Jawa Tengah, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan pengoperasian Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat layanan informasi cuaca dan sistem peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah selatan Pulau Jawa serta perairan Samudra Hindia.
Peresmian Radar Cuaca S-Band Cilacap dipimpin langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dan dihadiri oleh Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya dan Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti yang diwakili oleh David Ishaq Aryadi selaku anggota DPRD Jawa Tengah, serta jajaran pejabat BMKG, dan para Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam sambutannya Faisal menyampaikan bahwa radar cuaca merupakan salah satu instrumen utama dalam sistem observasi atmosfer yang berperan penting dalam memantau kondisi awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, hingga pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Menurutnya, pengoperasian Radar Cuaca S-Band Cilacap akan semakin memperkuat layanan informasi cuaca bagi masyarakat di Cilacap, wilayah selatan Jawa Tengah, hingga kawasan perairan Samudra Hindia bagian utara.
“Keberadaan Radar Cuaca S-Band Cilacap menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG. Dengan cakupan pemantauan yang luas dan beresolusi tinggi, radar ini diharapkan mampu menghadirkan informasi yang semakin cepat, tepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan radar tersebut juga akan memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, termasuk mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ketika diperlukan.
Ia mencontohkan pengalaman penanganan bencana longsor yang terjadi di wilayah selatan Jawa, di mana informasi mengenai perkembangan awan hujan menjadi faktor penting dalam mendukung operasi modifikasi cuaca guna mengurangi intensitas hujan di daerah rawan bencana.
“Cilacap dan wilayah selatan Pulau Jawa memang membutuhkan radar cuaca untuk mendukung pengamatan kondisi atmosfer secara lebih detail sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.
Selain mendukung mitigasi bencana, radar cuaca ini juga diharapkan meningkatkan keselamatan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, Cilacap memiliki peran strategis dalam sektor kelautan, perikanan, transportasi laut, hingga industri yang sangat bergantung pada informasi cuaca yang akurat.
Radar ini juga akan memperkuat pemantauan potensi gangguan cuaca di Samudra Hindia, termasuk deteksi dini bibit siklon tropis yang dapat memengaruhi wilayah Indonesia bagian selatan.
“Peringatan dini menjadi sangat penting mengingat wilayah selatan Indonesia pernah terdampak siklon tropis seperti Seroja, Cempaka, dan Dahlia. Dengan radar ini, pemantauan kondisi cuaca di Samudra Hindia dapat dilakukan secara lebih optimal,” jelasnya.
Pembangunan Radar Cuaca S-Band Cilacap merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2), yaitu program penguatan sistem observasi meteorologi maritim hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis.
Sementara itu, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan apresiasi kepada BMKG atas pembangunan dan pengoperasian Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap.
Menurut Ammy, kehadiran fasilitas tersebut menjadi kebanggaan sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
“Kami merasa sangat bangga karena Cilacap menjadi prioritas penempatan radar cuaca ini. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMKG yang telah menghadirkan fasilitas ini sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mengembangkan sistem pengamatan cuaca serta meningkatkan layanan informasi meteorologi bagi masyarakat,” ujar Ammy.
Ia menjelaskan, Kabupaten Cilacap memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, wilayah industri, pelabuhan, kawasan pertanian, hingga daerah perbukitan. Kondisi tersebut menjadikan informasi cuaca yang akurat sebagai kebutuhan penting untuk mendukung keselamatan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Dengan adanya fasilitas radar cuaca ini, informasi cuaca yang diperoleh tidak hanya mendukung aktivitas pelayaran, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam mitigasi bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks. Radar ini akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi cuaca ekstrem sehingga risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” katanya.
Ammy juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Cilacap siap memperkuat sinergi dengan BMKG, BPBD, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam pemanfaatan data dan informasi meteorologi untuk mendukung keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin antara BMKG dan Pemerintah Kabupaten Cilacap dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan,” pungkasnya
Melalui proyek tersebut, BMKG telah membangun lima radar cuaca baru yang terdiri atas empat radar S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta satu radar C-Band di Tangerang.
Secara nasional, BMKG terus memperkuat jaringan observasi cuaca. Dari kebutuhan sekitar 75 radar cuaca di seluruh Indonesia, saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 radar dan harapannya akan terus bertambah jumlahnya secara bertahap untuk meningkatkan cakupan layanan pengamatan cuaca nasional.
Peresmian Radar Cuaca S-Band Cilacap menjadi salah satu langkah nyata BMKG dalam memperkuat sistem observasi atmosfer nasional. Melalui dukungan teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan layanan informasi yang semakin andal, BMKG berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin cepat, tepat, dan bermanfaat bagi keselamatan masyarakat serta pembangunan nasional. (Tedy)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar