Produksi Kapal Baru Naik Signifikan, Menperin Sarmuji Pacu Daya Saing Industri Galangan. (Dok. Kemenperin)
Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya memperkuat industri perkapalan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi kapal baru, optimalisasi fasilitas reparasi, serta penguasaan teknologi galangan kapal. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memanfaatkan besarnya potensi industri maritim Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri perkapalan dalam negeri.
“Potensi galangan kapal kita sebenarnya luar biasa, baik untuk memproduksi maupun mereparasi kapal. Indonesia adalah negara yang dihubungkan oleh laut. Kebutuhan terhadap transportasi kapal sangat besar, baik kapal penumpang maupun kapal pengangkut barang. Karena itu, kalau Indonesia tidak kuat di bidang ini, sebenarnya kita rugi sekali,” kata Menperin pada acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DWP) Institusi Industri Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta, Selasa (20/10).
Menperin mengungkapkan, besarnya kebutuhan transportasi laut nasional seharusnya menjadi peluang bagi industri galangan kapal dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar. Namun, potensi tersebut masih perlu dioptimalkan agar industri perkapalan Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara yang telah lebih maju.
“Kalau dibandingkan dengan negara lain yang sudah lebih maju, kita harus melakukan refleksi diri. Dengan potensi yang kita miliki dibandingkan dengan realitas saat ini, tentu masih banyak yang harus kita kejar,” ujarnya.
Oleh karena itu, Sarmuji menekankan pentingnya kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, IPERINDO, dan seluruh pelaku industri perkapalan serta sarana lepas pantai untuk mempercepat pengembangan industri nasional.
“Kolaborasi dengan IPERINDO dan seluruh industri perkapalan serta sarana lepas pantai, termasuk kerja sama yang baik dengan pemerintah, sangat diperlukan demi kemajuan industri perkapalan kita,” tegasnya.
Menperin menyampaikan, industri perkapalan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarpulau, kelancaran distribusi logistik, serta penguatan aktivitas ekonomi nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan industri galangan kapal yang tangguh untuk memenuhi kebutuhan armada transportasi laut secara berkelanjutan.
Dari sisi kinerja, industri alat angkutan menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan sebesar 5,54 persen secara tahunan pada triwulan II tahun 2026. Capaian ini menjadi salah satu indikator penting bagi penguatan ekosistem industri transportasi nasional, termasuk industri perkapalan.
Sementara itu, kinerja pembangunan kapal baru nasional menunjukkan perkembangan yang berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, pembangunan kapal baru tercatat sebesar 163,87 ribu deadweight tonnage (DWT), kemudian meningkat menjadi 461,29 ribu DWT pada 2022 dan 940,21 ribu DWT pada 2023.
Setelah mengalami penurunan menjadi 187,71 ribu DWT pada 2024, realisasi pembangunan kapal baru kembali meningkat signifikan menjadi 660,11 ribu DWT pada 2025 atau tumbuh sekitar 251,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menunjukkan adanya peluang penguatan kapasitas produksi kapal baru di dalam negeri. Di sisi lain, aktivitas reparasi kapal juga menunjukkan perkembangan positif, dari 11,08 juta DWT menjadi 11,57 juta DWT.
Meski demikian, penguatan daya saing industri perkapalan masih menghadapi sejumlah tantangan. Hal tersebut antara lain tercermin dari nilai perdagangan kapal sepanjang 2022 hingga Juni 2026, dengan ekspor mencapai USD4,53 miliar, sementara impor sebesar USD5,30 miliar.
Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya ruang bagi industri galangan kapal nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Kemenperin terus mendorong penguatan ekosistem industri perkapalan melalui peningkatan penggunaan komponen produksi dalam negeri, penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia industri, serta penguatan keterkaitan antara industri galangan kapal dan industri pendukungnya.
Penguatan industri komponen dalam negeri juga menjadi bagian penting untuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memperbesar nilai tambah industri perkapalan nasional.
Transformasi Galangan Kapal
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus DPP IPERINDO Masa Bakti 2026–2030 oleh Menteri Perindustrian menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pelaku industri perkapalan nasional.
Menurutnya, kepengurusan baru yang terbentuk melalui Rapat Umum Anggota pada Agustus 2026 diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai potensi industri perkapalan, baik pada kegiatan pembangunan kapal baru maupun reparasi kapal.
“Pengukuhan oleh Bapak Menteri Perindustrian memberikan semangat bagi kami, seluruh insan dan pelaku industri perkapalan, untuk bekerja secara maksimal. Kami akan berupaya mengoptimalkan potensi yang ada, baik dalam industri reparasi maupun pembangunan kapal baru,” ujar Anita.
Anita mengakui bahwa besarnya potensi industri perkapalan Indonesia juga menghadirkan tantangan bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan produksi. Oleh karena itu, IPERINDO berkomitmen mendorong penguatan industri galangan kapal melalui transformasi teknologi dan peningkatan efisiensi operasional.
“Transformasi di bidang galangan kapal, baik melalui pengembangan digitalisasi maupun penerapan teknologi industri, akan terus kami tingkatkan. Dengan demikian, kegiatan dan proses produksi galangan kapal dapat berjalan lebih efisien, efektif, serta memiliki daya saing yang semakin tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengurus IPERINDO akan berupaya memaksimalkan potensi industri perkapalan nasional agar mampu menjawab kebutuhan pasar dan memperkuat kemampuan industri dalam negeri.
Melalui sinergi dengan pemerintah, IPERINDO diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong modernisasi fasilitas galangan kapal, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemampuan industri nasional dalam memproduksi kapal baru dan melaksanakan reparasi kapal.
Menperin berharap kepengurusan IPERINDO yang baru dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi industri perkapalan nasional. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci agar besarnya potensi maritim Indonesia dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi industri dalam negeri.
Dengan penguatan kapasitas produksi, penguasaan teknologi, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, industri perkapalan nasional diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan armada dalam negeri sekaligus memperluas peluang untuk bersaing di pasar internasional. (Ros)