Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam High Level Meeting antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia yang berlangsung di Bank Indonesia, Kamis (24/9).
Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia akan terus diperkuat baik secara bilateral maupun dalam konteks Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Koordinasi tersebut penting untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan selaras sesuai mandat masing-masing.
“Kita akan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam konteks KSSK dengan satu pemahaman bahwa yang paling penting untuk Republik kita ini adalah bagaimana menumbuhkan sektor riil, bagaimana menumbuhkan sektor-sektor di perekonomian yang bekerja. Karena sektor-sektor ini yang menciptakan nilai tambah, sektor-sektor ini yang menciptakan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menkeu Suahasil.
Menkeu Suahasil menambahkan, sinergi kebijakan sangat dibutuhkan dalam mendorong pertumbuhan dan menciptakan kesempatan kerja, sekaligus melindungi masyarakat.
“Karena itu kita cari terus sinergi kita sehingga di dalam mandat kebijakan kita masing-masing, kita bisa terus menumbuhkan perekonomian, menumbuhkan ekonomi, dan juga melindungi masyarakat kita,” imbuhnya.
Koordinasi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga terus dijaga dalam pengelolaan likuiditas dan pembentukan suku bunga di perekonomian. Menkeu menyampaikan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada bank-bank Himbara dilakukan secara terukur dengan koordinasi erat bersama Bank Indonesia dan bank-bank Himbara yang berada di bawah Danantara.
“Termasuk soal SAL yang ditempatkan di Bank Himbara, di dalam update APBN KiTA yang lalu telah kami sampaikan bahwa kita melanjutkan dengan cara yang sangat terukur dan dalam koordinasi yang sangat erat dengan Bank Indonesia dan juga dengan Bank-Bank Himbara yang ada di bawah Danantara,” jelas Menkeu.
Lebih lanjut, dalam hal strategi pembiayaan APBN, Menkeu Suahasil memastikan diskusi dengan Bank Indonesia juga tetap berjalan baik sehingga pembiayaan tetap dikelola secara pruden dengan mempertimbangkan kebutuhan kas pemerintah, kondisi pasar, biaya, risiko, serta kesinambungan fiskal.
“Strategi penerbitan surat berharga negara, surat perbendaharaan negara ini kita diskusikan dengan Bank Indonesia. Karena harus memperhatikan kebutuhan kas pemerintah, kondisi pasar, biaya, risiko, dan juga kesinambungan fiskal,” ungkapnya.
Menkeu Suahasil menambahkan, keselarasan kebijakan fiskal dan moneter tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan agar tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung aktivitas ekonomi.
“Stabilitas adalah fondasi kita. Melalui KSSK bersama Bank Indonesia, OJK, LPS, dan Danantara kita akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan agar sektor keuangan kita mampu menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi kita,” pungkas Menkeu Suahasil. (Putra)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar