Indonesia-Rusia Perkuat Sinergi Industri Strategis pada BRICS PartNIR Forum 2026

Indonesia-Rusia Perkuat Sinergi Industri Strategis pada BRICS PartNIR Forum 2026. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian terus memperkuat jejaring kerja sama internasional guna mendukung transformasi industri nasional melalui pertemuan bilateral antara Indonesia dan Rusia dalam rangkaian BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) Forum 2026 di Xiamen, China. 

Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi industri, perdagangan, investasi, hingga pengembangan teknologi industri masa depan.

Hubungan Indonesia dan Rusia sendiri telah terjalin selama puluhan tahun dan pada 2026 menandai 76 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Seiring bergabungnya Indonesia dalam BRICS, kerja sama dengan negara-negara anggota, termasuk Rusia, dinilai semakin penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan industri nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan akan sangat tertarik untuk mendengar pandangan mengenai arah masa depan kerja sama industri dalam kerangka BRICS,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (11/6).

Menperin menyampaikan, keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi ekonomi dan industri dengan negara-negara mitra potensial.

Forum BRICS PartNIR menjadi ruang dialog bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kolaborasi pada sektor industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, hingga pengembangan rantai pasok global yang lebih tangguh dan inklusif. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Rusia membahas peluang penguatan kerja sama industri yang saling menguntungkan, khususnya di sektor strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Tri Supondy didampingi oleh Plt Direktur Akses Industri Internasional Kemenperin RI, Binoni A. Napitupulu bertemu dengan Counsellor from the Russian Trade Mission in China, Russian Federation, Andrei Gorobets, yang membahas berbagai peluang penguatan kerja sama industri kedua negara. 

Dirjen KPAII menyampaikan, penguatan komunikasi dan kemitraan internasional menjadi langkah penting dalam membuka akses pasar, memperluas jejaring industri nasional, serta menciptakan kolaborasi industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

“Sinergi Indonesia dan Rusia juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara,” tuturnya.

Dari sisi perdagangan, hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral nonmigas pada Triwulan – I Tahun 2026 mencapai sekitar USD 1 miliar atau meningkat 1,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Rusia pada 2024 tercatat mencapai USD 3,3 miliar, naik signifikan sebesar 13,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk unggulan Indonesia yang diekspor ke Rusia antara lain produk karet, kopi, kakao dan teh, alas kaki, komponen elektronik, serta produk kimia.

Lebih lanjut, pertemuan bilateral tersebut juga menjadi ajang untuk membahas peluang kolaborasi yang lebih luas dalam kerangka BRICS, terutama menjelang keketuaan Tiongkok pada tahun mendatang. Indonesia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan banyak kerja sama industri dan investasi antarnegara anggota BRICS.

Selain itu, Indonesia juga mengajak Rusia untuk meningkatkan partisipasi pelaku usaha dan investor Tiongkok pada INNOPROM 2026, saat Indonesia menjadi Partner Country. Kehadiran pelaku industri Tiongkok diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring bisnis di ajang tersebut, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan investasi baru di Indonesia.

Indonesia menyambut baik perkembangan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani pada Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. Perjanjian tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan arus perdagangan maupun investasi antara Indonesia dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union, termasuk Rusia.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia turut menegaskan partisipasinya sebagai Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 yang akan berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. 

Keikutsertaan Indonesia dalam ajang industri internasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia sekaligus membuka peluang kerja sama industri dan investasi yang lebih luas.

Tri optimis, penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia melalui BRICS PartNIR Forum 2026 akan semakin mempererat kolaborasi kedua negara dalam membangun industri yang modern, berdaya saing, dan berorientasi global.

“Melalui sinergi yang terus diperkuat, Indonesia berharap dapat memperluas perannya sebagai bagian penting dalam rantai pasok industri dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi dan basis produksi manufaktur global,” katanya. (Tedy)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING