Bappenas Resmi Buka Indonesia's SDGs Action Awards 2026, Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Tunjukkan Aksi Nyata Percepatan SDGs

Bappenas Resmi Buka Indonesia's SDGs Action Awards 2026, Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Tunjukkan Aksi Nyata Percepatan SDGs. (Dok. Bappenas)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Kick Off Meeting Indonesia's SDGs Action Awards (SAA) 2026 secara daring, Kamis (6/8). Agenda yang telah dilaksanakan kelima kalinya ini mengusung tema "Aksi Nyata untuk Akselerasi Pencapaian SDGs Menuju 2030".

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy membuka rangkaian SAA 2026 dan menekankan target di 2030 dan komitmen terhadap SDGs harus segera diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. "Kita tidak lagi cukup berhenti pada komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi kebijakan, program, inovasi, layanan, model usaha, pembiayaan, dan kemitraan yang menghasilkan perubahan nyata," ujar Menteri Rachmat Pambudy.

Penghargaan ini akan diberikan ke tujuh kategori pemangku kepentingan, yakni Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten, Organisasi Masyarakat Sipil, Filantropi, Perguruan Tinggi, Perusahaan Besar, serta Koperasi dan UMKM.

Menteri Rachmat Pambudy menegaskan bahwa SAA 2026 bukan hanya kompetisi untuk mencari program dengan anggaran terbesar atau publikasi terbanyak. “Praktik relevan, efektif, inklusif, berbasis bukti, berkelanjutan, dan berpotensi mempercepat pencapaian SDGs ini yang menjadi fokus pencarian dalam ajang ini. Melalui SAA 2026, Kementerian PPN/Bappenas mengajak seluruh peserta untuk mengubah pertanyaan dari apa yang telah dilakukan menjadi perubahan apa yang telah dihasilkan, siapa yang memperoleh manfaat, dan bagaimana dampaknya dapat diperluas,” imbuh Menteri Rachmat Pambudy.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo menyampaikan bahwa agenda ini merupakan undangan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melihat kembali perjalanan pembangunan berkelanjutan, mengenali berbagai solusi yang telah menghasilkan perubahan, serta memperkuat aksi bersama menuju 2030.

Deputi Teguh menyoroti tiga pesan utama tahun ini, yakni perlunya aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, akselerasi melalui pendekatan yang lebih efektif dan perluasan solusi yang terbukti, serta kolaborasi lintas sektor dengan tujuan bersama dan pembagian peran yang jelas.

"SDGs ini merupakan tanggung jawab kita bersama, kolaborasi semua pihak kita perlukan, bukan hanya sekadar jumlah institusi yang terlibat, tapi kita perlu menyamakan tujuan, membagi peran yang jelas, berkontribusi nyata, dan saling melengkapi satu dengan yang lain," tegas Deputi Teguh.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, SAA telah menjadi ruang apresiasi bagi pemerintah dan aktor nonpemerintah yang berkontribusi terhadap pencapaian SDGs. Pada penyelenggaraan tahun ini, SAA semakin diperkuat sebagai platform nasional untuk menemukan, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan praktik-praktik yang benar-benar menghasilkan perubahan nyata.

Untuk kategori Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten, pelaksanaannya berkolaborasi dengan PT Surveyor Indonesia melalui skema Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM), sebuah kolaborasi yang telah memperluas partisipasi pemerintah daerah sekaligus memperkuat upaya mengenali inovasi pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Pendaftaran SAA 2026 dibuka mulai 5 Agustus hingga 14 September 2026. Seluruh pemangku kepentingan dari tujuh kategori dapat mendaftarkan program dan inovasi terbaik mereka. Informasi lengkap mengenai mekanisme dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui tautan sdgs-awards.bappenas.go.id. (Evi)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING