Kepala Perpusnas Ajak Orang Tua dan Pegiat Literasi Bijak Manfaatkan Bacaan Digital untuk Anak

Kepala Perpusnas Ajak Orang Tua dan Pegiat Literasi Bijak Manfaatkan Bacaan Digital untuk Anak. (Dok. Perpusnas)

Jawa Barat, WaraWiri.net - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, mengajak orang tua, pegiat literasi, dan para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan sarana teknologi digital memperluas akses bacaan berkualitas bagi anak, sekaligus membangun budaya literasi sejak dini.

Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan “Silaturahmi Stakeholders Pengembangan Budaya Baca dan Literasi Kabupaten Pangandaran” di Saung Sagati, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026).

Pada momen tersebut, Kepala Perpusnas hadir bersama Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pangandaran, Heri Gustari. 

Menurut Kepala Perpusnas, perkembangan teknologi digital merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Maka dari itu, masyarakat perlu menyikapinya secara bijak agar tidak tergerus oleh derasnya arus informasi digital. 

"Dunia digital tidak bisa dihindari. Sehingga, yang diperlukan adalah bagaimana kita menyiasatinya agar jangan sampai kita tergilas oleh dunia digital ini," ujarnya.

Ia menegaskan, peran orang tua menjadi kunci dalam mendampingi anak mengakses berbagai konten digital. Orang tua perlu berperan sebagai penyaring agar anak memperoleh konten yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya. 

"Tanggung jawabnya tidak diberikan kepada anak, tetapi justru filternya harus mulai dari orang tua. Jangan membiarkan anak bebas mengakses setiap konten," tegasnya.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, orang tua, pegiat literasi, dan peserta lainnya turut menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai penguatan budaya baca di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpusnas mengajak para pegiat literasi untuk memanfaatkan berbagai platform bacaan digital yang telah disediakan pemerintah sebagai alternatif sumber bacaan berkualitas bagi anak.

Selain pendampingan orang tua, Aminudin mendorong para pegiat literasi untuk mengenalkan berbagai sumber bacaan digital yang telah tersedia secara gratis. Ia mengungkapkan Perpusnas telah menyediakan ribuan koleksi buku digital. 

"Mau buku digital, audiobook, maupun komik, semuanya sudah tersedia di iPusnas dan BintangPusnas Edu, ini semua gratis sehingga semakin memudahkan anak-anak maupun pegiat literasi memperoleh bahan bacaan yang berkualitas. Sumber bacaan sekarang sebetulnya tidak sulit diakses. Pertanyaannya, kita tahu atau tidak sumber-sumber itu," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, Perpusnas juga terus mengembangkan komik edukatif yang mengangkat tokoh dan khazanah budaya Indonesia, seperti serial Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Cerita Panji, hingga berbagai hikayat Nusantara. Pengembangan bahan bacaan tersebut memanfaatkan naskah-naskah yang telah diakui sebagai Memory of the World sehingga diharapkan mampu memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia kepada generasi muda melalui media yang lebih menarik.

Dalam kesempatan tersebut, Perpusnas turut menyerahkan bantuan bahan bacaan sebagai dukungan terhadap penguatan budaya baca di Kabupaten Pangandaran. Bantuan yang diberikan kepada komunitas literasi di Kabupaten Pangandaran berjumlah 206 judul sebanyak 222 eksemplar, sedangkan untuk Pemerintah Kabupaten Pangandaran diserahkan 99 judul sebanyak 100 eksemplar.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkaya koleksi bahan bacaan sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dan komunitas literasi dalam menumbuhkan budaya baca di Kabupaten Pangandaran. (Burhan)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING