Tampilkan postingan dengan label BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BISNIS. Tampilkan semua postingan

Terus Jaga Momentum Pertumbuhan, SIG Catatkan Penjualan 15 Juta Ton hingga Mei 2026

Terus Jaga Momentum Pertumbuhan, SIG Catatkan Penjualan 15 Juta Ton hingga Mei 2026. (Dok. PT SIG)

Jakarta, WaraWiri.net - Strategi transformasi bisnis yang dijalankan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus membuahkan hasil positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, SIG berhasil mencatatkan volume penjualan sebanyak 15,092,640 ton, atau naik 4,4% yoy dari periode sebelumnya sebanyak 14,461,092 ton.

Peningkatan kinerja SIG tercapai seiring dengan komitmen BP BUMN dan Danantara sehingga transformasi BUMN berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kinerja cemerlang SIG didorong oleh penjualan domestik yang naik 9,6% yoy, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11,9% yoy.

”Strategi pengelolaan pasar mikro menjadi kunci sukses SIG menjaga momentum pertumbuhan berlanjut hingga Mei 2026, sekaligus meningkatkan daya saing Perusahaan di tengah tantangan industri,” kata Vita Mahreyni.

Vita Mahreyni menambahkan, selain memperkuat posisi di pasar domestik, SIG juga terus memperkuat penetrasi pasar ekspor yang membantu meningkatkan utilisasi pabrik dan membuka peluang pasar produk derivatif bernilai tambah.

Belum lama ini, SIG telah merealisasikan ekspor ke Amerika Serikat menyusul telah beroperasinya fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur. SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah mengekspor 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat.

Ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat terealisasi melalui kerja sama strategis antara SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan Taiheiyo Cement Corporation. Atas komitmen tersebut, SIG menargetkan ekspor sebanyak total 450 ribu metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat sepanjang 2026 secara bertahap.   

”Transformasi bisnis yang dijalankan oleh SIG berhasil menjaga resiliensi bisnis Perusahaan di tengah tantangan industri sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. SIG senantiasa mengevaluasi dan mempertajam strategi transformasi yang dijalankan agar terus adaptif dan kompetitif di industri,” ujar Vita Mahreyni. (Putra)
Share:

Iklim Investasi Semakin Kondusif, Momentum IPO Terus Berlanjut di Pasar Modal Indonesia

Iklim Investasi Semakin Kondusif, Momentum IPO Terus Berlanjut di Pasar Modal Indonesia. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Aktivitas Initial Public Offering (IPO) yang terus berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu indikator positif terjaganya kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal nasional. Pemerintah terus mendorong pendalaman pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan jangka panjang guna memperkuat dunia usaha sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

"Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia sekaligus Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) di Jakarta.

Momentum IPO kali ini menjadi istimewa karena merupakan IPO kedua di Indonesia pada tahun 2026 yang berlangsung di tengah dinamika pasar saham yang cukup tinggi. Meski demikian, berlanjutnya aktivitas IPO turut mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek perekonomian nasional yang tetap terjaga.

Pada triwulan I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen, menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Kinerja positif tersebut didukung oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga, meningkatnya aktivitas investasi, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan Pemerintah untuk memperkuat iklim usaha.

Salah satu sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi adalah industri makanan dan minuman. Pada triwulan I tahun 2026, sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 7,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 7,20 persen. Industri makanan dan minuman juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04 persen, yang didorong oleh meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari sisi investasi, industri makanan dan minuman terus menunjukkan kinerja yang positif. Pada triwulan I tahun 2026, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor tersebut mencapai Rp10,48 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,34 triliun. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor riil sekaligus menunjukkan bahwa pasar domestik Indonesia tetap bergairah, daya beli masyarakat terjaga, dan iklim investasi nasional berada pada jalur yang tepat.

Pemerintah juga terus melanjutkan reformasi di sektor pasar modal guna menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing pasar keuangan nasional. Keputusan lembaga penyedia indeks global MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026 menjadi cerminan kuatnya fundamental ekonomi nasional sekaligus meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Berlanjutnya aktivitas IPO di pasar modal diharapkan semakin memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Melalui dana yang dihimpun dari publik, perusahaan dapat mempercepat ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia akan terus memperkuat reformasi pasar modal melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor. Langkah tersebut diharapkan semakin memperdalam pasar modal Indonesia, memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, serta memperkuat kontribusi sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya," pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir pada kesempatan tersebut di antaranya yakni Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin, Komisaris Utama PT Niramas Utama Tbk Sadikun Wiratno, Komisaris Independen PT Niramas Utama Tbk Rycko Amelza Dahniel, Direktur Utama PT Niramas Utama Tbk Ham Japyusuf Hamdani, Direktur PT Niramas Utama Tbk Adhi Siswaya Lukman, beserta jajaran direksi dan manajemen PT Niramas Utama Tbk. (Bambang)
Share:

Pengiriman Retail KAI Logistik Tumbuh Positif, Kapasitas Angkut dan Jaringan Layanan Kian Diperkuat

Pengiriman Retail KAI Logistik Tumbuh Positif, Kapasitas Angkut dan Jaringan Layanan Kian Diperkuat. (Dok. KAI Logistik)

Jakarta, WaraWiri.net - KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), terus menunjukkan kinerja positif melalui layanan pengiriman barang retail andalannya, KALOG Express. Hingga Mei 2026, KAI Logistik berhasil mengelola pengiriman barang retail mencapai sekitar 31,5 ribu ton, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pelanggan terhadap layanan KALOG Express. Hingga Mei 2025, volume pengiriman barang retail tercatat sekitar 24,4 ribu ton, sedangkan pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi 31,5 ribu ton atau tumbuh sebesar 29 persen secara tahunan (year on year). 

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KALOG Express terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan pengiriman yang andal, mudah diakses, dan selaras dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Ferdian.

Sejalan dengan pertumbuhan volume pengiriman tersebut, KAI Logistik terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas angkut pada layanan kereta barang guna mengakomodasi pertumbuhan permintaan pengiriman di berbagai wilayah.

Per Mei 2026, KAI Logistik meningkatkan kapasitas angkut pada layanan KA ONS Utara relasi pulang pergi (PP) Jakarta Gudang (JAKG)–Surabaya (SBI) dari 40.000 kilogram per hari menjadi 55.000 kilogram per hari untuk keberangkatan dari Jakarta dan menjadi 50.000 kilogram per hari untuk keberangkatan dari Surabaya. Sementara itu, pada layanan KA ONS Tengah relasi pulang pergi (PP) Jakarta Gudang (JAKG)–Malang (ML), kapasitas angkut meningkat dari 70.000 kilogram per hari menjadi 92.000 kilogram per hari.

Tidak hanya memperkuat kapasitas angkut, KAI Logistik juga memperluas jaringan layanan melalui penambahan 16 titik service point KALOG Express baru yang tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Magetan, Sleman, Bojonegoro, dan Surabaya. Penambahan titik layanan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memberikan kemudahan akses bagi pelanggan dalam memanfaatkan layanan KALOG Express.

Ferdian menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan penambahan titik layanan merupakan respons perusahaan terhadap tren kenaikan volume pengiriman serta kebutuhan pelanggan akan kepastian layanan. 

“Penambahan kapasitas angkut dan perluasan jaringan service point ini merupakan upaya KAI Logistik dalam memastikan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan baik. Kami ingin memberikan kepastian kapasitas kepada pelanggan sehingga mereka tidak perlu khawatir terkait ketersediaan ruang angkut, khususnya pada periode dengan permintaan pengiriman yang tinggi,” jelasnya.

Melalui penguatan kapasitas angkut dan perluasan jaringan layanan tersebut, KAI Logistik optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan layanan retail, serta menghadirkan pengalaman pengiriman yang semakin mudah, cepat, aman, dan andal bagi pelanggan. (Evi)
Share:

Telkom Tuntaskan Streamlining 10 Entitas, Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding

Penyelesaian streamlining 10 entitas menjadi tonggak penting transformasi Telkom menuju Strategic Holding, guna memperkuat sinergi, tata kelola, dan penciptaan nilai di seluruh portofolio bisnis TelkomGroup. (Dok. Telkom Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan target penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usaha pada semester pertama 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung aspirasi streamlining BUMN yang diamanatkan oleh Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Sejalan dengan hal tersebut, streamlining menjadi salah satu dari empat pilar strategi transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada penataan portofolio bisnis melalui optimalisasi entitas usaha, harmonisasi tumpang tindih usaha, serta divestasi bisnis non-core.

Melalui inisiatif streamlining, Telkom juga menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperkuat fokus realisasi belanja modal pada pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital. Penataan portofolio dilakukan melalui berbagai skema, yakni divestasi, merger, dan likuidasi.

Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan struktur grup yang lebih ramping, menajamkan peran setiap entitas, serta memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang mampu menciptakan pertumbuhan nilai secara berkelanjutan.

Dalam struktur tersebut, Telkom sebagai HoldCo akan berfokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai antar segmen bisnis. Sementara itu, aktivitas operasional dijalankan oleh OpCo yang secara terfokus dengan lebih spesifik, yaitu pada Segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan bahwa penyederhanaan portofolio merupakan langkah strategis untuk membangun organisasi yang semakin lincah dalam menghadapi dinamika industri digital.

"Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas."

Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan streamlining terhadap 10 entitas melalui berbagai aksi korporasi strategis. Pada skema divestasi, Telkom menuntaskan pelepasan 2 entitas yang ditandai dengan penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.

Melalui skema penggabungan vertikal (vertical merger), Telkom juga menyelesaikan merger pada 2 entitas guna memperkuat bisnis dan mendorong pengembangan kapabilitas. Sementara itu, terkait streamlining melalui skema likuidasi, terdapat 6 entitas TelkomGroup yang telah mencapai tahapan pembubaran yang ditetapkan, sebagai bagian dari optimalisasi portofolio bisnis.

Langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap relevansi bisnis, aktivitas operasional, serta kontribusi masing-masing entitas terhadap strategi jangka panjang dan penciptaan nilai secara grup.

Lebih lanjut, Seno menambahkan, streamlining bukan sekadar pengurangan jumlah anak usaha, melainkan langkah untuk membangun portofolio bisnis yang lebih sehat dan bernilai.

"Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global," jelas Seno.

Dalam pelaksanaannya, Telkom memastikan setiap proses streamlining dilakukan secara prudent, akuntabel, dan transparan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR). Setiap keputusan strategis diambil berdasarkan kajian yang komprehensif dan berkoordinasi erat dengan para pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan BP BUMN, guna memastikan kepatuhan serta mendukung transformasi perusahaan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan transformasi organisasi tersebut, Telkom juga memastikan setiap penyesuaian sumber daya manusia dilakukan secara bertanggung jawab dengan penghormatan sepenuhnya atas hak-hak karyawan terdampak.

Seluruh proses dijalankan secara sukarela dan atas kesepakatan bersama kedua belah pihak, salah satunya melalui Early Retirement Program (ERP) yang pada tahun 2026 akan ditujukan pada level OpCo. Melalui pendekatan tersebut, Telkom berharap dapat membangun organisasi yang lebih adaptif, memperkuat kapabilitas talenta digital, serta mendorong efisiensi dan produktivitas perusahaan secara berkelanjutan.

Program streamlining merupakan bagian dari target jangka menengah hingga tahun 2030 untuk membangun fundamental perusahaan yang semakin solid. Ke depan, Telkom optimistis dapat memperkuat daya saing perusahaan serta meningkatkan kualitas pada area bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan terbaik di masa mendatang. (Dimas)
Share:

Indonesia–Belarus Business Forum Perkuat Kemitraan Ekonomi dan Perluas Peluang Kerja Sama Bisnis Kedua Negara

Indonesia–Belarus Business Forum Perkuat Kemitraan Ekonomi dan Perluas Peluang Kerja Sama Bisnis Kedua Negara. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Indonesia dan Belarus terus berupaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (30/6).

Forum yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI) tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara, memperluas jejaring bisnis, serta mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.

Momentum penguatan hubungan bilateral ini juga diperkuat dengan rencana kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada tanggal 1 s.d. 2 Juli 2026, yang diharapkan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis untuk memperdalam kerja sama ekonomi kedua negara.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif dengan karakteristik ekonomi yang saling melengkapi. Belarus memiliki keunggulan pada sektor manufaktur industri dan pertanian, sementara Indonesia menawarkan pasar yang besar serta peluang investasi di berbagai sektor strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa forum bisnis ini merupakan platform strategis untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business) sekaligus menerjemahkan hubungan bilateral yang baik menjadi kemitraan ekonomi yang nyata.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa nilai perdagangan Indonesia–Belarus pada 2025 mencapai sekitar USD221,3 juta atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, ditegaskan kembali komitmen Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk elektronik, produk perikanan, karet, kakao, serta turunan minyak sawit ke Belarus.

Deputi Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus Viktor Karankevich menyampaikan bahwa hubungan multisektor Indonesia dan Belarus terus berkembang sejak pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko.

Ia juga menjelaskan bahwa Presiden Lukashenko telah menandatangani Undang-undang Ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Selain itu, DPM Karankevich mendukung pembentukan Indonesia–Belarus Business Council sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dunia usaha kedua negara.

Coordinating Vice Chairman for International Affairs KADIN Indonesia James T. Riady menekankan pentingnya membangun kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Belarus melalui kolaborasi antarpelaku usaha. Menurutnya, kemitraan bisnis yang kuat akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.

Chairman of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI) Mikhail Miatlikov menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia atas penyelenggaraan Forum Bisnis tersebut. Ia menilai struktur ekonomi Indonesia dan Belarus bersifat saling melengkapi sehingga membuka peluang kerja sama yang luas di berbagai sektor.

Lebih lanjut, Implementasi I-EAEU FTA diharapkan semakin memperluas akses perdagangan Indonesia ke pasar EAEU yang berpenduduk sekitar 180 juta jiwa dengan nilai PDB mencapai USD2,56 triliun. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen menindaklanjuti hasil Sidang Komisi Bersama ke-8 RI-Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. Selain itu, Indonesia menyambut baik rencana kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Jakarta sebagai momentum untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Belarus.

Melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching, kedua negara menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan serta mendorong realisasi berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, industri, dan pembangunan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yaitu Menteri Perdagangan RI Budi Santoso serta Sesmenko Perekonomian Susiwijono Mogiarso. (Evi)
Share:

Telkom Group Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Telkom Group Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. (Dok. Telkom Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menerbitkan Sustainability Report (SR) 2025 yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis dan transformasi perusahaan. Laporan ini mencerminkan langkah nyata TelkomGroup dalam membangun fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri digital yang terus berkembang.

Seiring percepatan transformasi digital dan meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, perusahaan tidak hanya dituntut untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan operasional, pengelolaan lingkungan, penguatan tata kelola, serta pemberian nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui Sustainability Report 2025, TelkomGroup menampilkan berbagai pencapaian dan inisiatif strategis yang sejalan dengan agenda transformasi perusahaan TLKM 30. Agenda tersebut mencakup peningkatan operational excellence, penyederhanaan portofolio bisnis (business streamlining), monetisasi aset digital, hingga transformasi menuju strategic holding company yang lebih adaptif dan kompetitif.

Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pertumbuhan perusahaan. Transformasi bisnis dilakukan untuk memastikan perusahaan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis di tengah perubahan lanskap industri yang semakin dinamis.

“Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital,” ujar Gunawan.

ESG sebagai Fondasi Transformasi dan Pertumbuhan

Dalam Sustainability Report 2025, implementasi ESG TelkomGroup dijalankan melalui tiga pilar utama, yaitu Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business. Ketiga pilar tersebut menjadi landasan perusahaan dalam menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Save Our Planet: Mendorong Transisi Rendah Karbon dan Operasional Berkelanjutan

Melalui pilar Save Our Planet, TelkomGroup terus memperkuat berbagai inisiatif untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Berbagai upaya dilakukan melalui pengelolaan emisi, peningkatan efisiensi energi, optimalisasi penggunaan sumber daya, serta pengembangan infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan, termasuk green data center.

Sebagai perusahaan digital telekomunikasi, Telkom menyadari bahwa kebutuhan energi akan terus meningkat seiring pertumbuhan layanan digital dan teknologi berbasis data. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan nasional maupun global.

Salah satu pencapaian penting dalam Sustainability Report 2025 adalah peluncuran Climate Transition Plan untuk pertama kalinya. Inisiatif ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat kesiapan perusahaan menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mengintegrasikan pengelolaan risiko iklim ke dalam perencanaan bisnis jangka panjang.

Empower Our People: Mengembangkan Talenta Digital dan Budaya Inklusif

Melalui pilar Empower Our People, TelkomGroup terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia sebagai faktor utama keberhasilan transformasi perusahaan.

Hingga tahun 2025, sekitar 21% posisi manajerial di TelkomGroup ditempati oleh perempuan, mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong keberagaman dan kepemimpinan yang inklusif. Selain itu, lebih dari 20,2% talenta perusahaan telah berada dalam kategori digital talent sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri digital masa depan.

Komitmen TelkomGroup juga tercermin melalui upaya memperkuat hubungan dengan pelanggan. Hal tersebut ditunjukkan melalui peningkatan Net Promoter Score (NPS) yang memperoleh predikat “Excellent”, mencerminkan tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang semakin baik.

Di sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat, TelkomGroup terus mendorong penguatan ekosistem digital melalui berbagai program pengembangan usaha. Sepanjang tahun 2025, sekitar 12,6% UMKM binaan berhasil naik kelas dan meningkatkan kemandirian bisnisnya melalui pemanfaatan teknologi digital dan pendampingan yang berkelanjutan.

Elevate Our Business: Memperkuat Tata Kelola dan Ketahanan Bisnis Digital

Pada pilar Elevate Our Business, TelkomGroup terus memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi yang semakin kompleks di era digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan pada tahun 2025 adalah pembentukan Direktorat Legal & Compliance sebagai bagian dari penguatan fungsi kepatuhan dan tata kelola perusahaan. Kehadiran direktorat ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, kepatuhan regulasi, perlindungan data, serta keamanan informasi yang menjadi aspek krusial dalam industri digital.

Selain itu, Telkom terus memperkuat perannya sebagai enabler ekosistem digital nasional melalui pengembangan berbagai infrastruktur strategis, termasuk data center, jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, serta konektivitas internasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab kebutuhan yang terus meningkat terhadap layanan digital, cloud computing, big data, dan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Dengan penguatan infrastruktur digital, pengembangan talenta, tata kelola perusahaan yang semakin solid, serta implementasi strategi transisi rendah karbon, Telkom terus melangkah untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi digital Indonesia. (Anggara)
Share:

KAI Logistik Kelola 6,8 Juta Ton Angkutan Barang hingga Mei 2026, Perkuat Peran dalam Kelancaran Rantai Pasok Nasional


KAI Logistik Kelola 6,8 Juta Ton Angkutan Barang hingga Mei 2026, Perkuat Peran dalam Kelancaran Rantai Pasok Nasional. (Dok. KAI Logistik)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung distribusi barang nasional. Melalui layanan logistik berbasis kereta api dan pemanfaatan multimoda, hingga Mei 2026 perusahaan berhasil mengelola volume angkutan barang sebesar 6,8 juta ton yang terdiri dari berbagai komoditas strategis untuk memenuhi kebutuhan sektor industri nasional.

Capaian tersebut mencerminkan peran KAI Logistik dalam mendukung kelancaran rantai pasok di berbagai wilayah operasional. Di tengah kebutuhan industri terhadap layanan logistik yang semakin efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, perusahaan terus berupaya menghadirkan layanan distribusi yang mampu menjawab kebutuhan pengiriman barang retail hingga barang berskala besar.

Pada Mei 2026 saja, KAI Logistik berhasil mencatatkan pengelolaan angkutan barang sebesar 1,7 juta ton. Volume tersebut didominasi oleh angkutan batu bara sebesar 1,1 juta ton. Selain itu, perusahaan juga mengelola 267 ribu ton angkutan peti kemas, 224 ribu ton layanan pra dan purna BBM/BBK, sekitar 38 ribu ton angkutan semen, 6 ribu ton pengiriman barang retail, serta 684 ton angkutan limbah B3 yang memerlukan penanganan khusus sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa hingga Mei 2026 sejumlah lini bisnis perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama terjadi pada segmen angkutan multikomoditas dan pengiriman barang retail yang menjadi salah satu fokus pengembangan perusahaan.

"Secara year-on-year, di bulan Mei 2026 ini pengiriman barang retail mengalami pertumbuhan sebesar 37% dan angkutan peti kemas sebesar 24%. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api oleh berbagai sektor industri untuk mendukung aktivitas distribusi mereka," ujar Yuskal.

Selain pertumbuhan pada layanan eksisting, KAI Logistik juga terus melakukan pengembangan portofolio bisnis melalui optimalisasi kemampuan perusahaan sebagai operator logistik multimoda. Pada Mei 2026, perusahaan mulai menjalankan layanan pengangkutan Crude Palm Oil (CPO) dan berhasil mengelola volume sebesar 17 ribu ton pada tahap awal operasional.

Menurut Yuskal, pengembangan layanan dan diversifikasi komoditas tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas pemanfaatan moda transportasi logistik yang lebih efisien, khususnya untuk pengiriman barang dalam volume besar.

Melalui penguatan layanan logistik berbasis kereta api dan kolaborasi multimoda, KAI Logistik berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis nasional. Selain itu, perusahaan juga berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai sektor industri agar semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan layanan logistik yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Ke depan, KAI Logistik optimistis penguatan peran kereta api dalam sistem logistik nasional dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, mendukung konektivitas antarwilayah, serta berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional secara bertahap,” tutup Yuskal. (Dimas)
Share:

PLN EPI Selesaikan Hot Tap WNTS Pemping Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri

PLN EPI Selesaikan Hot Tap WNTS Pemping Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri. (Dok. PLN EPI)

Jakarta, WaraWiri.netPT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil menyelesaikan pekerjaan hot tap pada proyek pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping dengan aman, tahapan paling krusial dalam pembangunan infrastruktur gas yang akan menghubungkan pasokan gas bumi Natuna dengan kebutuhan energi domestik khususnya di Batam. 

Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi domestik.

Penyelesaian hot tap juga menjadi tonggak bersejarah bagi sektor energi nasional. Untuk pertama kalinya, gas bumi Natuna yang selama ini seluruhnya dimanfaatkan untuk pasar ekspor akan mulai dialirkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri, khususnya mendukung sistem kelistrikan di Sumatra dan Batam.

Proses hot tap merupakan teknik penyambungan pipa baru ke jaringan pipa utama yang tetap beroperasi tanpa menghentikan aliran gas dengan laju alir sekitar 300 juta kaki per hari dan bertekanan 1.096 psi di kedalaman laut 29 meter tanpa menimbulkan kebocoran sehingga menjadi salah satu tahapan dengan tingkat risiko dan kesulitan teknis tinggi.

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto mengatakan penyelesaian hot tap menjadi pencapaian penting yang menunjukkan kesiapan proyek memasuki tahap akhir sebelum pengaliran gas.

"Puji syukur ke hadirat Tuhan YME, pelaksanaan hot tap yang merupakan the most critical milestone proyek WNTS-Pemping berjalan dengan lancar. Keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI mampu menjalankan mandat dari Menteri ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping dalam rangka memastikan pasokan gas yang andal, efisien, dan berkelanjutan khususnya untuk sistem kelistrikan di Sumatra dan Batam. Capaian ini juga mencerminkan kesiapan teknis proyek serta sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan infrastruktur energi strategis nasional," ujar Rakhmad.

"Proyek selanjutnya akan memasuki tahap commissioning dan pengaliran gas tahap awal dengan volume sekitar 25 juta kaki kubik per hari untuk mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Batam," tambah nya.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan, "InsyaAllah minggu depan commissioning. Pararel saat ini, tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk commissioning nya agar gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Republik Indonesia, yang sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya".

Perkuat Keandalan Listrik Sumatra dan Batam

Bagi PLN EPI, hadirnya pasokan gas Natuna akan memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit PLN di Sumatra dan Batam, khususnya PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 135,29 MW dan PLTGU IPP Tanjung Uncang milik PT Energi Listrik Batam (ELB) berkapasitas 109,4 MW. 

PLN EPI juga telah manandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pasokan gas sampai dengan 111 juta kaki kubik gas per hari untukmperiode 2027-2037.

Selain meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, pemanfaatan gas bumi juga akan mengurangi risiko penggunaan bahan bakar minyak sekaligus mendukung keandalan kelistrikan dan mendukung upaya penurunan emisi.

"Selain pasokan gas dari WNEL, PLN EPI mengharapkan adanya pasokan gas tambahan untuk meningkatkan keandalan pasokan energi primer bagi pembangkit PLN dan PLN Batam. Selain lebih efisien dan bersumber dalam negeri, penggunaan gas juga lebih bersih dibandingkan BBM," ujar Rakhmad.

Dukung Pertumbuhan Industri dan Investasi

Terbangunnya pipa WNTS-Pemping juga memastikan pasokan gas yang andal dan efisien untuk memperkuat daya saing Batam sebagai salah satu pusat industri, logistik, dan investasi nasional. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan industri, manufaktur, hingga ekonomi digital yang membutuhkan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.

"Proyek WNTS-Pemping melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja mulai dari proses fabrikasi hingga pekerjaan offshore, nearshore, dan onshore. Dengan selesainya tahapan hot tap, proyek kini memasuki fase akhir sebelum gas Natuna resmi mengalir untuk mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional", tutup Rakhmad. (Muh)
Share:

Ekspor Alutsista Berlanjut, PT PAL Bersiap Luncurkan Landing Dock #1 Filipina

Ekspor Alutsista Berlanjut, PT PAL Bersiap Luncurkan Landing Dock #1 Filipina. (Dok. PT PAL)

Surabaya, WaraWiri.net - Setelah sukses meluncurkan Frigate Merah Putih 140meter pada penghujung Desember 2025, PT PAL Indonesia terus bergerak menyelesaikan amanah pembangunan alutsista strategis nasional dan ekspor. Kini, perusahaan tengah mempersiapkan peluncuran Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124meter yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

Kapal tersebut merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua unit kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Philippine Navy yang diproduksi sepenuhnya di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya. Proyek ini menjadi bukti keberlanjutan kepercayaan pasar internasional terhadap kapabilitas industri pertahanan maritim Indonesia.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan LD Philippines #1 mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, optimalisasi manajemen rantai pasok, serta kompetensi sumber daya manusia PT PAL dalam memenuhi target proyek tanpa mengabaikan standar kualitas internasional.

“Akselerasi luar biasa ini menjadi bukti nyata dari kapabilitas dan integritas tinggi yang melekat di Insan PAL. Di tengah target timeline yang ketat, semangat united ditunjukkan oleh seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen, yang bekerja bahu-membahu demi memastikan mahakarya alutsista ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Kaharuddin.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan docktime, serta integrasi sistem digital telah mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada produktivitas.

Dampak transformasi tersebut tercermin pada proses pembangunan LD Philippines #1 yang menunjukkan capaian impresif, yang berhasil memangkas dock time hanya dalam waktu enam bulan. Pencapaian ini lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya, yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kaharuddin menambahkan, “pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina. Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL” ujarnya.

Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak keberhasilan PT PAL dalam membangun dan menyerahkan dua unit kapal Landing Platform Dock sebelumnya, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602), yang hingga kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy. Hal ini mempertegas posisi PT PAL dalam persaingan industri pertahanan global.

Memasuki tahap peluncuran, pembangunan LD Philippines #1 telah mencapai salah satu tonggak penting dalam siklus produksi kapal. Peluncuran ini menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal sekaligus mengonfirmasi kesiapan kapal untuk memasuki tahapan berikutnya. Setelah diluncurkan, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk penyelesaian sistem dan integrasi peralatan, sebelum memasuki fase pengujian performa di laut (sea trial). (Fitri)
Share:

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia. (Dok. PT Pelindo)

Jakarta, WaraWiri.net - Aktivitas ekonomi nasional menunjukkan sinyal positif pada awal tahun 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya pergerakan barang melalui pelabuhan, khususnya arus peti kemas yang menjadi salah satu indikator penting aktivitas produksi, perdagangan, konsumsi, investasi, dan distribusi nasional.

Hingga April 2026, arus peti kemas yang dilayani oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencapai 6,42 juta Twenty-foot Equivalent Units (TEUs). Angka ini meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,99 juta TEUs.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas logistik nasional tetap bergerak positif di tengah dinamika ekonomi global. Pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul utama rantai pasok nasional karena menjadi jalur perpindahan bahan baku, barang konsumsi, komoditas ekspor, hingga barang modal industri.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan peningkatan arus peti kemas ini tidak hanya berasal dari aktivitas ekspor-impor, tetapi juga dari distribusi barang domestik.

“Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan segmen internasional yang meningkat sekitar 11 persen, dengan ekspor tumbuh 10 persen dan impor naik 12 persen. Sementara itu, arus peti kemas domestik tumbuh sekitar 4 persen, dengan aktivitas bongkar meningkat 5 persen dan muat naik 4 persen,” ujar Achmad.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perdagangan luar negeri Indonesia tetap berjalan baik, sementara distribusi barang antarpulau juga tetap kuat dalam mendukung konsumsi masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

Peningkatan arus ekspor dan impor sekaligus mencerminkan daya tahan perdagangan Indonesia di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara. Salah satu faktor pendukungnya adalah struktur perdagangan Indonesia yang masih banyak bergerak di kawasan intra-Asia, terutama Tiongkok dan ASEAN.

Dalam distribusi perdagangan nasional, kawasan Tiongkok dan ASEAN menyumbang sekitar 46,2 persen ekspor Indonesia dan 56,5 persen impor Indonesia. Struktur perdagangan ini memberikan bantalan bagi Indonesia karena sebagian besar arus barang masih bergerak dalam kawasan yang memiliki hubungan dagang kuat, stabil, dan saling terintegrasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sejumlah komoditas ekspor berbasis peti kemas juga mencatat pertumbuhan positif. Komoditas tersebut antara lain lemak dan minyak hewan/nabati yang tumbuh 7,95 persen, mesin dan peralatan mekanis 9,26 persen, mesin dan perlengkapan elektrik 4,9 persen, serta berbagai produk kimia 12,27 persen.

Pertumbuhan ekspor tersebut menunjukkan bahwa aktivitas industri pengolahan dan perdagangan komoditas bernilai tambah masih terus berjalan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan aktivitas manufaktur dan perdagangan nasional.

Dari sisi impor, peningkatan terutama terjadi pada mesin dan peralatan mekanis sebesar 22,1 persen, mesin dan perlengkapan elektrik 17,91 persen, instrumen optik 20,8 persen, serta berbagai produk kimia 36,31 persen. Struktur impor ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap barang modal, mesin produksi, komponen industri, dan bahan pendukung manufaktur masih kuat. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan aktivitas investasi, peningkatan kapasitas produksi, serta agenda hilirisasi nasional.

Pertumbuhan arus peti kemas juga terlihat di sejumlah pelabuhan utama yang melayani kegiatan ekspor dan impor nasional, antara lain Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, dan Tanjung Perak di Surabaya. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan utama tersebut menunjukkan bahwa rantai pasok dan distribusi perdagangan nasional tetap aktif.

Peningkatan throughput internasional di berbagai terminal utama juga menandakan adanya penguatan aktivitas logistik dan perdagangan pada kawasan-kawasan industri utama di Indonesia.

Pada arus domestik, peningkatan distribusi barang menuju kawasan timur Indonesia menjadi sinyal penting bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya bergerak di wilayah barat Indonesia. Pelabuhan Tanjung Priok mencatat pertumbuhan domestik sekitar 8 persen, antara lain didorong oleh meningkatnya pengiriman peti kemas menuju pelabuhan-pelabuhan di Indonesia bagian timur.

Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Perak tumbuh sekitar 2 persen, didukung oleh peningkatan layanan menuju Makassar, Kendari, dan Berau. Pelabuhan Makassar juga mencatat pertumbuhan sekitar 7 persen, yang ditopang oleh pergerakan komoditas pertanian seperti beras, jagung, dan palawija seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan dan kawasan sekitarnya.

Pertumbuhan arus domestik tersebut sejalan dengan masih kuatnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas manufaktur nasional sebagai penopang utama perekonomian Indonesia. Distribusi barang antarpulau yang tetap tumbuh menunjukkan bahwa konektivitas logistik nasional berjalan baik dalam mendukung kebutuhan masyarakat, aktivitas industri, dan pemerataan ekonomi antarwilayah.

Dengan tren pertumbuhan tersebut, penguatan layanan pelabuhan menjadi semakin penting. Produktivitas terminal, digitalisasi layanan, kesiapan peralatan, keandalan fasilitas, serta integrasi rantai pasok nasional perlu terus ditingkatkan agar arus barang tetap lancar, efisien, dan kompetitif.

Konektivitas logistik yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, perdagangan internasional, distribusi domestik, investasi, hilirisasi industri, serta pemerataan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong Badan Usaha Pelabuhan untuk meningkatkan kapasitas dan layanan peti kemas.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerbitan rekomendasi teknis penetapan terminal peti kemas dari fasilitas yang sebelumnya berstatus multipurpose. Selanjutnya, terminal tersebut ditetapkan sebagai terminal peti kemas oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP sebagai penyelenggara pelabuhan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut," ungkap Masyhud. 

Pada periode 2025 hingga April 2026, sebanyak 12 lokasi terminal telah ditetapkan, termasuk di antaranya Pelabuhan Banten dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai terminal peti kemas. Pemerintah juga telah menetapkan standar kinerja pelayanan operasional, termasuk kinerja bongkar muat peti kemas dan kinerja peralatan yang digunakan. Evaluasi terhadap standar tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Di sisi lain, pertumbuhan arus peti kemas juga direspons melalui penguatan pembangunan dan modernisasi infrastruktur pelabuhan nasional. Pada periode 2025–2026, pemerintah bersama BUMN kepelabuhanan dan dukungan APBN mendorong peningkatan kapasitas pelabuhan eksisting melalui pengembangan terminal peti kemas, pendalaman alur pelayaran, peningkatan kapasitas tambatan dan lapangan penumpukan, modernisasi alat bongkar muat, serta percepatan digitalisasi layanan kepelabuhanan.

Dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan milik pemerintah telah dilakukan di 74 lokasi di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan pelabuhan hub and spoke, mengembangkan pelabuhan pengumpul dan pengumpan di kawasan timur Indonesia, mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri dan hilirisasi, serta memperkuat konektivitas logistik nasional.

Penguatan infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk menopang pertumbuhan perdagangan intra-Asia dan agenda transformasi ekonomi nasional. Dengan kapasitas dan kualitas layanan yang semakin baik, pelabuhan Indonesia diharapkan mampu mengimbangi peningkatan arus peti kemas internasional maupun domestik yang diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. (Zikry)
Share:

Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilience, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilience, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%. (Dok. Telkom Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja perseroan tahun buku2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham, seiring dengan percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan. Telkom mencatat net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%, sedangkan untuk normalized net income tercatat sebesar Rp22,7 triliun dengan normalized net income margin 15,4%.

Pencapaian ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan yang tercatat sebesar Rp146,7 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi perseroan tahun 2025 tercatat Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,2%. Sementara normalized EBITDA tercatat sebesar Rp73,2 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 49,9%.

Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, perseroan mencatat Total Shareholder Return(TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025, yang terdiri dari capital gain sebesar 28,4% dan dividend yield 7,3%. Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta pelaksanaan program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Akselerasi Eksekusi Strategi Transformasi TLKM 30

Di tengah tekanan kondisi makroekonomi dan tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dalam beberapatahun terakhir, Telkom terus beradaptasi dan bertransformasi baik dari sisi strategi perusahaan, model bisnis, maupun produk dan layanan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi telah menjadi fokus utama perseroan sejak 2025.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan”, ucapnya.

Melalui strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, Telkom fokus pada eksekusi empat pilar besar, pilar pertama yakni Operational & Service Excellence, sebagai upaya memperkuat prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini juga mendorong peningkatan disiplin organisasi yang berkelanjutan, termasuk budaya kerja unggul, proses yang efisien, serta peningkatan kualitas layanan untuk mendukung pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Pada pilar transformasi kedua, perseroan melakukan Streamlining sebagai strategi penataan portofolio non-core business agar perseroan dapat kembali mendorong kontribusi yang lebih optimal dan efisiensi operasional, serta meningkatkan keunggulan kompetitif pada core business di sektor telekomunikasi dan digital.

Implementasi strategi tersebut tercermin melalui proses divestasi AdMedika dan anak usahanya TelkoMedika yang telah mencapai tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir paruh pertama 2026. Divestasi penuh atas AdMedika dan TelkoMedika juga akan berkontribusi terhadap peningkata narus dividen (dividend stream). Beberapa entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan core business di ekosistem TelkomGroup juga sedang dirampingkan.

Selanjutnya, pada pilar transformasi ketiga perseroan berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah (Unlock Value), salah satunya melalui penguatan fondasi bisnis infrastruktur digital yaitu konektivitas fiber. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan utilisasi aset dan memaksimalkan Return on Assets (ROA), sekaligus memperluas kontribusi Telkom dalam mendukung konektivitas nasional. Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025 yang merupakan fase carve-out tahap pertama. 

Langkah ini juga menjadi bagian dari arah transformasi menuju strategic holding yang lebih fokus pada penguatan penciptaan nilai, pengelolaan portofoliobisnis yang lebih optimal, serta percepatan eksekusi strategi secara berkelanjutan.

Sebagai pilar transformasi keempat, Telkom tengah menjalankan Modus-operandi shift, perubahan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan melakukan delayering untuk memperkuat fokus bisnis di empatsegmen Operating Company (OpCo), yakni pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Telkom sebagai entitas strategic holding nantinya akan berfokus pada sinergi penciptaan nilai dan penguatan tata kelola antar segmen, sementara operasional bisnis dijalankan di entitas OpCo dengan lini usaha yang terfokus.

Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan, mengharmonisasi lini bisnis sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus meningkatkan penciptaan nilai yang berkelanjutan.

Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Penyajian Laporan Keuangan

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat.

Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi. Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Inisiatif ini sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset, sejalan dengan implementasi pilar pertama TLKM 30, yakni Operational and Service Excellence.

Pemulihan Pasar di Segmen B2C

Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband) masih menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan. Telkomsel sebagai OpCo yang fokus pada segmen B2C berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2025sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan digital berkualitas mendorong kenaikan signifikan trafik data sebesar 15% YoY. Average Revenue Per User (ARPU) juga bergerak ke arah pemulihan positif yang menunjukkan kondisi pasar yang lebih stabil mulai dari paruh kedua 2025 dan diperkirakan secara bertahap akan terus meningkat, sejalan dengan kompetisi industri yang lebih sehat.

Sehingga di tahun 2026, Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran dan memastikan keunggulan kualitas jaringan guna menekan angka perpindahan pelanggan. Langkah ini diiringi dengan penguatan ekosistem digital agar layanan Telkomsel tetap relevan bagi masyarakat.

Di sisi lain, ekspansi layanan internet rumah kini dilakukan secara lebih tajam dengan memperhatikan kemampuan belanja masyarakat serta memastikan efektivitas pemanfaatan modal untuk menjaga pertumbuhan perusahaan yang sehat secara jangka panjang.

Kinerja Resilien pada Segmen B2B Infrastructure, International, dan B2B ICT

Pada segmen B2B Infrastructure, melalui sinergi kekuatan dan kepemilikan infrastruktur yang ekstensif, TelkomGroup terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional. Mulai dari backbone serat optik dengan total lebih dari 210.000 km, menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh nusantara, layanan data center dan cloud, dan konektivitas satelit untuk menjangkau area blank spot dan wilayah geografis yang menantang. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif.

Selaras dengan strategi transformasi dan penguatan posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, pendapatan perseroan dari segmen B2B Infrastructure sebesar Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2% YoY yang ditopang oleh bisnis data center dan ekspansi bisnis fiber.

Pendapatan bisnis data center diperoleh dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga fasilitas enterprise data center di Serpong, Surabaya dan Sentul, dan dua fasilitas co- location data center di Singapura yang seluruhnya dikelola oleh NeutraDC. Selain itu, TelkomGroup juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX dengan skala dan kapasitas lebih kecil guna mendukung kebutuhan layanan data center dan cloud yang lebih dekat dengan pengguna.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesarRp9,5 triliun dengan net income margin sebesar 22,2% dan EBITDA margin 82,2%. Kinerja tersebut didukung oleh rasio jumlah penyewa sebesar 1,57x atas kepemilikan dari sebanyak 40.230 menara telekomunikasi, yang menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.

Selanjutnya, pada bisnis Wholesale & International Service, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesarRp10,7 triliun. Hingga saat ini, TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Pada segmen B2B ICT, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun yang terdiri dari bisnis Konektivitas, Manage Solution dan Digital. Dengan adanya kebijakan efisiensi pemerintah yang berdampak pada penurunan permintaan terhadap solusi korporasi, yang didominasi oleh pelanggan pemerintahan, korporasi besar, swasta, dan UKM, Telkom tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan dan mendorong inovasi dan penguatan kapabilitas. Salah satunya melalui layanan dan solusi Connectivity+, Cybersecurity, Artificial Intelligence (AI), serta mendorong pengembangan melalui kemitraan strategis dengan pemain teknologi global.

Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh konsistensi TelkomGroup dalam menjaga disiplin investasi, dengan realisasi belanja modal di tahun 2025 sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan. Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan Internasional. Sementara investasi yang tersisa dialokasikan untuk mendukung pengembangan platform digital dengan tetap mengoptimalkan synergy value.

“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkankinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian. (Alfi)
Share:

Menko Airlangga Dorong Tindak Lanjut Kerja Sama Sektor Prioritas Indonesia-Rusia

Menko Airlangga Dorong Tindak Lanjut Kerja Sama Sektor Prioritas Indonesia-Rusia. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Russia, WaraWiri.net - Dalam rangka memperkuat keterlibatan ekonomi Indonesia di kawasan Eurasia serta mendukung persiapan implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA), Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia menyelenggarakan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik, pada Selasa (12/5) di Kazan, Federasi Rusia.

Pertemuan yang dilaksanakan di sela-sela penyelenggaraan Kazan Forum 2026 ini dipimpin secara bersama (Co-Chairs) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri (First Deputy Prime Minister) Federasi Rusia, Denis Manturov.

Penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia merupakan acara tahunan dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah kemitraan ekonomi kedua negara di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus menindaklanjuti arahan Pemimpin kedua negara pasca pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 13 April 2026.

“Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk meninjau perkembangan implementasi kerja sama bilateral sekaligus membahas berbagai isu prioritas dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia,” jelas Menko Airlangga.

Pada Sidang Pleno ini dibahas perkembangan hubungan ekonomi bilateral kedua negara, sekaligus membahas agenda prioritas ke depan, khususnya pada sektor perdagangan dan investasi, pertanian dan perikanan, energi, industri, pendidikan tinggi dan sains, serta penguatan keterlibatan antar pelaku usaha.

Selanjutnya, Menko Airlangga menegaskan bahwa penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia mencerminkan kesinambungan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Hal ini sejalan dengan momentum peringatan 76 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara yang jatuh pada tahun ini.

“SKB ke-14 ini juga menjadi platform penting untuk memastikan bahwa kemitraan strategis Indonesia dan Rusia dapat ditindaklanjuti dalam praktik ekonomi yang lebih nyata. Terlebih di tengah tatanan dan dinamika global saat ini, Indonesia mendorong kerja sama yang berorientasi pada kepentingan bersama, salah satunya melalui pemanfaatan Indonesia-EAEU FTA,” ujar Menko Airlangga.

Sementara itu, DPM Manturov mendorong kembali partisipasi aktif bagi pengembangan kerja sama kedua negara di masa mendatang, meningkatkan berbagai pencapaian kerja sama yang telah dicapai, dan terus berkomitmen untuk mencari potensi yang dapat lebih dikembangkan ke depan.

Pada sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan negara-negara EAEU terus menunjukkan perkembangan positif, dan terdapat peluang luas akses pasar bagi berbagai produk unggulan nasional seperti produk sawit atau kelapa.

Pemerintah Indonesia juga tengah menjalankan proses ratifikasi Indonesia-EAEU FTA, serta mendorong pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-EAEU sebagai wadah mempererat konektivitas antarpelaku usaha kedua pihak.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga menyampaikan perkembangan kerja sama bidang energi antara Indonesia dan Rusia. Sesuai kebutuhan nasional, Pemerintah Indonesia terus mendorong penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional dengan fokus pada pengembangan energi bersih dan penguatan ketahanan energi nasional.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kapasitas produksi domestik, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Indonesia dan Rusia memiliki kemitraan yang bersifat alami dan saling melengkapi, dan terdapat banyak peluang penguatan kerja sama sektor pertanian termasuk peningkatan perdagangan produk pertanian.

Sebagai penutup, Menko Airlangga menegaskan bahwa hasil SKB ke-14 Indonesia-Rusia perlu ditindaklanjuti oleh sembilan Working Groups (WG) di bawah kerangka SKB.

“Indonesia berkomitmen terus mendorong agar semua WG di bawah kerangka SKB ini dapat menindaklanjuti agenda kerja sama, agar isu-isu teknis dapat segera diselesaikan, dan hasil pertemuan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat kedua negara,” pungkas Menko Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga mengundang DPM Manturov dan Delegasi Rusia untuk ikut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Turut hadir mendampingi pada pertemuan SKB ke-14 ini yakni Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose Antonio Morato Tavares, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Punjul Nugraha, serta perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, KADIN dan APINDO, serta perwakilan pelaku usaha. (Siti)
Share:

Ekspor Meroket, Industri Kosmetik Jadi Pilar Ekonomi Tumbuh

Ekspor Meroket, Industri Kosmetik Jadi Pilar Ekonomi Tumbuh. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan diri, kesehatan, dan kualitas hidup, permintaan terhadap produk kosmetik, parfum, dan wellness turut mengalami peningkatan signifikan. Kosmetik kini tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan estetika, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern yang menekankan keamanan, kualitas, dan nilai kesehatan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemerintah terus memacu daya saing industri kosmetik, parfum, dan wellness sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah industri nasional. Potensi pasar kosmetik nasional juga menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan. Dengan jumlah penduduk yang besar dan didominasi usia produktif, Indonesia menjadi salah satu pasar kosmetik terbesar di kawasan.

“Industri kosmetik, parfum, dan wellness memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri nasional. Pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan yang mendukung, fasilitasi dan pembinaan, serta penguatan ekosistem industri agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/5).

Menurut Menperin, sektor kosmetik nasional merupakan salah satu subsektor prioritas yang memiliki kinerja baik. Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan pada tahun 2025, jumlah pelaku industri kosmetik Indonesia telah menembus lebih dari 1.500 unit usaha, dan lebih dari 90 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM). Hal ini menunjukkan bahwa sektor kosmetik bukan hanya didominasi perusahaan besar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi wirausaha nasional dan IKM manufaktur.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, IKM harus mampu menghadirkan beragam inovasi, serta membaca peluang dan kebutuhan pasar. 

“IKM kosmetik juga harus peka dan paham tentang berbagai standar keamanan dalam menghadirkan produk kosmetik yang berkualitas,” ungkap Reni dalam sambutannya pada acara Grand Opening Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang.

Menurut Reni, kehadiran fasilitas manufaktur yang modern dan berstandar tinggi menjadi faktor penting untuk memperkuat struktur industri nasional, serta menjadi tolok ukur pengembangan lini produksi IKM yang sesuai standar dan mampu bersaing secara nasional hingga global.

“Pembukaan fasilitas produksi ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan dan perluasan usaha, sekaligus menjadi sinyal positif bahwa sektor manufaktur nasional, khususnya industri kosmetik, parfum, dan wellness, terus menunjukkan pertumbuhan dan daya tarik yang kuat bagi pelaku usaha,” tuturnya.

Reni menyampaikan, nilai pasar industri kosmetik Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar USD 9,74 miliar, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 4,33 persen hingga 4,37 persen. Selain itu, kinerja ekspor kosmetik juga mengalami peningkatan, dari USD 416,8 ribu pada tahun 2024 menjadi USD 473,8 ribu pada tahun 2025.

“Dengan nilai pasar dan kinerja ekspor yang positif, industri kosmetik Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi di pasar global. Hal ini perlu didukung dengan penguatan kapasitas produksi dalam negeri serta peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” jelas Reni.

Kemenperin melalui Ditjen IKMA akan terus menjalankan berbagai program pembinaan industri guna meningkatkan daya saing pelaku usaha. Program tersebut meliputi fasilitasi peningkatan kapasitas SDM, pendampingan sertifikasi dan izin edar, restrukturisasi mesin/peralatan, kemitraan rantai pasok, serta promosi dan perluasan akses pasar. Momentum ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri serta penguatan merek lokal yang kompetitif di pasar global.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan menyampaikan fasilitas manufaktur Prioritas Wellness Indonesia ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya operasional sebuah pabrik, tetapi juga mencerminkan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kosmetik, parfum, dan wellness dunia.

“Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi nasional, memperkuat kemitraan dengan IKM, serta membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru. Selain itu, penggunaan bahan baku lokal juga perlu terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah industri nasional,” tutupnya. (Ilham)
Share:

Kemenperin Pacu Daya Saing IKM Kerajinan Lewat Diversifikasi Produk

Kemenperin Pacu Daya Saing IKM Kerajinan Lewat Diversifikasi Produk. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Sektor industri kerajinan masih terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Selain dikenal sebagai penghasil devisa, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) terus mengakselerasi daya saing pelaku industri kerajinan di daerah agar mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan daya saingnya.

“Konsumen dan buyer produk kerajinan kini semakin menyukai produk yang spesifik, unik, namun tetap memiliki fungsi yang baik, serta memiliki nilai tambah yang berbeda dari lainnya. Karena itu, diversifikasi produk menjadi kunci penting agar produk kerajinan Indonesia semakin kompetitif melalui berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan dan selera pasar,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5).

Menurut Menperin, dinamika pasar yang terus berkembang menuntut pelaku industri untuk sigap beradaptasi dan berinovasi. Diversifikasi produk kerajinan termasuk yang diperlukan, agar hasil karya industri kecil dan menengah mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta beragam.

“Diversifikasi produk adalah penambahan ragam produk secara horizontal dengan tetap menggunakan bahan baku dan proses produksi yang hampir sama. Strategi ini bertujuan memperluas segmen dan target pasar tanpa harus membangun lini produksi baru dari awal,” ujarnya.

Pusat Data dan Informasi Kemenperin mencatat, ekspor industri barang kerajinan nasional pada 2025 mencapai USD 806,63 juta atau tumbuh 15,46 persen dibandingkan 2024 sebesar USD 698,62 juta. Tren positif ini berlanjut pada Januari 2026, dengan nilai ekspor mencapai USD 52,38 juta atau naik 19,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Potensi industri kerajinan masih dapat terus dioptimalkan. Kita perlu mendorong pelaku IKM untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global,” kata Reni.

Dalam rangka mengakselerasi daya saing IKM kerajinan di daerah, Ditjen IKMA menggelar Pendampingan Teknis Diversifikasi Produk IKM Kerajinan di Kabupaten Cirebon pada 14–17 April 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian Road to HUT Dekranas Tahun 2026. Cirebon dipilih sebagai lokasi pendampingan karena dikenal memiliki beragam produk kerajinan khas dan berkualitas.

Reni menambahkan, meskipun terkenal dengan produk kerajinannya, pelaku IKM di Cirebon tetap memerlukan pendampingan agar semakin berani menerapkan diversifikasi produk sesuai tren pasar. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat membantu membaca tren pasar dan mengembangkan ide kreatif baru.

“Pelaku IKM juga dituntut memperkuat strategi pemasaran melalui platform digital agar produk mereka mampu bersaing di pasar domestik dan menjangkau pasar internasional secara lebih luas,” ujarnya.

Ditjen IKMA secara rutin juga menyelenggarakan berbagai program peningkatan daya saing IKM kerajinan melalui bimbingan teknis dan pendampingan, fasilitasi pameran dalam dan luar negeri, layanan klinik kemasan, fasilitasi Kekayaan Intelektual (KI), fasilitasi mesin dan peralatan, sertifikasi produk, restrukturisasi mesin/peralatan, serta program e-smart IKM. Selain itu, Kemenperin berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan sentra IKM kerajinan di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon terus meningkatkan fasilitasi kepada para perajin agar berkembang menjadi lebih kuat dan mandiri. Hal ini sejalan dengan Perda Kabupaten Cirebon Nomor 1 Tahun 2026 tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Cirebon Tahun 2025–2045.

Peraturan daerah tersebut mencakup tiga pilar industri unggulan, yaitu industri makanan dan minuman olahan berbasis pertanian dan hasil laut, industri kerajinan rotan, kayu, dan bambu, serta pakaian jadi dan industri batik.

Selain itu, Dekranasda Kabupaten Cirebon aktif mendukung pembinaan IKM melalui program Akademia Creative Cirebon (ACC), yakni pelatihan dan pendampingan intensif selama enam bulan yang mencakup desain produk, pemilihan bahan baku, efisiensi produksi, manajemen keuangan, legalitas produk, hingga perluasan jejaring pemasaran melalui pameran dan platform digital.

“Salah satu IKM kerajinan kulit berupa merchandise binaan program ACC kini telah berhasil memasarkan produknya hingga ke Rusia. Ini membuktikan bahwa pendampingan berkelanjutan mampu membuka akses pasar ekspor bagi IKM daerah,” pungkas Budi. (Ilham)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING