Menkomdigi Ajak Media Jaga Kualitas Informasi di Tengah Percepatan Digital

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam Pemutaran dan Diskusi Film 3 Wajah Rohanna Koeddoes di Kantor IDN, Kuningan Barat, Jakarta Selatan. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak insan pers untuk terus menjaga kualitas informasi publik di tengah percepatan digitalisasi dan banjir konten di ruang digital.

Menurut Meutya, kecepatan penyampaian informasi perlu berjalan beriringan dengan ketelitian, empati, dan tanggung jawab sosial.

Ajakan itu disampaikan Meutya dalam Diskusi Film "3 Wajah Roehana Koeddoes" yang mengangkat sosok Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia sekaligus Pahlawan Nasional, di Jakarta Selatan, Jumat (06/02/2026).

Meutya menekankan kecepatan produksi berita yang tidak diimbangi ketelitian dan empati berisiko melahirkan konten emosional, menyesatkan, dan merusak ruang informasi, terutama bagi generasi muda.

“Karena digitalisasi mengutamakan kecepatan, kepekaan dalam tulisan terasa hilang. Padahal dulu kami sangat mengutamakan rasa dalam sebuah tulisan,” ujar Meutya.

Meutya menegaskan bahwa kebebasan pers sejak awal tidak pernah dimaksudkan untuk merendahkan martabat manusia maupun budaya bangsa.

Ia menilai kondisi ruang digital saat ini menjadi tantangan bersama karena banyak diisi konten yang tidak mendidik dan berpotensi berdampak buruk bagi publik.

“Media sosial dan media baru ini kemudian diisi dengan karya-karya yang justru tidak mendidik, bahkan sebagian merusak generasi muda,” kata Meutya.

Meutya menilai semangat Roehana Koeddoes sejak 1911 tetap relevan sebagai pengingat bahwa pers lahir sebagai alat pendidikan dan pembebasan, bukan sekadar kecepatan dan sensasi.

“Saat ini dengan digitalisasi, semua orang dan semua perempuan bisa menulis dan membuat medianya masing-masing,” jelasnya.

Menjelang peringatan Hari Pers Nasional, Meutya mengajak media untuk kembali menempatkan data, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi jurnalistik agar ruang digital Indonesia tetap sehat, beradab, dan melindungi warga.

“Mari kita kembalikan karya-karya yang penuh rasa, penuh data, daripada emosi semata, dan meneruskan semangat yang telah dipelopori oleh Ibu Roehana Koeddoes,” pungkasnya. (Dimas)
Share:

Kemkomdigi Siapkan Ribuan Akun Canva Pro Gratis untuk Perkuat Talenta Digital dan UMKM

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam acara MoU Signing And Training Canva x Komdigi di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta di FX Sudirman, Jakarta Pusat. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Komunikasi dan Digital membuka akses alat produksi digital bagi talenta kreatif dan pelaku UMKM melalui penyediaan 8.000 akun Canva Pro gratis, sebagai langkah konkret memperkuat keterampilan desain, literasi digital, dan daya saing ekonomi kreatif nasional.

Program ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan Canva yang ditandai melalui kegiatan Canva Hangout feat Komdigi: Bikin Ide Digital Makin Nyata di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (06/02/2026).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa kerja sama Kemkomdigi dan Canva masih akan terus dikembangkan ke depan.

“Saya ucapkan selamat atas kerja sama yang kita laksanakan hari ini, ini baru langkah pertama, ke depan akan terus diperluas agar semakin banyak individu dan komunitas yang dapat terlibat dan merasakan manfaatnya,” ujar Meutya.

Meutya mengapresiasi capaian global Canva yang mencatat 1 miliar desain baru lahir pada tahun 2025.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif berbasis desain digital yang merupakan kontribusi dari para kreator Indonesia.

“Kami cukup terharu mendengar laporan bahwa dalam tahun 2025 ada 1 miliar desain baru yang lahir dari Canva. Semoga semakin banyak kreator Indonesia yang berkontribusi dari capaian besar tersebut,” ungkapnya.

Meutya memaparkan bahwa sektor ekonomi kreatif saat ini menyumbang sekitar 7–8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan nilai kontribusi mencapai kurang lebih Rp1.600 triliun per tahun, serta menyerap lebih dari 50 juta tenaga kerja.

Sementara itu, ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai mencapai USD 90 miliar pada 2024, dan diproyeksikan meningkat hingga USD 360 miliar pada 2030, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama ekonomi digital di Asia Tenggara.

"Pertumbuhan tersebut didorong oleh e-commerce, layanan keuangan digital, transportasi berbasis aplikasi, serta meningkatnya adopsi teknologi digital oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB nasional," jelasnya.

Meutya menegaskan bahwa kebutuhan akan keterampilan desain dan konten digital menjadi kebutuhan sehari-hari bagi pelaku UMKM.

“Bagi UMKM, keterampilan kreatif dan desain digital bukan lagi kebutuhan tambahan, tapi sudah menjadi kebutuhan utama untuk mendesain, memasarkan, dan menjual produk,” jelas Meutya.

Melalui kerja sama ini, Kemkomdigi dan Canva berharap dapat memperkuat ekosistem kreator desain Indonesia, mendorong pertumbuhan UMKM digital, serta memastikan Indonesia terus menjadi motor utama ekonomi digital di kawasan. (Dimas)
Share:

Pusdik Brimob Gelar Aksi Bersih Pantai Pasir Putih Situbondo, Tindak Lanjuti Arahan Presiden RI

Pusdik Brimob Gelar Aksi Bersih Pantai Pasir Putih Situbondo, Tindak Lanjuti Arahan Presiden RI. (Dok. Div Humas Polri)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Atas perintah Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul pada Senin (2/2), Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Kalemdiklat Polri dan Dankor Brimob Polri menginstruksikan jajaran pendidikan Brimob untuk menindaklanjuti arahan tersebut dalam bentuk aksi nyata di lapangan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pusat Pendidikan Brigade Mobil (Pusdik Brimob) Polri menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sela latihan dan pembinaan ketahanan fisik para siswa Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Dasar Brimob Angkatan IV Tahun 2026 yang tengah melaksanakan latihan renang laut.

Dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab, para instruktur bersama para siswa menyisir area pantai, mengumpulkan sampah, serta menjaga kebersihan kawasan wisata demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Aksi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan hidup sekaligus implementasi arahan Presiden RI agar seluruh elemen bangsa terlibat aktif menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan kepada setiap personel Polri sejak masa pendidikan.

“Kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan implementasi nyata arahan Presiden Republik Indonesia agar seluruh komponen bangsa berperan aktif menjaga lingkungan. Melalui Kalemdiklat Polri dan Korps Brimob Polri, para siswa Brimob tidak hanya dibentuk tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga ditanamkan kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Ia menambahkan bahwa Polri berkomitmen mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

“Bhayangkara sejati bukan hanya sigap dalam tugas operasional, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan membawa manfaat. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada bangsa dan negara,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa Brimob semakin tertanam nilai-nilai disiplin, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan. Aksi bersih pantai ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan wisata demi kenyamanan bersama serta kelestarian bumi pertiwi. (Budi)
Share:

Terima Audiensi KSBSI, Kapolri Tegaskan Sinergitas untuk Perjuangkan Hak Buruh

Terima Audiensi KSBSI, Kapolri Tegaskan Sinergitas untuk Perjuangkan Hak Buruh. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Dalam kesempatan tersebut, Sigit menegaskan bakal terus perkuat sinergitas untuk memperjuangkan hak buruh. 

Dalam kesempatan ini, Sigit juga menekankan soal terus mengoptimalkan Desk Ketenagakerjaan Polri terkait pelayanan di bidang permasalahan buruh. 

Kami terus untuk mengoptimalkan terkait dengan pelayanan kepolisian di bidang permasalahan perburuhan, juga tentunya kita perluas terkait dengan perlindungan terhadap buruh-buruh perempuan, kata Sigit usai audiensi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). 

Desk Ketenagakerjaan Polri, kata Sigit terus berupaya serta mengoptimalkan peran dan fungsi kepolisian untuk memperjuangkan segala aspirasi dari seluruh elemen buruh di Indonesia. 

Baik pada saat menyampaikan aspirasi ataukah pada saat kita membantu menyelesaikan masalah industrial yang ada ataupun juga memberikan perlindungan-perlindungan yang harus kita berikan, ujar Sigit. 

Dengan terjalinnya sinergitas ini, Sigit berharap, ke depan buruh semakin sejahtera. Serta, terus terbukanya lapangan pekerjaan untuk buruh agar bisa berkarya guna membawa Indonesia yang berdaulat dan makmur. 

Kita akan terus menjaga hubungan yang sudah sangat baik ini untuk terus ke depan kita tingkatkan sebagai sahabat-sahabat kami. Dan buruh juga menempatkan kami sebagai sahabat-sahabat dari buruh. Dan ini tentunya menjadi hal yang harus terus kita jaga dan kita perbaiki dan kita pertahankan ke depan, ucap Sigit. 

Kesempatan yang sama, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengapresiasi Polri yang telah membentuk Desk Ketenagakerjaan. Dan pengetahuan kami yang pertama sekali juga kepolisian itu membentuk Desk KetenagaKerjaan di seluruh dunia, kata Elly. 

Desk ketenagakerjaan tersebut, kata Elly, sangat bermanfaat bagi seluruh elemen buruh di Indonesia. Ia juga mendukung Polri tetap berada di bawa Presiden. 

Lalu kedua, kami juga mendukung bahwa Polri itu tetap berada di bawah Presiden. Seperti statement saya ketika dua minggu yang lalu, karena ketika misalnya Presiden ada sesuatu yang sangat perlu, tidak perlu harus melalui menteri tapi langsung dengan Polri. Karena memang Polri adalah sipil dan itu memang tidak boleh berada di bawah kementerian lainnya, paparnya. 

Lalu kami KSBSI akan tetap berada bersama-sama dengan Polri. Karena kami menganggap Polri itu adalah sahabat kami. Dan kami meminta di bawah kepimpinan Bapak kapolri bahwa Desk ketenagakerjaan itu tidak hanya ada di pusat tapi nanti akan ada sampai di daerah supaya Serikat Buruh dan Polri juga bisa bersinergi tidak hanya di nasional, tambahnya sekaligus mengakhiri. (Budi)
Share:

Lakukan Rotasi, Menkeu Lantik 43 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Lakukan Rotasi, Menkeu Lantik 43 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 43 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat (06/02) di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta. Pejabat yang dilantik yakni 40 pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan 3 pejabat Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).

“Ini adalah bagian dari strategi pembenahan organisasi dengan menempatkan orang-orang terbaik di tempat strategis dan di saat yang tepat,” ungkap Menkeu.

Pelantikan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenkeu telah dilaksanakan tiga kali dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Rotasi adalah langkah terencana untuk penguatan kinerja organisasi.

“Rotasi adalah hal yang wajar dalam organisasi, tujuannya untuk penyegaran baik pegawai maupun untuk organisasi,” jelas Menkeu.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh jajaran yang telah bekerja dengan baik, penuh dedikasi dan integritas. Disamping itu, Menkeu berpesan agar pimpinan yang dilantik melakukan pengawasan bersama dan berjenjang untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap unit kerja demi perbaikan signifikan pada setiap unit kerja. Hal ini diperlukan untuk mendukung organisasi yang sedang menghadapi tantangan kompleks dan membutuhkan pegawai serta organisasi yang sehat. 

“Jadi itu, utamanya saya pikir, teman-teman semua, ke depan kita bersama-sama memperbaiki kinerja pajak, keuangan secara keseluruhan. Jangan sampai kita dikalahkan oleh pemain-pemain yang mengalahkan kita sampai sekarang,” tandas Menkeu.

Menutup arahannya, Menkeu berharap kesungguhan dari seluruh pimpinan Kemenkeu di pusat maupun daerah untuk terus meningkatkan kinerja organisasi, khususnya dalam pengelolaan penerimaan negara. Untuk itu, Menkeu mengajak seluruh jajaran untuk tetap bersemangat memperbaiki kinerja pajak, kinerja keuangan, dan kondisi fiskal negara.

“Jadi semangat, perbaiki kinerja pajak, perbaiki kinerja keuangan, perbaiki kondisi fiskal. Jadi kondisi negara secara keseluruhan nanti tergantung pada kinerja Anda semua,” pungkas Menkeu. (Tedy)
Share:

Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking, Bahas Aduan Apoteker Independen dan Pertamina Patra Niaga

Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking, Bahas Aduan Apoteker Independen dan Pertamina Patra Niaga. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang aduan kanal debottlenecking bersama Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) pada Jumat (6/2).

Sidang ini dihadiri oleh pihak pelapor serta perwakilan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait untuk menuntaskan berbagai kendala yang sudah disampaikan pelaku usaha melalui kanal aduan debottlenecking.

Agenda sidang pertama membahas aduan dari apoteker independen berskala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diwakili oleh Gerakan Apoteker Pemilik Apotek Independen (GAPAI). GAPAI menyampaikan aduan mengenai pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Perizinan Bangunan Gedung (PBG), dan Izin Apotek yang yang dinilai memberatkan. 

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah kesepakatan berhasil dicapai guna memberikan kemudahan berusaha bagi apotek berskala UMKM. Kesepakatan yang dicapai antara lain penambahan fitur pemutakhiran data dalam sistem perizinan untuk memudahkan proses perpanjangan izin apotek, serta penetapan standar harga dan standar waktu penyelesaian Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang lebih pasti, transparan, dan ramah bagi pelaku usaha apotek berskala UMKM.

Agenda sidang selanjutnya membahas masukan dari PT Pertamina Patra Niaga terkait penyempurnaan tata kelola perizinan berusaha dalam rangka mendukung implementasi program Bioethanol. Kementerian dan Lembaga terkait sepakat untuk melakukan penyesuaian regulasi yang diperlukan agar program tersebut dapat berjalan optimal. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong swasembada energi, memperkuat ekonomi hijau, serta mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Berdasarkan laporan Deputi Bidang Perekonomian Kementerian Sekretariat Negara, Satya Bhakti Parikesit, hingga 6 Februari 2026 Satgas P2SP telah menerima total 76 laporan melalui kanal aduan debottlenecking, dengan rincian 60 laporan dalam proses penanganan, 4 laporan telah diselesaikan, dan 12 laporan dikembalikan kepada pelapor untuk dilakukan perbaikan.

Melalui sidang debottlenecking, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi dan mempercepat penyelesaian hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Dengan penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, diharapkan berbagai kendala struktural dapat ditangani secara lebih efektif demi mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian secara keseluruhan. (Tedy)
Share:

Cuaca Ekstrem Dampak Nyata Perubahan Iklim, BMKG Tekankan Pentingnya Penguatan Peringatan Dini dan Kolaborasi

Cuaca Ekstrem Dampak Nyata Perubahan Iklim, BMKG Tekankan Pentingnya Penguatan Peringatan Dini dan Kolaborasi. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor guna menekan risiko bencana hidrometeorologi di tengah dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, saat menjadi narasumber dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Pemberitaan DPR RI, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Command Center, Gedung Nusantara, Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, dan turut menghadirkan Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Andri mengungkapkan bahwa laporan State of the Global Climate 2024 dari World Meteorological Organization (WMO) mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah, dengan anomali suhu global telah melampaui ambang batas 1,5°C dibandingkan periode praindustri.

“Data observasi menunjukkan tren kenaikan suhu yang konsisten, baik secara global maupun regional di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi,” ujar Andri.

Sejalan dengan hal tersebut, data BMKG dalam kurun waktu 16 tahun terakhir (2010–2025) menunjukkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang terus meningkat, seiring dengan tren kenaikan suhu dan perubahan iklim. Wilayah dengan tingkat kejadian tertinggi tercatat di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, serta sejumlah wilayah lain di Sumatra.

Andri menjelaskan, rata-rata suhu nasional Indonesia pada tahun 2024 mencapai 27,52°C, tertinggi sejak pencatatan dilakukan. Dampaknya, bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan kini mendominasi lebih dari 90 persen kejadian bencana nasional.

Selain peningkatan suhu, tren hujan ekstrem juga menunjukkan eskalasi yang signifikan. Curah hujan di atas 150 milimeter per hari kini semakin sering terjadi, bahkan pada beberapa kejadian mencapai 300 hingga 400 milimeter per hari.

“Kondisi ini inline dengan tren perubahan suhu dan perubahan iklim yang terjadi secara global,” jelasnya.

Menurut Andri, kondisi tersebut menuntut peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, khususnya dalam menerjemahkan informasi dan peringatan dini BMKG ke dalam pemetaan kerentanan wilayah oleh pemerintah daerah. Terlebih, tantangan ke depan tidak hanya berasal dari perubahan iklim global, tetapi juga dari perlunya penguatan integrasi strategi mitigasi bencana yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya optimal.

Dalam konteks mitigasi, Andri menekankan pentingnya penguatan Sistem Peringatan Dini Multibahaya (Multi-Hazard Early Warning System/MHEWS) yang terintegrasi, sejalan dengan inisiatif global Early Warning for All (EW4All). Sistem ini mencakup empat pilar utama, yakni pengetahuan risiko bencana (disaster risk knowledge), deteksi dan pemantauan (detection, observation, and monitoring), kesiapsiagaan dan respons, serta diseminasi informasi yang efektif kepada masyarakat.

Selain itu, peningkatan literasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Salah satu upaya penguatan literasi tersebut dilakukan melalui Sekolah Lapang BMKG.

“Artinya ini juga poin penting untuk meningkatkan awareness dari masyarakat bahwa bencana hidrometeorologi ini tidak bisa kita elakkan lagi terus. Harus kita gugah awareness tersebut melalui edukasi dan program-program yang tentunya sampai ke masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap upaya mitigasi bencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andri menambahkan bahwa efektivitas peringatan dini sangat bergantung pada tindak lanjut di tingkat hilir melalui kesiapsiagaan dan kapasitas respons yang melibatkan BNPB, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait. Diseminasi informasi juga memerlukan peran seluruh pemangku kepentingan agar peringatan dini dapat diterima dan dipahami masyarakat secara luas.

“Peringatan dini dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda jika seluruh komponen sistem peringatan dini bekerja bersama dan saling melengkapi,” tegas Andri.

Ia juga menegaskan bahwa BMKG berada pada peran hulu dalam rantai sistem peringatan dini, yakni melaksanakan pemantauan, analisis, dan penyampaian peringatan dini terhadap potensi cuaca dan iklim ekstrem, gempabumi, serta tsunami, sekaligus mendiseminasikan informasi tersebut kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.

“Golden time bencana hidrometeorologi sebenarnya cukup panjang, mulai dari tujuh hari, tiga hari, hingga hitungan jam sebelum kejadian. Kuncinya ada pada kesiapsiagaan, pemetaan risiko, dan langkah kontingensi yang jelas di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko menilai bahwa sistem peringatan dini BMKG telah berjalan dengan baik, namun masih perlu diperkuat melalui peningkatan literasi kebencanaan dan kesadaran pemerintah daerah. Ia juga mendorong integrasi edukasi cuaca dan kebencanaan sejak dini melalui dunia pendidikan.

“Semua pihak harus bergerak. Edukasi bisa dimulai sejak tingkat dasar. BMKG dengan Sekolah Lapang-nya memiliki peran strategis, dan pemerintah daerah juga perlu menyadari bahwa informasi cuaca sangat penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,” tutur Sudjatmiko.

Menutup kegiatan tersebut, BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi cuaca dan iklim, khususnya pada periode puncak musim hujan yang masih berlangsung pada Februari 2026. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana hidrometeorologi di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. (Ruslan)
Share:

Survei Harga Properti Residensial Triwulan IV 2025, Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas

Survei Harga Properti Residensial Triwulan IV 2025, Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 tumbuh terbatas.

Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 0,83% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2025 sebesar 0,84% (yoy).

Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe kecil dan menengah tumbuh positif di tengah penjualan unit properti tipe besar yang masih terkontraksi. 

Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tumbuh positif sebesar 7,83% (yoy), meningkat dibandingkan dengan penjualan pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 1,29% (yoy).

Dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 80,14%.

Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,88% dari total skema pembelian.

Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Harga Properti Residensial Primer di Website Bank Indonesia. (Ruslan)
Share:

Sinergi TNI AL Dan Pemprov Jawa Timur Wujudkan Pantai Tambak Wedi Yang Asri

Sinergi TNI AL Dan Pemprov Jawa Timur Wujudkan Pantai Tambak Wedi Yang Asri. (Dok. Puspen TNI)

Jawa Timur, WaraWiri.net - TNI AL melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Forkopimda, TNI/Polri dan Masyarakat melaksanakan Aksi Kurve Sampah Pantai di wilayah Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Jumat (6/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) ini merupakan wujud nyata sinergi TNI AL bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat.

Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, mewakili Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si. dan Asisten Teritorial (Aster) Dankodaeral V Kolonel Mar Muharam Ahmad Fauzi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR., CRMP selaku Ketua Panitia, menyambut kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim.

Gubernur Jawa Timur dalam amanatnya menyampaikan bahwa Aksi Kurve Sampah Pantai ini dilaksanakan berdasarkan perintah Presiden RI Prabowo Subianto pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.

"Gerakan Indonesia ASRI ini sesungguhnya adalah gerakan nasional dan harus menjadi awareness di semua lini di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, maupun desa/kelurahan," jelas Gubernur Jawa Timur.  

Aksi sosial ini melibatkan sekitar 1.500 lebih peserta dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, instansi pemerintah provinsi dan kota, komunitas lingkungan, mahasiswa, pramuka, serta masyarakat dan nelayan setempat.

Selain kegiatan pembersihan sampah di kawasan pesisir dan aliran sungai, agenda ini juga dirangkai dengan Bakti Kesehatan, Bakti Sosial, serta Pasar Murah dan UMKM, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pada kegiatan Bakti Kesehatan melayani hingga 250 pasien umum dan 50 pasien gigi, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, serta rumah sakit terkait, dengan dukungan tenaga medis Kodaeral V Surabaya.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam rencana menjadikan Kelurahan Tambak Wedi sebagai pilot project kampung inovatif, berbasis pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan pembinaan secara berkala serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, termasuk optimalisasi fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) dan rumah kompos yang telah tersedia.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Surat Edaran Bersama Aksi Kurve Sampah Pantai Sinergi Antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Forkopimda,TNI/Polri dan Masyarakat dalam rangka Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) oleh Gubernur Jatim, Kapolda Jawa Timur, dan Dankodaeral V diwakili oleh Wadan Kodaeral.

Selanjutnya Gubernur Jawa Timur melaksanakan peninjauan Bakti Kesehatan, dilanjutkan melaksanakan Aksi Kurve Pantai Tambak Wedi, serta penyerahan bantuan sosial dan diakhiri peninjauan Pasar Murah.

Melalui Aksi Kurve Sampah Pantai, TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian lingkungan, peningkatan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir sebagai bagian dari pembinaan potensi maritim nasional. (Slamet)
Share:

Komandan Lanud Husein Sastranegara Dampingi Panglima TNI Tinjau Bencana Longsor di Desa Pasirlangu

Komandan Lanud Husein Sastranegara Dampingi Panglima TNI Tinjau Bencana Longsor di Desa Pasirlangu. (Dok. Puspen TNI)

Bandung, WaraWiri.net - Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI MD. Irman Fathurahman S.E.M.M., mendampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (6/2/2026). 

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal serta melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak longsor. Panglima TNI juga meninjau lokasi terdampak terparah dan berdialog dengan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan.

Komandan Lanud Husein Sastranegara saat mendampingi Panglima TNI menyatakan kesiapan Lanud Husein Sastranegara untuk mendukung penanganan bencana, baik melalui pengerahan personel, peralatan, maupun dukungan logistik sesuai kebutuhan di lapangan.

Bencana tanah longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak serta memaksa beberapa keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pendataan dan upaya penanganan lanjutan guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (Slamet)
Share:

Pesan KPK ke Taruna Poltekip: Jangan Sampai Kembali karena Ditindak

Pesan KPK ke Taruna Poltekip: Jangan Sampai Kembali karena Ditindak. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap masih tingginya tingkat korupsi di dunia pendidikan, tidak terkecuali perguruan tinggi. Pasalnya praktik gratifikasi, suap, hingga korupsi masih ditemukan dan sering dianggap sebagai hal lumrah di ekosistem pendidikan Indonesia, sehingga diperlukan penguatan integritas di berbagai lapisan.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menjelaskan tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia dalam audiensi bersama puluhan Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekip), di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (6/2).

Kata Ibnu, sektor pendidikan dan pelayanan publik masih menjadi area rawan penyelewengan yang membutuhkan ‘imunisasi’ integritas sejak dini.

“Saudara sebagai calon aparatur di Kementerian Hukum sangat rentan, terlebih mengelola fasilitas publik yang bersentuhan dengan anggaran negara dan pelayanan masyarakat,” tutur Ibnu di hadapan puluhan taruna Poltekip.

Adapun Ibnu secara simbolis menempatkan para taruna di ruang konferensi pers KPK—tempat yang biasa digunakan guna mengumumkan penahanan tersangka. Hal ini, kata Ibnu bertujuan untuk mengingatkan secara tegas, agar para calon punggawa Kementerian Hukum ini tidak salah melangkah.

“Saudara hadir atas undangan belajar. Jangan sampai suatu saat, saudara kembali ke ruangan ini karena ditindak. Jadikan ruangan ini sebagai pengingat menjaga integritas,” ujar Ibnu.

Tidak berhenti, KPK kembali menegaskan keberhasilan memutus rantai korupsi di sektor strategis seperti imigrasi dan pemasyarakatan, bergantung pada keberanian aparatur muda menolak praktik ‘ijon politik’, pemerasan, dan gratifikasi.

Dengan membekali diri melalui Pendidikan Antikorupsi (PAK), KPK berharap para taruna menjadi garda depan pengelolaan aset dan pelayanan negara, tanpa intervensi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Integritas Tak Sekadar Capaian, Tapi Benteng Diri

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianthi, memetakan sejumlah perilaku sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi, yang mencerminkan tingkat integritas pada tiap individu.

“Hasil survei integritas pendidikan memotret isu yang harus diperbaiki bersama, seperti maraknya mahasiswa dan dosen yang memberi atau menerima gratifikasi,” tutur Dian.

Tidak hanya gratifikasi, sejumlah hal yang dianggap sepele seperti menyontek dan terlambat ke kelas merupakan faktor-faktor penyumbang rendahnya integritas di lingkungan pendidikan hingga saat ini. Oleh karenanya, Dian mengimbau para taruna tidak membawa kebiasaan buruk itu hingga waktunya dilantik nanti.

“Integritas bukan sekadar angka atau capaian, melainkan benteng pertahanan individu sebelum terjun ke dunia kerja yang penuh godaan,” pungkasnya.

Dengan demikian, kata Dian, diperlukan partisipasi publik dalam mengawal integritas bangsa. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan masuknya 4.560 laporan pengaduan masyarakat ke KPK, terkait indikasi praktik gratifikasi, suap, maupun korupsi sepanjang 2024.

KPK menilai angka tersebut merupakan sinyal, bahwa masyarakat kini berperan sebagai ‘intelijen’ yang aktif memantau perilaku aparatur negara. Selain itu, tidak jarang kasus-kasus yang ditangani KPK bersumber dari informasi di media massa dan sosial, yang menunjukkan tak ada lagi ruang sembunyi bagi para pelaku korupsi.

Kunjungan audiensi diakhiri dengan komitmen bersama guna memperkuat sinergi antara calon aparatur negara dan KPK. KPK menegaskan, tantangan ke depan bukan hanya soal memburu koruptor, melainkan memastikan generasi baru seperti Taruna Poltekpin memiliki ‘imunitas’ kuat terhadap sistem koruptif. (Muh)
Share:

KPK Tangkap Tangan Tersangka Penerimaan Hadiah atau Janji Pengurusan Sengketa Lahan di PN Depok

KPK Tangkap Tangan Tersangka Penerimaan Hadiah atau Janji Pengurusan Sengketa Lahan di PN Depok. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku yang tertangkap tangan melakukan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengaturan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

KPK kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni EKA selaku Ketua PN Depok; BBG selaku Wakil Ketua PN Depok; YOH selaku Jurusita di PN Depok; TRI selaku Direktur Utama PT KD; dan BER selaku Head Corporate Legal PT KD. Para tersangka selanjutnya ditahan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 6 s.d 25 Februari 2026, di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Konstruksi perkaranya diawali dengan adanya permintaan fee secara diam-diam, sebesar Rp1 miliar dari EKA bersama-sama BBG melalui YOH sebagai perantara “satu pintu” kepada PT KD, atas percepatan eksekusi pengosongan lahan seluas 6.500 meter persegi di wilayah Depok. Namun pihak PT KD menyatakan keberatan dan akhirnya mencapai kesepakatan atas fee percepatan eksekusi sebesar Rp850 juta. Selanjutnya, pencairan dana tersebut dilakukan melalui cek fiktif oleh PT KD.

Sebelumnya, PN Depok telah mengabulkan gugatan sengketa antara PT KD dan masyarakat atas lahan di wilayah tersebut. Putusan tersebut juga telah dilakukan banding dan kasasi, dengan keputusan menguatkan putusan pertama pada PN Depok. Sebagai pemenang gugatan, PT KD juga telah mengajukan beberapa kali eksekusi pengosongan lahan, karena akan segera digunakan oleh pihaknya. Di sisi lain, pihak masyarakat juga mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK) atas putusan dimaksud.

Selain itu, dalam perkara ini, Tim KPK mendapat data dari PPATK bahwa BBG juga diduga menerima penerimaan lainnya (gratifikasi) yang bersumber dari setoran atas penukaran valas senilai Rp2,5 Miliar selama periode 2025-2026. Dari peristiwa ini, Tim KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp850 juta di dalam ransel.

Atas perbuatannya, EKA dan BBG bersama-sama dengan YOH, serta TRI bersama-sama dengan BER, disangkakan melanggar Pasal 605 huruf a dan/atau Pasal 606 angka (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara terkait penerimaan lainnya, BBG disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Muh)
Share:

Tiket KA Reguler Lebaran Masih Tersedia, KAI Ajak Masyarakat Rencanakan Libur Lebaran Sejak Dini

Tiket KA Reguler Lebaran Masih Tersedia, KAI Ajak Masyarakat Rencanakan Libur Lebaran Sejak Dini. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa penjualan tiket kereta api reguler untuk masa Angkutan Lebaran 2026 terus bergerak positif seiring penerapan skema penjualan bertahap H-45. Skema ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan pilihan tanggal dan relasi yang lebih beragam.

Melalui pengaturan Angkutan Lebaran 2026, KAI membuka penjualan tiket secara bertahap mulai H-3, H-2, H-1, H1, hingga H2 Lebaran. Pola tersebut dirancang untuk memberi fleksibilitas waktu perjalanan sekaligus mendukung pengelolaan arus penumpang yang lebih seimbang di berbagai tanggal keberangkatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa hingga 5 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, total pemesanan tiket untuk periode 11 Maret hingga 22 Maret 2026 telah mencapai 496.967 tiket. Saat ini, pemesanan tiket baru dapat dilakukan hingga 22 Maret 2026 sesuai skema H-45, dan angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya penjualan.

Secara rinci, pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 tercatat 58.430 tiket telah terjual. Penjualan tiket H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026 mencapai 60.577 tiket. Untuk H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026, tiket yang telah dipesan mencapai 47.490 tiket. Sementara itu, pada H1 Lebaran atau 21 Maret 2026 tercatat 41.228 tiket telah terjual, dan pada H2 Lebaran atau 22 Maret 2026 sebanyak 39.802 tiket telah dipesan.

Berdasarkan data tersebut, H-3 dan H-2 Lebaran masih menjadi tanggal keberangkatan dengan tingkat pemesanan tertinggi. Meski demikian, KAI mencatat bahwa tiket pada tanggal lain di sekitar periode Lebaran masih tersedia dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif perjalanan bagi masyarakat.

Penerapan skema penjualan H-45 juga memungkinkan KAI mengelola pergerakan penumpang secara lebih proporsional. Dengan perencanaan sejak dini, pelanggan memiliki kesempatan lebih besar untuk memilih jadwal dan layanan kereta api reguler sesuai kebutuhan perjalanan masing-masing.

Anne menambahkan bahwa KAI terus menyiapkan langkah operasional untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran, termasuk rencana pengoperasian KA tambahan yang akan diumumkan setelah proses finalisasi. Di sisi lain, KAI melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana perkeretaapian, mencakup lokomotif dan rangkaian kereta, guna memastikan seluruh layanan berada dalam kondisi optimal saat melayani pelanggan pada periode puncak mudik dan balik.

Dalam rangka menjaga ketertiban layanan, sistem ticketing KAI menerapkan mekanisme pemesanan yang transparan dan terkontrol. Setiap tiket wajib menggunakan identitas asli penumpang dengan ketentuan satu identitas untuk satu nama. Proses boarding juga didukung pemanfaatan teknologi face recognition serta pembatasan transaksi per kode booking guna memastikan tiket digunakan oleh pelanggan yang berhak.

KAI mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, serta mitra resmi Online Travel Agent (OTA) yang bekerja sama dengan KAI, guna menghindari potensi penipuan dan memastikan keabsahan tiket perjalanan.

Selain itu, KAI menerapkan ketentuan khusus dalam pemesanan tiket rombongan untuk menjaga pemerataan akses bagi masyarakat. Alokasi tiket rombongan dibatasi maksimal 10 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia, dengan prioritas utama diberikan kepada program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan berbagai instansi.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan transparansi. Dengan dukungan seluruh Insan KAI Group, kami ingin memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan kereta api berlangsung tertib, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat,” tutup Anne. (Muh)
Share:

Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia, Presiden Prabowo dan PM Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Australia melalui penandatanganan Traktat Keamanan Bersama. Komitmen bersama ini disampaikan Presiden Prabowo pada Keterangan Pers Bersama di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026.

“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Bagi Indonesia, hal ini mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” ucap Presiden Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, posisi geografis Indonesia dan Australia yang berdekatan membuat kedua negara ini ditakdirkan hidup berdampingan. Oleh karena itu, hubungan bilateral kedua negara dibangun di atas dasar saling percaya dan itikad baik.

“Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh manapun. Untuk itu, kami meyakini bahwa perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan kita,” lanjutnya.

Sementara itu, PM Albanese menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak pertemuan bilateral di Sydney pada November tahun lalu. Perjanjian tersebut, menurut Albanese dibangun di atas fondasi sejarah kerja sama pertahanan yang telah berlangsung selama tiga dekade.

“Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita di bawah kemitraan strategis komprehensif kita,” ucap PM Albanese.

“Hari ini saya sangat senang menandatangani perjanjian ini dengan Bapak Presiden, sebuah momen bersejarah dalam hubungan bangsa kita dan pengakuan bahwa cara terbaik untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas di kawasan kita adalah dengan bertindak bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, PM Albanese menilai perjanjian ini menunjukkan kekuatan dan kedalaman kepercayaan antara Australia dan Indonesia. Perjanjian ini dipandang sebagai perluasan signifikan dari kerja sama keamanan dan pertahanan yang sudah terjalin.

Serangkaian inisiatif kerja sama pertahanan baru, menurut Albanese mencerminkan kepercayaan dan ambisi strategis yang makin meningkat. Termasuk di antaranya yakni penawaran untuk membentuk posisi baru bagi seorang perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia.

“Mendukung pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam melakukan latihan bersama dengan mitra Anda, termasuk Australia. Dan memperluas pertukaran pendidikan militer antara militer kita untuk membangun hubungan dan meningkatkan pemahaman antara generasi pemimpin militer kita selanjutnya,” kata PM Albanese. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Kerja PM Albanese, Perkuat Kemitraan Strategis RI–Australia

Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam rangka kunjungan kerja di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam rangka kunjungan kerja di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026. Kunjungan kelima PM Albanese ke Indonesia ini menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.

PM Albanese tiba di halaman Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB. Kepala Pemerintahan Australia tersebut tiba dengan pengawalan 17 pasukan motoris. Rangkaian kendaraan yang membawa PM Albanese juga diiringi oleh sekitar 120 pasukan berkuda sejak kawasan Patung Kuda hingga halaman Istana Merdeka, menambah khidmat prosesi penyambutan.

Setibanya di halaman Istana Merdeka, tampak pasukan jajar kehormatan telah berbaris rapi menyambut kedatangan PM Albanese. Selain itu, penyambutan juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Naikonos Larik dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibawakan oleh 12 penari dan 6 pemusik sebagai representasi kekayaan budaya Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto kemudian menyambut langsung PM Albanese di sisi barat Istana Merdeka. Keduanya tampak berjabat tangan dan menyaksikan sejenak Tari Naikonos Larik sebelum bersama-sama menaiki tangga menuju beranda depan Istana Merdeka.

Upacara penyambutan resmi pun diawali dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Australia dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana upacara berlangsung khidmat sebagai simbol penghormatan antarnegara.

Usai upacara penyambutan, Presiden Prabowo dan PM Albanese saling memperkenalkan delegasi masing-masing negara. Delegasi Indonesia yang turut hadir dalam penyambutan tersebut terdiri atas Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Siswo Pramono.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dan PM Albanese menuju ruang kredensial untuk melaksanakan sesi foto bersama. Setelah itu, PM Albanese diarahkan menuju ruang kerja Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pertemuan tête-à-tête guna membahas berbagai isu strategis dan kerja sama bilateral kedua negara.

“Sekali lagi terima kasih Perdana Menteri atas kehadiran Anda hari ini. Senang bertemu dengan Anda,” ujar Presiden Prabowo dalam pengantar tête-à-tête.

Dalam kunjungan kali ini, Presiden Prabowo dan PM Albanese akan melakukan penandatanganan Perjanjian Keamanan Bersama (Treaty on Common Security) antara pemerintah Indonesia dan Australia. Penandatanganan perjanjian tersebut menandai babak baru kerja sama keamanan dan pertahanan kedua negara pada tingkat yang lebih tinggi dan strategis.

“Hari ini, dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan itu ke titik terkuat yang pernah ada, dan itu sangat penting,” ucap PM Albanese dalam pengantar tête-à-tête.

Rangkaian kunjungan kerja PM Albanese ditutup dengan jamuan santap siang yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto di beranda Istana Merdeka, Jakarta, sebagai bentuk penghormatan kepada PM Albanese beserta delegasi. (Dinda)
Share:

KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel - SWRO Hadapi Tantangan Cuaca

KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel - SWRO Hadapi Tantangan Cuaca. (Dok. KKP)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya peningkatan produksi dan kualitas garam nasional melalui penerapan Teknologi Evaporasi Pergaraman Tunnel-Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini merupakan inovasi terintegrasi antara tunnel garam dan mesin SWRO yang memungkinkan produksi garam berkualitas tinggi berlangsung sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, saat meninjau penerapan teknologi tersebut di Kabupaten Indramayu, menyampaikan bahwa penggunaan SWRO di sektor pergaraman merupakan yang pertama di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi, teknologi ini juga menghasilkan air bersih sebagai produk sampingan, yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan air tawar di wilayah pesisir.

Koswara menjelaskan, teknologi SWRO bekerja dengan menyaring air laut melalui proses pemisahan air tawar, senyawa garam, serta zat lain yang tidak diperlukan atau berpotensi berbahaya. Proses ini menghasilkan air laut bersih dengan kandungan natrium klorida (NaCl) murni dan tingkat kepekatan mencapai 15 derajat Baume (BE), sehingga sangat ideal untuk langsung memasuki tahap kristalisasi garam.

“Dengan kualitas bahan baku seperti ini, proses kristalisasi garam dapat berlangsung lebih singkat, sekitar tiga hingga lima hari dalam kondisi normal. Produksi menjadi lebih efisien, hasilnya pun lebih konsisten dan bermutu,” ujar Koswara dalam siaran resmi di Jakarta.

Penerapan sistem tunnel yang terintegrasi dengan teknologi SWRO dinilai sebagai solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas garam nasional. Inovasi ini juga mendukung keberlanjutan usaha pergaraman rakyat, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca yang selama ini menjadi kendala utama produksi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Sae Nalendra Darma Raga, Kabupaten Indramayu, Carmadi, menyampaikan bahwa bantuan teknologi SWRO sangat membantu petambak garam, khususnya saat musim hujan. Menurutnya, dengan teknologi tersebut, proses produksi tetap dapat berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca.

“Dengan sistem tunnel dan penggunaan geomembran, garam yang dihasilkan lebih putih, bersih, dan memenuhi standar industri. Dalam waktu sekitar lima hari, kami sudah bisa memanen,” kata Carmadi.

Ia berharap dukungan teknologi ini dapat mendorong semangat petambak untuk berproduksi sepanjang tahun, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Penerapan teknologi Tunnel-SWRO ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan penguatan produksi dalam negeri melalui modernisasi teknologi, peningkatan kualitas, dan pemberdayaan petambak garam. Melalui inovasi yang adaptif dan berkelanjutan, KKP optimistis swasembada garam nasional dapat tercapai dengan tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir. (Iqbal)
Share:

Peran Strategis Muhammadiyah Mendukung Optimisme Pertumbuhan Solid Perekonomian Indonesia

Peran Strategis Muhammadiyah Mendukung Optimisme Pertumbuhan Solid Perekonomian Indonesia. (Dok. Kemenkop) 

Yogyakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Dengan fundamental ekonomi yang relatif solid, berbagai kebijakan fiskal, moneter, serta program strategis nasional diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan, memperluas penciptaan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. Sinergi antara Pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan pelaku usaha, menjadi kunci dalam mengakselerasi agenda pembangunan ekonomi nasional.

”Sebuah kehormatan bagi saya untuk hadir di organisasi yang telah menjadi pilar bagi peradaban dan ekonomi umat di Indonesia. Di tahun 2026, ini adalah tahun yang penting. Kita berharap pertumbuhan kita bisa lebih tinggi daripada tahun kemarin yang secara year-on-year 5,11%. Dan bila dibandingkan dengan berbagai negara lain, Indonesia ini salah satu yang potensi resesinya terkecil, yaitu 3%. Jauh lebih rendah dari negara yang di depan kita, seperti Jepang dan Amerika Serikat,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat berdialog bersama warga Muhammadiyah dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (6/02).

Dari sisi permintaan, konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, didukung belanja Pemerintah serta stimulus yang tepat sasaran sepanjang 2025. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,11% dengan kontribusi 53,88% terhadap PDB, sementara investasi tumbuh 6,12% dengan kontribusi 28,77%. Industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB, sekaligus mencatatkan pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Perbaikan kinerja ekonomi tersebut turut diiringi dengan membaiknya indikator sosial. Tingkat kemiskinan menurun menjadi 8,25% dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 0,70 juta orang, rasio Gini menurun menjadi 0,363, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,7%, serta pasar tenaga kerja mencatatkan tambahan sekitar 1,4 juta orang bekerja.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% yang akan didorong oleh sektor prioritas seperti pariwisata, pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan energi, serta program prioritas Presiden. Untuk menjaga momentum jangka pendek, Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan penguatan daya beli dan peningkatan mobilitas menjelang Idul Fitri 2026, termasuk bantuan pangan dan diskon transportasi.

Selain itu, Pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80 ribu desa, dengan dukungan pendanaan hingga Rp5 miliar per desa. Koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal di sektor pertanian, perikanan, logistik, dan perdagangan, sekaligus memperkuat rantai pasok di daerah.

“Kali ini digelontorkan Rp5 miliar, tentunya juga ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu penggerak penting,” ungkap Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Pemerintah juga menegaskan komitmen dalam menjaga ketahanan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang pruden, pelonggaran moneter untuk mendorong kredit, deregulasi dan debottlenecking sektor riil, penguatan cadangan devisa, serta reformasi struktural termasuk di pasar modal. Berbagai stimulus jangka pendek turut disiapkan menjelang Ramadan dan Idulfitri, mulai dari bantuan pangan, diskon transportasi dan tol, hingga dukungan pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam konteks tersebut, PP Muhammadiyah didorong untuk mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis Pemerintah, termasuk sebagai agregator pembiayaan dan penggerak kewirausahaan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang naik kelas, memperkuat ekonomi umat, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut antara lain Deputi Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Staf Ahli Kemenko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah Muhammad Zaenal Fattah beserta jajaran, serta para akademisi dan pelaku usaha. (Dinda)
Share:

Kapolda Bali dan 5.000 Relawan Satukan Langkah Bersihkan Pantai Kedonganan

Kapolda Bali dan 5.000 Relawan Satukan Langkah Bersihkan Pantai Kedonganan. (Dok. Div Humas Polri)

Bali, WaraWiri.net - Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan*korvei aksi bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kec. Kuta, Kab. Badung, dengan didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan kolaboratif menjaga kebersihan pesisir sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan di Pulau Dewata.

Aksi bersih pantai ini melibatkan kurang lebih 5.000 peserta yang terdiri dari personel Polri, TNI, DLHK Badung, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta para relawan lingkungan. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas bersama instansi terkait untuk melaksanakan pembersihan pantai secara masif demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Lingkungan Hidup RI, Menteri Pariwisata RI, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Kakor Sabhara Baharkam Polri, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati Badung, Kapolresta Denpasar, Kasdam IX/Udayana beserta jajaran, Danlanal Denpasar, Danlanud Denpasar, serta perwakilan kepala daerah se-Bali.

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana. Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa persoalan kebersihan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga relawan yang turun langsung menjaga kebersihan Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup menekankan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah yang harus dihadapi dengan kerja sistematis dan berkelanjutan. Bali diharapkan menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah, sehingga seluruh komponen masyarakat diminta menjaga komitmen untuk terus bergerak bersama melawan sampah.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan pantai di sektor-sektor yang telah ditentukan sepanjang Pantai Kedonganan. Peralatan yang digunakan antara lain sapu dan karung sampah, didukung 1 unit excavator, 50 unit dump truk, serta 5 unit loader milik DLHK Kabupaten Badung untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

“Menjaga kebersihan pantai bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menjaga masa depan pariwisata dan ekonomi Bali. Polri bersama seluruh elemen masyarakat akan terus hadir dan berkolaborasi dalam setiap gerakan positif demi Bali yang bersih, sehat, dan berdaya saing global,” tegas Kapolda Bali.

Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa kebersihan pantai harus menjadi budaya sehari-hari. Sinergi pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Bali sebagai etalase pariwisata nasional yang bersih dan lestari. (Isna)
Share:

Baharkam Polri dan Delegasi Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Mutakhir

Baharkam Polri dan Delegasi Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Mutakhir. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Langkah besar menuju modernisasi kepolisian Indonesia kembali dilakukan oleh Korps Sabhara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri. Dalam sebuah pertemuan bertajuk “Audiensi dan Dialog Strategis” yang digelar di Aula Samapta Reksabaya Adipradana, Mabes Polri menerima kunjungan resmi dari Delegasi Keamanan Prancis, Kamis (05/02/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Polri untuk menjajaki implementasi teknologi keamanan tingkat tinggi guna memperkuat operasional kepolisian di seluruh penjuru nusantara, mulai dari wilayah perkotaan hingga medan geografis yang ekstrem.

Direktur Polisi Satwa (Dirpolsatwa) Baharkam Polri, Brigjen Pol. Tory Kristianto, S.I.K., yang hadir mewakili Kabaharkam Polri, menekankan bahwa di era digital saat ini, Polri harus terus bertransformasi.

“Modernisasi peralatan dan transfer teknologi adalah kebutuhan mendesak bagi kami. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan alutsista yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam, mulai dari pegunungan terjal hingga wilayah perairan strategis,” tegas Brigjen Pol. Tory.

Ketua Delegasi Prancis, Police Superintendent Olivier Chassot, merespons positif dengan menegaskan komitmen negaranya untuk menghadirkan solusi teknologi yang telah teruji secara global, mencakup analisis biometrik hingga keamanan siber yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik Indonesia.

Dalam sesi diskusi teknis, kedua pihak membahas secara mendalam beberapa perangkat canggih yang diproyeksikan untuk memperkuat satuan Korps Binmas, Korpolairud, hingga Korsabhara:

* Helikopter H160 Airbus dengan kecepatan lebih dari 160 knots dan landing gear untuk medan ekstrem.
* Kapal Katamaran dengan spesifikasi logistik taktis dan sistem Water Jet untuk misi SAR.
* Solusi AI dan komunikasi dari pakar IDEMIA dan Streamwide, termasuk identifikasi kriminal berbasis biometrik. Dan komunikasi untuk ribuan personel secara bersamaan.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh para pejabat utama Korsabhara, Dirsamapta, serta perwira dan bintara ahli ini, ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang sangat dinamis. Sebagai penanda dimulainya hubungan strategis yang lebih erat, acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara Polri dan Delegasi Prancis.

Sinergi internasional ini diharapkan mampu meningkatkan indeks keamanan nasional dan memastikan Polri selalu selangkah lebih maju dalam menghadapi tantangan kejahatan transnasional dan gangguan Kamtibmas di era modern. (Isna)
Share:

Tegaskan Arahan Presiden Prabowo, Menteri LH Pimpin 4.000 Personel Tangani Darurat Sampah di Tangerang Selatan

Tegaskan Arahan Presiden Prabowo, Menteri LH Pimpin 4.000 Personel Tangani Darurat Sampah di Tangerang Selatan. (Dok. Kemen LH)

Tangerang Selatan, WaraWiri.net - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, memimpin langsung aksi nyata penanganan darurat sampah melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) di Kota Tangerang Selatan, Rabu (4/2). 

Menggerakkan lebih dari 4.000 personel gabungan, aksi ini menjadi langkah konkret dalam menjalankan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menginstruksikan penguatan konsistensi pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di seluruh penjuru tanah air.

Langkah tegas ini diambil sebagai respons terhadap tantangan besar pengelolaan sampah perkotaan yang kian mendesak. Data menunjukkan timbulan sampah di Kota Tangerang Selatan saat ini mencapai 1.029 ton per hari, dengan 428 ton di antaranya—atau sekitar 41,54 persen—masih belum terkelola dengan baik. Menteri Hanif menekankan bahwa kondisi darurat sampah ini tidak dapat dibiarkan dan menuntut sinergi tanpa sekat antara pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta demi mencapai target penyelesaian sampah 100 persen pada tahun 2029.

“Menindaklanjuti arahan dan perintah Presiden Prabowo Subianto dalam Gerakan Nasional Indonesia ASRI, seluruh jajaran pemerintah dari pusat hingga daerah diminta untuk konsisten melakukan pembersihan lingkungan dan penanganan sampah. Penyelenggaraan pengelolaan sampah berada pada kewenangan kepala daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, sehingga membutuhkan dukungan seluruh pihak. Selain edukasi dan pembinaan, penguatan penegakan hukum wajib dilakukan, termasuk pemberian sanksi kepada unit usaha dan kawasan permukiman yang secara kapasitas mampu mengelola sampahnya sendiri,” ujar Menteri Hanif dengan tegas.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di Tangerang Selatan ini mengonsolidasikan kekuatan dari jajaran Wali Kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, hingga unsur kecamatan dan kelurahan. Ribuan relawan dan petugas kebersihan disebar secara serentak ke sembilan titik strategis dengan mobilitas tinggi, mulai dari Pasar Ciputat, kawasan Serpong Ring Road, hingga area publik di Pamulang. Skala pergerakan massa yang besar ini merupakan simbol dari kebangkitan kesadaran kolektif dalam menjaga estetika dan kesehatan lingkungan sesuai standar nasional.

Implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 kembali menjadi landasan utama yang ditekankan dalam operasi ini. Kepala daerah memegang kewenangan penuh dalam kebijakan operasional, sementara pemerintah provinsi memegang kendali pengawasan, dan KLH/BPLH memperkuat instrumen kebijakan serta pengendalian nasional. Sinergi ini bertujuan agar beban pengelolaan sampah tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada pundak pemerintah daerah, melainkan turut melibatkan tanggung jawab unit usaha dan kawasan permukiman secara mandiri.

Strategi jangka panjang KLH/BPLH berfokus pada penguatan pengelolaan sampah langsung dari sumbernya dan peningkatan kapasitas infrastruktur di daerah. Melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah tidak hanya ingin menciptakan agenda seremonial, melainkan membangun budaya tata kelola daerah yang disiplin dan bersih.

Penegakan hukum dan pengawasan berkelanjutan akan menjadi instrumen utama untuk memastikan bahwa target lingkungan yang bersih, tertib, dan berkelanjutan bagi masyarakat perkotaan dapat segera terwujud. (Dimas)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING