Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menegaskan pentingnya kolaborasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Danantara dalam mendukung visi pembangunan Indonesia. Hal tersebut Menkeu Suahasil dalam acara Danantara Technology Innovation and Investment Forum, Senin (26/10).
Menkeu menjelaskan bahwa APBN dan Danantara adalah dua tangan yang bekerja dan berperan yang saling melengkapi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Ketika ada ide besar mengenai visi besar mengenai Indonesia, ada dua tangan yang bekerja. Tangan pertama adalah APBN. Tangan kedua adalah Danantara sebagai investment arms of the Republic of Indonesia. Kita harus bekerja sama dengan sangat erat,” jelas Menkeu.
Menkeu menambahkan, APBN mencakup sekitar 14–15 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mencapai sekitar Rp25.000 triliun. Sebagian besar aktivitas ekonomi nasional dihasilkan oleh masyarakat dan dunia usaha melalui konsumsi, investasi, serta perdagangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengorkestrasi berbagai potensi tersebut agar seluruh pelaku ekonomi dapat berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan dan kesejahteraan yang lebih tinggi.
“Yang menciptakan itu adalah seluruh masyarakat. Rumah tangga yang melakukan konsumsi. Perusahaan yang melakukan investasi, para eksportir yang melakukan ekspor,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Menkeu menekankan bahwa belanja negara perlu diarahkan pada sektor dan program yang memberikan dampak pengganda (multiplier effect) paling besar bagi perekonomian. Kebijakan fiskal harus mampu mendorong kegiatan ekonomi sekaligus menciptakan manfaat yang optimal dari sumber daya yang tersedia.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menegaskan bahwa APBN memiliki tiga tujuan utama, yaitu menumbuhkan perekonomian, menjaga stabilitas, dan mempertahankan kredibilitas fiskal. Fungsi stabilisasi menjadi penting untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah ketidakpastian global, sementara kredibilitas fiskal dipertahankan melalui pengelolaan defisit yang terukur.
“APBN harus bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi. Kedua, APBN harus menstabilkan. Dan yang ketiga APBN-nya harus tetap credible, harus tetap sehat,” tegas Menkeu.
Melalui kolaborasi APBN dan Danantara, pemerintah terus berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi nasional untuk mewujudkan visi pembangunan Indonesia dengan tetap menjaga kesehatan dan kredibilitas fiskal. (Isna)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar