SEA Intelligence Forum 2023, Rumuskan Strategi Riset Berbasis Bukti

SEA Intelligence Forum 2023, Rumuskan Strategi Riset Berbasis Bukti. (Dok. BRIN)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah (RMPI) bekerja sama dengan Elsevier, yang merupakan penerbit akademik terkemuka dunia, menyelenggarakan Southeast Asia (SEA) Research Intelligence Forum 2023.

Forum ini membahas topik-topik kunci dalam dunia penelitian, seperti integritas riset, kolaborasi, evaluasi, dan penilaian impak. Pertemuan ini penting, karena strategi dalam riset harus berbuah solusi nyata dalam memecahkan berbagai isu terkait kerentanan global.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, pertemuan ini memberikan perspektif luas dan fresh dari para akademisi dan periset terkemuka di Asia Tenggara mengenai strategi riset agar berbuah implementasi. Selain itu, pertemuan ini juga dapat menjadi hub antar pelaku penelitian dalam mengembangkan koneksi dan kolaborasi riset.

Handoko mengatakan, kegiatan ini berkaitan erat dengan salah satu dari tiga program utama BRIN, yaitu meningkatkan peran BRIN sebagai penyedia infrastruktur (SDM dan perangkat keras/lunak) riset nasional, dan menjadi wadah kolaborasi untuk aktivitas kreatif berbasis iptek yang terbuka bagi semua kalangan (akademisi, mahasiswa, dan industri).

 "Salah satu hal yang perlu digarisbawahi adalah adanya kolaborasi yang kuat di antara stakeholders. Dengan demikian, BRIN akan mampu menghasilkan hasil penelitian yang berdampak besar, signifikan, dan nyata, terasa manfaatnya bagi masyarakat," tegas Handoko.

"Melalui forum ini para peserta mendapat insight dan informasi baru dalam merumuskan strategi riset dan inovasi berbasis bukti pemeringkatan capaian, serta kolaborasi antar periset dan institusi. Sehingga, pada akhirnya tercipta ekosistem riset dan inovasi yang sehat dan berkelanjutan dalam lingkup nasional," tambahnya.

Adapun topik penting dalam pertemuan terdiri dari beberapa sesi, yang diisi oleh Direktur Perumusan Kebijakan Riset, Teknologi dan Inovasi BRIN Dudi Hidayat, Principal Advisor, Planning and Research RMIT University Australia Angel Calderon, dan Vice President Elsevier Robbertjan Kalff.

Sementara pada sesi panel, selain dari BRIN dan universitas terkemuka dalam negeri, turut dihadirkan juga pembicara dari Universiti Brunei Darussalam dan Ministry of Ayush, Pemerintah India.

Sebagai informasi, SEA Intelligence Forum 2023 diselenggarakan dalam format one day on-site event, yang mempertemukan 100 peserta dari dalam dan luar negeri, terutama Asia Tenggara.

Pertemuan ini menjadi penghubung kolaborasi riset lintas disiplin yang disinergikan oleh payung riset utama, yaitu BRIN sebagai eksekutor riset dan regulator, Elsevier sebagai sirkulator konten ilmiah, dan Universitas Indonesia sebagai akademisi. (Dimas)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar







ADVERTISING

ADVERTISING