Jakarta, WaraWiri.net - Penganugerahan Warga Kehormatan Basarnas diberikan kepada individu atau tokoh nonpersonel Basarnas yang dinilai memiliki jasa, kontribusi, dedikasi, dan peran strategis luar biasa dalam mendukung penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) di Indonesia.
Selain Kepala BMKG, sejumlah tokoh turut menerima penghargaan yang sama, antara lain Guru Besar Kebencanaan Syamsul Maarif, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Staf TNI AU M. Tonny Harjono, Kepala Staf TNI AL Muhammad Ali, Kepala Staf TNI AD Maruli Simanjuntak, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Pimpinan I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Faisal menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan sarasehan ini sebagai forum strategis untuk memperkuat kesamaan pemahaman antar pimpinan kementerian dan lembaga. Ia menegaskan bahwa dalam konteks keselamatan nasional, kolaborasi merupakan sebuah keniscayaan.
“Penyelenggaraan sarasehan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kesamaan pemahaman antar pimpinan kementerian dan lembaga. Dalam konteks keselamatan nasional, kolaborasi adalah kebutuhan,” ujar Faisal.
Ia menambahkan bahwa Basarnas telah membuktikan diri sebagai pilar utama tugas kemanusiaan, dengan soliditas, keberanian, dan profesionalisme tinggi dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan. Terlebih, BMKG dan Basarnas memiliki hubungan kerja yang sangat erat, khususnya dalam mendukung keselamatan operasi di lapangan melalui penyediaan informasi cuaca, iklim, dan gempabumi, serta peringatan dini.
“Basarnas memegang peran kunci pada fase respons dan penyelamatan, sementara BMKG berada pada fase hulu melalui penyediaan peringatan dini cuaca ekstrem, gempabumi, dan tsunami. Rantai keselamatan ini hanya efektif jika terintegrasi secara cepat dan operasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan sebagai penyedia informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG memandang keselamatan masyarakat sebagai mandat yang terhubung langsung dengan efektivitas sistem peringatan dini dan respons darurat nasional. Oleh karena itu, integrasi kebijakan, sistem informasi, dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan respons yang lebih terarah, efisien, dan berbasis risiko, termasuk melalui penguatan National SAR Plan.
“BMKG siap mendukung melalui penguatan diseminasi peringatan dini multi-channel, integrasi data real-time, serta penyediaan analisis cuaca dan kondisi laut yang cepat dan presisi untuk mendukung operasi SAR,” pungkas Faisal.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno dalam arahannya menekankan pentingnya integrasi komando serta optimalisasi pemanfaatan aset TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait sebagai Potensi SAR dalam setiap operasi.
“Operasi penyelamatan tidak cukup mengandalkan keberanian individu, melainkan membutuhkan sistem komando yang solid, infrastruktur memadai, serta dukungan teknologi dan sumber daya manusia,” ujar Pratikno.
Di sisi lain, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan pentingnya penguatan sistem SAR nasional melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan.
“Kami sangat mengharapkan terciptanya ruang dialog terbuka dan konstruktif bagi seluruh pihak guna memperkuat sinergi, memperdalam pemahaman, serta melahirkan solusi bersama demi kemajuan layanan SAR di Indonesia,” ujar Syafii.
Forum sarasehan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Basarnas, sebagai ruang dialog strategis bagi para pemangku kepentingan untuk membahas tantangan, kebutuhan penguatan kapasitas, serta integrasi sistem SAR di Indonesia.
Bagi BMKG, forum ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat peran strategis lembaga dalam sistem penyelamatan nasional, khususnya di sisi hulu melalui penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang cepat, akurat, dan andal. Dukungan peringatan dini yang tepat waktu menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan personel SAR serta efektivitas operasi pencarian dan pertolongan di lapangan. (Fathi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar