Setjen DPR RI Gandeng BNN demi Cegah Narkoba di Lingkungan ASN

Inspektur Utama Setjen DPR RI Rusdi Hartono saat membuka Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan Obat-obatan Terlarang bagi ASN di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). 

Inspektur Utama Setjen DPR RI Rusdi Hartono menyampaikan upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, tes urine, serta pemantauan perilaku pegawai untuk menjaga lingkungan kerja yang sehat dan profesional.

"Hari ini Sekretariat Jenderal DPR RI bekerja sama dengan BNN melaksanakan sosialisasi dalam rangka pencegahan terhadap bahaya narkoba, khususnya di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI," ujar Rusdi saat membuka Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan Obat-obatan Terlarang bagi ASN di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia menegaskan, pencegahan penyalahgunaan narkoba penting dilakukan karena keterlibatan pegawai dalam penggunaan zat terlarang dapat berdampak terhadap kinerja institusi secara keseluruhan. Karena itu, terangnya, seluruh pegawai perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai bahaya narkoba dan menjaga lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan zat terlarang.

"Apabila ada pegawai yang terlibat dengan narkoba, ini akan sangat memengaruhi kinerja Sekretariat Jenderal DPR RI secara keseluruhan," tegasnya.

Rusdi menjelaskan, langkah pencegahan tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi dan tes urine, tetapi juga melalui pengawasan internal. Sebagai informasi, Inspektorat Utama membentuk tim untuk memantau perilaku pegawai guna mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba sedini mungkin.

"Apabila kita temukan ada pegawai-pegawai yang kita curigai menggunakan narkoba, tentunya kami bersama-sama pimpinan di sini akan melakukan langkah-langkah agar perilaku-perilaku tersebut bisa kita kendalikan dan tidak meluas kepada pegawai yang lainnya," pungkasnya. (Budi)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING