Mendag kembali menyampaikan, pemerintah saat ini mengutamakan penjualan MINYAKITA ke pasar rakyat.
Tujuannya, agar masyarakat menengah ke bawah dapat memperoleh MINYAKITA dengan harga terjangkau, “Jadi sekarang akan diutamakan ke pasar,” kata Mendag.
Berdasarkan pantauan hari ini, komoditas yang harganya terpantau stabil jika dibandingkan dengan data seminggu sebelumnya, antara lain beras medium Rp11.000/kg, beras premium Rp12.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, cabai rawit merah Rp50.000/kg, dan daging sapi Rp110.000/kg.
Di sisi lain, komoditas yang harganya terpantau turun antara lain minyak goreng kemasan yang seminggu sebelumnya Rp20.000/liter menjadi Rp16.000 - 19.000/liter, telur ayam ras yang sebelumnya Rp28.000/kg menjadi Rp27.000/kg, dan cabai merah besar dari Rp30.000/kg ke Rp25.000/kg.
Sementara itu, MINYAKITA terpantau di harga Rp15.000/liter dan minyak goreng curah Rp14.400/liter (di atas harga eceran tertinggi Rp14.000/liter).
Lalu, daging ayam ras di harga Rp32.000/kg (masih di bawah harga acuan Rp36.750/kg), bawang merah Rp35.000/kg (di bawah harga acuan Rp41.500/kg), dan bawang putih Rp30.000/kg.
Untuk menghadapi bulan Puasa dan Lebaran 2023, koordinasi antarlembaga dan pemerintah daerah akan kembali dilakukan seperti saat Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).
Mendag Zulkifli Hasan menambahkan, pemantauan harga dan ketersediaan pasokan harus diintensifkan baik oleh pemerintah pusat, lembaga, maupun pemerintah daerah.
Untuk mengendalikan inflasi, Kemendag akan terus menggandeng pemerintah daerah untuk mengoptimalisasi gerai maritim dan sistem resi gudang. (Hendi/Slamet)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar