Jakarta, WaraWiri.net - KCIC mengimbau masyarakat untuk mewaspadai nomor WhatsApp tidak resmi yang menawarkan layanan dengan mengatasnamakan Whoosh. Masyarakat diminta untuk memastikan hanya berkomunikasi melalui Whoosh Contact Center resmi di 0811-8888-111 yang telah terverifikasi dengan centang biru, serta melakukan transaksi melalui kanal resmi Whoosh.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pelaku penipuan dapat menggunakan nama, logo, jadwal perjalanan, hingga materi visual Whoosh untuk meyakinkan masyarakat seolah-olah layanan tersebut berasal dari kanal resmi. KCIC tidak pernah mengarahkan pembayaran tiket ke rekening pribadi maupun rekening yang disampaikan melalui nomor WhatsApp tidak resmi.
“Berbagai informasi resmi Whoosh dapat dengan mudah disalin dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh,” ujar Eva.
Salah satu modus yang ditemukan bermula dari iklan di media sosial yang mengatasnamakan Whoosh dan mengarahkan masyarakat ke nomor WhatsApp tidak resmi. Pelaku kemudian memberikan jadwal perjalanan yang menyerupai informasi resmi, meminta pengisian data pribadi, serta mengarahkan pembayaran ke rekening perorangan. Pelaku juga dapat menawarkan promo atau fasilitas perjalanan yang tidak sesuai dengan layanan resmi Whoosh.
KCIC menegaskan tiket Whoosh hanya dapat dibeli melalui kanal penjualan resmi, yaitu Aplikasi Whoosh, ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun Whoosh, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
Sementara itu, Whoosh Contact Center 0811-8888-111 melayani kebutuhan informasi, kritik, saran, pengaduan, hingga pemesanan rombongan dan voucher tiket Whoosh. Setiap pembayaran melalui layanan tersebut harus mengikuti mekanisme resmi dan tidak pernah ditujukan ke rekening pribadi.
Eva mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, kata sandi, maupun informasi pembayaran kepada pihak yang tidak dikenal. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap tautan atau dokumen mencurigakan yang dikirim melalui nomor tidak resmi.
“Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi dan transaksi, simpan bukti percakapan, blokir nomor tersebut, serta laporkan kepada platform terkait dan Whoosh Contact Center. KCIC terus meningkatkan edukasi dan pemantauan terhadap penyalahgunaan nama Whoosh untuk membantu melindungi masyarakat dari potensi penipuan,” tutup Eva. (Alif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar