Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, OJK Edukasi Peluang dan Risiko Pembiayaan Digital

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, OJK Edukasi Peluang dan Risiko Pembiayaan Digital. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda melalui edukasi mengenai manfaat, risiko, dan prospek pembiayaan digital sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang bertanggung jawab di tengah pesatnya transformasi digital sektor jasa keuangan.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam Kuliah Umum bertema "Pembiayaan Digital: Manfaat, Risiko dan Prospek" di Indonesia Banking School (IBS), Jakarta, Sabtu.

Dalam paparannya, Agusman menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan pada proses pembiayaan yang kini semakin cepat, mudah, dan inklusif.

“Pembiayaan digital memungkinkan proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan detik melalui pemanfaatan teknologi, artificial intelligence, dan machine learning dalam analisis kelayakan pembiayaan," kata Agusman.

Menurutnya, pemanfaatan layanan pembiayaan digital juga harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai risiko dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

“Kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi yang memadai, pemahaman risiko, serta kemampuan memenuhi kewajiban agar manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan," tegas Agusman.

Ia mengatakan bahwa di tengah kemudahan teknologi, masyarakat juga harus tetap mengedepankan kehati-hatian karena kemudahan akses pembiayaan harus diimbangi dengan kemampuan membayar dan pemahaman atas risiko yang menyertai.

Pembiayaan digital, lanjut Agusman, memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat serta mendukung pengembangan sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemudahan akses pendanaan yang ditawarkan berpotensi menjadi pendorong bagi peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Ketika akses keuangan konvensional sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pembiayaan digital hadir untuk memperluas akses keuangan, sepanjang tersedia konektivitas dan infrastruktur digital," jelasnya.

Lebih lanjut, Agusman menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi telah mendorong pertumbuhan industri pembiayaan digital di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif dan signifikan.

Pada Agustus 2026, nilai baki debet layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan tumbuh 36,57 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp13,61 triliun dengan total 27,71 juta rekening. Sementara itu, outstanding pembiayaan pinjaman daring (Pindar) meningkat 22,07 persen (yoy) menjadi Rp106,94 triliun dengan jumlah pengguna mencapai 189,77 juta akun, yang terdiri atas 3,02 juta pemberi pinjaman (lender) dan 186,75 juta penerima pinjaman (borrower).

Di akhir kuliahnya, Agusman menekankan bahwa pertumbuhan industri pembiayaan digital harus disertai dengan tata kelola yang baik serta pelindungan konsumen yang kuat. Untuk itu, OJK akan terus memperkuat kebijakan dan pengawasan guna mendorong industri yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memitigasi berbagai risiko seperti penyalahgunaan data pribadi, penipuan (fraud), dan risiko terhadap konsumen.

Ketua Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Priyanto Budi Nugroho menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kuliah umum yang diselenggarakan oleh OJK. Menurutnya, kegiatan ini bermanfaat untuk meliterasi mahasiswa agar memahami perkembangan pembiayaan digital termasuk risiko yang menyertainya.

"Di era digital, pemanfaatan inovasi tidak hanya untuk memperoleh pertumbuhan dan keuntungan, tetapi juga harus diimbangi dengan manajemen risiko dan tanggung jawab. Ketiganya merupakan satu paket yang tidak dapat dipisahkan," ujar Priyanto.

Priyanto mengajak mahasiswa untuk memastikan bahwa perolehan pendanaan yang lebih mudah tidak berujung pada kesulitan keuangan bagi masyarakat yang menggunakannya maupun bagi investor.

“Di situlah tema-tema literasi seperti ini tetap menjadi penting, dan menjadi bagian dari manajemen risiko." tegasnya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak hanya mendalami pembiayaan digital, namun sebagai pengguna juga harus membekali diri dengan literasi yang cukup baik. Menurutnya, literasi digital bukan hanya mampu menggunakan aplikasinya, tetapi juga memahami risiko dan tanggung jawab dalam memanfaatkan akses tersebut.

Kegiatan kuliah umum tersebut diikuti oleh 137 mahasiswa dan 15 dosen Indonesia Banking School. Turut hadir Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Sri Kurniati, serta jajaran pimpinan Indonesia Banking School.

Melalui program OJK Mengajar, OJK terus berupaya meningkatkan pemahaman civitas akademika mengenai sektor jasa keuangan dan perkembangan pembiayaan digital, sehingga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, memahami risikonya, serta berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (Putra)
Share:

OJK Jatuhkan Total Denda Rp2,52 Triliun Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Total Denda Rp2,52 Triliun Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa tidak akan memberikan ruang bagi praktik manipulasi pasar, penyalahgunaan mekanisme perdagangan, penyamaran kepemilikan saham, maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya yang dapat merusak integritas dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Setiap pelanggaran akan ditindak secara tegas, objektif, dan konsisten, dengan pengenaan sanksi yang proporsional terhadap tingkat keseriusan pelanggaran, dampak yang ditimbulkan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“OJK tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat apabila pelanggaran yang dilakukan memang menuntut konsekuensi hukum yang berat," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi di Jakarta, Jumat.

Hingga 16 Oktober 2026, OJK telah mengenakan sanksi administratif berdasarkan hasil pemeriksaan kasus berupa denda sebesar Rp2,23 triliun kepada 166 pihak, disertai 28 sanksi peringatan tertulis, 8 sanksi pembekuan, 6 sanksi pencabutan izin, 1 sanksi pembatalan Surat Tanda Terdaftar (STTD), 13 larangan, dan 6 perintah tertulis.

Pada periode yang sama, OJK juga telah menjatuhkan denda atas keterlambatan sebesar Rp293,78 miliar kepada 805 pihak, serta 464 sanksi peringatan tertulis. Selain itu, berdasarkan data pipeline penanganan kasus per 1 Oktober 2026, terdapat 122 kasus yang berada dalam berbagai tahapan penanganan, terdiri atas 28 kasus dalam tahap perencanaan, 54 kasus dalam tahap penelaahan awal, dan 40 kasus dalam proses pemeriksaan.

Terbaru, OJK menetapkan sanksi administratif terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terkait perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta proses penawaran umum perdana saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Dalam ketiga perkara tersebut, OJK mengenakan denda utama dengan nilai keseluruhan Rp2,1 triliun, yang terdiri atas Rp1,5 triliun dalam kasus DSSA, Rp500 miliar dalam kasus BREN, dan Rp100 miliar dalam kasus CUAN. Penindakan ini juga disertai sanksi terhadap sejumlah anggota bursa dan individu terkait, termasuk pembekuan izin profesi di pasar modal.

“Besarnya sanksi tersebut menandai tonggak bersejarah dalam penegakan hukum pasar modal Indonesia, sekaligus menjadi pengenaan denda terbesar sepanjang sejarah OJK," kata Hasan.

Dari sisi skala, nilai sanksi ini juga sangat menonjol dibandingkan sejumlah kasus besar manipulasi pasar dan penegakan hukum yang dipublikasikan otoritas pasar modal global. Hal ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya memperkuat standar pengaturan dan pengawasan, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam menjatuhkan konsekuensi hukum yang nyata terhadap pelanggaran integritas pasar.

Tindak Pidana Pasar Modal

Sebagai tindak lanjut, OJK telah menyerahkan surat sanksi secara langsung kepada pihak-pihak terkait di Kantor OJK dan turut dihadiri oleh perwakilan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), pada 21 Oktober 2026. Kehadiran pejabat POLRI tersebut sekaligus mencerminkan eratnya koordinasi dan kesiapan sinergi antarlembaga dalam memperkuat penegakan hukum pasar modal, termasuk apabila diperlukan tindak lanjut melalui proses hukum pidana.

OJK menegaskan bahwa sanksi administratif bukanlah batas akhir penegakan hukum. Apabila hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut menunjukkan adanya dugaan tindak pidana pasar modal yang didukung bukti yang cukup, OJK tidak segan menindaklanjutinya melalui mekanisme penyidikan dan proses hukum sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku, termasuk dengan memperkuat koordinasi bersama POLRI, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan aparat penegak hukum terkait.

Penelusuran aliran dana, identifikasi pihak yang memperoleh manfaat ekonomi secara tidak sah, serta pengungkapan jaringan pihak-pihak yang terlibat akan terus diperkuat untuk memastikan penegakan hukum dapat menjangkau seluruh pihak yang bertanggung jawab.

OJK menyampaikan peringatan keras kepada setiap pihak yang masih melakukan atau memfasilitasi pelanggaran di pasar modal agar segera menghentikan seluruh praktik tersebut, tidak mengulanginya, dan kembali menjalankan kegiatan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Tidak ada toleransi bagi pihak yang secara sengaja menciptakan harga semu, menyesatkan investor, menyembunyikan identitas atau kepemilikan yang wajib diungkapkan, maupun memanfaatkan celah mekanisme pasar untuk memperoleh keuntungan secara tidak sah," tegas Hasan.

Setiap pelaku harus memahami bahwa keuntungan yang diharapkan dari pelanggaran tidak sebanding dengan konsekuensi hukum, finansial, dan reputasi yang dapat ditimbulkannya. Pasar modal Indonesia harus menjadi tempat bagi kegiatan investasi yang sehat dan produktif, bukan ruang bagi praktik manipulasi dan penyalahgunaan kepercayaan investor.

Lebih lanjut, OJK menegaskan bahwa penegakan hukum ini bukan tindakan sesaat, bukan respons terhadap satu peristiwa tertentu, dan bukan pula akhir dari proses reformasi. Pengawasan, pemeriksaan, dan penindakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas yang terus ditingkatkan, melalui penguatan teknologi pengawasan transaksi, analisis keterkaitan rekening dan kepemilikan, penelusuran aliran dana, peningkatan kapasitas investigasi, serta sinergi antarlembaga. Pendekatan ini ditujukan untuk memastikan setiap indikasi pelanggaran dapat diidentifikasi lebih dini, diperiksa secara mendalam, dan ditindaklanjuti secara efektif.

OJK juga menegaskan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan tanpa pandang bulu, dengan menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, profesionalisme, dan asas proporsionalitas.

Integritas pasar bukan sekadar komitmen yang diumumkan, melainkan standar yang harus ditegakkan. Melalui langkah yang konsisten dan berkelanjutan, OJK berkomitmen memastikan pasar modal Indonesia semakin sehat, adil, transparan, efisien, dan terpercaya, sehingga mampu memperkuat perlindungan investor, meningkatkan kepercayaan global, serta menjadi sumber pembiayaan pembangunan nasional yang berdaya saing. (Putra)
Share:

Bareskrim Ungkap Penyalahgunaan LPG Bersubsidi di Sidoarjo, Sita 1.820 Tabung dan Tetapkan Dua Tersangka

Bareskrim Ungkap Penyalahgunaan LPG Bersubsidi di Sidoarjo, Sita 1.820 Tabung dan Tetapkan Dua Tersangka. (Dok. Divisi Humas Polri)

Sidoarjo, WaraWiri.net - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap praktik penyalahgunaan LPG bersubsidi melalui pemindahan isi tabung secara ilegal di Desa Kendal Pecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Dalam pengungkapan tersebut, Polisi menyita sebanyak 1.820 tabung LPG berbagai ukuran dan menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Kasubdit 1 Dittipidter Bareskrim Polri, AKBP Wahyu Norman H., menjelaskan, petugas awalnya mengamankan tujuh orang yang berada di lokasi untuk menjalani pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, penyidik menetapkan dua orang berinisial EPPS dan SO sebagai tersangka.

“Petugas mengamankan 1.820 tabung LPG, terdiri atas 1.187 tabung ukuran 3 kilogram, 583 tabung ukuran 12 kilogram, dan 50 tabung ukuran 50 kilogram, baik dalam kondisi berisi maupun kosong,” ujar Wahyu.

Selain ribuan tabung LPG, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa empat unit kendaraan roda empat, 53 selang regulator, dua timbangan digital, serta satu kardus segel tabung LPG berbagai ukuran.

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, aktivitas ilegal tersebut diduga telah berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2026.

Dari lokasi tersebut, para pelaku diperkirakan mampu memproduksi rata-rata 2.400 tabung LPG ukuran 12 kilogram dan 40 tabung ukuran 50 kilogram setiap bulan.

LPG hasil pemindahan isi tabung secara ilegal tersebut diduga dipasarkan di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga luar Pulau Jawa, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan perhitungan sementara penyidik, dengan asumsi aktivitas tersebut telah berlangsung selama empat bulan penuh, potensi kerugian negara akibat penyalahgunaan subsidi diperkirakan mencapai Rp2.149.440.000 atau sekitar Rp2,1 miliar.

Nilai tersebut masih berupa estimasi dan akan didalami lebih lanjut dalam proses penyidikan.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, menegaskan bahwa pengungkapan kasus di Sidoarjo tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas penyalahgunaan LPG bersubsidi agar distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Mohammad Irhamni menyampaikan, secara nasional Dittipidter Bareskrim Polri telah menangani sekitar 777 kasus penyalahgunaan LPG bersubsidi dengan jumlah tersangka sekitar 600 orang.

“Gas LPG bersubsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu untuk meringankan beban ekonomi. Seharusnya subsidi ini tepat sasaran, tetapi faktanya masih ada oknum yang menyalahgunakannya demi keuntungan pribadi,” kata Irhamni.

Ia menambahkan, penyidik juga akan mendalami kemungkinan penerapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) apabila dalam proses penyidikan ditemukan alat bukti yang mendukung.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menegaskan Polda Jatim mendukung penuh langkah penegakan hukum yang dilakukan Dittipidter Bareskrim Polri terhadap penyalahgunaan LPG bersubsidi.

“Pengawasan terhadap distribusi barang bersubsidi sangat penting karena LPG bersubsidi merupakan hak masyarakat yang memenuhi kriteria penerima. Penyalahgunaan distribusi dapat merugikan masyarakat dan mengganggu ketepatan sasaran program pemerintah,” ujar Abast.

Ia juga mengajak masyarakat turut berperan dalam mengawasi distribusi LPG bersubsidi di lingkungannya.

“Kami mengimbau masyarakat membeli LPG melalui pangkalan resmi dan segera melaporkan kepada kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun distribusi yang tidak sesuai ketentuan,” pungkas Abast.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap peran masing-masing tersangka, asal-usul pasokan LPG, mekanisme pemindahan isi tabung, aliran hasil kejahatan, serta jaringan distribusi yang berkaitan dengan perkara tersebut. (Rizal)
Share:

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun, Delapan Kru Kapal Ditangkap

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun, Delapan Kru Kapal Ditangkap. (Dok. Divisi Humas Polri)

Sumatera Utara, WaraWiri.net - Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) menggunakan kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap delapan awak kapal dan menyita barang bukti yang ditaksir bernilai Rp3,48 triliun di pasar gelap.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, delapan awak kapal yang diamankan terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan. Masing-masing awak kapal memiliki peran berbeda dalam mengoperasikan kapal yang digunakan untuk mengangkut ketamin tersebut.

“Ke-8 awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal,” kata Suyudi dalam konferensi pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

Suyudi menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari pemantauan intelijen terhadap anomali rute pergerakan kapal MT Global 168 di Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui operasi gabungan lintas instansi.

Pada Senin (19/10/2026), tim dari BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri bersiaga di Kuala Tanjung dengan menggunakan kapal patroli Bea Cukai BC 20006 dan KP Murai 4018. Intersepsi awalnya direncanakan sebelum kapal memasuki Pelabuhan Port Klang, Malaysia.

Namun, kapal tersebut akhirnya berhasil diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Selanjutnya, MT Global 168 ditarik menuju Dermaga Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil penggeledahan, tim gabungan menemukan 58 karung berisi ketamin HCl dengan berat bruto mencapai 1,16 ton. Petugas juga menyita satu unit kapal MT Global 168 dan 14 unit telepon genggam milik para tersangka yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi.

“Tim gabungan berhasil mengamankan obat keras jenis ketamin HCl. Barang bukti ini ditemukan dalam 58 karung dengan total berat bruto mencapai 1,16 ton,” ungkap Suyudi.

Kapolri memaparkan, berdasarkan asumsi harga pasar gelap sebesar Rp3 juta per gram, nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp3,48 triliun. Penggagalan penyelundupan ini juga diperkirakan menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari risiko penyalahgunaan narkotika.

Selain itu, negara dan masyarakat diperkirakan dapat menghindari potensi biaya rehabilitasi hingga Rp116 triliun. Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi biaya rehabilitasi sebesar Rp20 juta per orang selama enam bulan.

“Angka-angka fantastis ini merupakan bukti nyata betapa besarnya daya rusak sindikat internasional terhadap ketahanan nasional kita,” ujar Suyudi.

Ia menegaskan, pengungkapan tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan narkotika lintas negara.

“Penyelamatan 5,8 juta jiwa dan pencegahan kerugian hingga ratusan triliun menegaskan bahwa negara selalu hadir, tanggap, dan tidak akan pernah kalah dalam melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman kejahatan internasional,” pungkasnya. (Rizal)
Share:

Perkuat Kesiapsiagaan Pertahanan, Wadan Kodaeral V Hadiri Uji Coba Landasan Darurat TNI AU di Probolinggo

Perkuat Kesiapsiagaan Pertahanan, Wadan Kodaeral V Hadiri Uji Coba Landasan Darurat TNI AU di Probolinggo. (Dok. Puspen TNI)

Probolinggo, WaraWiri.net - Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., mewakili Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si.,menghadiri uji coba landasan pacu darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) di ruas Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di KM 834+000 hingga KM 837+500 (Runway 10/28), Kabupaten Probolinggo, tersebut menggunakan pesawat tempur F-16 AM/BM dan EMB-314 Super Tucano. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.

Uji coba ini bertujuan menguji kesiapan dan kelayakan ruas jalan tol sebagai landasan alternatif pesawat TNI AU dalam mendukung operasi pertahanan udara, khususnya pada kondisi darurat.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi aspek teknis penerbangan, keselamatan, serta kelayakan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan operasional TNI AU.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi dan soliditas TNI dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan operasi pertahanan. Dengan kesiapan sarana, prasarana, dan koordinasi antarmatra yang optimal, TNI terus berkomitmen menjaga kedaulatan negara serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Isna)
Share:

Panglima TNI Tutup Esports Championship 2026, Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan

Panglima TNI Tutup Esports Championship 2026, Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan. (Dok. Puspen TNI)

Jakarta, WaraWiri.net - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menutup Turnamen Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 di Gedung Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Dalam sambutannya Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan penyelenggara atas suksesnya pelaksanaan turnamen.

"Selamat dan sukses, menang, juara, semuanya juga sudah menjadi pemenang, hanya urutannya saja yang berbeda. Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh penyelenggara yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik. Saya berpesan, hati-hati dalam perjalanan kembali ke kelompok masing-masing. Salam hormat saya kepada para ketua dan seluruh anggota kelompok masing-masing. Terima kasih." ujarnya

Turnamen Esports Piala Panglima TNI 2026 diikuti oleh 16 Kodam dari seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil perlombaan, Juara 1 diraih oleh Kodam XVII/Cenderawasih, Juara 2 Kodam V/Brawijaya, Juara 3 Kodam II/Sriwijaya. Sementara itu, gelar Most Valuable Player (MVP) diraih oleh Ahmad Juan Syahwadi dari Kodam II/Sriwijaya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong pengembangan esports di lingkungan TNI serta memperkuat semangat kebersamaan, disiplin, dan sportivitas di antara prajurit. (Isna)
Share:

Indonesia Pimpin CTIF COUNCIL, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Indonesia Pimpin CTIF COUNCIL, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme. (Dok. Puspen TNI)

Singapura, WaraWiri.net - Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin Counter Terrorism Information Facility (CTIF) Council Meeting yang berlangsung pada 22-23 Oktober 2026 di Singapura.

Pertemuan yang dihadiri para pimpinan intelijen sembilan negara anggota, yaitu Australia, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat, menjadi momentum penguatan kerja sama intelijen dalam menghadapi ancaman terorisme sekaligus menandai lima tahun berdirinya CTIF.

Pertemuan membahas perkembangan ancaman terorisme di Asia Tenggara dan kawasan lainnya, termasuk faktor-faktor yang berpotensi memicu aktivitas terorisme. Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto menegaskan, 

"Kerja sama intelijen untuk menghadapi ancaman terorisme ini sudah berlangsung lama dan sangat efektif untuk mencegah aksi-aksi terorisme di negara peserta serta menjaga keamanan kawasan".

Kerja sama tersebut diperkuat melalui pertukaran informasi dan koordinasi antarlembaga intelijen untuk mengantisipasi ancaman terorisme lintas negara. Setiap negara anggota menempatkan perwakilan untuk mendukung operasionalisasi CTIF.

Selain pertemuan dewan, para peserta meninjau dan menyaksikan demonstrasi operasional fasilitas CTIF di Changi Naval Base Singapura. Kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua CTIF _Council_ periode 2025-2026 mencerminkan komitmen TNI dalam memperkuat diplomasi militer dan kerja sama intelijen internasional guna mendukung stabilitas serta keamanan kawasan. (Isna)
Share:

Tim Indonesia Raih 15 Emas dan Tembus Delapan Besar Asian Para Games 2026

Tim Indonesia Raih 15 Emas dan Tembus Delapan Besar Asian Para Games 2026. (Dok. Kemenpora)

Jepang, WaraWiri.net - Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan capaian membanggakan. Para atlet yang membawa nama bangsa berhasil mengoleksi 15 medali emas atau lebih dari dua kali lipat target awal tujuh emas, serta mengumpulkan total 73 medali dan menempati peringkat kedelapan ranking perolehan medali.

Tambahan medali emas pada hari terakhir pertandingan, Sabtu (24/10), datang dari cabang olahraga boccia. Tim boccia yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha berhasil mempersembahkan emas ke-15 melalui nomor Mixed Team BC1/BC2 setelah mengalahkan Thailand dengan skor telak 11-3.

Sementara itu, cabang power lifting bermaterikan Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi turut menambah perolehan medali Indonesia dengan mengemas perak. 

Dengan hasil tersebut, Indonesia mengoleksi 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang telah bekerja keras mengharumkan nama bangsa sepanjang penyelenggaraan Asian Para Games 2026.

“Alhamdulillah, Indonesia berhasil masuk delapan besar hingga penutupan Asian Para Games 2026. Dari target awal tujuh medali emas, kita berhasil meraih 15 emas dengan total 73 medali. Saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang mendampingi bersama Ketua NPC Indonesia, Bapak Senny Marbun dan Chef de Mission, Prof. Reda Manthovani sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang tampil total dan konsisten sejak hari pertama hingga hari terakhir demi menunjukkan kedigdayaan bangsa. Hebatnya perjuangan mereka juga sama sekali tak mengendur walaupun target emas sudah tercapai,” ujar Menpora Erick.

Menpora Erick juga memberikan apresiasi terhadap kekompakan dan kerja sama yang terjalin antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memastikan target prestasi yang telah disepakati bersama dapat tercapai, bahkan terlampaui.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembangunan olahraga nasional membutuhkan kerja sama yang solid, perencanaan yang matang, serta komitmen untuk menjalankan target prestasi secara terukur.

“Saya juga sangat senang NPC dan CdM bekerja sama dengan baik serta mampu menepati target-target yang telah dikoordinasikan bersama Kemenpora. Inilah bukti mengapa dalam membangun olahraga kita harus kompak, dan juga harus benar-benar memastikan semua target bisa tercapai, sesuai dengan strategi besar pembangunan olahraga Indonesia,” kata Menpora Erick.

Keberhasilan Indonesia di Asian Para Games 2026 juga menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan. Capaian para atlet di berbagai cabang olahraga diharapkan menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi, memetakan potensi prestasi, serta mempersiapkan atlet menghadapi ajang internasional berikutnya yaitu ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.

Menpora Erick pun kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet dan jajaran pendukung kontingen Indonesia yang telah memberikan kebanggaan bagi bangsa.

“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang dan mengibarkan bendera Merah Putih di Nagoya, Jepang,” tutup Menpora Erick. (Fitri)
Share:

Tim Para Angkat Berat Indonesia Bangga Raih Medali Perak di Asian Para Games 2026

Tim Para Angkat Berat Indonesia Bangga Raih Medali Perak di Asian Para Games 2026. (Dok. Kemenpora)

Jepang, WaraWiri.net - Tim para angkat berat Indonesia berhasil menambah perolehan medali perak menjelang upacara penutupan Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (24/10).

Medali perak tersebut diraih oleh trio lifter Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi yang tampil di nomor mixed team Event. Langkah tim Indonesia untuk meraih medali emas harus kandas secara dramatis dari wakil Irak yang diperkuat Zahra Al-Obaidi, Muslim Al-Sudani, dan Mustafa Radhi.

Bertanding di Nagoya City Trade & Industry Center, Indonesia mengawali langkah dengan menempati peringkat keempat pada babak kualifikasi, yang sekaligus mengamankan tiket ke babak head-to-head. 

Pada babak tersebut, Indonesia secara mengejutkan sukses menumbangkan tim kuat China. Kemenangan ini dipastikan setelah salah satu lifter China, Yi Zou, gagal mengeksekusi angkatannya.

Partai final melawan Irak berlangsung menegangkan. Tiga lifter Merah Putih—Ni Nengah, Hilman, dan Hadi—tampil solid dan berhasil mengumpulkan total 377,31 poin.

Namun, Irak memastikan kemenangan pada momen-momen akhir. Lifter penutup Irak, Mustafa Radhi, sukses melakukan angkatan beban seberat 207 kg yang melambungkan total nilai Irak menjadi 378,99 poin, unggul tipis dari Indonesia.

Koordinator pelatih angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi perjuangan para atlet yang tampil tanpa beban pada nomor ini.

"Kami sangat bersyukur. Hasil ini memang di luar dugaan. Anak-anak bermain lepas dan memberikan kemampuan terbaik mereka," ujar Coni seusai pertandingan.

"Ternyata kami bisa menembus babak final. Meskipun pada akhirnya lawan memang lebih kuat dan kami hanya berselisih satu poin, kami tetap bersyukur," lanjutnya.

Dengan tambahan medali dari nomor mixed team event, tim para angkat berat Indonesia menutup kiprah di Asian Para Games 2026 dengan perolehan keseluruhan 2 medali perak dan 5 perunggu. 

Coni menjelaskan bahwa evaluasi akan segera dilakukan guna mempersiapkan para lifter menghadapi kejuaraan kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028 mendatang. Menurutnya, fokus utama tim pelatih adalah mengawal atlet yang berpeluang lolos ke Paralimpiade.

Ia menyebutkan beberapa nama lifter yang diproyeksikan masuk dalam kualifikasi Paralimpiade, di antaranya Ni Nengah Widiasih, Sriyanti, Siti Mahmudah, dan Sebrioni di sektor putri, serta Abdul Hadi di sektor putra.

Terkait agenda kejuaraan terdekat, Coni menyatakan tim Indonesia kemungkinan besar menepi dari ajang di Bahrain untuk menjaga kondisi fisik atlet.

"Event terdekat sebenarnya ada di Bahrain. Namun, kami tidak ingin mengambil risiko karena tim baru saja menyelesaikan kompetisi. Kami kemungkinan tidak berangkat," ungkap Coni.

Sebagai gantinya, tim Indonesia membidik kejuaraan kualifikasi wajib di Meksiko yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.

"Tahun depan kami harus mengikuti kejuaraan di Meksiko. Kejuaraan tersebut wajib diikuti karena menjadi salah satu syarat agar bisa tampil di Paralimpiade," jelasnya.

"Harapannya kami bisa memperbaiki peringkat dunia para atlet. Saat ini mbak Siti berada di peringkat keempat dan mbak Sriyanti di peringkat kelima. Jika peringkat mereka naik, posisi menuju Paralimpiade akan semakin aman," tutup Coni.

Selebrasi emosional ditunjukkan Abdul Hadi usai memastikan perak di nomor mixed team event. Ia mengungkapkan bahwa medali ini menjadi ajang penebusan dosa setelah sebelumnya gagal di nomor 49 kilogram putra akibat kondisi fisik yang kurang fit.

"Saya membayar utang yang kemarin. Kemarin kondisi saya tidak fit, jadi di sinilah saya membayarnya," kata Hadi.

"Terasa deg-degan juga tadi, tetapi emosionalnya ada. Kami bertiga dan tim tetap berdoa di dalam, tetap tenang. Alhamdulillah ini yang terbaik," tambahnya.

Sementara itu, Ni Nengah Widiasih menyoroti kemenangan bersejarah atas China di babak head-to-head.

"Kuncinya ada di head to head musuh China, di mana kita enggak ada sejarah bisa menang lawan China. Selain itu, ada faktor keberuntungan juga," ujar Widiasih.

Widiasih mengaku perjuangan di nomor ini sangat berat dan di luar ekspektasi seluruh tim.

"Yang pasti sangat bersyukur ya, karena perjuangan kami di mix team ini sangat berat. Kami pun tidak menyangka bisa dapat perak, karena perunggu pun berat banget bagi kami. Tadi tegang banget di belakang pas head-to-head sama China, Uzbekistan, dan Irak," jelasnya.

"Di angkatan terakhir kita saling berpegangan, semuanya sama-sama gugup di belakang. Tetapi kami bersyukur banget di hari terakhir ini bisa menutup dengan perak untuk tim powerlifting," pungkas Widiasih. (Fitri)
Share:

Partin Muhlisin Raih Medali Emas di Asian Para Games 2026

Partin Muhlisin Raih Medali Emas di Asian Para Games 2026. (Dok. NPC Indonesia)

Jepang, WaraWiri.net - Pelari Indonesia, Partin Muhlisin menutup gelaran pertandingan cabang olahraga (cabor) para atletik di Asian Para Games 2026, Jumat (23/10/2026) dengan raihan medali emas. Hasil ini menggenapkan perolehan emas Indonesia menjadi 14 keping.

Turun di nomor 100 meter kategori T63, pria asal Magelang itu unggul 0,35 detik dari pelari Thailand, Phalatip Khamta yang menempati posisi kedua. Sekaligus memecahkan rekor waktu Asian Para Games di kelas tersebut dengan catatan waktu 12,37 detik.

Ia pun tak mampu menyembunyikan rasa harunya usai menyentuh garis finis terdepan. Menurutnya, kemenangan ini terasa sangat emosional karena harus diraih melalui perjuangan panjang serta tekanan ketat dari para pesaingnya.

"Perasaannya luar biasa, senang sekali. Prosesnya lumayan lama setelah kita dari Thailand. Persiapan memang sudah disiapkan oleh tim pelatih untuk kejuaraan ini, dan gol puncaknya memang untuk di Nagoya ini," ujarnya Partin usai pertandingan.

"Cukup emosional karena yang ditakutkan dari pelari-pelari T42 itu kan dikejar di bagian akhir (oleh atlet T63). Tapi Alhamdulillah, sangat emosional sekali karena bisa mempertahankan posisi sampai akhir," lanjutnya.

Bangkit dari Cedera Hamstring

Keberhasilan meraih emas di Nagoya menjadi momen kebangkitan bagi Partin. Pasalnya, Partin sempat dihantam cedera hamstring di awal tahun setelah berlaga di ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Cedera tersebut memaksa Partin menepi dari lintasan selama lebih dari tiga bulan untuk menjalani proses pemulihan.

"Sempat dilanda cedera di awal tahun, cederanya di bagian hamstring belakang kurang lebih tiga bulan. Tapi Alhamdulillah, H-3 bulan sebelum kejuaraan ini sudah benar-benar total sembuh," ungkap Partin.

Guna mencapai performa terbaiknya, Partin menjalani program latihan intensif dan terstruktur di bawah arahan tim pelatih para atletik Indonesia.

"Untuk latihannya sendiri kami sudah terstruktur sama tim pelatih. Jadi setiap pagi sore tentunya, yang libur cuma hari Minggu sama Sabtu sore," kata dia.

Meski puas dengan medali emas yang diraihnya, Partin menganggap kejuaraan di Nagoya ini sebagai batu loncatan untuk menghadapi ajang-ajang internasional yang lebih besar di masa depan.

Target terdekat yang membayang di depan mata adalah kejuaraan dunia Para Atletik World Championship yang bakal digelar di Uzbekistan pada tahun depan.

Selain itu, Partin juga terus mengasah kemampuannya agar bisa bersaing di tingkat Paralimpiade. Saat ini, catatan waktu terbaiknya yang berada di angka 12,22 detik. Ia berambisi untuk dapat menembus target batas waktu di angka 12,00 detik.

"Catatan waktu tetap di 12,00 detik targetnya. Paling best saat ini 12,22 detik, masih ada 0,22 detik lagi yang harus dikejar. Semoga tercapai," jelasnya optimistis.

Di akhir wawancara, Partin mengungkapkan bahwa medali emas yang digantungkan di lehernya dipersembahkan secara khusus untuk keluarga dan masyarakat Indonesia yang tak henti memberikan dukungan.

"Kemenangan ini terutama untuk kedua orang tua saya yang ada di Indonesia, di Desa Wonocoyo, Kaliangkrik, Magelang. Dan juga kepada para coach, tim para-atletik, serta terutama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih banyak atas doa dan dukungannya selama ini," tutur Partin.

Selain Partin, sejumlah atlet para atletik juga berhasil menyumbangkan medali hari ini. Di Lempar Lembing Putra F40-41, Ansyari berhasil mendapatkan perak. 

Kemudian ada Saptoyogo Purnomo yang juga meraih perak di nomor lari 200 meter putra T37. Terakhir ada Rica Oktavia di nomor lompat Jauh Putri T20 yang mendapatkan perunggu.

Secara keseluruhan tim para atletik menyumbangkan tiga medali emas, delapan perak dan 11 perunggu untuk kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. Kontingen Indonesia kini bertengger di posisi delapan klasemen sementara medali Asian Para Games 2026 dengan perolehan 14 emas, 20 perak dan 37 perunggu. (Fitri)
Share:

Tiga Pekerja Pertamina Terima Tanda Kehormatan, Jadi Dorongan Perkuat Pengabdian dan Pelayanan

Tiga Pekerja Pertamina Terima Tanda Kehormatan, Jadi Dorongan Perkuat Pengabdian dan Pelayanan. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - Tiga Pekerja Pertamina menerima tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya Tahun 2026 dalam penganugerahan di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat (23/10). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bagi Pertamina, penghargaan ini merupakan pengakuan negara atas kontribusi nyata Perwira Pertamina dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan visi perusahaan yang mengedepankan ketahanan, ketersediaan dan keberlanjutan energi.

Satyalancana Pembangunan dianugerahkan kepada Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream. Tanda kehormatan ini diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada warga negara Indonesia yang berjasa besar dalam pembangunan nasional, baik secara umum maupun pada bidang tertentu.

Sementara itu, Andry, General Manager Zona 13 PT Pertamina EP Cepu, Regional 4–Indonesia Timur, Subholding Upstream; serta Mulyono, Section Head Utilities RFCC Refinery Unit Cilacap PT Pertamina Patra Niaga, menerima Satyalancana Wira Karya. Tanda kehormatan ini diberikan atas darma bakti yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan apresiasi kepada ketiga penerima. Ia menekankan bahwa penghargaan tersebut perlu menjadi dorongan untuk terus belajar dan memperbaiki pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Kami mengapresiasi pengabdian para Perwira yang menerima tanda kehormatan ini. Bagi kami, penghargaan menjadi pengingat untuk terus bekerja dengan tanggung jawab, mendengar kebutuhan masyarakat, dan memperbaiki pelayanan,” ujar Baron.

Ketiga penerima menjalankan tugas di bidang pemasaran, operasi hulu migas, dan pengolahan. Masing-masing bidang memiliki peran yang saling terhubung dalam penyediaan dan penyaluran energi, dengan dukungan pekerja serta mitra di berbagai wilayah.

Baron menambahkan, sebagai perusahaan energi nasional milik negara, Pertamina terus mendorong seluruh jajaran untuk mengutamakan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan tugasnya.

“Kami memahami bahwa yang dibutuhkan masyarakat adalah energi yang tersedia saat diperlukan dan pelayanan yang baik. Karena itu, seluruh jajaran perlu terus memperkuat koordinasi, menindaklanjuti kendala di lapangan, dan memastikan setiap perbaikan dapat dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Pertamina terus memperkuat kompetensi pekerja, keselamatan kerja, dan koordinasi operasional untuk mendukung kelancaran pasokan serta layanan energi. Semangat pengabdian para penerima diharapkan dapat mendorong perbaikan yang konsisten dalam pelaksanaan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat. (Deni)
Share:

Akselerasi Ekosistem Digital, Pemerintah Resmikan Indonesia–India Creative-Tech Corridor

Akselerasi Ekosistem Digital, Pemerintah Resmikan Indonesia–India Creative-Tech Corridor. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan pilar ekonomi kreatif dan akselerasi transformasi digital berbasis teknologi masa depan. Sektor ekonomi kreatif yang didukung adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diposisikan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh, berbasis pengetahuan (knowledge-based), serta terkoneksi secara global.

“AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru. Itulah sebabnya kita memerlukan dukungan dari Kawasan Ekonomi Khusus seperti Singhasari. Jadi, sata berharap melalui kolaborasi ini, sektor kreatifitas dapat tumbuh hingga dua digit,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan arahan sekaligus meresmikan Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Jakarta, Sabtu (24/10).

Menko Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia dan India memiliki fondasi hubungan sejarah dan kebudayaan yang sangat kuat. Kedekatan budaya, seni, pengetahuan, hingga pemikiran filosofis yang telah terjalin lama menjadi modal berharga dalam mempererat kerja sama di era ekonomi digital. Kedua negara yang berdekatan secara geografis kini semakin terhubung melalui konektivitas digital dan teknologi tinggi.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa evolusi teknologi yang bergerak cepat menuju era AI, Internet of Things (IoT), machine learning, hingga quantum computing menuntut penyiapan infrastruktur digital yang solid. Lonjakan pemanfaatan teknologi tersebut mendorong pesatnya kebutuhan pusat data (data center) global dan industri semikonduktor.

Dalam mendukung ekosistem digital tersebut, Pemerintah bekerja sama dengan Arm untuk mengembangkan ekosistem desain cip (chip design) serta mendorong industri semikonduktor nasional. Guna menampung minat investasi pusat data yang sangat tinggi, Pemerintah mengarahkan pengembangannya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti KEK Nongsa di Kepulauan Riau yang tengah diperluas, KEK di Tangerang Selatan, hingga kawasan Karawang, dengan menyelaraskan ketersediaan energi dan jaringan konektivitas serat optik.

Pemerintah juga mendorong optimalisasi KEK berbasis teknologi dan kreativitas, seperti KEK Singhasari, untuk terus bertransformasi menjadi pusat riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif. Pengolahan data kreatif melaui pusat data dan infrastruktur KEK diharapkan dapat menciptakan dampak pengganda (multiplier effect) serta memacu pertumbuhan sektor ekonomi kreatif secara signifikan hingga mencapai double digit.

“Industri kreatif saat ini merupakan industri berbasis pengetahuan (knowledge-based) dan saat sekarang terfasilitasi oleh perkembangan oleh artificial intelligence, Internet of Things, digital twin, hingga quantum computing. Perkembangan pesat ini mendorong kebutuhan pusat data (data center) dan semikonduktor, yang kini terus kita dorong pengembangannya di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus,” ungkap Menko Airlangga saat memberikan keterangan pers.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf Teuku Riefky Harsya, Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Bijay Selvaraj, Sekretaris Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana KEK Susiwijono Moegiarso, Direktur Utama KEK Singhasari David Santoso, jajaran pejabat Kementerian/Lembaga, perwakilan BUMN dan swasta, serta komunitas dan asosiasi ekonomi kreatif. (Subhan)
Share:

Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Digital, Pemerintah Dorong Media Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Digital, Pemerintah Dorong Media Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Daerah. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Di tengah berbagai ketidakpastian global, Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap kuat dan berkelanjutan. Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45% (ctc) pada Semester I-2026 menunjukkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia masih berada pada jalur yang sesuai untuk mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan.

Ke depan, Pemerintah akan terus mendorong penguatan daya beli masyarakat, peningkatan investasi, percepatan hilirisasi, serta transformasi digital dan pengembangan UMKM sebagai upaya memperkuat daya saing dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui akselerasi investasi dan optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Kawasan Industri (KI) untuk mengembangkan sektor unggulan daerah. Saat ini, terdapat 25 KEK dan 181 KI dengan total luas mencapai 125 ribu hektare. Khusus KEK, akumulasi investasi telah mencapai Rp368 triliun dan mampu menyerap hampir 250 ribu tenaga kerja.

“Salah satu sumber pertumbuhan baru yang dapat didorong adalah ekonomi digital. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai transaksi bruto ekonomi digital Indonesia mendekati USD100 miliar, tumbuh sekitar 14% yoy, sekaligus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” jelas Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto dalam acara Local Media Summit 2026, Jumat (23/10).

Untuk mendukung transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital dan pasokan energi. Kapasitas pusat data nasional yang saat ini berada pada kisaran 0,45–0,58 GW berpotensi meningkat hingga 11 GW pada 2030. Sementara itu, Pemerintah merencanakan penambahan kapasitas energi sebesar 69,5 GW berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, yang didukung juga oleh program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GWp.

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, dengan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030. Pemerintah terus merespons kebutuhan tersebut melalui penguatan pendidikan, program Beasiswa Talenta Digital (Digital Talent Scholarship), kerja sama pelatihan dengan penyedia teknologi dan negara lain, termasuk melalui WAICO, serta pemberian insentif Super Tax Deduction hingga 200% untuk kegiatan pelatihan vokasi.

Seiring dengan penguatan infrastruktur dan pengembangan talenta digital, Pemerintah juga mendorong pemanfaatan ekonomi digital untuk membuka peluang usaha dan memperluas pasar, termasuk bagi media lokal. Dengan jutaan pengguna internet pada 2026, media lokal dapat mengambil peran dalam mempromosikan produk UMKM, pariwisata, dan potensi unggulan daerah melalui pemasaran digital, produksi konten kreatif, serta kegiatan komunitas yang dapat menjadi sumber pendapatan baru.

Menutup sambutan, Staf Ahli Haryo juga menyampaikan bahwa industri media lokal saat ini menghadapi tantangan perubahan lanskap periklanan yang mendorong perlunya diversifikasi sumber pendapatan. Salah satunya melalui transformasi menuju konsep Beyond Media yang membuka peluang pengembangan layanan kreatif, pengelolaan komunitas, serta penyelenggaraan kegiatan bernilai komersial. Untuk itu, media lokal diharapkan semakin berdaya saing dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dalam memperluas peluang bisnis tentu harus tetap diimbangi dengan independensi editorial dan kredibilitas informasi, karena kepercayaan publik merupakan modal utama keberlanjutan industri media,” pungkas Staf Ahli Haryo.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Pemimpin Redaksi Suara.com, Country Program Manager International Media Support Indonesia, pimpinan dan pengelola media, serta pelaku usaha. (Subhan)
Share:

GPIPS Sulampua 2026: ”Tallukarsa Pangan Sulampua” Fokus Langkah Sinergis Menjaga Inflasi Pangan

GPIPS Sulampua 2026: ”Tallukarsa Pangan Sulampua” Fokus Langkah Sinergis Menjaga Inflasi Pangan. (Dok. Bank Indonesia)

Makassar, WaraWiri.net - Masyarakat tidak mengenal inflasi pangan hanya sebagai angka statistik, melainkan merasakan secara langsung dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Gejolak harga pangan memengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah. Karena itu, inflasi kelompok pangan bergejolak perlu dijaga dalam kisaran sasaran 3,0%-5,0%, sebagaimana disepakati dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (29/1). 

Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) terus memperkuat ketahanan pangan nasional untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Hal ini mengemuka dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan (23/10).

Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. Acara dihadiri pula oleh Kepala Daerah se-Sulampua.

GPIPS Sulampua 2026 menghadirkan inovasi respons dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi nasional di Sulampua, melalui "Tallukarsa Pangan Sulampua", yang memiliki arti tiga daya upaya.

Inovasi tersebut terefleksi melalui Karsa Daya, Karsa Sambung, dan Karsa Tata. Ketiganya sejalan dengan tema GPIPS 2026, "Memperkuat Konektivitas dan Rantai Pasok untuk Ketahanan Pangan Sulampua di Tengah Risiko Iklim", yang menekankan fokus sinergi elemen TPID dalam memperkuat konektivitas dan rantai pasok. Penguatan tersebut penting mengingat karakteristik Sulampua sebagai wilayah kepulauan dengan sentra produksi dan wilayah konsumsi yang tersebar.

Ketimpangan pasokan antardaerah, tingginya tantangan distribusi serta risiko iklim, termasuk El Nino, dapat memengaruhi produksi dan kelancaran pasokan pangan. Oleh karena itu, pengendalian inflasi perlu dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya melalui stabilisasi harga dalam jangka pendek, tetapi juga melalui penguatan sisi produksi dan efisiensi rantai pasok.

Karsa Daya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian dan perikanan melalui sarana prasarana produktif, serta komitmen pembiayaan perbankan bagi kelompok tani dan nelayan. Karsa Sambung diwujudkan melalui penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas pangan penyumbang inflasi, dan pelepasan Mini Distribution Centre atau kios pangan bergerak melalui armada mobil, guna memperpendek rantai pasok hingga ke pasar.

Di tingkat pusat, sinergi dengan Kemenko Bidang Perekonomian, Bapanas, dan BUMN Logistik, turut diperkuat untuk menurunkan biaya logistik. Karsa Tata berfokus pada penguatan kelembagaan dan ekosistem pangan. Business matching kelompok tani bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai offtaker dilakukan untuk memastikan kecukupan kebutuhan pangan.

Selain itu, kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui sekolah lapang iklim agar petani dan nelayan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim untuk tetap produktif. Sinergi dengan Bapanas juga diperkuat melalui pengembangan neraca pangan sebagai peringatan dini terhadap potensi defisit pangan serta menjadi acuan perumusan kebijakan terkait stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Inovasi Tallukarsa Pangan Sulampua dilatarbelakangi oleh sejumlah kisah sukses di daerah yang dapat direplikasi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. Di Sulawesi Selatan, kandang ayam petelur dan pedaging yang dikelola secara modern (closed house) mampu menjaga kepastian produksi. Di Gorontalo, taksi nelayan yang dikelola berbasis koperasi mampu mendukung produktivitas perikanan.

"Ke depan, peningkatan produksi hingga efisiensi rantai pasok, agar direplikasi ke daerah lain sehingga inflasi terkendali dan berdampak bagi masyarakat" ujar Thomas.

GPIPS Sebagai Momen Komitmen Seluruh Pihak

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo, menyampaikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tantangan yang dihadapi. Hal tersebut tecermin dari pertumbuhan ekonomi 5,45% pada semester I-2026, dan inflasi nasional 2026 terjaga 3,28% sesuai sasaran 2,5±1%. Investasi mencapai Rp1.539,2 triliun atau tumbuh 7,3% hingga September 2026, dengan 50,6% diantaranya dikontribusikan dari luar Jawa.

"Tugas kita adalah memastikan modal ini mengalir ke petani, nelayan dan usaha pangan di Sulampua", tegasnya.

Beliau juga menegaskan, berbekal solidnya fundamental ekonomi, terkendalinya inflasi, dan kuatnya sinergi daerah, kita dapat membangun Sulampua yang tangguh menghadapi tekanan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen mendukung program Presiden guna menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan. Penataan pengaturan, revitalisasi harga pupuk bersubsidi hingga turun 20% tanpa tambahan APBN, dan tambahan volume pupuk bersubsidi 700.000 ton, merupakan transformasi untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani, demikian disampaikan Amran.

Transformasi tersebut, di antaranya terlihat pada indeks Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 131,11 sebagai capaian tertinggi selama 34 tahun terakhir, cadangan stok beras Indonesia per 23 Oktober 2026 mencapai sekitar 4,5 juta ton, serta ekspor dan impor pertanian (segar dan olahan) pada 2025, mencatat hasil positif dengan kenaikan ekspor Rp166,53 triliun (28,26%), dan penurunan impor Rp41,67 triliun (9,66%), tegas Amran.

Wakil Gubernur Fatmawati menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia dan TPID se-Sulampua, akan terus berkomitmen memperkuat sinergi melalui strategi 4K 

"Keterjangkauan harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Melalui GPIPS Sulampua 2026, kami berharap sinergi ini bisa melahirkan berbagai langkah konkret, seperti perluasan kerjasama antar daerah, penguatan neraca pangan, hingga penguatan dukungan sarana produksi, teknologi, infrastruktur logistik dan pembiayaan perbankan," ujarnya.

Rapat Koordinasi TPIP/TPID se-Sulampua

Rapat Koordinasi TPIP/TPID se-Sulampua menjadi bagian dari rangkaian GPIPS Sulampua 2026. Rapat yang dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Ferry Irawan, merumuskan "Panca Reso Sipatokkong Pangan Sulampua" sebagai lima komitmen bersama. Pertama, penguatan hulu produksi pangan yang adaptif iklim serta modernisasi pertanian dan perikanan. Kedua, hilirisasi untuk nilai tambah dan umur simpan. Ketiga, perluasan akses pembiayaan petani-nelayan melalui fasilitasi business matching dengan perbankan. Keempat, penguatan kualitas data stok dan pelaksanaan operasi pasar 3T berbasis Early Warning System (EWS) dan Neraca Pangan. Kelima, penguatan konektivitas antarpulau untuk integrasi ekosistem pangan. 

Pelaksanaan GPIPS Sulampua merupakan rangkaian keberlanjutan gerakan nasional yang keempat pada tahun 2026, setelah sukses dilaksanakan di wilayah Sumatera (11/2), Jawa (13/5), dan Balinusra (27/7).

Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah melalui TPIP/TPID akan terus mempererat sinergi dan kolaborasi bersama kementerian/lembaga, pemangku kepentingan, pelaku usaha dan mitra strategis terkait lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mengendalikan inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Muh)
Share:

Sinergi Pemkot Serang dan Ulama pada Hari Santri 2026, Perkuat Visi Wujudkan Kota Pendidikan

Sinergi Pemkot Serang dan Ulama pada Hari Santri 2026, Perkuat Visi Wujudkan Kota Pendidikan. (Dok. Pemkot Serang)

Kota Serang, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus memperkuat sinergi dengan kalangan ulama dan pondok pesantren dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di daerah. 

Hal ini tercermin dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang. 

Acara yang mengusung tema Santri: Jimat NKRI ini dihadiri oleh ratusan santri, ulama, akademisi, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah. 

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas kontribusi santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendorong kemajuan daerah.

Hadir mewakili Wali Kota Serang Budi Rustandi, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Subagyo, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan peran santri. 

Menurutnya, lingkungan pesantren merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi berkarakter, disiplin, dan berakhlak mulia.

"Mari kita jadikan Hari Santri Nasional tahun 2026 sebagai penguat komitmen menjaga persatuan, mempererat kerukunan, memperkuat nilai kebangsaan, serta bersama-sama membangun Kota Serang," ujar Subagyo, Sabtu 24 Oktober 2026. 

Subagyo turut mendorong para santri untuk terus memperluas wawasan dan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi. 

Pemerintah berharap santri dapat mengambil peran aktif dalam berbagai sektor profesional tanpa meninggalkan tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama.

"Semoga para kiai, ulama, serta guru pesantren senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membimbing generasi penerus," tambahnya.

Dalam forum strategis ini, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menyampaikan gagasan agar Kota Serang secara resmi dikukuhkan sebagai Kota Pendidikan. 

Usulan ini didasarkan pada besarnya potensi perguruan tinggi dan ratusan pondok pesantren yang telah lama menjadi pusat pendidikan Islam di Provinsi Banten.

"Usulan Kota Serang sebagai Kota Pendidikan juga diharapkan mampu memperkuat citra sebagai pusat lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga berakhlak dan berkarakter kuat," jelas KH Saifun Nawasi.

Ia juga menjabarkan filosofi tema Santri: Jimat NKRI, di mana kata jimat bermakna Ngaji Bersama Umat. 

Santri didorong untuk tidak sekadar menuntut ilmu, tetapi hadir langsung memberikan manfaat dan mengayomi masyarakat di lingkungannya.

"Santri bukan hanya belajar di pesantren. Santri harus hadir di tengah masyarakat, mengajarkan nilai-nilai agama, memperkuat persatuan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya," tegas KH Saifun.

Ia menambahkan, peran ulama dan santri sangat lekat dengan sejarah berdirinya bangsa. 

"Belum tentu Indonesia bisa merdeka tanpa ada ulama dan para santri. Santri harus berani. Santri harus mampu melawan tantangan zaman," ungkapnya.

Dukungan serupa disampaikan Inisiator Hari Santri sekaligus Ketua Umum Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, KH Matin Syarkowi. Ia menekankan bahwa pendidikan pesantren berfokus pada pembentukan kemandirian, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian masyarakat.

"Kecerdasan itu harus membawa manfaat. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk agama, masyarakat, bangsa, dan negara," terang KH Matin Syarkowi.

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Prof. Muhammad Ishom, menyatakan bahwa Hari Santri telah berkembang menjadi momentum nasional yang melampaui batas komunitas pesantren. 

Keterlibatan lintas sektor menunjukkan penghormatan atas kontribusi besar ekosistem pesantren bagi Indonesia.

"Ini membuktikan bahwa Hari Santri tidak lagi hanya milik kaum santri. Hari Santri bukan hanya milik Kementerian Agama, tetapi sejatinya harus dirayakan oleh seluruh warga Indonesia," tutur Prof. Ishom.

Ia menyebutkan, pengabdian tersebut merupakan proses yang berkesinambungan. 

"Peran tersebut tidak hanya terlihat pada masa perjuangan kemerdekaan, tetapi juga dalam membangun pendidikan, membina moral masyarakat, dan memperkuat persatuan nasional," jelasnya.

Peringatan Hari Santri dan dukungan terhadap ekosistem pesantren ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Serang dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing. 

Keberadaan ratusan pondok pesantren di wilayah ini dinilai sebagai pilar utama dalam membangun tata kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan inklusif.

Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, ulama, dan akademisi, Pemerintah Kota Serang berkomitmen memfasilitasi pengembangan sektor pendidikan secara berkelanjutan. 

Langkah strategis ini diyakini akan mempercepat kemajuan daerah sekaligus mengukuhkan identitas luhur Kota Serang sebagai episentrum pendidikan berkualitas di Banten. (Evi)
Share:

Munafri-Aliyah Meriahkan United Nations Day HOPLiN Preschool Makassar

Munafri-Aliyah Meriahkan United Nations Day HOPLiN Preschool Makassar. (Dok. Pemkot Makassar)

Makassar, WaraWiri.net - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter dan perkembangan generasi masa depan.

Komitmen tersebut diwujudkannya melalui berbagai langkah penguatan sistem pendidikan PAUD, termasuk memperluas wawasan dan mendalami praktik baik dari sistem pendidikan negara lain.

Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan United Nations Day bertajuk Hoppy Little Water Detectives yang diselenggarakan HOPLiN Preschool Makassar di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center, Sabtu (24/10/2026).

Munafri menekankan, pendidikan pada usia 0–5 tahun memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, PAUD perlu menyediakan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan kecerdasan sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.

"Kita mengharapkan preschool dan pendidikan yang ada di tempat ini bisa memberikan ruang yang cukup dan bagus buat anak-anak kita dalam rangka tumbuh kembang anak-anak kita," ujarnya.

Ia mengungkapkan, upaya penguatan PAUD juga menjadi bagian dari pengembangan inovasi pendidikan di Kota Makassar. Munafri bercerita, dirinya baru-baru ini mendapat kesempatan untuk memperkenalkan praktik pengembangan PAUD terintegrasi Makassar dalam sebuah forum internasional.

“Kemarin saya diberikan kesempatan oleh salah satu organisasi di bawah PBB untuk memperlihatkan bagaimana Makassar mengembangkan PAUD menjadi salah satu competence yang ada di Indonesia,” katanya.

Ke depan, lanjutnya, Pemkot Makassar berupaya memperkuat pengembangan PAUD melalui pendalaman strategi dan pertukaran praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Munafri menyebut, Dinas Pendidikan Kota Makassar telah menyusun program pengembangan wawasan melalui diskusi mengenai kurikulum dan praktik pendidikan di Inggris. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam mengembangkan sistem pendidikan PAUD yang sesuai dengan kebutuhan anak.

“Dinas Pendidikan akan membangun diskusi bagaimana mendidik anak-anak dengan baik,” ujarnya.

Menurut Munafri, peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak usia dini. Ia menggarisbawahi, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membekali anak dengan karakter dan kemampuan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Tidak sampai disitu, sejalan dengan tajuk acara mengangkat tema air dan kepedulian lingkungan dalam rangka peringatan United Nations Day, Munafri mengatakan edukasi anak usia dini soal lingkungan juga menjadi hal yang penting.

“Kondisi iklim hari ini membuat kita harus peduli dan memberikan pembelajaran bagaimana anak-anak ini bisa mengerti terhadap resiliensi dan perubahan iklim,” pungkasnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi lembaga pendidikan swasta, termasuk HOPLiN Preschool, dalam menyediakan pilihan layanan pendidikan bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dinilai penting untuk memperluas upaya peningkatan kualitas pendidikan di Makassar.

“Kami dengan keterbatasan fiskal, dengan kemampuan yang kami miliki untuk membangun dengan segala macam upaya yang kami miliki, tapi kita berharap kerja sama dari pihak swasta akan jauh lebih kuat lagi ketika kolaborasi ini bisa kita bangun secara bersama-sama,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan pentingnya pendidikan sejak usia dini dalam membentuk karakter dan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, pembelajaran yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan dapat membantu anak memahami pentingnya menjaga lingkungan, termasuk menggunakan air secara bijak.

“Pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang membangun kecerdasan, tetapi juga menanamkan karakter, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kegiatan seperti Hoppy Little Water Detectives ini, anak-anak dapat belajar mengenal pentingnya air bagi kehidupan serta memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap nilai-nilai positif ini dapat tumbuh sejak dini sehingga anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Aliyah. (Siti)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING