merupakan bukti bahwa program pembinaan kemandirian yang kami jalankan mampu memberikan hasil yang produktif dan berkelanjutan," ujar Yuniarto, Kamis (11/06).

Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis dan etos kerja.

"Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, kami mengoptimalkan penggunaan kandang modern untuk meningkatkan efisiensi. Harapannya, Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah bebas dan mampu berkontribusi di sektor ketahanan pangan," tambahnya.

Salah seorang Warga Binaan, Baner, mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama ikuti kegiatan peternakan.

"Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan keterampilan, kegiatan ini juga memotivasi saya untuk berubah menjadi lebih baik dan siap menjalani kehidupan mandiri setelah bebas nanti," ungkap Baner.

Program peternakan ayam petelur ini diharapkan terus berkembang sebagai salah satu unit pembinaan unggulan di Lapas Pekanbaru. Selain mendukung kebutuhan internal, hasil produksi juga berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas melalui kontribusinya terhadap ketersediaan pangan.

Melalui program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, Lapas Pekanbaru terus hadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan. (Zikry)
Share:

Program Aksi Kemenimipas Wujudkan Atap Baru bagi Warga Warungkiara

Program Aksi Kemenimipas Wujudkan Atap Baru bagi Warga Warungkiara. (Dok. Kemenimipas)

Sukabumi, WaraWiri.net - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, meninjau langsung rumah warga yang menjadi sasaran program bakti sosial bedah rumah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Desa Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pemanfaatan hasil Panen Raya Serentak Kemenimipas yang sebelumnya dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon.

Program bedah rumah tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi nyata 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam menghubungkan hasil program pembinaan dan ketahanan pangan dengan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, hasil yang diperoleh dari program kemandirian dan produktivitas di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga dikembalikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kunjungannya, Menteri Agus meninjau sejumlah rumah warga yang telah selesai maupun sedang menjalani proses renovasi. Secara keseluruhan, program bakti sosial ini mencakup renovasi 5 unit rumah tidak layak huni dan 2 tempat ibadah (masjid) di wilayah Desa Warungkiara.

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial Kemenimipas sekaligus bentuk sinergi antara program pembinaan di lapas dan rutan dengan kebutuhan masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi warga penerima bantuan, program ini juga menunjukkan bahwa pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan pemasyarakatan mampu menghasilkan dampak sosial yang lebih luas.

Sebagai contoh, Menteri Agus menerangkan bahwa material bangunan yang digunakan dalam renovasi rumah warga ini menggunakan Jawara Beton hasil produktivitas Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang.

"Termasuk warga binaan Lapas Warungkiara juga diberdayakan untuk membantu pembangunan rumah ini," imbuhnya.

Kartaatmaja, salah seorang warga yang menerima bantuan sosial bedah rumah, merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Kemenimipas atas program ini.

"Mudah-mudahan, ini bisa meningkatkan kualitas hidup saya. Dan semoga, pemerintah selalu ada dqlam lindungan Allah SWT," ungkapnya.

Melalui berbagai program kemandirian di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan, Kemenimipas terus mendorong pemanfaatan lahan produktif di lapas dan rutan sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Hasil dari program tersebut tidak hanya menjadi sarana pembinaan bagi Warga Binaan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan.

Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Kemenimipas untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pembinaan dan pelayanan, tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, sejalan dengan arah pembangunan nasional dan pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (Deni)
Share:

Penguatan Kelembagaan KEK Lido Dukung Akselerasi Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Penguatan Kelembagaan KEK Lido Dukung Akselerasi Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus diperkuat sebagai instrumen strategis dalam mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung, Pemerintah berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui penguatan tata kelola kawasan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha.

“Selamat atas tugas dan amanat yang baru selaku Kepala Bagian Pengawasan dan Pengendalian di KEK Lido. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, seluruh penugasan kita harus diarahkan untuk menjaga agar perekonomian Indonesia tetap tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam acara Pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Keuangan pada Administrator KEK Lido di Jakarta, Senin (9/6).

Dalam kesempatan yang sama, Sesmenko Susiwijono menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi perekonomian nasional, mulai dari tingginya ketidakpastian global, dinamika nilai tukar rupiah, hingga fluktuasi pasar keuangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, khususnya bagi jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK yang memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian berbagai indikator ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Sesmenko Susiwijono menegaskan bahwa KEK memiliki peran strategis dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengelola KEK diharapkan terus memperkuat kinerja dan mempercepat pengembangan kawasan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin optimal.

KEK Lido yang resmi beroperasi sejak tahun 2022 saat ini terus menjalankan proses pengembangan kawasan guna meningkatkan kontribusinya terhadap investasi dan penciptaan lapangan kerja. Sebagai KEK yang berfokus pada sektor pariwisata, pengembangan kawasan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat daya tarik investasi nasional.

"Tugas teman-teman di KEK menjadi sangat penting untuk terus mendorong kinerja kawasan, khususnya dalam menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi terhadap PDB nasional maupun PDRB di masing-masing daerah," pungkas Sesmenko Susiwijono.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut yakni jajaran pejabat Kemenko Perekonomian serta Setjen Denas KEK. (Rizal)
Share:

OJK dan Tim Penggerak PKK Kolaborasi Perkuat Literasi Keuangan Perempuan, Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026

OJK dan Tim Penggerak PKK Kolaborasi Perkuat Literasi Keuangan Perempuan, Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan perempuan yang diharapkan dapat mendorong kesejahteraan keluarga.

OJK mengajak Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) untuk berkolaborasi memperkuat dan memajukan program literasi keuangan kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam kegiatan edukasi keuangan kepada ribuan perempuan anggota TP-PKK Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 dengan tema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera" yang digelar di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa.

Friderica dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial.

“Literasi keuangan bagi perempuan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi tentang membangun keluarga yang tangguh, melahirkan generasi yang cerdas finansial, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Friderica.

Menurut Friderica, kegiatan edukasi keuangan kepada perempuan sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI), yang menetapkan kelompok perempuan sebagai salah satu segmen prioritas utama, karena perannya yang sangat besar dalam keluarga, UMKM, dan perekonomian nasional.

Lebih lanjut, Friderica menjelaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan perempuan bukan hanya agenda edukasi, tetapi strategi pemberdayaan untuk menciptakan keluarga tangguh dan ekonomi yang lebih inklusif.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, mengatakan bahwa perempuan menjadi kunci ketahanan keuangan dan memiliki peran utama dalam mengelola keuangan keluarga.

“Perempuan, khususnya Ibu-Ibu PKK, adalah kunci ketahanan keuangan keluarga sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat. Ketika perempuan berdaya secara finansial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas," kata Dicky.

Dicky menjelaskan bahwa perempuan bukan hanya pengelola rumah tangga, tetapi juga penggerak ekonomi. Dengan memperkuat literasi keuangan perempuan, kita memperkuat ekonomi keluarga hingga tingkat nasional.

OJK, lanjut Dicky, mendorong ibu-ibu PKK tidak hanya memahami, namun juga dapat menjadi duta literasi keuangan agar dapat menularkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak kepada keluarga dan masyarakat sekitar di lingkungannya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum TP-PKK Tri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada OJK atas inisiatif dalam memberdayakan para ibu di seluruh Indonesia, melalui kegiatan edukasi keuangan yang sangat penting bagi perempuan.

“Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, perempuan menjadi lebih tangguh dalam mengelola keuangan dan terhindar dari praktik keuangan ilegal," ujar Tri Tito Karnavian.

Ia berharap edukasi keuangan terus diperluas hingga menjangkau perempuan dan masyarakat di daerah agar manfaatnya dirasakan secara merata, dan perempuan dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan edukasi pengelolaan keuangan, dimulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai produk dan layanan jasa keuangan serta kemampuan perencanaan keuangan keluarga. Lebih jauh, program ini mendorong perempuan untuk menjadi agen literasi keuangan yang berdaya guna mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat yang lebih stabil di era ekonomi digital.

Sebagai bagian dari rangkaian acara adalah sesi diskusi yang menghadirkan narasumber ahli, yaitu Principal Consultant & CEO Zapfinance Prita Ghozie dan Wakil Direktur Utama PT BRI Vivian Dyah Ayu Retno. Sesi ini dipandu oleh Komisaris Utama Bank Jago, Anika Faisal, selaku moderator. Dalam diskusi tersebut, para peserta dibekali wawasan praktis mengenai pengelolaan aset, pemilihan instrumen investasi yang aman, serta pemanfaatan teknologi finansial secara cerdas dan bertanggung jawab.

Kegiatan edukasi ini diselenggarakan secara hybrid, yang diikuti sebanyak 4.000 anggota TP-PKK dari seluruh Indonesia, terdiri atas 1.000 anggota hadir secara luring dan 3.000 anggota hadir secara daring.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur PKK Nita Rosalin dan ⁠Sekretaris Umum PKK Lusje Sugeng dan Ketua Tim Penggerak PKK Provisi DKI Jakarta Endang Nugrahani Pramono, beserta jajaran staf ahli.

Melalui kegiatan edukasi yang masif dan merata, OJK akan terus mendorong berbagai program edukasi keuangan secara berkelanjutan guna memperkuat kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan, sehingga dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta terhindar dari aktivitas keuangan ilegal. (Slamet)
Share:

Usul Tambah Anggaran Rp1,59 Triliun, Kemenperin Fokus Perkuat Industri Kecil dan Program Prioritas Nasional

Usul Tambah Anggaran Rp1,59 Triliun, Kemenperin Fokus Perkuat Industri Kecil dan Program Prioritas Nasional. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun pada tahun 2027 guna lebih memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas yang berdampak langsung terhadap optimalisasi produktivitas, daya saing industri, hilirisasi atau peningkatan nilai tambah, penguatan industri kecil, pengembangan sumber daya manusia industri, serta transformasi industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, usulan tambahan anggaran tersebut menjadi kebutuhan strategis agar sektor industri manufaktur mampu memenuhi target-target pembangunan nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun ini kami arahkan sepenuhnya untuk memperkuat program-program yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing industri nasional. Fokusnya antara lain pada penguatan industri kecil, pengembangan SDM industri, hilirisasi, restrukturisasi mesin dan peralatan industri, serta penguatan ekosistem industri nasional,” kata Menperin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (10/6).

Agus menjelaskan, usulan tambahan anggaran tersebut diajukan di tengah kondisi pagu indikatif Kemenperin tahun 2027 yang sebesar Rp2,01 triliun atau turun sekitar 19,51 persen dibandingkan pagu awal tahun 2026. Di sisi lain, kebutuhan belanja operasional dasar, termasuk belanja pegawai dan operasional layanan pemerintahan, terus meningkat sehingga ruang fiskal untuk program-program pembangunan industri menjadi semakin terbatas.

Menurut Menperin, politik anggaran merupakan sesuatu yang dinamis dan selalu mengikuti prioritas pembangunan nasional yang ditetapkan pemerintah. Karena itu, Kemenperin akan terus menyesuaikan kebijakan dan alokasi anggaran secara efektif agar target pembangunan industri tetap dapat tercapai.

“Politik anggaran adalah sesuatu yang dinamis. Namun, sebagai bagian dari pemerintah, kami wajib mendukung seluruh program prioritas Bapak Presiden. Dengan anggaran yang tersedia, kami harus melakukan penajaman program dan alokasi secara objektif agar target-target pembangunan industri tetap dapat dicapai secara optimal,” ujarnya.

Menperin menambahkan, Kemenperin menyambut baik dukungan Komisi VII DPR RI yang memacu penguatan industri kecil sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Bahkan, usulan tambahan anggaran yang diajukan sebagian besar diarahkan untuk memperkuat sektor industri kecil melalui berbagai program pemberdayaan, peningkatan kapasitas, akses pasar, serta penumbuhan wirausaha baru industri.

“Saya sangat setuju apabila tambahan anggaran difokuskan untuk pembangunan industri kecil. Ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden, yang menempatkan sektor ekonomi rakyat sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Industri kecil merupakan motor penting perekonomian yang harus terus diperkuat,” tegasnya.

Program Prioritas

Sejumlah program prioritas yang diusulkan dalam tambahan anggaran tersebut antara lain restrukturisasi mesin dan peralatan industri, fasilitasi pengembangan produk dan akses pasar bagi IKM, penumbuhan wirausaha baru industri kecil, hilirisasi berbasis sumber daya alam, pengadaan alat uji pendukung penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi industri.

Selain membahas anggaran, Menperin juga menyampaikan perkembangan positif industri kendaraan listrik nasional. Menurutnya, sejumlah kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri kini telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen.

“Perkembangan industri kendaraan listrik nasional menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Saat ini terdapat kendaraan listrik produksi dalam negeri yang telah mencapai TKDN di atas 60 persen. Ini menunjukkan bahwa kapasitas industri nasional terus meningkat dan semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik,” ungkap Agus.

Meski demikian, Menperin mengakui bahwa tantangan industri nasional saat ini tidak hanya terletak pada produk akhir, tetapi juga pada kemampuan memproduksi mesin dan peralatan industri yang masih banyak bergantung pada impor.

Data menunjukkan bahwa impor barang modal berupa mesin dan peralatan masih menempati porsi yang cukup besar dalam struktur impor Indonesia. Oleh karena itu, Kemenperin telah menyiapkan strategi pengembangan industri “machine making machine” atau industri pembuat mesin untuk mengurangi ketergantungan terhadap mesin impor.

“Ketika kami melihat sebuah pabrik dengan TKDN tinggi, sering kali mesin produksinya masih berasal dari luar negeri. Karena itu, tantangan berikutnya adalah bagaimana Indonesia mampu memproduksi mesin untuk industrinya sendiri. Inilah yang kami sebut sebagai pengembangan industri machine making machine,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenperin telah membentuk unit khusus yang akan menjadi pusat pengembangan teknologi manufaktur nasional, yakni Indonesia Manufacturing Center (IMC) di Purwakarta. Unit tersebut akan menjadi wadah pengembangan teknologi, rekayasa manufaktur, dan inovasi mesin industri guna mendukung lahirnya industri pembuat mesin di dalam negeri.

“Kami telah menyiapkan roadmap dan kelembagaan yang fokus pada pengembangan machine making machine. Melalui Indonesia Manufacturing Center ini, kami ingin membangun kemampuan nasional dalam memproduksi mesin dan peralatan industri sehingga ketergantungan terhadap impor barang modal dapat terus dikurangi,” tutur Menperin. 

Kemenperin optimistis, penguatan industri kecil, peningkatan TKDN, pengembangan industri kendaraan listrik, serta pembangunan industri machine making machine akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat industrialisasi nasional sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto. (Dinda)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING