KPK Ajak Anak Indonesia Tumbuh Berintegritas dalam Peringatan Hari Anak Nasional

KPK Ajak Anak Indonesia Tumbuh Berintegritas dalam Peringatan Hari Anak Nasional. (Dok. KPK)

Depok, WaraWiri.net - Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperluas pendidikan antikorupsi kepada generasi muda melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), KPK menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dalam peringatan Hari Anak Nasional bertema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" di Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Melalui booth edukasi KPK, ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan diajak mengenal nilai-nilai integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian melalui beragam aktivitas interaktif. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan korupsi jangka panjang yang menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membangun budaya antikorupsi sejak usia dini.

Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianthi, menegaskan bahwa anak-anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, selain memastikan kesejahteraan anak, pendidikan yang membentuk karakter dan integritas juga harus menjadi perhatian utama.

“KPK memandang anak sangat penting karena selain kita membangun kesejahteraannya, kita juga harus membangun pendidikannya supaya nantinya anak menjadi anak yang berintegritas dan kelak akan menjadi pemimpin Indonesia yang berintegritas serta membawa Indonesia menjadi Indonesia maju,” ujar Dian.

Edukasi Antikorupsi Dikemas Menyenangkan

Menurut Dian, keterlibatan KPK dalam peringatan Hari Anak Nasional di Universitas Indonesia merupakan bagian dari kolaborasi dengan KemenPPPA untuk memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi kepada anak-anak. Melalui booth yang disiapkan, KPK menghadirkan berbagai kegiatan interaktif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas secara menyenangkan.

Anak-anak dapat mengikuti beragam aktivitas, mulai dari kuis "Roda Ceria Si Kumbi", pertunjukan boneka "Kumbi and Friends", permainan edukatif, kegiatan mewarnai tokoh-tokoh Kumbi, board game antikorupsi, hingga permainan digital berbasis Quizizz. Seluruh kegiatan dirancang agar pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian lebih mudah dipahami sesuai usia peserta.

Kepala Satuan Tugas Jejaring Pendidikan KPK, Bariroh Barir, menjelaskan bahwa selama ini KPK rutin memperingati Hari Anak Nasional dengan mengundang anak-anak dari sekolah sekitar kantor KPK. Namun, keterbatasan kapasitas membuat jangkauan peserta masih terbatas.

“Melalui kerja sama dengan KemenPPPA, audiens yang terlibat menjadi jauh lebih besar. Ini menjadi peluang yang sangat baik bagi KPK untuk memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada lebih banyak anak,” kata Bariroh.

Ia menambahkan, seluruh aktivitas di booth KPK disusun berdasarkan kelompok usia peserta, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima secara efektif sesuai tahap perkembangan anak.

Selain menghadirkan kegiatan interaktif, KPK juga terus mengembangkan berbagai media pembelajaran antikorupsi yang ramah anak, mulai dari buku cerita, komik, dongeng, permainan edukatif, hingga materi pembelajaran digital. Seluruh materi tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis melalui laman pendidikan.kpk.go.id.

Upaya tersebut merupakan bagian dari penguatan pendidikan antikorupsi yang selama ini dijalankan KPK bersama berbagai kementerian, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk mengintegrasikan nilai-nilai integritas ke dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, integritas diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari anak.

Kolaborasi Membangun Generasi Berkarakter

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, mengajak anak-anak Indonesia untuk terus berani bermimpi dan memanfaatkan kesempatan belajar, tanpa meninggalkan nilai-nilai moral sebagai landasan dalam meraih cita-cita.

“Jangan pernah takut untuk mengejar mimpi. Belajarlah sebanyak-banyaknya dan manfaatkan teknologi yang tersedia untuk mencapai cita-cita. Namun, akal yang kita miliki harus selalu berjalan bersama budi pekerti,” pesannya.

Bagi KPK, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam membangun generasi yang berintegritas. Pencegahan korupsi dipandang sebagai upaya yang tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembentukan karakter sejak usia dini agar nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian tumbuh menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan, Dian Novianthi menyampaikan pesan kepada seluruh anak Indonesia agar menjadikan integritas sebagai bekal dalam meraih masa depan.

“Kalian adalah calon pemimpin bangsa. Jadilah anak yang jujur, anak yang berani, dan anak yang bertanggung jawab. Dengan karakter itu, kalian dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya. (Zidan)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING