Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggaungkan gerakan Laut Sehat Bebas Sampah (Laut SEBASAH) sebagai bagian dari rangkaian Hari Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan menuju peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-27.
Aksi yang dilakukan berupa deklarasi bersama, aksi bersih pantai, dan penanaman 100 bibit cemara laut di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Pantai Baru Pandansimo, Desa Poncosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (22/10) lalu.
“Laut merupakan sumber pangan dan penghidupan masyarakat. Karena itu, menjaga kesehatan laut adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu kami mendorong kita semua untuk bijaksana dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, dan gerakan ini butuh kolaborasi lintas sektor,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (25/10).
Aksi bersama di Pantai Baru Pandansimo diikuti sekitar 250 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, nelayan, pelaku usaha, masyarakat pesisir, mitra lingkungan, pengelola sampah, hingga pelajar.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, menambahkan, sampah plastik menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesehatan laut karena dapat terbawa melalui aliran sungai, kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, serta aktivitas di pelabuhan dan laut. Untuk itu penanganannya perlu dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari pencegahan, pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular.
“Inilah pentingnya kita terus mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah sejak dari rumah agar sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dikelola serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja yang mewakili Bupati Bantul menyampaikan apresiasi kepada KKP karena telah memilih Pantai Baru Pandansimo sebagai lokasi deklarasi Laut SEBASAH dan aksi bersih pantai. Ia berharap gerakan menjaga kebersihan pantai dapat dilakukan secara konsisten, tidak hanya saat kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, kelestarian pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga daya tarik wisata dan mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk nelayan dan pelaku usaha di sekitar kawasan Pantai Baru Pandansimo.
“Tugas kita bersama adalah menjaga dan melestarikan laut agar potensi di dalamnya terus memberikan manfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemilihan Pantai Baru Pandansimo sendiri karena berada di kawasan KNMP yang menjadi ruang aktivitas nelayan, masyarakat pesisir, dan pelaku usaha wisata.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan diawali dengan deklarasi Laut SEBASAH dan penandatanganan komitmen bersama, kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih pantai melalui pengumpulan, pemilahan, penimbangan, pendataan, dan pengangkutan sampah untuk penanganan lebih lanjut. Selain aksi bersih pantai, penanaman 100 bibit cemara laut dilakukan untuk mendukung perlindungan kawasan pesisir. (Junaedi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar