Tembus Pasar Eropa, PT SIG Perdana Ekspor 11.275 MT Semen ke Reunion Island, Prancis

Tembus Pasar Eropa, PT SIG Perdana Ekspor 11.275 MT Semen ke Reunion Island, Prancis. (Dok. PT. SIG)

Jakarta, WaraWiri.net - Tak tanggung-tanggung, langkah ekspansi yang dilakukan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk memperluas pasar ekspor kini merambah lebih banyak negara. Setelah belum lama ini menembus pasar di Benua Afrika, kini SIG memperluas jangkauan ekspor ke pasar Eropa dengan melakukan pengiriman perdana 11.275 metrik ton (MT) semen ke Reunion Island, Prancis, melalui Pelabuhan Teluk Bayur PT Semen Padang. Pengiriman 11.275 MT semen tersebut merupakan tahap pertama dari total 31.500 MT yang akan diekspor ke Reunion Island selama periode Mei – Juli 2026. 

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan, ekspor ke Reunion Island merupakan sebuah pencapaian yang menunjukkan komitmen SIG untuk terus memperkuat posisi Perusahaan di pasar global guna menciptakan nilai tambah jangka panjang. Pencapaian ini sekaligus menjadi pengakuan atas keunggulan produk semen SIG yang ramah lingkungan.

”Inisiatif SIG untuk menghadirkan semen hijau yang ramah lingkungan menjadi competitive advantage bagi Perusahaan. Semen dengan type CEM I 52.5 N produksi SIG yang diekspor ke Reunion Island berhasil mendapatkan CE (Conformité Européenne) Marking yang merupakan tanda wajib untuk menunjukkan bahwa produk telah memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan yang ditetapkan Uni Eropa,” kata Indrieffouny Indra.

Indrieffouny Indra menambahkan, Reunion Island yang masuk dalam teritori Prancis adalah pasar potensial dengan prospek pertumbuhan infrastruktur yang tinggi. Karena itu, ke depan SIG berharap dapat mengekspor produk material bangunan lainnya, untuk memenuhi kebutuhan konstruksi di wilayah tersebut.

”Di samping memperkuat pasar domestik, SIG juga terus memaksimalkan potensi pasar global untuk meningkatkan utilitas dan pertumbuhan kinerja, serta menunjukkan kualitas produk SIG yang ramah lingkungan untuk berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai negara,” ujar Indrieffouny Indra.

Ekspor semen ke Runion Island adalah bagian dari strategi transformasi SIG untuk memperluas pasar dan meningkatkan utilisasi. Dalam realisasinya, SIG menjalin kerja sama dengan mitra strategis yang berfokus pada penyediaan solusi berkelanjutan untuk pasar global, khususnya produk dengan emisi karbon rendah seperti semen. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang mendukung penyediaan material konstruksi berkualitas untuk pembangunan berkelanjutan di Reunion Island. (Rizal)
Share:

GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Perkuat Posisi Indonesia di Peta Motorsport Global

GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Perkuat Posisi Indonesia di Peta Motorsport Global. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem motorsport global melalui dukungannya di internasional GT World Challenge Asia 2026 yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026.

Ajang ini menjadi salah satu kejuaraan GT paling kompetitif di kawasan Asia, menghadirkan berbagai pabrikan otomotif dunia serta pembalap profesional dari berbagai negara. Kembalinya GT World Challenge Asia ke Mandalika untuk kedua kalinya semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi penting dalam kalender motorsport internasional.

Penyelenggaraan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi balap berkelas dunia, tetapi juga meningkatkan eksposur global terhadap Pertamina Mandalika International Circuit sebagai venue berstandar internasional. Kehadiran tim dan pembalap global turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi lokal, serta penguatan citra Indonesia sebagai tuan rumah event internasional.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa keterlibatan Pertamina dalam event ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan energi yang tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong kemajuan di berbagai sektor, termasuk olahraga dan pariwisata.

“Penyelenggaraan internasional seperti GT World Challenge Asia di Mandalika menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah event berstandar global. Bagi Pertamina, bentuk dukungan terhadap motorsport sekaligus bagian dari upaya memperkuat eksposur Indonesia di tingkat internasional, yang memberikan dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata nasional,” ujar Baron.

Lebih lanjut, Baron menambahkan bahwa keterlibatan Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Lubricants turut memperkuat persepsi kualitas dan daya saing produk Pertamina, seiring eksposur pada motorsport internasional yang menuntut performa dan standar tinggi.

Dalam ajang ini, Pertamina Fastron memperkuat kehadiran Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama Lamborghini Squadra Corse, serta dukungan terhadap tim Dewa United Motorsports yang berkompetisi di berbagai kategori.

Pertamina Fastron bersama Pertamax Turbo juga mendukung pembalap nasional Sean Gelael yang berlaga bersama tim Garage 75.

Kehadiran pembalap Indonesia di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit menjadi bagian penting dalam mendorong talenta nasional untuk tampil di level global.

Pada race 1 yang berlangsung 2 Mei 2026, Sean Gelael berhasil meraih podium ketiga pada GT World Challenge Asia 2026 Mandalika dan Demas Agil dari Dewa United Motorsports berhasil meraih podium 1 di BRZ Super Series Race 1 (Pro Class Overall). Tidak hanya itu, pada race hari kedua, kembali Demas Agil meraih Podium 1 dan Daniel Sutrisno podium 3, menjadi capaian positif yang semakin memperkuat representasi Indonesia di kancah motorsport internasional.

Melalui dukungan ini, Pertamina terus berkomitmen untuk mendorong kemajuan Indonesia di panggung global. (Evi)
Share:

Gubernur Andra Soni Ingatkan ASN, SPMB SMA/SMK Negeri di Banten Dilarang Titip-Menitip

Gubernur Andra Soni Ingatkan ASN, SPMB SMA/SMK Negeri di Banten Dilarang Titip-Menitip. (Dok. Pemprov Banten)

Banten, WaraWiri.net - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya menjaga integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri dengan melarang keras praktik titip-menitip. Ia memastikan seluruh proses seleksi berjalan adil, jujur, dan transparan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Hal itu disampaikan Andra Soni di depan Para Pejabat Tinggi Pratama, seluruh Eselon III dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemperintah Provinsi (Pemprov) Banten saat Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (4/5/2026).

Dikesempatan itu, gubernur memperingatkan seluruh ASN agar tidak melakukan intervensi dalam proses SPMB di tahun 2026 ini. Seluruh proses penerimaan harus jujur dan transparan.

“Rekrutmen calon siswa harus berjalan dengan baik, adil, jujur, dan transparan,” katanya.

Ia juga memastikan Pemprov Banten berkomitmen menciptakan sistem pendidikan yang bersih dari praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan. SPMB merupakan pintu awal dalam menjamin pemerataan akses pendidikan. Oleh karena itu, integritas dalam proses seleksi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jamaludin menegaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan bersih dan tertib.

“Komitmen Pak Gubernur Andra Soni sudah jelas, tidak ada titip-menitip. Kita amankan semuanya agar tidak terjadi kecurangan dan semua berjalan adil,” ujarnya.

Jamaludin menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah pelaksanaan pra-SPMB guna memudahkan masyarakat dalam proses pendaftaran. Melalui tahapan ini, orang tua siswa dapat lebih awal menginput data, mulai dari domisili hingga nilai rapor.

“Dengan pra-SPMB, masyarakat bisa lebih siap. Harapannya saat pelaksanaan utama pada 10 Juni nanti, semua berjalan lancar dan aman,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus melakukan sosialisasi secara masif agar seluruh calon peserta didik dapat terakomodasi dalam sistem. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian waktu pendaftaran apabila masih terdapat masyarakat yang belum sempat mendaftar.

“Kita pantau terus. Jika masih banyak yang belum terakomodir, kemungkinan waktu pendaftaran akan diperpanjang,” ujarnya.

Jamaludin berharap seluruh proses SPMB tahun ini dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh calon peserta didik di Provinsi Banten.

“Kami harap semuanya bisa terakomodasi dengan baik dan pelaksanaan SPMB berjalan tanpa kendala,” ujarnya. (Junaedi)
Share:

Kemenag Perketat Validasi Data, Terapkan Satu Pintu Informasi Terpusat

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis Kementerian Agama RI, di Kantor Kemenag, Jakarta. (Dok. Kemenag)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Agama memperkuat reformasi tata kelola data dengan menekankan validasi menyeluruh dan penerapan kebijakan satu data sebagai rujukan resmi. Langkah ini menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama dan Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, beserta jajaran pimpinan eselon I dan unit teknis terkait.

Menag menyoroti masih adanya persoalan mendasar pada kualitas data pendidikan, khususnya dalam sistem EMIS. Ia mengungkap temuan adanya ketidaksesuaian data di lapangan, mulai dari jumlah siswa yang tidak akurat, indikasi data ganda dalam jumlah signifikan, hingga potensi kekeliruan dalam penyaluran bantuan pendidikan. 

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai isu administratif semata, melainkan menyangkut akurasi kebijakan publik dan akuntabilitas anggaran negara.

“Kalau data kita bermasalah, maka kebijakan yang dihasilkan juga berpotensi bermasalah. Dampaknya bisa sangat luas, termasuk pada distribusi anggaran dan kepercayaan publik,” ujarnya di Jakarta, pada Senin (04/05/2026).

Sebagai tindak lanjut, Kemenag mendorong revalidasi data secara menyeluruh dan proaktif di seluruh satuan kerja, terutama pada level madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan. Proses input data juga akan diperketat dengan penguatan mekanisme verifikasi berlapis, guna memastikan setiap data yang masuk benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Pengawasan terhadap potensi manipulasi data turut menjadi perhatian, mengingat praktik tersebut dinilai dapat mengganggu ketepatan sasaran program bantuan.

Ke depan, Kemenag menerapkan kebijakan “Satu Data Kementerian Agama” sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2026. Dalam kebijakan ini, Pusat Data dan Informasi Kementerian Agama ditetapkan sebagai satu-satunya otoritas yang berwenang mengeluarkan dan mempublikasikan data resmi kementerian.

Melalui skema ini, seluruh unit kerja di lingkungan Kemenag diposisikan sebagai produsen data yang wajib menyampaikan dan menyinkronkan datanya ke Pusdatin. Dengan demikian, tidak ada lagi perbedaan angka atau informasi antar unit ketika data disajikan kepada publik maupun lembaga eksternal. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas data Kemenag di tingkat nasional.

Untuk mendukung implementasi satu data, Kemenag juga tengah mempercepat integrasi dan sinkronisasi berbagai sistem informasi yang selama ini berjalan secara parsial, seperti EMIS dan Simpatika. Selain itu, dilakukan pula upaya penyederhanaan ribuan aplikasi internal yang tersebar di berbagai unit kerja, agar lebih efisien dan terintegrasi dalam satu ekosistem data.

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, menekankan bahwa fase saat ini merupakan masa transisi yang membutuhkan koordinasi intensif lintas unit. Oleh karena itu, rapat koordinasi khusus terkait data akan dilaksanakan secara berkala, minimal dua minggu sekali, guna memastikan proses konsolidasi berjalan konsisten dan terukur.

Langkah pembenahan ini dinilai krusial mengingat data menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan, perencanaan program, serta penyaluran anggaran di lingkungan Kementerian Agama. Dengan sistem data yang terintegrasi, valid, dan akuntabel, Kemenag diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah di bidang keagamaan dan pendidikan.

Kemenag menargetkan reformasi tata kelola data ini tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menjadi dasar bagi penguatan sistem informasi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan kebijakan di masa depan. (Bambang)
Share:

Lahirkan Terobosan Lewat Sport Diplomacy, Kemenpora Gelar SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026

Kementrian Pemuda dan Olahraga RI (kemenpora) menggelar Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 tanggal 3-5 Mei 2026 di The Meru Hotel Bali. (Dok. Kemenpora)

Bali, WaraWiri.net - Untuk pertama kalinya, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI (kemenpora) menggelar Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 tanggal 3-5 Mei 2026 di The Meru Hotel Bali. 

Agenda ini merupakan pertemuan tingkat tinggi antara menteri-menteri yang membidangi kepemudaan dan olahraga di Asia Tenggara, yang diinisiasi oleh Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis di antara negara-negara Asia Tenggara dan para pemangku kepentingan utama, sekaligus memajukan kolaborasi pemuda dan diplomasi olahraga di seluruh kawasan.

Tema yang diangkat dalam pertemuan kali ini adalah Strengthening SEA Youth Collaboration and Sports Diplomacy for a Resilient Future. Tema pembahasan ini diambil mengingat pentingnya diplomasi olahraga dan semangat kolaborasi antar negara untuk mengatasi tantangan masa depan, terlebih peran generasi muda sebagai pemimpin akan menjadi penentu arah perkembangan regional Asia Tenggara di mata dunia.

Pelaksanaan Senior Official Meeting menjadi agenda pertama di hari pembuka SEA Ministerial Meeting. Pada kesempatan ini, delegasi Indonesia yang diwakili Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga (Sesmen) Gunawan Suswantoro, Plt Deputi Pengembangan Industri Olahraga, Suyadi Pawiro, dan Staf Khusus Menpora Bidang Hukum dan Regulasi, Togi Pangaribuan, memimpin diskusi dengan para pejabat tinggi dalam bidang pemuda dan olahraga Asia Tenggara, mengenai prioritas utama kawasan, khususnya ketahanan pemuda, jalur pembinaan bakat olahraga, serta tolok ukur dan kemitraan global.

Semangat yang sejalan terlihat dalam pertemuan ini dimana para peserta berpartisipasi aktif memberikan gagasan untuk bersinergi bersama demi kemajuan para pemuda dan olahraga Asia Tenggara.

“Saya mendorong seluruh delegasi untuk berpartisipasi aktif, berbagi perspektif secara terbuka, dan berkontribusi secara konstruktif sepanjang diskusi berlangsung. 
Mari kita bekerja sama untuk memastikan pertemuan ini menjadi produktif, bermakna, dan berdampak bagi masa depan pemuda serta olahraga di kawasan kita,” ujar Sesmen Gunawan kepada para delegasi perwakilan negara peserta.

Selanjutnya di hari kedua, Senin (4/5), akan dilaksanakan pertemuan para Menteri yang membidangi Kepemudaan dan Olahraga Asia Tenggara, yang juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir.

Menpora Erick sebagai inisiator kolaborasi lintas negara yang juga selalu menekankan peran penting sport diplomacy sebagai pondasi penjaga keharmonisan antar bangsa akan membuka SEA Ministerial Meeting on Youth & Sports yang dilanjutkan menjadi pembicara dalam agenda ministerial forum. (Putra)
Share:

Kapal Perang TNI AL Laksanakan SAR dan Evakuasi KM Bintang Mariyos 04 di Perairan Halmahera

Kapal Perang TNI AL Laksanakan SAR dan Evakuasi KM Bintang Mariyos 04 di Perairan Halmahera. (Dok. Puspen TNI)

Papua, WaraWiri.net - Kapal Ikan KM. Bintang Mariyos 04 yang sebelumnya mengalami kerusakan mesin dan terombang ambing di Perairan Halmahera, akhirya tiba di Dermaga Kodaeral XIV Sorong, setelah diselamatkan dengan cara ditarik/ towing oleh KRI Teluk Parigi-539, dikatakan Komandan KRI Teluk Parigi-539, Letkol Laut (P) Agus Wahyu U, bahwa kapal tersebut setelah diselamatkan selanjutnya diserahkan kepada Komando Daerah TNI Angkatan Laut XIV (Kodaeral XIV) Sorong untuk dilaksanakan pertolongan dan pemeriksaan kesehatan ABK, karena terdapat 3 ABK yang sedang sakit, serta pengecekan kondisi Kapal sebelum diperbaikan oleh pemilk kapal tersebut. Minggu (03/05/2026).

Diketahui bahwa KRI Teluk Parigi-539 merupakan unsur Kapal Perang Satlinlamil 2 / Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang sedang melaksanakan operasi angkutan laut ke wilayah Papua, dimana saat pelayaran menuju Sorong melakukan evakuasi peyelamatan dan SAR kepada KM. Bintang Mariyos 04.

Dijelaskan Komandan KRI Teluk Parigi-539 awal kejadian KM. Bintang Mariyos 04 dengan 23 ABK berangkat dari Bitung menuju Biak pada hari Kamis, 30 April 2026 dini hari, namun pada hari Jumat 01 Mei 2026 pukul 12.30 WIT pada saat perjalanan menuju Biak, mesin mengalami kerusakan total (Mesin Mati), selanjutya kapal terombang ambing dan dicoba ditarik dengan menggunakan 2 unit Speed Boat milik kapal tersebut, tetapi speed boat tidak mampu untuk menarik kapal.

Sekitar pukul 13.15 WIT, ABK KM. Bintang Mariyos 04 melihat KRI Teluk Parigi-539 sedang melintas di Tj. Laboba, kemudian Kapten dan 1 ABK mengejar KRI untuk meminta bantuan, pada pukul 14.25 WIT KRI Teluk Parigi-539 melihat speed boat dengan 2 ABK meminta bantuan, selanjutnya 2 ABK diijinkan naik ke KRI untuk memberikan keterangan posisi kapal dan jarak, selanjutnya KRI Teluk Parigi-539 menuju posisi kapal yang sedang mengalami kerusakan dengan jarak 6 mil.

Lebih jauh Komandan KRI Teluk Parigi-539 menyampaikan KRI tiba di posisi Tj. Laboba pada pukul 17.30 WIT, setelah memastikan seluruh ABK dalam keadaan selamat, seluruh ABK termasuk 3 ABK yang sakit kemudian dipidahkan ke KRI, selanjutnya menarik kapal tersebut ke daerah aman, pukul 18.45 WIT KRI Teluk Parigi-539 bergerak menuju Dermaga Kodaeral XIV Sorong dengan menarik/ towing KM Bintang Mariyos 04 dan pada hari Minggu, 03 Mei 2026 pukul 17.00 WIT tiba di Derrmaga Kodaeral XIV Sorong, pungkasnya. (Ros)
Share:

Bersama Tim SAR Gabungan, Personel Posal Logending Berhasil Evakuasi Korban Tenggelam di Kali Ijo

Bersama Tim SAR Gabungan, Personel Posal Logending Berhasil Evakuasi Korban Tenggelam di Kali Ijo. (Dok. Puspen TNI)

Jawa Tengah, WaraWiri.net - Kepedulian dan respon cepat kembali ditunjukkan Personel Pos TNI AL (Posal) Logending bersama Tim SAR Gabungan dalam operasi pencarian korban kecelakaan air di aliran Kali Ijo, Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.

Korban diketahui bernama Nazril Hidayat (14), yang dilaporkan tenggelam saat berenang bersama rekannya di bawah Jembatan Kali Ijo pada Sabtu (30/04/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Usai menerima laporan dari warga, Personel Posal Logending bersama unsur SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan pencarian.

Namun pada hari pertama operasi, korban belum berhasil ditemukan. Kondisi cuaca yang mulai gelap disertai derasnya arus sungai menjadi kendala utama sehingga pencarian sementara dihentikan demi keselamatan personel di lapangan.

Upaya pencarian kembali dilanjutkan keesokan harinya. Tepat sekitar pukul 13.00 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi adanya benda terapung di pinggir pantai sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Tim kemudian bergerak cepat melakukan pengecekan dan memastikan bahwa korban yang ditemukan merupakan Nazril Hidayat. Selanjutnya korban dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Di tempat terpisah, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Cilacap, Kolonel Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi, S.A.P., M.Tr.Opsla, menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI AL dalam operasi SAR merupakan bentuk nyata kepedulian dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut dalam membantu masyarakat.

"Sinergitas bersama Tim SAR Gabungan menjadi wujud komitmen kemanusiaan dalam memberikan bantuan secara cepat dan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan," ungkap Danlanal Cilacap. (Ros)
Share:

Paket Lengkap AKTIF Musik Kementerian Ekraf Fasilitasi Musisi dari Tanah Sunda

Program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) kembali memfasilitasi produksi video klip bagi talenta lokal. Kali ini musisi asal Bandung, Jawa Barat, yakni Ega Robot Ethnic Percussion dan Ade Astrid. (Dok. Kemen Ekraf)

Jakarta, WaraWiri.net - Program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) kembali memfasilitasi produksi video klip bagi talenta lokal. Kali ini musisi asal Bandung, Jawa Barat, yakni Ega Robot Ethnic Percussion dan Ade Astrid.

"Kementerian Ekraf mengurus segala hal yang terkait nilai tambah ekonomi. Kalau di subsektor musik, maka nilai tambahnya adalah bagaimana talenta musik bisa dibukakan kanal distribusi dan komersialisasinya, hingga bagaimana mengelola hak kekayaan intelektual yang dimiliki," kata Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, dalam pernyataannya.

Program AKTIF Musik yang memfasilitasi produksi dan monetisasi bagi musisi lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi serta daya saing ini sebelumnya menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, hingga Maluku. Jawa Barat atau khususnya Bandung menjadi wilayah ke-9 yang dijangkau AKTIF Musik Kementerian Ekraf untuk mendorong investasi ekonomi kreatif dan optimalisasi karya daerah di pasar digital.

"AKTIF Musik merupakan program advokasi yang ditujukan bagi musisi lokal tingkat ketiga hingga keempat untuk mendukung promosi dan distribusi karya kreatif musisi lokal, termasuk untuk lebih memahami seluk beluk industri musik profesional dan pengelolaan hak kekayaan intelektual yang para musisi miliki," tegas Menteri Ekraf.

Rangkaian produksi video musik ini dilaksanakan pada 5-8 April 2026 dengan mengambil lokasi di Sanggar Seni Ega Robot, Saung Komando Ciwidey, Saung Gerengseng, hingga Tepi Gunung Nature Park. Ega Robot Ethnic Percussion menggarap lagu ‘Napak Jagat Pasundan’ yang mengusung konsep ethnic collaboration , sementara Ade Astrid membawakan lagu ‘Goyang Gerengseng’ yang bernuansa dangdut Sunda.

Fasilitasi ini mencakup seluruh proses produksi guna memastikan standar kualitas visual dan audio yang dihasilkan mampu bersaing di platform digital resmi kementerian. Video musik 'Napak Jagat Pasundan' direncanakan rilis pada 2 Mei 2026, sedangkan video musik 'Goyang Gerengseng' dijadwalkan menyusul pada bulan yang sama.

"Kami menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang telah diberikan dalam mendukung musisi daerah, yang tidak hanya berupa dukungan fisik, namun juga mencakup penguatan pemahaman konseptual serta peningkatan kapasitas kelembagaan guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan," ungkap Vokalis sekaligus pendiri dari Ega Robot Ethnic Percussion, Ega Cahyar Mulyana.

Program AKTIF Musik ini diproyeksikan menjadi the new engine of growth bagi ekonomi Jawa Barat, di mana musisi lokal kini didorong untuk lebih mandiri secara profesional melalui pemahaman hak Intellectual Property (IP). Selaras dengan gagasan membangun ekonomi kreatif dari daerah yang diharapkan mampu memberikan dampak psikologis serta inspirasi bagi para pejuang ekonomi kreatif lainnya di Jawa Barat. (Zidan)
Share:

Kemenkes Perkuat Imunisasi Nasional, Fokus Jangkau Anak Zero-Dose

Kemenkes Perkuat Imunisasi Nasional, Fokus Jangkau Anak Zero-Dose. (Dok. Kemenkes)

Depok, WaraWiri.net - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama mitra pembangunan, termasuk UNICEF dan WHO, menegaskan kembali komitmen nasional untuk memperkuat program imunisasi dalam momentum Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang diselenggarakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok pada, Sabtu (2/5/2026).

Di Indonesia, cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2% pada tahun 2025. Meski menunjukkan kemajuan, masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali, sehingga menjadi fokus utama intervensi ke depan

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa penguatan imunisasi rutin menjadi prioritas utama pascapandemi COVID-19.

“Setelah pandemi, cakupan imunisasi kita sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius. Imunisasi rutin adalah kunci utama. Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis bisa meningkat jika cakupan tidak optimal,” ujar dr. Andi Saguni.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi ketersediaan vaksin secara nasional.

“Kami pastikan ketersediaan vaksin aman, bahkan hingga sembilan bulan ke depan. Tidak boleh ada lagi alasan kekurangan vaksin. Selain itu, distribusi dan kualitas rantai di daerah juga harus dijaga agar imunisasi berjalan optimal,” tambahnya.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menekankan bahwa imunisasi adalah hak dasar anak yang harus dipenuhi, serta pentingnya menjangkau kelompok yang belum terlayani.

“Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui inisiatif The Big Catch-Up di 36 negara. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama. Namun, kampanye ini bukan pengganti sistem imunisasi rutin yang kuat,” jelas Jean Lokenga.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak anak yang belum mendapatkan vaksin sama sekali.

Dari sisi global, perwakilan WHO Indonesia, dr. Olivia, menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dan berdampak luas.

“Vaksin telah menyelamatkan lebih dari 150 juta jiwa di dunia. Ini adalah investasi kesehatan yang sangat cost-effective dan harus terus diperkuat melalui sistem yang berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara aktif.

“Tidak semua negara merayakan Pekan Imunisasi Dunia secara masif seperti Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri, menekankan pentingnya momentum PID 2026 untuk mempercepat capaian program imunisasi nasional.

“Melalui rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia, kami ingin menguatkan kembali kesadaran masyarakat bahwa imunisasi sangat penting untuk melindungi generasi kita. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai inovasi telah dilakukan untuk mendukung program imunisasi.

Pekan Imunisasi Dunia merupakan inisiatif global yang diperingati setiap tahunnya. Tahun ini, tema global “For Every Generation, Vaccines Work” menegaskan bahwa vaksin terbukti efektif melindungi semua generasi.

Mengusung tema nasional “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia”, peringatan ini menekankan bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak, tetapi merupakan perlindungan kesehatan sepanjang siklus hidup dari bayi hingga lansia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 ini juga dimeriahkan dengan kegiatan fun walk yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, serta layanan imunisasi bagi masyarakat sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendekatkan akses vaksinasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kampanye gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat pesan bahwa imunisasi adalah tanggung jawab bersama.

Salah satu orang tua penerima layanan imunisasi Dila (33) turut membagikan pengalamannya setelah mengikuti pemberian imunisasi bagi anaknya dalam kegiatan tersebut. Ia menilai layanan yang diberikan berjalan tertib, cepat, dan memberikan rasa nyaman bagi para orang tua.

“ini imunisasi PCV ke-3, seru dan nggak perlu antri panjang saya berharap imunisasi ini dapat membantu menjaga kesehatan dan melindungi anak saya dari berbagai penyakit menular”, Ujar Dila.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, pemerintah optimistis target cakupan imunisasi nasional dapat tercapai, sekaligus memperkuat fondasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045. (Fathi)
Share:

Cegah Haji Nonprosedural, Kemenhaji Perkuat Pengawasan dan Penindakan

Cegah Haji Nonprosedural, Kemenhaji Perkuat Pengawasan dan Penindakan. (Dok. Kemenhaji)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik haji nonprosedural atau ilegal demi menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Kepala Biro Humas Kemenhaji, Moh. Hasan Afandi, mengatakan pemerintah mendukung penuh kampanye Pemerintah Arab Saudi “Tidak Ada Haji Tanpa Izin” sebagai upaya memastikan seluruh jemaah menjalankan ibadah sesuai ketentuan.

“Kami mendukung penuh kampanye Pemerintah Arab Saudi, Tidak Ada Haji Tanpa Izin. Haji harus dilakukan melalui jalur resmi dan menggunakan visa haji agar ibadah berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan risiko hukum bagi jemaah,” ujar Hasan di Media Center Haji Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Hasan, Kemenhaji bersama Polri serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah membentuk Satgas Pencegahan Haji Ilegal untuk memperkuat pengawasan dan penindakan.

Satgas ini bertugas mencegah keberangkatan haji nonprosedural sejak dini, melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, serta menangani kasus pidana terkait praktik haji ilegal.

Sejak 18 April hingga 1 Mei 2026, petugas Imigrasi RI telah mencegah keberangkatan 42 calon jemaah haji nonprosedural.

Hasan menegaskan bahwa penggunaan visa non-haji seperti visa kerja, ziarah atau kunjungan, maupun transit untuk berhaji merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Pemerintah Arab Saudi.

Sanksi yang dikenakan tidak ringan, mulai dari penolakan masuk ke Makkah serta kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina, denda, deportasi, hingga larangan masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun.

Penegakan hukum juga berlaku bagi pihak yang mengorganisir, menawarkan, atau memfasilitasi haji ilegal.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak tergoda tawaran berhaji tanpa antre secara ilegal. Laporkan kepada kepolisian jika ada pihak yang menawarkan atau mengorganisir keberangkatan haji nonprosedural,” tegas Hasan. (Slamet)
Share:

KKP Rampungkan Pembangunan 65 KNMP Tahap I

KKP Rampungkan Pembangunan 65 KNMP Tahap I. (Dok. KKP)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merampungkan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama. KKP juga telah menyiapkan tim satuan tugas untuk mengawal operasional program prioritas pemerintah tersebut.

“Kami melaporkan bahwa pekerjaan konstruksi KNMP Tahap 1 pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100% per akhir April 2026,” ujar Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP tahap I dan II, Trian Yunanda dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (2/5).

Seiring penyelesaian pembangunan tersebut, KKP juga telah menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 20 Tahun 2026 tentang Satgas Operasionalisasi KNMP. Regulasi ini untuk memastikan operasionalisasi KNMP lebih terarah, sistematis, efektif, dan efisien sesuai tujuan pembangunannya.

Adapun tujuan program KNMP diantaranya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, implementasi ekonomi biru sebagai pusat pertumbuhan baru, penciptaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.

“Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” ungkap Trian.

Trian turut menyampaikan permintaan maaf karena penyelesaian pembangunan KNMP di sejumlah lokasi mundur dari jadwal yang ditargetkan. Keterlambatan pembangunan disebabkan banyaknya dinamika di lapangan, diantaranya lokasi pembangunan umumnya berada di wilayah pesisir yang jauh dari perkotaan. 

Kemudian adanya klaim terhadap lahan yang sedang dibangun, hingga kondisi cuaca ekstrim yang masih berlanjut sampai awal tahun 2026. 

“Kami memohon maaf atas keterlambatan penyelesaian, dan akan melakukan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan penyelesaian KNMP Tahap 2 di 35 lokasi lainnya,” ujar Trian.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pembangunan fasilitas-fasilitas KNMP harus berkualitas agar benar-benar bisa dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas masyarakat nelayan. Sejumlah fasilitas utama di lokasi KNMP di antaranya pabrik es, gudang beku, sentra kuliner, bengkel kapal, hingga kios perbekalan nelayan. (Zikry)
Share:

Respons Cepat Kementerian Kehutanan Tangani Temuan Harimau Sumatera di Mukomuko

Respons Cepat Kementerian Kehutanan Tangani Temuan Harimau Sumatera di Mukomuko. (Dok. Kemenhut)

Bengkulu, WaraWiri.net - Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu tengah melakukan investigasi atas temuan satu individu Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang ditemukan masyatakat di sebuah genangan di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

BKSDA Bengkulu menerima laporan awal dari masyarakat pada 30 April 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BKSDA Bengkulu segera berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penelusuran.

Selanjutnya, pada 1 Mei 2026, tim BKSDA Bengkulu bersama Polsek Penarik dan petugas Taman Nasional Kerinci Seblat bergerak ke lokasi.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, satwa tersebut merupakan harimau jantan dalam kondisi utuh yang ditemukan di sebuah genangan.

Hingga saat ini, tim BKSDA Bengkulu masih melakukan pendalaman dan akan memastikan penyebab melalui nekropsi serta analisis laboratorium. Tim dokter hewan juga dijadwalkan segera melakukan pemeriksaan di lokasi.

Progres tim hingga malam tadi (1/5) tidak memungkingkan untuk melakukan nekropsi, dikarenakan kondisi malam yang gelap dan hujan. Selain itu juga belum tersedianya es pendingin untuk sampel. Pelaksanaan nekropsi direncanakan dilanjutkan pada hari ini (2/5) yang akan dilakukan di pos Resor Air Hitam.

“Kami menaruh perhatian serius terhadap setiap kejadian yang melibatkan satwa dilindungi, khususnya Harimau Sumatera sebagai spesies kunci. Saat ini tim di lapangan tengah melakukan penanganan dan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi.

Kementerian Kehutanan memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berbasis ilmiah sebagai bagian dari komitmen menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. (Deni)
Share:

Penumpang Whoosh Capai 21.900 di Long Weekend, KCIC Ingatkan Ketentuan Bagasi Penumpang

Penumpang Whoosh Capai 21.900 di Long Weekend, KCIC Ingatkan Ketentuan Bagasi Penumpang. (Dok. KCIC)

Jakarta, WaraWiri.net - Menyambut libur panjang akhir pekan, KCIC mencatat peningkatan volume penumpang Whoosh sekitar 15% dibandingkan dengan akhir pekan biasanya. Pada hari Jumat (1/5), jumlah penumpang mencapai 21.900 orang, di mana tiket Whoosh keberangkatan Halim dari pagi hingga sore hari habis terjual.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan bahwa peningkatan volume penumpang ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan Whoosh pada momen libur panjang.

“Volume penumpang hari ini masih tinggi, didominasi oleh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. KCIC mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta segera melakukan pemesanan tiket lebih awal, mengingat pada periode libur panjang tiket di jam-jam favorit cenderung lebih cepat habis.” ujar Eva.

Sementara itu, tiket Whooh yang sudah terjual pada hari ini Sabtu (2/5) telah mencapai sekitar 10 ribu tiket dan diprediksi akan kembali menyentuh angka sekitar 22 ribu penumpang hingga akhir hari.

Seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat pada periode long weekend ini, KCIC mengingatkan ketentuan bagasi yang perlu diperhatikan oleh penumpang. Setiap penumpang Whoosh diperbolehkan membawa bagasi maksimal 3 koli, seperti 2 koper atau dus dan 1 ransel atau tas tangan, dengan berat total maksimal 20 kg serta dimensi maksimal 100 cm x 40 cm x 30 cm.

KCIC juga mengimbau penumpang untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang ke dalam kereta, seperti barang mudah terbakar atau meledak, narkotika dan zat adiktif, senjata api dan senjata tajam tanpa izin, serta barang dengan bau menyengat yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Selain itu, KCIC menyediakan layanan porter di Stasiun Halim untuk membantu penumpang dalam membawa barang bawaan, terutama bagi yang membawa bagasi dalam jumlah banyak, sehingga proses naik kereta tetap tertib dan tidak mengganggu arus pergerakan di area stasiun.

Eva menambahkan, penumpang diimbau untuk menyimpan bagasi pada tempat yang telah disediakan di dalam kereta, seperti di rak atas atau area penyimpanan di sambungan antarkereta sesuai ukuran.

“KCIC mengingatkan kepada para penumpang untuk mengikuti aturan barang bawaan yang berlaku demi kelancaran perjalanan dan menjaga kenyamanan bagi seluruh penumpang,” tutup Eva. (Ilham)
Share:

Strategi Terintegrasi Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

Strategi Terintegrasi Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus memperkuat langkah percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui kebijakan yang terintegrasi dan responsif terhadap dinamika global. Sebagai salah satu upaya dalam implementasi langkah tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mandat utama mempercepat implementasi program prioritas Pemerintah secara terintegrasi dan kolaboratif, termasuk melalui penguatan monitoring, evaluasi, serta penyusunan terobosan kebijakan strategis.

Dalam rapat perdana, Satgas membahas langkah antisipatif terhadap dinamika global, termasuk potensi dampak gejolak di kawasan Selat Hormuz. Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga, mengingat ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia relatif kecil sebesar 20%, dengan sumber pasokan yang terdiversifikasi dari berbagai kawasan seperti Afrika, Amerika, dan berbagai negara lain.

Selain itu, stabilitas pasokan gas dan pupuk juga dipastikan aman, seiring dengan posisi Indonesia yang masih mencatatkan surplus produksi pupuk.

“Terkait dengan pangan, dimana turunannya adalah plastik dan packaging, nah hari ini diputuskan bahwa pabrik refinery kita, tidak bisa men-supply kebutuhan packaging dalam negeri karena kesulitan mendapatkan nafta. Namun untuk jangka pendek, nafta tersebut dapat disubstitusi oleh LPG. Oleh karena itu tadi diputuskan bahwa bea masuk LPG yang biasanya 5% khusus untuk industri kita 0% kan, sehingga diharapkan kekurangan nafta bisa diganjel oleh LPG,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Investor Daily Roundtable: Menakar Denyut Ekonomi, Akselerasi Pertumbuhan di Tengah Gejolak Global, Jumat (1/05).

Lebih lanjut, Pemerintah juga akan mempercepat proses perizinan melalui penyederhanaan mekanisme Persetujuan Teknis (Pertek) dengan penerapan Service Level Agreement (SLA), sehingga permohonan yang tidak terselesaikan dalam batas waktu tertentu dapat langsung diproses lebih lanjut guna memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Selain itu, proses Standar Nasional Indonesia (SNI) diperbaiki melalui sistem pelacakan (track and trace) yang transparan dan berbatas waktu jelas.

Percepatan juga dilakukan pada perizinan sektor konstruksi dan usaha, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), khususnya untuk mendukung UMKM dan program prioritas Pemerintah. Pemerintah turut memperkuat koordinasi lintas instansi serta menyiapkan mekanisme pengaduan dan penanganan langsung (troubleshooting) guna memastikan kelancaran implementasi dan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selanjutnya, Pemerintah memandang keikutsertaan Indonesia dalam berbagai forum internasional sebagai langkah strategis untuk memperluas dan menyeimbangkan pasar global. Terkait forum BRICS, dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar USD77 triliun dan kontribusi terhadap perdagangan global sekitar 40%, BRICS yang beranggotakan negara dengan populasi besar menjadi sumber permintaan yang signifikan. Hal tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai negara dengan kekuatan ekonomi menengah (middle power) yang memiliki pasar domestik besar.

Di sisi lain, penyelesaian perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA) juga menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pasar ekspor. Dengan cakupan 27 negara dan total pasar senilai USD21 triliun, kerja sama tersebut membuka peluang besar bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar berpendapatan tinggi dengan tarif bea masuk 0%, setelah proses ratifikasi selesai. Pemerintah menargetkan implementasi efektif perjanjian ini dapat dimulai pada awal tahun 2027.

Selain itu, Pemerintah juga tengah mempersiapkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Financial Center sebagai alternatif destinasi investasi global, khususnya di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi internasional. Berbagai kebutuhan pendukung seperti penguatan kelembagaan, dan berbagai kebutuhan lainnya yang kompetitif sedang disiapkan guna menarik investasi, termasuk skema Indonesia Financial Center.

Dalam pengembangan ekonomi digital, Pemerintah juga mendorong peningkatan investasi data center seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligent (AI). Indonesia memiliki keunggulan strategis dengan jumlah populasi besar serta dukungan infrastruktur konektivitas melalui titik pendaratan kabel optik internasional di Batam dan Bitung. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai lokasi potensial bagi pengembangan pusat data berskala besar yang mampu memenuhi kebutuhan domestik maupun regional.

Untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah juga terus mendorong peran aktif sektor swasta melalui penyediaan berbagai stimulus dan kemudahan investasi, termasuk pengembangan KEK yang siap pakai (plug and play). Dengan dukungan berbagai proyek strategis nasional dan komitmen investasi yang terus meningkat, Pemerintah optimistis bahwa kolaborasi dengan dunia usaha akan menjadi motor penggerak utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Sebagai Pemerintah dan dengan arahan Presiden, kita harus terus optimis menghadapi berbagai ketidakpastian. Karena dengan optimisme itu kita bisa menyelesaikan berbagai persoalan, dan ini adalah negara kita yang kita cintai, sehingga yang harus optimis adalah masyarakat Indonesia sendiri,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, Komisaris Utama B-Universe Enggartiasto Lukita, dan Direktur Utama B-Universe Rio Abdurachman. (Rizal)
Share:

Industri Manufaktur Jadi Andalan, Pemerintah Antisipasi Tekanan Perekonomian Global

Industri Manufaktur Jadi Andalan, Pemerintah Antisipasi Tekanan Perekonomian Global. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Berbagai dinamika, mulai dari eskalasi konflik geopolitik hingga disrupsi rantai pasok global, memberikan tekanan terhadap kinerja industri dan stabilitas ekonomi. Dalam konteks tersebut, Pemerintah mengambil langkah strategis yang terintegrasi guna memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh dan resilien.

Sektor industri pengolahan, khususnya manufaktur, menjadi salah satu pilar utama yang diandalkan dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Dengan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, investasi, serta ekspor nasional, sektor ini memiliki peran strategis dalam menciptakan nilai tambah dan memperluas lapangan kerja. Pada tahun 2025, pertumbuhan industri pengolahan tercatat sebesar 5,30%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11%, dimana menjadi indikasi positif bagi penguatan struktur ekonomi ke depan.

“Dinamika global ini yang namanya ketidakpastian itu luar biasa, apalagi dengan berbagai konflik yang terjadi. Kita harus antisipasi karena dampaknya bisa berlangsung beberapa bulan ke depan dan memengaruhi berbagai sektor ekonomi,” ungkap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam acara Business Indonesia Forum: Indonesia Emas 2045, Manufaktur Harus Jadi Panglima, Kamis (30/04).

Lebih lanjut, sektor industri pengolahan menjadi salah satu yang paling terdampak oleh dinamika global, terutama akibat gangguan rantai pasok. Keterbatasan bahan baku, kenaikan harga input produksi, serta hambatan logistik berpotensi menekan kinerja industri, baik dari sisi produksi maupun distribusi. Untuk itu, Pemerintah terus melakukan langkah antisipatif untuk menjaga keberlanjutan aktivitas industri.

Di sisi kebijakan, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi program prioritas serta menjawab hambatan yang dihadapi pelaku usaha dan investor.

“Intinya ini percepatan program untuk dorong ekonomi, tapi sangat efektif, karena selain bicara di level policy, kita juga pegang kepentingan ekonomi. Dengan koordinasi yang intensif, diharapkan ini bisa menjadi solusi saat para investor dan pelaku industri menghadapi berbagai kerumitan, sehingga ada kepastian dan harapan untuk penyelesaiannya,” jelas Sesmenko Susiwijono.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan mitigasi untuk mendukung industri pengolahan, termasuk pemberian kemudahan akses terhadap bahan baku serta penyesuaian kebijakan impor untuk menjaga keberlangsungan produksi. Pemerintah juga terus memantau sektor-sektor industri yang paling terdampak guna memastikan respons kebijakan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, stabilitas makroekonomi tetap menjadi prioritas utama, khususnya dalam menjaga inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat. Kebijakan fiskal dan moneter terus disinergikan agar tetap mendukung aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan prinsip kehati- hatian. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga iklim usaha tetap kondusif serta mendorong investasi di sektor industri pengolahan dan manufaktur.

“Dinamika global saat ini betul-betul berpengaruh terhadap industri manufaktur dari segala sisi, baik dari sisi bahan baku maupun produksi. Gangguan rantai pasok ini harus kita antisipasi bersama, karena dampaknya bisa meluas ke inflasi, nilai tukar, hingga daya beli masyarakat,” pungkas Sesmenko Susiwijono. (Rizal)
Share:

Pernyataan Menkomdigi Terkait Penyebaran Fitnah dan Disinformasi terhadap Kepala Negara

Pernyataan Menkomdigi Terkait Penyebaran Fitnah dan Disinformasi terhadap Kepala Negara. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat.

Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah Hoaks, Fitnah serta mengandung Ujaran Kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian dari upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa.

Ruang demokrasi digital adalah ruang adu gagasan bukan ruang memproduksi konten kebencian yang menyerang martabat manusia manapun.

Komdigi akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Siapapun yang membuat dan ikut mendistribusikan dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar telah melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE No. 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2).

Komdigi mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga ruang digital yang sehat, produktif dan aman. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk mendorong literasi digital dan memastikan bahwa kebebasan berekspresi berjalan seiring dengan tanggung jawab. (Budi)
Share:

Balai Kemenperin di Jogja Tempa SDM IKM Kerajinan Jadi Naik Kelas

Balai Kemenperin di Jogja Tempa SDM IKM Kerajinan Jadi Naik Kelas. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus memperkuat pengembangan sektor industri kerajinan di berbagai daerah sebagai salah satu pilar strategis pertumbuhan ekonomi nasional. Selain berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, sektor ini juga menjadi bagian dari produk unggulan Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Kinerja industri kerajinan nasional menunjukkan tren positif hingga tahun 2026. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor produk kerajinan pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 806,63 juta, meningkat 15,46 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai USD 698,62 juta. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa produk kerajinan Indonesia semakin diminati di pasar internasional serta memiliki prospek yang terus berkembang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan daya saing pelaku industri kerajinan melalui program pembinaan yang berkelanjutan, termasuk penguatan standardisasi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar.

“Penguatan industri kerajinan berbasis kearifan lokal merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku dalam negeri sekaligus memberdayakan sumber daya manusia industri di daerah. Melalui upaya ini, kami menargetkan terciptanya nilai tambah yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4).

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyampaikan bahwa melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) BSKJI di Yogyakarta, yakni Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), Kemenperin secara konsisten menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan di seluruh Indonesia.

Program-program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta sektor swasta melalui pemanfaatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kami telah menerapkan konsep one stop service untuk sektor kerajinan dan batik. Layanan yang diberikan tidak hanya mencakup pelatihan keterampilan teknis produksi, tetapi juga berbagai layanan sertifikasi, mulai dari sertifikasi produk, sertifikasi kompetensi SDM, sertifikasi sistem manajemen mutu, sertifikasi halal, hingga sertifikasi industri hijau,” jelas Emmy.

Kepala BBSPJIKB, Zya Labiba, menambahkan bahwa ragam pelatihan yang diselenggarakan mencakup berbagai subsektor kerajinan, seperti batik, anyaman serat alam, kerajinan kerang, ukir kayu, bambu, rotan, perhiasan logam, hingga produk wastra seperti tenun, tritik, jumputan, dan ecoprint.

“Dengan jangkauan nasional, dalam satu dekade terakhir BBSPJIKB telah melatih sekitar 11.939 SDM industri di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” ungkap Zya.

Lebih lanjut, pada April 2026 BBSPJIKB kembali menyelenggarakan sedikitnya lima program pendampingan hasil kerja sama dengan pemerintah daerah, yang mencakup wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Ponorogo, hingga Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna memperluas jangkauan pembinaan. Langkah ini diharapkan mampu memastikan pelaku industri kreatif di berbagai daerah dapat tumbuh secara inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di pasar domestik maupun global. (Isna)
Share:

Apresiasi Peran Pekerja Industri, Kemenperin Fokus Tingkatkan Kompetensi

Apresiasi Peran Pekerja Industri, Kemenperin Fokus Tingkatkan Kompetensi. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menegaskan komitmennya dalam menghasilkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten sebagai fondasi utama penguatan sektor manufaktur nasional. Langkah strategis ini diyakini mampu menopang kinerja industri pengolahan sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pembangunan SDM industri yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor manufaktur di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5) bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

Menperin menegaskan, Kemenperin melalui unit kerja di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi hingga penguatan kompetensi industri 4.0.

Program pendidikan vokasi tersebut dilaksanakan di 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang tahun 2025, tercatat unit pendidikan vokasi di bawah binaan Kemeperin menghasilkan sebanyak 5.472 lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur. Dalam upaya mengembangkan bibit SDM industri unggul secara berkelanjutan, kini tengah dibuka pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) di seluruh unit pendidikan Kemenperin.

Selanjutnya, program pelatihan vokasi digelar di 7 Balai Diklat Industri (BDI), yang mencakup pelatihan skilling, reskilling, upskilling, serta pelatihan berbasis kemitraan dengan industri. Sepanjang Tahun 2025, BPSDMI telah melatih, mensertifikasi dan menempatkan bekerja sebanyak 1.362 orang melalui pelatihan skilling, upskilling, dan reskilling.

Kemenperin juga aktif mendukung Program Magang Nasional sebagai upaya mempercepat penyiapan tenaga kerja muda sebelum memasuki dunia industri. Pada program ini, sebanyak 3.969 calon tenaga kerja dari total kuota, telah difasilitasi pada berbagai perusahaan industri dan instansi di lingkungan Kemenperin.

Tak hanya menyiapkan tenaga kerja siap kerja, BPSDMI juga mendorong lahirnya wirausaha industri baru melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri. Sepanjang tahun lalu, program ini berhasil membina 37 tenant bisnis yang berpusat di 7 BDI. Perusahaan-perusahaan rintisan ini secara total berhasil menyerap 212 karyawan baru dan mencetak total omzet fantastis mencapai Rp11,5 Miliar.

Sejalan dengan program Making Indonesia 4.0, BPSDMI melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 juga menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis industri 4.0. Selain itu, pendampingan dan konsultasi implementasi industri 4.0 juga diberikan kepada sejumlah perusahaan industri untuk mempercepat transformasi digital.

“Bahkan, dalam rangka mendukung pengembangan karier tenaga kerja industri, BPSDMI telah bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri,” ungkap Menperin.

BPSDMI juga terus menyusun dan memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) guna memastikan keselarasan kompetensi SDM dengan kebutuhan industri.

“Dalam menghadapi era transformasi digital, Kemenperin turut aktif melaksanakan program reskilling dan upskilling bagi pekerja industri. Upaya ini dilakukan guna memastikan tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk otomatisasi, digitalisasi proses produksi, serta penerapan industri 4.0,” papar Agus.

Menurut Menperin, transformasi digital di sektor industri tidak hanya membutuhkan investasi pada teknologi, tetapi juga kesiapan SDM.

“Oleh sebab itu, program reskilling dan upskilling menjadi prioritas agar tenaga kerja kita tetap relevan dan kompetitif,” tegasnya.

Berdasarkan data terbaru, penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas menunjukkan tren yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah tenaga kerja tercatat naik dari 15,49 juta orang pada tahun 2015 menjadi 18,90 juta orang pada 2019. Meskipun sempat terdampak pandemi, sektor ini mampu pulih dan kembali tumbuh, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 20,26 juta orang pada Agustus 2025—menjadi level tertinggi selama periode pengamatan.

Capaian tersebut menegaskan bahwa sektor industri pengolahan tetap menjadi salah satu penyedia lapangan kerja terbesar sekaligus penopang stabilitas ekonomi nasional. Kinerja ini juga mencerminkan ketahanan dan daya saing industri manufaktur Indonesia yang terus terjaga.

Dalam momentum Hari Buruh Internasional, Menperin memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja industri atas kontribusinya dalam menjaga produktivitas dan keberlangsungan sektor manufaktur nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja industri di Indonesia. Kalian adalah tulang punggung industri nasional. Teruslah meningkatkan kompetensi, menjaga semangat kerja, dan beradaptasi dengan perubahan agar industri kita semakin kuat dan berdaya saing global,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan, lulusan vokasi Kemenperin dibekali kemampuan teknis dan adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi industri.

“Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan,” ungkap Doddy.

Program pembangunan SDM Industri oleh BPSDMI Kemenperin menargetkan lulusan yang kompeten tidak hanya di dalam negeri tetapi berdaya saing global untuk mengisi pasal kerja internasional. Hal ini dibuktikan dengan ratusan siswa yang meraih sertifikasi keahlian bergengsi tingkat dunia, seperti dari Vapro (Belanda), Siemens (Jerman), dan Hobart Technology (Australia). Berkat kualitas ini, alumni sekolah vokasi Kemenperin kini tercatat telah tersebar dan bekerja di 21 negara di berbagai belahan dunia.

Untuk membantu industri dalam penyediaan tenaga kerja kompeten dan memastikan jaminan kerja bagi lulusan, BPSDMI juga menjalankan program "Kelas Industri" secara masif. Di tingkat SMK, BPSDMI menggandeng 24 industri untuk memfasilitasi 411 siswa dalam 12 kelas/program studi.

Pada tingkat Politeknik, kerja sama terjalin dengan 18 industri yang memfasilitasi 473 mahasiswa pada 18 program studi. Bahkan, BPSDMI telah membuka Kelas Industri Internasional yang secara khusus mempersiapkan lulusannya untuk bekerja langsung di perusahaan global, seperti di Krakatau Posco (Korea Selatan) dan Morimitsu Industry Co., Ltd. (Jepang). (Isna)
Share:

Emiten Pertamina Group Tunjukkan Kekuatan Fundamental dan Resiliensi Bisnis, di tengah Fluktuasi Pasar Modal Indonesia

Emiten Pertamina Group Tunjukkan Kekuatan Fundamental dan Resiliensi Bisnis, di tengah Fluktuasi Pasar Modal Indonesia. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - Di tengah tekanan pasar modal Indonesia sepanjang kuartal pertama 2026 yang dipengaruhi kombinasi gejolak global dan domestik, emiten-emiten Pertamina Group menunjukkan kekuatan fundamental dan resiliensi bisnis yang tetap solid dibandingkan tekanan pasar secara umum.

Ketidakpastian geopolitik internasional mendorong repricing risiko Indonesia secara luas dan memengaruhi sentimen investor terhadap pasar domestik.

Meski demikian, emiten Pertamina Group tetap mampu mempertahankan performa yang relatif kuat berkat fundamental operasional yang konsisten, posisi sektor energi yang defensif, serta prospek jangka panjang yang didukung kebutuhan energi nasional.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa dinamika pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi tekanan eksternal dibandingkan kondisi bisnis inti perusahaan.

“Fluktuasi pasar modal saat ini lebih merefleksikan dinamika persepsi risiko global dan domestik, bukan penurunan fundamental perusahaan. Emiten Pertamina Group tetap menunjukkan kekuatan bisnis yang resilien, dengan kinerja operasional yang solid serta peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Baron.

Beberapa emiten Pertamina Group berdasarkan data per kuartal 1 2026 diantaranya dengan kode emiten PGAS (Pertamina Gas Negara), ELSA (Elnusa), PGEO (Pertamina Geothermal Energy) dan TUGU (Tugu Insurance), mencatatkan saham emiten Pertamina Group menunjukkan resiliensi relatif terhadap IHSG dan sektor yang mencerminkan kekuatan fundamental bisnis yang tetap konsisten. Walaupun demikian, pergerakan harga saham memang cenderung dinamis yang dipengaruhi dipengaruhi oleh persepsi risiko makro dan sovereign risk Indonesia dibandingkan fundamental perusahaan.

“Kami terus memperkuat komunikasi strategis kepada investor, menegaskan value creation jangka panjang, serta memastikan bahwa pasar memahami kekuatan fundamental dan strategi pertumbuhan Pertamina Group di tengah volatilitas global,” jelas Baron.

Pertamina juga memandang kondisi pasar saat ini sebagai momentum untuk memperluas basis investor, meningkatkan kualitas engagement dengan analis dan pasar modal, serta memperkuat posisi emiten sebagai bagian penting dari sektor energi nasional dan transisi energi.

“Sebagai pemimpin energi nasional, Pertamina tidak hanya fokus menjaga kinerja bisnis, tetapi juga memastikan kepercayaan investor tetap terjaga melalui narasi korporasi yang kuat, transparansi, dan strategi pertumbuhan berkelanjutan,” tambah Baron.

Di samping itu, Baron melanjutkan dalam menghadapi geopolitik global, Pertamina terus menjalankan strategi dual growth dengan menjaga stabilitas bisnis utama sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon, guna memperkuat daya saing perusahaan dan menciptakan nilai berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. (Tedy)
Share:

Gubernur BI Fokus Pada Upaya Menjaga Stabilitas Rupiah

Gubernur BI Fokus Pada Upaya Menjaga Stabilitas Rupiah. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Ketidakpastian global, khususnya dari dinamika geopolitik di Timur Tengah, menjadi faktor risiko utama yang diantisipasi Bank Indonesia. Sebagai respons untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menyesuaikan struktur suku bunga pasar (term structure) melalui kenaikan yield instrumen seperti SRBI.

Strategi ini dilakukan untuk menjaga daya tarik aset domestik dan mendukung stabilitas nilai tukar untuk menjaga kondisi domestik tetap solid. Demikian mengemuka pada pertemuan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dengan sejumlah investor di Singapura.

Pertemuan sejenis terus dilakukan untuk memberikan informasi yang solid kepada para investor mengenai fundamental ekonomi Indonesia serta proyeksi ke depan, sehingga memperkuat keyakinan investor terhadap ekonomi Indonesia, dan mendorong arus masuk modal asing.

Perry menjelaskan bahwa kerangka kebijakan Bank Indonesia telah berevolusi dari pengalaman berbagai krisis. Saat ini, Bank Indonesia mengimplementasikan integrated monetary policy mix yang terdiri dari tiga pilar utama.
  • Pertama, kebijakan suku bunga untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi tetap dalam target.
  • Kedua, stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas eksternal dan mencegah pelemahan Rupiah merambat ke kenaikan harga.
  • Ketiga, pengelolaan likuiditas domestik untuk memastikan kecukupan likuiditas di sistem keuangan.
Ketiga instrumen ini dijalankan bersamaan dan saling melengkapi, mencerminkan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika global.

Sinergi moneter dan fiskal turut memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Di hadapan para investor, Perry menjelaskan eratnya koordinasi moneter-fiskal melalui sinergi kebijakan untuk bersama menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan. Dengan koordinasi kebijakan yang erat, tahun 2026 inflasi diperkirakan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5+/-1% dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,9–5,7%. Hal ini mencerminkan resiliensi ekonomi domestik dalam menghadapi tekanan eksternal.

Selain kebijakan moneter, Perry menyoroti peran kebijakan makroprudensial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus memperkuat insentif KLM bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas, serta mempercepat penurunan suku bunga kredit. Selain itu, Bank Indonesia juga terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, yang mencakup pengembangan QRIS, transaksi lintas negara berbasis mata uang lokal, serta infrastruktur pembayaran ritel, yang semakin memperkuat efisiensi dan inklusi keuangan.

Perry menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kapasitas yang kuat untuk menghadapi tekanan global, didukung oleh koordinasi kebijakan yang erat antara fiskal dan moneter, serta kerangka kebijakan yang semakin matang dan adaptif. Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas sebagai prioritas utama dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan yang data-dependent, forward-looking, dan responsif terhadap dinamika global.

Dengan fondasi tersebut, pertemuan investor menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik, didukung oleh fundamental yang kuat dan kebijakan yang kredibel. (Evi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING