BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG, Sekolah Diminta Tak Segan Laporkan SPPG Bermasalah

BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG, Sekolah Diminta Tak Segan Laporkan SPPG Bermasalah. (Dok. BGN)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian langsung terhadap layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah masing-masing. Melalui aplikasi tersebut, sekolah nantinya dapat memberikan rating sekaligus catatan mengenai kualitas layanan MBG.

Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah, Selasa (15/9).

Ia menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar BGN memperoleh umpan balik langsung dari sekolah terkait pelaksanaan MBG di lapangan, mulai dari kualitas menu hingga ketepatan waktu pengiriman.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu,” ujar Mas Dar.

Melalui sistem tersebut, kepala sekolah dapat memberikan penilaian berupa bintang terhadap berbagai aspek layanan yang diberikan oleh SPPG.

“Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan,” katanya.

Menurutnya, aplikasi tersebut penting karena sekolah merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan layanan MBG dan peserta didik merupakan konsumen yang harus mendapatkan pelayanan yang sesuai. Karena itu, ia meminta kepala sekolah dan guru tidak segan menyampaikan keluhan maupun laporan apabila menemukan layanan yang tidak sesuai.

“Kami ingin lebih banyak mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua. Dan saya minta dan saya mohon kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami,” tegasnya.

Ia juga meminta sekolah untuk tidak berhenti pada teguran kepada SPPG, apabila persoalan tidak segera diperbaiki maka sekolah bisa meyampaikan langsung kepadanya melalui email yang telah disediakan.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” ujarnya.

BGN, kata dia, akan menindaklanjuti laporan yang masuk, terutama jika menyangkut ketidaksesuaian standar layanan dan keamanan pangan.

“Dapur itu memang tidak takut sama Kepala Sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa terkoneksi dengan semua Kepala Sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia berharap konektivitas tersebut membuat setiap komplain, masalah, maupun keluhan dari sekolah dapat segera diterima dan ditindaklanjuti BGN. (Remondies)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING