Jakarta, WaraWiri.net - Indonesia dan Bulgaria memiliki sejumlah kesamaan dalam perkembangan sektor industri. Di tengah karakter ekonomi dan potensi sumber daya yang berbeda, kedua negara sama-sama memiliki industri manufaktur yang berkembang dan mencakup berbagai sektor strategis, antara lain pada industri makanan dan minuman, otomotif, mesin dan peralatan, logam, serta produk kimia.
Berbagai sektor tersebut tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui perdagangan, investasi, penguasaan teknologi, dan kerja sama antarpelaku industri. Oleh karena itu, kedua negara melakukan pertemuan yang membahas kerja sama konstruktif untuk memperkuat industri di Indonesia maupun Bulgaria.
“Kami memandang pertemuan ini sebagai bentuk konkret dari upaya bersama untuk terus memajukan sektor perekonomian, khususnya di bidang industri dan manufaktur,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (21/9).
Kerja sama tersebut memiliki dasar ekonomi yang terus berkembang. Pada 2025, total perdagangan Indonesia dan Bulgaria mencapai sekitar USD230,5 juta, dengan tren pertumbuhan rata-rata 13,34 persen selama 2021–2025. Ekspor Indonesia ke Bulgaria mencapai USD147,4 juta pada 2025 dan mencatat tren pertumbuhan rata-rata 31,13 persen dalam periode yang sama. Produk Indonesia yang masuk ke pasar Bulgaria antara lain bijih dan terak, aluminium, karet, besi dan baja, produk sawit dan turunannya, serta kertas.
Dari sisi investasi, nilai investasi Bulgaria di Indonesia selama 2021–2025 mencapai USD5,59 juta. Nilai tersebut menjadi bagian dari hubungan ekonomi kedua negara yang masih memiliki ruang untuk dikembangkan, terutama melalui investasi di sektor manufaktur. Sejumlah peluang yang dapat dijajaki mencakup pembangunan fasilitas produksi pada industri agro, mesin perkakas, serta pengembangan klaster industri.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy menyampaikan, kerja sama industri Indonesia dan Bulgaria dapat dikembangkan tidak hanya melalui perdagangan, tetapi juga investasi dan pertukaran pengetahuan.
“Kerja sama Indonesia dan Bulgaria dapat diarahkan pada penguatan industri bernilai tambah, pengembangan fasilitas produksi, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi. Pengalaman Bulgaria dalam pengembangan klaster industri juga dapat menjadi referensi bagi pengembangan kawasan industri di Indonesia,” ujarnya.
Pengembangan klaster industri menjadi salah satu bidang yang dapat dipelajari bersama. Model ini mempertemukan perusahaan, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam satu ekosistem untuk mendukung perkembangan industri. Indonesia terbuka untuk mempelajari pengalaman Bulgaria dalam penerapan model klaster industri di Eropa, termasuk pengembangan Eco-Industrial Park. Sebaliknya, Indonesia memiliki pengalaman pengembangan kawasan industri yang dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan.
“Potensi kerja sama teknologi tinggi juga menjadi bagian yang menarik untuk ditindaklanjuti. Sejumlah perusahaan Bulgaria memiliki kompetensi di bidang yang relevan dengan kebutuhan pengembangan industri Indonesia, sehingga peluang transfer teknologi, kemitraan, maupun investasi bersama dapat dijajaki lebih lanjut,” tambah Tri.
Dalam pertemuan Wamenperin Faisol dengan Wakil Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria, Mihaela Georgieva Karadimova pada Senin (14/9), pembahasan terkait penguatan hubungan industri kedua negara turut mencakup akses pasar. Indonesia menyampaikan peluang untuk meningkatkan ekspor produk industri nasional ke Bulgaria sekaligus menjajaki peran Bulgaria sebagai salah satu pintu masuk menuju pasar Uni Eropa.
Wamenperin menuturkan, produk yang berpotensi dikembangkan antara lain panel surya dan peralatannya, alat kesehatan, karet, produk sawit, ikan kaleng, dan kakao. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui business matching, identifikasi kebutuhan industri, dan fasilitasi informasi mengenai persyaratan pasar.
Pertemuan Indonesia dan Bulgaria diharapkan memperluas kerja sama ekonomi kedua negara dari perdagangan menuju hubungan industri yang lebih beragam, mulai dari investasi dan pengembangan fasilitas produksi hingga teknologi, sumber daya manusia, dan akses pasar.
“Tahun 2026 merupakan momentum yang istimewa bagi hubungan Indonesia dan Bulgaria karena kedua negara memperingati 70 tahun hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak tahun 1956. Peringatan 70 tahun ini menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat kerja sama industri yang saling menguntungkan dan dapat ditindaklanjuti secara konkret,” pungkas Faisol. (Putra)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar