Menhaji Tinjau Makkah Route di Juanda, Tegaskan Transformasi Layanan Berbasis Kemudahan

Menhaji Tinjau Makkah Route di Juanda, Tegaskan Transformasi Layanan Berbasis Kemudahan. (Dok. Kemenhaji)

Surabaya, WaraWiri.net - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Program Makkah Route melalui fasilitas fast track di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada Selasa (28/4/2026).

Program Makkah Route merupakan inovasi layanan yang memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan skema ini, jemaah haji tidak perlu lagi menjalani antrean imigrasi saat tiba di Jeddah atau Madinah, sehingga proses kedatangan menjadi lebih cepat dan efisien.

Dalam peninjauan tersebut, Menhaji menyampaikan apresiasi atas implementasi layanan yang dinilai semakin optimal dalam memberikan kemudahan bagi jemaah.

“Layanan Makkah Route ini adalah bentuk nyata kolaborasi strategis antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam menghadirkan kemudahan bagi jemaah haji. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci,” ujar Menhaji.

Ia menambahkan, kehadiran program ini menjadi bagian penting dalam transformasi layanan haji Indonesia yang terus diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh.

“Kami di Kemenhaji berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang berorientasi pada kenyamanan, keamanan, dan kepastian bagi jemaah. Makkah Route menjadi salah satu pilar penting dalam upaya tersebut,” lanjutnya.

Peninjauan ini juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional, mulai dari pemeriksaan dokumen, biometrik, hingga kesiapan petugas dalam melayani jemaah secara profesional dan humanis.

Kemenhaji menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan akan terus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji, seiring dengan meningkatnya ekspektasi jemaah terhadap pelayanan yang cepat, mudah, dan nyaman. (Fatima)
Share:

Hari ke-8 Operasional Haji 1447 H, 40.796 Jemaah Diberangkatkan, Layanan Kesehatan Diperkuat di Madinah

Hari ke-8 Operasional Haji 1447 H, 40.796 Jemaah Diberangkatkan, Layanan Kesehatan Diperkuat di Madinah. (Dok. Kemenhaji)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan perkembangan terkini penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi pada hari kedelapan masa operasional, Selasa (28/4/2026) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Secara umum, proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia melalui berbagai embarkasi berjalan lancar. Hingga hari ini, tercatat sebanyak 104 kloter dengan total 40.796 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, jumlah jemaah yang telah tiba di Madinah mencapai 93 kloter dengan total 36.483 jemaah. Seluruh proses kedatangan berlangsung tertib dengan pendampingan petugas sejak di bandara hingga ke hotel.

Dari sisi layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah, sebanyak 1.373 jemaah menjalani rawat jalan, 30 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 54 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Pada 27 April 2026, satu jemaah wafat atas nama Kamariyah Dul Tayib (85 tahun) dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dengan demikian, total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 2 orang.

Pemerintah memastikan layanan kesehatan menjadi prioritas utama. Dukungan layanan meliputi 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Selain itu, tersedia Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah, tenaga kesehatan di setiap kloter (1 dokter dan 1 tenaga kesehatan), serta kerja sama dengan rumah sakit rujukan di Arab Saudi.

Petugas kesehatan siaga di berbagai titik layanan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan yang cepat dan optimal.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan secara menyeluruh.

“Pemerintah memastikan bahwa kesehatan jemaah menjadi prioritas utama. Layanan kesehatan disiapkan secara berlapis, mulai dari keberangkatan di tanah air hingga pelayanan di Tanah Suci,” ujar Maria.

Ia menambahkan, “Kami ingin memastikan setiap jemaah, terutama lansia dan yang memiliki risiko kesehatan, mendapatkan pendampingan yang optimal sejak awal keberangkatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.”

Lebih lanjut, Maria juga mengimbau jemaah untuk aktif menjaga kondisi kesehatannya selama berada di Tanah Suci.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, cukup istirahat, menjaga pola makan, dan segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan,” tuturnya.

“Dengan kolaborasi antara petugas dan kedisiplinan jemaah, kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya. (Fatima)
Share:

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Uji Implementasi B50 pada Sektor Perkeretaapian

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Uji Implementasi B50 pada Sektor Perkeretaapian. (Dok. Kemen ESDM)

Yogyakarta, WaraWiri.net - Di tengah tantangan ketahanan pasokan energi, Indonesia terus memperkuat pondasi kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui percepatan implementasi biodiesel B50, yakni campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar.

Program ini tidak hanya menjadi upaya mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga menandai komitmen pemerintah dalam membangun sistem energi nasional yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan menginisiasi uji penggunaan B50 pada sektor perkeretaapian yang berlangsung di Yogyakarta, Senin (27/4). 

Langkah ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan implementasi B50 secara nasional pada awal Juli 2026 nanti, sekaligus memastikan kesiapan teknis pada sektor transportasi strategis.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kebijakan B50 merupakan bagian dari strategi besar pemerintah, dan arahan Bapak Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

"Sudah hampir 6 bulan kita melakukan uji pakai (B50) untuk di beberapa peralatan seperti alat berat, kapal, truk, dan sekarang masih bergulir terus (pengujiannya). Tapi sebentar lagi akan final dan sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50. Inilah kenapa pemerintah dari awal itu mencari energi alternatif," tutur Bahlil dalam berbagai kesempatan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi usai melakukan uji coba pengisian B50 untuk mesin diesel kereta api, mengatakan bahwa uji coba pelaksanaan B50 sudah dilakukan sejak Desember 2025 lalu, dan sektor kereta api dimulai paling akhir.

"Jadi sejak 9 Desember (2025) kita sudah mulai seluruh rangkaian dari uji pelaksanaan di otomotif, di pertambangan, di alat pertanian, uji di perkapalan, uji di genset dan terakhir ini uji di perkeretapian, karena kita harus menunggu lebaran selesai," ujarnya di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (27/4).

Eniya menuturkan uji coba B50 untuk kereta akan dilakukan dua pengujian, yang pertama di Stasiun Lempuyangan ini adalah untuk uji genset kereta yang akan berangkat ke Jakarta dan kembali ke Yogyakarta selama 2.400 jam. Sedangkan pengujian lainnya adalah untuk lokomotif di Surabaya yang akan dilakukan selama enam bulan.

Untuk hasil pengujian B50 pada kereta api ini, Eniya berharap hasilnya akan baik seperti uji coba B50 di sektor otomotif, dan akan menunggu laporan detail dari PT. KAI bagaimana kondisi filter dan kapan harus melakukan penggantian filter.

"Jadi perkeretaapian, (engine) kereta kan pelan ya, kategorinya kan low speed engine, kalau otomotif ini speed engine-nya paling tinggi. Nah itu bisa dipastikan pasti akan jalan untuk kereta. Nah nanti kita lihat di perkeretaapian ini filternya seperti apa," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengelola Sarana Prasarana PT. KAI (Persero), Heru Kuswanto, mengatakan bahwa PT KAI memberi dukungan penuh terhadap uji coba terap B50 di sektor tranportasi, karena tujuan utamanya adalah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan pemanfaatan energi hijau yang berkelanjutan. Namun tetap harus memperhatikan keselamatan, keamanan, serta evaluasi teknis yang berkelanjutan untuk menjaga keandalan sarana.

"Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancer dan memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga sektor ini mendukung transisi energi, menuju sistem tranportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," tandasnya. (Dimas)
Share:

Akselerasi Program Strategis dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Bentuk Satgas P3-MPPE

Akselerasi Program Strategis dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Bentuk Satgas P3-MPPE. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Dalam rangka mengakselerasi program Pemerintah untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi.

“Tugas Satgas ini adalah untuk mengakselerasi program pertumbuhan ekonomi, seperti paket ekonomi, stimulus ekonomi, program prioritas Pemerintah, dan program utama beberapa Kementerian/Lembaga berdasarkan arahan Bapak Presiden. Kemudian dengan langkah yang strategis dan terintegrasi, juga dilakukan monitoring evaluasi serta melakukan terobosan-terobosan untuk mengambil langkah cepat dan strategis,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers usai Rapat Perdana (Kick-Off) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3-MPPE) di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/04).

Dalam pelaksanaannya, Satgas P3-MPPE akan dibagi menjadi lima kelompok kerja (POKJA), yaitu POKJA I terkait Perumusan Strategi Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, POKJA II terkait Percepatan Implementasi Program dan Penyelesaian Hambatan Program (Debottlenecking), POKJA III terkait Dukungan Regulasi, Kelembagaan dan Penegakan Hukum, POKJA IV terkait Perdagangan, Kerja Sama Ekonomi dan Hubungan Internasional, dan POKJA V terakit Monitoring dan Evaluasi Program dan Anggaran.

Pada rapat perdana ini, Satgas telah membahas isu-isu strategis yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Pemberian insentif untuk LPG utamanya untuk industri petrochemicals, berupa penurunan bea masuk atas impor LPG menjadi 0%, sebagai alternatif bahan baku pengganti nafta yang saat ini mengalami keterbatasan pasokan akibat dinamika global, termasuk konflik di Selat Hormuz. Selain itu, diberikan juga insentif untuk bahan baku plastik berupa penurunan bea masuk atas impor bahan baku plastik menjadi 0%, untuk sementara 6 bulan.

Lebih lanjut, Pemerintah juga akan melakukan reformasi perizinan impor, melalui penyederhanaan dan peningkatan transparansi proses impor, termasuk penyesuaian regulasi terkait pertimbangan teknis (Pertek) oleh Kementerian Perindustrian dan revisi kebijakan oleh Kementerian Perdagangan, serta peninjauan kembali penerapan SNI terutama terkait transparansi proses layanan atas sertifikasi, sehingga Pemohon dapat mengetahui progress layanan dalam SIINas, dan penerapan Service Level Agreement (SLA) yang lebih terukur pada tahap penilaian kesesuaian untuk meningkatkan aspek kepastian dan menerapkan Fiktif Positif.

“Kemudian, untuk perizinan dasar PBG dan SLF, persetujuan bangunan gedung dan sertifikat laik fungsi, ini dari Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan standarisasi biaya dan sekaligus melakukan kemudahan terutama untuk UMKM dan untuk program-program prioritas Pemerintah. Terkait dengan perizinan lahan, ini kemudahan untuk pengurusan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) digital untuk diintegrasikan dalam OSS,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yaitu Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Mukhtarudin, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza, serta sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga anggota Satgas P3-MPPE. (Putra)
Share:

Wamen Nezar Patria: Anak Muda Harus Siap Rumuskan Kebijakan Teknologi

Wamenkomdigi Nezar Patria menjadi narasumber dalam Kunjungan Youth Parliamentary DPR RI 2026, di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan generasi muda tidak cukup hanya memahami teknologi.

Mereka perlu mampu merumuskan kebijakan publik untuk mengarahkan perkembangan kecerdasan artifisial di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan peserta Youth Parliamentary 2026, Wamen Nezar menekankan arti penting peran anak muda dalam proses perumusan kebijakan.

“Ketika Anda melakukan simulasi sidang di parlemen, Anda membahas satu hal yang paling penting, public policy, kebijakan publik,” ujarnya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (27/04/2026).

Ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada perumusan regulasi yang berdampak langsung.

“Apa yang anda lakukan nanti di parlemen sebetulnya adalah bagaimana membahas persoalan-persoalan strategis bangsa ini kemudian membuat regulasinya,” katanya.

Menurut Wamen Nezar Patria, di tengah perkembangan pesat teknologi, kebijakan menjadi penentu arah pemanfaatan inovasi.

“Tidak menghambat inovasi, tapi juga bisa menciptakan lapangan-lapangan kerja baru,” ujarnya.

Wamen Nezar juga mengingatkan bahwa generasi muda akan menghadapi perubahan besar akibat otomatisasi.

Oleh karena itu, ia menekankan arti penting penguasaan teknologi agar tidak tertinggal.

“Saat ini kita masih at early stage dalam semua hal, termasuk dengan emerging technology,” ujarnya.

Dalam konteks ini, kemampuan memahami dan merumuskan kebijakan teknologi menjadi kunci.

“Kebijakan bidang teknologi butuh pengetahuan yang cukup luas sehingga bisa merumuskan regulasi secara tepat dan strategis,” katanya.

Wamenkomdigi Nezar Patria berpesan agar generasi muda mengambil peran aktif dalam mengendalikan teknologi.

“Kita harus jadi tuannya dan jangan biarkan kita menjadi budaknya,” tandasnya. (Tedy)
Share:

OJK Tindak Praktik Penagihan Melanggar Hukum dan Panggil Indosaku

OJK Tindak Praktik Penagihan Melanggar Hukum dan Panggil Indosaku. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (27/4), memanggil penyelenggara pinjaman daring (pindar) PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terkait dugaan pelanggaran proses penagihan oleh oknum debt collector di Semarang.

OJK menegaskan menolak segala bentuk praktik penagihan yang melanggar etika, hukum, dan ketentuan pelindungan konsumen, menyusul peristiwa yang melibatkan oknum debt collector yang diduga melakukan pelanggaran dan menimbulkan keresahan masyarakat di Kota Semarang.

Dalam pertemuan tersebut, OJK meminta penjelasan dan klarifikasi dari Indosaku dan AFPI atas informasi yang beredar terkait dugaan keterkaitan perusahaan dengan tindakan oknum yang bersangkutan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, OJK akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap Indosaku dan memberikan sanksi jika terbukti terdapat pelanggaran terhadap proses/mekanisme penagihan serta meminta AFPI beserta Komite Etik untuk melakukan pendalaman dan memberikan sanksi blacklist terhadap pihak ketiga penyedia jasa penagihan yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, OJK meminta Indosaku untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penagihan yang dilakukan, termasuk evaluasi atas kerja sama dengan perusahaan jasa penagihan pihak ketiga, guna memastikan seluruh kegiatan penagihan dilaksanakan secara profesional, beretika, serta tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.

OJK menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha jasa keuangan bertanggung jawab atas tindakan pihak ketiga yang ditunjuk untuk melakukan penagihan. Praktik penagihan wajib dilakukan secara profesional, beretika, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

OJK melarang segala bentuk penagihan yang bersifat intimidatif, mengandung ancaman, mempermalukan, merendahkan martabat, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan hukum.

Ketentuan tersebut antara lain diatur dalam Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, yang mewajibkan pelaku usaha jasa keuangan memastikan proses penagihan dilakukan dengan prinsip pelindungan konsumen serta tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan.

OJK akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara tegas, transparan, dan memberikan efek jera.

Apabila dalam proses pemeriksaan khusus ditemukan pelanggaran ketentuan, OJK akan mengambil langkah penegakan kepatuhan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk penerapan sanksi administratif dan tindakan pengawasan lainnya. (Rizal)
Share:

Kemenperin Kuatkan Literasi IKM Kriya dan Fesyen Tangkap Peluang Pasar Global

Kemenperin Kuatkan Literasi IKM Kriya dan Fesyen Tangkap Peluang Pasar Global. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengembangkan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kriya dan fesyen, di tengah dinamika pasar yang berubah semakin cepat. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi perilaku konsumen dalam berbelanja, tetapi juga kebutuhan terhadap nilai produk yang terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.

Oleh karena itu, Kemenperin secara berkelanjutan memberikan penguatan literasi terkait strategi bisnis yang relevan dengan kondisi pasar kepada para pelaku IKM kriya dan fesyen. Apalagi, dalam menghadapi tren yang berubah sangat cepat, industri harus mampu memahami dan jeli melihat nilai produk dari berbagai sisi.

“Inovasi produk yang diciptakan desainer, perajin, maupun produsen harus sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4).

Menperin meyakini, desainer dan perajin fesyen serta kriya di Indonesia memiliki kemampuan, ide, inovasi, dan keterampilan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Namun demikian, kemampuan tersebut perlu didukung pemahaman strategi bisnis dan riset pasar yang tepat.

“Produk fesyen dan kriya dalam negeri sudah layak bersanding, bahkan mampu melampaui produk luar negeri. Namun, diperlukan strategi yang tepat agar bisnisnya dapat naik kelas,” ujar Menperin.

Sektor industri fesyen dan kriya juga memiliki potensi ekspor yang besar dan perlu terus dioptimalkan. Pada tahun 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai USD806,63 juta atau meningkat signifikan sebesar 15,46 persen dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin meningkatkan literasi pelaku IKM kriya dan fesyen, salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang diselenggarakan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Bali.

Pada sesi Creative Talk 1 bertajuk “Merancang Nilai Produk Sesuai dengan Kebutuhan Pasar” yang digelar pada 16 April 2026 di Gedung Auditorium BPIFK, para peserta yang terdiri atas akademisi, praktisi, komunitas, dan pelaku IKM berdiskusi langsung mengenai strategi perancangan produk agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Ini merupakan strategi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM pelaku IKM, khususnya untuk memahami kebutuhan pasar serta merancang produk bernilai tambah. Penguatan literasi bisnis dan strategi desain mutlak diperlukan agar produk fesyen dan kriya IKM tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga kuat secara komersial,” tutur Reni.

Menurutnya, industri fesyen dan kriya Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, konsistensi dalam menghasilkan produk yang relevan dan sesuai kebutuhan konsumen masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku IKM.

“Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya Indonesia melalui berbagai program pembinaan, seperti workshop dan bimbingan teknis berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber utama I Made Surya Prayoga membahas konsep Value Proposition Design. Ia menekankan bahwa masih banyak pelaku usaha yang berfokus pada fitur produk, bukan manfaat nyata yang dirasakan pelanggan.

Sebagai contoh, pada sektor fesyen, pendekatan yang lebih tepat bukan sekadar menjual pakaian murah, melainkan menawarkan pakaian kerja yang nyaman dan tetap bergaya bagi profesional muda.

Sementara itu, Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya Aprilyanto menyampaikan, hasil riset menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama kegagalan bisnis adalah ketidaksesuaian antara produk yang dihasilkan dengan kebutuhan pasar.

“Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi, tetapi juga kemampuan memahami dan menjawab kebutuhan pelanggan. Kreativitas perajin perlu diselaraskan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya. (Budi)
Share:

Usai Kecelakaan KA Bekasi, Presiden Prabowo Pastikan Investigasi dan Flyover Segera Dibangun

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers kepada awak media di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. (Dok. BPMI Setpres)

Bekasi, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh serta mempercepat perbaikan sistem keselamatan perlintasan kereta api, menyusul kecelakaan yang terjadi di Bekasi. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo kepada awak media usai menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa, 28 April 2026.

“Saya hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” ujarnya kepada awak media.

Dalam keterangannya, Presiden juga menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai. Pemerintah pun berkomitmen untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh.

“Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” ungkap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang memerlukan penanganan. Pemerintah pun telah menginstruksikan percepatan perbaikan melalui berbagai skema, termasuk pembangunan flyover maupun peningkatan sistem pengamanan.

“Sekarang sudah lah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya, lintasan tersebut ya, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover,” lanjutnya.

Terkait kondisi korban, Presiden menyampaikan bahwa sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis yang baik, bahkan sejumlah korban sudah diperbolehkan pulang. “Sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus, pokoknya semuanya sudah diurus.” jelasnya.

Presiden juga memastikan bahwa pemerintah akan memberikan kompensasi kepada para korban sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ya nanti ada, semuanya ada kompensasinya,” tutup Presiden. (Dinda)
Share:

Pagi-Pagi Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi

Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. (Dok. BPMI Setpres)

Bekasi, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto langsung menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa pagi, 28 April 2026. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB.

Presiden Prabowo kemudian langsung menuju poli bedah, dilanjutkan menuju ruang perawatan Bougenville. Presiden Prabowo sempat berinteraksi dengan korban yang tengah dirawat.

Presiden Prabowo menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut serta menginstruksikan agar seluruh korban luka mendapatkan perawatan optimal hingga pulih. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Saya hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana, tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” ujarnya kepada awak media.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo memastikan para korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga yang terdampak.

Presiden juga menerima laporan langsung dari jajaran terkait mengenai perkembangan penanganan korban pascakejadian. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menangani insiden ini secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

Diketahui, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04) malam. Sebelumnya, Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan bahwa hingga Selasa (28/04) pukul 06.30 WIB, tercatat tujuh korban meninggal dunia dan 81 orang telah berhasil dievakuasi dari dalam rangkaian kereta untuk mendapatkan perawatan.

Proses evakuasi dilakukan secara intensif sejak kejadian, termasuk upaya penyelamatan terhadap korban yang sempat terjebak di dalam gerbong. Petugas gabungan terus bekerja di lokasi untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan aman.

Terkait penyebab kecelakaan, pemerintah menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan objektif. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Hasan Nasbi

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik pejabat negara/pemerintah di Istana Negara, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Pelantikan menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029 tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026.

Pengangkatan Hanif Faisol Nurofiq dan Mohammad Jumhur Hidayat didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 51/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri, serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

Selain itu, Presiden Prabowo turut melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi. Pengangkatan Hasan Nasbi berdasarkan pada Keppres RI Nomor 53/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan para pejabat yang dilantik.

“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Setelah pengucapan sumpah, para pejabat yang dilantik kemudian menandatangani berita acara pelantikan menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029 dan penasihat khusus Presiden bidang komunikasi. Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk diikuti para tamu undangan lainnya.

Tampak hadir dalam pelantikan yakni para pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dinda)
Share:

KPK Dorong Perbaikan Sistem Tata Kelola Parpol, Cegah Korupsi Sejak Hulu

KPK Dorong Perbaikan Sistem Tata Kelola Parpol, Cegah Korupsi Sejak Hulu. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong perbaikan tata kelola partai politik (parpol) sebagai langkah strategis untuk menciptakan iklim Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berintegritas. KPK memandang bahwa potensi korupsi dalam ranah politik tidak semata muncul ketika seseorang telah menduduki jabatan publik, melainkan dapat mulai terbentuk sejak tahapan awal proses politik—termasuk dalam sistem kaderisasi yang di sejumlah konteks masih menghadapi tantangan dalam hal transparansi dan akuntabilitas.

Melalui kajian yang dilakukan Direktorat Monitoring pada Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK tahun 2025, teridentifikasi tiga isu utama dalam tata kelola Pemilu dan politik. Pertama, potensi korupsi dalam penyelenggaraan Pemilu; kedua, pentingnya penguatan tata kelola partai politik yang berintegritas; dan ketiga, perlunya pembatasan transaksi uang kartal sebagai upaya menekan praktik politik uang.

“Ketiga aspek ini tentunya saling berkaitan dan berpotensi membuka celah praktik koruptif yang pada akhirnya memengaruhi kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan,” ungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Jakarta, Senin (27/4).

Pelaksanaan kajian pada kerangka pencegahan korupsi ini sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, dimana dalam Pasal 6 huruf c disebutkan bahwa KPK bertugas melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara. Kemudian, dalam Pasal 9 dinyatakan bahwa dalam melakukan monitor tersebut, KPK berwenang melakukan pengkajian terhadap sistem pengelolaan administrasi di semua lembaga negara dan lembaga pemerintahan.

Dalam penyusunan kajian, KPK turut menggandeng empat kelompok narasumber, yaitu perwakilan partai politik parlemen dan non parlemen; penyelenggara Pemilu dan Pilkada; pakar atau pengamat elektoral; serta akademisi. Dari hasil identifikasi, KPK merinci sedikitnya 10 poin yang menunjukkan urgensi perbaikan sistem tata kelola partai politik.

“Salah satu temuan utamanya dari sisi tata kelola internal partai. Dimana, KPK menyoroti belum adanya peta jalan pendidikan politik yang terintegrasi antara pemerintah dan partai politik. Lemahnya integrasi antara proses rekrutmen dan sistem kaderisasi partai juga dinilai menjadi salah satu pemicu praktik mahar politik,” jelas Budi.

KPK mengidentifikasi belum adanya standar pelaporan keuangan partai politik, sehingga transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana masih lemah. Selain itu, ketiadaan lembaga pengawas khusus dalam kaderisasi, pendidikan politik, dan pengelolaan keuangan partai turut memperbesar risiko penyimpangan.

“Belum lagi, temuan terhadap besarnya biaya pemenangan yang harus dikeluarkan peserta Pemilu maupun Pilkada. Tingginya biaya politik tersebut mendorong praktik transaksional dalam proses kandidasi calon anggota legislatif maupun kepala daerah, termasuk munculnya mahar politik dan potensi penyalahgunaan sumber daya setelah kandidat terpilih,” tambahnya.

KPK juga menyoroti tingginya biaya politik dalam Pemilu dan Pilkada yang mendorong praktik transaksional dalam proses kandidasi, termasuk mahar politik dan potensi penyalahgunaan sumber daya setelah kandidat terpilih.

Urgensi Perbaikan Sistem

Sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2025, KPK mencatat dari 1.951 pelaku tindak pidana korupsi berdasarkan profesi, 371 atau sekitar 19,02% di antaranya merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat/Daerah (DPR/DPRD), dan menjadikannya sebagai salah satu dari tiga kelompok profesi dengan jumlah kasus tertinggi. Selain itu, terdapat 176 pelaku yang merupakan wali kota atau bupati, serta 31 lainnya yang melibatkan gubernur.

Bahkan, dalam satu tahun terakhir, KPK telah melakukan tangkap tangan terhadap 11 kepala daerah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perbaikan sistem politik dan kaderisasi, agar jabatan publik benar-benar diisi oleh individu yang berintegritas.

Oleh karena itu, urgensi mitigasi potensi korupsi politik ini menjadi bagian dari upaya perbaikan sistemik pada sektor strategis. “Secara resmi, KPK juga telah melaporkan hasil kajian beserta poin rekomendasi kepada Presiden dan Ketua DPR sebagai bentuk laporan untuk mendorong agar reformasi sistem politik dapat segera diwujudkan,” jelas Budi.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, KPK memberikan tiga rekomendasi utama yang dinilai penting untuk segera diimplementasikan.

Pertama, melakukan perubahan regulasi terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, khususnya pada aspek rekrutmen penyelenggara Pemilu, metode kampanye, metode pemungutan suara, penghitungan dan rekapitulasi suara, serta penguatan pasal-pasal sanksi.

Kedua, melakukan perubahan regulasi terhadap Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011, dengan menambahkan ruang lingkup standarisasi pendidikan politik, kaderisasi, serta pelaporan keuangan partai politik.

Ketiga, KPK mendorong pemerintah bersama DPR untuk segera melakukan pembahasan substantif atas Rancangan Undang-Undang Pembatasan Uang Kartal sebagai instrumen penting dalam mencegah praktik politik uang.

Khusus pembahasan RUU Pembatasan Uang Kartal, KPK menilai hal ini mendesak karena masih maraknya praktik vote buying atau money politics yang dilakukan melalui transaksi uang fisik. Pola ini menjadi salah satu pintu masuk korupsi politik yang berulang dan sulit diawasi. Karena itu, pembatasan transaksi uang kartal dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam upaya pencegahan korupsi.

Pencegahan Komprehensif Lewat Pendidikan

Bagi KPK, pemberantasan korupsi tidak cukup melalui penindakan dan perbaikan sistem, tetapi juga harus diperkuat dengan pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui Program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) dan Penguatan Antikorupsi bagi Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) yang menanamkan nilai antikorupsi bagi pejabat publik, termasuk penyelenggara Pemilu dan Pilkada seperti KPU dan Bawaslu.

Upaya ini penting untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan prinsip integritas, akuntabilitas, dan kepentingan publik. KPK juga melibatkan masyarakat melalui kampanye seperti ‘Hajar Serangan Fajar’ untuk menolak praktik vote buying dan politik uang, serta pendekatan edukatif seperti ACFFEST guna meningkatkan kesadaran publik.

Dalam pandangan KPK, masyarakat berperan sebagai benteng utama demokrasi. Sebagai pemilih, mereka tidak hanya menentukan arah kepemimpinan, tetapi juga berperan menolak politik transaksional yang berpotensi melahirkan korupsi berulang. Dengan demikian, kebijakan publik diharapkan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan individu.

“Dengan demikian, ketika proses kaderisasi dibangun dengan integritas, maka pemimpin yang lahir pun akan memiliki orientasi pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan transaksional,” pungkas Budi. (Zikry)
Share:

Korbrimob Polri Menggelar Pelatihan Pengamanan Sistem dan Basis Data dengan Kecerdasan Buatan

Korbrimob Polri Menggelar Pelatihan Pengamanan Sistem dan Basis Data dengan Kecerdasan Buatan. (Dok. Div Humas Polri)

Depok, WaraWiri.net - Korbrimob Polri menggelar Pelatihan Pengamanan Sistem dan Basis Data dengan Kecerdasan Buatan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Roedjito, Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya No. 281, Depok, Senin (27/4/2026).

Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Teknisi KBRN Madya Tk. III Korbrimob Kombes Pol. Fathoni Riza selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan dihadiri oleh Bapak Yuswanto selaku Direktur PT. Hapubi Sinar Gemilang, para panitia, para instruktur serta seluruh peserta pelatihan.

Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Korbrimob Polri dalam memperkuat kapabilitas personel di bidang pengamanan sistem digital dan basis data berbasis teknologi kecerdasan buatan.

Sebanyak 42 personel mengikuti pelatihan ini yang terdiri dari 8 personel Staf Mako, 15 personel Pasukan Gegana, 15 personel Pasukan Pelopor serta masing-masing 2 personel dari Satintel dan Satlat Brimob Korbrimob.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi ancaman siber, pengamanan data strategis serta optimalisasi penggunaan AI dalam mendukung operasi Kepolisian.

Rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dengan susunan acara dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, pengalungan tanda instruktur dan peserta pelatihan, pernyataan pembukaan pelatihan, sambutan pejabat dan pihak penyedia, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, pembacaan doa, hingga sesi foto bersama.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Fathoni Riza menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari penguatan transformasi digital Korbrimob Polri melalui pengembangan aplikasi Briven, yang kini hadir dengan peningkatan fitur pengamanan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Kombes Pol. Fathoni Riza juga menjelaskan bahwa aplikasi Briven pada tahun 2026 merupakan pengembangan teknologi dari versi sebelumnya dengan sejumlah fitur baru yang lebih lengkap, canggih, dan terintegrasi.

“Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menjadi bekal strategis bagi rekan-rekan untuk menjadi pionir di satuan masing-masing. Setelah kembali ke Satker, peserta diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam pengoperasian sekaligus pengembangan pemahaman aplikasi Briven di lingkungan tugasnya,” pernyataan Kombes Pol. Fathoni Riza.

“Pentingnya peran peserta sebagai agen transfer pengetahuan, agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan kepada personel lain di masing-masing satuan guna mendukung optimalisasi pemanfaatan teknologi di lingkungan Korbrimob Polri,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur PT. Hapubi Sinar Gemilang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Korbrimob Polri kepada pihaknya dalam mendukung pengembangan sistem digital berbasis kecerdasan buatan tersebut.

“Kami juga berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan demi mendukung efektivitas sistem ke depan seiring dengan dinamika kebutuhan organisasi dan perkembangan teknologi,” pernyataan Bapak Yuswanto.

Melalui pelatihan ini, Korbrimob Polri menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem keamanan digital internal sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Langkah ini sejalan dengan upaya modernisasi organisasi dalam mendukung pelaksanaan tugas yang presisi, responsif, dan berbasis teknologi di era transformasi digital. (Fitri)
Share:

Antisipasi Pecahan Konsentrasi Massa May Day 2026, Korlantas Polri Siapkan Strategi Pengamanan

Antisipasi Pecahan Konsentrasi Massa May Day 2026, Korlantas Polri Siapkan Strategi Pengamanan. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Aries Syahbudin mengungkapkan adanya potensi peningkatan aktivitas massa menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di lapangan NTMC Polri, Senin (27/4/2026). Kombes Pol. Aries menyebut, pihaknya telah menerima informasi awal terkait rencana pelaksanaan aksi yang tahun ini diperkirakan berlangsung di beberapa titik dengan pola yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Berkaitan dengan perkembangan situasi bahwa di tanggal 1 Mei itu akan ada pelaksanaan kegiatan May Day. Saya sudah mendapatkan informasi di awal mengenai sejumlah agenda yang akan dilakukan oleh rekan-rekan buruh,” ujar Kombes Pol. Aries.

Jika pada tahun sebelumnya aksi terpusat di kawasan Monas, kali ini diperkirakan akan terbagi ke dalam tiga kelompok besar dengan lokasi dan isu yang lebih beragam.

Titik lokasi aksi penyampaian pendapat yang pertama terpusat di Lapangan Monas Jakarta, kedua di kawasan Gedung DPR/MPR RI di Senayan.

Kemudian titik aksi penyampaian pendapat ketiga, satu kelompok massa lainnya disebut akan menggelar kegiatan di kawasan kantor Danantara yang berada di sekitar Jalan Gatot Subroto. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan tersendiri mengingat kondisi ruas jalan yang relatif sempit dan berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.

“Informasi awal ada tiga kelompok besar yang akan melaksanakan kegiatan secara terpisah, dengan isu yang lebih bervariasi dan berkembang. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan pengamanan,” jelasnya.

Kombes Pol. Aries menambahkan, Korlantas Polri bersama jajaran terkait akan melakukan langkah-langkah antisipasi guna memastikan kegiatan peringatan May Day dapat berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus meminimalisir dampak terhadap mobilitas masyarakat di sekitar lokasi aksi. (Fitri)
Share:

Rakor Latihan Penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI (Waskita Dharma) Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026 di Makoopsudnas

Rakor Latihan Penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI (Waskita Dharma) Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026 di Makoopsudnas. (Dok. Puspen TNI)

Jakarta, WaraWiri.net - Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) menjadi Komando Utama Operasi (Kotamaops) TNI yang ditunjuk sebagai lokasi rapat koordinasi (Rakor) Latihan Penyusunan Rencana Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) bagi Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) Tahun Ajaran 2026.

Kegiatan yang bertajuk "Waskita Dharma", dibuka Kaskoopudnas Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo M.M., M.D.S., di gedung Leo Watimena Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Panglima Koopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., dalam amanat tertulis yang dibacakan Kaskoopsudnas mengatakan, Rakor latihan penyusunan Rentinkon memiliki arti penting bagi Pasis Sesko TNI yaitu sebagai sarana memperkuat sinergi dan koordinasi lintas instansi secara berkelanjutan sekaligus penyamaan persepsi tentang tata cara penyusunan Rentinkon yang efektif dan terpadu.

Rakor dihadiri pejabat utama Koopsudnas terkait dan perwakilan sejumlah instansi, yaitu dari Sesko TNI, Polda Metro Jaya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, baik yang hadir secara offline maupun online. (Isna)
Share:

Dankodaeral XIII Pimpin Pelepasan Ekspedisi Rupiah Kalimantan Tahun 2026

Dankodaeral XIII Pimpin Pelepasan Ekspedisi Rupiah Kalimantan Tahun 2026. (Dok. Puspen TNI)

Banjarmasin, WaraWiri.net - Komandan Komando Daerah Angkatan Laut XIII (Dankodaeral XIII), Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji bersama dengan Kepala Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi didampingi Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026 di Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang bertempat di Dermaga 100 Pelabuhan Trisakti Jalan Barito Hilir No. 6, Banjarmasin Barat, Senin (27/04/26).

Ekspedisi Rupiah Kalimantan merupakan kerjasama antara BI dan TNI AL dalam hal ini Kodaeral XIII beserta jajaran meliputi Lanal Balikpapan dan Lanal Banjarmasin untuk mendistribusikan, mengamankan Rupiah ke lokasi yang telah ditetapkan maupun wilayah terdepan dan terluar (3T) guna memudahkan masyarakat untuk mengakses uang rupiah yang layak pakai.

Dankodaeral XIII menyampaikan bahwa, TNI AL dalam hal ini Kodaeral XIII beserta jajaran mengerahkan Speed Patroli Kodaeral XIII, Patkamla Lanal Balikpapan dan Kal Kumai II-13-51 Lanal Banjarmasin guna mendukung Ekspedisi Rupiah Kalimantan yang dilaksanakan dari tanggal 27 sampai dengan 30 April 2026, mengunjungi Perairan Tarakan, Perairan Balikpapan dan Perairan Sungai Kecamatam Kuripan-Barito Kuala (Desa Rimbun Tulang, Desa Kuripan Sekitarnya).

"Kalimantan dengan kondisi alamnya menjadi tantangan dalam mendistribusi uang rupiah, oleh karena itu kehadiran kegiatan ini sangat strategis untuk memastikan masyarakat di wilayah Kalimantan, hingga pesisir sungai dapat mengenal, menggunakan dan menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, khususnya Bank Indonesia dan segenap tim ekspedisi rupiah, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat di wilayah Kalimantan," pungkas Dankodaeral XIII.

Selain itu KPW BI Kalsel, Fadjar Majardi menyampaikan bahwa Bank Indonesia (BI) bersama TNI AL menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026, yang menjangkau wilayah pelosok sepanjang sungai utama Kalimantan, guna mendistribusikan uang layak edar. Melalui sinergi antar-wilayah dan dukungan Dankodaeral XIII, kegiatan ini berkomitmen memastikan akses uang tunai yang aman sekaligus memperkuat rupiah sebagai simbol kedaulatan negara hingga ke perairan terpencil.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan pemahaman masyarakat di pelosok Kalimantan, sekaligus menjadi langkah berkelanjutan Bank Indonesia dalam menjaga kepercayaan publik dan memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional. Pada kegiatan tersebut juga menggelar berbagai kegiatan antara lain Edukasi CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah, QRIS, BI Mengajar, Penyuluhan dan Layanan Kesehatan serta Edukasi Tanggap Bencana di setiap wilayah yang disinggahi. (Isna)
Share:

Kajati Sulsel Lantik Kepala Kejaksaan Negeri Maros Sinjai dan Luwu Utara Perkuat Sinergi dan Integritas di Daerah

Kajati Sulsel Lantik Kepala Kejaksaan Negeri Maros Sinjai dan Luwu Utara Perkuat Sinergi dan Integritas di Daerah. (Dok. Kejagung RI)

Makassar, WaraWiri.net - Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, memimpin upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan sejumlah pejabat Eselon III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. 

Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Baruga Adhyaksa Kantor Kejati Sulsel pada Senin, 27 April 2026, sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan penguatan kinerja korps Adhyaksa di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam pelantikan tersebut, tiga kursi pimpinan Kejaksaan Negeri resmi berganti nakhoda. 
1. Kepala Kejaksaan Negeri Maros, I Ketut Sudiarta, menggantikan Febriyan M
2. Kepala Kejaksaan Negeri Sinjai, Budiman menggantikan Mohammad R. Bugis
3. Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Utara, Koko Erwinto Danarko menggantikan Harwanto.

Kajati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi menekankan bahwa rotasi jabatan adalah momentum untuk meningkatkan akselerasi penegakan hukum di daerah. 

"Para pejabat yang baru dilantik segera melakukan pemetaan terhadap tantangan di wilayah tugas masing-masing, serta senantiasa menjaga integritas dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat," kata Didik Farkhan. 

Pergantian ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mewujudkan penegakan hukum yang tegas namun tetap memiliki sisi kemanusiaan yang kuat.

Upacara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Prihatin, para Asisten pada lingkup Kejati Sulsel, serta sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri dari berbagai kabupaten dan kota. 

Hadir pula Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Selatan beserta jajaran yang memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran prosesi alih tugas ini.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Kajati Sulsel kepada para pejabat baru, serta penyampaian apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di wilayah hukum Sulawesi Selatan. (Rizal)
Share:

Kedepankan Keadilan Humanis Kejati Sulsel Setujui Restorative Justice Perkara Penggelapan Dana Bisnis HP di Palopo

Kedepankan Keadilan Humanis Kejati Sulsel Setujui Restorative Justice Perkara Penggelapan Dana Bisnis HP di Palopo. (Dok. Kejagung RI)

Makassar, WaraWiri.net - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya tajam ke atas, tetapi juga humanis ke bawah. Melalui ekspose virtual, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, menyetujui usulan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif (Restorative Justice) atas perkara tindak pidana yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Palopo.

Perkara ini melibatkan tersangka MS (23), seorang pelajar, yang disangkakan melanggar Pasal 486 UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP terhadap korban RAK.

Kasus ini berawal dari hubungan kerja sama bisnis jual beli Handphone (HP) antara tersangka dan saksi korban yang didasari rasa saling percaya. Pada kurun waktu 5 hingga 11 Juli 2025, kedua belah pihak sepakat untuk menjalankan bisnis tersebut dengan sumber dana berasal dari akun Shopee Pay Later milik korban.

Secara bertahap, korban menyerahkan uang sebesar Rp3.600.000 kepada tersangka yang seharusnya digunakan untuk membeli unit iPhone 11 bekas untuk dijual kembali. Namun, setelah uang tersebut berada dalam penguasaan tersangka, ia justru menyalahgunakan kepercayaan korban dengan menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadinya, bukan untuk modal bisnis sebagaimana kesepakatan awal.

Pada 15 Juli 2025, korban bertemu dengan tersangka di sebuah warkop di Palopo untuk menagih titipan uang tersebut. Tersangka mengakui perbuatannya dan menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk mengembalikan seluruh dana paling lambat 29 Juli 2025. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, pengembalian tidak kunjung dilakukan. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian total sebesar Rp5.000.000 (meliputi uang pokok dan bunga yang harus dibayarkan korban ke platform pembiayaan).

Berdasarkan ekspose yang dipimpin oleh Kajati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, didampingi Wakajati Sulsel Prihatin dan Aspidum Teguh Suhendro, permohonan Restorative Justice (RJ) ini disetujui dengan beberapa pertimbangan utama:

1. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana (bukan residivis).
2. Ancaman pidana di bawah 5 tahun penjara.
3. Telah tercapai kesepakatan perdamaian di mana tersangka telah mengembalikan kerugian korban sepenuhnya sebesar Rp5.000.000.
4. Korban telah memaafkan tersangka dan mencabut tuntutannya secara sukarela.

"Tujuan utama dari keadilan restoratif adalah pemulihan keadaan kembali ke semula. Karena tersangka telah menunjukkan iktikad baik dengan membayar kerugian korban secara utuh dan korban pun sudah memaafkan, maka perkara ini lebih adil jika diselesaikan di luar pengadilan," ujar Didik Farkhan.

Kajati Sulsel juga menegaskan kepada jajaran Kejari Palopo agar segera memproses administrasi penghentian penuntutan dan mengingatkan bahwa proses RJ ini harus bersih dari praktik transaksional. 

"Hukum harus memberikan kemanfaatan. Dengan selesainya perkara ini secara damai, kita menjaga agar masa depan tersangka yang masih berstatus pelajar tidak terputus karena stigma negatif penjara, sementara hak korban terlindungi secara nyata," pungkasnya. (Rizal)
Share:

Gakkum Kehutanan Tindak Tegas Perambah Bentang Alam Seblat, Kebun Sawit 30 Hektare Disita

Gakkum Kehutanan Tindak Tegas Perambah Bentang Alam Seblat, Kebun Sawit 30 Hektare Disita. (Dok. Kemenhut)

Bengkulu, WaraWiri.net - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera menetapkan seorang pria berinisial S (58) sebagai tersangka dalam kasus perambahan kawasan hutan di Bentang Alam Seblat, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Tersangka terbukti menguasai dan mengelola perkebunan kelapa sawit secara ilegal seluas kurang lebih 30 hektare di dalam Hutan Produksi Air Rami.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pendalaman dari rangkaian Operasi Merah Putih Bentang Alam Seblat. Selain mengamankan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti krusial, antara lain satu unit alat berat jenis ekskavator, satu unit pondok di dalam kawasan, kebun sawit seluas 30 hektare, serta kuitansi transaksi jual-beli lahan ilegal di dalam kawasan hutan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa Operasi Merah Putih di Bentang Alam Seblat memiliki arti strategis bagi kelestarian satwa dilindungi. Kawasan ini merupakan habitat penting bagi Gajah Sumatera yang keberlanjutannya terus terancam oleh ekspansi perkebunan ilegal.

"Kementerian Kehutanan berkomitmen memastikan setiap pelanggaran di kawasan hutan diproses hukum tanpa pandang bulu. Operasi ini adalah upaya nyata pengamanan kawasan hutan agar tetap berfungsi sebagai benteng ekologis dan habitat satwa, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pencegahan perusakan hutan ke depan," ujarnya.

Tersangka S kini telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Bengkulu. Ia dijerat dengan pasal tindak pidana perambahan kawasan hutan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal mencapai Rp7,5 miliar.

Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Hari Novianto, mengungkapkan bahwa dalam operasi di lapangan, tim menemukan ekskavator yang disembunyikan menggunakan pelepah kelapa sawit. Upaya penyamaran ini diduga dilakukan tersangka untuk menghindari pengawasan petugas. Alat berat tersebut disinyalir digunakan untuk membuka akses jalan guna memudahkan aktivitas perambahan di dalam hutan.

"Kami akan terus mengembangkan perkara ini untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk penyedia alat berat dan aktor intelektual di balik pembukaan akses jalan ilegal tersebut. Penegakan hukum ini adalah bentuk perlindungan terhadap integritas kawasan hutan kita," tegasnya. (Alfi)
Share:

Antusias dan Percaya Diri, Murid SD Ikuti TKA dengan Jujur dan Gembira

Antusias dan Percaya Diri, Murid SD Ikuti TKA dengan Jujur dan Gembira. (Dok. Kemendikdasmen)

Banjarbaru, WaraWiri.net - Antusiasme dan semangat percaya diri mewarnai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD tahun 2026 di berbagai daerah. Sejak dimulai pada 20 April, murid mengikuti asesmen dengan suasana yang lebih tenang dan menggembirakan, didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif serta dukungan dari orang tua.

“Tadi pagi mama peluk aku terus bilang, ‘Kamu pasti bisa nak! Mama bangga apa pun hasilnya.’ Aku jadi tidak takut sama sekali, makanya tadi aku kerjain dengan tenang. Pulang ini mau cerita semuanya ke mama,” ungkap Olivia, murid kelas 6 SDN 4 Komet, Kota Banjarbaru, dengan wajah berbinar.

Pengalaman Olivia menjadi gambaran bagaimana pendekatan pelaksanaan TKA yang lebih ramah mampu membangun rasa percaya diri murid. Di berbagai daerah, suasana ujian tidak lagi identik dengan ketegangan, melainkan menjadi pengalaman belajar yang dijalani dengan lebih santai dan fokus.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, pun mengungkapkan rasa bangganya terhadap integritas para murid. “Hal yang paling membahagiakan adalah pelaksanaannya menjunjung tinggi integritas. Para murid mengerjakan TKA dengan jujur, dan itu jauh lebih berharga dari nilai apa pun,” ujarnya.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hafiz, murid SDN 30 Tanjungpandan, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku sempat gugup sebelum ujian dimulai, namun perasaan tersebut perlahan hilang setelah memahami soal yang diberikan.

“Setelah melihat soalnya yang ternyata mudah dimengerti, saya bisa mengerjakannya,” ujar Hafiz.

Kemudahan memahami soal juga dirasakan oleh murid lain seperti Kaisa dari SD Muhammadiyah Pangkalpinang dan Izas Faeza dari SDN 2 Dendang. Mereka menilai bahwa meskipun soal berbentuk naratif dan panjang, isi pertanyaannya tetap dapat dipahami dengan baik.
 
Bergeser ke Jawa Tengah, murid-murid SD Negeri Sarirejo, Kota Semarang, menunjukkan kesiapan yang matang. Salah satu murid peserta TKA mengaku senang dapat mengerjakan soal dengan lancar berkat persiapan belajarnya. Hasil TKA pun diharapkan menjadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Suasana serupa juga terpantau di Sulawesi Barat. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Barat, Haksan Darwangsa, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini jauh dari kesan kaku.

“Kami melihat langsung bagaimana anak-anak mengikuti TKA dengan tenang, jujur, dan penuh semangat. Suasana yang tercipta tidak tegang, justru membangun kepercayaan diri murid,” ujarnya.

Dengan dukungan lingkungan yang positif dari sekolah dan keluarga, pelaksanaan TKA 2026 menghadirkan proses belajar yang lebih tenang dan bermakna bagi murid. Antusiasme yang terlihat di berbagai daerah menjadi sinyal baik bahwa anak-anak semakin siap belajar, mencoba, dan menunjukkan kemampuan mereka dengan percaya diri. (Iqbal)
Share:

Optimalkan Gas Domestik, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional

Optimalkan Gas Domestik, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional. (Dok. Kemen ESDM)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi penggunaan gas domestik demi mencapai kemandirian energi. Salah satu alternatif energi dalam negeri yang sedang dikaji adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan saat ini rencana pemanfaatan CNG masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya akan segera memfinalisasi agar kemandirian energi dapat terwujud.

"Sekarang lagi masih dalam pembahasan, yang tadi saya laporkan, adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan," ujar Bahlil usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (27/4).

Bahlil menjelaskan, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, yakni dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu. Adapun gas cair C1-C2 adalah gas alam (natural gas) yang didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang telah dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi. Saat ini Badan Usaha Niaga yang bergerak di bidang CNG berjumlah 57 badan usaha.

"Kalau CNG itu adalah dari gas, tapi dia dari gas cair C1, C2. Dan itu industri di dalam negeri kita banyak. Tetapi dia memakai satu alat yang kemudian bisa ditekan sampai dengan 250 sampai 400 bar, tekanannya. Sehingga pemakaiannya itu bisa baik. Tapi sekali lagi ini masih dalam tahap konsolidasi agar kita bisa mencapai hasil yang lebih baik," jelasnya.

CNG sendiri sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri, seperti perhotelan, restoran, dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), yang bahan bakunya diperoleh dari dalam negeri. Maka dari itu, Pemerintah berencana mengoptimalkan penggunaan energi domestik.

"Tapi kalau untuk CNG, itu sebagian sudah dipakai. Untuk hotel, restoran, itu sudah dipakai. Sebagian SPBG sudah juga dipakai. Dan itu bahan bakunya tidak kita impor, semuanya dalam negeri. Nah ini yang coba kita, kita cari alternatif. Karena di era geopolitik yang tidak menentu, kita harus mencari formulasi untuk mencapai survival mode. Semua produksi yang ada di dalam negeri, itu yang kita prioritaskan," tandas Bahlil.

CNG juga dapat menjadi senjata Pemerintah untuk menghadapi krisis energi dunia, di samping optimalisasi lifting minyak dan gas bumi (migas), diversifikasi bahan bakar minyak (BBM) seperti pemanfaatan B50, dan diversifikasi LPG selain dari pemanfaatan Dimetil Eter (DME). (Fathi)
Share:

Timnas Basket 3x3 Putri Melaju ke Babak 16 Besar Asian Beach Games 2026

Timnas basket 3x3 putri mampu melaju ke fase 16 besar setelah meraih kemenangan dalam laga terakhir melawan Makau di Sanya Sport Centre Gymnasium. (Dok. Kemenpora)

Tiongkok, WaraWiri.net - Timnas basket 3x3 putri berhasil melaju ke babak 16 besar Asian Beach Games Sanya 2026. Kepastian ini didapat setelah Indonesia menempati posisi kedua klasemen akhir Grup C dengan dua kemenangan dan satu kekalahan.

Timnas basket 3x3 putri mampu melaju ke fase 16 besar setelah meraih kemenangan dalam laga terakhir melawan Makau di Sanya Sport Centre Gymnasium, Senin (27/4). Tim Merah Putih menang dengan skor 17-12.

Ini merupakan kemenangan kedua Timnas Basket 3x3 putri, setelah sebelumnya juga meraih hasil positif saat berhadapan dengan Kirgistan 16-11.

Sementara, saat melawan Filipina, Indonesia mendapatkan kekalahan dengan skor tipis 11-15. Catatan tersebut sudah cukup bagi Dewa Ayu made Sriatha dan kawan-kawan untuk lolos dari penyisihan grup dengan menempati posisi kedua.

Pemuncak klasemen akhir diraih Filipina yang sukses menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Sedangkan Makau diurutan ketiga dengan sekali menang dan dua kali kalah. Lalu, juru kunci dihuni Kirgistan yang tidak mampu mengemas satu kemenangan pun.

Pelatih Timnas Basket 3x3 putri, Fandi Andika Ramadhani mengaku senang usai membawa timnya menang saat duel dengan Makau. 

“Secara permainan, pertandingan tadi sesuai dengan apa yang kita siapkan. Bagaimana defense kita menjaga lawan jangan sampai nyaman untuk nembak dua poin,” katanya.

Selanjutnya, pada babak 16 besar, Indonesia masih menunggu calon lawannya. Sebab, terdapat tiga tim yang masih akan bertanding untuk menantang tim Merah Putih.

“Tim putri (Indonesia) lolos ke 16 besar. Lawan kami selanjutnya antara Malaysia, Taiwan, atau Mongolia,” jelas pria yang akrab disapa Rama itu.

Timnas basket 3x3 putri di ajang ini diperkuat Berlian Yesi Triutari, Diva Intan Nur Fadillah, Angelica Jennifer Candra, dan Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi. 

“Pastinya kita sangat senang dengan kemenangan hari ini. Kita datang ke sini bukan hanya untuk berpartisipasi, tapi ingin memenangkan setiap pertandingan,” pungkas Ayu. (Putra)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING