Jakarta, WaraWiri.net - Menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2026, ribuan umat Buddha dari 34 provinsi mengikuti Hening Nusantara. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Vesākha Sānanda 2570 Buddhist Era itu dilaksanakan secara hybrid dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta.
Hening Nusantara diikuti sekitar 3.000 peserta hadir secara daring maupun luring untuk mempraktikkan hening, refleksi, serta memperkuat nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hadir membimbing Hening Nusantara, Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera menegaskan pentingnya membersihkan pikiran sebagai sumber utama persoalan hidup. “Hening Nusantara yang diikuti oleh umat Buddha di seluruh wilayah sampai pelosok Indonesia dalam rangka merayakan Hari Raya Waisak ini sudah sangat tepat dan baik untuk pengendapan dan penjernihan pikiran,” sebut Bhante Sri Pannavaro di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Bagi kami, pikiran itu adalah awal dari segala persoalan dan masalah umat manusia. Oleh karena itu, kalau pikiran itu bisa tenang kemudian kotoran-kotoran pikiran itu bisa mengendap dan pikiran menjadi jernih, maka itu adalah awal dari kebahagiaan bagi kita bahkan kedamaian bagi dunia,” tambahnya.
Semua bencana dan masalah, bahkan peperangan, kata Bhante Sri Pannavaro, menurut pandangan Buddhis, dimulai dari pikiran. Pikiran adalah pendahulu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pencipta. Peperangan diciptakan oleh pikiran manusia, oleh karena itu dari pikiran lah kedamaian harus diciptakan.
“Kalau pikiran-pikiran para pemimpin besar, penuh dengan perdamaian, menghargai seluruh kehidupan, tidak mungkin peperangan tidak akan terjadi,” jelas Bhante Pannavaro.
Oleh karena itu, lanjut Bhante, pikiran adalah hal yang sangat sentral. Hening Nusantara, menurutnya, seperti menggugah umat untuk sadar terhadap pikiran, melihat ke dalam diri.
“Dengan melihat ke dalam, maka Anda akan menemukan keteguhan dan kedamaian. Kalau terlalu sibuk memberikan respons pada berita-berita dari luar, Anda tidak akan menemukan kedamaian,” ujarnya.
Kegiatan Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia diharapkan dapat menjadi momentum bersama dalam memperkuat nilai kebajikan, meningkatkan kesadaran batin, membangun semangat persatuan dalam keberagaman, serta menghadirkan inspirasi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, moderat, dan berkarakter. (Junaedi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar