Kajati Sulsel Lantik Kepala Kejaksaan Negeri Maros Sinjai dan Luwu Utara Perkuat Sinergi dan Integritas di Daerah

Kajati Sulsel Lantik Kepala Kejaksaan Negeri Maros Sinjai dan Luwu Utara Perkuat Sinergi dan Integritas di Daerah. (Dok. Kejagung RI)

Makassar, WaraWiri.net - Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, memimpin upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan sejumlah pejabat Eselon III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. 

Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Baruga Adhyaksa Kantor Kejati Sulsel pada Senin, 27 April 2026, sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan penguatan kinerja korps Adhyaksa di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam pelantikan tersebut, tiga kursi pimpinan Kejaksaan Negeri resmi berganti nakhoda. 
1. Kepala Kejaksaan Negeri Maros, I Ketut Sudiarta, menggantikan Febriyan M
2. Kepala Kejaksaan Negeri Sinjai, Budiman menggantikan Mohammad R. Bugis
3. Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Utara, Koko Erwinto Danarko menggantikan Harwanto.

Kajati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi menekankan bahwa rotasi jabatan adalah momentum untuk meningkatkan akselerasi penegakan hukum di daerah. 

"Para pejabat yang baru dilantik segera melakukan pemetaan terhadap tantangan di wilayah tugas masing-masing, serta senantiasa menjaga integritas dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat," kata Didik Farkhan. 

Pergantian ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mewujudkan penegakan hukum yang tegas namun tetap memiliki sisi kemanusiaan yang kuat.

Upacara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Prihatin, para Asisten pada lingkup Kejati Sulsel, serta sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri dari berbagai kabupaten dan kota. 

Hadir pula Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Selatan beserta jajaran yang memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran prosesi alih tugas ini.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Kajati Sulsel kepada para pejabat baru, serta penyampaian apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di wilayah hukum Sulawesi Selatan. (Rizal)
Share:

Kedepankan Keadilan Humanis Kejati Sulsel Setujui Restorative Justice Perkara Penggelapan Dana Bisnis HP di Palopo

Kedepankan Keadilan Humanis Kejati Sulsel Setujui Restorative Justice Perkara Penggelapan Dana Bisnis HP di Palopo. (Dok. Kejagung RI)

Makassar, WaraWiri.net - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya tajam ke atas, tetapi juga humanis ke bawah. Melalui ekspose virtual, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, menyetujui usulan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif (Restorative Justice) atas perkara tindak pidana yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Palopo.

Perkara ini melibatkan tersangka MS (23), seorang pelajar, yang disangkakan melanggar Pasal 486 UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP terhadap korban RAK.

Kasus ini berawal dari hubungan kerja sama bisnis jual beli Handphone (HP) antara tersangka dan saksi korban yang didasari rasa saling percaya. Pada kurun waktu 5 hingga 11 Juli 2025, kedua belah pihak sepakat untuk menjalankan bisnis tersebut dengan sumber dana berasal dari akun Shopee Pay Later milik korban.

Secara bertahap, korban menyerahkan uang sebesar Rp3.600.000 kepada tersangka yang seharusnya digunakan untuk membeli unit iPhone 11 bekas untuk dijual kembali. Namun, setelah uang tersebut berada dalam penguasaan tersangka, ia justru menyalahgunakan kepercayaan korban dengan menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadinya, bukan untuk modal bisnis sebagaimana kesepakatan awal.

Pada 15 Juli 2025, korban bertemu dengan tersangka di sebuah warkop di Palopo untuk menagih titipan uang tersebut. Tersangka mengakui perbuatannya dan menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk mengembalikan seluruh dana paling lambat 29 Juli 2025. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, pengembalian tidak kunjung dilakukan. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian total sebesar Rp5.000.000 (meliputi uang pokok dan bunga yang harus dibayarkan korban ke platform pembiayaan).

Berdasarkan ekspose yang dipimpin oleh Kajati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, didampingi Wakajati Sulsel Prihatin dan Aspidum Teguh Suhendro, permohonan Restorative Justice (RJ) ini disetujui dengan beberapa pertimbangan utama:

1. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana (bukan residivis).
2. Ancaman pidana di bawah 5 tahun penjara.
3. Telah tercapai kesepakatan perdamaian di mana tersangka telah mengembalikan kerugian korban sepenuhnya sebesar Rp5.000.000.
4. Korban telah memaafkan tersangka dan mencabut tuntutannya secara sukarela.

"Tujuan utama dari keadilan restoratif adalah pemulihan keadaan kembali ke semula. Karena tersangka telah menunjukkan iktikad baik dengan membayar kerugian korban secara utuh dan korban pun sudah memaafkan, maka perkara ini lebih adil jika diselesaikan di luar pengadilan," ujar Didik Farkhan.

Kajati Sulsel juga menegaskan kepada jajaran Kejari Palopo agar segera memproses administrasi penghentian penuntutan dan mengingatkan bahwa proses RJ ini harus bersih dari praktik transaksional. 

"Hukum harus memberikan kemanfaatan. Dengan selesainya perkara ini secara damai, kita menjaga agar masa depan tersangka yang masih berstatus pelajar tidak terputus karena stigma negatif penjara, sementara hak korban terlindungi secara nyata," pungkasnya. (Rizal)
Share:

Gakkum Kehutanan Tindak Tegas Perambah Bentang Alam Seblat, Kebun Sawit 30 Hektare Disita

Gakkum Kehutanan Tindak Tegas Perambah Bentang Alam Seblat, Kebun Sawit 30 Hektare Disita. (Dok. Kemenhut)

Bengkulu, WaraWiri.net - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera menetapkan seorang pria berinisial S (58) sebagai tersangka dalam kasus perambahan kawasan hutan di Bentang Alam Seblat, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Tersangka terbukti menguasai dan mengelola perkebunan kelapa sawit secara ilegal seluas kurang lebih 30 hektare di dalam Hutan Produksi Air Rami.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pendalaman dari rangkaian Operasi Merah Putih Bentang Alam Seblat. Selain mengamankan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti krusial, antara lain satu unit alat berat jenis ekskavator, satu unit pondok di dalam kawasan, kebun sawit seluas 30 hektare, serta kuitansi transaksi jual-beli lahan ilegal di dalam kawasan hutan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa Operasi Merah Putih di Bentang Alam Seblat memiliki arti strategis bagi kelestarian satwa dilindungi. Kawasan ini merupakan habitat penting bagi Gajah Sumatera yang keberlanjutannya terus terancam oleh ekspansi perkebunan ilegal.

"Kementerian Kehutanan berkomitmen memastikan setiap pelanggaran di kawasan hutan diproses hukum tanpa pandang bulu. Operasi ini adalah upaya nyata pengamanan kawasan hutan agar tetap berfungsi sebagai benteng ekologis dan habitat satwa, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pencegahan perusakan hutan ke depan," ujarnya.

Tersangka S kini telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Bengkulu. Ia dijerat dengan pasal tindak pidana perambahan kawasan hutan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal mencapai Rp7,5 miliar.

Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Hari Novianto, mengungkapkan bahwa dalam operasi di lapangan, tim menemukan ekskavator yang disembunyikan menggunakan pelepah kelapa sawit. Upaya penyamaran ini diduga dilakukan tersangka untuk menghindari pengawasan petugas. Alat berat tersebut disinyalir digunakan untuk membuka akses jalan guna memudahkan aktivitas perambahan di dalam hutan.

"Kami akan terus mengembangkan perkara ini untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk penyedia alat berat dan aktor intelektual di balik pembukaan akses jalan ilegal tersebut. Penegakan hukum ini adalah bentuk perlindungan terhadap integritas kawasan hutan kita," tegasnya. (Alfi)
Share:

Antusias dan Percaya Diri, Murid SD Ikuti TKA dengan Jujur dan Gembira

Antusias dan Percaya Diri, Murid SD Ikuti TKA dengan Jujur dan Gembira. (Dok. Kemendikdasmen)

Banjarbaru, WaraWiri.net - Antusiasme dan semangat percaya diri mewarnai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD tahun 2026 di berbagai daerah. Sejak dimulai pada 20 April, murid mengikuti asesmen dengan suasana yang lebih tenang dan menggembirakan, didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif serta dukungan dari orang tua.

“Tadi pagi mama peluk aku terus bilang, ‘Kamu pasti bisa nak! Mama bangga apa pun hasilnya.’ Aku jadi tidak takut sama sekali, makanya tadi aku kerjain dengan tenang. Pulang ini mau cerita semuanya ke mama,” ungkap Olivia, murid kelas 6 SDN 4 Komet, Kota Banjarbaru, dengan wajah berbinar.

Pengalaman Olivia menjadi gambaran bagaimana pendekatan pelaksanaan TKA yang lebih ramah mampu membangun rasa percaya diri murid. Di berbagai daerah, suasana ujian tidak lagi identik dengan ketegangan, melainkan menjadi pengalaman belajar yang dijalani dengan lebih santai dan fokus.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, pun mengungkapkan rasa bangganya terhadap integritas para murid. “Hal yang paling membahagiakan adalah pelaksanaannya menjunjung tinggi integritas. Para murid mengerjakan TKA dengan jujur, dan itu jauh lebih berharga dari nilai apa pun,” ujarnya.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hafiz, murid SDN 30 Tanjungpandan, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku sempat gugup sebelum ujian dimulai, namun perasaan tersebut perlahan hilang setelah memahami soal yang diberikan.

“Setelah melihat soalnya yang ternyata mudah dimengerti, saya bisa mengerjakannya,” ujar Hafiz.

Kemudahan memahami soal juga dirasakan oleh murid lain seperti Kaisa dari SD Muhammadiyah Pangkalpinang dan Izas Faeza dari SDN 2 Dendang. Mereka menilai bahwa meskipun soal berbentuk naratif dan panjang, isi pertanyaannya tetap dapat dipahami dengan baik.
 
Bergeser ke Jawa Tengah, murid-murid SD Negeri Sarirejo, Kota Semarang, menunjukkan kesiapan yang matang. Salah satu murid peserta TKA mengaku senang dapat mengerjakan soal dengan lancar berkat persiapan belajarnya. Hasil TKA pun diharapkan menjadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Suasana serupa juga terpantau di Sulawesi Barat. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Barat, Haksan Darwangsa, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini jauh dari kesan kaku.

“Kami melihat langsung bagaimana anak-anak mengikuti TKA dengan tenang, jujur, dan penuh semangat. Suasana yang tercipta tidak tegang, justru membangun kepercayaan diri murid,” ujarnya.

Dengan dukungan lingkungan yang positif dari sekolah dan keluarga, pelaksanaan TKA 2026 menghadirkan proses belajar yang lebih tenang dan bermakna bagi murid. Antusiasme yang terlihat di berbagai daerah menjadi sinyal baik bahwa anak-anak semakin siap belajar, mencoba, dan menunjukkan kemampuan mereka dengan percaya diri. (Iqbal)
Share:

Optimalkan Gas Domestik, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional

Optimalkan Gas Domestik, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional. (Dok. Kemen ESDM)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi penggunaan gas domestik demi mencapai kemandirian energi. Salah satu alternatif energi dalam negeri yang sedang dikaji adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan saat ini rencana pemanfaatan CNG masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya akan segera memfinalisasi agar kemandirian energi dapat terwujud.

"Sekarang lagi masih dalam pembahasan, yang tadi saya laporkan, adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan," ujar Bahlil usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (27/4).

Bahlil menjelaskan, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, yakni dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu. Adapun gas cair C1-C2 adalah gas alam (natural gas) yang didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang telah dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi. Saat ini Badan Usaha Niaga yang bergerak di bidang CNG berjumlah 57 badan usaha.

"Kalau CNG itu adalah dari gas, tapi dia dari gas cair C1, C2. Dan itu industri di dalam negeri kita banyak. Tetapi dia memakai satu alat yang kemudian bisa ditekan sampai dengan 250 sampai 400 bar, tekanannya. Sehingga pemakaiannya itu bisa baik. Tapi sekali lagi ini masih dalam tahap konsolidasi agar kita bisa mencapai hasil yang lebih baik," jelasnya.

CNG sendiri sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri, seperti perhotelan, restoran, dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), yang bahan bakunya diperoleh dari dalam negeri. Maka dari itu, Pemerintah berencana mengoptimalkan penggunaan energi domestik.

"Tapi kalau untuk CNG, itu sebagian sudah dipakai. Untuk hotel, restoran, itu sudah dipakai. Sebagian SPBG sudah juga dipakai. Dan itu bahan bakunya tidak kita impor, semuanya dalam negeri. Nah ini yang coba kita, kita cari alternatif. Karena di era geopolitik yang tidak menentu, kita harus mencari formulasi untuk mencapai survival mode. Semua produksi yang ada di dalam negeri, itu yang kita prioritaskan," tandas Bahlil.

CNG juga dapat menjadi senjata Pemerintah untuk menghadapi krisis energi dunia, di samping optimalisasi lifting minyak dan gas bumi (migas), diversifikasi bahan bakar minyak (BBM) seperti pemanfaatan B50, dan diversifikasi LPG selain dari pemanfaatan Dimetil Eter (DME). (Fathi)
Share:

Timnas Basket 3x3 Putri Melaju ke Babak 16 Besar Asian Beach Games 2026

Timnas basket 3x3 putri mampu melaju ke fase 16 besar setelah meraih kemenangan dalam laga terakhir melawan Makau di Sanya Sport Centre Gymnasium. (Dok. Kemenpora)

Tiongkok, WaraWiri.net - Timnas basket 3x3 putri berhasil melaju ke babak 16 besar Asian Beach Games Sanya 2026. Kepastian ini didapat setelah Indonesia menempati posisi kedua klasemen akhir Grup C dengan dua kemenangan dan satu kekalahan.

Timnas basket 3x3 putri mampu melaju ke fase 16 besar setelah meraih kemenangan dalam laga terakhir melawan Makau di Sanya Sport Centre Gymnasium, Senin (27/4). Tim Merah Putih menang dengan skor 17-12.

Ini merupakan kemenangan kedua Timnas Basket 3x3 putri, setelah sebelumnya juga meraih hasil positif saat berhadapan dengan Kirgistan 16-11.

Sementara, saat melawan Filipina, Indonesia mendapatkan kekalahan dengan skor tipis 11-15. Catatan tersebut sudah cukup bagi Dewa Ayu made Sriatha dan kawan-kawan untuk lolos dari penyisihan grup dengan menempati posisi kedua.

Pemuncak klasemen akhir diraih Filipina yang sukses menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Sedangkan Makau diurutan ketiga dengan sekali menang dan dua kali kalah. Lalu, juru kunci dihuni Kirgistan yang tidak mampu mengemas satu kemenangan pun.

Pelatih Timnas Basket 3x3 putri, Fandi Andika Ramadhani mengaku senang usai membawa timnya menang saat duel dengan Makau. 

“Secara permainan, pertandingan tadi sesuai dengan apa yang kita siapkan. Bagaimana defense kita menjaga lawan jangan sampai nyaman untuk nembak dua poin,” katanya.

Selanjutnya, pada babak 16 besar, Indonesia masih menunggu calon lawannya. Sebab, terdapat tiga tim yang masih akan bertanding untuk menantang tim Merah Putih.

“Tim putri (Indonesia) lolos ke 16 besar. Lawan kami selanjutnya antara Malaysia, Taiwan, atau Mongolia,” jelas pria yang akrab disapa Rama itu.

Timnas basket 3x3 putri di ajang ini diperkuat Berlian Yesi Triutari, Diva Intan Nur Fadillah, Angelica Jennifer Candra, dan Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi. 

“Pastinya kita sangat senang dengan kemenangan hari ini. Kita datang ke sini bukan hanya untuk berpartisipasi, tapi ingin memenangkan setiap pertandingan,” pungkas Ayu. (Putra)
Share:

Kalahkan Jepang, Tim Voli Pantai Putra Indonesia Tantang Thailand di Perempat Final Asian Beach Games 2026

Pasangan tim bola voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman mampu menembus babak perempat final usai mengandaskan perlawanan Jepang di Asian Beach Games Sanya 2026. (Dok. Kemenpora)

Tiongkok, WaraWiri.net - Pasangan tim bola voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman mampu menembus babak perempat final usai mengandaskan perlawanan Jepang di Asian Beach Games Sanya 2026.

Pertandingan tersebut berlangsung di Tianya Haijiao Venue Cluster, Minggu (26/4). Bintang/Sofyan meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas Kosuke Fukushima/Nassim Malki di babak 16 besar. 

Bintang/Sofyan tampil dominan sejak awal laga, meski mendapatkan perlawanan yang cukup ketat. Mereka sukses mengamankan gim pertama dengan skor 21-19. Lalu, pada gim kedua tim Merah-Putih bisa mempertahankan keunggulan dengan skor 21-15.

Kemenangan ini jelas menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi fase selanjutnya yaitu perempat final. Bintang/Sofyan akan menghadapi wakil Thailand di perempat final. 

Peluang tim bola voli pantai putra untuk melaju lebih jauh di ajang Asian Beach Games tahun ini sangat terbuka lebar. Bintang/Sofyan diharap tetap tampil impresif, kendati persaingan semakin berat. 

Pelatih Andy Ardiansyah menyambut baik atas kemenangan Indonesia saat melawan Jepang. Kendati demikian, dia akan melakukan evaluasi guna meminimalisir kesalahan di pertandingan selanjutnya.

“Masih ada kesalahan dasar seperti passing yang belum terkontrol dan miss komunikasi di lapangan. Hal-hal seperti bola di tengah itu harus jelas siapa yang ambil. Mereka harus saling bantu dan saling mengisi,” ujarnya.

Disamping itu, dia menginginkan Bintang/Sofyan untuk tidak cepat berpuas diri atas hasil yang baru saja diraihnya. “Saya tekankan kepada mereka untuk tidak cepat puas. Setiap hari harus ada peningkatan,” pungkas Andy. (Putra)
Share:

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Dukungan Pertamina dan Keseriusan Pemain

Penyerahan piala juara Proliga 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kepada Kapten tim Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya Putri. (Dok. Pertamina)

Yogyakarta, WaraWiri.net - Tim Jakarta Pertamina Enduro (JPE) berhasil mempertahankan gelar juara Proliga 2026 setelah mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada rangkaian grand final yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta. JPE berhasil mengunci gelar dalam dua leg dengan kemenangan 3-1 dan 3-0.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim.

“Pertamina mengapresiasi pencapaian JPE yang meraih gelar juara beruntun. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan disiplin, fokus dan semangat juang, atlet Indonesia mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik. Kami berharap capaian ini dapat terus dijaga dan menjadi motivasi untuk berprestasi lebih tinggi ke depan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) sekaligus Pembina tim JPE, Andy Arvianto, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari proses pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

“Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan dan lingkungan yang mendukung dapat menghasilkan performa luar biasa. Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan talenta, termasuk di bidang olahraga, sebagai bagian dari upaya membangun generasi terbaik bangsa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan, "Pertamina bangga atas gelar juara ini. Sepanjang musim, JPE menunjukkan konsistensi, kerja keras, dan kekompakan yang menjadi kunci juara. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi positif bagi generasi muda untuk terus berani bermimpi dan berprestasi,” ujar Baron. Pertamina berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi positif bagi generasi muda untuk terus berani bermimpi dan berprestasi,” ujar Baron.

Di sisi lain, Pelatih JPE, Bulent Karslioglu, menyampaikan bahwa kemenangan di grand final ditopang kontribusi seluruh pemain.

“Saya sangat bangga dengan tim ini. Kemenangan ini bukan hanya soal hasil, tetapi perjalanan yang dibangun bersama. Setiap pemain JPE memiliki peranan masing-masing, dan itu terlihat dari bagaimana mereka saling mendukung serta menjaga komunikasi. Kami percaya bahwa tim ini bukan hanya mewakili Indonesia, tetapi juga telah menarik perhatian publik yang lebih luas, termasuk dari berbagai negara. Karena itu, kami ingin selalu memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk menunjukkan kualitas permainan kami,” ujarnya.

Rasa syukur dan kebanggan dari hasil kerja keras tim disampaikan oleh Kapten JPE, Tisya Amallya Putri.

“Sebagai juara bertahan kami paham betul adanya ekspektasi besar terhadap tim. Kami berhasil menjawabnya dengan kerja keras dan kepercayaan satu sama lain di lapangan. Kami persembahkan kemenangan ini kepada suporter-suporter kami yang telah setia mendukung JPE,” imbuh Tisya.

Baron menambahkan bahwa Pertamina melihat keberhasilan ini sebagai modal bagi JPE untuk menjadi lebih kompetitif pada musim mendatang. Hasil ini juga membentuk fondasi yang kuat untuk kelanjutan pembinaan atlet dan peningkatan kualitas kompetisi olahraga nasional.

“Pertamina terus membuka ruang-ruang pembinaan dan mendukung kompetisi yang dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda,” tutup Baron.

JPE turut mendapatkan dukungan dari Pertamina Group, meliputi PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Lubricants, PT Pertamina Gas Negara, PT Telkomsel (Telekomunikasi Selular), PT Patra Jasa, PT Patra Logistik, PT Pertamina Retail, PT Pelita Air Service, PT Pertamedika IHC, Speed Jersey PT SAB Indo Bandung, PT Mitra Tour & Travel, PT Pertamina Training & Consulting, dan JConnect. (Subhan)
Share:

Menkomdigi Tegaskan Lulusan Perguruan Tinggi Harus Jadi Penjaga Ruang Digital

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan inspiring speech dalam Wisuda Periode Kedua Tahun Akademik 2025/2026 Telkom University, Bandung, Jawa Barat. (Dok. Kemenkomdigi)

Bandung, WaraWiri.net - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan negara hadir untuk lindungi masyarakat dari berbagai risiko di ruang digital, untuk itu dirinya mendorong generasi muda, khususnya para lulusan perguruan tinggi, menjadi penjaga di ruang digital nasional.

Menkomdigi menekankan bahwa derasnya arus informasi di era digital telah menciptakan tantangan baru berupa banjir informasi dan maraknya misinformasi. Kondisi ini menuntut peran aktif lulusan perguruan tinggi tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menjaga kualitas informasi di ruang digital.

“Di era post-truth, tantangan kita bukan lagi pada akses informasi, tetapi pada kualitasnya. Karena itu, para wisudawan harus bisa berperan juga sebagai agen perubahan dan menjadi pandu-pandu literasi digital di daerahnya masing-masing,” ujar Meutya dalam inspiring speech-nya pada acara wisuda Telkom University di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/04/2026).

Ia menyoroti bahwa misinformasi telah menjadi tantangan global, sebagaimana tercatat dalam laporan World Economic Forum. Dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang mencapai ratusan juta dan durasi penggunaan yang tinggi, risiko paparan konten negatif juga semakin besar.

Menkomdigi menjelaskan bahwa pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengurangi risiko tersebut melalui regulasi yang adaptif, termasuk pembatasan akses platform digital berisiko bagi anak di bawah usia 16 tahun dalam PP TUNAS. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya negara melindungi generasi muda dari dampak negatif teknologi, mulai dari adiksi digital hingga paparan konten berbahaya.

"Kami ingin menyampaikan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk juga menjadi duta-duta Tunas yang bisa membantu pemerintah menjaga keberlangsungan anak-anak kita agar mereka bisa hidup di ranah digital dan mendapatkan yang terbaik dan mengeluarkan yang mudarat," tegasnya.

Lebih lanjut, Menkomdigi menilai tingginya tingkat adopsi teknologi di Indonesia menjadi kekuatan sekaligus tantangan. Di satu sisi menunjukkan adaptivitas yang tinggi, namun di sisi lain memerlukan penguatan literasi digital dan kesadaran etika dalam penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI).

Iya menekankan bahwa pengelolaan ruang digital nasional bertumpu pada prinsip kehati-hatian dan keterjagaan. Negara perlu memastikan bahwa pemanfaatan teknologi dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, transparansi, dan kepentingan manusia.

"Kita tetap harus berhati-hati agar adopsi AI diikuti dengan rasa tanggung jawab, rasa keamanan, etika, transparansi, dan orientasi pada kepentingan manusia. Jadi meregulasi dengan ketat itu menjadi salah satu cara kita mengamankan tanpa bermusuhan dengan inovasi," tutur Menkomdigi.

Selain itu, Menkomdigi juga mengajak para lulusan untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi dampak negatif teknologi, seperti kecanduan digital, manipulasi algoritma, hingga penyebaran konten yang merusak nilai sosial dan budaya.

“Negara tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk para lulusan muda, untuk menjaga ruang digital kita tetap sehat,” kata Meutya.

Menutup pidatonya, ia menegaskan bahwa tanggung jawab lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi justru dimulai saat mereka terjun ke masyarakat dengan membawa misi menjaga dan membangun ruang digital Indonesia yang lebih aman, beretika, dan berdaya saing. (Deni)
Share:

Gelar Bimtek Sektor Pangan, Kemenperin Pacu Wirausaha Industri Baru di Sleman

Gelar Bimtek Sektor Pangan, Kemenperin Pacu Wirausaha Industri Baru di Sleman. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi pertumbuhan wirausaha industri baru melalui pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM), khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Upaya ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Sebagai implementasinya, Kemenperin telah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pangan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 14–16 April 2026. Program ini difokuskan pada penguatan aspek manajerial, pengembangan produk, serta perluasan akses pasar.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pemerintah terus memperkuat berbagai program pembinaan, fasilitasi, dan pendampingan teknis guna meningkatkan kesiapan IKM menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif. Selain itu, sinergi lintas kementerian terus diperkuat untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi, sekaligus menciptakan wirausaha baru dari kelompok masyarakat rentan.

“Pemerintah berkomitmen memastikan setiap program penumbuhan wirausaha baru industri berjalan tepat sasaran melalui pemanfaatan data yang akurat dan terintegrasi, sehingga mampu mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri, khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, kegiatan Bimtek ini merupakan tahapan penting dalam memastikan keberlanjutan usaha para wirausaha baru.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Reni.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor IKM mendominasi 99,79 persen dari total sekitar 4,4 juta unit usaha industri di Indonesia. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini menyerap sekitar 65,52 persen dari total 20,26 juta tenaga kerja industri nasional. Selain itu, kontribusi IKM terhadap output industri mencapai 21,01 persen dan berkontribusi sebesar 3,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

“Data tersebut menunjukkan bahwa sektor IKM merupakan tulang punggung bagi industri nasional yang memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan,” tambahnya.

Menurut Reni, penguatan wirausaha industri kecil merupakan bagian integral dari pembangunan industri nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“IKM memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mendukung pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pelaku IKM menjadi kunci agar mereka mampu berkembang secara mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menyampaikan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh 25 peserta. Mereka memperoleh berbagai materi peningkatan kapasitas usaha, antara lain praktik pembukuan sederhana, pemahaman kekayaan intelektual, pengembangan desain merek dan kemasan, serta pelatihan digital marketing yang mencakup pembuatan akun e-commerce dan konten promosi.

Selanjutnya, peserta juga mendapatkan pendampingan dari tenaga ahli dan instruktur berpengalaman di bidang kewirausahaan serta teknis industri kecil. Dukungan fasilitas berupa starter kit, sertifikat, dan bantuan operasional turut diberikan guna mendukung keberlanjutan usaha peserta.

Melalui kegiatan ini, Kemenperin berharap para pelaku wirausaha industri kecil olahan pangan di Sleman mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (Ros)
Share:

Pemerintah Dorong KEK sebagai Salah Satu Penunjang Pertumbuhan Ekonomi Baru di Masa Depan

Pemerintah Dorong KEK sebagai Salah Satu Penunjang Pertumbuhan Ekonomi Baru di Masa Depan. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan salah satu kebijakan strategis Pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi nasional. KEK diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru, melalui percepatan industrialisasi, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi di berbagai wilayah, sehingga akan mampu merespons dinamika perekonomian global secara berkelanjutan.

“Pemerintah di bawah arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peran KEK dalam mendukung penguatan ekonomi nasional. Setiap Kementerian/Lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK, melalui upaya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha. Oleh karenanya, dukungan lintas sektor menjadi kunci agar kontribusi KEK terhadap perekonomian nasional dapat terus meningkat,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menyampaikan arahan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Rakernas KEK) Triwulan I Tahun 2026, di Jakarta, Senin (27/4).

Dalam Konferensi Pers terkait Realisasi Investasi Triwulan I Tahun 2026 beberapa waktu lalu disebutkan bahwa realisasi pertumbuhan investasi di triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22% (yoy). Disusul oleh penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.569 orang atau naik 18,93% (yoy). Dari keseluruhan investasi, sektor hilirisasi tetap menjadi kontributor terbesar dengan angka 30% dari total investasi.

Lebin lanjut, Menko Airlangga mencontohkan kebutuhan adanya data center di Indonesia dalam era artificial intelligence dan quantum computing seperti sekarang ini. Terdapat dua lokasi KEK yang dapat menjadi landing point dalam pembangunan data center di Indonesia yaitu Batam dan Bitung.

“Jadi data center ini adalah salah satu peluang. Oleh karena itu, kami minta kepada BUPP untuk terus memonitor, dan juga karena Pak Presiden Prabowo pernah mengatakan bahwa kita perlu fine tuning KEK-KEK yang sudah ada dengan fasilitasnya. Kita akan lanjutkan KEK-KEK yang betul-betul bisa beroperasi penuh dalam waktu 3-4 tahun ke depan sehingga betul-betul menunjang pertumbuhan ekonomi,” kata Menko Airlangga.

Pada 23 April lalu, Kemenko Perekonomian telah melaksanakan High-Level Roundtable Discussion Link and Match Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja di KEK bersama Menteri Ketenagakerjaan. Setiap BUPP didorong untuk mengoptimalkan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya dalam mengidentifikasi serta menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing KEK, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pelatihan vokasi yang tepat sasaran.

“Saya berharap hasil Rapat Kerja Nasional KEK yang akan berlangsung dalam dua hari ke depan ini dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang saat ini dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam agenda kali ini yaitu antara lain Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Staf Khusus Menko Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan, serta perwakilan dari Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK dan dari Kantor Administrator KEK di seluruh Indonesia. (Budi)
Share:

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan dan Ketahanan Pasar Modal melalui Program PINTAR Reksa Dana

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan dan Ketahanan Pasar Modal melalui Program PINTAR Reksa Dana. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Di tengah dinamika ketidakpastian global yang masih berlangsung, Pemerintah terus mendorong penguatan struktur perekonomian nasional melalui pendalaman sektor keuangan dan peningkatan partisipasi masyarakat. Langkah ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

“Program ini hadir sejalan dengan praktik global yang dikenal sebagai Systematic Investment Plan (SIP). Dan dengan aliran dana yang stabil, diharapkan pasar modal lebih resilient terhadap tekanan volatilitas dan bisa diredam,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech pada Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Jakarta, Senin (27/04).

Program ini merupakan bagian dari strategi memperkuat pasar keuangan yang lebih inklusif dan berdaya tahan. Dengan mengadopsi SIP, program ini mendorong aliran dana yang lebih stabil ke pasar modal, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju investasi yang rutin dan berorientasi jangka panjang.

Penguatan basis investor domestik juga menjadi perhatian utama, mengingat peran investor dalam negeri semakin dominan dalam menjaga stabilitas pasar, khususnya di tengah dinamika pergerakan investor global.

Dari sisi kinerja ekonomi, realisasi investasi pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22% (yoy), dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 706 ribu orang. Ke depan, kebutuhan pembiayaan nasional diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp7.400 triliun pada 2026 menjadi Rp9.200 triliun pada 2029, yang membuka ruang lebih besar bagi kontribusi sektor swasta dan masyarakat.

Pasar modal diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam pembiayaan ekonomi. Dalam konteks tersebut, aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) juga diharapkan terus meningkat seiring dengan membaiknya kondisi pasar. Selain itu, Pemerintah terus memperluas akses pasar melalui berbagai perjanjian internasional, termasuk penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), serta mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi melalui upaya debottlenecking lintas Kementerian dan Lembaga. Reformasi di sektor pasar modal juga terus dilakukan dan telah memperoleh respons positif dari lembaga global seperti MSCI dan FTSE Russell.

Menko Airlangga juga mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia sebagai Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terus melakukan reformasi untuk memperkuat ekosistem pasar modal nasional.

Program PINTAR Reksa Dana diharapkan menjadi katalis dalam memperdalam pasar keuangan Indonesia, sekaligus mendorong inklusi investasi yang lebih luas, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Ke depan, pengembangan pasar modal juga diarahkan untuk menjangkau generasi muda yang saat ini mendominasi jumlah investor. Partisipasi generasi muda ini diharapkan dapat menjadi penopang stabilitas pasar dalam jangka panjang.

“Saya juga mendorong agar kita bersama-sama menggunakan momentum ini untuk penguatan pasar modal yang lebih dalam, lebih inklusif, dan berkelanjutan. Dan yang lebih senang anak muda, yang berinvestasi itu sudah lebih dari 90% dan itu 24 juta. Jadi mudah-mudahan ini menjadi shock absorber di pasar modal kita,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friedrika Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN Ferry Irawan, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, serta para pelaku industri pasar modal. (Budi)
Share:

PINISI: Percepatan Intermediasi untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Nasional

PINISI: Percepatan Intermediasi untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Nasional. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan memerlukan dukungan investasi dan kapasitas pembiayaan yang memadai. Berbagai langkah perlu ditempuh untuk mengakselerasi intermediasi yang optimal, seimbang, dan inklusif.

Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah, otoritas terkait, perbankan, investor, dan pelaku usaha terus mempererat langkah bersama dalam memperkuat optimisme, mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor riil, serta mengatasi berbagai hambatan intermediasi. Upaya sinergi kebijakan ini coba diwujudkan salah satunya melalui Kick off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026) yang diselenggarakan di BI, Jakarta (27/4).

Kick off dilakukan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Turut hadir pada momen tersebut para pimpinan dari Kementerian Keuangan, Kementerian terkait lainnya, Danantara, Pelaku Usaha, investor domestik serta investor global dari berbagai negara.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perekonomian Indonesia perlu terus didorong berbasis permintaan domestik di tengah kondisi global yang tidak kondusif. Terdapat tiga tantangan utama yang perlu direspons, yaitu membangkitkan kepercayaan pelaku usaha serta mempertemukan pembiayaan dengan proyek prioritas nasional, memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan kapasitas pembiayaan, serta memastikan kebijakan yang telah ditempuh dapat ditransmisikan secara efektif ke aktivitas ekonomi.

“Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 sebesar 4,9–5,7% dan terus tumbuh meningkat, BI memperkuat bauran kebijakan, termasuk kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan," ujar Perry.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat optimisme pelaku usaha sekaligus mendorong pembiayaan mengalir lebih optimal ke sektor produktif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan pentingnya peran sektor keuangan sebagai motor pembiayaan pembangunan.

“Sektor jasa keuangan memegang peran strategis sebagai motor pembiayaan pembangunan. Kredit harus tumbuh sehat, menjangkau UMKM, dan sektor yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja", ujar Airlangga.

Pemerintah terus mendorong pembiayaan sektor produktif, antara lain melalui realisasi Kredit Program yang hingga 31 Maret 2026 telah mencapai Rp78,39 triliun atau sekitar 24,88% dari target 2026. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama memperkuat pembiayaan sektor produktif. 

“Keberhasilan agenda ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pemerintah. Kekuatan PINISI justru terletak pada peran komplementer seluruh pihak," ujar Airlangga.

Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, BI terus memperkuat bauran kebijakan, termasuk kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Pada Maret 2026, kredit perbankan tumbuh 9,49% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, dalam Policy Dialogue menyampaikan bahwa masih ada ruang yang luas untuk mendorong pembiayaan terutama ke sektor produktif.

Pemanfaatan pembiayaan perbankan masih dapat ditingkatkan terutama dengan mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan), yang mencapai Rp2.527,46 triliun atau 22,59% dari total plafon kredit pada Maret 2026. Untuk itu, BI terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong bank agar menyalurkan kredit ke sektor prioritas Pemerintah dan mempercepat penurunan suku bunga kredit. Hal ini didukung dengan kapasitas pembiayaan perbankan yang memadai yang tecermin dari rasio likuiditas perbankan (AL/DPK) yang terjaga sebesar 27,85% serta pertumbuhan DPK yang mencapai 13,55% (yoy) pada Maret 2026.

Rangkaian Kick off PINISI 2026 berlangsung 27-28 April 2026. Kegiatan selama dua hari ini melibatkan kementerian/lembaga, perbankan, investor domestik, pelaku usaha, serta investor global dari berbagai negara. Selain dialog kebijakan dan dunia usaha, pada rangkaian kegiatan dilakukan showcasing dan business matching program prioritas Pemerintah dan perbankan.

Melalui langkah ini, BI bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk mempercepat intermediasi dan mendorong investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Evi)
Share:

Pemasyarakatan Hadirkan Aksi Nyata untuk Masyarakat di Hari Bakti ke–62

Pemasyarakatan Hadirkan Aksi Nyata untuk Masyarakat di Hari Bakti ke–62. (Dok. Kemenimipas)

Tangerang, WaraWiri.net - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke–62 tahun 2026, Senin (27/4).

Peringatan yang diwujudkan melalui kegiatan tasyakuran tersebut menjadi bentuk rasa syukur dan dorongan dalam meningkatkan semangat pengabdian oleh seluruh jajaran Pemasyarakatan. Mengusung tema ”Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga aksi sosial yang mengedepankan dampak nyata kepada masyarakat.

Peringatan yang terpusat di Auditorium Prof. Muladi, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tangerang dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto. Jajaran Kemenimipas serta mitra strategis lintas sektor juga turut hadir dalam peringatan tersebut. Dalam sambutannya, Menteri Agus menegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak lagi hanya berfokus pada penghukuman, tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan produktif serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

”Pemasyarakatan bukan sekadar urusan penjara tapi tentang memberikan harapan, membangun jati diri manusia, dan menghadirkan keadilan restoratif bagi masyarakat ,” ujar Menteri Agus.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, rangkaian kegiatan HBP ke-62 diisi dengan berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Di antaranya adalah penyerahan bantuan gerobak usaha kepada sejumlah 305 keluarga warga binaan kurang mampu, sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha baru. Selain itu, bantuan sosial juga disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di berbagai daerah.

Tak hanya itu, dukungan terhadap masa depan generasi muda turut diwujudkan melalui pemberian beasiswa Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) kepada keluarga petugas Pemasyarakatan bagi 314 orang penerima manfaat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemasyarakatan dalam memutus mata rantai kerentanan sosial dan membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan.

Nuansa humanis juga tampak dalam keterlibatan warga binaan dalam berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni dan kontribusi dalam program pembinaan produktif. Hal ini mencerminkan bahwa proses pembinaan tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga mengembalikan rasa percaya diri dan harapan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan organisasi masyarakat melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas dampak program Pemasyarakatan, khususnya dalam bidang kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan jaminan sosial.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, menambahkan bahwa HBP ke-62 menjadi titik penting dalam memperkuat paradigma Pemasyarakatan yang lebih terbuka, inklusif, dan berorientasi pada nilai kebermanfaatan bagi masyarakat.

”Kami menyadari bahwa pelaksanaan tugas Pemasyarakatan masih memerlukan berbagai penyempurnaan. Oleh karena itu kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, serta memastikan seluruh program berjalan secara efektif, dan memberikan dampak yang nyata,” ujar Dirjenpas Mashudi.

Peringatan HBP ke-62 juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, melibatkan kantor wilayah dan unit pelaksana teknis Pemasyarakatan. Dengan semangat kebersamaan, seluruh jajaran berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berdampak luas.

Melalui momentum ini, Pemasyarakatan menegaskan perannya bukan hanya sebagai institusi pembinaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat. (Dimas)
Share:

Kemenimipas Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui Penandatangan Nota Kesepahaman

Kemenimipas Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui Penandatangan Nota Kesepahaman. (Dok. Kemenimipas)

Tangerang, WaraWiri.net - Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 menjadi momentum penting bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyatakatan (Kemenimipas) untuk memperluas dampak melalui kolaborasi lintas sektor. Sejumlah kerja sama strategis resmi diteken, Senin (27/4). Langkah tersebut menandai arah baru Pemasyatakatan yang semakin terbuka dan terintegrasi.

Dalam peringatan yang digelar di Politeknik Imigrasi dan Pemasyatakatan (Imipas), Menteri Imipas, Agus Andrianto, memimpin penandatanganan nota kesepahaman dengan berbagai kementerian dan lembaga. Ia menegaskan bahwa dalam membangun Pemasyarakatan yang lebih baik, membutuhkan peran serta dari berbagai pihak.  

”Inilah wajah baru pemasyartakatan kita bukan hanya mengurung tapi membangun, bukan hanya menekan tapi memberdayakan. Langkah mulia ini hanya dapat kita wujudkan melalui kerja keras, komitmen dari seluruh insan Pemasyarakatan, dan tentunya kolaborasi lintas sektoral,” ujar Menteri Agus.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam peringatan HBP ke-62 tersebut mencakup:

  • Penandatanganan MoU Menteri Imipas dengan Menteri Koperasi tentang Sinergi Pemberdayaan, Pembinaan, dan Penguatan Ekonomi Berbasis Koperasi di Bidang Keimigrasian dan Pemasyarakatan;
  • Penandatanganan MoU Menteri Imipas dengan Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Negara (BPN) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi Bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang;
  • Penandatangan MoU Menteri Imipas dengan Menteri Kesehatan tentang Sinergi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi di Bidang Imigrasi, Pemasyarakatan, dan Kesehatan;
  • Penandatanganan MoU Menteri Imipas dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan tentang Dukungan Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Lingkungan Kemenimipas;
  • Penandatanganan MoU Menteri Imipas dengan Pemerintah Provinsi Bali tentang Optimalisasi Pelaksanaan Tugas, Fungsi, dan Wewenang di bidang Imigrasi Pemasyarakatan dan Pemda di Provinsi Bali dan Kabupaten Badung; dan
  • Penandatanganan Surat Keputusan Bersama antara Menteri Imipas, Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan tentang Penguatan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan dalam Kerangka Jaminan Kesehatan Nasional, Perlindungan Sosial, dan Desentralisasi.
Langkah kolaborasi tersebut menjadi strategi penting untuk menjawab tantangan Keimigrasian dan Pemasyarakatan yang semakin kompleks. Dengan melibatkan banyak pihak, pelaksanaan tugas dan fungsi Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat berjalan secara optimal dan semakin memberikan dampak kepada masyatakat.

Menutup sambutannya, Menteri Agus mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk senantiasa membangun profesionalitas kerja dan akuntabilitas.

”Kesepakatan-kesepakatan besar ini adalah modalitas yang luar biasa bagi institusi kita. Namun saudara-saudara, saya tetap harus mengingatkan sehebat apapun kolaborasi yang kita gali dan sebesar apapun program yang kita rancang, semua tidak akan berarti apa apa jika tidak dilandasi oleh pondasi yang bernama integritas,” ujar Menteri Agus.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, Kemenimipas terus berupaya menegaskan transformasinya sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional. (Dimas)
Share:

Wamenpora Taufik Apresiasi Malang Half Maraton Jadi Agenda Olahraga Nasional

Wamenpora RI, Taufik Hidayat, menghadiri kegiatan Carbo Loading: Malang Half Marathon. (Dok. Kemenpora)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, menghadiri kegiatan Carbo Loading: Malang Half Marathon pada Sabtu sore (25/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan Malang Half Marathon yang untuk pertama kalinya digelar pada Minggu (26/4).

Acara tersebut mempertemukan para panitia, komunitas lari, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan event. Malang Half Marathon dimulai dari Balai Kota Malang dan berakhir di Stadion Gajayana, dengan tiga kategori lomba yang bisa diikuti, yakni 5K, 10K, dan 21K (half marathon). Peserta terbagi dalam kategori usia umum, master 40+, serta U-18 untuk putra dan putri.

Dalam sambutannya, Wamenpora Taufik menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memiliki dampak positif bagi masyarakat.

“Saya mewakili pemerintah sangat mendukung event olahraga ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Malang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wamenpora berharap Malang Half Marathon dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda olahraga tahunan yang berskala nasional bahkan internasional.

“Semoga Malang Half Marathon tidak berhenti di tahun ini, tetapi bisa terus berlanjut ke depannya. Event ini sangat baik untuk pengembangan sport tourism sekaligus memperkenalkan Kota Malang di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara yang juga pemilik MS Glow, Gilang Widya Pramana, menyampaikan bahwa event ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-112 Kota Malang.

“Semoga event lari ini dapat menjadi kebanggaan Kota Malang dan juga nasional. Saya yakin kehadiran event ini akan memberikan dampak positif, khususnya dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak, baik sponsor, pemerintah pusat, maupun semua yang telah mendukung terselenggaranya event ini. Ini menjadi langkah penting untuk menjadikan Malang sebagai salah satu destinasi sport tourism,” ujarnya.

Ia pun berharap ajang ini mampu memberikan energi baru bagi Kota Malang agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Semoga ini menjadi semangat baru bagi Kota Malang untuk terus berkembang dan semakin dikenal luas,” tutupnya. (Muh)
Share:

Pemberangkatan PPIH Arab Saudi Tuntas, Siap Layani Jemaah Haji 1447 H

Pemberangkatan PPIH Arab Saudi Tuntas, Siap Layani Jemaah Haji 1447 H. (Dok. Kemenhaji)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Haji dan Umrah menuntaskan pemberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk musim haji 1447 H/2026 M. Kloter terakhir PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah Gelombang II diberangkatkan pada Jumat (24/4/2026) dari Asrama Haji Kelas I Jakarta.

Sebanyak 168 petugas diberangkatkan pada kloter pamungkas ini, sehingga total PPIH Arab Saudi yang telah diberangkatkan mencapai 1.751 orang. Seluruh petugas tersebut akan bertugas memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Direktur Bina Petugas Haji, Chandra Sulistio Reksoprodjo, dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh sebelum keberangkatan, baik dari sisi administratif maupun mental.

Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama tim serta kepedulian antarpetugas selama menjalankan tugas.

“Tugas utama Bapak/Ibu sekalian adalah membantu mengurangi stres jemaah. Oleh karena itu, ciptakan suasana yang menenangkan dan kondusif,” ujar Chandra.

Selain itu, Chandra menekankan pentingnya menjaga narasi positif tentang Tanah Suci dalam setiap interaksi dengan jemaah.

“Ceritakan hal-hal yang baik tentang Tanah Haram, muliakan Tanah Haram dalam setiap pelayanan,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa tugas sebagai petugas haji membutuhkan kekuatan mental, kesabaran, dan keikhlasan.

“Jika ingin kuat dan sabar, ingatlah bahwa
innallaha ma’a shabirin, Allah bersama orang-orang yang sabar,” ujarnya.

Puji juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknis di lapangan, termasuk pemahaman peta wilayah dan alur layanan di Makkah, agar petugas dapat bekerja secara efektif dan tidak mengalami kendala saat bertugas.

“Saya memahami bahwa menjadi petugas haji adalah amanah yang berat. Namun, harapan jemaah kepada kita sangat besar,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa setiap petugas yang mengenakan seragam PPIH membawa nama baik bangsa dan negara.

“Ketika mengenakan seragam ini, kita mewakili negara dan Kementerian Haji dan Umrah. Karena itu, etika dalam melayani dan merespons jemaah harus dijaga dengan baik,” tegasnya.

Menutup arahannya, Puji mengajak seluruh petugas untuk menjaga suasana pelayanan yang positif dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

“Jaga tone pelayanan tetap positif. Utamakan kepentingan jemaah agar mereka dapat beribadah dengan khusyuk,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina PHU Rizka Anungnata, Direktur Bina Petugas Haji Chandra Sulistio Reksoprodjo, serta Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid. (Iqbal)
Share:

Lapas Perempuan Malang Perkenalkan Smart Hygiene Booklet untuk Cegah Penyakit Kulit

Lapas Perempuan Malang Perkenalkan Smart Hygiene Booklet untuk Cegah Penyakit Kulit. (Dok. Ditjenpas)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Upaya proaktif jaga standar kesehatan penghuni terus digalakkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang. Salah satu inovasi terbaru yang diperkenalkan adalah penggunaan media edukasi kreatif berupa Smart Hygiene Booklet. Fokus utama dari literasi kesehatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pencegahan penyakit kurap (tinea corporis) yang sering menjadi tantangan di lingkungan hunian komunal.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara tim medis Lapas dengan peserta magang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sanitasi di lingkungan Pemasyarakatan.

Smart Hygiene Booklet dirancang dengan tampilan visual yang menarik serta bahasa yang sederhana agar informasi medis yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh seluruh Warga Binaan. Melalui pendekatan berbasis media cetak yang informatif ini, Lapas Perempuan Malang berharap kesadaran kolektif mengenai pentingnya personal hygiene dapat meningkat secara signifikan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini dalam memutus mata rantai penularan penyakit kulit akibat jamur di area blok hunian melalui edukasi yang berkelanjutan.

Sesi penyuluhan yang digelar untuk memperkenalkan buku saku ini mendapatkan sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari para Warga Binaan. Mereka tidak hanya menerima buku saku, tetapi juga mendapatkan penjelasan teknis secara langsung mengenai faktor penyebab, mekanisme penularan, hingga langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan secara mandiri.

Inovasi ini dinilai efektif karena mampu menggabungkan aspek visual yang kuat dengan komunikasi dua arah, sehingga pesan-pesan kunci mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) tersampaikan lebih optimal.

Monic selaku perawat senior di Lapas Perempuan Malang memberikan penekanan tambahan mengenai pentingnya konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar blok hunian. Menurutnya, keberadaan media edukasi ini harus dibarengi dengan perubahan perilaku nyata dari Warga Binaan.

“Jangan saling bertukar pakaian atau alat mandi karena itu jadi media penularan. Rutin jemur perlengkapan tidur guna meminimalkan kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur,” tutur Monic.

Menurutnya, pengalaman panjangnya dalam menangani kesehatan Warga Binaan menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan perilaku harian menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan penyakit menular.

Perawat Lapas Perempuan Malang, Ade Nina, juga menekankan aspek disiplin diri dalam menjaga sistem imun. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pencegahan penyakit kulit sangat bergantung pada konsistensi individu dalam menerapkan pola hidup yang benar.

“Kunci utama untuk menghindari penyakit kulit adalah kedisiplinan dalam menjaga kebersihan tubuh serta mengatur pola makan. Selain itu, kami menyarankan warga binaan untuk rutin mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup dan meluangkan waktu setidaknya 15 menit setiap hari untuk berolahraga guna memperkuat daya tahan tubuh,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya Smart Hygiene Booklet dan pendampingan intensif dari tim kesehatan, Warga Binaan dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan diri. Pengetahuan yang diperoleh melalui literasi kesehatan ini diharapkan menjadi kebiasaan positif, sehingga tercipta lingkungan Lapas Perempuan Malang yang lebih sehat, bersih, dan mendukung proses pembinaan secara holistik bagi seluruh penghuni. Dengan lingkungan yang sehat, proses rehabilitasi Warga Binaan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan kondusif. (Zikry)
Share:

APBN Kuat dan Ekonomi Terjaga, Pemerintah Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global

APBN Kuat dan Ekonomi Terjaga, Pemerintah Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam posisi yang kuat di tengah dinamika global. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Jakarta pada Jumat (24/4).

Menkeu menekankan bahwa pengelolaan fiskal yang disiplin serta reformasi kebijakan yang telah dilakukan sebelum tekanan global terjadi menjadi kunci utama ketahanan ekonomi Indonesia saat ini. Menurutnya, berbagai lembaga internasional dan investor kini tidak lagi mempertanyakan fundamental fiskal Indonesia, termasuk terkait defisit anggaran. Hal ini mencerminkan kredibilitas kebijakan fiskal yang terjaga. 

“Saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik, malah orang-orang sana pada kagum tuh,” kata Menkeu.

Dari sisi likuiditas, Menkeu memastikan posisi kas negara tetap aman dan dikelola secara optimal. Pemerintah juga melakukan strategi pengelolaan kas yang proaktif, antara lain dengan menempatkan dana di perbankan untuk mendorong likuiditas dan mendukung aktivitas ekonomi tanpa menambah beban anggaran.

“Cash management kita sudah baik. Yang Rp300 triliun kita masukin ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas, supaya ekonomi bisa berjalan. Jadi nggak usah takut dengan APBN, pemerintah masih cukup dan uang kita masih banyak,” ujar Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah fokus untuk melakukan reformasi struktural, mulai dari perbaikan sistem perpajakan, bea cukai, hingga efisiensi belanja. Di sisi lain, kebijakan fiskal juga diarahkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung sektor riil. Pemerintah memastikan subsidi diberikan secara tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial dan kesehatan fiskal.

“Yang kita subsidi adalah yang memang betul-betul membutuhkan. Untuk orang-orang yang ekonominya kuat, tidak kita subsidi dan sudah kita umumkan akan dinaikkan. Kita manage anggaran dengan benar. Bukan hanya jual-jualan subsidi tanpa batas, tapi kita batasi untuk orang-orang yang memang benar-benar tidak mampu,” ujar Menkeu.

Dalam menghadapi tekanan global, Menkeu menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Kontribusi permintaan domestik yang mencapai sekitar 90 persen terhadap perekonomian menjadi penopang utama pertumbuhan. Pemerintah juga terus memonitor perkembangan ekonomi dan siap mengambil langkah stimulus apabila diperlukan. Untuk triwulan II, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap terjaga dan bahkan berpotensi meningkat.

“Fondasi ekonomi kita tidak berubah, akan jalan semakin cepat, karena kita akan semakin serius perbaiki kendala-kendala perekonomian. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan selalu melihat keadaan di masyarakat, kita akan optimalkan semua kebijakan yang ada, kita dorong supaya cepat. Kita dorong ekonomi maju dengan lebih cepat sehingga masyarakat kita bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan,” kata Menkeu. 

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan sektor riil, sekaligus memastikan setiap program berjalan optimal agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. (Tedy)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING