KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan untuk Cegah IUU Fishing

KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan untuk Cegah IUU Fishing. (Dok. KKP)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Organisasi Buruh Internasional (ILO) mendorong terciptanya kondisi kerja layak bagi awak kapal perikanan, sebagai bagian dari upaya mencegah praktik Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing).

Dorongan ini disampaikan dalam lokakarya regional “Memperkenalkan Kondisi Kerja Layak di Sektor Perikanan” yang diselenggarakan Sekretariat Regional Plan of Action to Promote Responsible Fishing Practices including Combating Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (RPOA-IUU) bekerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jakarta, 15-16 September 2026.

“IUU Fishing bukan hanya persoalan pencurian ikan saja. Namun illegal fishing sering berasosiasi dengan kejahatan lain yaitu pelanggaran ketenagakerjaan, mengabaikan keselamatan, bahkan eksploitasi awak kapal. Karena itu, pengawasan harus melihat seluruh aspek operasional kapal, mulai dari legalitas, dokumen, alat tangkap, hasil tangkapan, hingga kondisi kerja dan keselamatan awak kapal,” ujar Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho Saksono atau yang akrab disapa Ipunk dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (21/9).

Lokakarya selama dua hari itu melibatkan negara-negara peserta RPOA-IUU, pakar dari ILO, FAO, WCPFC, dan FFA, otoritas ketenagakerjaan, lembaga penegak hukum, perwakilan asosiasi serikat pekerja perikanan untuk membahas keterkaitan antara IUU Fishing dengan eksploitasi tenaga kerja perikanan serta pentingnya menerapkan kondisi kerja layak.

Menurut Ipunk, perikanan yang bertanggung jawab harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap manusia yang bekerja di dalamnya. Karena itu, penguatan kerja sama lintas sektor dan lintas negara menjadi penting untuk mengidentifikasi kapal yang tidak patuh sekaligus mencegah terjadinya eksploitasi awak kapal.

“Kami ingin memastikan kapal yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia tidak hanya patuh terhadap ketentuan perikanan, tetapi juga menjamin keselamatan dan kondisi kerja yang layak bagi awak kapalnya. Pengawasan perikanan membutuhkan sinergi antara otoritas perikanan, ketenagakerjaan, penegak hukum, serta negara-negara di kawasan,” Pungkasnya.

Sekretaris Ditjen PSDKP selaku Direktur Eksekutif Sekretariat RPOA-IUU Saiful Umam, menambahkan bahwa perikanan yang bertanggung jawab tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan stok ikan, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial dalam pengelolaan perikanan. 

“Kami mendorong negara-negara anggota RPOA-IUU untuk terus meningkatkan kondisi kerja layak dalam sistem pengelolaan perikanan nasionalnya guna mewujudkan perikanan yang aman, adil, dan bertanggung jawab di seluruh kawasan serta mencegah illegal fishing,” ujar Saiful.

Lokakarya membahas standar internasional terkait kondisi kerja dan kehidupan nelayan, termasuk Konvensi ILO No 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan, 2007 yang mencakup kondisi kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, pelayanan medis, serta jaminan sosial.

Peserta juga membahas perkembangan standar regional yang diterapkan oleh Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) dan ASEAN serta strategi untuk mengintegrasikan standar ketenagakerjaan internasional ke dalam kerangka kerja regional RPOA-IUU. (Muh)
Share:

KKP Musnahkan Satu Ton Pakan, Obat Ikan dan Alat Tangkap Ilegal di Banda Aceh

KKP Musnahkan Satu Ton Pakan, Obat Ikan dan Alat Tangkap Ilegal di Banda Aceh. (Dok. KKP)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kelautan dan Perikanan memusnahkan 1.075 kilogram pakan dan obat ikan ilegal serta 15 set alat tangkap merusak di Banda Aceh, beberapa hari lalu. Selain melakukan pemusnahan, KKP menyerahkan empat kompresor hasil pengawasan ke tiga Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk mendukung kegiatan praktikum siswa.

Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho Saksono, menjelaskan bahwa barang hasil pengawasan berupa pakan dan obat-obatan ikan serta alat tangkap ilegal tersebut diamankan pada saat pelaksanaan patroli di laut serta pengawasan unit usaha budidaya di wilayah kerja Pangkalan PSDKP Lampulo.

"Ada 14 set mini trawl dan 1 set alat setrum ikan yang kita musnahkan karena berpotensi mengancam kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan. Sementara, pakan dan obat ikan juga dimusnahkan karena keamanan dan kualitasnya tidak terjamin, mengingat belum terdaftar di KKP," ujar Ipunk dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (19/9).

Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan, Sahono Budianto menambahkan, empat kompresor yang diserahkan ke SMK Negeri 4 Banda Aceh, SMK Negeri 1 Calang Aceh Jaya, dan SMK Negeri 1 Samatiga Aceh Barat itu, sebelumnya dipakai sebagai alat bantu pernasapan saat menyelam menangkap ikan. Penggunaan kompresor dilarang karena mengancam keselamatan penggunanya dan dapat merusak ekosistem.

"Keempat unit kompresor ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran praktikum di SMK, terutama di bidang teknik mesin dan otomotif," ujar Sahono.

Sahono lebih jauh menerangkan, tindakan pemusnahan terhadap pakan dan obat ikan ilegal, mini set trawl dan alat setrum ikan serta penyerahan kompresor merupakan bagian dari tindakan Pengawas Perikanan dalam menangani barang hasil pengawasan.

“Barang-barang tersebut dalam konteks ini bukan merupakan barang bukti tindak pidana perikanan, melainkan barang hasil pengawasan yang diperoleh antara lain dari penyerahan secara sukarela oleh masyarakat atau hasil temuan yang tidak diketahui pemiliknya. Karena itu, terhadap barang tersebut dilakukan penanganan sesuai status dan jenis barangnya,” tegas Sahono.

Sementara itu, Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo, Abdul Quddus menerangkan bahwa proses pemusnahan juga dilakukan secara bersamaan di Satuan PSDKP Padang, Sumatera Barat. “Demi pertimbangan keamanan, maka barang-barang cair seperti obat ikan tidak semuanya dimusnahkan di Banda Aceh, tapi kami lakukan di Padang,” ungkap Quddus. (Muh)
Share:

BMKG Tingkatkan Layanan UPT untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat Jambi

BMKG Tingkatkan Layanan UPT untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat Jambi. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat layanan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Provinsi Jambi di tengah meningkatnya kebutuhan informasi cuaca, iklim, dan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.

Penguatan tersebut menjadi perhatian Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rangkaian kunjungan kerja dan audiensi di Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi dan Stasiun Klimatologi Kelas II Jambi, Sabtu (19/9). Kegiatan turut diikuti perwakilan Stasiun Meteorologi Kelas II Depati Parbo Kerinci.

Kunjungan dilakukan ketika kualitas udara menjadi salah satu perhatian di Jambi. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Sabtu (19/9) pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 atau partikel halus di udara tercatat 107,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) di Kota Jambi dan 98,1 µg/m³ di Muaro Jambi. Kedua hasil pemantauan tersebut berada pada kategori Tidak Sehat.

Kondisi ini memperlihatkan pentingnya kesiapan layanan BMKG di daerah. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa penguatan UPT menjadi bagian penting dari arah organisasi karena layanan BMKG bersentuhan langsung dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai sektor pengguna informasi.

“Arah besar yang sedang kita tuju adalah penguatan UPT, karena kualitas UPT tidak boleh kalah dibandingkan pusat,” ungkap Faisal.

Menurutnya, peningkatan kualitas UPT perlu ditopang kompetensi, integritas, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan di daerah. Kepala UPT juga didorong aktif membangun kepercayaan dan memperkuat interaksi dengan para mitra kerja agar layanan BMKG semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Faisal menambahkan, peran aktif UPT menjadi semakin penting dalam menghadapi kondisi cuaca dan iklim yang memerlukan respons bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

“Tahun ini, kemarau diprediksi akan lebih kering. Tim di UPT harus bergerak mencari solusi dan membersamai pemerintah daerah serta seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Layanan Berbasis Dampak untuk Masyarakat
Direktur Layanan Iklim Terapan Marjuki menilai layanan yang dikembangkan UPT BMKG di Jambi telah semakin dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan. Informasi kualitas udara dan kabut asap, misalnya, dapat menjadi pertimbangan bagi kegiatan penerbangan maupun kebijakan pemerintah daerah.

“Informasi yang diberikan oleh UPT BMKG Jambi sudah memberikan dampak kepada masyarakat luas dan dijadikan dasar pengambilan keputusan. Ini sudah berbasis dampak (impact-based),” ujar Marjuki.

Menurutnya, pengembangan layanan ke depan diarahkan pada penguatan informasi prediktif yang melengkapi hasil pemantauan. Data teknis seperti PM2.5 perlu disajikan secara mudah dipahami agar dapat mendukung langkah antisipasi masyarakat dan pemerintah daerah terhadap perkembangan kualitas udara.

“Tujuannya adalah mengemas informasi yang sudah dimiliki agar bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Upaya tersebut didukung oleh kapasitas pengamatan Stasiun Klimatologi Jambi yang cukup beragam. Selain memberikan layanan klimatologi, stasiun ini juga melakukan pengamatan kualitas udara, aerosol, dan gas rumah kaca dengan dukungan berbagai peralatan operasional.

Di sisi lain, kebutuhan layanan BMKG di Jambi tidak hanya berkaitan dengan karhutla dan kualitas udara. Informasi iklim dibutuhkan sektor pertanian dan perkebunan, layanan meteorologi mendukung keselamatan penerbangan, sementara wilayah barat Jambi juga memerlukan dukungan pemantauan kegempaan yang andal.

Kepala Pusat Standardisasi Instrumen MKG Rahmat Triyono menekankan pentingnya menjaga keandalan instrumen pengamatan, termasuk perangkat pemantauan di wilayah yang dipengaruhi aktivitas Sesar Siulak. Sementara itu, Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Ana Oktavia mendorong seluruh UPT BMKG di Jambi untuk saling mendukung melalui pemanfaatan data, keahlian teknis, dan sumber daya yang tersedia.

Melalui rangkaian kunjungan kerja tersebut, BMKG mendorong UPT di Provinsi Jambi untuk terus menghadirkan layanan yang responsif, mudah dipahami, dan sesuai kebutuhan daerah. Di tengah risiko kabut asap dan karhutla, informasi yang cepat dan akurat diharapkan semakin memperkuat langkah antisipasi, mendukung keselamatan, serta menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah daerah. (Ilham)
Share:

OJK Terbitkan Peraturan Tentang Pemegang Saham Bursa Efek

OJK Terbitkan Peraturan Tentang Pemegang Saham Bursa Efek. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek (POJK 13 Tahun 2026) yang telah berlaku sejak tanggal diundangkan pada 17 September 2026.

Penerbitan POJK 13 Tahun 2026 merupakan tindak lanjut amanat Angka 63 angka 3a Pasal 8 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang memberikan mandat kepada OJK untuk mengatur lebih lanjut mengenai pemegang saham Bursa Efek dalam bentuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

POJK 13 Tahun 2026 ini menjadi landasan hukum bagi Bursa Efek untuk melakukan langkah-langkah Demutualisasi Bursa Efek, yang akan mengubah struktur kepemilikan atas saham Bursa Efek dari yang semula terbatas hanya dimiliki oleh anggota Bursa Efek (mutual) menjadi dapat dimiliki oleh orang perseorangan dan/atau badan hukum Indonesia baik anggota Bursa Efek maupun bukan anggota Bursa Efek (demutual).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, menyatakan bahwa Demutualisasi Bursa Efek merupakan bagian penting dari rencana aksi percepatan reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia, mengingat langkah transformatif ini tidak hanya mengubah struktur kepemilikan Bursa Efek, tetapi juga akan membangun Bursa Efek yang lebih transparan, efisien, dan inovatif.

“Struktur Demutualisasi Bursa Efek yang memungkinkan kepemilikan secara luas oleh anggota bursa, investor strategis, dan publik akan mendorong peningkatan kualitas tata kelola, membuka akses permodalan yang lebih luas, dan percepatan pengembangan bagi Bursa Efek," kata Hasan. 

POJK 13 Tahun 2026 memuat pokok-pokok pengaturan yang meliputi saham Bursa Efek, pemisahan kepemilikan dan keanggotaan Bursa Efek, pelaksanaan Demutualisasi Bursa Efek, pemisahan fungsi pengaturan, pengawasan, dan bisnis, pembagian dividen, dan laporan Bursa Efek.

POJK 13 Tahun 2026 juga memuat sejumlah substansi pengaturan untuk menjamin independensi Bursa Efek dan penguatan pengawasan oleh OJK, diantaranya:
  • Demutualisasi Bursa Efek dilaksanakan dengan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek, integritas pasar, dan fungsi pengaturan serta pengawasan Bursa Efek oleh OJK.
  • Kepemilikan Bursa Efek oleh pihak selain Anggota Bursa Efek dilakukan dengan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek.
  • Kepemilikan saham Bursa Efek oleh pemegang saham Bursa Efek dipisahkan dari keanggotaan Bursa Efek.
  • Pemegang saham Bursa Efek dapat memiliki saham Bursa Efek paling banyak 5% (lima persen) dari jumlah saham Bursa Efek yang telah dikeluarkan.
  • Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan untuk kepemilikan saham lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah saham Bursa Efek yang telah dikeluarkan dimaksudkan untuk mencegah dominasi, konsentrasi kepemilikan saham, dan/atau pengendalian oleh satu Pihak, sehingga independensi Bursa Efek tetap terjaga.
  • Setiap Pihak dilarang memiliki saham Bursa Efek secara mayoritas (lebih dari lima puluh persen) baik secara langsung maupun tidak langsung termasuk melalui afiliasinya.
  • Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek dipilih dan wajib terlebih dahulu melalui Penilaian Uji Kemampuan dan Kepatutan oleh OJK.
  • Pemegang saham, Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek dalam pelaksanaan tugas dan kewenangannya tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal. (Junaedi)
Share:

Indonesia Koleksi Lima Medali, Menpora Erick Minta Atlet Jaga Fokus dan Semangat

Indonesia Koleksi Lima Medali, Menpora Erick Minta Atlet Jaga Fokus dan Semangat. (Dok. Kemenpora)

Jepang, WaraWiri.net - Kontingen Indonesia menutup rangkaian pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Minggu (20/9) dengan torehan lima medali, terdiri dari satu medali perak dan empat medali perunggu.

Medali perak dipersembahkan Sumaya dari cabang olahraga teqball nomor tunggal putri. Sementara empat medali perunggu masing-masing diraih Yoga Ardika Pratama dari teqball nomor tunggal putra, Seraf Naro Siregar dari wushu, empat medali perunggu diraih Seraf Naro Siregar dari wushu nomor changquan putra, Yoga Ardika Putra dari teqball nomor tunggal putra, tim beregu putra soft tenis, serta Leica Al Humaira Lubis dari karate nomor kumite +68 kg putri. 

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengapresiasi perjuangan seluruh atlet Indonesia yang telah bertanding pada hari kedua Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Saya mengapresiasi perjuangan dan kerja keras seluruh atlet Indonesia hari ini. Lima medali yang kita raih adalah hasil dari proses, disiplin, kerja keras, dan semangat juang para atlet. Terima kasih kepada atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh tim yang terus berjuang untuk Merah Putih,” ujar Menpora Erick.

Erick menilai torehan pada hari pertama menjadi modal penting untuk menjaga semangat dan kepercayaan diri kontingen Indonesia. Menurutnya, perjuangan masih panjang dan peluang untuk menambah medali masih terbuka.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita terus menjaga fokus. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Jangan cepat puas, tetapi juga jangan terbebani. Bertanding dengan percaya diri, disiplin, dan berikan kemampuan terbaik untuk Indonesia,” kata Menpora.

Memasuki Senin (21/9), sejumlah cabang olahraga kembali memiliki peluang untuk menambah koleksi medali Indonesia.

“Besok perjuangan kembali berlanjut. Ada peluang kita menambah koleksi medali. Saya berharap para atlet menjaga fokus, semangat, dan kondisi terbaiknya. Kami di pemerintah akan terus memberikan dukungan agar para atlet bisa bertanding dengan maksimal,” ujarnya.

Menpora juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada seluruh kontingen yang tengah berjuang di Aichi-Nagoya.

“Untuk seluruh masyarakat Indonesia, mari terus kita dukung dan doakan perjuangan para atlet kita. Medali adalah hasil dari sebuah proses panjang, tetapi yang paling utama adalah bagaimana Merah Putih terus berjuang dan menunjukkan prestasi terbaik di panggung Asia. Semangat untuk seluruh kontingen Indonesia,” tutur Erick. (Rizal)
Share:

Atlet Wushu Eugenia Diva Sumbang Perunggu di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

Atlet Wushu Eugenia Diva Sumbang Perunggu di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Dok. Kemenpora)

Jepang, WaraWiri.net - Eugenia Diva Widodo berhasil menyumbangkan medali perunggu pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Senin (21/9). Eugenia meraih perunggu dari nomor Changquan setelah meraih total nilai 9,706. 

Untuk medali emas dibawa pulang Sham HYL (Hongkong) dengan 9,713 poin dan perak didapat Sou CM (Makau) usai mengumpulkan 9,710 poin.

Kendati target utama kontingen Indonesia adalah meraih medali emas, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang hadir langsung untuk memberikan dukungan juga menegaskan setiap capaian medali dari para atlet yang bertanding patut dihargai.

“tentu apresiasi kepada para atlet yang sudah berjuang mendapatkan perunggu, perak, luar biasa,” ujar Erick Thohir usai menyaksikan pertandingan.

Sementara, Eugenia mengaku puas atas capaian ini. Sebab, perunggu didapatnya merupakan hasil latihan dia selama ini. 

“Hari ini puas banget, hasilnya ini adalah apa yang aku latih hari ini,” katanya.

Dia menerangkan, laga yang dijalani kali ini cukup ketat, karena lawan yang dihadapinya adalah atlet kelas dunia.

“Lawan cukup bagus dan berlangsung ketat. Bahkan nilainya beda tipis-tipis. Tapi aku berusaha rileks. Ini adalah langkah untuk menatap kompetisi selanjutnya. Terima kasih atas dukungan dan doanya,” pungkas Eugina. (Rizal)
Share:

Kemenperin Akselerasi Modernisasi Industri Agro melalui Program Restrukturisasi Mesin

Kemenperin Akselerasi Modernisasi Industri Agro melalui Program Restrukturisasi Mesin. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor industri agro, khususnya hasil hutan dan perkebunan, melalui Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Sektor Industri Agro Tahun Anggaran (TA) 2026.

Program ini disosialisasikan oleh Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan (IHHP), Direktorat Jenderal Industri Agro, kepada para pelaku industri di Bogor beberapa waktu lalu. Sosialisasi tersebut membahas tata cara dan mekanisme program, tata cara pendaftaran melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), pemanfaatan mesin dan peralatan produksi dalam negeri, penerapan prinsip industri hijau, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta tahapan verifikasi hingga pencairan bantuan reimbursement.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa restrukturisasi mesin dan peralatan merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi industri nasional. Langkah ini diharapkan tidak hanya mendongkrak kapasitas produksi, tetapi juga memperkokoh ekosistem industri dari hilir ke hulu.

“Restrukturisasi mesin dan peralatan menjadi salah satu instrumen utama untuk mengakselerasi peningkatan produktivitas, efisiensi, kapasitas, serta daya saing industri. Modernisasi peralatan produksi juga perlu diarahkan untuk memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan nilai tambah, dan membangun ekosistem yang semakin tangguh,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta (21/9).

Menanggapi arahan tersebut, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menyoroti pentingnya modernisasi teknologi dan diversifikasi produk, khususnya pada sektor hasil hutan dan perkebunan. Menurutnya, pembaruan fasilitas produksi menjadi kunci utama agar pelaku industri mampu menjaga keberlanjutan proses bisnisnya di tengah persaingan pasar.

Sejalan dengan hal itu, Plt. Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, R.R. Citra Rapati, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk memotivasi sektor industri dalam mengadopsi teknologi modern.

“Melalui Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan, kami ingin memacu industri hasil hutan dan perkebunan agar melakukan pembaruan teknologi. Dengan demikian, proses produksi menjadi lebih efisien, kapasitas dan produktivitas meningkat, serta kualitas produk semakin baik sehingga menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih tinggi,” jelas Citra.

Digitalisasi Proses Pendaftaran dan Pemanfaatan Mesin Dalam Negeri serta Industri Hijau

Proses pendaftaran program dilakukan secara digital melalui menu e-Services pada SIINas. Kemenperin menekankan pentingnya kesiapan data perusahaan, laporan produksi, dan INDI 4.0 sebelum pengajuan dilakukan. Untuk TA 2026, pendaftaran industri prioritas berlangsung pada 21–27 September, sedangkan pendaftaran umum pada 28 September–13 November 2026.

Upaya penguatan industri hasil hutan dan perkebunan turut didukung oleh kemampuan industri permesinan dalam negeri yang kian mampu memenuhi kebutuhan sektor agro. Sinergi antara industri pengguna dan produsen mesin dalam negeri sangat krusial untuk memperkuat ekosistem industri nasional.

Dari aspek keberlanjutan, modernisasi mesin diarahkan pada peningkatan efisiensi energi dan sumber daya, pengurangan dampak lingkungan, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular. Sementara itu, untuk mendukung pemanfaatan produk dalam negeri, telah dilakukan langkah reformasi TKDN yang difokuskan pada penyederhanaan perhitungan serta peningkatan pemanfaatan produk dalam negeri.

Perkuat Verifikasi hingga Pencairan Bantuan

Untuk memperlancar proses verifikasi, pelaku industri calon peserta program perlu memastikan kelengkapan dokumen dan validitas data. Tahapan pengajuan meliputi pemeriksaan administratif, verifikasi lapangan, evaluasi oleh Tim Teknis, hingga penetapan dan pencairan bantuan.

Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan TA 2026 menetapkan nilai pembelian mesin minimal Rp300 juta. Program ini menargetkan reimbursement sebesar Rp3,2 miliar untuk minimal empat industri, dengan nilai reimbursement maksimal Rp1 miliar per perusahaan.

Dengan sinergi antara digitalisasi layanan, penguatan kapasitas mesin dalam negeri, penerapan kebijakan TKDN, transformasi industri hijau, serta mekanisme verifikasi yang transparan, Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan diharapkan mampu memperkokoh fondasi industri hasil hutan dan perkebunan agar semakin produktif, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (Putra)
Share:

Bahas Investasi hingga Teknologi, Indonesia-Bulgaria Perkuat Kerja Sama Industri

Bahas Investasi hingga Teknologi, Indonesia-Bulgaria Perkuat Kerja Sama Industri. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Indonesia dan Bulgaria memiliki sejumlah kesamaan dalam perkembangan sektor industri. Di tengah karakter ekonomi dan potensi sumber daya yang berbeda, kedua negara sama-sama memiliki industri manufaktur yang berkembang dan mencakup berbagai sektor strategis, antara lain pada industri makanan dan minuman, otomotif, mesin dan peralatan, logam, serta produk kimia.

Berbagai sektor tersebut tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui perdagangan, investasi, penguasaan teknologi, dan kerja sama antarpelaku industri. Oleh karena itu, kedua negara melakukan pertemuan yang membahas kerja sama konstruktif untuk memperkuat industri di Indonesia maupun Bulgaria.

“Kami memandang pertemuan ini sebagai bentuk konkret dari upaya bersama untuk terus memajukan sektor perekonomian, khususnya di bidang industri dan manufaktur,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (21/9).

Kerja sama tersebut memiliki dasar ekonomi yang terus berkembang. Pada 2025, total perdagangan Indonesia dan Bulgaria mencapai sekitar USD230,5 juta, dengan tren pertumbuhan rata-rata 13,34 persen selama 2021–2025. Ekspor Indonesia ke Bulgaria mencapai USD147,4 juta pada 2025 dan mencatat tren pertumbuhan rata-rata 31,13 persen dalam periode yang sama. Produk Indonesia yang masuk ke pasar Bulgaria antara lain bijih dan terak, aluminium, karet, besi dan baja, produk sawit dan turunannya, serta kertas.

Dari sisi investasi, nilai investasi Bulgaria di Indonesia selama 2021–2025 mencapai USD5,59 juta. Nilai tersebut menjadi bagian dari hubungan ekonomi kedua negara yang masih memiliki ruang untuk dikembangkan, terutama melalui investasi di sektor manufaktur. Sejumlah peluang yang dapat dijajaki mencakup pembangunan fasilitas produksi pada industri agro, mesin perkakas, serta pengembangan klaster industri.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy menyampaikan, kerja sama industri Indonesia dan Bulgaria dapat dikembangkan tidak hanya melalui perdagangan, tetapi juga investasi dan pertukaran pengetahuan.

“Kerja sama Indonesia dan Bulgaria dapat diarahkan pada penguatan industri bernilai tambah, pengembangan fasilitas produksi, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi. Pengalaman Bulgaria dalam pengembangan klaster industri juga dapat menjadi referensi bagi pengembangan kawasan industri di Indonesia,” ujarnya.

Pengembangan klaster industri menjadi salah satu bidang yang dapat dipelajari bersama. Model ini mempertemukan perusahaan, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam satu ekosistem untuk mendukung perkembangan industri. Indonesia terbuka untuk mempelajari pengalaman Bulgaria dalam penerapan model klaster industri di Eropa, termasuk pengembangan Eco-Industrial Park. Sebaliknya, Indonesia memiliki pengalaman pengembangan kawasan industri yang dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan.

“Potensi kerja sama teknologi tinggi juga menjadi bagian yang menarik untuk ditindaklanjuti. Sejumlah perusahaan Bulgaria memiliki kompetensi di bidang yang relevan dengan kebutuhan pengembangan industri Indonesia, sehingga peluang transfer teknologi, kemitraan, maupun investasi bersama dapat dijajaki lebih lanjut,” tambah Tri.

Dalam pertemuan Wamenperin Faisol dengan Wakil Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria, Mihaela Georgieva Karadimova pada Senin (14/9), pembahasan terkait penguatan hubungan industri kedua negara turut mencakup akses pasar. Indonesia menyampaikan peluang untuk meningkatkan ekspor produk industri nasional ke Bulgaria sekaligus menjajaki peran Bulgaria sebagai salah satu pintu masuk menuju pasar Uni Eropa.

Wamenperin menuturkan, produk yang berpotensi dikembangkan antara lain panel surya dan peralatannya, alat kesehatan, karet, produk sawit, ikan kaleng, dan kakao. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui business matching, identifikasi kebutuhan industri, dan fasilitasi informasi mengenai persyaratan pasar.

Pertemuan Indonesia dan Bulgaria diharapkan memperluas kerja sama ekonomi kedua negara dari perdagangan menuju hubungan industri yang lebih beragam, mulai dari investasi dan pengembangan fasilitas produksi hingga teknologi, sumber daya manusia, dan akses pasar.

“Tahun 2026 merupakan momentum yang istimewa bagi hubungan Indonesia dan Bulgaria karena kedua negara memperingati 70 tahun hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak tahun 1956. Peringatan 70 tahun ini menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat kerja sama industri yang saling menguntungkan dan dapat ditindaklanjuti secara konkret,” pungkas Faisol. (Putra)
Share:

Peringati Hari Sungai dan World Cleanup Day, TelkomGroup Angkut 5,1 ton Sampah dari Kali Krukut

Peringati Hari Sungai dan World Cleanup Day, TelkomGroup Angkut 5,1 ton Sampah dari Kali Krukut. (Dok. Telkom Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company, PT Telkom Landmark Tower (TLT) menggelar aksi bersih Kali Krukut di sekitar kawasan The Telkom Hub, Jakarta, pada Jumat (18/9). Diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sungai dan World Cleanup Day, kegiatan ini berhasil mengangkat 19 m³ atau setara dengan 5,1 ton sampah dari sejumlah titik di sepanjang aliran Kali Krukut. Aksi bersih ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga jajaran kecamatan dan kelurahan setempat sebagai upaya bersama menjaga kebersihan lingkungan di sekitar wilayah operasional TelkomGroup.

Pada kesempatan terpisah, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza mengatakan, “Aksi sederhana seperti ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana implementasi program ESG Telkom bukan hanya sekedar pelengkap, tapi suatu program berkelanjutan dengan dampak positif yang luas. Karena ketika lingkungan terjaga, yang ikut tumbuh bukan hanya produktivitas bisnis Telkom, tetapi juga ekosistem di sekitarnya.”

Sejalan, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menyampaikan, “Sungai mengajarkan kita bahwa lingkungan tidak mengenal batas administratif. Apa yang terjadi di satu wilayah pada akhirnya dapat berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, kami melihat aksi hari ini bukan hanya sebagai upaya membersihkan sungai, tetapi sebagai bagian dari komitmen TelkomGroup untuk terus menjaga ruang hidup bersama, terutama di lingkungan operasional kami, dan memberikan manfaat yang lebih bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.”

Kali Krukut yang mengalir sepanjang 31,39 kilometer dan melintasi area The Telkom Hub masih menghadapi persoalan kebersihan di sejumlah titik. Sampah yang menggenang pada permukaan air maupun menumpuk di bantaran sungai tidak hanya mengganggu kebersihan kawasan, tetapi juga berpotensi memengaruhi ekosistem dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, aksi bersih ini turut melibatkan karyawan TelkomGroup bersama petugas kebersihan lingkungan (Pasukan Oren) dan petugas penanganan kebersihan saluran air dan banjir (Pasukan Biru). Para peserta turun langsung membersihkan sampah di sejumlah titik sepanjang aliran Kali Krukut, mulai dari permukaan air hingga area bantaran sungai. Keterlibatan berbagai pihak ini sekaligus memperkuat kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Peserta bergerak ke sejumlah titik untuk mengangkat sampah dari permukaan air, bantaran, hingga area sekitar aliran sungai. Dari total 5,1 ton sampah yang terkumpul, sebanyak 4,5 ton merupakan sampah dari sungai dan 0,6 ton berupa sampah kering. Seluruh sampah kemudian diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai pengelolaannya.

“Harapannya acara ini dapat membuat kita lebih nyaman untuk beraktivitas di lingkungan sekitar, namun tidak berhenti sampai sini saja, semoga kedepannya akan ada lebih banyak lagi kolaborasi dari pihak korporasi, pemerintah, dan masyarakat untuk terus diadakan,” pungkas Suratman, Direktur Utama TLT.

Aksi bersih ini menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya melalui pilar Save Our Planet. Bagi TelkomGroup, upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada aksi pembersihan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran dan kebiasaan baik secara berkelanjutan.

Kolaborasi lintas elemen diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian terhadap kondisi sungai di sekitar kawasan Telkom Hub. Selain memberikan dampak langsung melalui pengurangan timbunan sampah, keterlibatan bersama juga membuka ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

Ke depan, TelkomGroup akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. Melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), TelkomGroup juga mendorong kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai elemen agar semakin banyak pihak dapat mengambil bagian, sehingga kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada aksi sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dan bagian dari keseharian. (Bambang)
Share:

Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber

Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. (Dok. Telkom Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Seiring perjalanan transformasi TelkomGroup yang semakin luas dan kompleks, kebutuhan terhadap cara kerja yang terintegrasi, kapabilitas teknologi yang selaras, serta pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Direktorat IT Digital meluncurkan SCALE, sebuah strategic theme sekaligus gerakan transformasi yang menjadi payung untuk menyelaraskan cara kerja, kapabilitas teknologi, dan agenda transformasi di seluruh TelkomGroup.

SCALE dirancang untuk memperkuat sinergi antara Holding dan Operating Company (OpCo), meningkatkan standardisasi dan governance, serta memastikan kapabilitas dan praktik terbaik dapat dimanfaatkan secara lebih luas di seluruh TelkomGroup. Dalam perannya sebagai Strategic Holding, Direktorat IT Digital mengorkestrasi architecture, standard, governance, dan compliance di bidang teknologi sekaligus memastikan kapabilitas digital dapat mendukung kebutuhan bisnis secara terintegrasi.

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menyampaikan bahwa SCALE tidak hanya berfokus pada implementasi teknologi, tetapi juga mendorong perubahan cara kerja dan penciptaan nilai bagi TelkomGroup.

“Transformasi bukan sekadar mengubah suatu pola kerja menjadi lebih efisien. Transformasi adalah bagaimana kita membangun cara kerja yang lebih baik, menghubungkan kapabilitas yang sebelumnya tersebar, dan kemudian men-skalakan apa yang memberikan dampak terbesar bagi TelkomGroup. Melalui SCALE, kami ingin memastikan seluruh inisiatif bergerak dalam satu arah dan menghasilkan impact yang dapat dirasakan oleh seluruh stakeholder,” ujar Faizal.

Nama SCALE merepresentasikan lima fokus utama, yaitu Synergize – Strategic Holding untuk memperkuat sinergi HoldCo dan OpCo; Culture – Driven Service Excellence untuk membangun budaya kerja dan augmented workforce; Automate – for Cost Leadership untuk meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi; Lead – Tech Innovation untuk memperkuat kepemimpinan teknologi menuju AI-Native Telco; serta Expand – Business Growth untuk menjadikan kapabilitas digital sebagai enabler pertumbuhan bisnis.

Kelima fokus tersebut diterjemahkan melalui 13 program strategis, mencakup transformasi IT operating model, AI Center of Excellence, cybersecurity operating model, digital transformation, Group Enterprise Architecture dan Data Transformation, internal AI use cases, IT dan cybersecurity shared services, cloud transformation, tech-enabled innovation, serta pengembangan kapabilitas AI, cybersecurity, dan IT services untuk mendukung go-to-market dan pertumbuhan bisnis.

Melalui SCALE, berbagai inisiatif transformasi tersebut diorkestrasi dalam satu arah strategis untuk mengurangi duplikasi, mempercepat implementasi, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya serta investasi teknologi di tingkat grup. Kapabilitas yang telah dibangun juga dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh OpCo melalui shared services dan standar yang selaras, tanpa mengesampingkan kebutuhan spesifik masing-masing bisnis.

Ke depan, SCALE diharapkan menjadi salah satu fondasi perjalanan TelkomGroup dalam membangun perusahaan digital yang semakin agile, AI-enabled, dan scalable, dengan kapabilitas teknologi serta operating model yang mampu menjawab kebutuhan bisnis dan mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan.

Melalui semangat SCALE, Telkom menegaskan komitmennya untuk menjadikan transformasi sebagai perubahan menyeluruh dalam cara TelkomGroup bekerja, berkolaborasi, memanfaatkan kapabilitas, dan menciptakan value bagi pelanggan, bisnis, serta seluruh pemangku kepentingan. (Bambang)
Share:

Kinerja Keberlanjutan dan Tata Kelola Semakin Unggul, SIG Raih Katadata ESG Insight Award 2026

Kinerja Keberlanjutan dan Tata Kelola Semakin Unggul, SIG Raih Katadata ESG Insight Award 2026. (Dok. PT SIG)

Jakarta, WaraWiri.net - Praktik tata kelola yang diimplementasikan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berdasarkan prinsip Tata Kekola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) kembali mendapat pengakuan. SIG meraih penghargaan Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026 kategori Tata Kelola sektor Material Konstruksi karena dinilai menunjukkan kinerja dan inisiatif unggul dalam penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) pilar Tata Kelola.

Penghargaan diserahkan oleh Co-founder & Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto kepada ESG Project Management Senior Manager SIG, Arif Kurniawan dalam rangkaian acara Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 di Sudirman Hall, Sequis Tower SCBD, Jakarta.

KESGI Award 2026 diberikan oleh Katadata Green untuk mengapresiasi perusahaan dengan kinerja keberlanjutan terbaik di Indonesia. Penilaian dilakukan melalui metode ESG scoring yang mengacu pada informasi dan dokumen terkait ESG yang dipublikasikan oleh Perusahaan, mencakup aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola, serta implementasi praktik keberlanjutan.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada SIG. Prinsip keberlanjutan dalam kerangka ESG merupakan elemen penting yang tak terpisahkan dalam operasi bisnis SIG. Utamaya pada pilar governance atau tata kelola, SIG senantiasa menjalankan operasi bisnis dengan berpegang pada lima prinsip GCG yaitu transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran.

”SIG menerapkan praktik GCG di setiap tahapan kegiatan operasi sehingga lebih resilience menghadapi tantangan industri dan situasi ekonomi yang dinamis. Ini dibuktikan dengan kemampuan Perusahaan mencatatkan pertumbuhan kinerja dan menjaga profitabilitas di tengah situasi overcapacity yang membuat persaingan bisnis di industri semen semakin ketat,” kata Indrieffouny Indra. 

Untuk memastikan praktik GCG terimplementasi dengan baik, SIG memiliki Komite Keberlanjutan yang telah dibentuk sejak tahun 2021 untuk mendukung pencapaian dan pengelolaan kinerja keberlanjutan Perusahaan secara terstruktur dan terintegrasi. Komite ini berperan dalam memantau pelaksanaan agenda keberlanjutan serta mendukung pencapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030. 

Selain itu, SIG telah memiliki kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) yang memadai untuk mendukung identifikasi, pengelolaan, dan mitigasi risiko, serta peluang terkait perubahan iklim, sekaligus memperkuat tata kelola dan transparansi Perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Secara konsisten, SIG juga melakukan pengukuran terhadap kualitas GCG melalui penilaian dan evaluasi tingkat pemenuhan kriteria GCG yang mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan peraturan terkait lainnya.

Indrieffouny Indra mengungkapkan, pada tahun 2025 SIG berhasil memperoleh skor GCG yang sangat baik sebesar 102,67 dengan predikat ”Leadership in Corporate Governance”, serta penghargaan sebagai Best State-Owned Enterprise dalam penilaian yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD). 

”Semua pencapaian yang berhasil diraih oleh SIG merefleksikan komitmen kuat Perusahaan dalam praktik GCG yang selaras dengan standar internasional ACGS. SIG berkomitmen untuk terus melanjutkan praktik GCG untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Indrieffouny Indra. (Fathi)
Share:

Kolaborasi Pertamina dan ITDC rangkul komunitas serta penggemar motorsport dalam rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Kolaborasi Pertamina dan ITDC rangkul komunitas serta penggemar motorsport dalam rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. (Dok. Pertamina)

Yogyakarta, WaraWiri.net - Semangat menyambut penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 terus dibangun melalui rangkaian kegiatan Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Bertempat di JNM Bloc, Yogyakarta, PT Pertamina (Persero) dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Watch Party AustrianGP 2026, Minggu (20/9), sebagai momentum untuk mendekatkan atmosfer MotoGP™ kepada masyarakat sekaligus memperkuat antusiasme menuju gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9–11 Oktober 2026.

Kegiatan ini mempertemukan para penggemar MotoGP™ dan komunitas motorsport Yogyakarta melalui berbagai aktivitas, mulai dari sesi talk show, diskusi, konvoi komunitas, hingga watch party untuk menyaksikan rangkaian balapan Moto3™, Moto2™, dan MotoGP™ Grand Prix Austria secara bersama-sama.

Kegiatan diawali dengan sesi talkshow interaktif bersama Bapak Muhammad Baron, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero); Bapak RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA); serta Bapak KPH Wironegoro, Bapak Sadiq Apriadi perwakilan Organizing Committee dan ITDC.

Pelaksanaan Watch Party juga didukung oleh para sponsor yang turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Astra Honda Motor (AHM). Keterlibatan berbagai pihak memperkuat kolaborasi dalam membangun antusiasme masyarakat menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa dukungan Pertamina terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung olahraga, talenta nasional, sekaligus memperkenalkan potensi Indonesia melalui ajang olahraga berkelas dunia.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan ajang yang tidak hanya menghadirkan kompetisi motorsport kelas dunia, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Indonesia, termasuk pariwisata, budaya, dan talenta nasional. Melalui dukungan Pertamina, kami ingin terus membangun semangat masyarakat untuk mendukung para pembalap Indonesia yang berlaga di panggung dunia,” ujar Baron.

Ia menambahkan, kegiatan Watch Party di berbagai daerah turut memperluas pengalaman masyarakat dalam menikmati MotoGP™ sekaligus membangun antusiasme menuju penyelenggaraan di Pertamina Mandalika International Circuit. Kolaborasi antara penyelenggara, sponsor, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan dampak positif yang lebih luas bagi ajang olahraga internasional tersebut.

Rangkaian Watch Party juga menjadi bagian dari perjalanan menuju penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Melalui ajang internasional ini, The Mandalika terus diperkuat sebagai destinasi sport tourism yang mempertemukan olahraga, pariwisata, budaya, dan pengalaman bagi wisatawan serta penggemar dari Indonesia maupun mancanegara.

Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, mengatakan bahwa Watch Party merupakan salah satu ruang untuk mempertemukan penggemar dan komunitas sekaligus memperkuat ekosistem motorsport di Indonesia.

“Watch Party menjadi ruang untuk mempertemukan penggemar, komunitas, dan berbagai pihak yang memiliki semangat yang sama terhadap motorsport. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menghadirkan atmosfer MotoGP™ yang lebih dekat kepada masyarakat sekaligus membangun antusiasme menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit,” ujar Marrel.

Sekitar 180 peserta dari komunitas motorsport Yogyakarta turut ambil bagian dalam konvoi yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan. Rombongan memulai perjalanan dari JNM Bloc menuju Tugu Jogja, kemudian menyusuri Jl. Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, melanjutkan perjalanan menuju Alun-Alun Selatan (Alkid), sebelum kembali ke JNM Bloc sebagai titik akhir. Konvoi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk membawa semangat Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 lebih dekat kepada masyarakat dan komunitas di Yogyakarta.

Marrel juga menambahkan, Yogyakarta memiliki kecintaan yang kuat terhadap motorsport. Dari Doni Tata hingga Veda Ega Pratama, kita melihat adanya talenta dari Yogyakarta yang mampu tampil di panggung internasional. Watch Party menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan komunitas sekaligus menjaga semangat tersebut.

Kehadiran pebalap Indonesia, Mario Suryo Aji di kelas Moto2™ dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3™, turut menjadi bagian dari semangat mendukung talenta nasional di panggung motorsport dunia. Dukungan masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadi elemen penting dalam menjaga antusiasme terhadap perkembangan olahraga otomotif di Indonesia sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan minat di bidang motorsport.

Sadiq Apriadi mengatakan bahwa persiapan Memasuki fase akhir, ITDC bersama MGPA, InJourney, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan berbagai pemangku kepentingan terus berkoordinasi serta melakukan pengecekan langsung di lapangan. Persiapan mencakup aspek sirkuit dan race operation, transportasi dan konektivitas, keamanan, kesehatan, akomodasi, pariwisata, hingga keterlibatan masyarakat.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 juga terus memperluas keterlibatan masyarakat. Sekitar 3.000 tenaga kerja lokal, termasuk 2.200 volunteer, akan terlibat dalam penyelenggaraan. Selain itu, sebanyak 213 UMKM tercatat akan berpartisipasi, yang berasal dari binaan InJourney Group, Pertamina, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, hingga UMKM komersial”, ujar Sadiq.

Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan 2026 juga terus tumbuh. Penjualan tiket telah mencapai 53 persen dari total tiket yang tersedia, sementara penjualan tiket untuk pemegang KTP NTB tahap pertama telah habis terjual.

Saat ini, tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 telah kembali ke harga normal. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kategori, harga, dan ketersediaan tiket melalui kanal resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia dan GOERS, yang ditunjuk sebagai Official Ticketing Master. Informasi terbaru mengenai harga tiket juga tersedia melalui kanal resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia atau melalui akun resmi instagram @themandalikagp.

Rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui Watch Party di berbagai kota menjadi bagian dari perjalanan menuju gelaran utama di Mandalika. Dari Yogyakarta, semangat tersebut kembali ditegaskan melalui antusiasme komunitas dan penggemar untuk mendukung #IndonesianHeroes serta menjadi bagian dari pengalaman MotoGP™ di negeri sendiri untuk Indonesia Mendunia. (Subhan)
Share:

Pertamina Mandalika Racing Series, Wadah Ekosistem Motorsport Nasional Menuju Panggung Dunia

Pertamina Mandalika Racing Series, Wadah Ekosistem Motorsport Nasional Menuju Panggung Dunia. (Dok. Pertamina)

Lombok, WaraWiri.net - Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) menjadi wadah bagi pembalap nasional untuk menambah jam terbang, mengasah kemampuan, sekaligus mempersiapkan talenta muda Indonesia menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Pertamina MRS memberikan kesempatan bagi para pembalap untuk berkompetisi di sirkuit berstandar internasional yang juga menjadi arena gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Lebih dari sekadar kompetisi untuk meraih podium, Pertamina MRS menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan pembalap Indonesia.

Pada Sabtu (19/9/2026), MRS putaran ke-4 kembali digelar di Pertamina Mandalika International Circuit dengan diikuti 80 pembalap pada kelas National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Super Sport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC). Selain itu diikuti 28 pembalap kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport U-18.

Pembalap asal Semarang, Irfan Hadiansah, yang telah mengikuti Pertamina MRS sejak 2024, menilai ajang ini memberikan ruang penting bagi pembalap untuk berkembang. Menurutnya, keberadaan kelas junior turut membentuk jenjang pembinaan bagi talenta muda.

“Karena Pertamina Mandalika Racing Series juga punya kelas junior U-15. Itu pasti penjenjangannya untuk step up level yang lebih tinggi. Jadi ya sudah sangat bagus, semoga mempertahankan eksistensinya untuk terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Irfan.

Ia berharap Pertamina MRS dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pembalap muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan melangkah ke jenjang kompetisi berikutnya.

Hal senada disampaikan pembalap asal Lumajang, Jawa Timur, Chandra Hermawan, yang telah tiga tahun mengikuti Pertamina MRS. Ia menilai keberadaan kompetisi motorsport di lintasan berstandar internasional penting untuk menjaga regenerasi pembalap Indonesia.

“Harusnya anak-anak kecil ini sering balapan di sini, karena harus ada bibit tiap tahunnya. Bibit unggulnya itu harus terus dikembangkan,” kata Chandra.

Chandra berharap Pertamina MRS terus berkembang dan melahirkan semakin banyak pembalap berkualitas. “Harapannya semoga makin maju dan semakin banyak rider-rider yang berkualitas. Semoga semakin jaya,” tuturnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, Pertamina Mandalika Racing Series menjadi salah satu bagian dalam membangun jalur pengembangan talenta balap Indonesia.

“Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, para pembalap mendapatkan ruang untuk menambah jam terbang, meningkatkan kemampuan teknis, membangun mental bertanding, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di lintasan berstandar internasional. Pengalaman ini penting sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju jenjang yang lebih tinggi,” ujar Baron.

Menurut Baron, dukungan Pertamina terhadap motorsport tidak berhenti pada penyelenggaraan sebuah kompetisi, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem yang saling terhubung, mulai dari pembinaan talenta dan kompetisi nasional hingga panggung motorsport internasional.

“Pertamina ingin ikut membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi talenta Indonesia untuk terus berkembang. Dari kompetisi nasional, para pembalap memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan dan pengalaman sebagai bekal untuk melangkah ke panggung motorsport dunia,” kata Baron.

Pertamina Mandalika Racing Series menjadi bagian dari ekosistem motorsport yang terus dikembangkan di Pertamina Mandalika International Circuit. Dukungan terhadap kompetisi dan pembinaan talenta nasional tersebut berjalan beriringan dengan hadirnya ajang balap kelas dunia, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. (Subhan)
Share:

Bupati Bogor Turun Langsung Susur Sungai Cileungsi, 23 Perusahaan Diminta Benahi Pengelolaan Limbah

Bupati Bogor Turun Langsung Susur Sungai Cileungsi, 23 Perusahaan Diminta Benahi Pengelolaan Limbah. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor Rudy Susmanto gerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan pencemaran Sungai Cileungsi dengan melakukan penyisiran langsung bersama TNI, Polri, pegiat lingkungan, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta PDAM Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9/2026).

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi Sungai Cileungsi tetap terjaga sekaligus menindaklanjuti hasil investigasi terhadap aktivitas pembuangan air limbah di kawasan industri sekitar sungai.

“Beberapa hari terakhir intensitas hujan sangat minim sehingga debit Sungai Cileungsi turun drastis. Kondisi ini membuat kita bisa melihat secara langsung beberapa pipa pembuangan dari perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan industri,” ujar Rudy.

Rudy menjelaskan, terdapat sekitar 176 perusahaan di kawasan tersebut. Sebagian besar telah menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan lingkungan hidup.

Namun, berdasarkan investigasi yang dilakukan dalam beberapa minggu terakhir, ditemukan sekitar 23 perusahaan yang terindikasi memiliki ketidaksesuaian dalam pengelolaan air limbah.

Dari sejumlah titik pembuangan, tim juga telah mengambil sampel air serta mengumpulkan bukti berupa foto dan video.

“Berdasarkan data, bukti dan fakta yang kita kumpulkan, ditemukan kondisi air buangan yang diduga berada di atas baku mutu yang dipersyaratkan. Karena itu, hari ini kita melakukan langkah pengendalian terhadap saluran pembuangan yang diduga berpotensi mencemari Sungai Cileungsi,” jelasnya.

Rudy Susmanto menegaskan, langkah Pemkab Bogor bukan untuk menghentikan kegiatan produksi perusahaan. Pemerintah daerah justru ingin kegiatan usaha tetap berjalan dan perekonomian terus bergerak, namun harus dilakukan dengan tetap memenuhi ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Yang kami lakukan bukan menghentikan produksi. Yang kita hentikan adalah pencemarannya. Kami mendukung dunia usaha dan ingin ekonomi tetap bergerak, tetapi pengelolaan lingkungan juga harus kita jaga bersama,” tegas Rudy.

Pemkab Bogor memberikan waktu 10 hari kepada perusahaan yang telah diberikan surat untuk melakukan pembenahan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor juga menyiapkan pendampingan tanpa biaya untuk membantu perusahaan memperbaiki instalasi pengolahan air limbah sesuai ketentuan.

“Kami datang sebagai sahabat, sebagai saudara, sebagai keluarga, dan sebagai penyelenggara Pemerintahan Kabupaten Bogor. Kita berikan waktu untuk berbenah bersama. Kalau membutuhkan pendampingan, Pemerintah Kabupaten Bogor siap mendampingi dan memfasilitasi,” ungkapnya.

Rudy menambahkan, terhadap perusahaan yang kewenangan perizinannya berada di pemerintah pusat, Pemkab Bogor akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian terkait untuk menindaklanjuti tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di sisi lain, pengawasan terhadap titik-titik pembuangan akan terus dilakukan. Pemkab Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup dan kelompok pegiat lingkungan, termasuk KP2C, menempatkan tim pemantau di sejumlah titik untuk mengawasi aktivitas pembuangan limbah.

“Sungai Cileungsi bukan hanya penting bagi Kabupaten Bogor. Kebermanfaatannya juga dirasakan masyarakat di Bekasi dan wilayah lainnya. Karena itu, mari kita jaga bersama agar Sungai Cileungsi kembali bersih, sehat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Rudy.

Ia menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan pemerintah tetap mengedepankan pembinaan dan perbaikan, namun proses penegakan ketentuan peraturan perundang-undangan juga akan ditempuh apabila ditemukan pelanggaran yang harus ditindaklanjuti.

“Kami ingin semua pihak nyaman. Kami ingin pihak-pihak yang belum sesuai ketentuan segera melakukan pembenahan. Pemerintah Kabupaten Bogor siap mendampingi dan memfasilitasi. Kita ingin ekonomi tetap bergerak dan tidak ada masyarakat yang dirugikan,” imbuhnya. (Ros)
Share:

Rudy Susmanto Apresiasi PMI Selalu Hadir Bantu Masyarakat

Rudy Susmanto Apresiasi PMI Selalu Hadir Bantu Masyarakat. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi kiprah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor yang dinilai konsisten hadir membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan berbagai musibah dan kegiatan kemanusiaan. Demikian dikatakan Rudy saat menghadiri HUT ke-81 PMI, di Gelora Pakansari, Cibinong, Sabtu (19/9).

Rudy mengatakan, keberadaan PMI sangat membantu Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas dengan tantangan dan potensi bencana yang cukup besar.

“Palang Merah Indonesia selalu memberikan warna yang baik, khususnya di Kabupaten Bogor, di era kepemimpinan Bapak Indra Fermanto,” ujar Rudy.

Menurutnya, kehadiran PMI kerap dijumpai di berbagai lokasi ketika pemerintah turun memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah. Bahkan, PMI disebut telah lebih dahulu berada di lokasi untuk memberikan pertolongan dan dukungan kemanusiaan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Bogor sangat terbantu dengan kehadiran PMI. Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang cukup luas dengan tantangan dan potensi bencana yang cukup besar. Namun, di mana pun kami turun untuk membantu masyarakat, ternyata PMI sudah lebih dulu hadir di sana,” katanya.

Rudy menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Bogor yang terus memberikan dukungan, harapan, dan semangat kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Terima kasih PMI Kabupaten Bogor. PMI selalu membawa senyum, harapan, dan semangat bagi keluarga serta saudara-saudara kita, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor yang sedang dilanda musibah. Tetap semangat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bogor Indra Fermanto mengatakan, peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum untuk terus meningkatkan kontribusi organisasi dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada tahun ini, PMI genap berusia 81 tahun. Kita syukuri usia pengabdian tersebut dan kita berharap PMI dapat terus memberikan kontribusi dalam tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Indra menjelaskan, terdapat tiga kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam rangkaian HUT PMI tahun ini. Pertama, pencanangan dan pelaksanaan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Tahun 2026. Kedua, pelaksanaan lomba keterampilan dan kemampuan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SD, SMP, dan SMA. Ketiga, program penghijauan yang dilaksanakan PMI tingkat kecamatan dan tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Selain rangkaian kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Bogor juga memberikan apresiasi kepada para relawan yang dinilai telah menunjukkan pengabdian dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan sekaligus membawa nama baik PMI Kabupaten Bogor.

Indra juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam pelaksanaan tugas selama ini masih terdapat kekurangan dalam memberikan pelayanan.

Menurutnya, momentum HUT ke-81 PMI harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat semangat pengabdian serta meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. (Ros)
Share:

Rudy Susmanto Apresiasi Bogor Hornbill Bawa Nama Baik Kabupaten Bogor

Rudy Susmanto Apresiasi Bogor Hornbill Bawa Nama Baik Kabupaten Bogor. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi kepada tim basket profesional Bogor Hornbill yang telah menjadikan Kabupaten Bogor sebagai home base sekaligus membawa nama baik Kabupaten Bogor melalui kiprahnya di dunia olahraga.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Rudy saat bersilaturahmi bersama tim Bogor Hornbill, di Pendopo Bupati, Cibinong, Jumat (18/9). Menurutnya, keberadaan Bogor Hornbill tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan olahraga profesional, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Kabupaten Bogor melalui dunia olahraga.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bogor Hornbill yang menjadikan Kabupaten Bogor sebagai home base sekaligus membawa nama baik Kabupaten Bogor di dunia olahraga,” ujar Rudy.

Rudy menilai setiap kiprah dan prestasi yang ditorehkan Bogor Hornbill menjadi bagian dari kontribusi dalam memperkenalkan Kabupaten Bogor kepada masyarakat yang lebih luas. Karena itu, ia berharap tim tersebut dapat terus berkembang dan mengharumkan nama Kabupaten Bogor melalui berbagai kompetisi.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membangun kolaborasi dalam memajukan olahraga di Kabupaten Bogor. Menurutnya, perkembangan olahraga juga dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi daerah.

“Mari bersama-sama kita majukan olahraga dan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Rudy berharap Bogor Hornbill dapat terus menjadi bagian dari perjalanan olahraga Kabupaten Bogor serta memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berprestasi dan membawa nama baik daerah. (Ros)
Share:

KKP Modernisasi Pelabuhan Perikanan, PPN Kejawanan Jadi Langkah Awal

KKP Modernisasi Pelabuhan Perikanan, PPN Kejawanan Jadi Langkah Awal. (Dok. KKP)

Cirebon, WaraWiri.net - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan perbaikan kualitas pelabuhan perikanan akan terus dilakukan seperti di negara-negara maju, untuk meningkatkan daya saing hasil perikanan serta menjaga keberlanjutan. Sebagai langkah awal, KKP tengah mengembangkan PPN Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat menjadi bertaraf internasional, kemudian disusul PPN Pengambengan di Karangasem, Bali. 

“Modeling seperti ini akan (terus) kita lakukan dalam membangun infrastruktur perikanan di Indonesia, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus juga tetap menjaga lingkungan menjadi lebih baik,” ujar Menteri Trenggono pada acara Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan di Cirebon, Kamis (17/9).

Pengembangan PPN Kejawanan dan Pengambengan dilakukan setelah melalui kajian cukup panjang, termasuk melakukan bench-marking ke negara-negara maju, seperti Jepang, Australia dan sejumlah negara di Eropa. KKP juga sudah menghitung dampak ekonomi dari perbaikan pelabuhan perikanan, termasuk penyerapan jumlah tenaga kerja

Berdasarkan penghitungan, kolam labuh PPN Kejawan nantinya dapat menampung sekitar 500 kapal, meningkat signifikan dari yang sebelumnya hanya 241 kapal. Sedangkan produktivitas pendaratan ikan diproyeksikan melonjak sampai 32.000 ton per tahun dari yang semula 5.600 ton. 

Penyerapan tenaga kerja juga akan bertambah mencapai 8.000 orang dari yang saat ini sekitar 2.900 pekerja. Sejalan dengan peningkatan produktivitas tersebut, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari aktivitas perikanan di pelabuhan ikut naik dari yang semula Rp15 miliar per tahun menjadi Rp53 miliar.

“Kami selalu menghitung dampaknya seperti apa, pengembangan yang dilakukan akan mampu menciptakan lapangan kerja berapa banyak, pertumbuhan ekonomi berapa, inilah yang akan kami picu,” tegas Menteri Trenggono. 

Alasan lain yang menurut Menteri Trenggono menjadi pendorong perlunya pengembangan pelabuhan perikanan menjadi lebih modern adalah kualitas perikanan maupun suasana lingkungan yang diciptakan. Sekarang ini pelabuhan perikanan identik dengan kotor dan bau, sehingga perlu pembenahan menyeluruh untuk mengubah stigma tersebut.

Di PPN Kejawanan, nantinya akan dipisah antara zona bersih dan zona kotor. Di samping itu, aktivitas perikanan mulai dari tempat berlabuh kapal, pendaratan ikan, pengolahan, hingga pemasaran akan terintegrasi di satu kawasan, yang didukung oleh fasilitas layanan one stop service dan one stop solution bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan. 

Integrasi ini akan menjadikan PPN Kejawanan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan. Pengembangan PPN Kejawanan bahkan berpotensi mendongkrak citra pariwisata Cirebon.

“Ini bagi masyarakat Jabar adalah sebuah kebahagian, memiliki pelabuhan perikanan yang representatif di Cirebon, kota budaya yang memiliki berbagai aspek kewisataan, ada laut, keraton. Kami mendukung penuh pembangunan ini, dan kami siap melakukan pembangunan infrastruktur tambahan di sepanjang jalan dari gerbang tol sampai Pelabuhan Kejawanan,” ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang ikut menyaksikan dalam acara Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan.

Sementara itu, Mulyadi, nelayan tradisional asal Desa Cangkol berharap pengembangan PPN Kejawanan akan berdampak pada kesejahteraan nelayan. Dengan adanya dermaga khusus nelayan tradisional berserta TPI, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan menurutnya akan lebih mudah diserap oleh pembeli dengan harga lebih stabil. 

"Harapan warga disini, anak-anak nelayan bisa ikut bekerja di pelabuhan. Karena kalau jadi nelayan juga, kadang tidak bisa melaut ketika cuaca sedang buruk. Sedangkan jadi pekerja kan tetap," bebernya. (Isna)
Share:

Di Balik Perjalanan Kereta Api Ada Inovasi Perawatan Rel yang Semakin Ramah Lingkungan

Di Balik Perjalanan Kereta Api Ada Inovasi Perawatan Rel yang Semakin Ramah Lingkungan. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - Setiap perjalanan kereta api yang membawa pelanggan menuju berbagai tujuan melewati proses panjang untuk memastikan jalur rel tetap dalam kondisi baik. Di balik perjalanan tersebut, terdapat berbagai inovasi perawatan prasarana yang terus dikembangkan KAI melalui penggunaan material dan teknologi yang semakin modern.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan pengembangan dalam perawatan prasarana melalui pemanfaatan bantalan sintetis serta penggunaan peralatan perawatan berbasis baterai dan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya KAI dalam menjaga kualitas jalur rel, meningkatkan efisiensi pekerjaan lapangan, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perjalanan kereta api yang aman dan nyaman didukung oleh kesiapan berbagai aspek, termasuk prasarana yang menjadi tempat kereta api bergerak.

“Di balik perjalanan kereta api yang dinikmati pelanggan, terdapat proses perawatan yang dilakukan berkelanjutan. KAI terus menghadirkan inovasi pada material dan teknologi perawatan agar prasarana tetap andal serta mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Anne.

Salah satu inovasi yang diterapkan KAI adalah penggunaan bantalan sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane sebagai alternatif material bantalan rel. Material ini memiliki umur teknis lebih panjang dibandingkan bantalan kayu serta memiliki ketahanan terhadap cuaca dan kondisi lingkungan yang lebih baik.

Penggunaan bantalan sintetis terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data KAI, pengadaan bantalan sintetis tercatat sebanyak 5.656 batang pada 2022, meningkat menjadi 16.353 batang pada 2023, kemudian sebanyak 15.864 batang pada 2024, 13.789 batang pada 2025, dan 16.839 batang pada 2026. Secara keseluruhan, sepanjang periode 2022 hingga 2026, KAI telah melakukan pengadaan sebanyak 68.501 batang bantalan sintetis.

Anne menjelaskan bahwa penggunaan bantalan sintetis mendukung proses pemeliharaan jalur rel karena memiliki daya tahan yang lebih panjang. Material tersebut membantu mengurangi frekuensi penggantian material, mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan baku, serta mendukung pengurangan timbulan limbah dari pergantian material.

Untuk memastikan kualitas material sebelum digunakan, bantalan sintetis melalui berbagai pengujian teknis. Pengujian tersebut meliputi uji kekuatan lentur dan modulus Young, ketahanan beban lentur, kekuatan tekan longitudinal, kekuatan geser, kekuatan geser lekat, tegangan tembus arus, resistansi isolasi, kekuatan cabut screw spike, pengukuran dimensi, ketahanan api, ketahanan fatik, hingga ketahanan terhadap cuaca.

Selain penggunaan material baru pada jalur rel, KAI juga melakukan transformasi pada peralatan perawatan prasarana melalui penggunaan teknologi berbasis baterai dan listrik. Peralatan cordless mulai digunakan untuk mendukung pekerjaan perawatan agar semakin efisien serta memberikan kemudahan bagi petugas di lapangan.

Saat ini, beberapa peralatan berbasis baterai yang digunakan KAI meliputi impact wrench, mesin bor, lampu penerangan, gerinda, dan track geometry trolley. Peralatan tersebut mendukung berbagai aktivitas perawatan, mulai dari pemasangan komponen jalur rel, pekerjaan pengeboran, penerangan area kerja, pemotongan material, hingga pengukuran geometri jalur rel.

KAI juga menyiapkan pengembangan penggunaan peralatan berbasis baterai melalui rencana pengadaan berbagai perangkat, seperti battery rail saw, rail grinder, electric hydraulic jack, battery-powered portable tamper, battery drill, electric paint sprayer, electric high-pressure washer, serta chain saw. Penggunaan peralatan tersebut mendukung pekerjaan perawatan prasarana yang lebih praktis, ergonomis, dan efisien.

Transformasi peralatan perawatan prasarana menuju teknologi berbasis baterai dan listrik menjadi bagian dari langkah KAI dalam mengurangi penggunaan peralatan berbasis bahan bakar serta mendukung operasional perawatan yang lebih ramah lingkungan.

Selain pengembangan teknologi perawatan, KAI juga menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan pada fasilitas prasarana. Program tersebut mencakup penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan limbah cair dari aktivitas pencucian dan perawatan memenuhi baku mutu sebelum dilepas ke lingkungan, pengelolaan limbah B3 sesuai ketentuan, serta audit lingkungan rutin pada area kerja.

KAI juga menyiapkan rencana pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Balai Yasa Prasarana melalui instalasi panel surya fotovoltaik untuk mendukung kebutuhan listrik operasional. Langkah tersebut dilengkapi dengan penerapan efisiensi energi serta konsep green building pada fasilitas perawatan prasarana.

Anne menambahkan bahwa inovasi pada prasarana menjadi bagian dari perjalanan KAI dalam menghadirkan layanan kereta api yang semakin siap menjawab kebutuhan masyarakat.

“Perjalanan kereta api dimulai dari jalur yang terawat. Melalui inovasi material, teknologi perawatan, dan pengelolaan lingkungan, KAI terus menjaga kualitas prasarana agar perjalanan pelanggan semakin aman, nyaman, dan andal,” tutup Anne. (Ilham)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING