Gorontalo, WaraWiri.net - Sembilan hari menjelang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang dijadwalkan akan dibuka pada 20 Juni 2026, panitia pelaksana bersama seluruh pihak terkait terus melakukan berbagai persiapan. Salah satunya di lokasi Gelar Teknologi Pertanian di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Lokasi Gelar Teknologi Pertanian berada pada lahan seluas 9,2 hektar. Di lokasi tersebut ditampilkan semua teknologi pertanian terbaru dan modern terkait dengan tanaman pangan, perkebunan, peternakan, holtikultura, dan perikanan.
“Di lokasi ini tanamannya sudah tumbuh bagus. Mudah-mudahan pada saat pelaksanaan PENAS XVII dan dikunjungi oleh bapak Presiden, ini akan lebih mantap lagi,” kata Gubernur Gusnar Ismail saat meninjau persiapan lokasi Gelar Teknologi Pertanian PENAS XVII, Kamis (11/6/2026).
Pada peninjauan itu Gubernur Gusnar yang turut didampingi oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, melihat display teknologi budidaya padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dikembangkan oleh BRMP Kementerian Pertanian. PM-AAS merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi yang memadukan penggunaan varietas benih unggul, pola tanam berjarak rapat, dan optimalisasi mekanisasi alat dan mesin pertanian.
“Ini adalah salah satu hasil teknologi pertanian yang dikembangkan untuk tanaman padi. Kalau petani sekarang menanam padi satu hektar itu hanya mencapai kurang lebih 350 ribu anakan. Tapi dengan pola ini bisa sampai 800 ribu anakan, sehingga bisa dibayangkan hasil produksinya juga akan lebih tinggi. Sudah dihitung dengan pola ini, satu hektar bisa menghasilkan 10 ton gabah kering panen,” ungkap Gusnar.
Oleh karena itu Gubernur Gusnar mengajak seluruh petani di Indonesia, lebih khusus yang berada di wilayah Provinsi Gorontalo, untuk datang dan menyaksikan kemajuan serta perkembangan teknologi pertanian. Gusnar berharap pelaksanaan PENAS XVII akan membawa manfaat dan memberi dampak pada peningkatan kesejahteraan petani. (Muh)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar