Sulawesi Tengah, WaraWiri.net - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali tunjukkan produktivitasnya dengan melaksanakan panen sayuran kangkung 50 kg dan bayam 30 kg di Sarana Edukasi Asimilasi (SAE), Desa Langaleso, Senin (13/4). Kegiatan ini merupakan program pembinaan kemandirian yang berfokus pada sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan,
Panen yang dilakukan ini menjadi bukti nyata Warga Binaan mampu memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal. Dengan bimbingan petugas dan pendampingan berkelanjutan, proses penanaman hingga panen berjalan dengan baik, menghasilkan sayuran yang segar dan berkualitas.
Selain sebagai sarana pembinaan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat kerja bagi Warga Binaan. Program SAE di Desa Langaleso sendiri menjadi wadah edukasi yang efektif dalam mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Palu, Makmur, menjaskan pihaknya menghadirkan SAE sebagai wadah pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan agar mereka memiliki bekal bermanfaat saat kembali ke masyarakat.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai penting, seperti rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat kerja sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih produktif dan mandiri,“ ungkapnya.
Salah seorang Warga Binaan Lapas Palu yang mengikuti program pembinaan pertanian di Lokasi SAE Desa Langaleso, Aco, mengungkapkan pembinaan pertanian yang mereka dapatkan sangat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan dan meningkatkan kembali rasa tanggung jawab.
“Kegiatan ini tidak hanya mengisi waktu dengan hal positif, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kerja. Kami bangga bisa ikut berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan,“ tuturnya.
Keberhasilan panen kangkung dan bayam ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi Warga Binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan sekitar. Lapas Palu pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. (Siti)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar