Indonesia Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional, Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemerintah Inggris

Indonesia Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional, Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemerintah Inggris. (Dok. Kemenhut)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah Indonesia secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik. Langkah besar ini ditandai dengan pertemuan bersama perwakilan Pemerintah Inggris di Jakarta, Selasa (21/4/2026), yang juga dihadiri oleh pimpinan dan anggota gugus tugas.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi, dalam hal ini juga merupakan Ketua Satgas, Hashim Djojohadikusumo, didampingi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai Wakil Ketua Satgas. Turut hadir perwakilan Pemerintah Inggris, UK Special Representative for Nature Ruth Davis, Duta Besar Inggris Dominic Jermey, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, dan Direktur Eksekutif/CEO Yayasan WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda.

Dalam arahannya, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 sebagai payung hukum resmi pembentukan Satgas ini.

"Pemerintah Inggris telah mengalokasikan 2 juta poundsterling untuk mendukung inisiatif ini, sementara Indonesia mengalokasikan 120 juta dolar dari APBN untuk Taman Nasional Way Kambas. Ini adalah komitmen nyata di tengah tekanan finansial global," ujar Hashim.

Perwakilan Khusus Inggris untuk Alam Ruth Davis, mengatakan Indonesia menunjukkan kepemimpinan global yang nyata melalui pembentukan Satuan Tugas Presiden ini untuk memperkuat pendanaan, tata kelola, dan perlindungan taman nasional. Hal ini menunjukkan fokus Indonesia untuk memastikan pendanaan jangka panjang yang berkelanjutan, sehingga taman nasional dapat lebih optimal melindungi keanekaragaman hayati, memperkuat kapasitas para penjaga kawasan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat dan komunitas lokal.

"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara dalam melindungi alam dan keanekaragaman hayati, sejalan dengan Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia. Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI), Inggris bangga dapat mendukung Satuan Tugas baru ini melalui berbagi keahlian teknis, implementasi awal pendekatan pendanaan yang berintegritas tinggi, serta memanfaatkan jejaring kami untuk menghubungkan prioritas Indonesia dengan pendanaan filantropi dan sektor swasta, termasuk di City of London. Dengan tata kelola publik yang kuat, perlindungan yang jelas, serta komitmen terhadap reformasi regulasi secara menyeluruh, Satuan Tugas Presiden ini berpotensi menempatkan Indonesia sebagai tolok ukur global dalam melindungi dan menjaga keberlanjutan aset-aset alam yang sangat penting," terangnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menambahkan, meskipun Indonesia memiliki 57 taman nasional seluas 18 juta hektare, saat ini kebutuhan pendanaan konservasi perlu dioptimalkan.

"Kita harus jujur bahwa pendanaan saat ini belum mencukupi. Taman nasional kita selama ini masih menjadi pusat biaya (cost center), dan kita harus mengubahnya menjadi lebih mandiri," tegas Menhut.

Sebagai langkah konkret, Kemenhut mengusulkan lima skema transformasi. Pertama, perubahan status taman nasional menjadi BLU agar pendapatan yang dihasilkan dapat dikelola secara mandiri dan profesional. Untuk tahap awal, TN Komodo, TN Bromo Tengger Semeru, dan TN Gunung Rinjani akan menjadi proyek percontohan. Kedua, memperkuat pengembangan kapasitas pengelolaan taman nasional, termasuk penguatan Polisi Hutan. Ketiga, memperkuat peran lembaga pembiayaan, melalui IBiofund (Indonesia Biodiversity Fund) yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Keempat, partisipasi masyarakat dan pembagian manfaat. Kelima, perlindungan koridor satwa dan langkah-langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM).

Aditya Bayunanda, CEO Yayasan WWF-Indonesia mengatakan WWF-Indonesia sangat mengapresiasi Pemerintah Indonesia untuk membangun alternatif pembiayaan yang inovatif bagi taman nasional dan lanskap di luar taman nasional yang penting untuk konservasi di
Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak termasuk dari Pemerintah Inggris, swasta dan pihak lainnya, WWF-Indonesia memiliki keyakinan bahwa inisiatif ini dapat menjaga keberlangsungan hidup berbagai spesies ikonik di Indonesia termasuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang hidup di sekitar taman nasional dan konservasi bentang alam lainnya

"Melalui inisiatif ini, Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadi bagian dari model pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kemitraan antara Indonesia dan Inggris di sektor kehutanan diharapkan tidak hanya menjadi kolaborasi program, tetapi juga mencerminkan visi bersama dalam mewujudkan masa depan yang hijau dan berkelanjutan," tuturnya.

Kemitraan ini bukan sekadar kolaborasi program, melainkan visi bersama untuk masa depan yang hijau. Pemerintah ingin memastikan konservasi tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan. (Zikry)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING