Telkom Hadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti 350 Peserta

Telkom Hadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti 350 Peserta. (Dok. Telkom Indonesia)

Makassar, WaraWiri.net - Sebagai bagian dari upaya mewujudkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sektor pendidikan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan BISA PandAI dengan program BISA Vokasi yang berfokus dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Implementasi inisiatif ini diawali di Kota Makassar melalui penyelenggaraan EduMind Wellbeing & AI Camp yang melibatkan 350 peserta, terdiri atas 300 siswa dan 50 guru pendamping dari 10 SMA dan SMK.

Kehadiran EduMind Wellbeing & AI Camp merupakan respons Telkom terhadap semakin pesatnya perkembangan dan pemanfaatan teknologi AI di Indonesia, termasuk perannya pada pendidikan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital RI mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia pada 2026 telah mencapai 92%.

Kondisi ini menunjukkan pent ingnya penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi yang diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan emosional dan mental pelajar di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan digital.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto mengatakan, "Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, Telkom sebagai perusahaan digital berkomitmen mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. Kami percaya bahwa transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan mental para pelajar agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter. Telkom akan terus memperkuat kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehat, dan siap menghadapi masa depan.”

Melalui program ini, Telkom tidak hanya mendorong kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI, tetapi juga memperkenalkan pendekatan yang menempatkan wellbeing sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital. Para guru diperkenalkan pada platform EduMind yang dilengkapi fitur weekly mood check-in, AI-assisted wellbeing monitoring, dan reporting system untuk membantu sekolah memantau kondisi psikologis siswa secara berkelanjutan.

Di sisi lain, para siswa mendapatkan pembekalan dan ruang eksplorasi untuk memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, dan produktif dalam mendukung proses pembelajaran.

Pelaksanaan EduMind Wellbeing & AI Camp juga menjadi bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan peran strategis sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, Telkom turut andil dalam memperkuat literasi digital sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang mampu merespons perkembangan teknologi secara adaptif dan bertanggung jawab.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan kontribusi Telkom terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pilar 4 terkait Pendidikan Berkualitas. Pendekatan yang mengintegrasikan teknologi dan wellbeing diharapkan dapat mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih positif sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan untuk beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin dinamis.

Melalui inisiatif ini, Telkom terus berkomitmen dalam memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Bersama Telkom Jadi Bisa, Telkom meyakini kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang unggul secara digital, tangguh secara mental, dan adaptif dalam menyongsong masa depan, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing global. (Burhan)
Share:

Bappenas Perkuat Ekosistem Talenta di Perguruan Tinggi melalui Talent Fest 2026 Goes to Campus

Bappenas Perkuat Ekosistem Talenta di Perguruan Tinggi melalui Talent Fest 2026 Goes to Campus. (Dok. Bappenas)

Yogyakarta, WaraWiri.net - Kementerian PPN/Bappenas bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berkolaborasi memperkuat ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) melalui perguruan tinggi dengan menyelenggarakan “Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus: Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045” di Auditorium Concert Hall ISI Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (2/9).

MTN merupakan kebijakan prioritas nasional untuk menemukan, membina, mengembangkan, dan memperkuat talenta secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan di bidang riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga.

Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus menjadi sarana diseminasi kebijakan, berbagi praktik baik, penguatan jejaring, dan perluasan peluang rekognisi talenta, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Keterlibatan perguruan tinggi dalam pelaksanaan MTN sangat penting karena kampus menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, membangun portofolio, serta memperluas jejaring keilmuan secara profesional dan global.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, menyampaikan bahwa Kementerian/Bappenas sebagai Ketua Gugus Tugas berperan sebagai orkestrator penyelenggaraan MTN untuk memastikan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta melakukan pengendalian, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan MTN.

“MTN diharapkan menjadi agenda kolaboratif nasional dengan sasaran, indikator, dan mekanisme pelaksanaan yang jelas. Keberhasilan MTN di ketiga bidang tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh mitra pembangunan,” ujar Deputi Pungkas.

Rektor ISI Yogyakarta Irwandi, dalam sambutan pembukanya menegaskan pentingnya orkestrasi kebijakan yang kuat dan terintegrasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama perguruan tinggi.

“Peran pendidikan tinggi sangat penting dalam membangun ekosistem talenta nasional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Rektor Irwandi.

Kegiatan ketiga dalam rangkaian Talent Fest 2026 ini turut dimeriahkan oleh pertunjukan seni dari mahasiswa ISI Yogyakarta melalui penampilan paduan suara, tari, karawitan, dan pedalangan, serta atraksi senam ritmik talenta dari Federasi Gimnastik Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sesi Talenta Bicara yang menghadirkan aktor dan produser Muhammad Abe Baasyin, atlet para tenis meja Adyos Astan, serta Guru Besar Departemen Kimia Farmasi UGM Abdul Rohman. Adyos merupakan peraih medali emas dan perak pada ASEAN Para Games 2022, medali perak dan perunggu pada ASEAN Para Games 2026, serta medali perunggu pada Asian Para Games 2022. Sementara itu, Abdul Rohman masuk dalam World’s Top 2% Scientist pada 2021 dan 2023–2025. Ketiganya membagikan pengalaman perjalanan karier hingga mencapai prestasi di tingkat global.

Pada sesi talkshow bertema “Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, para pemangku kepentingan dipertemukan untuk mendukung pengembangan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045. Diskusi ini menghadirkan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional Edy Giri Rachman, Plt. Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga Usman Ali Mustofa, serta Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee of Indonesia Ukun Rukaendi.

Diskusi juga menghadirkan Dekan FMIPA UGM Kuwat Triyana, yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2025, serta aktor dan produser Joned Suryatmoko. Para narasumber menyoroti pentingnya sistem pembinaan talenta, penguatan kapasitas pendukung pengembangan talenta, dukungan pemerintah, perguruan tinggi, dan industri bagi talenta di ketiga bidang, serta sinergi pemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing prestasi talenta Indonesia di tingkat dunia.

Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto, mengatakan bahwa Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus Yogyakarta bertujuan mendekatkan program MTN ke lingkungan kampus.

“Dengan adanya acara ini, kami berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin kuat dalam pembinaan dan pengembangan talenta,” tutup Direktur Didik.

Melalui penyelenggaraan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus, Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem talenta nasional yang terarah, inklusif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (Iqbal)
Share:

Hadiri Pleno Penetapan Verifikasi SPCP IPDN, Ombudsman RI Ingatkan Transparansi dan Akuntabilitas

Hadiri Pleno Penetapan Verifikasi SPCP IPDN, Ombudsman RI Ingatkan Transparansi dan Akuntabilitas. (Dok. Ombudsman RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Ombudsman RI mengingatkan agar setiap tahapan proses Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (SPCP IPDN) berjalan secara transparan dan akuntabel. Hal ini disampaikan oleh Anggota Ombudsman RI, Partono saat menghadiri Rapat Pleno Pembahasan dan Penetapan Kelulusan Peserta Verifikasi dokumen Persyaratan Administrasi SPCP IPDN Tahun 2016 pada Kamis (3/9/2026) di Kampus IPDN, Jakarta.

Partono mengatakan bahwa proses seleksi calon praja merupakan hal yang penting karena IPDN merupakan tempat untuk mencetak para pemimpin birokrasi sekaligus penyelenggara pelayanan publik. Ia meminta agar proses verifikasi dan tahap-tahap selanjutnya diperhatikan secara cermat untuk meminimalisir pengaduan masyarakat.

Membahas masa sanggah, Partono menyampaikan bahwa masa sanggah baru diterapkan dalam SPCP IPDN tahun 2026. Menurutnya, mekanisme sanggah merupakan salah satu upaya penyelenggaraan pelayanan publik untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk memeriksa apakah pelaksanaan seleksi sudah akuntabel.

Terakhir, Partono menyampaikan akan terlibat aktif dalam mengawasi semua tahapan proses SPCP IPDN agar dapat berjalan dengan baik. "Dengan adanya proses pengawasan kami sejak awal, mudah-mudahan kalau nanti ada laporan masyarakat ke Ombudsman, kami akan lebih cepat lagi untuk menindaklanjuti," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Azharisman Rozie menyampaikan bahwa verifikasi administrasi SPCP IPDN telah selesai dan akan diumumkan setelah penetapan melalui pleno. Azharisman mengatakan bahwa IPDN telah menyediakan helpdesk dan call center untuk menanggapi pertanyaan peserta seleksi.

Turut hadir dalam pertemuan ini Plt. Inspektur Jenderal Kemnterian Dalam Negeri, Bachril Bakri dan Kepala Satuan Pengawas Internal IPDN, Tumpak Haposan Simanjuntak. (Ros)
Share:

Menko PMK Dorong Mahasiswa Tekuni Bidang Relevan dan Terus Tumbuh Hadapi Masa Depan

Menko PMK Ajak Mahasiswa Baru Bangun Growth Mindset, Learning Agility, dan Keterampilan T-Shaped. (Dok. Kemenko PMK)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengapresiasi dan mendukung minat mahasiswa baru terhadap bidang studi yang semakin relevan dengan kebutuhan dan tantangan di masa depan, khususnya bioteknologi dan biomedis. Menurutnya, pilihan bidang keilmuan perlu diarahkan untuk menjawab tantangan dan perkembangan dunia yang semakin dinamis.

Pratikno mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menekuni bidang keilmuan utama, tetapi juga membangun growth mindset, learning agility, integritas, serta keterampilan T-shaped sebagai bekal menghadapi perubahan. Kemampuan tersebut penting agar mahasiswa mampu terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi lintas bidang.

"Yang penting bagi kita itu adalah growth mindset. Tantangan dalam proses belajar itu terus ada, tidak bisa itu wajar. Yang penting berani mencoba. Itulah yang sangat penting Anda sebagai anak muda punya growth mindset, mindset untuk tumbuh, belajar terus. Kalau enggak bisa coba lagi, jangan pernah lelah untuk belajar," ujar Menko PMK.

Menurut Pratikno, T-shaped skills memungkinkan seseorang memiliki satu keahlian yang dikuasai secara mendalam sekaligus wawasan luas untuk berkolaborasi dan memahami berbagai perkembangan di sekitarnya. Garis vertikal menggambarkan keahlian utama yang ditekuni secara mendalam, sedangkan garis horizontal mencerminkan wawasan seperti komunikasi, teknologi, kerja sama, dan pemahaman terhadap masyarakat.

"Garis tegak, satu keahlian utama. Pilih, tekuni, latih, jadikan karya. Garis datar, wawasan luas: kerja sama, komunikasi, teknologi, memahami masyarakat," jelasnya.

Selain keterampilan, Pratikno menekankan pentingnya learning agility, yakni kemampuan untuk terus belajar secara lincah dan beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, mahasiswa tidak harus terpaku pada jalur keilmuan yang linear karena dunia yang dihadapi setelah lulus dapat bergerak ke berbagai arah.

"Bisa lulus S1 lanjut linear S2 itu wajar, tetapi melanjutkan studi lanjut yang tidak linear dan sukses lulus itu adalah pembelajar sejati," ujarnya.

Pratikno juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Di tengah semakin banyaknya orang memiliki gelar sarjana, nilai seseorang akan semakin ditentukan oleh karya, kontribusi, serta manfaat yang dihasilkan.

"Jangan hanya terbebani, bahwa saya harus sarjana. Itu betul, ijazah betul, tapi hampir semua orang punya ijazah. Nanti ke depan semua orang punya ijazah sarjana, makin inflasi, tidak ada harganya ijazah. Yang dihargai orang adalah pada akhirnya adalah apa yang pernah Anda perbuat, karya apa yang pernah Anda produksi, kontribusi apa yang pernah Anda lakukan," katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa membangun integritas dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan kontribusi nyata. Menurutnya, keberhasilan seorang pembelajar tidak hanya tercermin dari apa yang diketahui, tetapi dari bagaimana pengetahuan tersebut diwujudkan dalam karya dan manfaat bagi lingkungan.

"Pada akhirnya Anda bisa jujur walau tidak diawasi, Anda selalu berkarya walau tidak diuji, Anda bermanfaat walaupun tidak ada kamera yang mengikuti. Inilah kontribusi nyata untuk bangsa," pungkasnya.

Pratikno turut mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, membangun hubungan sosial dan spiritual yang baik. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi membentuk SDM unggul yang sehat, berkarakter, dan kompeten.

Sebelumnya, Pratikno membagikan perjalanan pendidikannya sejak tumbuh di Bojonegoro hingga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada. Ia mengenang masa sekolah yang dijalani dalam berbagai keterbatasan dan kesulitan hingga mengantarkannya menjadi seperti sekarang. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tantangan dapat menjadi ruang untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemauan untuk terus berkembang.

"Belajar di kampus ini benar-benar kesempatan Anda untuk tumbuh. Jangan sampai di kampus hanya sekadar sampingan daripada tidak keterima pekerjaan. Kuliah adalah tempat untuk tumbuh," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK berinteraksi dengan mahasiswa dan mahasiswi baru Agung Putra University (APU) serta mengapresiasi antusiasme mereka yang berani tampil menjawab pertanyaan, termasuk menggunakan bahasa Inggris. Ia juga mengapresiasi berbagai program studi APU yang dinilai relevan dengan kebutuhan masa depan dan dunia industri, meliputi S1 Ilmu Biomedis, S1 Bioteknologi, S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Kebidanan, dan D3 Kebidanan.

Pesan tersebut disampaikan Menko PMK saat mengisi materi pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Agung Putra University, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Rektor sekaligus Pendiri Agung Putra University Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si. Med., jajaran pimpinan dan dosen APU, panitia PKKMB, serta mahasiswa-mahasiswi baru. (Budi)
Share:

BKSDA Kalbar Tangani Orangutan Sempurna yang Diduga Terdampak Asap Karhutla

BKSDA Kalbar Tangani Orangutan Sempurna yang Diduga Terdampak Asap Karhutla. (Dok. Kemenhut)

Pontianak, WaraWiri.net - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengonfirmasi kematian satu individu orangutan jantan dewasa bernama Sempurna pada Minggu, 30 Agustus 2026. Sebelumnya, Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Sempurna pertama kali dilaporkan oleh masyarakat sekitar pukul 07.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan upaya penyelamatan.

Tim menemukan Sempurna berada di dalam parit kering di area perkebunan kelapa sawit milik warga. Saat ditemukan, Sempurna tidak mampu berdiri, hanya dapat bergerak secara terbatas, serta mengalami kesulitan bernapas.

Tim kemudian memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan intravena sebelum Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, kondisi Sempurna terus menurun. Sekitar pukul 14.00 WIB, pernapasannya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi. Setelah menunjukkan tanda-tanda henti napas, tim melakukan upaya resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan dugaan penyebab kematian, nekropsi dilakukan pada 1 September 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada beberapa organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.

Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian kaudoventral kedua lobus paru-paru. Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan tersebut, perubahan patologis pada paru-paru diduga berkaitan dengan paparan asap yang berpotensi mengganggu fungsi paru-paru dan menyebabkan hipoksia akut atau kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh.

Kondisi tersebut selanjutnya diduga berkontribusi terhadap gangguan fungsi kardiovaskular hingga menyebabkan kematian Sempurna. Pemeriksaan dan penelusuran dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatan dan faktor yang berkontribusi terhadap kematian satwa tersebut.

Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan duka cita atas kematian Sempurna serta mengapresiasi respons masyarakat yang telah melaporkan keberadaan satwa tersebut.

“Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,” ujar Murlan.

Menurut Murlan, laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan satwa liar, khususnya dalam kondisi darurat seperti ketika satwa ditemukan sakit, terluka, atau terdampak kebakaran hutan dan lahan.

“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya.

Balai KSDA Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penanganan sendiri terhadap satwa liar yang ditemukan dalam kondisi sakit, terluka, atau terdampak kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat dapat segera melaporkan temuan tersebut kepada Balai KSDA Kalimantan Barat melalui Call Center 08115776767 atau 08115670041 untuk wilayah Kabupaten Ketapang. (Muh)
Share:

BGN Prioritaskan Keselamatan Siswa, Kawal Penanganan 80 Siswa yang Masih Dirawat

BGN Prioritaskan Keselamatan Siswa, Kawal Penanganan 80 Siswa yang Masih Dirawat. (Dok. BGN)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan keselamatan dan kesehatan siswa sebagai prioritas utama dalam penanganan insiden keamanan pangan yang terjadi di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, pada 1 September 2026.

Berdasarkan data Senin (2/9) pagi, sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan. Dari jumlah tersebut, 80 siswa masih menjalani rawat inap, 312 siswa telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sementara 120 siswa masih dalam tahap observasi.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyampaikan bahwa BGN memberikan perhatian serius terhadap kondisi para siswa yang terdampak serta memastikan penanganan kesehatan terus berjalan.

“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,” ujar Ketut pada Rabu (2/9).

Ketut menyampaikan, BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta pihak-pihak terkait dalam memastikan proses penanganan berjalan secara menyeluruh. BGN turut menyampaikan keprihatinan kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi mereka.

“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” kata Ketut.

Proses investigasi tersebut masih berlangsung dan dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi bagian penting dalam memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh.

BGN menegaskan bahwa penanganan terhadap siswa terdampak menjadi perhatian utama, sembari proses investigasi terus dilakukan secara menyeluruh dan bertanggung jawab.

“Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,” tutur Ketut.

BGN memastikan penanganan insiden dilakukan secara serius dan tuntas, dengan mengedepankan keselamatan penerima manfaat serta penguatan pengawasan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. (Junaedi)
Share:

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Bangun Jembatan Kerja Sama di Tengah Fragmentasi Global

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia. (Dok. BPMI Setpres)

Rusia, WaraWiri.net - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kerja sama dan membangun jembatan antarnegara di tengah situasi global yang makin terfragmentasi. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menyampaikan pidatonya sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.

“Kita bertemu di saat yang penuh tantangan. Saat ini, perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis. Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sini—baik di bidang pangan, energi, sains, logistik, maupun perdagangan—merupakan sebuah jawaban nyata,” ucapnya.

Presiden menegaskan bahwa ketahanan ekonomi global membutuhkan sistem keuangan yang mampu beroperasi secara berdampingan. Menurutnya, dunia tidak boleh bergantung pada satu arsitektur keuangan saja, termasuk dalam sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi internasional.

“Hal ini bukan tentang mengganti satu sistem dengan sistem lainnya, melainkan tentang memastikan adanya sistem keuangan global lain yang dapat beroperasi berdampingan dengan sistem yang sudah ada demi menjaga keberlangsungan, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Indonesia, kata Presiden, tidak ingin terikat dalam aliansi militer, tetapi terbuka dan aktif membangun kemitraan ekonomi dengan berbagai negara.

“Global South bukanlah sebuah blok baru. Ini adalah wadah perjuangan demi keadilan, baik terkait pembagian kesejahteraan yang adil maupun suara yang setara dalam perumusan aturan global. Posisi kami jelas dan konsisten. Indonesia siap mendukung setiap upaya tulus demi terwujudnya perdamaian yang adil dan abadi di wilayah mana pun yang masih dilanda konflik,” tuturnya.

Presiden turut menekankan bahwa persahabatan Indonesia dan Rusia yang telah terjalin selama puluhan tahun harus diterjemahkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

“Persahabatan tidak bisa hanya hidup dalam sejarah. Generasi kita harus memiliki keberanian untuk menulis babak baru. Mari kita berdiri setara, mari kita menjadi bangsa yang mandiri, mari kita bekerja sama demi kemaslahatan kedua negara, dan mari kita dinilai berdasarkan hasil nyata yang dapat diberikan oleh upaya kita bagi rakyat kita,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dan kesejahteraan. Menurutnya, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, perdagangan terbuka, dan pembangunan kawasan merupakan bagian penting dari upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

“Saya memahami bahwa rakyat Rusia memiliki pepatah “Odin v pole ne voin.” Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian. Di Indonesia, kita memiliki konsep serupa yang disebut “gotong royong”. Beban seberat apa pun akan terasa ringan jika dipikul bersama,” lanjutnya.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo mendorong penguatan hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia dengan langkah konkret, melalui pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung, optimalisasi FTA, peningkatan perdagangan, serta kerja sama produksi. Presiden juga mendorong Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk bersama-sama membiayai proyek strategis tersebut.

“Mari kita pastikan bahwa setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan dampak nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat kita. Biarlah Forum ini dikenang karena di saat pihak lain membangun tembok, kita justru membangun jembatan. Dan biarlah generasi kita dikenang karena di masa-masa sulit kita memilih kerja sama dan pembangunan demi kesejahteraan rakyat kita,” pungkasnya. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis. (Dok. BPMI Setpres)

Rusia, WaraWiri.net - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 dan digelar dalam format working lunch.

Dalam pengantarnya, Presiden Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok. Presiden Putin menilai intensitas pertemuan dan komunikasi langsung antara kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia.

“Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Presiden Putin.

Presiden Putin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Vladivostok sekaligus menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. 

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Presiden Putin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan pemerintah Rusia selama kunjungannya ke Vladivostok.

“Terima kasih, Yang Mulia, Presiden Putin, Presiden dari Federasi Rusia. Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia yang berlangsung pada 12 Juni 2026 dan penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026 yang lalu. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum penting tersebut secara langsung.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan,” ungkap Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan kehadirannya di Vladivostok menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk memenuhi komitmen terhadap hubungan Indonesia-Rusia. “Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Presiden Prabowo.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares. (Dinda)
Share:

Buka IndoEBTKE ConEx 2026, Pemerintah Perkuat Ekosistem Energi Bersih untuk Kemandirian Energi Nasional

Buka IndoEBTKE ConEx 2026, Pemerintah Perkuat Ekosistem Energi Bersih untuk Kemandirian Energi Nasional. (Dok. Kemen ESDM)

Jakarta, WaraWiri.net - Kebutuhan energi yang terus berjalan berdampingan dengan tantangan rantai pasok global mendorong pemerintah memperkuat pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE). Melalui IndoEBTKE Convention and Exhibition (ConEx) 2026, pemerintah mempertemukan pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem energi bersih yang mendukung kemandirian energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot membuka penyelenggaraan ke-12 IndoEBTKE ConEx pada Rabu (2/9). Setelah tiga tahun vakum, forum tersebut kembali menjadi ruang kolaborasi untuk membahas pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk tantangan regulasi, teknologi, infrastruktur, logistik, permodalan, serta kapasitas riset dan inovasi.

Bagi pemerintah, penguatan EBTKE menjadi bagian dari agenda prioritas untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Yuliot menyampaikan bahwa dinamika geopolitik global dapat memengaruhi rantai pasok dan berdampak pada kenaikan harga energi, inflasi, biaya produksi, serta beban subsidi dan kompensasi energi.

"Energi baru terbarukan merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita, yaitu memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi," ujar Yuliot.

Untuk memperbesar kontribusi energi bersih, pemerintah telah menetapkan peningkatan kapasitas pembangkit EBT dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Dari sekitar 70 gigawatt tambahan kapasitas pembangkit yang direncanakan, sekitar 42,6 gigawatt berasal dari energi baru dan terbarukan.

"Pada RUPTL ini sekitar 62 persen, sekitar 42,6 gigawatt, ini merupakan target kita untuk meningkatkan pasokan energi, khususnya energi baru dan terbarukan," ungkap Yuliot.

Selain pengembangan pembangkit EBT, pemerintah juga mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati melalui implementasi B50. Upaya konservasi energi dilakukan melalui percepatan penggunaan kendaraan listrik, pembangunan jaringan gas, pemanfaatan compressed natural gas (CNG) sebagai substitusi LPG, serta peningkatan penggunaan sumber energi bersih lainnya.

Pengembangan energi dari sampah perkotaan juga menjadi bagian dari upaya tersebut. Dari timbulan sampah nasional tahun 2025 sebesar 52,6 juta ton atau sekitar 145 ribu ton per hari, baru sekitar 25 persen yang terkelola. Melalui teknologi waste to energy, sampah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, biomassa, maupun bahan bakar minyak terbarukan sekaligus mengurangi pencemaran dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Namun, pengembangan EBTKE masih menghadapi tantangan dalam membangun rantai pasok yang terintegrasi. Pemerintah menilai penguatan sumber bahan baku, manufaktur, teknologi, serta sumber daya manusia menjadi faktor penting agar pengembangan energi bersih tidak menciptakan ketergantungan baru terhadap teknologi impor.

"Yang tidak kalah pentingnya, bagaimana kita membangun ekosistem energi baru terbarukan. Jadi, kita harus melihat rantai pasok yang harus terintegrasi. Kalau ini tidak terintegrasi dari sumber bahan baku, kemudian ada pabrik manufaktur, teknologi, dan sumber daya manusia yang kita integrasikan, tentu rantai pasok ini akan terputus," lanjutnya.

Indonesia memiliki sumber daya mineral seperti bauksit, nikel, silika, dan tembaga yang dapat mendukung pengembangan industri panel surya, baterai, dan teknologi energi bersih lainnya. Karena itu, penguasaan teknologi, penguatan industri manufaktur dalam negeri, riset, inovasi, dan pengembangan pelaku usaha nasional menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem EBT.

Melalui IndoEBTKE ConEx 2026, pemerintah berharap kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat membantu mengidentifikasi serta mengatasi berbagai hambatan pengembangan EBTKE. Penguatan ekosistem energi bersih diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional dan menjadi bagian dari upaya mencapai kemajuan Indonesia menuju 2045. (Siti)
Share:

Kemenperin Perkuat Transformasi Industri Mamin melalui Efisiensi Sumber Daya dan Teknologi

Kemenperin Perkuat Transformasi Industri Mamin melalui Efisiensi Sumber Daya dan Teknologi. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen untuk memperkuat daya saing industri makanan dan minuman (mamin) melalui peningkatan efisiensi, pemanfaatan teknologi, optimalisasi penggunaan sumber daya, dan pengembangan proses produksi yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan upaya Kemenperin dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus memacu penerapan industri yang berdaya saing serta memperhatikan aspek keberlanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri makanan dan minuman memiliki posisi strategis karena memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai sektor ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, penguatan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan energi merupakan langkah penting dalam memastikan industri mamin untuk tetap tumbuh dan berdaya saing di tengah dinamika biaya produksi dan pemanfaatan sumber daya, termasuk sumber daya air dan energi.

“Kami terus memperkuat industri makanan dan minuman agar semakin produktif, inovatif, efisien, dan

berdaya saing. Transformasi teknologi menjadi bagian penting untuk memastikan industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menggunakan sumber daya dengan semakin efisien dan bertanggung jawab,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9).

Penguatan tersebut sejalan dengan kinerja industri mamin yang tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Pada semester I 2026 industri mamin mencatat pertumbuhan PDB sebesar 6,77 persen dan memberikan kontribusi sebesar 41,86 persen terhadap industri pengolahan non migas.

Industri mamin juga memiliki keterkaitan yang luas dengan sektor hulu hingga hilir, mulai dari petani, peternak, nelayan, pemasok bahan baku, pelaku logistik, industri kecil dan menengah (IKM), hingga konsumen. Keterkaitan tersebut menjadikan industri mamin memiliki dampak yang luas terhadap aktivitas ekonomi, termasuk memperkuat pertumbuhan kinerja sektor terkait serta penciptaan lapangan kerja.

Dalam rangka memperkuat daya saing tersebut, Kemenperin terus memacu peningkatan efisiensi sumber daya, termasuk air dan energi, dalam proses produksi. Melalui pemanfaatan teknologi yang hemat sumber daya akan membantu meningkatkan produktivitas serta mendukung penerapan proses produksi yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi teknologi industri, Kemenperin menyediakan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan bagi sektor industri agro, termasuk industri makanan dan minuman. Program ini memberikan fasilitasi penggantian sebagian harga pembelian mesin dan/atau peralatan bagi perusahaan industri untuk melakukan modernisasi teknologi produksi.

Fasilitasi tersebut diberikan paling banyak sebesar 35 persen untuk mesin yang diproduksi di dalam negeri dengan Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) paling sedikit 25 persen, sebesar 25 persen untuk mesin yang diproduksi di dalam negeri, serta sebesar 15 persen untuk mesin yang tidak diproduksi di dalam negeri. Program ini telah dibuka sejak akhir Agustus 2026 dengan kuota yang diberikan berdasarkan urutan pengajuan permohonan yang memenuhi persyaratan.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menjelaskan bahwa efisiensi sumber daya merupakan bagian penting dari transformasi industri yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemanfaatan teknologi yang lebih efisien memberikan manfaat ganda bagi industri. Di satu sisi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi, di sisi lain membantu penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Karena itu, kami terus memperkuat akses industri terhadap program dan fasilitas yang dapat mempercepat modernisasi teknologi,” jelas Putu.

Selain modernisasi mesin dan peralatan, Kemenperin juga memperkuat penerapan praktik produksi yang lebih efisien melalui optimalisasi penggunaan sumber daya air dan energi, konservasi sumber daya, serta pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi industri menuju proses produksi yang semakin produktif dan berkelanjutan.

Pemerintah juga terus memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha agar kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan industri dapat berjalan secara seimbang dengan kebutuhan pembangunan daerah, keberlanjutan lingkungan, serta kepastian dan daya saing usaha. (Ilham)
Share:

Lapas Pemuda Madiun Panen 440 Butir Telur dari Budidaya Ayam Petelur

Lapas Pemuda Madiun Panen 440 Butir Telur dari Budidaya Ayam Petelur. (Dok. Ditjenpas)

Madiun, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali panen hasil budidaya ayam petelur sebanyak 440 butir telur, Kamis (3/9). Capaian tersebut bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus tunjukkan produktivitas peternakan yang terus dikembangkan.

Budidaya ayam petelur dikelola di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pemuda Madiun yang berada di Brandgang dengan libatkan Warga Binaan. Saat ini terdapat 1.000 ekor ayam indukan berusia sekitar 20 minggu yang dipelihara secara rutin untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Dwi Saputra, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari perawatan yang dilakukan secara konsisten oleh petugas bersama Warga Binaan.

“Sebanyak 440 butir telur berhasil kami panen hari ini. Hasil ini tentunya tidak lepas dari perawatan rutin, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga pemantauan kondisi ayam. Kami terus melakukan evaluasi agar produktivitas ternak dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkapnya.

Menurutnya, budidaya ayam petelur tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang peternakan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa program budidaya ayam petelur merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Pemuda Madiun.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan memberikan keterampilan nyata kepada Warga Binaan. Budidaya ayam petelur ini menjadi salah satu program yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan, baik dari sisi produktivitas maupun keterampilan yang diperoleh Warga Binaan,” tegasnya.

Ia berharap pengelolaan SAE dapat terus berjalan secara optimal sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaksanaan pembinaan maupun sebagai bekal keterampilan bagi Warga Binaan.

Salah seorang Warga Binaan, A, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya ayam petelur memberikan pengalaman baru sekaligus melatih kedisiplinan dalam bekerja.

“Kami belajar bagaimana merawat ayam dengan baik, memberikan pakan secara teratur, menjaga kebersihan kandang, dan mengumpulkan telur hasil panen. Kegiatan ini membuat kami lebih disiplin dan mendapatkan pengalaman yang bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ujarnya. (Fajar)
Share:

Pemkab Bogor Dorong KADIN Perkuat Kolaborasi dan Iklim Usaha Kondusif

Pemkab Bogor Dorong KADIN Perkuat Kolaborasi dan Iklim Usaha Kondusif. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan pentingnya peran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor sebagai wadah utama dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat mewakili Bupati Bogor dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) IX KADIN Kabupaten Bogor, di Cibinong, Rabu (2/9).

Ajat mengatakan, KADIN diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Muskab IX menjadi momentum penting bagi KADIN Kabupaten Bogor untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja untuk periode 2026–2031.

“Pemkab Bogor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus KADIN periode sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan. Kami juga siap terus membangun komunikasi dan sinergi yang erat dengan kepengurusan KADIN Kabupaten Bogor periode 2026–2031,” ujar Ajat.

Sementara itu, Ketua KADIN Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, mengingatkan seluruh calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor agar mengedepankan persatuan dan menghindari ego pribadi selama proses kontestasi berlangsung.

Ia berharap siapapun yang terpilih nantinya mampu melanjutkan program kepengurusan sebelumnya, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemkab Bogor dan seluruh pemangku kepentingan dunia usaha.

Almer juga menekankan pentingnya menjaga kondusifitas Muskab IX. Para calon, kata dia, telah menyepakati untuk mengikuti proses pemilihan secara profesional dan fair serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

“Kami berharap KADIN Kabupaten Bogor ke depan mampu membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi para pelaku usaha,” katanya.

Pesan persatuan juga disampaikan Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2021–2026, Sintha Dec Checawaty, kepada tiga calon Ketua KADIN yang mengikuti kontestasi.

Ia meminta seluruh calon berjuang maksimal hingga proses pemilihan berakhir, namun tetap memiliki kesiapan untuk menerima apapun hasilnya.

“Kuatkan tekad untuk menang dan galang kekuatan sampai menit terakhir sebelum pemilihan, tapi sisakan ruang untuk menerima kekalahan,” ujarnya.

Sintha berharap kontestasi kepemimpinan KADIN Kabupaten Bogor tidak memecah kebersamaan dan justru menjadi momentum untuk memperkuat persatuan organisasi.

“Ini mudah-mudahan bertanding untuk bersanding,” katanya.

Ia juga berpesan kepada calon yang nantinya terpilih agar menjaga amanah jabatan serta menjalankan roda organisasi sesuai Undang-Undang, Anggaran Dasar, dan Peraturan Organisasi KADIN.

Dengan semangat kolaborasi dan persatuan tersebut, Muskab IX KADIN Kabupaten Bogor diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin solid serta memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan dunia usaha dan perekonomian Kabupaten Bogor. (Isna)
Share:

Rudy Susmanto Sebut Akan Bangun Jalan Alternatif Baru Pasir Muncang–Taman Safari 7,5 Kilometer

Rudy Susmanto Sebut Akan Bangun Jalan Alternatif Baru Pasir Muncang–Taman Safari 7,5 Kilometer. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan pembangunan jalan alternatif baru yang menghubungkan wilayah Pasir Muncang, Bogor Selatan, hingga kawasan Taman Safari Indonesia. Pembangunan jalan sepanjang sekitar 7,5 kilometer tersebut ditargetkan mulai direkonstruksi pada September 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pembangunan konektivitas antar wilayah menjadi salah satu prioritas Pemkab Bogor dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pada 2026, kami juga sudah mempersiapkan pembangunan jalan alternatif baru mulai dari Pasir Muncang, wilayah Bogor Selatan, sampai Eiger, kemudian dari Eiger hingga Taman Safari Indonesia. Insyaallah pada bulan September kita mulai melakukan rekonstruksi pembangunan jalan sepanjang 7,5 kilometer,” ujar Rudy.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.

Rudy menjelaskan, sejak awal menjabat, Pemkab Bogor memandang jaringan jalan sebagai “urat nadi” pembangunan wilayah. Konektivitas yang semakin baik diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau mau membangun wilayah, urat nadinya harus dibangun terlebih dahulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Pembangunan jalan Pasir Muncang–Taman Safari tersebut menjadi bagian dari berbagai upaya Pemkab Bogor dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Sebelumnya, Pemkab Bogor juga melakukan pembangunan dan revitalisasi sejumlah ruas jalan di wilayah barat dan timur Kabupaten Bogor.

Rudy menyebutkan, pada 2025, pembangunan jalan kabupaten dan jalan desa telah mencapai sekitar 516 kilometer. Namun, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang besar, pembangunan infrastruktur masih perlu dilakukan secara bertahap.

“Hal ini termasuk beberapa harapan masyarakat di berbagai wilayah, di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, yang menghendaki infrastrukturnya diperbaiki. Kami terus melakukan perbaikan,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah. Kawasan yang membutuhkan akses jalan akan menjadi prioritas, sementara pembangunan fasilitas lainnya juga disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat.

“Tidak mungkin kami membangun tugu di wilayah pinggiran di tengah gunung. Masyarakat di sana tidak membutuhkan tugu, masyarakat membutuhkan jalan, maka kita berikan jalan,” tegas Rudy.

Selain pembangunan jalan Pasir Muncang–Taman Safari, Pemkab Bogor juga menyiapkan sejumlah konektivitas baru, di antaranya pembangunan jalan dari Transyogi menuju Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, sepanjang sekitar 10 kilometer serta rencana konektivitas Jalan Tegar Beriman dengan Jalan Bojonggede-Kemang melalui pembangunan flyover pada 2027.

Rudy berharap pembangunan berbagai akses tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antar kawasan di Kabupaten Bogor.

“Kalau ingin cepat terealisasi, kuncinya satu: ayo kita berkolaborasi bersama-sama,” tandasnya. (Isna)
Share:

Perkuat Pendidikan Vokasi Berkelas Dunia, Kemendikdasmen Kirim Guru SMK untuk Magang Luar Negeri

Perkuat Pendidikan Vokasi Berkelas Dunia, Kemendikdasmen Kirim Guru SMK untuk Magang Luar Negeri. (Dok. Kemendikdasmen)

Jakarta, WaraWiri.net - Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi guru sekolah menengah kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus melepas 50 guru SMK peserta program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (1/9). 

Program yang merupakan kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada guru SMK mengenai budaya kerja, penerapan teknologi terkini, serta standar operasional industri bertaraf internasional. Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen dan LPDP menggandeng sejumlah mitra, yakni Atase Pendidikan dan Kebudayaan Jerman, Technische Universität Dresden (TU Dresden) sebagai mitra perguruan tinggi, serta FESTO Germany sebagai mitra industri.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi kepada 50 guru SMK yang akan mengikuti program magang di Jerman “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas para guru dengan partisipasi semesta. Ini bagian awal dan bagian penting untuk memajukan pendidikan vokasi. Saya berpesan kepada Bapak dan Ibu untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin. Bangun jejaring karena setiap pengalaman akan memiliki makna yang sangat penting,” terang Mendikdasmen.

Melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan industri global dan perguruan tinggi luar negeri, para guru diharapkan dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kompetensi teknis dan pedagogis. Pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh selama magang selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di SMK, termasuk untuk memutakhirkan kurikulum kejuruan dan memperkuat implementasi teaching factory (Tefa) yang berorientasi pada standar global.

Mendikdasmen juga menekankan bahwa SMK merupakan salah satu satuan pendidikan yang diharapkan mampu mempersiapkan murid untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan jiwa kewirausahaan, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kurikulum SMK perlu terus diperkuat dan diselaraskan dengan kebutuhan dunia kerja serta pilihan dan arah karier murid, sehingga pendidikan yang diberikan semakin relevan dengan masa depan mereka.

“Kita memahami tidak seluruh lulusan SMK harus masuk dunia kerja di usia belia. Kurikulum yang berkaitan dengan kewirausahaan harus terwadahi karena sekarang banyak ruang untuk berwirausaha. Banyak pekerjaan yang hilang di tengah perkembangan dunia digital, tapi banyak juga pekerjaan yang bisa dibuka dengan berwirausaha. Sekali lagi selamat,” pungkas Mendikdasmen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru bukanlah proses yang bersifat sekali selesai, melainkan upaya berkelanjutan yang perlu dilakukan secara konsisten untuk menjawab tuntutan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Sebanyak 50 guru SMK yang dinyatakan lulus seleksi akan magang di Jerman selama tiga bulan dengan rangkaian tahap fondasi, penguatan, imersi, dan kapitalisasi. Kelima puluh guru SMK tersebut berasal dari 16 provinsi yang membidangi Kompetensi Keahlian Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, Teknologi Konstruksi dan Bangunan, serta Energi dan Pertambangan. 

“Sebanyak 34 guru SMK akan belajar di TU Dresden dan 16 guru SMK akan belajar di FESTO Germany. Kita menyadari bahwa kualitas pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh kualitas guru. Guru adalah hulu dari kualitas lulusan dan investasi pada kompetensi guru adalah investasi terbaik bagi masa depan vokasi. Keberangkatan Bapak dan Ibu guru ke Jerman membawa misi penting,” terang Dirjen Tatang. 

Dirjen Tatang juga berpesan agar guru-guru SMK dapat menjaga profesionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas.

“Jerman dikenal sebagai kiblat pendidikan vokasi melalui sistem ganda yang sukses. Kami harap Bapak dan Ibu dapat mengambil pengalaman itu semua sebagai bahan refleksi, inspirasi, jejaring, dan pulang membawa gagasan serta semangat untuk melakukan perubahan,” harap Dirjen Tatang.

Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan LPDP, Agam Bayu Suryantoro, menyampaikan bahwa LPDP berperan dalam memfasilitasi Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026.

“Bagi LPDP, ini adalah program yang sangat strategis. Semoga Bapak dan Ibu bisa menjalani program ini sebaik mungkin dan dapat bermanfaat. Outcome-nya dapat dirasakan sehingga nanti ketika evaluasi dan ingin ada keberlanjutan, kami sudah ada bukti. Selamat untuk 50 guru SMK,” ucap Agam Bayu. 

Sementara itu, guru SMKN 1 Sumatra Barat, Yenni Arta, salah satu penerima manfaat program tersebut, mengaku sangat senang mendapat kesempatan untuk belajar dan mendalami pendidikan vokasi di Jerman. Menurutnya, ini adalah kesempatan langka terutama ketika guru-guru di daerah diberikan kesempatan dan difasilitasi untuk bisa mengeksplorasi lebih jauh di negara yang sangat maju pengelolaan pendidikan vokasinya. 

“Sangat senang sekali, apalagi buat kami-kami di daerah ini. Kita tahu untuk belajar ke sana sangat mahal biayanya dan kami bersyukur bisa lolos. Banyak hal yang ingin saya pelajari di sana karena ini akan bermanfaat, terutama ketika saat melakukan pendampingan murid yang akan mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS),” ucap Yenni. (Remondies)
Share:

Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon melalui Pengembangan Ekosistem Baterai

Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon melalui Pengembangan Ekosistem Baterai. (Dok. Pertamina)

Karawang, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) memperluas peluang pengembangan bisnis rendah karbon melalui sinergi dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dalam pengembangan ekosistem industri baterai terintegrasi. Penjajakan ini menjadi bagian dari implementasi Dual Growth Strategy Pertamina, yakni memperkuat bisnis eksisting sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru untuk mendukung transisi dan ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Sinergi Pengembangan Ekosistem Industri Baterai Terintegrasi di fasilitas PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8).

SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina, Hana Timoti, mengatakan sinergi dengan IBC membuka peluang bagi Pertamina untuk memperluas portofolio bisnis, khususnya pada pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) dan berbagai teknologi pendukung ekosistem baterai.

“Ekosistem baterai dan kendaraan listrik merupakan salah satu pilar dari Dual Growth Strategy Pertamina. Kami melihat peluang besar untuk dikomersialisasikan, mulai dari pengembangan Battery Energy Storage System (BESS), battery recycling, pengembangan industri baterai masa depan, hingga optimalisasi fasilitas riset dan laboratorium baterai yang terintegrasi,” ujar Hana.

Menurut Hana, kesepahaman dengan IBC menjadi langkah awal untuk menjajaki pemanfaatan kompetensi dan kapabilitas kedua perusahaan dalam pengembangan material dan ekosistem baterai. Penjajakan tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi peluang pengembangan teknologi sekaligus potensi bisnis yang memiliki kelayakan komersial dan dapat ditindaklanjuti menuju implementasi.

Salah satu peluang yang akan dijajaki lebih lanjut adalah BESS, baik berupa Portable Power Station maupun Stationary Power Station. Potensi pengembangan BESS dapat menjadi bagian dari solusi penyimpanan energi sekaligus membuka peluang bisnis Pertamina pada rantai nilai energi masa depan.

Selain BESS, penjajakan lainnya mencakup pengembangan teknologi baterai masa depan, pengelolaan baterai bekas melalui recycle dan reuse, serta potensi pemanfaatan material turunan migas Pertamina untuk mendukung rantai pasok baterai.

Direktur Pengembangan Bisnis IBC, Niko Chandra, mengatakan penjajakan bersama Pertamina diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kapabilitas industri baterai yang tengah berkembang di Indonesia.

“Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi IBC. Kolaborasi dengan Pertamina membuka peluang besar untuk mengintegrasikan kekuatan dua perusahaan nasional dalam membangun ekosistem baterai yang kokoh dan berkelanjutan. Kami percaya sinergi ini akan memberikan kontribusi nyata bagi percepatan transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri baterai global,” ujar Niko.

IBC bersama konsorsium CATL–Brunp–Lygend (CBL) saat ini juga tengah mengembangkan industri baterai terintegrasi, termasuk melalui PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang. Fasilitas manufaktur baterai tersebut telah mulai beroperasi secara bertahap sejak Juli 2026 dan turut memiliki kapabilitas pengembangan produk BESS.

Bagi Pertamina, penjajakan pengembangan ekosistem baterai menjadi bagian dari upaya membuka peluang pertumbuhan baru yang melengkapi bisnis energi eksisting, sekaligus memperluas portofolio bisnis rendah karbon dalam mendukung transisi dan ketahanan energi Indonesia. (Dimas)
Share:

Perkuat Transformasi, Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua

Perkuat Transformasi, Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - Pertamina terus memperkuat transformasi Pertamina Group melalui penandatanganan Akta Penggabungan (merger) PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) selaku Subholding Downstream sekaligus perusahaan penerima penggabungan (surviving entity). Penandatanganan berlangsung di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, dan menandai penyelesaian salah satu tahapan penting dalam Implementasi Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua.

Dalam prosesi tersebut ditandatangani dua dokumen akta, yakni Akta Penggabungan oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Mars Ega Legowo Putra dan Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal (PET) Bayu Prostiyono, serta penandatanganan Akta Perubahan Anggaran Dasar PPN oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, di hadapan Notaris Jose Dima. Penggabungan berlaku efektif pada 1 September 2026.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa momentum ini bukan semata pemenuhan aspek legal, melainkan wujud komitmen bersama seluruh insan Pertamina Group untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

“Apa yang kita tandatangani hari ini adalah komitmen bersama untuk membangun bisnis hilir yang tidak hanya terintegrasi secara struktural, tetapi juga andal, kompetitif, dan berkeadilan,” ujar Simon. Ia menekankan integrasi ini harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, dari Sabang sampai Merauke.

Simon menegaskan, di tengah arus transformasi, operasional bisnis hilir tidak boleh surut sedikit pun karena pelayanan energi kepada masyarakat merupakan tugas utama Pertamina.

“Di tengah arus transformasi yang kompleks dan menuntut, operasional bisnis hilir tidak boleh surut, bahkan satu detik pun,” tegasnya.

Simon juga mengingatkan bahwa pelayanan energi kepada masyarakat tetap menjadi nafas utama dan tugas seluruh Perwira Pertamina. 

“Kita tidak hanya membangun struktur, tetapi juga menjaga denyut pelayanan kepada bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Simon menempatkan penggabungan ini dalam kerangka amanat Danantara, yakni transformasi menjadi BUMN yang adaptif, lincah, dan kompetitif. Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran menjaga konsistensi arah, memperkuat tata kelola dan kejelasan peran di Subholding Hilir, serta memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengganggu operasional maupun pelayanan energi kepada masyarakat.

“Teruslah mengoptimalkan rantai nilai, efisiensi biaya, dan sinergi operasional, sehingga Pertamina benar-benar menjadi perusahaan energi yang fokus, kuat, dan bermartabat,” tegasnya.

Penggabungan PET ke PPN merupakan kelanjutan dari Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Pertama yang telah berlaku efektif pada 1 Februari 2026 — mencakup penggabungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan 10 SPV anak perusahaan PT Pertamina International Shipping (PIS) ke PPN, serta pengalihan armada kapal captive PIS ke PPN.

Simon menambahkan, selama proses integrasi berlangsung operasional bisnis hilir tetap berjalan penuh untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat, dan pasca tanggal efektif, Pertamina memfokuskan langkah pada penataan proses dan organisasi di Subholding Hilir serta melanjutkan optimalisasi rantai nilai (value chain), efisiensi biaya operasi (OPEX optimization), dan sinergi operasional.

Acara turut dihadiri jajaran Direksi Holding, Subholding, dan anak perusahaan terkait. Melalui transformasi bisnis hilir yang berkelanjutan, Pertamina berkomitmen memperkuat integrasi, efisiensi, dan daya saing bisnis hilir nasional, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi bagi Indonesia. (Dimas)
Share:

Pelantikan Gubernur dan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia

Pelantikan Gubernur dan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Ketua Mahkamah Agung, Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. melantik Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Pelantikan ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/P Tahun 2026 tanggal 1 September 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Gubernur Bank Indonesia. Masa jabatan ini berlaku selama 5 (lima) tahun.

Dengan demikian, susunan Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi sebagai berikut:
Gubernur: Destry Damayanti
Deputi Gubernur Senior: Aida S. Budiman
Deputi Gubernur:
• Filianingsih Hendarta
• Ricky P. Gozali
• Thomas A.M. Djiwandono
• Solikin M. Juhro

Penetapan Anggota Dewan Gubernur ini menandai keberlanjutan kepemimpinan Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam melaksanakan tugas dan kewenangan Bank Indonesia sesuai amanat Undang-Undang.

Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bersinergi erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait. (Iqbal)
Share:

Komisi XII Siap Kawal Tambahan Anggaran KLH Rp1,33 Triliun ke Banggar

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon dalam Raker bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat terkait Penetapan RKA-K/L TA 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi XII DPR RI menyetujui usulan penambahan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) TA 2027 sebesar Rp1,33 triliun. Penambahan anggaran ini terus diperjuangkan oleh Komisi XII DPR RI saat dibahas dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendatang.

Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XII DPR RI bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat terkait Penetapan RKA-K/L TA 2027 yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi XII, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

 Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon menyayangkan sektor lingkungan hidup kerap menghadapi keterbatasan ruang fiskal. Maka dari itu, ia menegaskan alokasi anggaran KLH/BPLH membutuhkan dukungan politik anggaran yang kuat dari parlemen.

"Jadi, saya pikir kita wajib mendorong anggaran ini untuk naik. Tapi kembali lagi pada kondisi ekonomi pemerintah, kita akan coba memperjuangkan penambahan satu triliun lebih ini di Banggar nantinya bersama teman-teman Komisi XII," ujar Donny.

Legislator Fraksi PDI-Perjuangan ini juga menyoroti lonjakan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kementerian sebesar Rp800 miliar yang didominasi oleh denda dan kompensasi penegakan hukum (Gakkum). Ia mengingatkan agar kementerian agar tidak menggantungkan operasional hanya pada instrumen sanksi.

"Target PNBP yang hampir Rp800 miliar ini memang harus dikejar, instrumen Gakkum dan satgas mesti lebih proaktif turun ke lapangan untuk mengembalikan hak negara. Tapi di samping itu, kementerian jangan hanya bergantung pada pendendaan. Harus ada koordinasi intensif untuk memetakan sumber-sumber PNBP baru yang potensial," tambahnya.

Selain PNBP, Dony menggarisbawahi pentingnya transparansi alokasi program bantuan masyarakat sebesar Rp105,2 miliar agar terdistribusi tepat sasaran mulai dari penyediaan sarana pengolahan sampah dan Program Kampung Iklim (Proklim).

"Kita pantau program-program kemasyarakatan ini agar benar-benar tepat sasaran dan kita awasi sampai ke ujung hasilnya. Anggota Komisi XII akan turun langsung mendampingi di dapil masing-masing untuk memastikan bantuan seperti pengolahan sampah hingga IPAL limbah betul-betul ada faktanya di lapangan," tegasnya.

Berdasarkan Laporan Singkat Raker Komisi XII DPR RI, persetujuan ini mengubah Pagu Indikatif awal KLH/BPLH TA 2027 sebesar Rp1,23 triliun (Rp1.232.292.723.000) menjadi total Pagu Anggaran sebesar Rp2,57 triliun (Rp2.572.046.699.000). Rincian total pagu tersebut terbagi atas Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,05 triliun, Program Kualitas Lingkungan Hidup sebesar Rp1,09 triliun, serta Program Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim sebesar Rp427,51 miliar. (Budi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING