Perkuat SDM Nasional, Kemenimipas dan Kemnaker Monitor Pemagangan di Nusakambangan

Perkuat SDM Nasional, Kemenimipas dan Kemnaker Monitor Pemagangan di Nusakambangan. (Dok. Kemenimipas)

Jawa Tengah, WaraWiri.net - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia ke Pulau Nusakambangan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Program Pemagangan Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenimipas di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap yang dilaksanakan pada Jumat (23/1).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau ketercapaian tujuan Program Pemagangan Nasional, mengidentifikasi kendala pelaksanaan di lapangan, serta mengevaluasi efektivitas pembinaan dan pendampingan peserta magang di lingkungan Kemenimipas, khususnya pada kawasan pemasyarakatan strategis di Pulau Nusakambangan.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Aparatur, Organisasi, dan Ketatalaksanaan Kemenimipas, Dr. Dodot Adikoeswanto, Bc.I.P., S.H., M.H., menyampaikan bahwa Kemenimipas menyambut baik pelaksanaan monitoring sebagai bagian dari penguatan ekosistem pengembangan SDM nasional.

“Dari sisi kemanfaatan ini kami melihat bahwa program pemagangan ini telah menciptakan hubungan tim bal balik yang sangat positif bagi peserta magang program ini tentunya menjadi sarana pembentukan kompetensi nyata melalui pengalaman kerja langsung di lingkungan yang memerlukan tingkat kedisiplinan tinggi dan kompleks sehingga membangun mental yang tangguh keterampilan praktis dan kesiapan untuk bekerja bagi kami di pihak yang ditempati, ucap Dodot.

Ia juga memaparkan kontribusi nyata Kemenimipas dalam Program Pemagangan Nasional, di mana pada Batch ke-2 dan Batch ke-3 Kemenimipas menerima total 21.686 peserta magang yang tersebar di 835 satuan kerja Imigrasi dan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Banyumas dan Cilacap.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., menegaskan bahwa pemagangan merupakan program prioritas nasional yang diarahkan langsung oleh Presiden untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Beliau juga menekankan bahwa masa pemagangan selama enam bulan bukan sekadar pengisi waktu, melainkan fase penting pembentukan kompetensi dan kesiapan kerja.

“Jadi pemagangan ini adalah program yang memang menjadi program utama salah satunya itu ya dari Presiden Prabowo, Bagaimana ada peningkatan kapasitas dari rekan-rekan semuanya lulusan Perguruan tinggi. Kenapa? Karena banyak industri perusahaan bahkan juga Kementerian ketika menerima pegawai atau saluran pegawai itu ditanya pengalaman kerjanya,” ujar Sekjen Cris Kustandi.

Selain menjalankan tugas administratif dan teknis, para peserta pemagangan juga dilibatkan secara aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di berbagai UPT Pemasyarakatan, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengelolaan pupuk berbasis ekonomi sirkular. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan kompetensi multidisiplin serta penguatan etos kerja dan kedisiplinan di lingkungan kerja dengan kompleksitas tinggi.

Program Pemagangan Nasional memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya lulusan perguruan tinggi, melalui peningkatan keterampilan kerja, pengalaman praktis, serta penguatan mental dan karakter profesional. Di sisi lain, kehadiran peserta magang juga memberikan energi baru, inovasi, dan dukungan nyata bagi pelaksanaan program strategis Kemenimipas, termasuk optimalisasi sektor produktif di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kemenimipas dan Kemnaker berharap dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan Program Pemagangan Nasional di lapangan, sekaligus merumuskan langkah perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas program ke depan. Sinergi strategis antara Kemenimipas dan Kemnaker akan terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia nasional yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. (Siti)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING