Panen 35 Ikat Sayuran Hidroponik, Lapas Bandanaira Perkuat Program Ketahanan Pangan

Panen 35 Ikat Sayuran Hidroponik, Lapas Bandanaira Perkuat Program Ketahanan Pangan. (Dok. Ditjenpas)

Banda Neira, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira panen sayuran hasil budidaya hidroponik di area brandgang, Rabu (16/9). Kegiatan panen diikuti Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, bersama Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda, pejabat struktural, peserta magang, serta Warga Binaan yang terlibat dalam pembinaan kemandirian di bidang pertanian.

Sebanyak 35 ikat sayuran berhasil dipanen, terdiri atas 15 ikat kangkung dan 20 ikat selada. Kedua jenis sayuran tersebut dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas di Lapas Bandanaira.

Selain mendukung program ketahanan pangan, budidaya hidroponik menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan pertanian yang produktif. Kegiatan tersebut juga memberi pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan Warga Binaan.

Abdul Samad Rumuar menyampaikan apresiasi atas hasil panen yang diperoleh.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa melaksanakan panen sayuran dengan hasil yang sangat memuaskan. Kali ini kami memanen kangkung dan selada. Saya sangat bersyukur karena tanaman yang dirawat dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang cukup bagus. Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat, serta menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian di sini,” ujar Samad.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda, Alwi Arif, menilai keberhasilan panen hidroponik merupakan hasil dari konsistensi dan kedisiplinan dalam merawat tanaman.

“Keberhasilan panen hidroponik kita bukan karena keajaiban, tetapi karena konsistensi setiap hari. Memeriksa air, nutrisi, dan kebersihan adalah latihan kedisiplinan. Jika kita mampu bertanggung jawab pada tanaman ini, kita pasti bisa menata masa depan yang lebih baik di luar sana,” ungkap Alwi.

Salah satu Warga Binaan, Adi, turut menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi pengalaman dalam merawat tanaman hingga siap dipanen.

“Alhamdulillah, saya senang bisa ikut merawat tanaman sampai akhirnya dapat dipanen. Dari kegiatan ini saya belajar lebih teliti dan bertanggung jawab dalam merawat tanaman,” ujarnya.

Lapas Bandanaira terus mendorong pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Budidaya hidroponik diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan yang belum produktif. (Alif)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING