Jakarta, WaraWiri.net - Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 Kemenimipas. Tidak hanya bagi warga binaan dan petugas, kegiatan tersebut turut menyisir masyarakat sekitar unit pelaksana teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas presiden. Kegiatan tersebut dapat terealisasi melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Emtek group selaku mitra strategis.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa kolaborasi strategis menjadi salah satu upaya dalam membangun program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan, sekaligus wujud komitmen nyata kita bersama dalam menyukseskan program prioritas pemerintah terkait penyediaan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat," ujar Menteri Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus turut menjelaskan bahwa Kemenimipas telah memiliki fasilitas kesehatan di berbagai UPT hingga ke daerah-daerah. Fasilitas tersebut harus dioptimalkan demi memberikan manfaat tidak hanya kepada warga binaan, melainkan juga kepada masyarakat luas.
"Kami kemarin buat surat (kepada Kemenkes) untuk minta supaya klinik-klinik kami yang ada di Lapas dan Rutan (Rumah Tahanan Negara) ini ditambah fasilitas kesehatannya, sehingga kami bukan hanya bisa memberikan pelayanan kepada warga binaan, namun juga bisa memberikan pelayanan kepada warga sekitar yang ada di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia, ucap Menteri Agus.
Menutup sambutannya, Menteri Agus turut menekankan kepada seluruh jajaran Kemenimipas agar memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi terhadap negara.
"Jadi kami beserta jajaran, selalu saya ingatkan kepada seluruh pegawai, walaupun kecil kita harus bisa memberikan kontribusi bagi apa yang menjadi target dan cita-cita Bapak Presiden," ujar Menteri Agus.
Secara nasional, program CKG dan skrining TBC Kemenimipas menargetkan 81.000 orang. Hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 29.376 orang telah mendapatkan pemeriksaan, yang terdiri atas 26.910 Warga Binaan dan 2.466 petugas Pemasyarakatan.
Di tingkat UPT, pelaksanaan CKG dan rontgen dada untuk skrining TBC juga dilaksanakan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dengan target pemeriksaan sebanyak 2.097 Warga Binaan. Pemeriksaan ditargetkan dapat menjangkau sekitar 200 orang per hari.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Oktavianus, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program yang dilaksanakan oleh Kemenimipas ini sejalan dengan program prioritas nasional. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk perpanjangan tangan dari program Kementerian Kesehatan.
"Kami dari Kementerian Kesehatan sangat menyambut baik kegiatan ini. Dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 81 Republik Indonesia, Kementerian Imipas menyelenggarakan suatu kegiatan yang mendukung program daripada Kementerian Kesehatan," ujar Wakil Menteri Kesehatan.
Melalui kegiatan pemeriksaan Katarak dan Cek Kesehatan Gratis, Kemenimipas terus berkomitmen dalam mendukung program prioritas nasional. Kegiatan tersebut menjadi upaya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi internal institusi, melainkan juga kepada masyarakat luas. Kegiatan ini sekaligun menjadi implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas terutama dalam program layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan. (Burhan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar