Danlanud Sulaiman Sambut Kedatangan Tim Satgas Itjen Kemhan RI dalam Rangka Penatausahaan Pemanfaatan BMN Tahun 2026

Danlanud Sulaiman Sambut Kedatangan Tim Satgas Itjen Kemhan RI dalam Rangka Penatausahaan Pemanfaatan BMN Tahun 2026. (Dok. Puspen TNI)

Bandung, WaraWiri.net - Komandan Lanud (Danlanud) Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M., menyambut kedatangan Tim Satuan Tugas (Satgas) Itjen Kemhan RI sekaligus membuka rapat Kunjungan Kerja Tim Satgas Penatausahaan Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) Sesi I di lingkungan Unit Organisasi (UO) Kementerian Pertahanan dan TNI Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Mako Lanud Sulaiman, Margahayu Bandung, Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya, Danlanud Sulaiman menyampaikan bahwa kehadiran Tim Satgas merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mewujudkan tata kelola Barang Milik Negara yang semakin tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki arti strategis sebagai bagian dari upaya pembinaan administrasi serta penataan pemanfaatan BMN di lingkungan Unit Organisasi Kementerian Pertahanan dan TNI. Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh data dan administrasi pemanfaatan BMN dapat tertata dengan baik sehingga mampu mendukung efektivitas pelaksanaan tugas pokok satuan serta mewujudkan pengelolaan aset negara yang profesional, efisien, dan akuntabel.

"Kami siap memberikan dukungan serta informasi yang diperlukan selama proses penatausahaan berlangsung. Besar harapan kami, melalui pendampingan dan pembinaan dari Tim Satgas, apabila masih terdapat kekurangan maupun hal-hal yang perlu disempurnakan dalam pengelolaan BMN di Lanud Sulaiman, kiranya dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami ke depan," ujar Danlanud. (Ilham)
Share:

Gelar Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup ke-7, Polri Berkomitmen Cetak Bibit Atlet Berprestasi dan Junjung Sportivitas

Gelar Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup ke-7, Polri Berkomitmen Cetak Bibit Atlet Berprestasi dan Junjung Sportivitas. (Dok. Divisi Humas Polri)

Tangerang Selatan, WaraWiri.net - Semangat sportivitas, disiplin, dan persatuan mewarnai pembukaan Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 7 Tahun 2026 yang digelar di Indoor Stadium Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis (9/7/2026).

Upacara pembukaan kejuaraan dipimpin langsung oleh Perancang Peraturan Kepolisian Utama Tingkat I Divkum Polri Irjen. Pol. Langgeng Purnomo selaku Inspektur Upacara, dihadiri oleh Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, para Pejabat Utama Mabes Polri, pengurus Taekwondo Indonesia, jajaran panitia penyelenggara, pelatih, wasit, ofisial, atlet peserta dari unsur Polri maupun masyarakat umum, serta tamu undangan lainnya.

Penyelenggaraan kejuaraan ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi atlet taekwondo dilingkungan Polri dan masyarakat, menjadi sarana pembinaan, pencarian bibit atlet potensial serta regenerasi atlet berprestasi, mempererat tali persaudaraan, sportivitas, disiplin, dan jiwa kompetitif yang sehat.

Kejuaraan ini berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juli 2026, menjadi ajang bergengsi yang tidak hanya memperebutkan prestasi, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam membina atlet-atlet taekwondo berbakat sekaligus memperkuat soliditas insan olahraga dari seluruh Indonesia.

Antusiasme terhadap kejuaraan ini terlihat dari tingginya jumlah peserta. Sebanyak 2.058 atlet ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 7 Tahun 2026 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas 1.807 atlet dari masyarakat umum dan 251 atlet dari unsur Polri.

Para peserta akan bertanding pada nomor Kyorugi dan Poomsae di berbagai kelompok usia dan kelas pertandingan sesuai ketentuan Technical Handbook serta peraturan Taekwondo Indonesia dan federasi yang berlaku.

Korps Brimob Polri turut mengirimkan personel terbaik sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi di lingkungan Polri. Korbrimob diwakili lima atlet nomor Kyorugi, yakni Briptu Fatkhur Rozi (Under 87 Kg), Bripda Rio Handika (Under 68 Kg), Bripda Romi Kurniawan Waruwu (Under 74 Kg), Bripda Dafa Wildan (Under 80 Kg), dan Bharada Rafi Syofia Muharrizal (Under 63 Kg).

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada Sang Merah Putih melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Komandan Upacara dan Ketua Pelaksana, pembacaan janji wasit serta janji atlet sebagai bentuk komitmen menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play.

Dalam amanatnya, Irjen Pol. Langgeng Purnomo menyampaikan Kejuaraan Taekwondo Kapolri Cup ke-7 Tahun 2026 menjadi momentum untuk mempererat persatuan, menumbuhkan semangat sportivitas, serta melahirkan atlet-atlet taekwondo Indonesia yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Ajang ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung pembinaan olahraga melalui kompetisi yang profesional, jujur, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujar Irjen Pol. Langgeng Purnomo.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pelatih, ofisial, panitia, tenaga kesehatan, aparat pengamanan, sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan, seraya berharap pertandingan berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi kemajuan taekwondo Indonesia.

Kegiatan kemudian ditandai dengan pembukaan kejuaraan secara simbolis melalui penekanan tombol sirine yang disambut antusias seluruh peserta dan tamu undangan.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan atraksi dari Master Taekwondo Indonesia dan N-Lions Indonesia yang menampilkan demonstrasi teknik bela diri taekwondo secara atraktif dan memukau, sekaligus menunjukkan tingginya kualitas pembinaan olahraga taekwondo di Tanah Air.

Kehadiran Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima mewakili Dankorbrimob Polri pada pembukaan Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 7 Tahun 2026 menjadi wujud nyata dukungan pimpinan Korps Brimob Polri terhadap pembinaan olahraga prestasi di lingkungan Polri. (Bambang)
Share:

Polri Bekali 282 Capaja Akpol Pemahaman Geopolitik Global dan Peran Strategis Menjaga Stabilitas Nasional

Polri Bekali 282 Capaja Akpol Pemahaman Geopolitik Global dan Peran Strategis Menjaga Stabilitas Nasional. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jawa Tengah, WaraWiri.net - Kepolisian Negara Republik Indonesia membekali 282 Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 dengan pemahaman mengenai dinamika geopolitik global, dampaknya terhadap Indonesia, serta peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas nasional.

Pembekalan tersebut disampaikan dalam Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58 yang dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7).

Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang dibacakan Wakapolri, ditegaskan bahwa para perwira muda harus memiliki wawasan strategis terhadap perkembangan lingkungan global yang semakin kompleks agar mampu menjalankan tugas kepolisian secara adaptif dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

“Dinamika geopolitik saat ini berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Konflik AS-Israel dengan Iran, perang Rusia-Ukraina, persaingan hegemoni antara Amerika Serikat dan China, serta ketegangan di kawasan Timur Tengah telah berdampak terhadap stabilitas keamanan global, rantai pasok, ketahanan pangan dan energi, hingga perekonomian dunia,” ujar Wakapolri saat membacakan amanat Kapolri.

Kapolri juga menjelaskan bahwa kondisi ketahanan pangan global masih berada pada kategori rapuh. Berdasarkan World Bank Food Security edisi Juni 2026, kenaikan harga pupuk global mencapai 35 persen, yang turut memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia.

“Dampak dinamika geopolitik global tersebut turut dirasakan oleh Indonesia. Kondisi ini tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan. Pada 8 Juni 2026, nilai tukar rupiah sempat melemah hingga Rp18.171 per dolar AS, sementara IHSG turun ke level 5.594,” lanjutnya.

Meski demikian, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang terukur. Selain itu, pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi melalui program-program strategis, seperti swasembada pangan dan energi, hilirisasi sektor prioritas, penguatan investasi, optimalisasi tata kelola ekspor komoditas unggulan melalui Danantara Sumberdaya Indonesia, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Berkat langkah tersebut, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen, menjadi yang tertinggi kedua di antara negara-negara G20. Defisit APBN tetap terkendali di angka 0,76 persen terhadap PDB, inflasi terjaga pada level 3,34 persen, dan berdasarkan analisis JP Morgan, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara yang paling tangguh menghadapi guncangan energi global.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Polri memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di antaranya pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelayanan kesehatan gratis, hingga pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

Selain itu, Polri terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui penegakan hukum di sektor minyak dan gas, pertambangan, serta ketenagalistrikan, disertai pengamanan objek vital nasional dan distribusi energi. Upaya lainnya diwujudkan melalui perlindungan hak-hak pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendirian SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

“Seluruh upaya tersebut merupakan wujud dukungan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, memperluas akses infrastruktur, serta mempersiapkan generasi muda yang unggul,” tutup Wakapolri saat membacakan amanat Kapolri.

Melalui pembekalan tersebut, diharapkan 282 perwira muda lulusan Akpol Angkatan ke-58 tidak hanya memiliki kompetensi teknis sebagai insan Bhayangkara, tetapi juga memahami tantangan strategis bangsa sehingga mampu menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, berintegritas, dan siap mengawal kepentingan nasional di tengah dinamika global. (Bambang)
Share:

Terus Jaga Momentum Pertumbuhan, SIG Catatkan Penjualan 15 Juta Ton hingga Mei 2026

Terus Jaga Momentum Pertumbuhan, SIG Catatkan Penjualan 15 Juta Ton hingga Mei 2026. (Dok. PT SIG)

Jakarta, WaraWiri.net - Strategi transformasi bisnis yang dijalankan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus membuahkan hasil positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, SIG berhasil mencatatkan volume penjualan sebanyak 15,092,640 ton, atau naik 4,4% yoy dari periode sebelumnya sebanyak 14,461,092 ton.

Peningkatan kinerja SIG tercapai seiring dengan komitmen BP BUMN dan Danantara sehingga transformasi BUMN berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kinerja cemerlang SIG didorong oleh penjualan domestik yang naik 9,6% yoy, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11,9% yoy.

”Strategi pengelolaan pasar mikro menjadi kunci sukses SIG menjaga momentum pertumbuhan berlanjut hingga Mei 2026, sekaligus meningkatkan daya saing Perusahaan di tengah tantangan industri,” kata Vita Mahreyni.

Vita Mahreyni menambahkan, selain memperkuat posisi di pasar domestik, SIG juga terus memperkuat penetrasi pasar ekspor yang membantu meningkatkan utilisasi pabrik dan membuka peluang pasar produk derivatif bernilai tambah.

Belum lama ini, SIG telah merealisasikan ekspor ke Amerika Serikat menyusul telah beroperasinya fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur. SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah mengekspor 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat.

Ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat terealisasi melalui kerja sama strategis antara SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan Taiheiyo Cement Corporation. Atas komitmen tersebut, SIG menargetkan ekspor sebanyak total 450 ribu metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat sepanjang 2026 secara bertahap.   

”Transformasi bisnis yang dijalankan oleh SIG berhasil menjaga resiliensi bisnis Perusahaan di tengah tantangan industri sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. SIG senantiasa mengevaluasi dan mempertajam strategi transformasi yang dijalankan agar terus adaptif dan kompetitif di industri,” ujar Vita Mahreyni. (Putra)
Share:

Ajak Si Kecil Liburan Naik Whoosh, Anak di Bawah 3 Tahun Gratis Tapi Tetap Harus Memiliki Tiket

Ajak Si Kecil Liburan Naik Whoosh, Anak di Bawah 3 Tahun Gratis Tapi Tetap Harus Memiliki Tiket. (Dok. KCIC)

Jakarta, WaraWiri.net - Memanfaatkan momentum libur sekolah, PT KCIC mengajak masyarakat bepergian bersama keluarga menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Untuk memberikan kemudahan bagi penumpang yang membawa balita, anak usia di bawah 3 tahun (infant) dapat melakukan perjalanan secara gratis. Meski tidak dikenakan biaya, orang tua tetap wajib menambahkan tiket infant (Rp 0) agar anak tercatat dalam manifest perjalanan serta memperoleh perlindungan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan KCIC terus menghadirkan berbagai kemudahan dan fasilitas ramah keluarga agar perjalanan bersama anak menjadi lebih nyaman, aman, dan praktis, terutama pada periode libur sekolah yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

“KCIC terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar Whoosh menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan praktis bagi seluruh masyarakat, termasuk keluarga yang bepergian bersama anak-anak. Dengan waktu tempuh yang singkat serta berbagai fasilitas pendukung, perjalanan bersama balita menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” ujar Eva.

Anak usia 0 hingga di bawah 3 tahun berhak memperoleh tiket infant dengan tarif Rp0. Tiket ini berlaku bagi anak yang tidak menggunakan tempat duduk sendiri dan harus dipangku oleh orang tua atau pendamping selama perjalanan. Meskipun gratis, tiket infant tetap wajib dimiliki agar data penumpang tercatat dalam manifest perjalanan serta memperoleh perlindungan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.

Penambahan tiket infant dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Whoosh atau website resmi setelah memperoleh QR Ticket dengan memilih menu My Tickets, maupun melalui loket di seluruh stasiun Whoosh. Apabila orang tua menginginkan anak menggunakan tempat duduk sendiri, maka pembelian dilakukan menggunakan tarif tiket reguler sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain memberikan kemudahan dalam pembelian tiket, KCIC juga menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan keluarga selama perjalanan. Di stasiun tersedia ruang menyusui (nursery room), ruang bermain anak, lift yang memudahkan pengguna stroller, serta water station yang dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan kebutuhan balita, seperti susu.

Sementara itu, di dalam kereta tersedia meja ganti popok di toilet serta area penyimpanan bagasi untuk stroller. Didukung oleh waktu tempuh Jakarta–Bandung sekitar 30 hingga 45 menit, perjalanan menjadi lebih singkat sehingga anak tidak mudah lelah dan orang tua dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman.

“KCIC berharap berbagai kemudahan dan fasilitas ramah keluarga yang dihadirkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman bagi masyarakat. Kami juga mengimbau para orang tua agar tidak lupa menambahkan tiket infant meskipun tidak dikenakan biaya, sehingga seluruh penumpang, termasuk balita, tercatat dalam manifest perjalanan. KCIC akan terus meningkatkan kualitas layanan agar Whoosh menjadi pilihan utama transportasi publik yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga,” tutup Eva. (Siti)
Share:

Perkuat Tata Kelola Air Gambut Pelaku Usaha, Menteri LH: Tak Boleh Ada Kebakaran di Wilayah Konsesi

Perkuat Tata Kelola Air Gambut Pelaku Usaha, Menteri LH: Tak Boleh Ada Kebakaran di Wilayah Konsesi. (Dok. Kemen LH)

Jakarta, WaraWiri.net - Menghadapi potensi musim kemarau yang lebih panjang dan kering akibat pengaruh fenomena El Niño, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan sekitar 400 perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan tidak terjadi kebakaran di wilayah konsesinya melalui langkah pencegahan dan mitigasi yang dilakukan secara konsisten.

Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa pencegahan menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla. Oleh karena itu, seluruh perusahaan diminta memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan langkah mitigasi dilakukan secara konsisten agar tidak terdapat titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

"Kita ingin memastikan bahwa di wilayah konsesi mereka tidak boleh ada kebakaran. Tidak boleh ada titik-titik api yang berpotensi menjadi kebakaran, dan mitigasi itu harus dilakukan dengan berbagai cara," tegas Menteri Jumhur.

Salah satu strategi utama yang ditekankan KLH/BPLH adalah memperkuat tata kelola air gambut melalui pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal (canal blocking) untuk menjaga tinggi muka air tanah. Upaya pembasahan kembali (rewetting) menjadi langkah penting untuk mempertahankan ekosistem gambut tetap basah, tidak mudah terbakar, serta lebih tangguh menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi perlindungan ekosistem gambut sebagai salah satu benteng utama pencegahan karhutla. Hingga saat ini, pada areal gambut seluas sekitar 4,15 juta hektare yang dikelola oleh 314 perusahaan, telah terbangun sebanyak 34.989 unit sekat kanal. Sementara itu, di kawasan masyarakat, kawasan hutan, dan wilayah penyangga telah dibangun 8.857 unit sekat kanal, dengan kebutuhan tambahan sekitar 17.394 unit untuk memperkuat fungsi hidrologi gambut secara menyeluruh.

"Perusahaan juga kami minta ikut bertanggung jawab bersama masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan pembasahan kembali lahan gambut di sekitar wilayah konsesinya. Pencegahan tidak berhenti pada batas administrasi konsesi, tetapi harus dilakukan bersama dalam satu bentang ekosistem," tambah Menteri Jumhur.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari pelaku usaha. Deputy Director of Corporate Affairs Asia Pulp & Paper (APP), Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan karhutla, khususnya dalam menjaga ekosistem gambut.

"Forum seperti ini sangat penting bagi kami sebagai pelaku usaha yang mengelola areal gambut untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kami berkomitmen mendukung pencegahan karhutla melalui water sharing dan restorasi fungsi hidrologis ekosistem gambut di kawasan penyangga bersama para pemangku kepentingan," ungkap Iwan Setiawan.

Dukungan serupa disampaikan Department Head Water Management PT TH Indo Plantation (THIP), Eko Hariyono. "Kami mengapresiasi terselenggaranya forum ini sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kami juga berkomitmen untuk terus berupaya mencegah karhutla serta mengelola dan melindungi ekosistem gambut, khususnya di kawasan sekitar wilayah operasional perusahaan”.

Selain memperkuat langkah pencegahan, KLH/BPLH terus meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha melalui pemantauan kondisi hidrologi gambut, evaluasi kepatuhan perusahaan, serta optimalisasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Hingga saat ini, sebanyak 413 perusahaan telah melakukan inventarisasi karakteristik ekosistem gambut, 379 perusahaan berada dalam pengawasan PROPER, dan 319 perusahaan telah memiliki dokumen pemulihan fungsi ekosistem gambut sebagai dasar perlindungan dan pengelolaan gambut secara berkelanjutan.

Melalui penguatan tata kelola air gambut, peningkatan kepatuhan pelaku usaha, dan kolaborasi lintas sektor, KLH/BPLH menegaskan bahwa pencegahan menjadi garis depan dalam pengendalian karhutla. Langkah bersama pemerintah, dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci menjaga ekosistem gambut tetap lestari serta memperkuat ketahanan lingkungan Indonesia menghadapi ancaman musim kemarau panjang dan perubahan iklim. (Ros)
Share:

Kemenpora Siap Gelar Indonesia Sports Summit 2026 di JICC

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) akan menggelar Indonesia Sports Summit 2026 pada 11–13 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) akan menggelar Indonesia Sports Summit 2026 pada 11–13 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Indonesia Sports Summit 2026 bakal menjadi wadah yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang olahraga untuk membahas perkembangan, inovasi, serta penguatan ekosistem olahraga nasional. 

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, dunia usaha, akademisi, bahkan komunitas dalam mendukung kemajuan sektor olahraga di Indonesia.

Tak hanya itu, hajatan olahraga nasional tersebut sekaligus menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem olahraga yang maju, inklusif, dan berdaya saing global.

Penyelenggaraan tahun 2026 merupakan kelanjutan dari agenda serupa yang telah dilaksanakan pada 2025. Kesuksesan penyelenggaraan sebelumnya menjadi dasar bagi Kemenpora untuk kembali menghadirkan forum tersebut dengan cakupan yang lebih luas.

Ajang ini juga sekaligus diharapkan menjadi pintu masuk bagi investasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang akan memperkuat fondasi masa depan industri olahraga di Tanah Air. 

Selama tiga hari pelaksanaan, Indonesia Sports Summit 2026 akan menghadirkan pelbagai kegiatan, termasuk forum diskusi, seminar, pameran, serta sesi jejaring yang diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan kerja sama strategis bagi pengembangan industri olahraga nasional. (Dinda)
Share:

Resmi Jadi Pengampu KBLI Sektor Olahraga, Kemenpora Siap Perkuat Ekosistem Industri Olahraga Nasional

Kemenpora resmi menjadi pengampu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sektor keolahragaan. Penugasan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem industri olahraga nasional. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) resmi menjadi pengampu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sektor keolahragaan. Penugasan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem industri olahraga nasional, sekaligus membuka peluang usaha baru yang lebih terstandar dan terpercaya.

Dengan mandat baru ini, Kemenpora akan melaksanakan pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR) untuk berbagai jenis usaha olahraga. Persiapan regulasi, sistem operasional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia sedang dilakukan, sehingga dipertengahan tahun 2026 ini direncanakan perizinan usaha sektor keolahragaan sudah mulai berjalan melalui sistem OSS-RBA.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Andry Manuella Ginting, menyampaikan optimisme atas langkah ini.
“Kemenpora siap melayani perizinan berusaha bagi pelaku usaha sektor keolahragaan. Dengan sistem berbasis risiko, proses perizinan akan lebih cepat, transparan, dan terstandar," katanya.

"Melalui penyelenggaraan layanan tersebut, kami berharap tercipta kepastian berusaha yang dapat mendorong berkembangnya industri olahraga, meningkatkan investasi di sektor keolahragaan serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," tambahnya.

Dengan adanya standar perizinan yang jelas, usaha sektor keolahragaan mulai dari pembangunan stadion, pengelolaan sirkuit, fasilitas beladiri, hingga pelestarian olahraga tradisional akan lebih aman, terpercaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun 9 kode KBLI sektor keolahragaan yang kini berada di bawah pengampuan Kemenpora adalah:
93111 – Fasilitas Stadion 
93112 – Fasilitas Sirkuit 
93113 – Fasilitas Gelanggang/Arena 
93114 – Fasilitas Lapangan 
93114 – Golf 
93115 – Fasilitas Olahraga Beladiri 
93119 – Pengelolaan Fasilitas Olahraga Lainnya 
93191 – Penyelenggaraan Kegiatan Olahraga 
93193 – Aktivitas Perburuan di Kawasan Buru 
93195 – Aktivitas Olahraga Tradisional 

Kemenpora juga berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi, pendampingan, dan pengawasan berbasis risiko agar pelaku usaha sektor keolahragaan di seluruh Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan. (Dinda)
Share:

Wali Kota Eri Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Pelajar Surabaya dari Keluarga Miskin

Wali Kota Eri Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Pelajar Surabaya dari Keluarga Miskin. (Dok. Pemkot Surabaya)

Surabaya, WaraWiri.net - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa SMA/SMK/MA sederajat di Gelanggang Remaja Surabaya, Jumat (10/7/2026). Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program bantuan pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang tahun ini menjangkau 7.380 siswa.

Program ini diprioritaskan bagi pelajar yang berasal dari keluarga miskin dan prasejahtera, anak yatim atau piatu, serta masyarakat yang masuk dalam kelompok desil kesejahteraan terendah sesuai ketentuan dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025.

Melalui program tersebut, para penerima memperoleh paket perlengkapan sekolah berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan kaus kaki untuk mendukung kegiatan belajar pada tahun ajaran baru. Khusus bagi siswa yang bersekolah di SMA/SMK/MA swasta, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan.

Wali Kota Eri mengatakan, program tersebut merupakan wujud komitmen Pemkot Surabaya dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya. Oleh karena itu, bantuan tidak hanya diberikan kepada siswa baru kelas X, tetapi juga kepada pelajar kelas XI dan XII agar mereka turut memperoleh perlengkapan sekolah yang memadai.

"Hari ini kami menyerahkan bantuan beasiswa sekaligus paket seragam sekolah kepada anak-anak Surabaya. Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada siswa kelas X yang baru masuk, tetapi juga kepada siswa kelas XI dan XII agar mereka juga memiliki seragam baru. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menambah semangat belajar anak-anak," kata Wali Kota Eri.

Program bantuan pendidikan tersebut tidak menggunakan sistem kuota. Pemkot Surabaya menyalurkan bantuan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5 agar penyalurannya tepat sasaran.

"Kami tidak menetapkan kuota. Bantuan diberikan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 5. Kalau jumlah penerimanya bertambah, bantuan juga akan bertambah. Sebaliknya, kalau berkurang, jumlah penerima juga menyesuaikan. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran," ujarnya.

Ia menjelaskan, pendaftaran bantuan dilakukan secara daring sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah. Bagi warga yang memenuhi kriteria namun belum sempat mendaftar pada tahap pertama, Pemkot masih membuka kesempatan untuk mengajukan usulan pada tahap pendataan berikutnya.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa seluruh sekolah negeri di Surabaya tidak lagi diperbolehkan menarik pungutan dalam bentuk apa pun, baik terkait rapor, ijazah, maupun biaya lainnya, seiring kebijakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menggratiskan pendidikan di sekolah negeri.

Sementara itu, bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga 5 yang bersekolah di sekolah swasta, Pemkot Surabaya memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan. 

"Anak-anak yang masuk desil 1 sampai 5 dan bersekolah di sekolah swasta menerima bantuan Rp350 ribu setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, tidak boleh lagi ada pungutan kepada mereka. Ini merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus memastikan seluruh warga Surabaya mendapatkan pendidikan yang layak," tegasnya.

Selain menyerahkan bantuan, Wali Kota Eri juga memberikan pesan kepada para pelajar agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti geng motor, balap liar, dan tawuran. Ia juga mengajak para siswa aktif mengikuti kegiatan positif di lingkungan tempat tinggal serta membanggakan orang tua melalui prestasi.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan buat bangga orang tua. Tunjukkan bahwa arek Suroboyo bisa menjadi generasi yang membanggakan," pesannya.

Salah seorang penerima bantuan, Putri Fellin, siswi kelas XI SMK Rajasa Surabaya, mengaku program tersebut membuatnya lebih tenang dalam melanjutkan pendidikan karena tidak lagi terbebani biaya sekolah.

"Saya senang sekali karena bantuan ini sangat meringankan beban orang tua. Apalagi saya sekolah di SMK swasta yang tentu ada biaya pendidikan. Alhamdulillah, sekarang saya bisa lebih tenang untuk melanjutkan sekolah," ujar Putri.

Selain bantuan biaya pendidikan yang langsung disalurkan ke sekolah, Putri menerima perlengkapan sekolah berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan perlengkapan lainnya.

"Bantuannya lengkap. Selain perlengkapan sekolah, beasiswanya juga langsung disalurkan ke sekolah untuk membayar biaya pendidikan," katanya.

Menurut Putri, bantuan tersebut menjadi penyemangat baginya untuk terus berprestasi.

"Saya jadi semakin semangat belajar. Kalau sudah dibantu seperti ini, tentu saya harus lebih giat lagi dan berusaha meraih prestasi sebagai bentuk tanggung jawab," tuturnya.

Ia berharap program bantuan pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak pelajar dari keluarga kurang mampu yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.

"Terima kasih kepada Bapak Eri Cahyadi yang sudah membantu anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bantuan ini sangat berarti karena membuat kami tetap bisa bersekolah dan mengejar cita-cita tanpa terbebani biaya pendidikan," pungkasnya. (Zikry)
Share:

Pemkot Pontianak Serahkan Bantuan 17 Kendaraan Roda Tiga Pengangkut Sampah

Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, Minta Kendaraan Operasional Dioptimalkan untuk Kelola Lingkungan. (Dok. Pemkot Pontianak)

Pontianak, WaraWiri.net - Pemerintah Kota Pontianak menyerahkan bantuan 17 unit kendaraan roda tiga untuk mendukung pengelolaan sampah warga. Bantuan tersebut disambut baik para kelompok penerima manfaat. Salah satunya Suryanto (34), pengurus Organisasi Masyarakat Pencinta Lingkungan di Jalan Karet, Gang Angin Timur.

Suryanto mengatakan, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat dalam mengelola sampah di lingkungan. Sebelumnya, warga mengangkut sampah menggunakan karung dan sepeda motor biasa menuju tempat pengelolaan.

“Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak, sebuah kendaraan roda tiga yang sangat bermanfaat buat masyarakat lingkungan di Jalan Karet,” ujarnya usai menerima bantuan di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, kendaraan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kebersihan lingkungan agar kawasan tempat tinggal warga menjadi lebih tertata dan bersih.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta kelompok masyarakat penerima bantuan kendaraan memanfaatkan sarana tersebut secara optimal untuk kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Saat ini, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Kota Pontianak. 

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2025, timbulan sampah di Kota Pontianak mencapai 480,213 ton per hari. Dari jumlah tersebut, pengurangan sampah baru mencapai 18,87 persen, sehingga sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih sekitar 377,83 ton per hari.

“Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan besar yang dihadapi seluruh daerah, termasuk Kota Pontianak,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup telah mengamanatkan bahwa ke depan, pada tahun 2030, tidak ada lagi pembangunan TPA baru. Karena itu, pengelolaan sampah harus semakin diperkuat dari hulu ke hilir.

Edi menekankan, pengurangan sampah dari sumber dan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci penting untuk menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA. Masyarakat tidak bisa lagi hanya mengandalkan pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir.

“Penanganan sampah harus mengoptimalkan pengelolaan dari hulu ke hilir, pengurangan sampah dari sumber, dan perubahan perilaku masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Usmulyono menjelaskan, bantuan kendaraan roda tiga tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat, bukan perorangan. Penerima merupakan kelompok yang selama ini sudah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah di wilayahnya masing-masing.

“Bantuan ini diberikan kepada kelompok masyarakat yang sudah eksis mengelola sampah di daerahnya,” ujarnya.

Menurut Usmulyono, salah satu kendala yang dihadapi kelompok masyarakat selama ini adalah jarak menuju tempat pembuangan sementara atau TPS. Karena itu, kendaraan roda tiga diharapkan dapat membantu pengangkutan residu setelah sampah dipilah dan dikelola terlebih dahulu.

“Hambatan mereka adalah TPS yang jauh. Inilah wujud pemerintah daerah membantu mereka. Setelah mereka memilah, residunya yang mereka antar ke TPS,” jelasnya.

Ia menegaskan, kelompok penerima bantuan tidak hanya diminta mengangkut sampah, tetapi juga melakukan pendataan terhadap sampah yang dikumpulkan, dipilah, dan dikurangi. Dengan begitu, pengelolaan sampah dapat lebih terukur dan tidak seluruhnya berakhir di TPA.

“Kita minta mereka mengolah dulu, mendata berapa yang dikumpulkan, berapa yang bisa dikurangi. Residunya saja yang diantar ke TPS,” katanya.

Usmulyono menyebut, saat ini terdapat 23 bank sampah dalam binaan DLH Kota Pontianak. Dengan penyerahan bantuan kepada 17 kelompok masyarakat pada kesempatan ini, jumlah kelompok yang terlibat dalam pengelolaan sampah diharapkan semakin bertambah.

“Kita harapkan bank sampah ini berkembang terus. Yang kita harapkan adalah pengurangannya, jadi tidak semua sampah masuk ke TPA,” pungkasnya. (Muh)
Share:

Asia Africa Festival 2026 Teguhkan Semangat Bandung Berkolaborasi Global dan Keberlanjutan

Asia Africa Festival 2026 Teguhkan Semangat Bandung Berkolaborasi Global dan Keberlanjutan. (Dok. Pemkot Bandung)

Bandung, WaraWiri.net - Asia Africa Festival (AAF) 2026 resmi dibuka di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. Mengusung tema "Unity in Diversity, Rising in Harmony", festival ini meneguhkan kembali Semangat Bandung sebagai landasan memperkuat kolaborasi global, sekaligus menjawab tantangan masa depan melalui semangat keberlanjutan dan inklusivitas.

Pembukaan festival diawali dengan sambutan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain. Ia menyebut Bandung merupakan kota yang memiliki warisan sejarah luar biasa sebagai tempat lahirnya Dasasila Bandung, yang hingga kini terus menginspirasi nilai-nilai saling menghormati, kesetaraan, dialog damai, dan kerja sama internasional.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tema Asia Africa Festival 2026, yakni "Unity in Diversity, Rising in Harmony", yang mengingatkan bahwa keberagaman merupakan sumber kekuatan untuk mempererat persahabatan, saling pengertian, dan kolaborasi antarbangsa.

"Sebagai kota kelahiran Dasasila Bandung, Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen menjaga warisan tersebut melalui visi Bandung Utama, yakni membangun kota yang unggul, inklusif, amanah, maju, dan agamis," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunjukkan keramahan yang menjadi identitas Kota Bandung serta menjadikan festival ini sebagai momentum memperkuat persahabatan antarbangsa dan membangun dunia yang lebih damai, harmonis, dan sejahtera.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat, menilai Semangat Bandung perlu dimaknai sesuai tantangan zaman.

Jika pada masa lalu Semangat Bandung lahir sebagai simbol solidaritas dan perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika, kini semangat tersebut perlu berkembang menjadi Green Bandung Spirit.

Menurut Jumhur, perubahan iklim, pencemaran, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kerusakan ekosistem merupakan tantangan bersama yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.

"Sudah saatnya kita mentransformasikan Bandung Spirit menjadi Green Bandung Spirit, sebuah komitmen baru Asia dan Afrika untuk memperkuat solidaritas, inovasi, dan aksi bersama," katanya.

Ia juga menyebutkan, harmoni tidak hanya terwujud melalui hubungan antarmanusia, tetapi juga melalui hubungan yang selaras dengan alam.

Karena itu, pembangunan berkelanjutan harus dijalankan secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab, sembari mengajak seluruh pihak membangun budaya ecological repentance atau pertobatan ekologis sebagai perubahan cara pandang terhadap lingkungan.

Perspektif tersebut semakin diperkaya melalui sambutan Presiden DILANS (Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia) Indonesia, Farhan Helmy.

Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh peserta melihat tantangan global melalui sudut pandang yang lebih inklusif.

Farhan mengatakan, pengalaman hidup sebagai pengguna kursi roda membuatnya memahami bahwa hambatan terbesar sering kali bukan berasal dari kondisi fisik seseorang, melainkan dari sistem yang belum dirancang untuk mengakomodasi semua orang.

Ia menilai, persoalan perubahan iklim, aksesibilitas, kesehatan, kemiskinan perkotaan, hingga teknologi merupakan isu yang saling berkaitan dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

"Keberagaman bukanlah kelemahan kita. Yang menjadi kelemahan adalah eksklusi," ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak memperbarui Semangat Bandung melalui kolaborasi, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama untuk menjawab berbagai tantangan abad ke-21.

Usai rangkaian pembukaan, Asia Africa Festival 2026 dilanjutkan dengan Asia Africa Carnival yang menampilkan parade delegasi negara-negara Asia dan Afrika, perwakilan kota kembar (Sister City), mahasiswa internasional, peserta dari berbagai daerah di Indonesia, serta puluhan komunitas seni dan budaya.

Karnaval berlangsung di kawasan Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cikapundung Barat sebagai perwujudan semangat persahabatan, keberagaman, dan kolaborasi yang menjadi ruh penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026. (Isna)
Share:

OJK Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus PT BPR SAWA kepada Kejaksaan Negeri Sidoarjo

OJK Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus PT BPR SAWA kepada Kejaksaan Negeri Sidoarjo. (Dok. OJK)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan penyidikan perkara dugaan tindak pidana perbankan yang terjadi di PT BPR Sumber Artha Waru Agung (SAWA), Sidoarjo, Jawa Timur, dengan melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Kamis (9/7).

Penyelesaian penyidikan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pengawasan OJK yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari pengawasan rutin, pemeriksaan khusus, penyelidikan, hingga penyidikan. Langkah tersebut mencerminkan komitmen OJK dalam memastikan kepatuhan pelaku usaha jasa keuangan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan serta menjaga integritas industri perbankan dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

Dalam perkara tersebut, OJK menetapkan satu orang tersangka berinisial KI selaku Direktur Utama PT BPR SAWA Sebelumnya, Penyidik OJK telah melaksanakan pelimpahan berkas perkara Tahap I kepada Jaksa Penuntut Umum dan pada 29 Juni 2026 berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P.21).

Berdasarkan hasil penyidikan, tindak pidana tersebut diduga terjadi pada periode November 2017 hingga Agustus 2019. Tersangka diduga dengan sengaja menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan, laporan, maupun dokumen bank dan/atau dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kepatuhan bank terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perbuatan tersebut dilakukan melalui penginisiasian dan/atau persetujuan pemberian kredit, perpanjangan kredit secara berulang, dan/atau penambahan plafon kredit terhadap 13 fasilitas kredit atas nama 11 debitur dengan total plafon sebesar Rp5.835.000.000,00 (lima miliar delapan ratus tiga puluh lima juta rupiah) yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, OJK telah mencabut izin usaha PT BPR SAWA pada 24 Juli 2024. Pencabutan izin usaha tersebut merupakan bagian dari langkah pengawasan OJK untuk menjaga stabilitas dan integritas industri perbankan serta melindungi kepentingan nasabah dan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tindakan administratif tersebut tidak menghapus proses pertanggungjawaban pidana terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan tindak pidana perbankan, sehingga OJK tetap melanjutkan proses penyidikan hingga perkara dinyatakan lengkap dan memasuki tahap penuntutan.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 49 ayat (1) huruf a dan/atau Pasal 49 ayat (4) huruf b Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, juncto Pasal 20 huruf c dan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Atas dugaan tindak pidana tersebut, tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau pidana denda paling banyak kategori VII sebesar Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Penyelesaian penyidikan ini merupakan wujud komitmen OJK dalam menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan secara profesional, tegas, konsisten, dan berkelanjutan guna menjaga integritas sektor jasa keuangan, memperkuat disiplin kepatuhan pelaku usaha jasa keuangan, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Dalam penanganan tindak pidana di sektor jasa keuangan, OJK akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia. Sinergi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola sektor jasa keuangan, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan. (Subhan)
Share:

Panen Kacang Tanah di Brandgang, Lapas Perempuan Malang Perkuat Ketahanan Pangan

Panen Kacang Tanah di Brandgang, Lapas Perempuan Malang Perkuat Ketahanan Pangan. (Dok. Ditjenpas)

Malang, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang kembali panen kacang tanah yang dibudidayakan di lahan brandgang, Jumat (10/7). Tanaman yang dirawat oleh Warga Binaan selama sekitar tiga bulan tersebut dipanen bersama Kepala Lapas Perempuan Malang, Endang Margiati, beserta jajaran pejabat struktural.

Kegiatan ini merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.

Endang Margiati mengatakan lahan brandgang yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini dikembangkan menjadi area pertanian produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

"Kami ingin setiap jengkal lahan memberikan manfaat. Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami proses budidaya hingga pengelolaan hasil panen sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," ujarnya.

Salah seorang Warga Binaan, Okta, mengaku senang dapat terlibat dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen.

"Kami bangga karena hasil kerja kami bisa dinikmati. Kegiatan ini membuat kami lebih semangat mengikuti pembinaan sekaligus memberikan pengalaman yang bermanfaat," katanya.

Setelah dipanen, kacang diolah dengan cara direbus dan dipasarkan kepada Warga Binaan di lingkungan Lapas. Hasil penjualannya kemudian diberikan sebagai premi kepada Warga Binaan yang terlibat dalam proses budidaya. Skema tersebut menjadi bentuk apresiasi atas hasil kerja mereka sekaligus mendukung pembinaan kemandirian yang produktif dan bernilai ekonomi. (Fathi)
Share:

Perpusnas Gandeng Unpad Perkuat Literasi Masyarakat melalui KKN Tematik di 74 Desa Jawa Barat

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2026. (Dok. Perpusnas)

Jawa Barat, WaraWiri.net - Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, mengatakan bahwa Unpad menjadi salah satu dari 23 perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan Perpusnas dalam pelaksanaan KKN Tematik Literasi tahun ini. Sebelumnya, pada 2025, program tersebut melibatkan 21 perguruan tinggi dengan sekitar 10.400 mahasiswa di 17 provinsi.

"Tahun ini ada penambahan dua perguruan tinggi, salah satunya Universitas Padjadjaran. Setelah berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kami melihat adanya kebutuhan untuk bersama-sama meningkatkan pembangunan kecakapan literasi di Jawa Barat," ujarnya dalam Pelepasan KKN Mahasiswa Unpad Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Unpad Jatinangor, Jumat (10/7/2026).

Menurut Aminudin, Jawa Barat memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi, namun masih memiliki ruang untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).

"IPM-nya tinggi, tetapi secara keseluruhan literasinya masih rendah. Tingkat kegemaran membaca juga masih rendah. Mungkin membaca media sosial tinggi, tetapi membaca yang lebih serius masih menjadi tantangan," tuturnya.

Melalui program KKN Tematik Literasi, pada 2026 Perpusnas menjangkau 1.000 lokus di 18 provinsi. Khusus di Jawa Barat, 74 desa menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut. Di lokasi tersebut, sekitar 740 mahasiswa Unpad akan terlibat secara langsung dalam implementasi program literasi yang didukung Perpusnas. Adapun secara keseluruhan, Unpad menerjunkan 1.542 mahasiswa yang didampingi 74 dosen pembimbing lapangan ke 74 desa di Kabupaten Garut, Sukabumi, Cianjur, dan Tasikmalaya dengan mengusung tema "KKN Unpad Berdampak".

Program tersebut difokuskan pada penguatan literasi keuangan, pengentasan kemiskinan, dan kesehatan. Untuk mendukung pelaksanaannya, Perpusnas telah menyediakan masing-masing 1.000 judul buku di setiap desa lokasi KKN. 

"Kalau mahasiswa yang menggarap literasi berada di desa, di sana sudah tersedia seribu judul buku. Artinya, untuk 74 desa sudah tersedia sekitar 74 ribu judul buku. Ini merupakan bentuk komitmen Perpusnas dalam membangun budaya literasi bersama perguruan tinggi," jelasnya.

Ia menilai mahasiswa memiliki kedekatan yang lebih baik dengan masyarakat sehingga mampu menjadi penggerak literasi di tingkat desa. 

"Mahasiswa biasanya lebih mudah diterima masyarakat. Mereka datang bukan sebagai PNS, tetapi sebagai mitra yang bekerja dengan sepenuh hati. Karena itu kami mengajak mahasiswa bersama-sama membangun kecakapan literasi masyarakat desa sebagai tanggung jawab kita bersama," terangnya.

Lebih lanjut, Kepala Perpusnas berharap seluruh mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan manusia di Jawa Barat.

"Kerjakan KKN kali ini dengan sepenuh hati. Mudah-mudahan menjadi darma bakti mahasiswa kepada masyarakat dan benar-benar memberi dampak nyata bagi pembangunan manusia Jawa Barat, bahkan Indonesia," pesannya.

Sementara itu, Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, menyampaikan bahwa KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat.

Selain menjadi wahana belajar di luar kampus, KKN juga diharapkan mendukung berbagai program pemerintah sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Kami mengucapkan selamat belajar dan selamat melaksanakan KKN. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar langsung dari masyarakat. Kami juga menitipkan nama baik Universitas Padjadjaran agar senantiasa dijaga selama menjalankan pengabdian," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Asep Sukmana, menyatakan program KKN tahun ini sejalan dengan berbagai prioritas pembangunan daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah, hingga peningkatan literasi.

"Semoga tema KKN tahun ini benar-benar memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Jawa Barat. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan lancar, sehat, dan kembali membawa pengalaman serta ilmu yang diperoleh dari masyarakat," pungkasnya.

Kolaborasi Perpusnas, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah melalui KKN Tematik Literasi diharapkan semakin memperkuat ekosistem literasi berbasis masyarakat serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui budaya baca dan pembelajaran sepanjang hayat. (Alif)
Share:

PT PAL Indonesia Perkuat Keandalan KM Umsini dengan Modernisasi Sistem

COO Diana Rosa saat memaparkan pembaruan sistem kendali berbasis Programmable Logic Controller (PLC). (Dok. PT PAL)

Surabaya, WaraWiri.net - PT PAL Indonesia memastikan revitalisasi KM Umsini tidak hanya mengembalikan kondisi semula, namun juga menghadirkan peningkatan teknologi. Direktur Produksi PT PAL, Diana Rosa, menegaskan ini saat menerima kunjungan kerja Komisaris Utama PT PELNI, Soenarko Gatie Atmodjo, dan Direktur Utama PT PELNI, Budi Setyawan Wijaya.

KM Umsini merupakan kapal penumpang milik PT PELNI. Setelah mengalami kebakaran pada 2024, kapal berkapasitas sekitar 2.000 penumpang itu tidak lagi beroperasi. PT PAL Indonesia dipercaya menangani proses revitalisasi melalui pekerjaan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) guna mengembalikan kapal ke kondisi operasional dengan standar keselamatan dan keandalan yang optimal.

Diana Rosa menyebut peningkatan teknologi pada KM Umsini, diantaranya melalui pembaruan sistem kendali berbasis Programmable Logic Controller (PLC) yang berfungsi sebagai “otak” pengendali berbagai sistem operasional kapal. Modernisasi ini, kata dia, menggantikan sebagian mekanisme pengoperasian manual menjadi sistem yang lebih terotomasi dengan dukungan aktuator pneumatik, sehingga proses operasional menjadi lebih efisien, akurat, dan mudah dalam pemeliharaan.

“Peningkatan ini diharapkan mampu mendukung keandalan kapal sekaligus meningkatkan kemudahan perawatan sepanjang siklus operasinya,” ujar Rosa.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan perbaikan KM Umsini merupakan pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi. Kerusakan akibat kebakaran mengharuskan tim melakukan asesmen menyeluruh, rekonstruksi berbagai sistem, hingga serangkaian pengujian sebelum kapal dinyatakan laik beroperasi.

Di tengah berbagai tantangan teknis, sambung Rosa, PT PAL tetap mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan melalui transformasi proses kerja dan kolaborasi lintas disiplin tanpa mengompromikan kualitas.

“Bagi PT PAL, setiap tahapan perbaikan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan kenyamanan, sehingga saat KM Umsini kembali berlayar, masyarakat dapat menikmati moda transportasi antarpulau yang aman, nyaman, dan memenuhi standar keselamatan pelayaran” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PELNI, Budi Setyawan Wijaya, mengapresiasi kinerja PT PAL dalam merevitalisasi KM Umsini. Ia menilai PT PAL bukan hanya mitra kerja, tetapi mitra strategis dan menjadi bagian penting dari sistem pendukung armada PELNI.

“Kami berharap peran PT PAL sebagai backbone industri perkapalan nasional terus diperkuat. Perbaikan KM Umsini menjadi awal yang baik untuk memperkuat kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan,” katanya.

Kembalinya KM Umsini akan memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus mendukung kelancaran mobilitas penumpang dan distribusi logistik di wilayah Indonesia Timur. (Rizal)
Share:

B50 Diluncurkan, Pemerintah Targetkan Hemat Devisa Rp170 Triliun dan Stop Impor Solar

B50 Diluncurkan, Pemerintah Targetkan Hemat Devisa Rp170 Triliun dan Stop Impor Solar. (Dok. Kemen ESDM)

Jawa Barat, WaraWiri.net - Pemerintah menempatkan Program Mandatori Biodiesel B50 sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pencampuran 50 persen bahan bakar nabati ke dalam minyak solar, program ini memberi sejumlah manfaat, mulai dari penghentian impor produk solar, penghematan devisa hingga Rp170 triliun, peningkatan serapan CPO, penciptaan lapangan kerja, hingga penurunan emisi gas rumah kaca.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, B50 menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menekan ketergantungan impor solar. Dari konsumsi solar nasional sekitar 38 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun, Indonesia sebelumnya masih mengimpor sekitar 3 juta hingga 4 juta kiloliter.

"Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita. Dan ini adalah pertama kali, Bapak (Presiden)," ujar Bahlil saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Peluncuran B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Jika pada B40 penghematan devisa mencapai sekitar Rp133 triliun, melalui implementasi B50 penghematan devisa mencapai Rp170 triliun, memberi manfaat bagi sektor sawit melalui peningkatan kebutuhan CPO dari 15,2 juta ton menjadi 16,3 juta ton dan memperkuat kepastian pasar bagi petani. Nilai tambah industri CPO pun disebut naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun.

Bahlil menyebut implementasi B50 juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari 1,8 juta pada program B40 menjadi 2,1 juta orang melalui B50. Tak hanya itu yang program ini juga berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca.

"Upaya menjaga lingkungan juga diperkuat melalui penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2," kata Bahlil.

Sementara itu Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi telah menjadi prioritas sejak awal masa kepemimpinannya.

"Hari ini saya bangga hadir di sini. Hari ini hari yang saya tunggu-tunggu. Dari sejak saya belum dilantik jadi Presiden kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan harus swasembada pangan, harus swasembada energi," ucapnya.

Prabowo meminta pengembangan biodiesel tidak berhenti pada B50. Ia mendorong kajian dan inovasi terus dilakukan untuk membuka peluang peningkatan ke tahap berikutnya.

"Teruskan, jangan berhenti di B50. Kalau bisa B60," tegas Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan penerapan B50 harus menjadi momentum untuk terus memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal, inovasi berkelanjutan, serta pengelolaan yang memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. (Junaedi)
Share:

Pariwisata Indonesia Catatkan Pertumbuhan Positif Hingga Mei 2026

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. (Dok. Kemenpar)

Jakarta, WaraWiri.net - Sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan ketahanan dan daya saing di tengah dinamika geopolitik global dengan mencatatkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026 yang tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), surplus kunjungan wisatawan, serta pemulihan tingkat okupansi hotel yang semakin stabil.

Pertumbuhan positif ini menjadi sinyal bahwa berbagai program dan kebijakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan manfaat serta berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (9/7/2026), mengatakan perjalanan wisnus tetap menjadi penopang utama pergerakan pariwisata dalam negeri di tengah peningkatan kunjungan wisman. Pada saat yang sama, tingkat okupansi hotel menunjukkan pemulihan yang semakin stabil.

“Capaian ini menjadi indikator bahwa pariwisata Indonesia memiliki daya tahan sekaligus tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang penting,” kata Menpar Widiyanti.

Data menunjukkan, pada Mei 2026 kunjungan wisman mencapai 1,38 juta kunjungan atau meningkat 5,83 persen dibandingkan Mei 2025 yang tercatat sebanyak 1,31 juta kunjungan.

Secara kumulatif, sepanjang Januari–Mei 2026, Indonesia mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisman. Angka tersebut tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian Mei 2026 merupakan capaian kunjungan tertinggi sepanjang tahun berjalan, menunjukkan bahwa minat wisatawan asing terhadap Indonesia tetap kuat,” kata Menpar Widiyanti.

Pertumbuhan kunjungan wisman terutama ditopang pasar Asia Tenggara yang meningkat signifikan sebesar 11,06 persen, dari 547.521 kunjungan pada Mei 2025 menjadi 608.076 kunjungan pada Mei 2026.

Pertumbuhan juga tercatat dari pasar Timur Tengah sebesar 5,67 persen, Asia lainnya 5,37 persen, Oseania 4,69 persen, Afrika 3,72 persen, dan Amerika 1,13 persen.

Sementara itu, pasar Eropa mengalami kontraksi sebesar 5,91 persen di tengah gangguan dan ketidakpastian geopolitik global.

Kinerja kunjungan wisman tersebut sejalan dengan strategi adaptif Kemenpar yang terus memperkuat pasar short-haul dan medium-haul, sekaligus menjaga pasar jarak jauh yang memiliki kontribusi pengeluaran wisatawan tinggi.

Dari sisi wisatawan nusantara, pada Mei 2026 tercatat 106,16 juta perjalanan atau meningkat 8,69 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 97,67 juta perjalanan. Peningkatan terutama ditopang momentum libur nasional dan cuti bersama yang dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri.

Secara kumulatif, perjalanan wisnus sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang sebesar 508,67 juta perjalanan.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menjelaskan, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada Mei 2026 tercatat sebanyak 550.382 perjalanan. Jumlah tersebut turun 6,05 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 585.800 perjalanan.

Secara kumulatif, perjalanan wisnas pada Januari–Mei 2026 mencapai 3,69 juta perjalanan atau turun 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,84 juta perjalanan.

“Penurunan perjalanan ke luar negeri terjadi bersamaan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi dalam negeri tetap kuat dan semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Wamenpar menyampaikan, apabila dibandingkan dengan perjalanan wisnas, Indonesia masih mencatatkan surplus kunjungan wisatawan. Pada Mei 2026, jumlah kunjungan wisman melampaui perjalanan wisnas dengan surplus 0,83 juta kunjungan. Secara kumulatif sepanjang Januari–Mei 2026, surplus mencapai 2,37 juta kunjungan.

“Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia,” kata Ni Luh Puspa.

Pemulihan sektor akomodasi juga semakin stabil, tercermin dari tingkat okupansi hotel bintang. Pada Mei 2026, tingkat okupansi hotel mencapai 50,76 persen atau meningkat 2,48 poin persentase dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 48,28 persen.

Secara kumulatif pada Januari–Mei 2026, tingkat okupansi hotel bintang mencapai 46,99 persen, naik 2,14 poin persentase dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 44,85 persen.

“Okupansi hotel yang membaik menjadi sinyal positif bagi ekosistem pariwisata karena berhubungan langsung dengan pergerakan wisatawan, pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi pendukung di destinasi,” kata Wamenpar.

Sinergi Perkuat Ekosistem Pariwisata

Menpar Widiyanti menyampaikan, sepanjang Juni 2026 Kemenpar terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian dan Lembaga.

Kemenpar melakukan koordinasi lintas sektor melalui Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan.

Terdapat tiga arahan utama yang menjadi tindak lanjut Kemenpar. Pertama, mempercepat pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, secara terintegrasi dengan pengembangan wilayah, bandar udara, serta konektivitas penerbangan.

Kedua, memperkuat promosi dan pengembangan pola perjalanan wisata terpadu. Ketiga, menyelaraskan dukungan anggaran, pembukaan rute penerbangan internasional, serta sinergi pemerintah daerah dan pengelola bandar udara untuk pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Pecepatan

Persiapan Libur Sekolah 2026

Dalam menyambut periode liburan sekolah, Kemenpar sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.

Untuk memastikan implementasi, Kemenpar menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional bersama Kepala Dinas Pariwisata atau perwakilan pemerintah daerah se-Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pariwisata juga mendorong pemerintah daerah dan pengelola destinasi untuk memperbarui dan memvalidasi data destinasi wisata rawan bencana secara berkala guna mendukung pengelolaan risiko yang lebih efektif. Hingga 25 Mei 2026, sebanyak 5.145 daya tarik wisata di 36 provinsi telah dipetakan berdasarkan tingkat kerawanannya.

“Kemenpar juga melakukan visitasi ke 139 titik destinasi wisata untuk memastikan kesiapan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan selama periode liburan,” kata Menpar Widiyanti.

Promosi Pariwisata Indonesia

Promosi pariwisata Indonesia juga terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sales mission, business matching, business gathering, forum, dan pameran internasional. Guna menarik kunjungan wisatawan mancanegara,sepanjang Mei dan Juni 2026, Kemenpar berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi di sejumlah negara, yakni Tiongkok, Korea Selatan, India dan Malaysia. Selain itu dilakukan juga promosi pariwisata dalam negeri untuk mendorong perjalanan wisatawan nusantara.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, tercatat potensi perjalanan sebanyak 36.807 pax, potensi transaksi sebesar Rp7,27 miliar, serta potensi devisa mencapai Rp559,48 miliar.

“Promosi ini penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan wisatawan mancanegara terus terjaga,” tutur Menpar Widiyanti.

KEN Gerakkan Ekonomi Daerah

Dari pelaksanaan event daerah, Wamenpar Ni Luh Puspa menyampaikan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi salah satu instrumen penting dalam menggerakkan pariwisata dan perekonomian daerah. Kemenpar mendukung 125 event daerah terkurasi yang tersebar di 38 provinsi.

Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai dilaksanakan, dua event sedang berlangsung, dan 87 event dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2026.

Dari 36 event yang telah terlaksana, sebanyak 23 event telah selesai dikaji dampaknya dan mencatatkan 1,34 juta pengunjung serta transaksi ekonomi langsung sebesar Rp90,53 miliar.

Pelaksanaan event tersebut juga melibatkan 10,61 ribu UMKM dan 23,59 ribu pekerja seni, serta membuka lapangan kerja bagi 20,27 ribu tenaga kerja.

“Momentum penyelenggaraan KEN yang banyak berlangsung pada musim liburan menjadi penting karena mampu menggerakkan perjalanan wisatawan, meningkatkan eksposur destinasi, dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat di daerah,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa. (Fathi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING