Upacara Penutupan LATMA KSATRIA WARRIOR TA 2026

Upacara Penutupan LATMA KSATRIA WARRIOR TA 2026. (Dok. Puspen TNI)

Sumatera Selatan, WaraWiri.net - Upacara penutupan Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026 yang melibatkan Prajurit Yonif 502/UY/18/2 Kostrad dan U.S. Army Reserve dari 100th Battalion, 442nd Regimental Combat resmi digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Baturaja, Jumat (28/08/2026).‎‎

Upacara penutupan yang dipimpin oleh Kolonel Inf. Medi Haryo Wibowo, M.M.S.C., dan Colonel Richard B. King. Bertindak sebagai Komandan Upacara Wadanyonif 502/UY/18/2 Kostrad Mayor Inf Sahang Subaktiyo, S.S.T.Han., memimpin berlangsungnya upacara penutupan.‎‎

Penutupan serangkaian materi latihan taktis dan tempur darat ini ditandai dengan inspeksi pasukan serta penanggalan tanda peserta latihan oleh pimpinan delegasi kedua negara. Selama pelaksanaan latihan bilateral ini, para personel dari Yonif 502/UY/18/2 Kostrad dan tentara U.S. Army Reserve dari 100th Battalion, 442nd Regimental Combat berhasil menyelesaikan berbagai materi integrasi taktik tempur darat, sinkronisasi dan mekanisme operasi bersama.‎‎

Dalam amanatnya, pimpinan upacara mengapresiasi tinggi profesionalisme, kedisiplinan, dan semangat kemitraan strategis yang ditunjukkan oleh seluruh prajurit selama kegiatan berlangsung.

Selain fokus pada peningkatkan kemampuan tempur, rangkaian Latma Ksatria Warrior TA 2026 juga menjadi sarana bagi para Prajurit untuk mempererat ikatan persahabatan, persaudaraan (brotherhood), dan saling pemahaman budaya antara militer Indonesia dan Amerika Serikat. (Dimas)
Share:

Kolonel Marinir Agus Nyubianto Pimpin Resimen Artileri 2 Marinir

Kolonel Marinir Agus Nyubianto Pimpin Resimen Artileri 2 Marinir. (Dok. Puspen TNI)

Surabaya, WaraWiri.net - Jabatan Komandan Resimen Artileri 2 Marinir (Danmenart 2 Mar) resmi berganti kepemimpinan, Kolonel Marinir Agus Nyubianto, S.A.P., M.Tr.Opsla., dipercaya memimpin Resimen Artileri 2 Marinir menggantikan Kolonel Marinir Marhabang, S.H., M.Tr.Hanla., M.M., M.Han pada upacara serah terima jabatan yang di pimpin langsung oleh Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto di ruang rekreasi Batalyon Arhanud 2 Marinir, Jumat (28/08).

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan personel di lingkungan Korps Marinir TNI Angkatan Laut, sekaligus sebagai upaya penyegaran organisasi guna meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan satuan. 

Kolonel Marinir Agus Nyubianto sebelumnya pernah mengemban sejumlah jabatan di lingkungan Korps Marinir, termasuk sebagai Wakil Komandan Resimen Artileri 2 Marinir, Komandan Pusat Pendidikan Artileri Marinir. 

Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, diharapkan mampu melanjutkan pembinaan serta meningkatkan kemampuan dan kesiapan prajurit Menart 2 Marinir dalam mendukung pelaksanaan tugas. 

Sementara itu, selama menjabat sebagai Danmenart 2 Mar, Kolonel Marinir Marhabang telah memimpin berbagai kegiatan pembinaan satuan dan peningkatan profesionalisme prajurit. 

Dengan adanya pergantian pimpinan ini, diharapkan Resimen Artileri 2 Marinir semakin solid, profesional, modern, dan siap melaksanakan setiap tugas yang diberikan oleh komando atas. (Dimas)
Share:

Hutan Kota di Kabupaten Bogor Capai 177,26 Hektare, 67.696 Pohon Telah Tertanam

Hutan Kota di Kabupaten Bogor Capai 177,26 Hektare, 67.696 Pohon Telah Tertanam. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan melalui kebijakan Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan. Berdasarkan rekapitulasi terbaru, luas hutan kota di Kabupaten Bogor telah mencapai 177,26 hektare dengan jumlah pohon tertanam sebanyak 67.696 pohon.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor memperluas ruang terbuka hijau sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan di tengah pertumbuhan penduduk, pembangunan, dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

Kebijakan satu hektare hutan kota di setiap kecamatan merupakan tindak lanjut Instruksi Bupati Bogor Nomor 100.4.4.2/910-DLH tentang Percepatan Program Penanaman Pohon Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan yang diterbitkan pada 31 Desember 2025.

Sejak program tersebut berjalan, pembangunan hutan kota dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai perangkat daerah serta pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.

Berdasarkan rekapitulasi terbaru, sejumlah kecamatan bahkan telah mengembangkan kawasan hutan kota melebihi target minimal satu hektare. Kecamatan Tajur Halang tercatat memiliki luas hutan kota terbesar, yakni 15,29 hektare dengan jumlah 17.405 pohon.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan hutan kota tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan penanaman pohon, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mencakup perawatan, pemeliharaan, dan perlindungan terhadap pohon yang telah ditanam.

“Apa yang kita tanam hari ini bukan untuk diri kita, tetapi untuk anak cucu kita. Tuhan menciptakan manusia setiap detik, tetapi dunia hanya satu. Kita mulai dari tanah yang kita pijak, Kabupaten Bogor, untuk Indonesia yang lebih baik,” kata Rudy.

Menurut Rudy, keberhasilan pembangunan hutan kota tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang berhasil ditanam atau luas lahan yang berhasil dihijaukan. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dengan baik dan kawasan hijau yang telah dibangun dapat terus dijaga.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong agar kegiatan penanaman diikuti dengan perawatan, pemeliharaan, dan pengawasan secara berkala. Pendekatan tersebut penting agar program penghijauan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Dengan capaian terbaru tersebut, luas hutan kota Kabupaten Bogor meningkat sekitar 20,82 hektare dibandingkan capaian 156,44 hektare pada April 2026. Sementara jumlah pohon yang tertanam meningkat sebanyak 22.544 pohon, dari sebelumnya 45.152 pohon menjadi 67.696 pohon.

Rudy menegaskan bahwa pembangunan hutan kota merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Bogor. Keberadaannya diharapkan dapat membantu menjaga kualitas udara, memperkuat fungsi resapan air, menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus menghadirkan ruang hijau yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengajak seluruh unsur masyarakat, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan kota yang telah dibangun.

Sebab, keberhasilan program hutan kota bukan hanya tentang berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi tentang berapa banyak pohon yang berhasil tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Dengan luas 177,26 hektare dan 67.696 pohon tertanam, Pemerintah Kabupaten Bogor terus membangun fondasi Kabupaten Bogor yang hijau dan berkelanjutan. (Bambang)
Share:

Sekda Ajat Pastikan Pelayanan Publik di Pemkab Bogor Berjalan Kondusif

Sekda Ajat Pastikan Pelayanan Publik di Pemkab Bogor Berjalan Kondusif. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor berjalan kondusif dan optimal. Hal tersebut dikatakan usai memantau langsung sejumlah titik pelayanan masyarakat, Jumat (28/8).

Ajat bahkan meninjau sejumlah lokasi pelayanan publik dengan bersepeda untuk melihat secara langsung aktivitas pelayanan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat yang sedang mengakses layanan.

"Jadi hari ini kita sambil gowes, naik sepeda dari pagi. Beberapa titik pusat pelayanan kepada masyarakat itu coba saya kunjungi satu per satu," kata Ajat.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor. Di lokasi tersebut, Ajat melihat langsung proses pelayanan administrasi kependudukan yang telah berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.

Ia menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi. Bahkan, sejumlah warga telah datang sejak pukul 07.00 WIB untuk mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan, mulai dari pembuatan KTP elektronik, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga pembaharuan Kartu Keluarga (KK).

Ajat juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk mengetahui pengalaman mereka selama mendapatkan pelayanan.

"Tadi saya ke bawah, saya tanya-tanya, semua menyampaikan bahwa tidak ada keluhan dan mereka senang. Sistem antrian juga sudah tersusun, mereka datang dilayani dengan baik," ujarnya.

Menurut Ajat, pelayanan kepada masyarakat merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan sesuai dengan kebutuhannya.

"Saya kira memberikan pelayanan sesempurna mungkin sebagaimana harapan Pak Bupati, kita melayani dengan hati, membaca apa yang dipikirkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor. Itu tugasnya kami sebagai pelayan masyarakat," kata Ajat.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor Renaldi Yushab Fiansyah mengatakan pelayanan administrasi kependudukan telah diperkuat dengan membuka titik pelayanan di seluruh 40 kecamatan.

Sebanyak 167 operator disiapkan dan tersebar di 40 kecamatan, tujuh unit pelaksana teknis (UPT), serta kantor Disdukcapil Kabupaten Bogor.

Renaldi mengatakan Disdukcapil juga telah memiliki alat kontrol untuk memantau aktivitas operator, verifikator, dan sertifikator. Sistem tersebut mulai digunakan setelah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri sekitar dua pekan terakhir.

"Kita pastikan melalui alat kontrol itu, semua berjalan lebih cepat, semua berjalan lebih pasti, dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan apa yang mereka harapkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap produk layanan administrasi kependudukan dapat diproses dalam waktu tidak lebih dari 15 menit apabila seluruh persyaratan yang dibutuhkan telah lengkap.

Meski demikian, Disdukcapil terus melakukan evaluasi terhadap waktu antrian masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni membagi fungsi pelayanan yang sebelumnya terkonsentrasi pada satu petugas kepada beberapa operator sehingga proses pelayanan dapat berlangsung lebih cepat.

Selain itu, Disdukcapil mulai menerapkan pelayanan berbasis telepon seluler yang digunakan oleh 167 operator. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan tidak hanya bergantung pada perangkat komputer maupun laptop yang tersedia di kantor.

Dengan berbagai penguatan tersebut, Pemkab Bogor terus memastikan pelayanan publik berjalan secara kondusif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Bambang)
Share:

Didukung Presiden Prabowo, Menpora Erick Apresiasi Antusiasme 12 Ribu Peserta Merdeka Run 2026

Didukung Presiden Prabowo, Menpora Erick Apresiasi Antusiasme 12 Ribu Peserta Merdeka Run 2026. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mengaku bangga sekaligus terharu melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam gelaran Merdeka Run 2026 yang dilaksanakan guna memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ajang lari massal tersebut mencatatkan lonjakan peserta yang signifikan dari target awal 8.000 orang, kini mencapai 12.000 peserta, termasuk keterlibatan kelompok disabilitas yang sukses menuntaskan perlombaan hingga garis finis.

“Senang, bangga, terharu. Merdeka Run tahun ini luar biasa sukses. Pesertanya yang tadinya delapan ribu, jadi dua belas ribu. Para peserta mendapatkan medali,” kata Menpora Erick di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (29/8).

Menpora Erick juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan penuh pelaksanaan Merdeka Run 2026. Tak hanya itu, para peserta juga antusias atas pertunjukan atraksi pesawat tempur, drone show, hingga aksi terjun payung. 

Lebih lanjut, Menpora Erick mengapresiasi kesadaran masyarakat yang makin tinggi terhadap pentingnya menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga lari.

“Terima kasih kepada masyarakat yang memberikan cerminan hidup sehat. Berolahraga itu bagian dari investasi masa depan, yaitu kesehatan,” ujar Menpora Erick. 

Ajang Merdeka Run tahun ini turut dimanfaatkan sebagai sarana pemanasan atau try out bagi sejumlah atlet lari nasional putra dan putri yang akan bertanding di panggung internasional.

Selain jajaran atlet, Pelatih Tim Nasional Indonesia, Jhon Herdman bersama sejumlah figur publik serta pegiat olahraga lari seperti Gisella Anastasia dan Fanny Ghasani juga hadir menyemarakkan kegiatan tersebut.

“Kita mengundang para atlet nasional putra-putri yang akan berlaga di Asian Games 2026 dan atau lainnya untuk mulai mempersiapkan diri, karena Asian Games tinggal beberapa minggu lagi. Figur publik yang hadir juga memang pelari, bukan sekadar ikut-ikutan, terima kasih antusiasnya,” pungkas Menpora Erick. (Dinda)
Share:

Menpora Erick, Mensesneg Prasetyo, dan Seskab Teddy Lepas 12 Ribu Peserta Merdeka Run 2026

Menpora Erick, Mensesneg Prasetyo, dan Seskab Teddy Lepas 12 Ribu Peserta Merdeka Run 2026. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya melepas 12 ribu peserta ajang lari Merdeka Run 2026.

Pelepasan ditandai dengan prosesi pengibaran bendera start (flag off) lomba maraton di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (29/8). Para peserta tampak antusias mengawali lari.

Rangkaian Merdeka Run tahun ini diawali secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

Keseruan acara semakin semarak dengan kehadiran sejumlah selebritas Tanah Air. Mulai Raffi Ahmad hingga Gisella Anastasia. Lalu juga hadir sejumlah pelari nasional. Mereka berbaur di tengah para peserta. 

Tak hanya di area lintasan, kemeriahan Merdeka Run 2026 turut menghiasi langit Jakarta melalui atraksi memukau dari pesawat tempur serta pertunjukan drone show yang menghibur seluruh peserta. 

Disela kegiatan, Menpora Erick, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy juga menyempatkan diri menyapa, menyalami, hingga berfoto bersama dengan para peserta yang memadati rute kegiatan. 

Menpora Erick juga turut mengelilingi kawasan Istana Merdeka, memasuki area Monumen Nasional (Monas) yang menjadi Race Village. Terdapat juga 81 tenant UMKM, yang menjadikan ruang bertemunya olahraga dan aktivitas ekonomi. 

Seperti diketahui, Merdeka Run 2026 merupakan salah rangkaian dari peringatan HUT ke-81 RI. Ajang ini memperlombakan empat kategori, diantaranya umum, master, wheelchair, dan family. (Dinda)
Share:

Kementerian PANRB Gelar Sosialisasi Tindak Lanjut Penilaian Kapabilitas Kelembagaan Tahun 2026

Suasana Sosialisasi Penyampaian Hasil Verifikasi dan Tindak Lanjut Penilaian Kapabilitas Kelembagaan pada Instansi Pemerintah Tahun 2026, secara hibrida. (Dok. Kemen PAN-RB)

Jakarta, WaraWiri.net - Dalam upaya mengakselerasi reformasi birokrasi yang berdampak, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana menyelenggarakan Sosialisasi Penyampaian Hasil Verifikasi dan Tindak Lanjut Penilaian Kapabilitas Kelembagaan pada Instansi Pemerintah Tahun 2026. Kegiatan strategis diselenggarakan secara virtual, Kamis (27/8/2026).

Langkah ini merupakan kelanjutan dari tahapan verifikasi yang telah dilakukan sebelumnya. Acara ini dibuka oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Nanik Murwati yang bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman, mencegah bias penilaian, serta memastikan seluruh instansi pemerintah, baik Instansi Pusat maupun Pemerintah Daerah dapat menindaklanjuti hasil evaluasi secara sistematis dan akuntabel.

Dalam arahannya, Deputi Nanik menekankan bahwa penilaian kapabilitas kelembagaan bukanlah sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen untuk mewujudkan organisasi pemerintah yang lincah, adaptif, dan tepat ukuran.

"Hasil verifikasi ini adalah cermin bagi kondisi riil setiap instansi. Kami berharap sosialisasi pada hari ini mampu menyamakan frekuensi dan persepsi kita bersama, sehingga tidak ada lagi bias dalam membaca hasil evaluasi. Tindak lanjut yang Bapak dan Ibu lakukan ke depannya harus berbasis data dan berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi yang nyata," ujar Deputi Nanik.

Lebih lanjut, pembahasan utama dalam kegiatan ini diisi dengan paparan teknis mengenai tata cara tindak lanjut pelaksanaan penilaian. Penyampaian difokuskan pada tata cara atau panduan bagi instansi untuk melihat, memahami, dan menindaklanjuti catatan dari para verifikator di dalam sistem aplikasi penilaian kapabilitas kelembagaan. Melalui sistem ini, instansi pusat dan pemerintah daerah diharapkan dapat lebih responsif dalam melakukan penyesuaian tata kerja dan proses bisnisnya.

Terkait pemanfaatan aplikasi tersebut, Deputi Nanik juga mengingatkan pentingnya komitmen pimpinan instansi dalam mengawal rekomendasi perbaikan dari tim verifikator Kementerian PANRB.

"Sistem yang kita gunakan sudah mencatat secara presisi di mana indikator yang dibutuhkan perbaikan dari masing-masing instansi baik pada instansi pusat dan pemerintah daerah. Diharapkan agar catatan verifikator tersebut tidak hanya sekadar dibaca, tetapi benar-benar ditindaklanjuti menjadi rencana aksi perbaikan kelembagaan yang terintegrasi dan berkesinambungan," jelasnya.

Melalui pelaksanaan sosialisasi ini, Kementerian PANRB berharap seluruh instansi pemerintah dapat memiliki kesiapan penuh dalam menindaklanjuti dinamika kebijakan. Diharapkan dengan kelembagaan yang kapabel, efisien, dan kolaboratif, penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat akan berjalan semakin optimal sejalan dengan tujuan reformasi birokrasi yang berdampak nyata. (Fajar)
Share:

Perkuat Integrasi Layanan Publik, Kementerian PANRB dan PERURI Tingkatkan Sinergi

Suasana diskusi Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto dengan Direktur Utama PERURI Teguh Arief Indratmoko membahas transformasi digital pemerintahan, di Jakarta. (Dok. Kemen PAN-RB)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama PERURI meningkatkan sinergi untuk mempercepat integrasi layanan publik dan membangun ekosistem digital pemerintah yang berkelanjutan. Kolaborasi diarahkan agar transformasi digital mampu menyederhanakan proses, menghubungkan berbagai layanan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal itu dibahas dalam audiensi Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto dengan Direktur Utama PERURI Teguh Arief Indratmoko, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Pertemuan membahas keberlanjutan penugasan PERURI dalam penyelenggaraan GovTech/INA Digital dan layanan digital prioritas pemerintah, termasuk tata kelola, pembiayaan, serta pengelolaan talenta digital.

Wamen Purwadi menekankan bahwa GovTech perlu mengambil peran lebih strategis dalam menghubungkan proses bisnis, data, dan pelayanan lintas instansi. Perannya tidak cukup sebatas menghasilkan aplikasi, tetapi juga memastikan teknologi mampu mendorong perubahan tata kelola pemerintahan.

“GovTech perlu kita dorong tidak hanya sebagai pengembang aplikasi, tetapi sebagai pengungkit transformasi pemerintah yang mampu mengintegrasikan layanan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Purwadi.

Kebutuhan tersebut semakin relevan karena lebih dari 27 ribu aplikasi pemerintah masih berkembang secara sektoral. Kondisi ini menimbulkan duplikasi serta membuat interoperabilitas dan pertukaran data antarsistem belum optimal. Pemerintah karena itu perlu memastikan berbagai sistem dapat saling terhubung sehingga pelayanan lintas instansi dapat berjalan lebih terpadu.

Direktur Utama PERURI Teguh Arief Indratmoko menyampaikan bahwa berbagai inisiatif yang telah berjalan perlu disatukan dalam kerangka yang lebih terarah. “Kita harapannya GovTech ini bisa menjadi payung,” ujar Teguh.

Diskusi turut menyoroti skema pembiayaan dan pengelolaan talenta digital. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan platform dan kompetensi yang telah dibangun, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pola pengembangan berbasis proyek.

Purwadi menambahkan, keberhasilan transformasi digital pada akhirnya perlu dilihat dari perubahan yang dirasakan pengguna. Indikatornya antara lain berkurangnya pengisian data berulang, waktu penyelesaian yang lebih singkat, meningkatnya pemanfaatan bersama komponen digital, serta kepuasan pengguna.

Dengan arah tersebut, GovTech diharapkan berkembang dari sekadar software factory menjadi government transformation engine yang mendorong pemerintah bekerja semakin terpadu, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan publik. (Fajar)
Share:

Kemenko PMK Matangkan Pembentukan Konsorsium Tangguh Bencana

Kemenko PMK Matangkan Pembentukan Konsorsium Tangguh Bencana. (Dok. Kemenko PMK)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mematangkan rancangan Keputusan Menteri Koordinator (Kepmenko) PMK tentang Pembentukan Konsorsium Tangguh Bencana. Konsorsium tersebut dirancang sebagai instrumen kelembagaan untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendukung ketangguhan bencana nasional.

Pembahasan rancangan Kepmenko PMK dilaksanakan pada 25 Agustus 2026 dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Rancangan ini disusun untuk memperkuat mekanisme koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media, filantropi, organisasi internasional, serta berbagai pihak lainnya.

Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenko PMK, La Ode M. Thalib, mengatakan Konsorsium Tangguh Bencana diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengorkestrasi berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki para pemangku kepentingan.

“Konsorsium ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi multipihak yang mampu mengorkestrasi kapasitas, sumber daya, dan keahlian dari berbagai pihak secara terkoordinasi, sehingga dukungan terhadap ketangguhan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan terukur,” ujar La Ode.

Ia menjelaskan, konsorsium dirancang tidak untuk menggantikan forum atau mekanisme yang telah berjalan, melainkan memperkuat sinergi dan menghubungkan berbagai kapasitas yang tersedia dengan kebutuhan penanggulangan bencana.

Konsorsium Tangguh Bencana dirancang sebagai wadah koordinasi, sinergi, kemitraan, dan tata kelola kolaborasi berbasis data. Fokusnya meliputi identifikasi dan pemutakhiran kapasitas dunia usaha, integrasi data dan sumber daya, orkestrasi kapasitas sesuai kebutuhan dan fase bencana, pengukuran kontribusi, serta mobilisasi sumber daya secara cepat dan akuntabel.

Dalam pembahasan tersebut, Kemenko PMK memaparkan rancangan tiga Kelompok Kerja (Pokja), yaitu Pokja Ketangguhan Bencana, Pokja Pendanaan dan Kemitraan, serta Pokja Inovasi dan Teknologi Kebencanaan.

Sejumlah masukan disampaikan peserta untuk menyempurnakan rancangan konsorsium. Masukan antara lain terkait perlunya keseimbangan fokus antara upaya pra-bencana dan pemulihan, penguatan peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelibatan Kementerian/Lembaga dan asosiasi UMKM.

Peserta juga mendorong pendataan praktik baik atau best practices infrastruktur tahan bencana dari sektor usaha. Salah satu contoh yang disampaikan adalah penerapan infrastruktur tahan bencana oleh Jasa Marga.

Dari aspek tata kelola data, Solusi 247 memberikan masukan mengenai data governance, kejelasan kepemilikan sistem (system ownership), operating model, serta pentingnya pemisahan antara data kapasitas dan data kebutuhan. Peserta juga menyoroti perlunya penajaman objektif utama konsorsium dan efisiensi jumlah Pokja.

Sementara itu, Danantara mengusulkan pelibatan PT Danantara Asset Management dan BP BUMN dalam Pokja Ketangguhan Bencana, khususnya berkaitan dengan regulasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR.

ForLUPBI turut memberikan masukan agar konsorsium dapat menjalankan fungsi orkestrasi terhadap potensi lintas pihak tanpa mengesampingkan forum maupun asosiasi yang telah ada.

La Ode menegaskan, berbagai masukan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan desain kelembagaan konsorsium dapat menjawab kebutuhan penanggulangan bencana sekaligus memiliki tata kelola yang jelas.

“Masukan dari seluruh pihak menjadi bahan penting untuk memastikan konsorsium memiliki objektif yang jelas, tata kelola yang kuat, serta mekanisme kerja yang efektif. Yang terpenting, konsorsium mampu memberikan nilai tambah terhadap ekosistem penanggulangan bencana yang sudah ada,” jelasnya.

Seluruh masukan hasil pembahasan akan didokumentasikan oleh tim Kemenko PMK sebagai bahan penyempurnaan rancangan Permenko/Kepmenko. Draft perbaikan selanjutnya akan dikonsultasikan secara internal bersama Biro Hukum Kemenko PMK.

Setelah proses penyelarasan internal, Kemenko PMK akan melaksanakan rapat lanjutan untuk membahas hasil perbaikan draft sekaligus mematangkan penetapan keanggotaan Pokja secara resmi.

Pembentukan Konsorsium Tangguh Bencana diharapkan dapat memperkuat ekosistem kolaborasi kebencanaan nasional melalui pemanfaatan kapasitas, data, teknologi, pendanaan, dan sumber daya lintas sektor secara terintegrasi. (Ros)
Share:

Purbaya: Pemerintah Pastikan RAPBN 2027 Dijaga Prudent dan Sustainable

Pemerintah Pastikan RAPBN 2027 Dijaga Prudent dan Sustainable. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus memastikan agar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2027 terus dijaga sehat, kredibel dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang Pembicaraan Tingkat I/Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2027 pada Kamis (27/08).

Menkeu mengungkapkan hal tersebut akan dilakukan melalui peningkatan pendapatan negara, peningkatan belanja yang makin berkualitas dan efisien, serta pembiayaan anggaran yang inovatif dan prudent.

“APBN akan dijaga prudent dan sustainable dengan berbagai upaya. Pertama, kita terus mengoptimalkan pendapatan negara melalui peningkatan kepatuhan dan tax base, penguatan Coretax, optimalisasi SDA (sumber daya alam), serta insentif fiskal yang terukur untuk mendorong investasi,” jelas Menkeu.

Ia menambahkan, belanja negara juga akan terus diarahkan agar semakin berkualitas (lebih produktif, efektif, dan efisien) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga terus mengupayakan agar pembiayaan dapat dikelola secara prudent dan inovatif, dengan menjaga defisit dan utang dalam batas aman.

Sebagai informasi, pendapatan negara dalam RAPBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun atau tumbuh 6,8 persen dari outlook 2026, dengan rasio 12,23% terhadap PDB. Pendapatan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp2.908 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp517,4 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp0,7 triliun.

Secara rinci, penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp2.591,4 triliun (tumbuh 12,1%) serta penerimaan Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp316,6 triliun. Sejalan dengan penguatan aktivitas ekonomi dan keberlanjutan reformasi perpajakan, rasio penerimaan pajak diproyeksi mencapai 10,38% terhadap PDB. Untuk dapat mencapai target tersebut, pemerintah akan melanjutkan reformasi perpajakan secara berkelanjutan, termasuk harmonisasi kebijakan perpajakan untuk memperkuat basis dan kapasitas penerimaan negara.

“Peningkatan kepatuhan menjadi kunci dalam mengoptimalkan penerimaan, melalui pemanfaatan teknologi, penguatan sinergi antarlembaga, serta penegakan hukum yang lebih efektif,” jelas Menkeu.

Sementara itu, belanja negara ditargetkan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau tumbuh 3,9% dari outlook 2026, yang terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp3.362,2 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun. BPP tahun 2027 akan diarahkan menuju belanja berkualitas dengan tetap menjaga kinerja pelayanan publik dan mendukung daya beli masyarakat untuk mencapai keberlanjutan pembangunan. Sementara, kebijakan TKD 2027 diharapkan dapat memperkuat kualitas belanja daerah dan mendukung pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Berdasarkan pendapatan dan belanja negara tersebut, defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40% dari PDB, dengan rasio utang yang terukur dan terkendali serta terus dijaga dalam batas aman. Sejalan dengan itu, kebijakan pembiayaan tahun 2027 tetap diarahkan secara prudent, terukur, dan inovatif guna mendukung program prioritas nasional dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal.

“Dengan kebijakan tersebut, RAPBN 2027 tetap ekspansif namun terukur, dengan defisit 2,40 persen PDB, sehingga APBN mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga kesinambungan fiskal,” pungkas Menkeu. (Tedy)
Share:

Menkeu Purbaya Paparkan Pokok-Pokok RAPBN 2027 dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI

Menkeu Purbaya Paparkan Pokok-Pokok RAPBN 2027 dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan pokok-pokok Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada Kamis (27/8). Dalam rapat tersebut, Pemerintah dan DPR RI juga membahas pembentukan panitia kerja untuk pembahasan lebih lanjut.

Menkeu Purbaya menyampaikan perekonomian global pada tahun 2027 diperkirakan masih menghadapi dinamika yang kompleks. Oleh karena itu, APBN memainkan peran penting dalam meredam guncangan di tengan ketidakpastian global.

“APBN berperan penting sebagai shock absorber dan counter-cyclical untuk meredam guncangan ekonomi di tengah tidak pasien global. APBN didesain sebagai katalis pembangunan, mendorong investasi dan aktivitas perekonomian,” ujar Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan RAPBN 2027 difokuskan pada delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), meliputi ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur serta ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan. Program tersebut didukung penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.

Dari sisi pengelolaan fiskal, RAPBN 2027 tetap dirancang ekspansif dengan defisit sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp671,2 triliun. Pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun, sedangkan belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun.

Dalam forum tersebut, Menkeu Purbaya juga menegaskan peningkatan penerimaan negara akan ditempuh melalui penguatan kepatuhan dan perluasan basis pajak, bukan melalui rencana kenaikan tarif pajak.

“Kita terus mengoptimalkan pendapatan negara melalui peningkatan kepatuhan dan tax base, penguatan Coretax, optimalisasi SDA, serta insentif fiskal yang terukur untuk mendorong investasi. Jadi di sini, kita memperbesar tax base. Pemerintah sampai sekarang enggak ada rencana untuk menaikkan tax tarif-nya,” tegasnya.

Di sisi belanja, Menkeu menyampaikan Pemerintah akan mendorong belanja yang semakin produktif, efektif, dan efisien. 

“Belanja negara harus semakin berkualitas, lebih produktif, efektif, dan efisien untuk mengakselerasi aktivitas perekonomian,” imbuh Menkeu.

Melalui RAPBN 2027, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan kualitas kesejahteraan yang semakin baik dan merata. Pada saat yang sama, APBN akan terus dijaga sebagai instrumen yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan.

“RAPBN 2027 diarahkan untuk mendukung tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat,” pungkas Menkeu. (Tedy)
Share:

Libatkan Anak Binaan dalam Kebersamaan, Kemenimipas Perkuat Pembinaan Humanis

Libatkan Anak Binaan dalam Kebersamaan, Kemenimipas Perkuat Pembinaan Humanis. (Dok. Kemenimipas)

Tangerang, WaraWiri.net - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memaknai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat nilai kebersamaan, inklusivitas, dan pembinaan yang humanis. Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan keluarga besar Kemenimipas, termasuk Anak Binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang.

Kegiatan yang berlangsung di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltek Imipas), Tangerang, Jumat (28/8), diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diisi tausiah, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, serta bantuan sosial kepada PPNPN Poltek Imipas. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan tradisional, lomba disabilitas, hingga panjat pinang yang diikuti secara antusias oleh pegawai, Dharma Wanita Persatuan, dan Anak Binaan LPKA Tangerang.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, keterlibatan anak binaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, tanpa mengabaikan aspek keamanan.

"Seluruh keluarga besar Kemenimipas antusias, termasuk anak binaan juga dilibatkan dalam kegiatan ini dan mengikuti lomba, namun tetap menggunakan gelang kaki sehingga keberadaan mereka tetap terkontrol. Inilah yang berusaha kita bangun, bahwa mereka juga manusia yang sama seperti kita," ujar Menteri Agus.

Menurut Menteri Agus, semangat kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pemulihan, pembentukan karakter, dan reintegrasi sosial. Melalui keterlibatan dalam kegiatan positif, warga binaan maupun anak binaan diberikan ruang untuk mengembangkan rasa percaya diri, sportivitas, dan kebersamaan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpegawai dan keluarga besar Kemenimipas, kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Kemenimipas dalam menghadirkan sistem pembinaan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Semangat tersebut sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat kualitas pembinaan warga binaan dan anak binaan melalui pendekatan yang profesional, berkeadilan, menghormati martabat manusia, serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat. (Budi)
Share:

Kemenimipas Galang Donasi Rp1,8 Miliar untuk Bantu Korban Bencana NTT

Kemenimipas Galang Donasi Rp1,8 Miliar untuk Bantu Korban Bencana NTT. (Dok. Kemenimipas)

Tangerang, WaraWiri.netSemangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Melalui aksi kemanusiaan yang melibatkan seluruh keluarga besar Kemenimipas, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp1,8 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penggalangan dana tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Semarak HUT ke-81 RI yang dipusatkan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas), Tangerang, Jumat (28/8). Bantuan akan disalurkan langsung oleh jajaran Kemenimipas ke lokasi terdampak.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus bentuk nyata kepedulian kepada sesama.

"Bantuan sosial untuk saudara-saudara kita dan masyarakat sekitar di NTT terkumpul sebesar Rp1,8 miliar dari keluarga besar Kemenimipas. Nanti akan kami kirim, Pak Dirjen dan Pak Irjen akan berangkat ke sana," ujar Agus.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan berbagai perlombaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas.

"Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan syukur dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pada saat yang sama kita juga melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga kita yang terdampak bencana," katanya.

Sebelum rangkaian perlombaan dimulai, keluarga besar Kemenimipas juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan menggelar tausiah, pemberian santunan kepada anak yatim piatu dari Yayasan Darul Ilmi Alfikri, serta bantuan sosial kepada PPNPN Poltek Imipas yang diserahkan oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenimipas.

Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Kemenimipas dalam memperkuat budaya organisasi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan publik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.

Aksi kemanusiaan ini juga sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat kepedulian sosial, solidaritas antarpegawai, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan budaya kerja Kemenimipas. (Budi)
Share:

Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia

Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk memimpin pengembangan ekosistem penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS serta Carbon Capture, Utilization, and Storage/CCUS) di Indonesia. Langkah strategis ini menjadi bagian utama dari penerapan Dual Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan Ganda) perusahaan guna mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat, sekaligus menyelaraskan dengan agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, menyampaikan bahwa Pertamina melakukan adaptasi dan merespons dinamika geopolitik global, perubahan iklim, dan disrupsi teknologi dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).

“Saat ini masyarakat dunia berupaya menjaga kelestarian bumi sekaligus memperpanjang siklus hidup bisnis bahan bakar fosil. Melalui Dual Growth Strategy, Pertamina membagi fokus pada dua pilar utama dengan memaksimalkan bisnis utama (legacy business) dan membangun bisnis rendah karbon (low carbon business),” ujar Emma saat menyampaikan keynote speech dalam International Indonesia CCS Forum (IICCS Forum) 2026 yang diselenggarakan pada 26–27 Agustus 2026 di Jakarta.

Emma menjelaskan, pilar pertama Dual Growth Strategy Pertamina difokuskan pada penguatan bisnis utama melalui peningkatan produksi dan lifting hulu migas, termasuk penerapan teknologi CCUS atau CO2 EOR untuk peningkatan produksi hulu; pembaruan (revamping) dan peningkatan fleksibilitas enam kilang; transformasi bisnis bahan bakar dan ritel guna mengantisipasi era kendaraan listrik (EV); serta penguatan rantai pasok gas dan perkapalan.

Pilar kedua difokuskan pada pengembangan bisnis rendah karbon untuk memperkuat ketahanan energi dan hilirisasi industri nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita nomor 2 dan 5. Langkah ini mencakup ekspansi bahan bakar hayati (biofuel) seperti biodiesel B50, pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan bioetanol, ekspansi kapasitas panas bumi melalui PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang menguasai hampir sepertiga cadangan nasional, serta pengembangan ekosistem karbon, termasuk CCS/CCUS dan perdagangan karbon.

Lebih lanjut, Emma menuturkan bahwa integrasi bisnis Pertamina memberikan perusahaan peran signifikan di seluruh rantai nilai CCS, mulai dari sumber emisi, penangkapan, pencairan (liquefaction), pengangkutan laut, hingga injeksi penyimpanan dan monetisasi karbon.

Saat ini Pertamina mengidentifikasi sekitar 13 lokasi studi CCS/CCUS yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi, dengan potensi kapasitas penyimpanan CO₂ mencapai 7,3 GigaTon (GT). Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah CCS Hub Asri Basin yang memiliki potensi kapasitas penyimpanan hingga 2,9 GT untuk menampung emisi domestik maupun regional.

“CCS merupakan salah satu kunci utama dekarbonisasi operasional dan perluasan portofolio rendah karbon Pertamina. Untuk menekan biaya unit CCS, kami menerapkan konsep penggunaan infrastruktur bersama (shared infrastructure) melalui regional hub, sehingga para penghasil emisi karbon dapat berbagi sarana penyimpanan,” jelas Emma.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pengembangan CCS/CCUS menjadi bagian dari langkah Pertamina membangun bisnis rendah karbon dengan memanfaatkan kapabilitas terintegrasi Pertamina Group dari hulu hingga hilir.

“Dengan potensi penyimpanan karbon yang besar, Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pengembangan CCS di kawasan. Pertamina terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan mitra strategis agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus mendukung target dekarbonisasi,” ujar Baron.

Guna mengakselerasi ekosistem CCS yang bernilai komersial (economically viable), Pertamina menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri, kepastian skema pendanaan proyek (project financing), serta dukungan regulasi, baik regulasi domestik, insentif fiskal, perizinan yang ringkas, maupun keselarasan standar bilateral antarnegara, termasuk sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV), untuk mendukung transfer karbon lintas batas. (Burhan)
Share:

Menkomdigi Keluarkan SE: Operator Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet dan Tarik Biaya Tambahan!

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan pers kepada awak media terkait Putusan MK tentang Kuota Internet di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan bagi operator menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital (SE Menkomdigi) sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konsitusi (MK).

Melalui SE Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pemenuhan Pilihan Layanan dan Perlindungan Sisa Kuota, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengatur operator seluler untuk tidak menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. SE ini juga melarang operator mengenakan biaya tambahan untuk mempertahankan atau menggunakan sisa kuota tersebut.

Surat Edaran ini diterbitkan pada 28 Agustus 2026 sebagai instrumen kepastian hukum sekaligus tindak lanjut atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXIII/2025 tertanggal 23 Juli 2026.

Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa sisa kuota merupakan hak pelanggan yang harus mendapatkan perlindungan.

“Kuota yang sudah dibayar oleh pelanggan adalah hak pelanggan. Sisa kuota tidak boleh begitu saja hangus dan operator tidak boleh mengenakan biaya tambahan untuk mempertahankan sisa kuota tersebut,” tegas Meutya di Jakarta Pusat, Sabtu (29/08/2026).

Menurut Meutya, kebijakan ini memastikan pelanggan mendapatkan manfaat yang adil dari layanan telekomunikasi yang telah mereka bayarkan.

“Kami juga menerima banyak aduan dari masyarakat bahwa operator belum sepenuhnya mematuhi keputusan MK bahwa sisa kuota internet milik pelanggan tidak boleh hangus secara sepihak saat masa aktif paket berakhir. Sehingga SE ini kami buat untuk memastikan operator mematuhi kebijakan hukum di Indonesia,” paparnya.

Selain memastikan sisa kuota terlindungi, Kemkomdigi mewajibkan operator menyediakan pilihan layanan yang memungkinkan pelanggan menentukan mekanisme yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bentuk perlindungan sisa kuota tersebut antara lain berupa akumulasi kuota (rollover), tanpa akumulasi kuota (non-rollover), perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, pengembalian dana (refund), maupun bentuk perlindungan lainnya yang tidak merugikan pelanggan.

Meutya menekankan perubahan penting dalam pendekatan layanan telekomunikasi yaitu pelanggan yang menentukan pilihan layanan yang sesuai kebutuhannya, bukan operator yang menentukan pilihan untuk pelanggan.

“Sebelumnya, pilihan layanan lebih banyak ditentukan oleh operator. Sekarang kami memastikan pelanggan memiliki pilihan. Pelanggan berhak memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaannya, bukan operator yang memilihkan untuk pelanggan,” ujar Meutya.

Kemkomdigi juga mewajibkan operator memberikan edukasi dan informasi yang jelas kepada pelanggan mengenai harga, volume kuota, masa berlaku, segmentasi penggunaan, ketentuan pemakaian secara wajar, berakhirnya layanan, serta perlakuan terhadap sisa kuota.

Informasi tersebut harus disampaikan secara sederhana, jelas, dan mudah dipahami sehingga pelanggan dapat mengetahui hak dan pilihan layanan yang tersedia bagi mereka. Operator juga wajib menyediakan kanal pemantauan yang terintegrasi sehingga memudahkan pelanggan dalam mengecek penggunaan dan sisa kuota layanan yang telah dipilih.

Kemkomdigi memberikan batas waktu hingga 28 September 2026 untuk menyampaikan laporan pemenuhan kewajiban kepada Kemkomdigi, serta secara berkala melaporkan perkembangan pemenuhan kewajiban satu kali setiap bulan. Laporan menjadi bagian dari mekanisme Kemkomdigi untuk memantau kepatuhan operator terhadap ketentuan perlindungan sisa kuota dan pemenuhan pilihan layanan bagi pelanggan.

Kemkomdigi selanjutnya akan melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan kewajiban tersebut.

Melalui Surat Edaran ini, Kemkomdigi memastikan penyelenggaraan layanan telekomunikasi nasional terus berkembang dengan tetap menempatkan kepentingan dan perlindungan hak masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem digital nasional. (Junaedi)
Share:

Tanamkan Karakter Antikorupsi Sejak Dini, KPK Perkuat Kapasitas Puluhan Ribu Guru Madrasah

Tanamkan Karakter Antikorupsi Sejak Dini, KPK Perkuat Kapasitas Puluhan Ribu Guru Madrasah. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong penguatan Pendidikan Antikorupsi (PAK) sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang dalam membangun generasi berintegritas. Penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas secara konsisten di lingkungan pendidikan dinilai penting untuk membentuk karakter sekaligus memperkuat budaya antikorupsi di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Plh. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Cahya H. Harefa, dalam webinar Penguatan Kapasitas Pendidikan Antikorupsi (PAK) bagi Guru dan Tenaga Pendidik Madrasah pada Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Tahun 2026, Kamis (27/8).

Cahya menyampaikan bahwa pelaksanaan PAK merupakan bagian dari mandat KPK sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, termasuk pada jejaring pendidikan keagamaan. Implementasinya dilakukan melalui sinergi dengan kementerian/lembaga serta institusi pendidikan di tingkat pusat dan daerah untuk memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi.

Ia menjelaskan, penerapan PAK di sekolah dan madrasah perlu berjalan melalui dua strategi yang saling menguatkan, yakni menginternalisasi nilai-nilai integritas kepada peserta didik sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang mendukung penerapannya. Menurutnya, pembentukan karakter tidak akan optimal apabila lingkungan pendidikan belum memberikan ruang yang mendukung penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Terkadang memahami korupsi sebagai tindakan yang salah belum tentu otomatis membentuk perilaku antikorupsi. Karena itu, proses internalisasi harus diperkuat dengan ekosistem yang kondusif agar nilai integritas tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan tumbuh menjadi karakter dan tercermin dalam perilaku peserta didik,” kata Cahya.

KPK menaruh harapan besar agar para guru tidak lelah menjadi contoh dan teladan bagi siswa dalam menerapkan perilaku berintegritas, mengingat proses pembentukan karakter anak berada di tangan para pendidik.

Tantangan Indeks Antikorupsi dan 5 Area Kompetensi

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pendidikan Jenjang Menengah dan PTKL pada Direktorat Jejaring Pendidikan KPK, Anis Wijayanti, memaparkan bahwa kondisi objektif persepsi dan perilaku antikorupsi di Indonesia saat ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) masih berada di angka 3,85, di mana persepsi masyarakat masih lebih buruk dibandingkan pengalaman riil.

Sementara itu, Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan tahun 2024 mencatatkan skor 69,50 untuk karakter peserta didik, ekosistem, dan tata kelola pendidikan.

“Angka 69,50 menggambarkan ada sedikit upaya perbaikan tapi belum merata dan bukan angka yang baik. Padahal harapan kita, pendidikan menjadi garda terdepan untuk membentuk karakter antikorupsi dari setiap individu,” ungkap Anis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, KPK merumuskan penguatan pada lima area dalam Peta Kompetensi Pendidikan Antikorupsi. Kelima area tersebut dirancang untuk membangun karakter dan perilaku berintegritas sekaligus meminimalkan risiko terjadinya perilaku koruptif.

Lima area yang menjadi fokus penguatan meliputi kemampuan untuk menjalankan aturan secara sadar dan konsisten; menghormati hak dan kepemilikan serta bertanggung jawab dalam penggunaan barang milik pribadi, orang lain, publik, maupun negara; serta menjaga amanah, termasuk ketika menghadapi situasi konflik kepentingan.

Selain itu, penguatan kompetensi juga diarahkan pada kemampuan mengambil keputusan dengan menjunjung tinggi nilai integritas ketika menghadapi dilema etis. Hal tersebut dilengkapi dengan peningkatan literasi antikorupsi serta dorongan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat membangun dan memperkuat budaya antikorupsi.

Sinergi Kemenag: Sinkronisasi Pendidikan Formal dan Non-Formal

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Suyitno, menyambut hangat penguatan kolaborasi ini. Menurutnya, pendidikan antikorupsi bukan sekadar alih pengetahuan, melainkan fondasi pembangunan karakter bangsa.

“Bicara mengenai pendidikan antikorupsi adalah bicara mengenai bagaimana membangun karakter bangsa dimulai dari pendidikan formal. Tantangan kompleksitas di luar sana membutuhkan sinkronisasi antara pendidikan formal lalu juga pendidikan di non-formal,” tegas Prof. Suyitno.

Webinar Penguatan Kapasitas Guru Madrasah merupakan agenda tahunan Direktorat Jejaring Pendidikan KPK. Program ini mencatatkan partisipasi yang terus melonjak pesat dari tahun ke tahun—mencapai 21.138 peserta dari 11.306 instansi pada tahun 2025, serta 15.278 peserta dari 7.855 instansi pada tahap Maret 2026.

Selain Anis, KPK juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Kasubdit Vokasi dan Inklusi Direktorat KSKK Madrasah Anis Masykhur, dan Guru MTs Terpadu Misry Al Anwar Jombang, Iin Purwanti, yang membagikan contoh konkret praktik baik (best practices) integrasi elemen PAK dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Melalui langkah bersama ini, pendidik madrasah di seluruh pelosok negeri diharapkan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menyalakan obor integritas dalam jiwa para santri dan siswa. Sinergi ini menjadi pijakan kuat untuk melahirkan generasi baru yang tidak sekadar cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh menjunjung moralitas, kejujuran, dan keadilan bagi masa depan bangsa. (Fathi)
Share:

Perkuat Deteksi Risiko, KPK–PPATK Dorong Kesiapan MER FATF 2029-2030

Perkuat Deteksi Risiko, KPK–PPATK Dorong Kesiapan MER FATF 2029-2030. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya penguatan upaya pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagai bagian pemberantasan korupsi. Penelusuran, pembekuan, hingga pemulihan aset hasil tindak pidana menjadi langkah strategis memastikan pemberantasan korupsi tidak berhenti pada pemidanaan pelaku, namun mampu mengembalikan hasil kejahatan ke negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam agenda peluncuran Penilaian Risiko Nasional terhadap TPPU, Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSPM) Tahun 2026 oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), seiring persiapan Mutual Evaluation Review (MER) Financial Action Task Force (FATF) Tahun 2029 – 2030, yang terselenggara di Jakarta, Kamis (27/8).

Menurut Fitroh, penguatan penanganan TPPU penting guna memperkuat sistem pencegahan dan penindakan kejahatan keuangan sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap standar internasional pemberantasan korupsi dan pencucian uang. Pasalnya, hasil korupsi dapat disamarkan, dialihkan, atau ditempatkan melalui berbagai instrumen dan transaksi demi menyembunyikan asal-usul aset.

“Pemberantasan korupsi tidak cukup pada pembuktian tindak pidana dan pemidanaan pelaku, tapi menelusuri aliran hasil kejahatan, mengungkap penyamaran aset, serta memastikan aset hasil korupsi kembali ke negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fitroh menjelaskan mengenai penilaian risiko nasional atau National Risk Assessment (NRA) sebagai instrumen penting guna mengidentifikasi, menganalisis, dan memahami ancaman, kerentanan, serta dampak TPPU. Hasilnya, menjadi dasar penyusunan kebijakan mitigasi yang lebih terukur sekaligus memastikan sumber daya nasional fokus pada risiko paling signifikan.

“Pendekatan berbasis risiko merupakan elemen penting dalam standar FATF, Indonesia telah memahami risiko serta mengembangkan kebijakan dan strategi mitigasinya. Namun, penguatan tetap diperlukan, khususnya dalam memulihkan aset, mengawasi berbasis risiko, serta menerapkan sanksi proporsional dan berefek jera,” sambungnya.

Ia menilai persiapan menuju MER FATF 2029-2030, perlu dilakukan sejak dini dan tidak sekadar berorientasi administratif maupun regulasi. Menurutnya, lebih penting membangun rekam jejak efektivitas dengan meningkatkan kualitas penanganan perkara, mengungkapkan aliran dana, perampasan dan pemulihan aset, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta mencegah berbasis risiko.

Persiapan MER FATF 2029–2030

Berdasarkan kalendar evaluasi FATF, Indonesia dijadwalkan menjalani on site assessment sekitar November 2029, yang membahas pleno pada Juni 2030. Adapun MER bukan sekadar mengukur kesesuaian regulasi suatu negara dengan standar FATF, namun sejauh mana efektivitas penerapan dan dampak nyata mencegah serta memberantas pencucian uang.

Hal ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan Indonesia guna memperkuat kualitas penegakan hukum, termasuk menangani TPPU dari tindak pidana korupsi. Terlebih, dalam MER Indonesia 2023, FATF mencatat sumber risiko pencucian uang di Indonesia terutama berasal dari tindak pidana domestik, termasuk korupsi, narkotika, kejahatan perpajakan, dan kejahatan kehutanan.

Senada, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan evaluasi risiko TPPU, TPPT, dan PPSPM tidak semata mengukur kepatuhan standar MER FATF, tapi efektivitas kebijakan, regulasi, pengawasan, dan penegakan hukum dalam menjaga integritas serta ketahanan sistem keuangan nasional.

“Tiga aspek risiko penilaian, menjadi bagian penting dan fundamental bagi Indonesia dalam melaksanakan program-program kebijakan nasional dan program presiden dengan pembaruan atau reformasi bidang hukum dan birokrasi,” kata Yusril.

Menurutnya, kekuatan suatu negara tercermin dari kemampuan mengenali kerentanan, mitigasi, dan memperbaiki celah sebelum mengganggu kepentingan nasional. Yusril mengungkapkan sejumlah risiko strategis masih perlu diwaspadai, termasuk korupsi dan kejahatan ekonomi.

Yusril pun mengungkapkan sejumlah risiko strategis masih perlu diwaspadai, termasuk korupsi dan kejahatan ekonomi. Sepanjang 2025, dari 373 produk intelijen terungkap nilai transaksi yang telah dianalisis mencapai Rp180,87 triliun, salah satu di antaranya transaksi senilai Rp22,53 triliun yang dikonversi menjadi aset kripto dan telah dianalisis dalam konteks penipuan digital serta kejahatan siber.

Sementara itu, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menegaskan penguatan rezim TPPU, TPPT, dan PPSPM merupakan tanggung jawab bersama seluruh kementerian/lembaga terkait, terlebih Indonesia telah menjadi anggota FATF. Menurutnya, keberadaan NRA 2026 menjadi elemen penting dalam menunjukkan keseriusan dan capaian Indonesia memenuhi standar FATF.

“Sejumlah rekomendasi sebelumnya menempatkan Indonesia di tingkat kepatuhan rendah, mulai dari not available (NA), non-compliant (NC), hingga partially compliant (PC) sehingga peningkatan kualitas kepatuhan menjadi pekerjaan bersama yang perlu terus diperkuat,” papar Ivan.

Ia pun menekankan, capaian kepatuhan Indonesia tidak cukup dibangun melalui pemenuhan administratif, melainkan ditopang data valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap kementerian/lembaga perlu memastikan data merefleksikan kondisi sebenarnya, serta menghindari praktik fabrikasi data yang justru melemahkan kredibilitas Indonesia dalam penilaian internasional.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia mempertahankan posisi sebagai anggota FATF sekaligus meningkatkan kepatuhan standar global, membutuhkan kontribusi seluruh pemangku kepentingan dengan integritas data dan efektivitas implementasi menjadi fondasi utama.

Turut hadir Wakil Menko Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus; Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid; Kepala Badan Narkotika Nasional, Suyudi Ario Seto; Plt. Kepala BAPETEN, Zainal Arifin; Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan; Deputi Bidang Informasi dan Data (INDA) KPK, Eko Marjono; dan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Fathi)
Share:

Bupati Rudy Susmanto Turun ke Lokasi Tawuran, Pastikan Korban Langsung Ditangani

Bupati Rudy Susmanto Turun ke Lokasi Tawuran, Pastikan Korban Langsung Ditangani. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung ke lokasi tawuran yang terjadi di Jalan Raya Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Ia memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis di RSUD Cibinong.

Rudy menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia memastikan korban memperoleh pelayanan dan perawatan medis yang dibutuhkan.

"Alhamdulillah, korban sudah mendapatkan penanganan medis di RSUD Cibinong. Saya juga telah memastikan korban mendapatkan pelayanan dan perawatan yang dibutuhkan," kata Rudy di Bogor, Kamis.

Dalam rekaman video yang dibagikan, Rudy terlihat berada di lokasi pada dini hari dan ikut memastikan proses penanganan korban setelah peristiwa tawuran tersebut.

Penanganan kemudian dilanjutkan di RSUD Cibinong untuk memastikan kondisi korban mendapatkan perhatian medis secara optimal. Rudy berharap kondisi korban segera membaik dan dapat kembali pulih setelah menjalani perawatan.

"Semoga kondisi korban segera membaik dan diberikan kesembuhan," ujarnya.

Selain memastikan penanganan korban, Rudy mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, tawuran dan aksi kekerasan harus menjadi perhatian bersama karena dapat membahayakan keselamatan hingga menimbulkan korban.

Rudy menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anak, sekaligus mengajak generasi muda untuk menghindari berbagai bentuk kekerasan dan kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Jangan sampai tawuran dan aksi kekerasan kembali memakan korban. Mari kita jaga Bogor tetap aman, nyaman, dan kondusif," kata Rudy. (Isna)
Share:

Perangkat Daerah Selaraskan Renstra Sesuai Persoalan Nyata Masyarakat

Perangkat Daerah Selaraskan Renstra Sesuai Persoalan Nyata Masyarakat. (Dok. Pemkot Pangkalpinang)

Pangkalpinang, WaraWiri.net - Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai mematangkan arah program pembangunan melalui Paparan Rencana Aksi Kegiatan Strategis Perangkat Daerah Tahun 2025-2029, yang digelar di Ruang Pertemuan Bapperida Pangkalpinang, Kamis (27/8/2026).

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menegaskan, penyusunan program strategis harus berangkat dari persoalan nyata yang saat ini dihadapi masyarakat. Sejumlah isu prioritas yang menjadi perhatian pemerintah kota antara lain persoalan lingkungan, persampahan, banjir, pelayanan pasar, kemiskinan, perumahan hingga stunting.

“Sebetulnya kita melihat dari kondisi yang ada sekarang di Kota Pangkalpinang. Isu-isu yang ada terkait dengan persoalan-persoalan, misalnya persoalan lingkungan perkotaan, bagaimana kita harus membuat ketahanan lingkungan, sampah, banjir, itu harus kita programkan ke depannya untuk bisa kita atasi,” kata Saparudin.

Menurutnya, sebagai kota yang bergerak pada sektor jasa dan perdagangan, pembenahan fasilitas pasar juga menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan. Pemerintah perlu memastikan kapasitas pasar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan pelayanan publik yang layak.

“Pangkalpinang ini kan kota jasa perdagangan, kita punya pasar. Pasar kita ini kapasitasnya sudah cukup belum? Kalau belum ya harus kita tambah,” ujarnya.

Tak hanya kapasitas, Saparudin menilai kondisi dan standar pelayanan pasar juga perlu menjadi perhatian. Karena itu, revitalisasi pasar dinilai penting untuk menciptakan fasilitas perdagangan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Pasar yang ada ini sudah memenuhi kriteria sebagai sebuah pasar yang bisa melayani publik belum? Kalau belum ya sekarang harus kita benahi. Kita revitalisasi pasarnya,” katanya.

Di sisi lain, persoalan persampahan juga menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus ditangani melalui program yang terarah, termasuk bagaimana sampah dapat dikelola dengan lebih baik.

Selain persoalan lingkungan dan perdagangan, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap persoalan sosial ekonomi masyarakat. Saparudin menyebut kemiskinan, kebutuhan perumahan masyarakat, serta persoalan stunting harus masuk dalam program strategis pemerintah daerah.

“Pangkalpinang misalnya tingkat kemiskinan masih ada, bagaimana kita mengatasi. Kemudian perumahan yang masih belum, perumahan orang-orang yang masih membutuhkan program-program pembangunan perumahan, kemudian penanganan masyarakat miskin, kemudian anak-anak misalnya stunting,” katanya.

Ia menekankan, berbagai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan oleh satu perangkat daerah (PD) saja. Seluruh program harus disusun secara terintegrasi agar visi dan misi pembangunan Kota Pangkalpinang benar-benar diterjemahkan menjadi aksi nyata.

“Hari ini sebetulnya kita membumikan visi-misi ke dalam program kegiatan yang harus tersinkronisasi antara masing-masing OPD. Jangan satu-satu OPD, tapi terintegrasi semua,” katanya.

Saparudin juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memahami arah pembangunan yang ingin dicapai. Menurutnya, visi pembangunan tidak boleh hanya dipahami oleh pimpinan, tetapi harus menjadi pemahaman bersama hingga seluruh perangkat pemerintahan.

“Visi-visi itu kita semua, semua karyawan, semua OPD itu harus tahu semua, mau ke mana kita dibawa di Pangkalpinang,” ujarnya. (Junaedi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING