Pemkot Surabaya Buka Utsawa Dharma Gita 2026, Cetak Generasi Muda Hindu Berkarakter dan Peduli Lingkungan

Pemkot Surabaya Buka Utsawa Dharma Gita 2026, Cetak Generasi Muda Hindu Berkarakter dan Peduli Lingkungan. (Dok. Pemkot Surabaya)

Surabaya, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Kota Surabaya 2026 sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda Hindu sekaligus melestarikan sastra, seni, dan budaya keagamaan Hindu yang diwariskan secara turun-temurun. Ajang yang diikuti 184 peserta tersebut menjadi wadah pembinaan pemahaman ajaran Hindu, pengembangan bakat generasi muda, serta penguatan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan yang harmonis.

Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Agung Dewa Ruci, Pura Segara Kenjeran, Minggu (14/6/2026), mengusung tema “Samawacana Sarwa Bhawa Ekatwa: Penguatan Literasi Ekoteologi Menuju Harmonisasi Kehidupan.” Tema tersebut mengajak umat Hindu memahami bahwa manusia, alam, dan Tuhan merupakan satu kesatuan yang harus dijaga keseimbangannya.

Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dedik Irianto mengatakan bahwa Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang perlombaan keagamaan, melainkan sarana memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Kitab Suci Weda.

“Utsawa Dharma Gita bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur dalam Kitab Suci Weda, melestarikan seni budaya dan sastra adiluhung bangsa, serta memperkuat harmonisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Dedik.

Menurutnya, nilai-nilai Dharma Gita menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, toleran, dan memiliki kepedulian sosial.

Dedik menegaskan bahwa pemahaman agama yang baik akan menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan beribadah maupun bermasyarakat. Pada saat yang sama, nilai-nilai tersebut berperan penting dalam memperkuat kerukunan, toleransi, dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

“Umat beragama yang memiliki pemahaman kuat terhadap ajaran agamanya akan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa. Semangat inilah yang ingin terus kita tumbuhkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Utsawa Dharma Gita sejalan dengan visi Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan. Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh dan siap menjadi motor penggerak pembangunan kota.

“Mari jadikan Utsawa Dharma Gita sebagai sarana memperkuat literasi keagamaan, meningkatkan toleransi, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Semoga kegiatan ini mampu mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang positif dan produktif,” tuturnya.

Pemkot Surabaya juga mengapresiasi meningkatnya jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini. Peningkatan tersebut dinilai menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda Hindu untuk mempelajari, melestarikan, dan mengamalkan nilai-nilai agama serta budaya leluhur.

“Utsawa Dharma Gita merupakan ajang berjenjang dari tingkat kota hingga nasional. Kami berharap peserta terbaik Surabaya dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama kota di tingkat yang lebih tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Utsawa Dharma Gita 2026, Kolonel (Purn) I Made Sueca, mengatakan antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembinaan generasi muda Hindu di Surabaya.

“Tahun ini tercatat sebanyak 184 peserta mengikuti 10 cabang lomba utama. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda Hindu Surabaya semakin antusias mempelajari, melestarikan, dan mengembangkan Dharma Gita,” ujarnya I Made Sueca.

Menurutnya, Utsawa Dharma Gita merupakan wadah pembinaan umat Hindu melalui pendalaman ajaran Weda sekaligus pelestarian seni, sastra, dan budaya Hindu yang diwariskan secara turun-temurun.

Tahun ini peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari membaca sloka, palawakya, kakawin, nyanyian keagamaan Hindu, dharmawacana berbahasa Indonesia dan Inggris, dharmawiwada atau debat keagamaan Hindu, menghafal sloka, dharmacarita (seni bercerita budaya keagamaan Hindu), hingga tembang macapat.

“Para peserta terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan untuk mewakili Kota Surabaya pada Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, mereka berpeluang melaju ke tingkat nasional dan membawa nama Surabaya di ajang yang lebih tinggi,” jelasnya.

Kegiatan Utsawa Dharma Gita 2026 mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui Pemkot Surabaya. Dukungan tersebut melengkapi partisipasi umat Hindu, para dermawan, dan dunia usaha dalam menyukseskan ajang pembinaan generasi muda Hindu yang digelar di Kota Surabaya.

“Perhatian Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terhadap pembinaan generasi muda dan pengembangan kehidupan keagamaan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan positif bagi umat Hindu. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada beliau dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Utsawa Dharma Gita 2026,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kota Surabaya, I Nyoman Sukantra, menambahkan bahwa Utsawa Dharma Gita merupakan sarana strategis untuk mengembangkan potensi generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai kebajikan.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat dan mengembangkan potensi generasi muda dalam memahami, menghayati, serta melestarikan ajaran agama Hindu. Lebih dari sekadar perlombaan, Utsawa Dharma Gita adalah sarana pembinaan karakter,” kata Sukantra.

Ia berharap Utsawa Dharma Gita terus melahirkan generasi muda Hindu yang cerdas, berkarakter, berbudi luhur, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Melalui Dharma Gita dan pendalaman ajaran Weda, generasi muda dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mencintai budaya bangsa, serta memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (Rizal)
Share:

Beras Tak Lagi Jadi Pemicu Inflasi, Kementan Pastikan Pasokan Pangan Aman

Beras Tak Lagi Jadi Pemicu Inflasi, Kementan Pastikan Pasokan Pangan Aman. (Dok. Kementan)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan terus menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Stabilnya pasokan beras dan komoditas pangan strategis lainnya membuat andil pangan terhadap inflasi semakin rendah, dengan beras yang sebelumnya kerap menjadi penyumbang utama kini relatif terjaga.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Mei 2026 secara tahunan (year on year) tercatat sebesar 3,08 persen, sedangkan inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,28 persen. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan inflasi pada momentum Iduladha tahun ini relatif lebih rendah dibandingkan Idulfitri.
 
“Untuk Mei 2026 inflasi month to month sebesar 0,28 persen. Kalau dibandingkan dengan momen Idulfitri, inflasi pada momen Iduladha relatif lebih rendah. Untuk komoditas pangan, andilnya terhadap inflasi Mei juga tidak terlalu tinggi,” kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (15/6/2026).
 
Ia menjelaskan komoditas yang memberi andil terhadap inflasi Mei antara lain cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan bensin. Meski demikian, secara umum kontribusi komoditas pangan terhadap inflasi tetap terkendali.
 
Senada, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian juga menyampaikan bahwa beras kini relatif terjaga dan tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi seperti sebelumnya. Komoditas pangan strategis lainnya seperti daging ayam ras, daging sapi, gula pasir, dan telur ayam ras juga menunjukkan kondisi yang baik.
 
“Beras relatif terjaga dan selama dua tahun terakhir tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi. Daging ayam ras, daging sapi, gula pasir, dan telur ayam ras juga berada dalam kondisi baik,” jelas Tito.
 
Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut menunjukkan produksi pangan nasional semakin kuat dan mampu menjaga stabilitas harga di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
 
“Kita syukuri beras tidak lagi menjadi penyumbang inflasi utama,” ungkap Mentan Amran.
 
Untuk menjaga tren positif tersebut, Kementan terus memperkuat distribusi dan stabilisasi harga bersama pemerintah daerah, Bulog, dan ID Food. Menurut Mentan Amran, gejolak harga pada sejumlah komoditas seperti bawang merah dan minyak goreng lebih dipengaruhi oleh faktor distribusi, bukan ketersediaan pasokan.
 
“Bawang merah ini anomali karena kita sudah ekspor. Distribusinya yang akan kita perbaiki ke depan. Untuk minyak goreng, bahan bakunya lebih dari cukup sehingga perlu percepatan distribusi ke daerah,” ujarnya.
 
Mentan Amran juga meminta seluruh pemerintah daerah bersama Bulog mengaktifkan pasar murah untuk menjaga keseimbangan harga sekaligus membantu peternak ayam dan telur yang saat ini menghadapi tekanan harga.
 
“Kami mohon seluruh gubernur dan bupati bersama Bulog mengaktifkan pasar murah beras, ayam, dan telur. Harga ayam dan telur saat ini perlu dukungan agar Bulog dan ID Food menjadi offtaker dan menjaga keseimbangan harga,” katanya.
 
Selain itu, Kementan telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar konsumsi telur dan daging ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditingkatkan dari satu kali menjadi tiga kali dalam sepekan.
 
“Ini bisa menjadi alat kontrol terhadap turunnya harga pangan sekaligus membantu peternak,” tambahnya.
 
Mentan Amran menambahkan, ketahanan pangan nasional semakin kokoh. Dari 11 komoditas pangan yang dikendalikan pemerintah, delapan di antaranya telah swasembada, sementara tiga komoditas lainnya, yakni bawang putih, kedelai, dan daging, masih dipenuhi sebagian melalui impor.
 
“Kebutuhan kita sekitar 68 juta ton, produksi mencapai 73 juta ton. Impor hanya sekitar 3,5 juta ton atau sekitar 4 persen. Berdasarkan konsensus FAO, impor di bawah 10 persen sudah termasuk swasembada. Jadi saat ini kita sudah swasembada pangan,” tegasnya.
 
Kementan optimistis penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta sinergi dengan pemerintah daerah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan mendukung pengendalian inflasi nasional sekaligus menjaga daya beli masyarakat. (Ilham)
Share:

Kemenpora Lepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda ke AFC Vietnam Hanoi International 2026

Kemenpora RI melepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia kategori usia U-12 dan U-14 untuk berkompetisi di ajang AFC Vietnam Hanoi International 2026. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia kategori usia U-12 dan U-14 untuk berkompetisi di ajang AFC Vietnam Hanoi International 2026. 

Pelepasan ini dari Kemenpora diwakili Perencana Ahli Madya, Ambar Basuki, di Kemenpora, Senin (15/6). Diharap, 24 pemain yang akan bertanding bisa meraih prestasi maksimal. 

“Hari ini merupakan momentum yang sangat membanggakan. Kita melepas putra terbaik bangsa yang telah melalui proses pembinaan, seleksi, dan persiapan yang panjang untuk membawa nama Indonesia di ajang sepak bola pelajar tingkat internasional," ujarnya.

Dia mengatakan, keikutsertaan Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi, melainkan menjadi representasi semangat, karakter, disiplin, dan masa depan sepak bola Tanah Air. 

Menurutnya, para pemain yang tergabung merupakan duta bangsa yang akan menunjukkan kualitas, bahwa generasi muda Indonesia memiliki daya saing, dan sportivitas yang tinggi.

Dijelaskan, proses pembinaan sepak bola usia muda, kemenangan bukanlah satu-satunya target yang harus dicapai. Pengalaman bertanding di panggung internasional dinilai jauh lebih penting sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan karakter atlet.

“Kami berharap para atlet mampu menunjukkan karakter sebagai pelajar dan atlet Indonesia yang berintegritas, disiplin, tangguh, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa,” terangnya.

Dia juga mengajak seluruh pemain untuk bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Setiap pertandingan diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk terus belajar, berkembang, dan mengharumkan nama Indonesia.

Disampaikan, Kemenpora akan terus berkomitmen mendukung pembinaan sepak bola usia muda. Hal tersebut sebagai bagian dari pembangunan prestasi olahraga nasional. 

Investasi pada generasi muda saat ini diyakini akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk berprestasi di tingkat dunia pada masa mendatang.

“Pengalaman bertanding di Vietnam ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, wawasan internasional, serta memperkuat karakter para atlet sebagai calon pemain masa depan Indonesia,” tambahnya. 

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang telah bekerja keras membina para atlet muda, serta mengucapkan terima kasih kepada para orang tua atas dukungan dan doa yang diberikan kepada para atlet.

Lebih lanjut, dia berpesan kepada seluruh anggota tim agar bertanding dengan penuh semangat, bermain dengan rasa bangga, dan membawa kehormatan bagi Merah Putih.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia dalam rangka AFC Vietnam Hanoi International 2026 secara resmi saya lepas untuk mengikuti pertandingan. Selamat bertanding, dan berikan yang terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya. (Slamet)
Share:

Sambut Tahun Baru Islam, LPKA Manokwari Terima Kunjungan Berbagi Kasih Poltekkes Sorong

Sambut Tahun Baru Islam, LPKA Manokwari Terima Kunjungan Berbagi Kasih Poltekkes Sorong. (Dok. Ditjenpas)

Papua, WaraWiri.net - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Manokwari terima kunjungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Sorong dalam kegiatan berbagi kasih yang diselenggarakan untuk peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/6).

Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA Manokwari tersebut diikuti Anak Binaan dengan antusias.

Kegiatan dihadiri Kepala LPKA Manokwari, Lince Bela, didampingi Kepala Seksi Pembinaan, Penina Edoway, jajaran pegawai LPKA, serta tim dari Poltekkes Kemenkes Sorong.

Dalam sambutannya, Lince Bela menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Poltekkes Kemenkes Sorong kepada Anak Binaan melalui kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Sorong yang telah hadir dan berbagi bersama Anak-Anak Binaan kami. Kegiatan seperti ini memberikan dukungan moral serta motivasi bagi mereka selama menjalani proses pembinaan di LPKA,” ujarnya.

Perwakilan Poltekkes Kemenkes Sorong, Yuni, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus berbagi semangat pada momentum Tahun Baru Islam.

“Momentum 1 Muharram menjadi kesempatan yang baik untuk berbagi kebahagiaan dan semangat bersama adik-adik di LPKA. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan energi positif dan menumbuhkan optimisme mereka dalam menjalani masa pembinaan,” ungkap Yuni.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan edukatif dan interaktif yang dipandu oleh Susanti bersama tim Poltekkes Kemenkes Sorong. Anak Binaan tampak aktif ikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Salah seorang Anak Binaan, DR, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Saya merasa senang karena kegiatan ini menghibur dan memberikan semangat kepada kami. Terima kasih kepada kakak-kakak dari Poltekkes Kemenkes Sorong yang sudah datang berbagi bersama kami,” ujarnya.

LPKA Manokwari dan Poltekkes Kemenkes Sorong akan terus memperkuat kolaborasi dukung pembinaan Anak Binaan melalui pendekatan yang edukatif dan humanis, sekaligus memotivasi mereka untuk terus memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan lebih optimistis. (Fajar)
Share:

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

Gubernur Ansar menjadi responden perdana sensus yang akan dilaksanakan hingga 31 Agustus 2026 mendatang. (Dok. Pemprov Riau)

Riau, WaraWiri.net - Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Kepulauan Riau dimulai hari ini, Senin (15/6/2026). Kegiatan pendataan berskala nasional yang bertujuan memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha ini akan dilaksanakan hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Adalah Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang menjadi responden perdana di Provinsi Kepulauan Riau. Pendataan dilaksanakan oleh petugas lapangan di kediaman pribadi Gubernur Ansar di Jalan Peralatan Tanjungpinang. Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, beserta jajaran turut hadir dalam pendataan tersebut.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

"Yang didata bukan hanya unit usaha, tetapi juga rumah tangga. Dari pimpinan tertinggi hingga masyarakat umum, seluruh pelaku ekonomi di Kepulauan Riau dan Indonesia akan menjadi bagian dari pendataan ini," ujar Toto.

Menurutnya, BPS sebelumnya memiliki direktori sekitar 197 ribu unit usaha di Kepulauan Riau. Namun, melalui Sensus Ekonomi 2026, data tersebut akan diperbarui untuk mengetahui kondisi terkini serta jumlah usaha yang masih aktif beroperasi.

"Mulai dari usaha rumah tangga, usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar akan menjadi sasaran pendataan. Termasuk masyarakat yang berusaha dari rumah, pedagang keliling, hingga pelaku usaha digital seperti pembuat konten di TikTok dan platform lainnya yang menghasilkan pendapatan," jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS telah menyiapkan sejumlah inovasi dan strategi pengawasan. Salah satunya melalui dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan kinerja petugas lapangan secara real time.

Selain itu, BPS juga menggunakan aplikasi berbasis digital bernama FASIH dalam proses pendataan. Melalui aplikasi tersebut, seluruh data yang dikumpulkan petugas dapat dipantau secara langsung sehingga kualitas dan progres pekerjaan dapat terukur dengan baik.

"Dari aplikasi itu kami dapat melihat capaian target pendataan sekaligus memantau kualitas data yang masuk dari lapangan," kata Toto.

BPS Kepri juga menerapkan inovasi SPSS atau Satu Pegawai Satu SLS (Satuan Lingkungan Setempat). Melalui program tersebut, setiap pegawai BPS diberikan tanggung jawab untuk mengawal dan memantau satu wilayah tertentu guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai target.

"Beban pekerjaan tidak hanya berada pada petugas mitra di lapangan, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh pegawai BPS yang ikut melakukan pengawasan dan pendampingan," tambahnya.

Setiap rumah tangga yang telah didata akan ditempeli stiker Sensus Ekonomi 2026.

Gubernur Ansar Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap.

Menurut Ansar, data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Terimalah petugas sensus yang datang dan berikan data yang benar serta lengkap, karena data yang akurat akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih baik bagi daerah dan masyarakat," ujar Ansar.

Petugas Sensus Ekonomi 2026 akan melakukan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan menyasar rumah tangga dan berbagai jenis usaha di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi potret kondisi ekonomi daerah sekaligus menjadi dasar perencanaan pembangunan nasional yang lebih terarah dan berkelanjutan. (Dinda)
Share:

WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao

WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao. (Dok. Pemprov Jabar)

Bandung, WaraWiri.net - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menutup secara resmi West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung, Minggu (14/6/2026).

Dalam sambutannya, Erwan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan WIITEX 2026, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, mitra, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Erwan, WIITEX bukan sekadar ajang pameran, melainkan ruang strategis yang mempertemukan potensi unggulan daerah dengan peluang pasar yang lebih luas.

"WIITEX 2026 mengusung tema 'The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future.' Tema ini sangat relevan dengan arah pengembangan ekonomi Jawa Barat karena perdagangan masa depan tidak hanya bertumpu pada volume, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan nilai tambah komoditas unggulan," ujar Wagub Erwan.

Erwan Setiawan menegaskan bahwa kopi, teh, dan kakao merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangannya perlu terus didorong melalui inovasi, hilirisasi, penguatan merek, serta perluasan akses pasar.

Erwan juga mengapresiasi berbagai rangkaian kegiatan yang digelar selama WIITEX 2026, mulai dari workshop pengolahan kakao bean-to-bar lelang komoditas unggulan, hingga gelar wicara mengenai perdagangan berkelanjutan.

"Ini menunjukkan bahwa WIITEX 2026 tidak hanya berbicara tentang promosi, tetapi juga edukasi, jejaring, dan masa depan perdagangan yang lebih cerdas serta berdaya saing," katanya.

Di tengah dinamika ekonomi global, Erwan menilai Jawa Barat harus terus tampil sebagai daerah yang tangguh, adaptif, dan inovatif. Menurutnya, kegiatan seperti WIITEX menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekspor, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk unggulan Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Erwan mendorong pengembangan komoditas kakao di Jawa Barat agar mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor yang masih digunakan sejumlah industri pengolahan cokelat.

"Jawa Barat memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan kakao. Saya berharap ke depan kita mampu memproduksi bahan baku sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada impor, terlebih saat nilai tukar berfluktuasi," ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan kakao dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan-lahan potensial, termasuk lahan milik Perhutani dan lahan tidur milik masyarakat yang selama ini belum produktif.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani melaporkan bahwa selama tiga hari penyelenggaraan WIITEX 2026, transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp25,09 miliar atau setara 1,4 juta dolar Amerika Serikat.

Nilai tersebut berasal dari transaksi ekspor, business matching, serta lelang komoditas unggulan yang digelar selama pameran berlangsung.

"Total transaksi yang berhasil dicatat selama tiga hari penyelenggaraan mencapai Rp25,09 miliar atau sekitar 1,4 juta USD. Ini merupakan gabungan dari kegiatan ekspor, business matching, dan lelang komoditas," kata Nining.

Menurutnya, salah satu komoditas yang paling diminati dalam lelang adalah teh premium Jawa Barat yang memiliki kualitas tinggi dan banyak digunakan sebagai bahan blending maupun produk hilir bernilai tambah.

"Teh premium Jawa Barat mendapat respons yang sangat baik. Tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga diminati pasar ekspor dari berbagai negara," ujarnya.

Nining menjelaskan, minat pembeli internasional terhadap komoditas unggulan Jawa Barat juga terus meningkat. Awalnya terdapat perwakilan dari 11 negara yang terdaftar mengikuti business matching, namun jumlah tersebut bertambah menjadi 14 negara selama pelaksanaan kegiatan.

Selain itu, sekitar 80 pembeli dan penjual turut berpartisipasi secara hybrid, baik secara daring maupun luring.

Menurut Nining, WIITEX berhasil menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, penjual, dan eksportir dari berbagai negara.

"Mereka dapat menemukan berbagai komoditas unggulan yang telah melalui proses kurasi kualitas dan kuantitas sehingga memberikan keyakinan untuk melanjutkan kerja sama bisnis," katanya.

Ia optimistis penyelenggaraan WIITEX akan semakin memperkuat ekspansi pasar produk unggulan Jawa Barat sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya standar mutu, keberlanjutan, serta preferensi pasar global yang kini semakin mengedepankan aspek kesehatan dan keberlanjutan.

Dengan berakhirnya WIITEX 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap jejaring bisnis yang terbangun, peluang perdagangan yang tercipta, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri, perdagangan, dan perekonomian Jawa Barat. (Fajar)
Share:

Wamenpar Optimistis PKB 2026 Tembus Target 1,6 Juta Pengunjung

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat memberikan keterangan kepada media dalam acara Pekan Kesenian Bali 2026 di Denpasar. (Dok. Kemenpar)

Bali, WaraWiri.net - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Kesenian Bali (PKB) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Wamenpar optimistis PKB 2026 mampu menarik lebih dari 1,6 juta pengunjung. Optimisme tersebut didorong tingginya minat wisatawan terhadap atraksi budaya Bali serta momentum libur sekolah dan musim liburan internasional yang berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan PKB tahun ini.

Saat menghadiri pembukaan PKB 2026 di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (13/6), Wamenpar mengatakan pertunjukan seni dan budaya merupakan salah satu daya tarik utama yang mampu memperkuat kunjungan wisatawan ke suatu destinasi.

“Atraksi atau pentas kesenian merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan. Ditambah lagi pelaksanaannya bertepatan dengan libur sekolah dan musim liburan musim panas. Mudah-mudahan target 1,6 juta pengunjung bisa tercapai, atau bahkan melampaui target,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

PKB 2026 yang berlangsung pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026 kembali menegaskan eksistensinya sebagai agenda budaya tahunan terbesar dan tertua di Bali sejak pertama kali diselenggarakan pada 1979. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-48 sekaligus tahun keenam berturut-turut PKB masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menampilkan berbagai event terbaik dari seluruh Indonesia.

Masuknya PKB ke dalam Karisma Event Nusantara selama enam tahun berturut-turut menunjukkan bahwa event ini tidak hanya penting bagi Bali, tetapi juga menjadi salah satu agenda budaya unggulan Indonesia yang memiliki daya tarik nasional dan internasional.

“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali yang secara konsisten menyelenggarakan PKB. Tahun ini merupakan penyelenggaraan PKB ke-48 dan untuk keenam kalinya masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara. Ini menunjukkan kuatnya komitmen Bali dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah,” kata Wamenpar.

PKB 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Bali I Wayan Koster yang ditandai dengan pemukulan kulkul. Mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” atau “Memuliakan Jiwa Paripurna”, PKB tahun ini menghadirkan beragam karya seni yang menjadi ruang refleksi kultural sekaligus mempertegas upaya menjaga keseimbangan antara dimensi sakral, sosial, dan ekologis dalam kehidupan masyarakat Bali.

Dalam rangkaian pembukaan, Wamenpar turut menyaksikan Peed Aya atau pawai budaya yang menampilkan hasil kurasi berbagai potensi daerah di Bali. Pawai tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, alam, ekonomi, dan pariwisata dari kabupaten dan kota se-Bali, antara lain Buleleng, Badung, Jembrana, Tabanan, Bangli, Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Denpasar.

Pada malam harinya, Wamenpar bersama Gubernur Bali menghadiri Rekasadana atau pagelaran seni di Ardha Chandra Art Centre, Denpasar, yang masih menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PKB 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan generasi muda, termasuk anak-anak usia dini, dalam berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan pada PKB 2026.

“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali berlangsung secara nyata dan berkelanjutan. Seni dan budaya Bali mampu bertahan sekaligus berkembang menghadapi dinamika lokal, nasional, maupun global,” ujar Koster.

Ia menegaskan kebudayaan merupakan fondasi utama pembangunan di Bali dan memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Kebudayaan berperan dalam segala aspek kehidupan, antara lain sebagai basis pengembangan pariwisata Bali, sumber lahirnya karya seni yang kreatif dan inovatif, serta sumber pengembangan ekonomi kreatif,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa juga menyerahkan sertifikat Karisma Event Nusantara kepada Gubernur Bali sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi PKB yang kembali terpilih dalam program KEN 2026.

Antusiasme terhadap PKB 2026 tidak hanya datang dari masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Julia, wisatawan asal Jerman yang hadir menyaksikan pawai budaya, mengaku terkesan dengan bagaimana masyarakat Bali menjaga dan menghidupkan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya menyukai acara ini. Saya sangat menyukai bagaimana Bali mengintegrasikan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Pawai ini, kostum-kostumnya, dan nilai-nilai yang ditampilkan sangat indah. Terima kasih karena saya bisa menjadi bagian dari acara ini. Saya sangat menikmatinya dan membagikan foto-fotonya kepada teman-teman saya,” kata Julia.

Turut mendampingi Wamenpar dalam kegiatan tersebut Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti. Hadir pula Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. (Siti)
Share:

PLN Energi Gas Bersama PLN Nusantara Power ULPLTG MG Duri Gelar Program KAPOSI untuk Perkuat Kompetensi Kader Posyandu Desa Balaipungut

PLN Energi Gas Bersama PLN Nusantara Power ULPLTG MG Duri Gelar Program KAPOSI untuk Perkuat Kompetensi Kader Posyandu Desa Balaipungut. (Dok. PLN EPI)

Riau, WaraWiri.net - Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan sekitar operasional perusahaan, Anak Usaha PLN EPI, PLN Energi Gas bersama PLN Nusantara Power ULPLTG/MG Duri melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk KAPOSI+ (Kader Posyandu Inisiatif Plus), bertempat di Kantor ULPLTG/MG Duri, Desa Balaipungut.

Kegiatan ini diikuti oleh para kader posyandu yang merupakan masyarakat Desa Balaipungut dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas dan kompetensi dasar kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih optimal dan adaptif.

Program KAPOSI+ diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Kompetensi Dasar Kader serta Soft Launching Aplikasi KAPOSI+ Mobile sebagai inovasi digital yang diharapkan mampu mendukung efektivitas pendataan, edukasi, serta pelayanan kader posyandu kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran manajemen dan pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Perusahaan PLN Energi Gas, Elok Faiqoh Saptining Ratri, TL K3KL PLN Nusantara Power, Amirul Akbar Rosadi, serta Kepala Desa Balaipungut, Aisah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Perusahaan PLN Energi Gas, Elok Faiqoh Saptining Ratri, menyampaikan bahwa program KAPOSI+ merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap penguatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

"Melalui program KAPOSI+, kami berharap para kader posyandu dapat semakin siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan masyarakat dengan dukungan kompetensi yang lebih baik serta pemanfaatan teknologi digital yang adaptif dan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Balaipungut, Aisah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan perhatian yang diberikan PLN Energi Gas dan PLN Nusantara Power kepada masyarakat desa, khususnya dalam mendukung peningkatan kapasitas kader posyandu.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, namun juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Melalui semangat kolaborasi dan keberlanjutan, PLN Energi Gas bersama PLN Nusantara Power terus berkomitmen menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. (Isna)
Share:

Menkeu Purbaya Usulkan Pagu Indikatif Kemenkeu untuk Tahun Anggaran 2027

Menkeu Purbaya Usulkan Pagu Indikatif Kemenkeu untuk Tahun Anggaran 2027. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pagu indikatif Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp49,80 triliun. Anggaran tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas fiskal, memperkuat layanan publik, serta mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Usulan itu disampaikan Menkeu Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI mengenai Pengantar Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kemenkeu Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Komisi XI DPR, Jakarta pada Senin (15/6).

Secara tren, usulan pagu fiskal 2027 ini sama dengan pagu tahun anggaran 2026 setelah dikurangi efisiensi. "Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait efisiensi anggaran dan penajaman belanja, di mana kementerian/lembaga perlu mengoptimalkan sumber daya di tengah kebutuhan yang semakin meningkat," ujar Purbaya.

Jika dirinci berdasarkan fungsi, alokasi terbesar diusulkan untuk fungsi pelayanan umum, yakni mencapai Rp45,519 triliun. Sementara fungsi pendidikan diusulkan sebesar Rp3,996 triliun dan fungsi ekonomi sebesar Rp284,71 miliar. Anggaran ini nantinya akan disalurkan melalui lima program utama Kemenkeu untuk menyokong berbagai Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

Pada kesempatan tersebut, Purbaya juga memaparkan kinerja positif dan fundamental ekonomi domestik sepanjang tahun 2026 yang dinilai tetap solid di tengah gejolak global. Pada triwulan I-2026, ekonomi Indonesia mampu tumbuh tinggi di level 5,61 persen dengan inflasi yang terkendali.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen secara tahunan. Sementara itu, belanja negara telah menyerap Rp1.365,4 triliun atau melonjak 34,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Adapun pembiayaan terealisasi sebesar Rp379,4 triliun dengan tetap mengendalikan defisit dan utang pada batas aman, serta mengoptimalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai bantalan fiskal.

Dari sisi tata kelola internal, Kemenkeu mencatatkan peningkatan Indeks Kepuasan Pengguna Layanan dari 4,46 pada tahun 2024 menjadi 4,7 dari skala 5 pada tahun 2025. Kemenkeu juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak 15 kali berturut-turut untuk laporan keuangan bagian anggaran 015.

"Kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid menjadi landasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika pada tahun 2027," pungkas sang Bendahara Negara. (Remond)
Share:

Menkeu Purbaya: Pemulihan Aset Negara Wujud Penegakan Hukum yang Utuh

Menkeu Purbaya: Pemulihan Aset Negara Wujud Penegakan Hukum yang Utuh. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menerima secara simbolis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1.029.874.376.628 yang berasal dari hasil pemulihan aset negara oleh Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Penyerahan dilakukan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam kegiatan BPA Fair 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, pada Senin (15/6). 

Penerimaan negara tersebut merupakan hasil berbagai upaya pemulihan aset yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, meliputi hasil lelang aset pada BPA Fair 2026, penelusuran aset berupa tanah dan bangunan, serta pengembalian aset dari perkara tindak pidana korupsi, termasuk perkara Edi Tansil. Adapun PNBP yang diterima Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terdiri atas hasil lelang BPA Fair 2026 sebesar Rp978,1 miliar, hasil penelusuran aset tanah dan bangunan senilai Rp30,9 miliar, serta hasil penelusuran aset terpidana kasus korupsi Edi Tansil berupa uang sebesar Rp51,6 miliar. Selain itu, turut diserahkan hasil lelang kepada korban sebesar Rp19,1 miliar.

Menkeu menegaskan bahwa pemulihan aset negara merupakan bagian penting dari penegakan hukum yang utuh dan berkeadilan. Dalam sambutannya pada acara yang sama, Menkeu menyampaikan bahwa keadilan tidak hanya diwujudkan melalui putusan hukum, tetapi juga melalui pengembalian hak negara, hak korban, dan hak masyarakat. 

“Bagi negara, keadilan tidak berhenti pada keputusan. Keadilan harus hadir dalam pemulihan hak negara, hak korban, dan hak rakyat. Pemulihan aset adalah menegakkan hukum yang utuh,” ungkap Menkeu.

Menkeu juga menekankan pentingnya pengelolaan aset hasil pemulihan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Keberhasilan pemulihan aset akan memberikan dampak positif yang luas, mulai dari memperkuat keuangan negara hingga memperbaiki kualitas pelayanan publik. 

“Uang dan aset negara harus dicatat, dikelola, serta dipertanggungjawabkan dengan benar. Ketika aset dipulihkan dan dikelola dengan baik, keuangan negara semakin kuat dan pelayanan rakyat membaik,” tandas Menkeu.

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu juga menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung atas upaya penelusuran, pengamanan, dan pemulihan aset negara. Penghargaan turut diberikan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, sektor perbankan, BUMN, serta berbagai mitra yang selama ini berkontribusi dalam penyelamatan keuangan negara. 

Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Agung dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan aset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik. 

“Kedepan, penegakan hukum harus semakin utuh. Bukan hanya menghukum pelaku, tetapi memastikan manfaat kembali kepada negara, korban, dan masyarakat. Aset yang kembali adalah kemenangan negara dan menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat serta masa depan Indonesia,” pungkas Menkeu. (Remond)
Share:

Menteri LH Serukan Tobat Ekologis untuk Selamatkan Bumi, Perkuat Gerakan 2 Miliar Pohon Lewat Bambu Nusantara

Menteri LH Serukan Tobat Ekologis untuk Selamatkan Bumi, Perkuat Gerakan 2 Miliar Pohon Lewat Bambu Nusantara. (Dok. Kemen LH)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa krisis lingkungan menuntut perubahan cara pandang dan perilaku manusia melalui tobat ekologis sebagai fondasi pemulihan lingkungan, yang menjadi dasar gerakan penanaman 2 miliar pohon di Indonesia dengan penguatan bambu sebagai solusi berbasis alam (nature-based solutions).

Dalam arahannya, Menteri Jumhur menegaskan bahwa berbagai tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, degradasi lahan, pencemaran, hingga hilangnya keanekaragaman hayati tidak dapat lagi dihadapi hanya dengan pendekatan teknis, melainkan membutuhkan perubahan kesadaran kolektif yang lebih mendasar dalam hubungan manusia dengan alam.

“Tobat ekologis adalah perubahan cara pandang dan perilaku kita terhadap alam. Kita tidak cukup hanya memahami masalah lingkungan, tetapi harus menjadi bagian dari solusi melalui tindakan nyata,” ujar Menteri Jumhur dalam acara “Sarasehan Gerakan Menanam Bambu – Selamatkan Bumi” di Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Menteri Jumhur menjelaskan bahwa program penanaman 2 miliar pohon merupakan agenda besar nasional dalam pemulihan ekosistem, rehabilitasi lahan kritis, dan penguatan ketahanan lingkungan. Dalam konteks tersebut, bambu menjadi salah satu vegetasi penting karena memiliki fungsi ekologis sebagai penjaga tata air, pengendali erosi, penyerap karbon, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Penanaman 2 miliar pohon ini adalah bagian dari gerakan tobat ekologis. Salah satu implementasinya adalah pengembangan bambu sebagai solusi berbasis alam yang mampu menjaga tata air, mengurangi erosi, dan menyerap karbon,” tambah Menteri Jumhur.

KLH/BPLH saat ini terus memperkuat upaya rehabilitasi lingkungan melalui peningkatan tutupan lahan, pemulihan daerah aliran sungai (DAS), serta penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat. Gerakan Menanam Bambu Nusantara diharapkan menjadi salah satu penggerak utama dalam mendukung agenda tersebut secara berkelanjutan.

Ketua Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia, Abah Jatnika, mengatakan, “Bambu bukan hanya tanaman konservasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang telah melahirkan berbagai karya bernilai tinggi, mulai dari arsitektur hingga seni musik angklung. Gerakan menanam bambu penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.”

Menutup kegiatan, Menteri Jumhur menegaskan bahwa keberhasilan gerakan lingkungan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi dari tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam merawat lingkungan secara berkelanjutan.

“Yang terpenting bukan hanya menanam, tetapi memastikan gerakan ini hidup di tengah masyarakat. Bambu harus menjadi simbol kolaborasi dan harapan bahwa setiap orang bisa berkontribusi menjaga bumi,” pungkas Menteri Jumhur.

KLH/BPLH mengajak seluruh elemen pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan penanaman 2 miliar pohon sebagai bagian dari tobat ekologis, demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang. (Muh)
Share:

Lewat BRICS, Indonesia Bidik Tajikistan untuk Perluas Pasar Manufaktur di Kawasan Eurasia

Lewat BRICS, Indonesia Bidik Tajikistan untuk Perluas Pasar Manufaktur di Kawasan Eurasia. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Hubungan Indonesia dan Tajikistan yang telah terjalin selama 32 tahun terus berkembang seiring semakin luasnya peluang kolaborasi ekonomi dan manufaktur. Sebagai salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki kekuatan pada sektor otomotif, elektronik, tekstil, serta industri pengolahan berbasis sumber daya alam. Di sisi lain, Tajikistan tengah memperkuat pengembangan industri berbasis mineral, aluminium, tekstil, dan teknologi baru.

Potensi yang saling melengkapi tersebut menjadi landasan pembahasan dalam pertemuan bilateral antara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Baru Republik Tajikistan, Aziz Nazar, pada rangkaian BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, Tiongkok.

“Kolaborasi industri antarnegara perlu terus diperkuat untuk memacu inovasi, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang investasi yang memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (14/6).

Pertemuan tersebut berlangsung di sela BRICS PartNIR 2026, forum yang mempertemukan negara-negara anggota dan mitra BRICS untuk memperkuat sinergi di bidang manufaktur, inovasi, teknologi, dan investasi. Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai negara, termasuk Tajikistan yang dinilai memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan perkembangan yang positif. Nilai perdagangan Indonesia dan Tajikistan tercatat meningkat dari USD 1,7 juta pada 2021 menjadi USD 1,9 juta pada 2025, dengan kontribusi utama berasal dari sektor nonmigas. Capaian tersebut mencerminkan masih terbukanya ruang kerja sama yang lebih luas, baik dalam perdagangan maupun pengembangan industri.

Saat melakukan bilateral Indonesia – Tajikistan di Xiamen (28/5), kedua delegasi negara membahas sejumlah peluang kerja sama yang berpotensi memperkuat kemitraan industri antara Indonesia dan Tajikistan. Indonesia memandang Tajikistan sebagai mitra penting sekaligus gerbang potensial untuk memperluas jangkauan produk manufaktur nasional ke kawasan Commonwealth of Independent States (CIS).

Dalam pertemuan tersebut, Dirjen KPAII Kemenperin RI Tri Supondy menyampaikan, penguatan hubungan dengan negara-negara mitra merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas industri yang lebih luas sekaligus menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha nasional.

“Kami terus meningkatkan peluang terciptanya kemitraan yang saling menguntungkan melalui perluasan jejaring industri, peningkatan investasi, serta pengembangan kerja sama yang mampu memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” ujarnya.

Selain menjajaki peluang perdagangan dan investasi, kedua pihak juga membahas tindak lanjut inisiasi Nota Kesepahaman bidang industri yang diajukan Tajikistan. Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan ruang lingkup kerja sama agar mencakup sektor yang lebih relevan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing negara.

Indonesia dan Tajikistan turut mengidentifikasi sejumlah bidang yang berpotensi menjadi fokus kolaborasi, antara lain pengembangan rantai pasok mineral kritis, industri farmasi dan alat kesehatan, serta ekosistem industri halal. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki prospek yang menjanjikan dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM International Industrial Exhibition 2026 yang akan digelar pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Keterlibatan Indonesia pada pameran industri terbesar di kawasan Eurasia itu diharapkan semakin memperluas promosi produk manufaktur nasional sekaligus membuka peluang kemitraan baru dengan pelaku industri dan investor dari berbagai negara.

Melalui dialog yang berlangsung konstruktif, Indonesia dan Tajikistan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan ekonomi yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade. Kedua negara optimistis langkah tersebut akan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai kerja sama konkret yang mendukung pertumbuhan industri dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (Subhan)
Share:

Ekspor Lampaui USD 9 Miliar, Industri Perhiasan Berkilau di Pasar Global

Ekspor Lampaui USD 9 Miliar, Industri Perhiasan Berkilau di Pasar Global. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian serius dalam pengembangan industri perhiasan nasional karena merupakan salah satu subsektor manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap kinerja ekspor Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas industri, transformasi teknologi, hingga perluasan akses pasar yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan industri perhiasan nasional.

Adapun langkah strategis yang telah dijalankan Kemenperin, antara lain mendukung penyelenggaraan Bandung Jewellery Fair (BJF) 2026 yang berlangsung pada 11–14 Juni 2026. Pameran yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini menjadi wadah bagi para pelaku industri perhiasan untuk mempromosikan produk unggulan, memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan inovasi terbaru, serta memperkuat posisi industri perhiasan Indonesia di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, industri perhiasan merupakan sektor yang memiliki karakteristik unik karena memadukan kreativitas, keterampilan, budaya, dan teknologi dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

“Industri perhiasan menjadi salah satu sektor unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi dan kontribusi penting terhadap ekspor manufaktur Indonesia. Tidak hanya berperan sebagai penghasil devisa negara, tetapi juga menjadi wadah pelestarian produk bernilai budaya serta penciptaan lapangan kerja yang tersebar di berbagai daerah,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/6).

Kinerja industri perhiasan nasional menunjukkan tren yang semakin positif. Sepanjang Januari–Desember 2025, nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga mencapai USD 9,1 miliar atau meningkat 64,73 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 5,5 miliar.

Menurut Menperin, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk perhiasan Indonesia semakin diterima dan memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional. Oleh karena itu, penguatan kualitas produk, inovasi desain, keberlanjutan usaha, serta kemampuan industri dalam merespons tren pasar global perlu terus ditingkatkan.

“Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Momentum ini harus terus dijaga melalui penguatan ekosistem industri yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing secara berkelanjutan,” tegasnya.

Meski demikian, Menperin mengakui bahwa industri perhiasan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga bahan baku, perubahan preferensi konsumen, hingga tuntutan transformasi digital yang semakin cepat. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha agar industri perhiasan nasional mampu beradaptasi dan tumbuh secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita, menegaskan bahwa transformasi digital dan implementasi industri 4.0 menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing industri perhiasan nasional.

Saat membuka penyelenggaraan BJF 2026, Reni menyampaikan, pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat inovasi, dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas sesuai kebutuhan pasar.

“Transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 memungkinkan industri perhiasan bekerja lebih efisien, menghasilkan produk yang lebih presisi, serta mampu merespons kebutuhan konsumen secara lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya transformasi industri, Kemenperin telah melakukan penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) terhadap sejumlah perusahaan di sektor industri aneka, termasuk pelaku industri logam mulia dan perhiasan.

Hasil penilaian menunjukkan tingkat kematangan yang baik dalam penerapan teknologi digital, mulai dari digitalisasi sistem manajemen, pemanfaatan kecerdasan buatan, keamanan siber, produk cerdas terkustomisasi, hingga integrasi teknologi pintar dalam proses produksi.

“Hasil tersebut menunjukkan bahwa industri logam mulia dan perhiasan mampu mengintegrasikan teknologi modern dengan kreativitas dan keterampilan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai tambah tinggi. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang melakukan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya,” kata Reni.

Direktur Industri Aneka, Reny Meilany menambahkan, pameran BJF 2026 menghadirkan berbagai produk perhiasan dan industri pendukung, mulai dari perhiasan emas, perak, mutiara, berlian, batu alam, hingga berbagai kerajinan bernilai tinggi.

Menurutnya, penyelenggaraan pameran merupakan instrumen penting dalam memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional karena memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, menjalin kemitraan bisnis, memahami tren pasar terkini, sekaligus membuka peluang transaksi dan investasi yang lebih luas.

“Pameran seperti Bandung Jewellery Fair memiliki peran strategis sebagai sarana promosi, kolaborasi, dan pengembangan bisnis. Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan produsen dan pembeli, tetapi juga menjadi ruang bertemunya ide, inovasi, serta peluang kerja sama yang dapat memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia,” pungkas Reny. (Subhan)
Share:

Pertamina Cetak UMKM Penggerak, Dorong Ekonomi Kerakyatan

Pertamina Cetak UMKM Penggerak, Dorong Ekonomi Kerakyatan. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) melalui fungsi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) menetapkan 10 Champion UMKM terbaik yang menunjukkan kinerja bisnis unggul, dampak sosial terukur, dan kesiapan bersaing di pasar global melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025–2026.

Pertapreneur Aggregator merupakan program pengembangan UMKM yang mencetak pelaku usaha sebagai agregator, yaitu penggerak ekosistem yang mampu membuka akses pasar, membangun kolaborasi, serta memberdayakan UMKM lain agar tumbuh dan naik kelas bersama.

Program ini menjaring 100 UMKM terbaik dari 730 peserta UMK Academy 2025 yang lolos tahap nasional di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui proses screening, deep dive interview, bootcamp, mentoring, business acceleration, visitasi lapangan, monitoring Objective Key Results (OKR), hingga market access global, Pertamina menyeleksi 10 Champion yang dinilai memiliki kapasitas bisnis, dampak, dan potensi pengembangan terbaik.

Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Afrianto menyampaikan bahwa Pertapreneur Aggregator merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui UMKM yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak luas.

"Kami ingin melahirkan UMKM yang tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga mampu menjadi penggerak yang memberdayakan UMKM lain dan menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.

Sepanjang program, peserta memperoleh pendampingan pada aspek strategi bisnis, pemasaran, keuangan, ESG, digitalisasi, hingga ekspansi pasar. Seluruh Champion juga mendapatkan sertifikasi Business Acceleration, pendampingan asesor, dan dashboard monitoring berbasis Objective Key Results untuk mendukung pertumbuhan usaha yang lebih terukur.

Dari sisi dampak, program mencatat rata-rata nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,21, yang berarti setiap Rp1 investasi mampu menghasilkan Rp2,21 manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. Untuk mendukung keberlanjutan usaha, Pertamina juga menyalurkan hibah sarana produksi senilai Rp495 juta, terdiri atas Rp345 juta untuk 10 Champion dan Rp150 juta untuk 20 UMKM semifinalis.

Selain itu, Pertamina turut membuka akses pasar internasional melalui market insight dan business matching bersama Atase Perdagangan Republik Indonesia di Malaysia dan Brussels, Belgia. Langkah ini memperkuat kesiapan peserta dalam memperluas jejaring bisnis dan menjajaki peluang ekspor ke pasar global.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron, menambahkan, Pertapreneur Aggregator merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui program TJSL.

"Program ini wujud energi untuk masyarakat, Pertamina tidak hanya membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan menghasilkan dampak yang berkelanjutan," ujar Baron.

Berdasarkan hasil penilaian aspek Performa Bisnis, Akses Pasar, Dampak Agregator, Brand Visibility, dan Kesiapan Eksekusi, Novio Fresh berhasil meraih predikat PAG Integrated Market Access Champion sekaligus menjadi Champion terbaik Pertapreneur Aggregator 2025–2026. Sementara itu, Rendang Gadih dan Imago Raw Honey menempati posisi kedua dan ketiga.

“Perjalanan dari 100 peserta hingga terpilihnya 10 Champion membuktikan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing di tingkat global. Pertamina akan terus mendorong lahirnya UMKM yang tangguh, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat," tutup Baron. (Putra)
Share:

Kemenkomdigi Siapkan Talenta SMK untuk Isi Lapangan Kerja Infrastruktur Digital di Daerah

Kemenkomdigi Siapkan Talenta SMK untuk Isi Lapangan Kerja Infrastruktur Digital di Daerah. (Dok. Kemenkomdigi)

Sumatera Utara, WaraWiri.net - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pembangunan infrastruktur digital harus memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru.

Karena itu, pemerintah mendorong lahirnya talenta-talenta lokal yang mampu membangun, merawat, dan memperbaiki jaringan telekomunikasi di wilayahnya masing-masing.

“Ke depan kita punya konsep bahwa jaringan-jaringan fiber optik di berbagai daerah tidak perlu lagi dikirim tenaga kerjanya dari Jawa atau dari daerah lain. Kalau di sini talentanya sudah mampu, maka ini menjadi lapangan kerja baru bagi teman-teman yang ada di daerah,” ujar Meutya Hafid dalam acara Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMK Multi Karya, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/06/2026).

Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa SMK yang digelar hari ini di Medan pun menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses internet sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di daerah.

Meutya menambahkan kebutuhan tenaga terampil di sektor infrastruktur digital akan terus meningkat seiring tingginya ketergantungan masyarakat terhadap internet.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan internet selama delapan jam per hari.

Dari sekitar 230 juta pengguna internet di Indonesia, sekitar 60 hingga 70 persen merupakan kelompok usia muda.

"Anak-anak mudalah yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Karena itu, kita berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pihak yang merawat infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut," tegasnya.

Menurut Meutya, pemerintah berkomitmen memperluas konektivitas hingga menjangkau wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses internet.

Semakin luas jaringan yang dibangun, semakin besar pula kebutuhan tenaga kerja terampil yang mampu melakukan instalasi, perbaikan, dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

"Jaringan-jaringan itu selalu memerlukan perhatian. Kalau sudah cukup lama digunakan, pasti memerlukan sentuhan tangan manusia, perbaikan, dan perawatan secara berkala," tuturnya.

Program pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kemkomdigi dalam mendukung target pembangunan infrastruktur fixed broadband nasional.

Pemerintah menargetkan penetrasi layanan fixed broadband mencapai 50 persen populasi Indonesia pada periode 2025–2029.

Saat ini capaian penetrasi baru berada di kisaran 25 persen populasi.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto menjelaskan bahwa upaya untuk mencapai target tersebut tidak hanya membutuhkan pembangunan perangkat dan jaringan, tetapi juga dukungan sumber daya manusia yang kompeten.

"Penggelaran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia. Karena itu kami melihat pelatihan seperti ini penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing," jelasnya.

Menurut Dirjen Wayan, perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini telah memasuki era dominasi fiber optik yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

"Ini membuat peluang bisnis dan juga peluang usaha menjadi partner-partner bagi ribuan penyelenggara telekomunikasi yang ada di Indonesia," ujarnya.

Pelatihan yang digelar DJID Kemkomdigi di Medan kali ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas 20 siswa SMK Multi Karya Medan dan 20 siswa SMK Negeri 4 Medan.

Para peserta memperoleh pembekalan mengenai instalasi, penyambungan (splicing), pengujian, hingga pemeliharaan jaringan fiber optik sesuai kebutuhan industri telekomunikasi saat ini.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan vokasi, Kemkomdigi juga menyerahkan perangkat praktik instalasi fiber optik kepada SMK Multi Karya Medan dan SMK Negeri 4 Medan agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran secara berkelanjutan.

Selain pelatihan tatap muka, peserta juga dapat melanjutkan pembelajaran melalui platform Learning Management System (LMS) yang disiapkan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.

Melalui pelatihan ini, Kemkomdigi berharap semakin banyak talenta muda daerah yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga menjadi pelaku utama yang menjaga keberlanjutan konektivitas Indonesia hingga ke pelosok negeri. (Fathi)
Share:

Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80, Personel Damai Cartenz Partisipasi Dalam Giat Donor Darah di Polres Nabire

Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80, Personel Damai Cartenz Partisipasi Dalam Giat Donor Darah di Polres Nabire. (Dok. Div Humas Polri)

Papua, WaraWiri.net - Personel Operasi Damai Cartenz 2026 Sektor Nabire turut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dengan berpartisipasi dalam kegiatan bakti kesehatan donor darah yang diselenggarakan di Aula Polres Nabire, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud kepedulian sosial sekaligus semangat pengabdian insan Bhayangkara kepada masyarakat. Kehadiran personel Operasi Damai Cartenz dalam kegiatan donor darah menunjukkan bahwa selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, personel juga aktif berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel Operasi Damai Cartenz bersama anggota Polres Nabire mengikuti tahapan registrasi, pemeriksaan kesehatan, pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta skrining medis yang dilakukan oleh tim Sidokkes Polres Nabire sebelum melaksanakan donor darah.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa partisipasi personel dalam kegiatan donor darah merupakan bentuk nyata semangat Bhayangkara yang tidak hanya hadir dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

“Momentum HUT Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan donor darah ini, personel Operasi Damai Cartenz ikut berkontribusi membantu sesama dan mendukung ketersediaan stok darah yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menilai kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sejalan dengan semangat Polri Presisi yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

“Setetes darah yang disumbangkan memiliki arti besar bagi keselamatan orang lain. Karena itu, kami mengapresiasi partisipasi personel yang turut memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80 melalui kegiatan kemanusiaan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus memperkuat nilai kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Kegiatan donor darah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui partisipasi dalam bakti kesehatan tersebut, personel Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat Papua. (Dinda)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING